JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 ANALISIS PERCEPATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 5 MALUKU TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRASHING PROGRAM Ahmat Ikbal Salong. Lenora Leuhery. ST. MT . Maslan Abdin. Pd. Pd. 1,2,3,) Jurusan Teknik Sipil dan Politeknik Negeri Ambon ahmatikbal37@gmail. en_lenny@yahoo. maslanabdin15@gmail. ABSTRACT There are several aspects of project implementation management, such as implementation plans, schedules, and The emergence of problems in the implementation management aspect hurts project implementation. Then the alternatives that are usually used to support the acceleration of activities is to increase working hours so that it has an impact on the total project cost. The Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah New Classroom Construction Project was chosen for the research study because it experienced delays. The CPM . ritical path metho. is used to analyze the project implementation time to obtain critical work that has no leeway days to be The optimal time and cost are obtained from the Crash Program using the Crashing method by adding working hours to each accelerated critical work. From the acceleration, the cost slope value is obtained. the purpose of this research is to determine what work is critical in the project and also get the results of analyzing the calculation of time and cost of work after being accelerated. The result showed that the total normal project cost budget of Rp 2,891,000,000 with an implementation duration of 120 days, in conditions after crashing with an alternative of adding working hours for two hours obtained a cost of Rp 2,943,185,364 greater than the total project cost budget under normal conditions and a reduction in duration to 110 days or faster than the normal duration. The total cost slope value obtained was Rp 64,231,234. ABSTRAK Dalam manajemen pelaksanaan proyek terdiri dari beberapa aspek seperti rencana pelaksanan dan jadwal pelaksanaan, metode pelaksanaan, dan lain-lain. Timbulnya permasalahan pada aspek manajemen pelaksanaan akan menyebabkan dampak negatif pada pelaksanaan proyek. Dampak umum yang sering terjadi adalah keterlambatan proyek. Maka alternatif yang biasanya digunakan untuk mendukung percepatan kegiatan adalah menambah jam kerja sehingga berdampak pada total biaya proyek. Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah ini dipilih untuk studi penelitian karena mengalami Metode CPM . ritical path metho. dapat digunakan untuk menganalisa waktu pelaksanaan proyek agar dapat memperoleh pekerjaan kritis yang tidak memiliki kelonggaran hari agar dapat dipercepat. Waktu optimal dan biaya diperoleh dari Crash Program menggunakan metode Crashing dengan melakukan penambahan jam kerja pada masing-masing pekerjaan kritis yang akan dipercepat. Dari percepatan tersebut akan diperoleh nilai cost slope. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pekerjaan apa saja yang kritis pada proyek dan juga memperoleh hasil analisis perhitungan waktu dan biaya pekerjaan setelah dilakukan Dari hasil penelitian menunjukan total anggaran biaya proyek pada kondisi normal sebesar Rp 000 dengan durasi pelaksanaan 78 hari kerja, pada kondisi setelah melakukan crashing dengan alternatif penambahan jam kerja selama dua jam diperoleh biaya sebesar Rp 3. 694 atau lebih besar dari total anggaran biaya proyek dalam kondisi normal dan pengurangan durasi pelaksanaan proyek menjadi 69 hari kerja atau lebih cepat dari durasi normal. Dan total nlai cost slope yang di peroleh sebesar Rp 632. Kata Kunci: CPM. Cost slope. Crashing, e-ISSN:2964-5158 Halaman 153 JOURNAL AGREGATE PENDAHULUAN Waktu penyelesaian proyek bisa saja bergeser dari waktu yang direncanakan karena pengaruh dari pekerjaan yang berada pada lintasan kritis apabila pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan. sebesar 1/1000 perharinya dari nilai kontrak akan dikenakan apabila keterlambatan melebihi batas, menurut Perpres No. 54 Tahun 2010 Pasal 120. Maka untuk menangani masalah keterlambatan yang akan terjadi nantinya perlu dilakukan percepatan penyelesaian proyek, alternatif yang biasanya digunankan untuk mendukung percepatan kegiatan adalah menambah jam kerja sehingga berdampak pada total biaya proyek. apabila hanya menambah jam kerja biasa saja kurang memenuhi produktivitas yang diinginkan, sebab penurunan tingkat produktivitas pekerja sebanding dengan lama waktu pekerja melakukan pekerjaan. Maka dengan menambah jumlah pekerja bisa menangani hal tersebut, karena produktivitas akan sebab pekerjaan yang ditanggung oleh pekerja sebelumnya akan lebih ringan. Maka dari itu untuk memperpendek durasi proyek perlu adanya pertimbangan dengan penambahan biaya yang tidak Dalam penelitian ini, penulis melakukan studi kasus pada proyek pembangunan ruang kelas baru MIN 5 Malteng yang merupakan program pemerintah, dengan anggaran Rp. 2,891,000,000. 00 dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender pada bulan juni hingga oktober tahun 2022 . umber: time schedule Pada pelaksanaannya proyek mengalami keterlambatan diakibatkan karena kurang matangnya perencanaan kegiatan . , pengendalian proyek yang kurang efektif dan kurangnnya produktivitas pekerja, serta cuaca hujan. proyek mengalami keterlambatan pada minngu ke 10 dengn bobot realisasi 17,50 sedangkan rencana 20,54. pada item pekerjan kolom, pekerjaan lantai dasar 1 kanopi dan meja, pekerjaan balok, pekerjaan plat lantai 2 kanopi dan meja, pekerjaan dinding dan plesteran lantai 1. Keterlambatan juga terjadi pada minggu ke 14 dan 15 dengan bobot realisasi minggu ke 15 sebesar 52,65 dimana bobot rencana sebesar 53,33. Pada item pekerjaan lantai dasar 1 kanopi dan meja, struktur tangga, ring balok lantai 2, plat lantai dudukan tandon, penutup lantai, kusen pintu dan jendela, dinding dan plesteran lantai 2, pekerjaan atap, saluran keliling, armatur dan kabel, dan instalasi air bersih. Sampai pada minggu ke 17 minggu terakhir pelaksanaan proyek yang direncanakan dimana bobot yang direncakan harusnya mencapai 100 persen tetapi pada pelaksanaannya bobot realisasi hanya sebsar 75,29 maka proyek dinyatakan mengalami keterlambatan. Penulis penyelesaian proyek dengan lagkah awal menentukan lintasan kritis pada pelaksaan proyek dengan menganalisa time schedule dan mengunakan metode CPM agar selanjutnya melakukan penambahan jam kerja dan tenaga kerja pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis, metode analisis yang akan digunakan adalah metode Crashing. Metode Crashing digunakan untuk mempercepat pekerjaan pada jalur e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Untuk item pekerjaan yang dipercepat akan dihitung kebutuhan biaya dari percepatan tersebut. Metode ini berfungsi untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek dan menganalisis sejauh mana waktu dapat dipersingkat, menambahkan biaya untuk kegiatan yang dapat dipercepat selama periode pelaksanaan sehingga akselerasi maksimal dan biaya minimum dapat diketahui. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pekerjaan Ae pekerjaan yang kritis pada proyek menggunakan metode CPM dan juga memperoleh hasil analisis perhitungan waktu dan biaya pekerjaan pelaksanaan setelah dilakukan percepatan pada proyek dengan metode crashing. TINJAUAN PUSTAKA 1 Proyek Konstruksi Proyek konstruksi adalah serangkaian kegiatan yang hanya satu kali terjadi atau dilaksanakan dan mempunyai jangka waktu tertentu, panjang dan pendeknya ditentukan oleh besar atau kecilnya lingkup proyek, tingkat kesulitan pelaksanan, dan faktor lainnya, tetapi pada umumnya berjangka pendek (Ervianto, 2. 2 Manajemen Proyek Manajemen proyek mengacu pada semua pengendalian dan koordinasi proyek dari awal . hingga penyelesaian proyek untuk memastikan bahwa proyek dilaksanakan tepat waktu, tepat biaya dan tepat kualitas. Manajemen proyek juga dapat diartikan secara bebas sebagai ilmu dan seni memimpin dan mengkoordinasikan sumber manusia dan material dengan menggunakan teknik manajemen modern untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, yaitu: ruang lingkup, kualitas, jadwal, dan biaya, dan untuk memenuhi keinginan para stakeholder (Lesmana dan Antika2. 3 Biaya Biaya merupakan salah satu aspek dalam kegiatan konstruksi yang mendapat perhatian cukup besar baik dalam masa perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Estimasi biaya pada proyek adalah perkiraan tentang biaya proyek yang akan digunakan, terdapat beberapa unsur (Rani. Faudi, 2. : bahan material, tenaga kerja, peralatan, over head, profit. Dalam pelaksanaan proyek suatu pekerjaan konstruksi terdapat hal yang penting yaitu biaya, yang dapat terbagi menjadi 2 yaitu : Biaya Langsung ( Direct Cost ) Biaya langsung merupakan biaya yang berhubungan langsung dengan volume pekerjaan, misalnya: biaya material dan upah tenaga kerja (Johan, et. al, 1. Yang tergolong biaya langsung (Malik, 2. adalah: biaya material, upah tenaga kerja, biaya peralatan. Halaman 154 JOURNAL AGREGATE Biaya bahan dan material. Menghitung biaya persediaan dan bahan yang digunakan harus hatihati dari segi kuantitas dan memperhitungkan bahan yang terbuang. Harga setiap bahan dapat bervariasi menurut lokasi karena pengaruh kelangkaan, biaya transportasi, dan persediaan Biaya upah. Biaya bervariasi dan bergantung pada keterampilan dan standart gaji di tempat proyek dilaksanakan. gaji yang tinggi sepadan dengan tingginya biaya hidup di wilayah Biaya alat. Perlu mempertimbangkan biaya sewa atau membeli peralatan umum yang biasa sebab dengan suatu analisa dan pertimbangan yang tepat dapat menekan biaya Biaya Tidak Langsung ( Indirect Cos. Adalah biaya yang tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan pekrerjaan sevcara lansung dengan volume pekerjaan misalnya gaji atau honor pegawai kantor baik tetap maupun tidak tetap, anggaran manajemen proyek, biaya sewa kantor, biaya perawatan, over head, biaya tidak terduga alat kerja dan lain lain (Johan, 1. Biaya tidak langsung tersebut meliputi : Biaya overhead. Biaya overhead adalah biayakegiatan penunjang pelaksanaan pekerjaan pada proyek, antara lain: fasilitas smenetara, operational petugas satpam, biaya untuk K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerj. Gaji Pegawai. Upah dan biaya pegawai tetap dan tidak tetap yang terlibat atau tidak terlibat dalam proyek yang termasuk dalam pendanaan proyek tersebut termasuk dalam elemen biaya ini. Biaya Tak Terduga. Biaya tak terduga merupakan biaya untuk kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi, mungkin tidak. 4 Metode Crirtical Path Method (CPM) Metode ini disebut sebagai metode jalur kritis karena dapat membentuk jalur kritis yang memerlukan pemantauan khusus pada eksekusi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan proyek dan dapat mengidentifikasi kegiatan prioritas yang perlu dipantau secara efektif agar kegiatan dapat dilaksanakan sesuai jadwal rencana. (Siswanto 2. Jadi CPM merupakan suatu teknik analisa untuk merencanakan, penjadwalan, dan pengendalian proyek dengan metode jalur jaringan kritis dengan suatu taksiran. Hitungan maju (Foreward Pas. Perhitungan dimulai dari awal (Star. dan berakhir pada titik akhir (Finis. , serta mempunyai komponen ES . aktu tercepat untuk memulai suatu kegiata. dan EF . aktu tercepat untuk menyelesaika. Berikut adalah aturan perhitungan maju : e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 A Aktivitas awal dimulai ketika aktivitas sebelumnya selesai . ecuali aktivitas paling A Waktu berakhir paling awal sama dengan waktu mulai paling awal setelah dijumlahkan dengan durasi aktivitas sebelumnya. A Jika suatu aktivitas mempunya dua atau lebih aktivitas sebelumnya yang digabungkan, waktu mulai paling awal (ES) aktivitas tersebut sama dengan waktu berakhir terlama (EF) aktivitas sebelumnya. Hitungan Mundur (Backward Pas. Hitung mundur dimulai dari akhir (Finis. hingga titik awal (Star. yang berguna untuk menentukan waktu paling lambat suatu pekerjaan, dan mempunyai komponen berupa LF . aktu paling lambat untuk menyelesaikan suatu kegiata. dan LS . aktu paling lambat untuk memulai Berikut adalah aturan untuk menghitung waktu mundur : A Waktu mulai paling akhir sama dengan waktu selesai paling akhir dikurangi durasi kegiatan A Bila suatu kegiatan terpecah menjadi dua kegiatan atau lebih, maka waktu paling akhir (LF) kegiatan tersebut sama dengan waktu mulai paling akhir (LS) kegiatan berikutnya yang paling terkecil. Lintasan kritis Heizer dan Render . degan jelas menyatakan bahwa selama analisis jalur kritis, digunakan dua proses two-pass, yang terdiri dari langkah maju dan langkah mundur. ES dan EF ditentukan selama forward pass. LS dan LF ditentukan selama backward pass. ES . arliest star. adalah waktu paling awal suatu kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi seluruh kegiatan sebelumnya telah selesai. EF . arliest finis. merupakan waktu dimana suatu kegiatan dapat diselesaikan secepatnya. LS . atest star. merupakan waktu terakhir suatu kegiatan dapat dimulai agar tidak menunda penyelesaian keseluruhan proyek. LF . atest finis. merupakan waktu terakhir suatu kegiatan dapat diselesaikan agar tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek, seperti diperlihatkan pada Gambar 1. Contoh Penggambaran CPM Untuk Satu Item Pekerjaan (Sumber: Bangun. Irwan. , dan Purbasari, , 2. Metode Percepatan Crashing Menurut Dimyati & Nurjaman . , terminologi proses crashing adalah mereduksi suatu pekerjaan yang akan berpengaruh terhadap waktu Halaman 155 JOURNAL AGREGATE penyelesaian proyek. Crashing adalah suatu proses disengaja, sistematis, dan analitik dengan cara melakukan pengujian dari semua kegiatan dalam suatu proyek yang dipusatkan pada krgiatan yan berada pada jalur kritis. Proses crashing adalah cara melakukan perkiraan dari variabel cost dalam menentukan pengurangan durasi yang paling maksimal dan paling ekonomis dari suatu kegiatan yang masih mungkin untuk direduksi (Evrianto 2. dalam Dimyati & Nurjaman . Gambar 2. Grafik Hubungan Waktu-Biaya Normal Dan Dipersingkat Untuk Suatu Kegiatan (Sumber: Dimyati & Nurjaman 2. Titik A pada gambar 2. 3 menunjukkan titik normal sedangkan titik B adalah titik dipersingkat. Garis yang menghubungkan titik A dan titik B disebut kurva waktu dan biaya. Pada umumnya garis ini dapat . isalnya,cekun. , diadakan perhitungan persegmen yang terdiri atas beberapa garis lurus. Metode crashing melibatkan beberapa Teknik yaitu: Penambahan Tenaga Kerja Produktivitas tenaga kerja adalah jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan seorang pekerja sertiap hari. John Soeprihanto berpendapat bahwa produktivitas dapat berupa perselisihan antara hasil yang dicapai dan kebutuhan sumber daya bersama, atau perselisihan total produksi . dengan sumber daya yang digunakan . Produktivitas tenaga kerja = koefisien tenaga kerja Penambahan Jam Kerja Lembur Pekerjaan jam kerja lembur adalah pekerjaan yang dikerjakan ketika di luar jam kerja. Dalam mempersingkat pelaksanaan pekerjaan perlu diterapkan jam kerja lembur pada saat perencanaan kerja. Tabel 1. Koefisien Produktivitas Pada Jam Lembur VOL. NO. MARET 2024 Keterangan : a = Jam lembur b = Penurunan indeks produktivitas c = Prestasi kerja . er ja. d = Perentase prestasi kerja e = koefisien pengurangan produktivitas Untuk nilai prestasi kerja . didapat dari penurunan indeks produksi . y dengan jam lembur . = b y . , sedangkan untuk nilai presentasi prestasi kerja . didapat dari perstasi kerja . y 100, dan untuk nilai koefisien pengurangan produktivitas . didapat dari 100% Ae presentasi prestasi kerja . = 100% - . 5 Hubungan Biaya Terhadap Waktu Total biaya suatu penjumlahan biaya langsung dan tidak langsung yang digunakan dalam pelaksanaan proyek. Besarnya biaya ini sangat tergantung pada waktu . penyelesaian proyek, keduanya berbeda-beda tergantung durasi dan kemajuan proyek. Meskipun tidak dapat dihitung dengan rumus tertentu, secara umum, semakin lama proyek berlangsung, semakin tinggi pula overhead komulatif yang diperlukan. Pada Gambar 2. 4 ditunjukkan hubungan antara biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya total dalam suatu grafik dan dapat dilihat bahwa biaya optimal dicapai dengan mencari total biaya minimum Gambar 3. Grafik Hubungan Waktu Dengan Biaya Total. Biaya Langsung. Dan Biaya Tak Langsung (Sumber: Dimyati & Nurjaman 2. METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Pada studi kasus kali ini, penelitian dilakukan pada pembangunan ruang kelas baru madrasah ibtidaiyah negeri 5 malteng. Yang beralamat di JLN. Pandita Louw Tulehu, kecamatan Salahutu kabupaten maluku tengah, provinsi maluku 2 Jenis Data Adapun jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu data sekunder, adalah data yang diambil dari sumber-sumber lain. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari pihak kontraktor pelaksana berupa, rencana anggaran biaya (RAB), (Sumber : Fredrika. Ariany. e-ISSN:2964-5158 Halaman 156 JOURNAL AGREGATE Time Schedule, as built drawing, analisa harga satuan VOL. NO. MARET 2024 Tabel 2. Uraian Pekerjaan Mendahului Dan Durasi 3 Diagram Alir Penelitian Sumber: Penulis, 2023 Tabel 2 diatas menunjukkan hasil dari analisa durasi pekerjaan dan hubungan antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya atau pekerjaan yang mulai lebih dulu dikerjakan dan yang lain akan dikerjakan apabila pekerjaan sebelumnya telah selesai. Setelah menentukan kode kegiatan serta durasi per item pekerjaan, selanjutnya akan dilakukan analisis hubungan jaringan antar tiap item pekerjaan agar dapat memperoleh pekerjaan-pekerjaan yang berada di lintasan kritis Gambar 4. Bagan Alir Penelitian (Sumber : Penulis, 2. Menjelaskan rancangan penelitian yang akan informasi/data pendukung, menguraikan langkahlangkah membahas/menganalisis . endefinisikan variabel, teknik komputasi/ mengolah dat. serta penjelasan asumsi. Metodologi dapat menggambarkan teknik atau prosedur analisis data. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penetuan Jalur Kritis Dengan menggunakan CPM Dalam menghitung Critical Part Method (CPM) terlebih dahulu ditentukan uraian pekerjan, kode kegiatan, serta durasi yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Untuk penentuan durasi dan pekerjaan yang mendahului ditinjau pada time schedule. e-ISSN:2964-5158 Gambar 5. Analisa Jalur Kritis Dengan CPM Sumber: Penulis, 2023 Dari gambar 5 diatas dapat disimpulkan ada 4 pekerjaan yang berada pada lintasan kritis yang di tandai dengan garis berwarna merah sedangkan garis putus Ae putus adalah garis penghubung dari kegiatan pendahulu yang lebih dari satu kegiatan. Halaman 157 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tabel 3. Hasil Perhitungan CPM Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah Volume pekerjaan = 92,90 m3 Harga satuan = Rp 300. Durasi normal = 8 hari Normal cost = Rp 16. Produktifitas harian normal volume pekerjaan = durasi normal Sumber: Penulis, 2023 Tabel 3 menunjukkan hasil analisa pekerjaan Ae pekerjaan yang kritis atau yang tidak memiliki tambahan waktu pekerjaan dari waktu normal. 2 Percepatan durasi dengan menambahkan jam kerja ( Lembur ) Perhitungan crashing duration pada pekerjaan tanah yang berada pada jalur kritis sebagai berikut: Produktivitas harian normal = durasi normal 92,90 m3 = 11,61 m3/hari Produktivitas per jam produktivitas harian = 1,45 m3/jam Produktivitas jam lembur = 2 x produktivitas normal/jam x 0,8 = 2 x 1,45 m3/jam x 0,8 = 2,32 m3/jam Produktivitas harian percepatan = produktivitas harian normal produktivitas jam lembur = 11,61 m3/hari 2,32 m3/jam =13,94 m3/hari = 13,94 m3/hari = 7 hari Upah normal/jam = harga satuan y produktivitas normal/jam = Rp 300. 300,00 y 1,45 m3/jam = Rp 435. 904,00 Upah normal/hari = upah normal/jam y jam kerja perhari = Rp 435. 00 y 8 = Rp 3. 232,00 Upah 2 jam lembur/hari = . ,5 y upah /ja. y upah/ja. = . ,5 y Rp 435. y Rp 435. = Rp 2. 472,00 Upah percepatan/hari = upah normal/hari upah 2 jam lembur = Rp 3. 323,00 Rp 2. 472,00 = Rp 5. 704,00 Crash cost = upah percepatan/hari y crash duration = Rp 5. 704,00 y 7 = Rp 41. 928,00 Cost slope crash costOenormal cost = durasi normalOedurasi percepatan Produktivitas jam lembur = 2 x produktivitas perjam x 0,8 = 2 x 1,45 m3/jam x 0,8 = 2,32 m3/jam Produktivitas harian percepatan = produktivitas harian normal jam lembur = 11,61 m3/hari 2,32 m3/jam = 13,94 m3/hari Crashing duration = produktivitas harian percepatan 92,90 m3 = 13,34 m3/hari = 7 hari 3 Perhitungan dengan menggunakan metode Perhitungan produktifitas harian, normal dan e-ISSN:2964-5158 8 ycycayco volume pekerjaan 11,61 m3/hari produktivitas harian percepatan 92,90 m3 11,61 m3/hari = 11,61 m3/hari 2 Perhitungan crash duration, crash cost dan cost Perhitungan crash duration, crash cost dan cost slope pada pekerjaan tanah Normal cost = Rp 16. Durasi normal = 8 hari Produktivitas normal/jam = 1,45 m3/jam Produktivitas normal/hari = 11,61 m3/hari Produktivitas lembur/jam = 2,32 m3/jam Produktivitas harian percepatan = 13,94 m3/hari Crash duration jam kerja = 1,45 m3/jam Perhitunganp roduktifitas pekerjaan tanah 8 hari Produktivitas normal/jam produktivitas harian normal waktu kerja normal 92,90 m3 Halaman 158 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Rp 41. 928,00OeRp 16. 8Oe7 = Rp 24. 903,00 Tabel 4. Hasil Perhitungan Crash Duration. Crash Cost Dan Cost Slope = Rp 2. Kondisi dipercepat Biaya langsung = biaya normal total cost slope = Rp 2. 000 Rp 64. = Rp 2. Biaya tidak langsung = ( durasi sesudah crashing y overhead perhari ) profit = ( 110 y Rp 1. 583 ) Rp 144. = Rp 277. Total biaya sesudah crashing = biaya langsung biaya tidak langsung = Rp 2. 234 Rp 277. = Rp 2. Tabel 5. Cost Slope Terkecil Hingga Terbesar Sumber: Penulis, 2023 Pada tabel 4 menampilkan perbandingan waktu dan biaya pekerjan Ae pekerjaan kritis setelah dilakukannya percepatan durasi 4 Analisa biaya langsung dan tidak langsung Selesai melakukan proses analisa percepatan dan mendapatkan durasi percepatan, maka selanjutnya akan menghitung biaya total proyek dalam kondisi normal dan kondisi dipercepat. Biaya total proyek tersebut terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung sebagai berikut. Durasi proyek : 120 hari kalender Total biaya proyek : Rp 2. = total biaya proyek y 5% = Rp 2. 000 y 5% = Rp 144. biaya overhead = total biaya proyek y 5% = Rp 2. 000 y 5% = Rp 144. biaya overhead overhead perhari = durasi normal Rp 144. = 120 Eaycaycycn = Rp 1. Sumber: Penulis, 2023 Tabel 5 menampilkan hasil urutan cost slope atau penambahan biaya dari yang terkecil hingga yang terbesar dari pekerjaan yang dipercepat. Tabel 6. Rekapitulasi Perbandingan Durasi Dan Biaya Proyek Sumber: Penulis, 2023 Dari tabel 6 menunjukan semakin pendek durasi proyek maka semakin besar biaya langsung dan biaya tidak langsung mengalami penurunan. Total biaya didapat dari penjumlahan biaya langsung dan tidak Setelah mendapat nilai profit dan biaya overhead maka selanjutnya dapat melakukan perhitungan biaya langsung dan tidak langsung. A Pada kondisi normal Perhitungan biaya langsung untuk nilai 90% di dapat dari 100% total biaya proyek dikurangi 10% untuk nilai biaya profit dan overhead Biaya langsung = 90% y total biaya proyek = 90% y Rp 2. = Rp 2. Biaya tidak langsung = profit biaya overhead = Rp 144. 000 Rp 144. = Rp 289. Biaya total = biaya langsung biaya tidak = Rp 2. 000 Rp 289. e-ISSN:2964-5158 Gambar 6. Grafik Hubungan Waktu Dan Biaya Sumber: Penulis, 2023 Hasil analisis pada gambar grafik 4. menunjukkan waktu crashing yang didapatkan yaitu 110 hari dengan lama waktu percepat sebanyak 10 hari dari waktu normal 120 hari, dengan besaran biaya Halaman 159 JOURNAL AGREGATE langsung sebanyak Rp 2. 234, dan biaya tidak dipercepatnya durasi proyek , biaya langsung mengalami penambahan sebanyak Rp 64. sedangkan biaya tidak langsung mengalami penurunan sebesar Rp 12. 870 dari kondisi normal PENUTUP 1 Kesimpulan Dari hasil analisis data, maka dalam penelitian ini dapat disimpulkan dan dapat menggambarkan hasil analisis percepatan pelaksanaan proyek pembangunan ruang kelas baru MIN 5 Maluku Tengah sebagai Dengan menggunakan metode CPM untuk menganalisa pekerjaan kritis maka didapatkan ada 4 item pekerjaan yang berada pada jalur kritis yang difokuskan pada pekerjaan arsitektur dan struktur lantai 1 yaitu, . ekerjaan tana. , . ekerjaan lantai dasar canopy dan meja wastafe. , . ekerjaan dindin. , . ekerjaan besi dan railin. Setelah melakukan percepatan durasi dengan metode crashing program hasil yang didapatkan dari Total biaya proyek pada kondisi normal yang sebesar Rp 2. 000, dengan durasi pelaksaan proyek yang di analisa 120 hari kerja. Dan pada kondisi sesudah melakukan percepatan dangan alternatif penambahan jam kerja lembur sebanyak 2 jam terhadap pekerjaan struktur dan arsitektur lantai 1 adalah sebesar Rp 364 atau lebih mahal dari pada biaya dalam kondisi normal tetapi durasi pelaksanaan proyek yang di dapat adalah 110 hari atau lebih cepat dari durasi normal. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang diambil, penulis dapat memberikan saran sebagai berikut: Jika ingin melakukan analisa jalur kritis pekerjaan menggunakan metode CPM maka hal penting yang harus diperhatikan adalah rincian dari durasi . pekerjaan dan juga hubungan antara tiap item pekerjaan yakni pekerjaan pendahulu dan pekerjaan selanjutnya agar dapat menentukan pekerjan kritis dengan perhitungan yang baik dan maksimal. Dalam penggunaan metode Crashing selain untuk mempercepat durasi pekerjaan hal penting yang harus diperhatikan adalah biaya dari percepatan pembengkakan biaya karena setiap percepatan durasi dari masing masing item pekerjaan akan menambah jumlah biaya yang dibutuhkan dalam DAFTAR PUSTAKA