Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 472-482 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pola Asuh Anak Di Era Digital Dan Globalisasi: Perspektif Terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Evi Sukma Pratiwi 1. Nayla Rizka Irwani 2. Nurhayati 3. Masganti Sitorus4 Info Artikel Abstract Keywords: Parenting Style Influence. Digital Parenting. SocialEmotional Development. Profound changes resulting from the digital and digital era and globalization are affecting the way parents educate and raise children. Exposure to widespread technology, social media, and global information flows has a significant impact on childrens values, behavior, and social emotional interactions. The aim of this research is to explore the impact of parenting styles in the digital era from an Islamic perspective on childerns emotional and social development. The approach taken is a review of literature regarding the concept of islamic parenting, including role modeling . swah hasana. , affection . , effective communication, supervision . , and moral values instilled from an early age. Research findings indicate that Islamic parenting has a significant contribution in forming social emotional intelligence, with a focus on balancing freedom and boundaries in accordance with sharia principles. In facing challenges in the digital world, parents need to filter content, control the use of electronic devices, and instill the values of faith and morals so that childern are able to regulate emotions, interact positively and build strong character. In conclusion, implementing an Islamic parenting style that is responsive to technological developments can be the main basis for supporting childerns social emotional development in the digital era and Kata kunci: Pengaruh Pola Asuh. Digital Parenting. SosialEmosional. Abstrak Perubahan mendalam akibat era digital dan digital dan globalisasi mempengaruhi cara orang tua mendidik dan membesarkan anak. Keterpaparan pada teknologi yang meluas, media sosial, serta aliran informasi global memiliki dampak signifikan terhadap nilai-nilai, perilaku, dan interaksi sosial emosional anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak pola asuh pada era digital dari sudut pandang islam terhadap perkembangan emosi dan sosial Pendekatan yang diambil adalah pengkajian literatur mengenai konsep pola asuh islami, termasuk teladan . swah hasana. , kasih sayang . , komunikasi efektif, pengawasan . , dan nilai-nilai akhlak yang ditanamkan sejak usia dini. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pola asuh Islami memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kecerdasan sosial emosional, dengan fokus pada keseimbangan kebebasan dan batasan sesuai dengan prinsip syariat. Dalam menghadapi tantangan di dunia digita, orang tua perlu menyaring konten, mengontrol penggunaan alat elektronik, dan menanamkan nilai-nilai iman serta akhlak agar anak mampu mengatur emosi, berinteraksi secara positif dan membangun karakter yang kukuh. Sebagai kesimpulan, penerapan pola asuh islami yang responsif terhadap perkembangan teknologi dapat menjadi landasan utama dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak di tengah era digital dan globalisasi. 1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: evisukmap@gmail. 2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: naylarizkairwani0110@gmail. 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: nurhayatinurbkj@gmail. 4 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Email: masganti@uinsu. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 25 November 2025 05 Desember 2025 16 Desember 2025 16 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Pratiwi. Irwani. Nurhayati, & Sitorus. Pola Asuh Anak Di Era Digital Dan Globalisasi: Perspektif Terhadap Perkembangan Sosial-Emosional. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 472-482, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Evi Sukma Pratiwi, evisukmap@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Anak adalah amanah yang Allah SWT berikan kepada setiap orang tua. Menurut pandangan para ahli agama, anak dianggap sebagai fitrah yang suci, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: AuSetiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrahAy (HR. Bukhari dan Musli. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab utama untuk mendidik anak sejak dini sebagai pendidik pertama dan utama dalam hidupnya. Imam Al-Ghazali menekankan bahwa hati anak bagaikan sebuah permata yang masih bersih, sehingga orang tua memiliki peran dalam membentuknya menjadi baik atau buruk melalui pendidikan dan lingkungan. Pandangan ini menunjukan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan oleh keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak. Dalam tradisi pendidikan islam, orang tua memiliki tiga peran utama : . sebagai murrabi, yang mengembangkan dan mendidik potensi anak secara bertahap. sebagai muAoaddib, yang mengarahkan anak untuk berperilaku sesuai dengan adab islam. sebagai muAoalim, yang mengajarkan ilmu. Ketiga peran ini menjadi dasar dalam pembentukan karakter anak di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang pesat. Di era digital ini, di mana internet, dadget, dan media sosial sangat dominan, peran tersebut menjadi semakin penting karena anak mudah terpapar pada berbagai nilai dan informasi yang tidak selalu sesuai dengan ajaran islam. Kemajuan teknologi di era globalisasi, seperti yang dijelaskan dalam artikel, membawa dampak baik dengan mempermudah akses informasi dan media pembelajaran. Namun, ada juga dampak buruk yang muncul, seperti menurunnya interaksi sosial, kecanduan gadget, gangguan emosional, dan melemahnya nilai moral anak. Keadaan ini sesuai dengan kekhawatiran para ahli agama modern, seperti Syekh Yusuf al-Qaradawi, yang menekankan bahwa teknologi seharusnya dipandang sebagai alat, bukan tujuan dan pemakaiannya harus dibatasi oleh manfaat, pengawasan, dan etika syarAoi. Dalam pandangan syariat Islam, penggunaan gadget harus sesuai dengan prinsipjalbul mashalih wa darAoul mafasid . engambil manfaat dan menghindari mudara. Anak diperbolehkan menggunakan teknologi jika memberikan nilai pendidikan, meningkatkan kreativitas, atau mendukung proses belajar, namun penggunaannya harus dibatasi untuk mencegah konten yang merusak akhlak, mengganggu ibadah, atau menimbulkan kecanduan. Para ulama juga menekankan bahwa orang tua bertanggung jawab untuk menetapkan aturan penggunaan gadget, memberikan contoh yang baik, serta memastikan bahwa aktivitas digital anak berada dalam pengawasan yang tepat. Dalam penelitian ini, pola asuh orang tua menjadi sangat penting untuk membimbing anak agar dapat menghadapi kemajuan teknologi tanpa kehilangan identitas moral dan keagamaan. Orangtua perlu berperan aktif sebagai pendidik digital yang mampu mengatur, mengawasi, dan mendampingi anak di dunia maya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep techno parenting yang disebutkan dalam penelitian ini, namun diperkuat dengan nilai-nilai syariat Islam sehingga pengasuhan bertujuan tidak Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 hanya pada perkembangan kognitif dan emosional, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan ketakwaan anak. Dengan demikian, perubahan besar yang terjadi di era digital membutuhkan orang tua untuk mrnggabungkan keterampilan teknologi dengan nilai-nilai Islam agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menggunakan teknologi dengan bijaksana sesuai dengan tuntunan agama. Oleh karena itu, penting untuk melihat pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget tidak hanya dari sudut pandang psikologi dan pendidikan modern, tetapi juga mengacu pada pandangan para ulama dan prinsip-prinsip syariat yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan umat islam. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus pada kajian dokumen. Kajian dokumen yang dimaksudkan merupakan studi yang mencari literatur yang relevan dengan topik seperti buku, artikel, internet, dan lain-lain. (Long dalam Marani, 2. Adapun teknik-teknik pengumpulan data meliputi : pertama, melaksanakan kajian pustaka yang relevan dengan subjek yang Bahan-bahan ini akan dikumpulkan. Kedua, setelah data terkumpul, penulis akan melakukan analisis menggunakan metode deskriptif sesuai dengan pemahaman yang dimiliki. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan data skunder. Data primer berkaitan langsung dengan judul penelitian ini, sedangkan data skunder berfungsi sebagai data pelengkap dari judul penelitian ini (Aslan, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Konsep Pola Asuh Anak di Era Digital dan Kendalanya Konsep Pola Asuh di Era Digital Pengasuhan anak pada milenium digital telah mengalami pergeseran substansial akibat kemajuan teknologi yang cepat. Pengasuhan digital dapat diartikan sebagai suatu kerangka kerja konseptual mengenai metode pengasuhan yang diadopsi oleh orang tua guna mengatur pengaruh teknologi digital terhadap kehidupan anak. Konsep ini meliputi upaya edukatif yang dilksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, baik di internal keluarga maupun dari lingkungan eksternal. (Wulandari 2. Dalam kerangka era digital, gaya pengasuhan demokratis atau otoritatif teridentifikasi sebagai strategi yang paling berhasil dalam menompang pertumbuhan psikologis dan emosional Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara regulasi orang tua dan otonomi anak dalam eksplorasi teknologi digital. Orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan demokratis menetapkan batasan yang teridefinisi dengan baik seraya tetap menyediakan kesempatan bagi anak untuk membentuk kemandirian dan akuntabilitas dalam pemanfaatan teknologi. Pendekatan pengasuhan pada era digital modern tidak hanya menitikberatkan pada pembatasan keterlibatan anak dengan teknologi, melainkan juga mengharuskan adanya partisipasi orang tua secara langsung dalam mendukung proses belajar dan penjelajahan digital Aspek ini meliputi seleksi materi yang pantas untuk usia anak, penetapan durasi penggunaan gawai/ perangkat digital, serta dialog yang transparan antara orang tua dan anak terkait aktivitas mereka dalam ranah digital. Kendala dalam pola asuh Anak di Era Digital Problematika Screen Time dan Kecanduan Digital Salah satu tantangan terbesar bagi orang tua adalah mengelola waktu layar. Berbagai penelitian menunjukan bahwa paparan waktu ayar berlebihan berpotensi menumbuhkan dampak negatif pada berbagai aspek perkembangan anak, termasuk aspek kognitif. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 keterampilan bahasa, perkembangan motorik fisik, dan perkembangan sosial-emosional. (Hidayah, 2. Fenomena Gangguan Ketergantungan Layar (SDD) atau kecanduan layar telah menarik perhatian khusus dalam konteks perawatan anak usia dini. Gangguan ini ditandai dengan ketergantungan berlebihan pada perangkat digital, yang sering mengganggu rutin harian dan peoses perkembangan anak. Banyak orang tua sering mengalami kesulitan dalam membatasi waktu penggunaan gadget, karena kurangnya pemahaman tentang durasi ideal untuk kesehatan dan metode pemantauan yang efektif (Amilia et, al. , 2. Penggunaan layar yang tidak diawasi juga dapat memicu tantrum mendadak pada anakanak kecil. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak yang terpapar lebih dari satu jam waktu layar per hari beresiko lebih tinggi mengalami masalah perilaku emosional, termasuk ledakan amarah yang sulit di kendalikan. Kurangnya Literasi Digital Orang Tua Hambatan siginifikan lainnya terletak ppada kurangnya keterampilan literasi digital orang tua. Sebagian besae orang tua masih kurang memahami dan menguasai teknologi digital, mengenali berbagai ancaman potensial, serta memberikan bimbingan yang efektif kepada anak-anak mereka. Kesenjangan keterampilan literasi digital antara orang tua anakanak mengakibatkan komunikasi yang kurang optimal dalam penggunaan teknologi. Keterbatasan keterampilan literasi digital orang tua membuat mereka kesulitan untuk : A Memahami konteks internet yang diakses oleh anak-anak A Menggunakan fitur kontrol orang tua atau aplikasi pemantauan A Menilai kualitas dan tingkat kemanan aplikasi atau flatfrom digital A Menyampaikan pelajaran yang tepat tentang etika digital dan kemanan online Penurunan Interaksi Sosial dan Keterampilan Emosional Ketergantungan berlebihan pada perangkat elektronik menyebabkan penurunan partisipasi sosial anak-anak dalam lingkungan sekitarnya. Anak-anak cenderung lebih tertarik menghabiskan waktu dengan perangkat digital dari pada bermain dengan teman sebaya atau berkomunikasi dengan keluarga mereka. Situasi ini menghambat perkembangan keterampilan sosial-emosional yang penting pada masa kanak-kanak, termasuk kepekaan terhadap perasaan orang lain, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja sama, dan pengendalian emosi. Studi ilmiah menunjukan bahwa paparan layar yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kemmpuan anak-anak untuk memahami dan merespons emosi orang laun, sekaligus mengurangi kesempatan mereka untuk mengasah keterampilan sosial melalui interaksi (Vebriyanti et al. Kesalahan Pola Asuh dan Ketidakkonsistenan Banyak orang tua melakukan kesalahan dalam menerapkan pola asuh di era digital, sperti : A Terlalu permisif dalam memberikan akses gadget tanpa pengawasan A Menyerahkan kputusan penggunaan perangkat digital sepenuhnya kepada anak A Menggunakan gadget sebagai Aubabysitter digitalAy untuk menenangkan anak atau ketika orang tua sibuk A Tidak memiliki aturan yang jelas dan konsisten tentang penggunaan teknologi Ketidakkonsistenan dalam menerapkan aturan digital juga menjadi kendala yang sering Orang tua kadang memberikan batasan ketat, namun di waktu lain membiarkan anak menggunakan gadget tanpa batas karena kelelahan atau kesibukan. Keterbatasan Akses Informasi yang Benar Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Terutama di daerah pedesaan, banyak orang tua yang kurang memiliki akses terhadap informasi yang benar tentang digital parenting. Hal ini menjadikan anak-anak di wilayah tersebut lebih renta terhadap dampak negatif teknologi dibandingkan anak-anak di perkotaan yang mungkin sudah terpapar program-program edukasi digital. Tantangan Dalam Mengelola Konten Digital Pesatnya perkembangan konten digital membuat orang tua kewalahan dalam memfilter dan mengawasi apa yang dikonsumsi anak. Konten yang tidak sesuai usia, kekerasan, atau nilai-nilai yang bertentangan dengan norma keluarga dapat dengan mudah diakses oleh anak tanpa sepengetahuan orang tua. Algoritma platfrom digital yang dirancang untuk memaksimalkan engagement juga membuat anak mudah terperangkap dalam konsumsi konten yang tidak sehat secara berlebihan. Dilema Teknologi dalam Pendidikan Orang tua menghadapi dilema antara membatasi penggunaan teknologi dengan kebutuhan anak untuk mengakses sumber belajar digital. Di era digital, bnyak materi pembelajaran dan tugas sekolah yang mengharuskan anak menggunakan perangkat digital. Hal ini membuat orang tua kesulitan membedekan penggunaan gadget untuk tujuan produktif dan hiburan semata. Dampak Kendala Pola Asuh Terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Berbagai kendala dalam pola asuh di era digital berdampak signifikan terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Anak yang tidak mendapat pendamping digital yang tepat cenderung mengalami : A Kesulitan dala mengelola emosi dan mengekspresikan perasaan A Penurunan kemmapuan berempati dan memahami perspektif orang lain A Ketergantungan pada stimulasi digital untuk regulasi emosi A Hambatan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat A Penurunan daya konsentrasi dan kemmapuan berpikir kritis A Meningkatnya kecemasan dan masalah perilaku Penelitian menunjukan bahwa pola asuh yang tidak tepat, terutama pola asuh permisif yang memberikan kebebasan berlebihan dalan penggunaan gadget, berkolerasi dengan masalah perilaku dan emosiknal pada anak. (Jasrin et al. Sebaliknya, pola asuh yang tepat dengan pendampingan aktid dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosialemosional yang sehat meskipun hidup di era digital. Solusi Dalam Pola Asuh Anak di Era Globalisasi Penerapan Pola Asuh Demokratis yang Adaptif Soluasi utama menghadapi tantangan di era digital adalah menerapkan pola asuh demokrtis yang adaptif. Pola asuh ini menggabungkan ketegasan dalam aturan dengan kehangatan dan keterbukaan komunikasi. Penelitian ini menunjukan bahwa pola asuh demokratis paling efektif untuk mendukung perkembangan psikologis dan meosional anak di era digital karena memberikan keseimbangan antara kontrol dan kebebasan. Implementasi pola asuh demokratis dalam konteks digital meliputi : A Menetapkan aturan yang jelas tentang penggunaan teknologi dengan melibatkan anak dalam diskusi A Memberikan penjelasan rasional tentang batasan yang diberikan A Mendengarkan perspektif dan kebutuhan anak terkait teknologi A Konsisten dalam menerapkan aturan namun fleksibel sesuai dengan perkembangan anak A Memberikan konskuensi yang logis dan edukatif jika aturan dilanggar Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Peningkatan Literasi Digital Orang Tua Literasi digital orang tua menjadi kunci penting dalam pola asuh yang efektif di era digital. Orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memahami teknologi, resiko digital, serta strategi pendampingan yang tepat. Program peningkatan literasi digital dapat mencakup : A Workshop atau pelatihan tentang penggunaan teknologi dan media digital A Edukasi tentang resiko digital seperti cyberbullying, konten tidak pantas, dan predator A Pembelajaran tentang penggunaan aplikasi parental control dan fitur keamanan digital A Pemahaman tentang perkembangan anak di era digital dan tumbuh kembang A Strategi komunikasi efektif dengan anak tentang pengalaman digital mereka Sosialisasi dan edukasi kepada orang tua telah terbukti meningkatkan pemahaman mereka tentang pencegahan Screen Dependency Disorder dan Tantangan pola asuh efektif fi era digital (Amilia et al. , 2. Penggunaan Teknologi Untuk Mendukung Pengasuhan (Techno Parentin. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mendukung pola asuhnya lebih baik, bukan hanya sebagai ancaman. Konsep techno parenting menekankan penggunaan teknologi secara bijak dan terarah untuk mendukung pengasuhan positif. Strategi techno parenting meliputi : A Aplikasi Parental Control : Menggunakan aplikasi untuk membatasi waktu penggunaan, memfilter konten, dan memantau aktivitas digital anak tanpa mengganggu privasi secara berlebihan (Hidayah et al, 2. A Konten Edukasi Digital : memilih dan menyediakan aplikasi atau flatfrom edukatif yang berkualitas sesuai usia anak A Co-viewing dan Co-playing : Mendampingi anak saat menggunakan teknologi untuk memahami konten yang mereka konsumsi dan memberikan konteks edukatif A Platfrom Komuikasi Keluarga : Menggunakan teknologi untuk memperkuat komunikasi dan bonding keluarga Manajemen Screen Time yang Efektif Pengelolaan waktu penggunaan layar menjadi aspek krusial dalam pola asuh digital. Strategi manajemen screen time yang efektif meliputi : Penetapan Batasan Waktu yang Jelas A Anak usia dini . -2 tahu. : hindari screen time kecuali video call dengan keluarga A Anak usia 2-5 tahun : maksimal 1 jam per hari dengan konten berkualitas tinggi A Anak usia sekolah : 1-2 jam per hari dengan pengawasan A Konsistensi dalam menerapkan batasan waktu di semua hari Zona dan Waktu Bebas Layar A Tidak menggunakan gadget saat makan bersama keluarga A Tidak membawa perangkat digital ke kamar tidur A Menetapkan waktu khusus untuk aktivitas tanpa layar seperti bermain outdoor, membaca buku, atau interaksi keluarga Aktivitas Alternatif yang Menarik Menyediakan pilihan aktivitas menarik selain gadget seperti permainan tradisional, olahraga, kegiatan seni, atau eksplorasi alam untuk mengurangi ketergantungan pada layar. Komunikasi Terbuka dan Pendampingan Aktif Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Membangun komunikasi yang terbuka dan jujur dengan anak tentang teknologi digital sangat penting. Strategi yang dapat diterapkan : A Dialog Berkala : Berdiskusi secara rutin dengan anak tentang pengalaman mereka di dunia digital, apa yang mereka lihat, dan bagaimana perasaan mereka A Pendekatan Non-Judgmental : Menciptakan lingkungan aman di mana anak merasa nyaman berbagi pengalaman digital mereka tanpa takut dihukum A Edukasi Tentang Kemanan Digital : Megajarkan anak tentang privasi online, cara mengidentifikasi konten berbahaya, dan apa yang harus dilakukan jika menghadapi situasi tidak nyaman A Model Perilaku Digital yang Sehat : Orang tua menjadi role model dalam penggunaan teknologi yang bijak dan seimbang Penelitian menunjukan bahwa komunikasi terbuka dengan anak dan kesadaran akan resiko digital merupakan komponen penting dalam mewujudkan pola asuh positif di era digital Integrasi Nilai Tradisional dengan Kebutuhan Modern Solusi efektif dalam pola asuh di era globalisasi adalah mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan modern. Pendekatan ini membantu anak memiliki fondasi nilai yang kuat sambil tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Implementasi integrasi nilai meliputi : A Menanamkan nilai-nilai budaya dan agama dalam kehidupan sehari-hari A Menggunakan cerita rakyat, permainan tradisional, dan aktivitas berbasis budaya lokal A Mengajarkan etika digital yang sejalan dengan nilai moral dan norma keluarga A Menyeimbangkan konten digital global dengan konten lokal yang kaya nilai budaya A Melibatkan anak dalam kegiatan sosial dan tradisi keluarga Kolaborasi Keluarga. Sekolah, dan Masyarakat Pola asuh yang efektif tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan : Peran Sekolah A Menyediakan program literasi digital untuk siswa dan orang tua A Mengintegrasikan pendidikan karakter dan keterampilan sosial-emosional dalam A Membuat kebijakan penggunaan gadget yang konsisten di lingkungan sekolah A Melakukan komunikasi rutin dengan orang tua tentan perkembangan anak Peran Masyarakat A Mengadakan program edukasi dan sosialisasi tentang digital parenting A Membangun support group atau komunitas orang tua untuk berbagi pengalaman A Menyediakan fasilitas dan ruang teknologi yang sehat dan bertanggung jawab Smart Parenting di Era Milenial Smart parenting merupakan pendekatan pengasuhan yang cerdas dan terencana untuk membentuk karakter anak di era digital. Konsep ini menekankan pada upaya sadar dan terencana dari orang tua untuk mendidik dan memberdayakan potensi anak (Dwidayati et al. , 2. Prinsip smart parenting meliputi : A Pemahaman Perkembangan Anak : Memahami tahap perkembangan dan kebutuhan spesifik anak di setiap usia A Pendidikan Karakter : Fokus pada pembentukan karakter positif seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan disiplin Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Penggunaan Teknologi yang Bijak : Memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran dan pengembangan diri, bukan sekedar hiburan A Kualitas interaksi : Memprioritaskan waktu berkualitas bersama anak untuk membangun bondin yang kuat A Pemberdayaan Anak : Mengembangkan kemandirian, critical thinking, dan problem solving skills Evaluasi dan Penyesuaian Berkelanjutan Pola asuh di era digital dan globalisasi memerlukan evaluasi dan penyesuaian yang berkelanjutan karena teknologi dan kebutuhan anak terus berkembang. Orang tua perlu : Melakukan refleksi berkala tentang efektivitas strategi pengasuhan yang diterapkan. Mengamati perkembangan sosial-emosional anak secara konsisten. Terbuka terhadap feedback dari anak, pasangan, atau profesional . uru,psikolo. Menyesuaikan aturan dan batasan seiring dengan pertumbuhan dan kedewasaan anak. Terus belajar dan mengikuti perkembangan tren digital yang relevan. Pencegahan Melalui Edukasi Dini Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Edukasi sejak dini tentang penggunaan teknologi yang sehat menjadi investasi jangka panjang. Strategi pencegahan meliputi : Memperkenalkan teknologi secara terhadap sesuai usia dan kesiapan anak. Memberikan edukasi tentang dampak positif dan negatif teknologi sejak awal. Mengajarkan kebiasaan digital yang sehat sejak anak mulai berinteraksi dengan perangkat. Menanamkan nilai tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Membangun fondasi keterampilan sosial-emosional yang kuat sebelum paparan teknologi intensif. Peran Orang Tua Dalam Menghadapi Globalisasi dan Teknologi Peran orang tua di era globalisasi dan kemajuan teknologi sangatlah penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Globalisasi membawa kemudahan dalam memperoleh informasi, namun juga menghadirkan tantangan besar karena anak dapat dengan mudah terpapar berbagai pengaruh negatif, seperti gaya hidup bebas, konten yang tidak sesuai usia, serta pergeseran nilai moral. Oleh karena itu, ayah dan ibu tidak hanya bertugas mengasuh, namun juga berperan menjadi pembimbing dan pengontrol utama dalam kehidupan anak. Globalisasi dan kemajuan teknologi memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap pola tata hidup manusia, khususnya pada pengasuhan anak. Di era ini, arus informasi dapat diakses dengan mudah melalui internet, media sosial, dan berbagai flatform digital. Kondisi ini membuat anak-anak bahkan sejak usia dini, terpapar dengan berbagai bentuk teknologi seperti gadget, permainan daring . nline game. , dan media sosial. Kontribusi keluarga memiliki peran krusial dalam menghadapi kemajuan global tanpa kehilangan nilai moral dan karakter bangsa. (Makiah et al. , 2. Dalam konteks ini, orang tua perlu menguasai pemahaman digital yang memadai sehingga mampu membimbing anak menggunakan berinteraksi dengan digital dengan penuh kebijaksanaan. Orang tua dituntut untuk memahami cara kerja media digital, media sosial, dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Pendampingan aktif harus dilakukan, misalnya dengan mengawasi konten yang dikonsumsui anak, membatasi waktu penggunaan gawai, serta berdialog terbuka agar dapat memahami manfaat dan resiko teknologi. Menurut Makiah dan Basith . dalam jurnal DARRIS, globalisasi menuntut orang tua anak lebih aktif dalam mengarahkan anak agar tidak terpengaruh oleh dampak negaitf teknologi, seperti perilaku konsumtif, individualis, serta penurunan moral akibat paparan media sosial. Penanaman nilai-nilai keagamaann dan akhlak terpuji menjadi langkah utama untuk melindungi anak Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dari dampak negatif era modern. Keluarga, terutama orang tua, adalah sarana pendidikan awal dan paling penting memiliki peran utama membentuk karakter anak agar tetap memiliki dasar iman, akhlak, dan etika di tengah derasnya arus globalisasi. Selanjutnya. Hudi. Noviola, dan Matang . dalam jurnal pendidikan Tambusai menjelaskan bahwa kemajuan teknologi seperti gadget mempunyai sisi keuntungan dan kelemahan. Dari sudut pandang, teknologi mampu mempermudah proses belajar, meingkatkan kreativitas, dan memperluas wawasan anak. Namun di sisi lain, tanpa pengawasan orang tua, teknologi dapat menimbulkan kecnduan, gangguan konsentrasi belajar, dan melemahkan komunikasi antara Maka dari itu, diperlukan kehadiran para keluarga yang tidak hanya memberikan kebebasan, tetapi juuga melakukan kontrol, pendampingan, dan bimbingan dalam penggunaan Ni Putu Mariantika dan I Kadek Suardika . menambahkan bahwa orang tua memiliki peran utama dalam mengawasi perkembangan perilaku anak dari pengaruh media sosial. Dalam meghadapi era globalisasi, orang tua dituntut sanggup menyesuaikan perkembangan modern tanpa kehilangan fungsi selaku pengasuh, pembimbing, juga pendidik. Orang tua sebaiknya tidak bersikap otoriter, tetapi menjadi teman bagi anak dalam berdiskusi tentang teknologi. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain: Membatasi waktu bermain gadget, membuat kesepakatan bersama anak terkait aturan penggunaan media digital, serta memberikan waktu dan perhatian khusus agar anak merasa diperhatikan dan tidak mencari pelarian di dunia maya. Peran keluarga bukan semata mengawasi melainkan juga berperan pendidik digital . igital Mereka harus mampu mengenalkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan etika ketika berhadapan dengan teknologi. Keluarga hendaknya memiliki ilmu tentang teknologi, yaitu kemampuan untuk memahami dan menilai informasi yang diperoleh dari dunia maya secara kritis. Dengan demikian, jadi bukan sekedar memakai digital, melainkan juga individu bijak dalam menyeleksi informasi. Secara keseluruhan, berbagai penelitian tersebut menunjukan bahwa keberhasilan anak dalam menghadapi dampak globalisasi dan teknologi sangat bergantung pada kualitas hubungan dan komunikasi dengan orang tua. Orang tua yang mampu menggabungkan kasih sayang. Pengawasan, dan pemahaman terhadap teknologi akan lebih berhasil dalam menciptakan generasi yang cerdas digital sekaligus berkarakter kuat. Strategi Pengasuhan yang tepat pada Era Digital Kemajuan teknologi digital yang sangat cepat menimbulkan perubahan terhadap tata cara interaksi dan pendidikan konteks keluarga. Keluarga kini bukan sekedar menjalankan peran pengasuh, melainkan turu menjadi pembimbing dalam penggunaan teknologi agar anak dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak digital. Dalam penelitian (Rahmawati, 2. dijelaskan bahwa pengasuhan di era digital menuntut keseimbangan antara penerapan nilai-nilai tradisional dan adaptasi terhadap kebutuhan modern. Tantangan seperti screentime berlebihan, paparan konten negatif, dan perubahan struktur keluarga membuat ayah dan ibu perlu menggunakan gaya pengasuhan yang mampu menyesuaikan perubahan responsif terhadap perkembangan zaman. Pola asuh yang dianggap paling efektif untuk diterapkan di era digital adalah pola asuh demokratis, karena mampu menyeimbangkan antara kebebasan dan pengawasan anak. Menurut(Utami, 2. dalam Mendidik Anak Generasi Alpha di Era Transformasi Digital, orang tua milenial umumnya lebih terbuka terhadap penggunaan teknologi dan berusaha menjadi Auteman belajarAy bagi anak mereka. Pola ini menciptakan komunikasi dua arah yang sehat, di mana anak dapat mengungkapkan pendapatnya, sementara orang tua tetap memberikan batasan dan arahan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dalam penggunaan teknologi. Strategi ini juga membantu membentuk rasa tanggung jawab anak terhadap aktivitas digitalnya sendiri. Selain itu, (Rahmawati, 2. pentingnya penerapan pendampingan aktif . ctive mediatio. dalam pola asuh digital. Pendampingan ini dilakukan dengan cara melibatkan diri dalam aktivitas teknologi anak, seperti mendampingi saat menonton video edukatif atau bermain game edukatif, serta memberikan penjelasan tentang konten yang dikonsumsi. Strategi ini dinilai efektif karena mampu mempererat ikatan batin di keluarga, sekaligus membangun kesadaran anak terhadap bahaya dunia digital seperti cyberbullying, penipuan daring, dan konten tidak pantas. Startegi lainnya adalah dengan menanamkan literasi digital baik pada anak maupun orang tua. Seperti dijelaskan oleh Rahmawati & Nur . , banyak orang tua yang masih memiliki keterbatasan dalam memahami teknologi, sehingga literasi digital menjadi kunci dalam keberhasilan pola asuh di era digital. Orang tua perlu memahami bagaimana algoritma media sosial bekerja, mengenali resiko privasi, serta membedakan informasi yang valid dan hoaks. Dengan bekal ini, mereka dapat mengarahkan anak untuk menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, misalnya untuk belajar daring, mencari referensi edukatif, atau mengembangkan hobi positif. Pola asuh efektif di era digital juga menekankan pada keteladanan . ole modelin. Anak-anak cenderung mencerminkan tindakan keluarga, hingga keluarga menjadi teladan dalam menggunakan Hal ini sejalan dengan pandangan Elfira . yang menyatakan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan oleh perilaku ayah dan ibu negatif terhadap kedekatan kondisi perasaan dalam keluarga. Maka dari itu ayah dan ibu dituntut mengatur waktu pengoperasian digital, mengutamakan komunikasi langsung, serta menyeimbangkan interaksi digital dengan kegiatan nyata seperti bermain, berolahraga, atau beribadah bersama. Secara keseluruhan, hasil kajian dari berbagai jurnal tersebut menunjukan bahwa strategi pola asuh efektif di era digital melibatkan tiga hal utama : Komunikasi terbuka, pendampingan aktif, dan keteladanan positif. Ketiga aspek ini tidak hanya membantu anak beradaptasi dengan dunia digital, tetapi juga menjaga agar nilai moral, spiritual, dan sosial tetap terpelihara di tengah arus globalisasi. Dengan penerapan pola asuh yang adaptif dan berbasis nilai, keluarga dapat menjadi benteng pertama dalam membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. KESIMPULAN Pola asuh di era digital dan globalisasi menuntut peran aktif serta adaptif dari orang tua. Perkembangan teknologi membawa manfaat besar dalam pendidikan dan akses informasi, namun juga menghadirkan tantangan serius seperti kecanduan gawai, penurunan interaksi sosial, melemahnya nilai moral anak. Oleh karena itu, orang tua harus berperan tidak hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendidik digital . igital educato. yang mampu menyeimbangkan antara kebebasan dan Pola asuh demokratis terbukti paling efektif karena mngedepankan komunikasi terbuka, partisipasi anak, dan penegaka aturan yang konsisten namun fleksibel. Selain itu antara keluarga, sekolah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pegasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara seimbang baik secara sosial, emosional, maupun spiritual. Dengan menerapkan smart parenting dan techno parenting, orang tua dapat membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Dengan demikian, pengasuhan yang berlandaskan nilai, literasi, dan cinta akan menjadi pondasi utama dalam membangun generasi emas yang berkarakter kuat dan bijak digital di tengah arus globalisasi. DAFTAR KEPUSTAKAAN Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Amilia. Mahpolah. , & Rosdiana. Edukasi Pencegahan Screen Depedency Disorder (SDD) dan Tantangan Pola Asuh Efektif Anak Usia Dini Era Digital di Desa Taman Sari Gunung Sari Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Mayarakat, 3 . , 1-8. Dwidayati. Prasetyo. , & Wardani. Smart Parenting Education for Parents in Character Forming of Children in the Milenial Era. Jurnal Abdi Ansani, 9 . , 326-332. Hidayah. Ervina. , & Sari. Edukasi Pola Asuh Digital Parenting dengan Media Aplikasi Parental Control untuk Mengendalikan Anak dalam Menggunakan Gadget. Journal of Pub. lic Health Concerns, 2 . , 138-144. Jasrin. Oktaviiyana. Sartika. , & Iqbal. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Masalah Perilaku dan Emosional pada Anak di SDN Kandang Cut Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Medika Nusantara, 1. , 145-152. Lubis. Nasution. Nasution. , & Mawaddah. Pola Asuh Efektif di Era Digital. Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat, 1. , 171-180. Makiah & Abdul Basith. Peran Orang Tua Dalam Menanggulangi Dampak Penggunaan Media Sosial di Desa Samuda 1 Kec. Daha Selatan Kab. Hulu Sungai Selata. Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 3 . Rahmawati. Haerani Nur. Pengasuhan di Era Digital: Menyeimbangkan Teknologi. Nilai Tradisional, dan Dinamika Keluarga Modern. Arus Jurnal Sains dan Teknologi, 3. , 37-47. Utami. ,Ninil. , &Yulianti. Strategi Parenting Untuk Menghadapi Tantangan di Era Digital. Jurnal Wahana Didaktika, 7. , 146-148. Vebriyanti. Andriani. , & Rahman. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Pra Sekolah di PAUD Surya Cerita Aisyiyah Kabupaten Karanganyar. Jurnal Medika Nusantara, 1. , 201-210. Wulandari. , & Arifin. Pola Pengasuhan Digital Parenting dalam Masyarakat Globalisasi: Perspektif Teori Perubahan Sosial. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN, 8. , 175186. Zulkarnain. Susanti. , & Pratiwi. Menjadi Orang tua Cerdas di Era Digital: Membangun Generasi Tangguh Melalui Sosialisasi Pengasuhan Anak. Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, 4. , 112-125.