Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 17-22 E-ISSN: 3032-7202 PERAN EFIKASI DIRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI PERGURUAN TINGGI JABODETABEK Christania Gloria Tendean1. Rita Markus Idulfilastri2. Jessica3 Program Studi Psikologi Jenjang Sarjana. Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: christania. 705200136@stu. Program Studi Psikologi Jenjang Magister. Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: ritamarkus@fpsi. Program Studi Psikologi Profesi Jenjang Magister. Universitas Tarumanagara. Jakarta Email: jessica@fpsi. Masuk: 15-04-2024. Revisi: 31-04-2024. Diterima untuk diterbitkan: 13-05-2024 ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase dimana kondisi rasa percaya diri dan keyakinan dirinya berkurang dalam hal penetapan karier setelah lulus. Efikasi diri berperan memotivasi agar mahasiswa tingkat akhir dapat membuat rencana kariernya. Jika seseorang memiliki efikasi diri yang tinggi, maka pengambilan keputusan kariernya diharapkan tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir dalam pengambilan keputusan karier. Pada penelitian ini menggunakan 157 partisipan dengan rentang usia 20-25 Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE-In. dengan reliabilitas sebesar 0. 869 dan Career Decision Scale dengan reliabilitas sebesar 0. Hasil penelitian menunjukkan, efikasi diri pada mahasiswa tingkat akhir terbukti berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karier dengan koefisien regresi sebesar 0. 112 dan R2 = 5,6%. Kesimpulan semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan karier. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih mendalam terkait usia. Agar bisa membedakan pengambilan keputusan karier pada masa remaja akhir dan pada masa dewasa awal. Kata Kunci: Efikasi diri, pengambilan keputusan karier, mahasiswa akhir. ABSTRACT Final year students are in a phase where their self-confidence and self-assurance are reduced in terms of career determination after graduation. Self-efficacy plays a motivating role so that final year students can make career plans. If someone has high self-efficacy, then his career decision making is expected to be right. The purpose of the study was to determine the role of self-efficacy possessed by final year students in career decision making. This study used 157 participants with an age range of 20-25 years. The research method used is quantitative research. The measuring instrument used is Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE-In. with a reliability of 0. 869 and Career Decision Scale with a reliability of 0. The results showed that self-efficacy in final year students was proven to have an effect on career decision making with a regression coefficient of 0. 112 and R2 = 5. The conclusion is that the higher the self-efficacy, the higher the career decision making. For further research, it is necessary to conduct more in-depth research related to age. In order to distinguish career decision making in late adolescence and in early adulthood. Keywords: Self-efficacy, career decision making, university students. Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK Tendean et al. Mahasiswa tingkat akhir yang merupakan calon sarjana dan diharapkan telah memiliki tujuan untuk melanjutkan kehidupan mereka setelah lulus. Mahasiswa tingkat akhir yang berada pada fase eksplorasi karier karena berada pada rentang usia 15-24 tahun. Menurut teori perkembangan super dalam (Hasiani et , 2. yang artinya mahasiswa tingkat akhir sudah memiliki perencanaan karier seperti mencari informasi mengenai karier dan juga membuat keputusan karier (Hasiani et al. , 2. Pengambilan keputusan karier bagi mahasiswa tingkat akhir adalah proses untuk menemukan atau mendapatkan suatu pilihan yang terbaik. Proses pengambilan keputusan yang benar dilakukan dengan cara sistematis terhadap permasalahan berdasarkan data dan fakta (Pashar & Dwiantoro, 2. Pengambilan keputusan biasanya disertai dengan perasaan bimbang, ragu, ketidakpastian, bahkan sampai stres menurut (Sarwandini & Rusmawati, 2. Mahasiswa tingkat akhir masuk pada fase dimana kondisi rasa percaya diri yang kurang serta kondisi dimana tidak memiliki keyakinan yang pasti atas semua hasil pekerjaan. Pada keadaan seperti ini diperlukan suatu sikap percaya diri yang kuat serta keyakinan yang kuat untuk menentukan keputusan, sebab keputusan adalah hasil pikiran seseorang untuk menentukan pilihan yang tepat terhadap keberlanjutan karier. Menentukan karier berkaitan dengan dua faktor, yang pertama faktor eksternal yang dipengaruhi oleh ekonomi keluarga dapat menyebabkan terhambatnya penentuan karier seseorang dan faktor internal seperti, ketika siswa sudah mengambil jurusan sesuai dengan keterampilan mereka, tetapi merasa mampu dalam bidang lain dan ingin mencoba keterampilan tersebut, dan kepribadian diri yang tertutup (Pribadi et al. , 2. Memasuki dunia perkuliahan mahasiswa akan melewati tahap pengambilan keputusan karier. Karier adalah proses atau tahapan yang cukup berpengaruh dalam kehidupan manusia. Keputusan untuk pengambilan karier dalam kehidupan menjadi hal yang berpengaruh dalam kehidupan individu ke depannya (Herlovina, 2. Bandura dalam (Hikmawan, 2. Keputusan dalam menentukan karier menjadi poin penting dalam perjalanan hidup individu, pada saat menentukan pilihan karier seorang mahasiswa tidak hanya sekedar memilih tapi juga adanya pertimbangan yang matang dalam pemilihan karier, agar tidak salah dalam melangkah mengambil keputusan karier (Widyanti, 2. Penelitian terlebih dahulu yang dilakukan di Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 88 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi terlibat dalam penelitian tersebut. Hasil penelitian memberikan gambaran yang jelas bahwa terdapat 43% mahasiswa yang masih bimbang untuk menentukan karier di masa depan, dan 33 % mahasiswa belum yakin dalam menentukan karier, 34% mahasiswa sudah memiliki perencanaan karier. Menurut hasil survei yang didapatkan mayoritas mahasiswa belum menentukan perencanaan karier yang matang untuk pengambilan keputusan karier. Dan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan di Universitas X diketahui 54% atau 35 dari 65 mahasiswa masih ragu dengan pilihan kariernya. Bandura dalam (Hikmawan, 2. Penulis juga melakukan wawancara dengan 5 mahasiswa tingkat akhir di beberapa universitas yang ada di Jakarta, dan hasil dari wawancara tersebut 3 mahasiswa masih bimbang dengan karier masa depan , dan 2 mahasiswa sudah yakin dengan keputusan karier mereka. Berbagai hasil penelitian terhadap mahasiswa memberikan gambaran, masih banyak mahasiswa yang ragu dengan pengambilan keputusan karier. Ketika terjadi peralihan atau transisi yang terjadi pada mahasiswa untuk penentuan karier, mereka kurang yakin akan proses yang akan mereka lewati ini dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan keraguan dalam pengambilan karier. Menurut Bandura dalam (Hikmawan, 2. , bahwa efikasi diri dapat mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan Efikasi diri dapat mempengaruhi motivasi untuk membuat rencana dan tujuan dalam pengambilan keputusan karier. Seseorang yang memiliki efikasi diri rendah hendak menghindari tugas dan gampang menyerah ketika ada masalah muncul. Hal tersebut cenderung membuat mahasiswa kesulitan atau menunda untuk menyelesaikan keputusan yang telah dibuat Bandura dalam (Hikmawan, 2. Mahasiswa yang memiliki keyakinan diri yang rendah akan merasa cemas dalam mencapai tujuan akademik, mereka cenderung ragu dalam mengeksplor diri menurut Gati et al. , dalam (Djudiyah et al. , 2. Hal ini phronesis@fpsi. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 17-22 E-ISSN: 3032-7202 dikarenakan merasa terbebani dengan perkuliahan sehingga sulit melakukan pengembangan diri saat di perguruan tinggi Alsbaie et al. , dalam (Djudiyah et al. , 2. Kesulitan yang sering dirasakan oleh mahasiswa seperti, kurangnya persiapan . ack of readines. pada pengambilan keputusan karier karena kepercayaan irasional . ysfunctional belief. menurut Putri dalam (Rahmi, 2. Hal tersebut dapat diartikan bahwa ketika mahasiswa mempunyai pemikiran yang rasional mahasiswa tersebut menjadi kurang percaya pada kemampuannya dalam membuat keputusan terhadap pilihan karier tertentu (Rahmi, 2. Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier diartikan sebagai bentuk keyakinan seseorang bahwa individu tersebut memiliki kemampuan dan dapat mengatasi menurut Taylor dan Betz dalam (Sholiha & Sawitri, 2. Hal ini menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki kaitan yang positif dalam pengambilan keputusan karier, oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih tentang Au Peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa Tingkat akhir di perguruan tinggi JabodetabekAy. Penelitian ini mengenai peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa tingkat akhir maka dari penelitian ini bermanfaat untuk kepada para mahasiswa tingkat akhir, agar para mahasiswa tingkat akhir memiliki efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier mereka dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan yang dialami mahasiswa tingkat Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri berperan positif dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi Jabodetabek. Menurut Kumaat dalam (Setiyani et al. , 2. tersebut mampu mempengaruhi proses pengambilan keputusan karier dimana pilihan karier sudah sesuai dengan minat, bakat, bahkan pengetahuan yang dimiliki seorang individu. H1: Terdapat hubungan yang positif antara efikasi diri dengan pengambilan keputusan karier mahasiswa Tingkat akhir METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling. Jenis penarikan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Teknik convenience sampling dilakukan dengan cara menyebarkan link google form kuesioner kepada mahasiswa tingkat akhir SEJABODETABEK, yang sudah memenuhi karakteristik partisipan dan meminta bantuan kepada mahasiswa yang sudah mengisi kuesioner tersebut dapat menyebarkan kepada teman-teman mahasiswa yang memiliki karakteristik partisipan yang sudah sesuai. Partisipan Kriteria partisipan penelitian ini adalah individu yang berada di tahap remaja akhir dan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan pada rentang usia 20-25 tahun. Dengan jumlah sampel laki-laki 36. 94% dan Perempuan 63. Jumlah usia dari rentang 20-25 tahun menunjukkan bahwa 21 tahun memiliki presentasi yang paling tinggi yaitu 28. Dan dari hasil sampel domisili Bogor memiliki persentase yang tinggi yaitu 22. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa yang berada pada tahap penyelesaian studi atau mahasiswa tingkat akhir. Peneliti memilih mahasiswa tingkat akhir dengan rentang usia 20-25 tahun karena berkaitan dengan penelitian tentang mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini dikhususkan untuk mahasiswa tingkat akhir SEJABODETABEK, penelitian ini tidak membatasi agama, suku, dan budaya tertentu. Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK Tendean et al. HASIL Deskripsi variabel pengambilan Keputusan karier menggunakan alat ukur dengan skala likert 1 sampai 4 dan didapat nilai mean hipotetik sebesar 2. Standar deviasi diperoleh nilai sebesar 0. 16, sedangkan dalam hasil perhitungan mean empirik, sebesar 3. Jadi nilai mean empiric lebih besar dari pada nilai mean Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa variable pengambilan Keputusan karier pada penelitian ini tinggi. Deskripsi data variable efikasi diri dengan alat ukur pada skala 1 sampai 4 diperoleh mean hipotetik sebesar 3 dan standar deviasi sebesar 0. 24, sementara hasil hitung mean empirik sebesar 2. Jadi nilai mean empirik lebih besar dari pada nilai mean hipotetik. Jadi, variable efikasi diri pada penelitian ini tinggi. Analisis hipotesis mendapatkan hasil persamaan regresi bahwa nilai a sebesar 65. 896 dan b sebesar 0. Dalam penelitian ini persamaan regresi sederhana yang diperoleh: Y = 65. 236 X dengan signifikan p =0. p < 0. Tabel 1 Uji Hipotesis pengaruh efikasi diri terhadap pengambilan Keputusan karier Model Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Constant Standardized Coefficients Beta Sig. ED = Efikasi diri Tabel 2 Hubungan variabel efikasi diri terhadap variabel pengambilan Keputusan karier Model R Square Adjested R Square Predictors: (Constan. ED Std. Error Of the Estimate Persamaan regresi diatas memberikan hasil koefisien b positif yang berarti perubahan arah pertambahan Dengan demikian dapat diartikan semakin tinggi variabel efikasi diri maka akan semakin yakin dengan pengambilan keputusan karier hubungan variabel efikasi diri terhadap variabel pengambilan keputusan karier mahasiswa tingkat akhir sebesar 0. 236 dengan nilai determinasi sebesar 5. Uji Beda Mean Pada analisis ini dilakukan uji variabel pengambilan keputusan karier berdasarkan dari jenis kelamin dengan menggunakan metode One-Sample Test. Berdasarkan hasil yang di dapatkan, bahwa ada perbedaan yang signifikan karena hasil p < 0. Dengan demikian, ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal pengambilan keputusan karier. Analisis data berdasarkan uji beda mean dilakukan dengan uji variabel pengambilan keputusan karier berdasarkan usia menggunakan One-Way Anova. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan usia 20, 21, 22, 23, 24, dan 25 tahun tidak ada perbedaan mahasiswa dalam pengambilan keputusan karier. phronesis@fpsi. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Tahun 2024. Vol. No. 2, 17-22 E-ISSN: 3032-7202 DISKUSI Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase eksplorasi karier. keputusan karier bagi calon sarjana merupakan proses untuk mendapatkan suatu pilihan yang terbaik yang disertai dengan perasaan bimbang, ragu, ketidakpastian, bahkan sampai stres seperti yang dikatakan oleh Sarwandini & Rusmawati . Kondisi seperti ini menjadi indikator penentu besarnya sumbangan variabel pengambilan keputusan karier terhadap variabel efikasi diri. Mahasiswa tingkat akhir masuk pada fase peralihan (Anggraeni, 2. Kondisi ini membuat rasa percaya diri atau efikasi diri mahasiswa menjadi rendah. Hal ini dibuktikan dari penelitian ini bahwa semakin kuat efikasi diri maka akan semakin kuat pengambilan keputusan karier, dan sebaliknya. Penelitian ini diperkuat bahwa efikasi diri dapat mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan karier. Bandura dalam (Marddiyah, 2. Efikasi diri dapat mempengaruhi motivasi pengambilan keputusan karier. Seseorang yang memiliki efikasi diri rendah hendak menghindari tugas dan gampang menyerah ketika ada masalah muncul ketika harus mengambil keputusan. Akibatnya mahasiswa cenderung kesulitan atau menunda untuk membuat keputusan (Marddiyah, 2. Namun menurut (Fatimah et al. , 2. variabel pengambilan keputusan karier mahasiswa jika berada pada kondisi level yang rendah ternyata bukan saja dipengaruhi oleh variabel efikasi diri. Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier diartikan sebagai bentuk keyakinan seseorang bahwa individu tersebut memiliki kemampuan dan dapat mengatasi tugas atau sifat-sifat spesifik yang diperlukan dalam membuat keputusan karier. Contoh seperti menilai kemampuan diri, menggali informasi pekerjaan, menentukan tujuan karier, menyusun rencana karier, dan menyelesaikan permasalahan yang bersangkutan dengan karier (Sholiha & Sawitri, 2. Dengan demikian sangat penting memahami hubungan antara efikasi diri dalam membuat pengambilan keputusan karier. Menurut Kumaat dalam (Setiyani et al. , 2. , semakin tinggi efikasi diri maka semakin yakin dengan keputusan karier yang diambilnya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian. Individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi cenderung berada pada pengambilan keputusan yang tepat. Penelitian ini mempunyai keterbatasan karena tidak membedakan fakultas atau peminatan mahasiswa. Karena saat ini ada fakultas yang sangat dibutuhkan misalnya teknologi informasi dan ada fakultas yang sulit ketersediaan pekerjaan. Dengan demikian akan mempengaruhi keputusan mahasiswa berkarier. KESIMPULAN Hipotesis penelitian tingkat akhir terbukti berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karier. Pembuktian ini menunjukkan berpengaruh positif dan mampu berkontribusi sebesar 5,6%. Dengan kata lain semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan karier. Dan sebaliknya, semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah juga pengambilan keputusan karier. REFERENSI