EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 13-23 JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN Halaman Jurnal: http://journal. id/index. php/Education Halaman Utama : http://journal. id/index. PENGARUH PEMBERIAN BALIKAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI 2 BUDURAN DAN SMK YOS SUDARSO 1 SIDOARJO MOCH DICKY RIZA1 Program Studi Matematika. STKIP PGRI Sidoarjo mohadiza69@gmail. ABSTRAK Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dengan pengujian validitas dan reliabilitas. Uji beda Anova. Adapun hasil dari penelitian ini adalah : 1. Terdapat perbedaan hasil belajar penyusunan Laporan Keuangan Siswa Kelas X Program Keahlian Akuntansi di SMK Negeri 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso 1 Sidoarjo yang diberi balikan tertulis dan yang diberi balikan lisan. Terdapat perbedaan hasil belajar penyusunan Laporn Keuangan Program Keahlian Akuntansi di SMK Sidoarjo yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi dengan motivasi berprestasi rendah. Terdapat interaksi antara pemberian balikan dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar penyusunan Laporan Keuangan Program Keahlian Akuntansi di SMK Sidoarjo. Kata Kunci : pemberian balikan, motivasi dan hasil belajar. ABSTRACT In this research writer applies method either qualitatively and also quantitatively with testing of validity and reliability. Difference test Anova its result from this research is : 1. There is difference result of learning compilation of Class student Financial Statements X in SMK Negeri 2 Buduran and SMK Yos Sudarso 1 Sidoarjo given reversal written and given oral reversal. There is difference result of learning compilation of Class Student Financial Statements X in SMK Negeri 2 Buduran and SMK Yos Sudarso 1 Sidoarjo having motivation of high achievement with motivation of low There is interaction between vestining of reversal and motivation of achievement to result of learning compilation of Class Student Financial Statements X Accounting Expertise Program in SMK Negeri 2 Buduran and SMK Yos Sudarso 1 Sidoarjo. Keyword : reversal vesting, motivation, result of learning. PENDAHULUAN Perwujudan cita-cita nasional tersebut telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan mutu atau kualitas kehidupan dan martabat manusia dalam rangka mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Peningkatan daya saing nasional ini membutuhkan Sekolah dan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta Received Mei 30, 2022. Revised Juni 2, 2022. Accepted Juni 22, 2022 sebagai kekuatan moral dalam proses pembangunan masyarakat madani yang lebih demokratis, dan mampu bersaing di tingkat global. Hal ini diharapkan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam menempatkan diri pada bidang dunia kerja, serta tangguh dalam menjaga identitas kepribadian bangsa Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berpegang teguh pada adat budaya bangsa Indonesia yang luhur. Dalam praktek, pengajaran merupakan suatu proses yang sangat komplek, sehingga untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang direncanakan guru perlu mempertimbangkan strategi belajar mengajar yang efektif. Dua macam pendekatan dalam strategi mengajar dapat dipilih yaitu: Strategi mengajar pendekatan kelompok dan Strategi mengajar pendekatan individual. Strategi mengajar pendekatan kelompok berkenaan dengan pengajaran suatu bahan pelajaran dalam waktu bersamaan untuk sekelompok siswa. Fokus pembahasan tentang strategi ini berkaitan dengan :Bagaimana melakukan Entry Behavior, yaitu mengenal kemampuan awal siswa sebelum berlangsungnya proses belajar mengajar. bagaimana memilih metode yang efektif. bagaimana memilih alat pelajaran yang relevan. bagaimana melakukan pengendalian waktu. Disamping itu, agar strategi itu efektif perlu dipahami tentang konsep PAKEM (Pembelajaran. Aktif. Efektif dan Menyenangka. Konsep ini merupakan landasan dalam mengembangkan strategi belajar mengajar pendekatan kelompok. Bila diinginkan hasil belajar pada seluruh siswa . anpa kecual. mencapai taraf penguasaan penuh . , harus diterapkan konsep Mastery Learning . elajat tunta. Dengan konsep ini bahan pengajaran diharapkan dapat diserap dan dikuasai oleh seluruh siswa. Konsep tentang belajar tuntas pada dasarnya merupakan landasan bagi strategi belajar mengajar dengan pendekatan individual. Penilaian memegang peranan yang sangat penting dalam pengajaran. Hasil penilaian merupakan ukuran keberhasilan mengajar. Disamping itu penilaian merupakan dasar feed back . emberian balika. untuk Karena itu kemampuan melakukan penilaian merupakan bagian dari kemampuan guru melaksanakan pengajaran. Dalam kaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso I Sidoarjo, dimana hasil akhirnya adalah hasil belajar siswa, maka perlu diadakan indentifikasi variable yang mempengaruhi hasil belajar siswa dimana salah satunya adalah motivasi Pembahasan tentang balikan . eed bac. banyak dilakukan dalam psikologi belajar dan Cardelle dan Corno . 5: 162-. menyatakan bahwa balikan adalah pemberian informasi kepada siswa tentang hasil kerjanya dalam mengerjakan tes atau latihan. Dengan adanya balikan siswa akan tahu apakah jawaban atau pekerjaannya dalam mengerjakan tes atau latihan benar atau salah. Kulik dan Kulih . menyatakan bahwa balikan adalah pemberian informasi kepada siswa dengan tes atau latihan yang diberikan gurunya. Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah diatas, maka penulis menyusun tujuan penelitian sebagai berikut : Untuk mengetahui apa ada pengaruh pemberian balikan tertulis dan variable pemberian balikan lisan terhadap hasil belajar. Untuk mengetahui apa ada pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah terhadap hasil belajar . Untuk mengetahui interaksi antara pemberian balikan dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar penyusunan Laporan Keuangan Siswa Kelas X Program Keahlian Akuntansi di SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso I Sidoarjo. Rancangan Penelitian Di dalam merumuskan rancangan penelitian harus mengetahui jenis-jenis penelitian karena setiap jenis penelitian rancangan penelitiannya berbeda pula. Menurut Suhardjono April 2004, hal 42 jenis penelitian dibedakan menjadi 3 macam yaitu : Menurut tujuannya dibedakan menjadi 3 : Penelitian eksplorasi, tujuannya untuk mengetahui sesuatu dengan cara menggali atau mengeksplorasi Penelitian deskreptif, tujuannya untuk mengumpulkan informasi tentang sesuatu kemudian Penelitian evaluasi, tujuannya untuk mengevaluasi terlaksananya suatu kebijakan Menurut model penelitian dibedakan menjadi 2 macam : Penelitian kwantitatif adalah penelitian yang menggunakan data dalam bentuk bilangan yang bersifat Penelitian kwalitatif adalah penelitian yang menggunakan data dalam bentuk informasi yang menunjukkan kwalitas sesuatu yang diteliti Menurut tersedianya data dibedakan menjadi 2 macam : Penelitian eksperimen adalah penelitian untuk memunculkan data yang akan diteliti sebagai akibat diterapkannya perlakuan Penelitian non eksperimen adalah penelitian yang dilakukan terhadap data yang sudah ada atau telah tersedianya tanpa adanya suatu perlakuan tertentu Penelitian ini dirancang untuk memperoleh gambar yang jelas tentang AuPengaruh Pemberian Balikan dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar Penyusunan Laporan Keuangan Siswa Kelas X Program Keahlian Akuntansi di SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso I SidoarjoAu. Rancangan ini disusun untuk memudahkan penulis melaksanakan penelitian tentang hubungan variable-variabel tersebut diatas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah : Tabel 3. Rancangan penelitian Pemberian Balikan (Tertuli. ( Lisan ) Motivasi tinggi 2 Motivasi rendah 1 Motivasi belajar T1 : Pemberian balikan tertulis : Pemberian balikan lisan : Hasil Belajar Populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian atau semua anggota kelompok, kejadian atau obyek yang telah dirumuskan dengan jelas sebagai obyek penelitian. Dan sampel adalah bagian kecil dari populasi sebagai data empiric penelitian (Suhardjono,2006:. Sedangkan menurut Sugiono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karaketristik yang dimiliki oleh populasi. Populasi penelitian adalah siswa SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo dan SMK Yos Sudarso I Sidoarjo. Berdasarkan data yang diperoleh dari kedua sekolah tersebut pada saat penelitian ini dilakukan, jumlah siswa yang digunakan sebagai populasi adalah 393 siswa. Dengan rincian di SMKN 2 Buduran sebanyak 240 siswa dan SMK Yos Sudarso I sebanyak 153 siswa. Karena adanya keterbatasan waktu dan kesempatan maka tidak semua populasi dijadikan obyek Untuk itu perlu diadakan pengambilan wakil individu dari populasi tersebut yang disebut Berkenaan dengan masalah sampel tersebut akan peneliti cantumkan pengertian tentang sampel: Suharsimi Arikunto . Ausampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang ditelitiAy. Penelitian ini menggunakan model rancangan penelitian eksperimen dengan tiga subyek yang ditetapkan secara acak . berdasarkan proses pembelajaran pemberian balikan . eed bac. terhadap subyek. Hal ini dilakukan agar diperoleh sampel yang lebih representative dilihat dari proses pembelajaran dengan memberikan balikan terhadap perolehan belajar subyek, sehingga dugaan bahwa pemberian balikan lisan dan pemberian balikan tertulis berpengaruh terhadap prestasi belajar dapat di kontrol dengan rancangan penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan random sampling kelas dengan mempertimbangkan tingkat karakteristik siswa dengan cara undian. Sehingga sampel penelitian ini adalah 1 kelas SMKN 2 Buduran dan 1 kelas SMK Yos Sudarso I Sidoarjo sebagai kelompok eksperimen, sedangkan 1 kelas SMK 2 Buduran dan SMK Yos Sudaraso I Sidoarjo sebagai kelompok Instrumen Penelitian Dalam mempersiapkan metode untuk menguji hipotesis penelitian harus menidentifikasi variabel-variabel penelitian. Arikunto . menyebutkan bahwa variabel obyek penelitian yang Variabel yang mempunyai fokus dalam penelitian ini adalah : Variabel bebas : X = Pemberian balikan pembelajaran Variabel terikat : Y = Hasil belajar Variabel Moderator = Motivasi prestasi siswa Variabel Bebas = Pemberian balikan tertulis dan pemberian balikan lisan. Variabel yang dimanipulasi dan diuji pengaruhnya terhadap variabel terikat adalah pemberian balikan pembelajaran Variabel Terikat = Hasil belajar penyusunan Laporan Keuangan. Variabel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah prestasi hasil belajar bidang studi Akuntansi yaitu gambaran tentang pemahaman siswa terhadap topik bahasan yang dipelajari, diukur berdasarkan jumlah skor jawaban yang diperoleh siswa. Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil belajar Laporan Keuangan Akuntansi. Variabel Moderator = Motivasi berprestasi, yang diklasifikasi menjadi 2, yaitu motivasi berprestasi tinggi dan motivasi berprestasi rendah. Variabel yang ditetapkan sebagai variabel moderator pada penelitian ini adalah motivasi prestasi siswa, yaitu tingkatan prestasi belajar siswa yang tinggi dan rendah. Tingkat prestasi siswa merupakan karakteristik siswa di perkirakan memiliki potensi memberikan pengaruh pada variabel terikat. Adapun difenisi dari operasional variabel sebagai berikut : Pemberian balikan adalah proses belajar mengajar dengan memberikan proses balikan kepada siswa dimana fungsi untuk membantu siswa dalam melaksanakan tugas belajar Pemberian balikan ini terdiri dari : Balikan secara tertulis Balikan secara lisan Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki siswa yang bersumber dari dalam dirinya sendiri yang didasarkan pada keinginan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan belajar juga dorongan yang ditimbulkan oleh kondisi pembelajaran yang diciptakan oleh guru. Motivasi belajar ini terdiri dari : Motivasi berprestasi tinggi Motivasi berprestasi rendah Variabel terikat atau variabel dependen (Y) yaitu hasil belajar siswa adalah Pengetahuan yang dicapai oleh siswa pada mata pelajaran Akuntansi setelah mengalami proses pengajaran di sekolah. Asumsinya adalah pengetahuan yang diajarkan oleh guru pada mata pelajaran Akuntansi di sekolah dapat diserap secara optimal oleh siswa sehingga hasil belajar siswa dapat menggambarkan hasil Data tentang hasil belajar siswa berupa data hasil Nilai Ulangan Formatif yang diperoleh siswa melalui studi dokumentasi dari masing-masing sekolah. Analisa Hasil Penelitian Teknik Pemberian Balikan Tertulis Hasil belajar Teknik pemberian balikan memiliki rentang antara 70 sampai dengan 100, dengan skor rata-rata . sebesar 84,9. Sedangkan simpangan baku sebesar 9,95 untuk mendapatkan gambaran secara fisual dapat dilihat pada distribusi frekuensi skor teknik pemberian balikan bahasa seperti tertera pada histogram yang tercantum pada gambar berikut: Teknik Balikan Tulis Frequency Std. Dev = 9. Mean = 84. N = 40. Teknik Balikan Tulis Sumber: grafik diperoleh dari data Hasil belajar SMKN 2 Buduran dengan menggunakan teknik pemberian balikan tertulis Gambar 4. Teknik Pemberian Balikan Tertulis Teknik Pemberian Balikan Lisan Hasil belajar dengan menggunakan Teknik pemberian balikan lisan memiliki rentang antara 40 sampai dengan 80, dengan skor rata-rata . sebesar 66,6. Sedangkan simpangan baku sebesar 9,02 untuk mendapatkan gambaran secara fisual dapat dilihat pada distribusi frekuensi skor Teknik Pemberian balikan lisan seperti tertera pada histogram yang tercantum pada gambar berikut: Teknik balikan Lisan Frequency Std. Dev = 9. Mean = 66. N = 40. Sumber: grafik diperoleh dari data hasil belajar SMK Yos Sudarso 1 Sidoarjo dengan menggunakan teknik Teknik balikan Lisan pemberian balikan lisan yang dianalisis dengan SPSS 11. Gambar 4. Teknik Pemberian Balikan Lisan Motivasi Berprestasi Hasil Belajar dengan motivasi berprestasi memiliki rentang antara 30 sampai dengan 100, dengan skor rata-rata . sebesar 72,3. Sedangkan simpangan baku sebesar 19,94 untuk mendapatkan gambaran secara fisual dapat dilihat pada distribusi frekuensi skor motivasi berprestasi seperti tertera pada histogram yang tercantum pada gambar berikut: Motivasi Berprestasi Frequency Std. Dev = 19. Mean = 72. N = 80. Motivasi Berprestasi Sumber: grafik diperoleh dari analisa motivasi berprestasi SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso I yang dianalisa dengan SPSS 11. Gambar 4. Motivasi berprestasi Hasil Belajar Skor hasil belajar memiliki rentang antara 40 sampai dengan 100, dengan skor rata-rata . sebesar 75,8. Sedangkan simpangan baku sebesar 13,2 untuk mendapatkan gambaran secara fisual dapat dilihat pada distribusi frekuensi skor hasil belajar seperti tertera pada histogram yang tercantum pada gambar berikut: Hasil Belajar Frequency Std. Dev = 13. Mean = 75. N = 80. Hasil Belajar Sumber: Grafik diperoleh dari data hasil belajar SMKN 2 dan SMK Yos Sudarso 1 Sidoarjo yang dianalisa dengan SPSS 11. Tabel 4. Hasil Belajar Pembahasan Berdasarkan deskripsi data dan uji hipotesis dapat kiranya dikemukakan bahwa: Pertama. Pada uji hipotesis pertama terdapat perbedaan hasil belajar Penyusunan Laporan Keuangan siswa kelas X Program Keahlian Akutansi di SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso I Kabupaten Sidoarjo antara yang yang diberikan balikan tertulis dan diberikan balikan lisan. Terdapat pengaruh hasil belajar Penyusunan Laporan Keuangan siswa kelas X yang diajar dengan menggunakan teknik pemberian balikan tertulis dan lisan. Hal tersebut dikarenakan siswa yang diajar dengan teknik pemberian balikan tertulis dapat dengan mudah memahami apa yang menjadi kekurangans sehingga siswa tidak merasa malu ataupun canggung . karena kekurangan yang dimilikinya diberikan langsung tertulis ke siswa tersebut. Berbeda halnya dengan teknik pemberian secara lisan, pada teknik ini ketika guru menjelaskan informasi kepada siswa tentang hasil kerjanya di depan kelas akan menimbulakan kecanggungan atau rasa minder kepada siswa dan seolah-olah siswa tersebut merasa tidak mampu. Akhirnya, teknik pemberian balikan secara tertulis terdapat sesi refleksi diperiksa dalam kaitannya dengan menjaga privasi siswa. Ini meningkatkan rasa percaya diri siswa dan juga memfasilitasi percakapan. Dengan demikian mereka bebas dari stres karena kekurangan yang dimiliki dalam mengerjakan soal tes hanya diketahui guru dan siswa itu sendiri. Kegiatan ini memungkinkan guru untuk berbicara tentang apapun yang ingin mereka katakan dalam bentuk penasihat dan saran. Dengan kata lain, peserta didik memahami secara tertulis kekurangan mereka sendiri. Oleh karena itu, kegiatan ini membuat peserta didik merasa bukan hanya memiliki tetapi juga tanggung jawab. Dengan demikian, kecemasan berkurang dan motivasi berprestasi dirangsang. Kedua. Pada uji hipotesis kedua terdapat pengaruh hasil belajar Penyusunan Laporan Keuangan siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso 1 Kabupaten Sidoarjo antara siswa yang bermotivasi belajar tinggi dengan yang bermotivasi belajar rendah. Pemberian motivasi sendiri menurut Ardhana . merupkan faktor yang sangat penting dalam mencapai suatu prestasi akademik maupun prestasi dalam bidang lain. Di lain pihak keinginan siswa untuk meningkatkan dirinya terganjal oleh ketidakmampuan siswa dalam menerima materi pelajaran, sehingga dalam mengerjakan soal selalu mencontek siswa lain demi mendapatkan hasil yang baik . erupa nilai, pujian, penghargaan, dan sebagainy. , padahal motivasi adalah keinginan untuk berbuat baik tanpa penghargaan, melainkan hanya untuk mencapai tujuan tertentu. Memunculkan motivasi berprestasi pada diri siswa harus melihat kebutuhan fisiologis masingmasing individu. Segi fisiologis manusia adalah person atau pribadi, yaitu otonom, berkedaulatan, menguasai diri sendiri dan menguasai perbuatannya. Oleh karena itu setiap guru dituntut untuk selalu dapat memotivasi para siswanya agar selalu mengarah pada hal yang positif, sehingga dapat memunculkan disiplin dalam menjalani tugas dan bekerja secara terus menerus dalam waktu yang lama, ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak putus asa, tidak cepat puas dengan prestasi yang diperoleh, menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah, dapat mempertahankan pendapat, tidak mudah melepaskan hal yang diyakini, dan senang mencari dan memcahkan masalah. Dari sudut pandangan kognitif, mengutip pendapat Ames dan Ames . Suciati . 7: 3. mendefinisikan motivasi sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya. Hal itu dicontohkan bila seseorang merasa memiliki kemampuan, maka memiliki kemauan dan menyelesaikan tugas. Kemampuan ini menjadi motor penggerak dari kemauannya. Bila mengikuti pendapat Cropley . , sebagaimana dikutip oleh Suciati . 7: . , tugas tersebut juga menjadi motivasi untuk mendapatkan prestasi. Dengan demikian berdasarkan analisis data di atas terdapat kesesuaian dengan teori yaitu jika siswa memiliki motivasi berprestasi tinggi makan akan berdampak pula terhadap hasil belajarnya. Ketiga. Pada uji hipotesis ketiga menunjukkan terdapat interaksi antara teknik pemberian balikan (Tertulis dan Lisa. dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar penyusunan laporan keuangan siswa kelas kelas X Program Keahlian Akuntansi SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso 1 Kabupaten Sidoarjo. Adanya interaksi antara Teknik pemberian balikan dan gaya belajar terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa Teknik pemberian balikan tertulis yang mengarah pada pencapaian tujuan utama dari proses yaitu penyampaian materi oleh guru dengan benar dapat mempermudah siswa menerima dan memahami segala kekurangan siswa terhadap pemahaman materi. Keberhasilan penyampaian materi ini tidak terlepas dari pemberian dukungan berupa motivasi berprestasi yang dimiliki siswa sehingga menumbuhkan dorongan yang kuat pada siswa untuk cepat menerima materi belajar. Kedua teknik pemberian balikan ini memberikan hasil berupa peningkatan hasil belajar. Kesimpulan Simpulan Terdapat pengaruh hasil belajar Penyusunan Laporan Keuangan siswa kelas X Program Keahlian Akutansi di SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso Kabupaten Sidoarjo antara yang yang diberikan balikan tertulis dan diberikan balikan lisan. Terdapat pengaruh hasil belajar Penyusunan Laporan Keuangan siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso 1 Kabupaten Sidoarjo antara siswa yang bermotivasi belajar tinggi dengan yang bermotivasi belajar rendah. Terdapat interaksi antara teknik pemberian balikan (Tertulis dan Lisa. dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar penyusunan laporan keuangan siswa kelas kelas X Program Keahlian Akuntansi SMKN 2 Buduran dan SMK Yos Sudarso 1 Kabupaten Sidoarjo. Saran Adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : Guru diharapkan mampu memberikan kebebasan berpikir siswa melalui strategi pembelajaran yang menyenangkan, menarik, dan menggariahkan, sehingga siswa terbiasa berfikir kritis. Perlu diusahakan terciptanya proses pembelajaran yang membuat siswa kerasan di kelas dan merasa tertantang untuk selalu mengikuti lanjutan materi sebagai sebuah kebutuhan melalui strategi dan retorika mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta karakteristik siswa. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan semangat belajar dan motivasi berprestasi siswa, sehingga berbagai program yang telah direncanakan akan dapat terlaksana dengan baik dan lancar demi tercapainya peningkatan proses dan hasil belajar, khususnya pada mata pelajaran Penyusunan laporan di SMK. Dalam melaksanakan proses pembelajaran di SMK diharapkan agar para guru terlebih dahulu mengetahui dan memahami karakteristik siswa, khususnya tentang tingkat motivasi berprestasi yang dimiliki siswa. Sebab hal ini membantu guru memberikan perlakuan terhadap siswa, yakni dalam memilih teknik pemberian balikan yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Untuk selanjutnya siswa dapat berkolaborasi dalam pembelajaran yang menyenangkan dan menggairahkan, tanpa melihat perbedaan dari masing-masing individu, sebab perbedaan dipandang sebagai potensi yang harus dikembangkan dalam kesatuan pandangan Peran serta orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar putra/putrinya sangat diharapkan. Oleh karena itu, sekolah harus selalu mengadakan koordinasi dengan orang tua/wali siswa baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pemerintah harus memperhatikan masalah sarana dan prasarana pendidikan. Karena, dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dapat memperlancar kelangsungan belajar mengajar DAFTAR PUSTAKA