p-ISSN : 2745-7141 e-ISSN : 2746-1920 Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi Heliyani1*. Fauzan Saputra2. Anvika Adha Taufik3 Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim Bukittinggi. Indonesia1,2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih. Indonesia3 Email: loli. stiehas@gmail. com*, anvikaadhataufik@gmail. Kata kunci: Keywords: baling bambu. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana dasar terbentuknya Baling Bambu serta bagaimana Implementasi Inovasi Baling Bambu. Kemudian untuk mengetahui kendala- kendala dan bagaimana cara menganalisis solusi kendala pelaksanaan Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bukittinggi. Penelitian ini berbentuk metode deskriptif kualitatif. Analisis data yang dilakukan dengan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, malakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang dipelajari, serta membuat kesimpulan. Observasi dan wawancara dilakukan kepada informan yang telah dipilih melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari beberapa informan Pegawai Dinas Sosial Kota Bukittinggi dan Keluarga Penerima Manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Program Baling Bambu memberikan bantuan berupa sembako dan alat bantu yang secara signifikan meringankan beban ekonomi keluarga miskin. Implementasi program menghadapi kendala internal seperti terbatasnya jumlah keluarga pioneer, kurangnya sosialisasi, dan keterbatasan SDM serta anggaran, serta kendala eksternal berupa tumpang tindih program dengan lembaga lain. Solusi yang diterapkan antara lain regenerasi tim pelaksana, sinkronisasi program, pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran, dan manajemen waktu yang efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Inovasi Baling Bambu terbukti mampu menjadi salah satu solusi strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi, khususnya dalam konteks keterbatasan anggaran Keberlanjutan program ini direkomendasikan dengan perbaikan dalam aspek koordinasi, pendampingan, dan optimalisasi partisipasi masyarakat. ABSTRACT This research was conducted to see the basis for the formation of Baling Bambu and how the Baling Bambu Innovation is implemented. Then to find out the obstacles and how to analyze solutions to the obstacles to implementing Baling Bambu as a Strategy to Help Alleviate Poverty in the City of Bukittinggi. This research takes the form of a qualitative descriptive method. Data analysis is carried out by the process of systematically searching and compiling data obtained from interviews, field notes and documentation, by organizing data into categories, describing it into units, carrying out synthesis, arranging it into patterns, choosing what is important and what is studied, and draw Observations and interviews were carried out with informants who had been selected using purposive sampling techniques. This research was conducted by collecting information from several informants. Bukittinggi City Social Service Employees and Beneficiary Heliyani*. Fauzan Saputra. Anvika Adha Taufik Families. The results indicate that: . The Baling Bambu program provides assistance in the form of basic necessities and tools that significantly ease the economic burden of poor families. Program implementation faces internal constraints such as limited number of pioneer families, lack of socialization, and limitations in human resources and budget, as well as external constraints in the form of program overlap with other institutions. Applied solutions include regeneration of the implementation team, program synchronization, targeted budget utilization, and effective time management. The conclusion of this study is that the Baling Bambu Innovation has proven to be a strategic solution in helping to alleviate poverty in Bukittinggi City, especially in the context of limited government budgets. The continuity of this program is recommended with improvements in the aspects of coordination, mentoring, and optimization of community PENDAHULUAN Dunia telah digemparkan dengan kehadiran Pandemi Covid-19, termasuk Indonesia, dimana Pandemi Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Berbagai kebijakan pembatasan aktifitas telah berdampak serius terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat bahkan terjadi sampai saat ini pasca pandemi (Bangsawan, 2024. Bastian. Herdiana, 2. Hancurnya sektor ekonomi masyarakat tentu saja ikut meningkatkan angka kemiskinan, termasuk kebijakan pemulihan pasca pandemi yang mengharuskan pemerintah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minya. ikut pula memperparah kondisi masyarakat rentan miskin yang ikut terperosok di bawah garis kemiskinan menjadi masyarakat miskin baru (Rosad, 2. Kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana adanya ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (Pratama. , 2015. Wicaksono, 2019. Widodo, 2. Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu tugas pemerintah yang menjadi tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Aumemajukan kesejahteraan umumAy yang tentunya mesti dimplementasikan dalam berbagai kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk merenpon kondisi sosial yang ada. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial disebutkan bahwa AuPenyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosialAy. Sejalan dengan hal tersebut penanganan kemiskinan . akir miski. juga dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan sasaran perorangan, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat (Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miski. Dalam hal ini Kota Bukittinggi juga ikut terdampak dalam persoalan kemiskinan yang diperparah oleh pandemi. Data Kemiskinan dapat dilihat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). DTKS adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang meliputi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Penerima Bantuan dan Pemberdayaan Sosial, serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi Data menunjukkan bahwa jumlah DTKS dan penerima bantuan di Kota Bukittinggi pada tahun 2021Ae2022 mengalami perubahan yang signifikan (Thahir, 2. Meskipun kegiatan dan program penanganan kemiskinan sebenarnya meningkat, terlihat dari bertambahnya jumlah masyarakat yang menerima intervensi pemerintah daerah, namun peningkatan jumlah DTKS 381 jiwa atau 1. 480 KK menyebabkan persentase masyarakat miskin yang belum menerima bantuan tetap tinggi. Hal ini tercermin dari penurunan persentase penerima bantuan yang telah diintervensi pemerintah Kota Bukittinggi yang hanya mencapai 3,96% dibandingkan tahun 2021, sehingga menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk dalam DTKS belum sepenuhnya dapat diimbangi oleh peningkatan program bantuan yang diberikan (Dyah, 2018. Ekowanti, 2023. Hakim & Syaputra, 2. Target Kinerja Renstra Dinas Sosial Kota Bukittinggi adalah meningkatnya kesejahteraan keluarga dengan sasaran strategis adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin agar masyarakat miskin tersebut memperoleh bantuan sosial dan mampu hidup lebih baik dan bisa keluar dari zona kemiskinan yang ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) (Suherman, 2. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dinas Sosial Kota Bukittinggi melaksanakan amanah sesuai Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang dijabarkan dalam Peraturan Walikota Bukittinggi Nomor 33 Tahun 2022 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi. Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Sosial, disebutkan bahwa Dinas Sosial merupakan unsur pelaksana urusan pemerintah bidang sosial. Penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kota Bukittinggi berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019 meliputi Rehabilitasi Sosial. Pelindungan Sosial. Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Sosial. Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi ke-empat core ini sudah dijalankan secara baik, namun masih dengan anggaran yang minim dan terbatas, sehingga lahirlah inovasi AuBaling BambuAy (Bantu sekeliling bantu semampum. Program AuBaling BambuAy (Bantu Sekeliling Bantu Semampum. merupakan strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan dan minimnya anggaran pemerintah daerah dalam melaksanakan urusan wajib bidang sosial, terutama untuk menjangkau masyarakat miskin yang belum terintervensi oleh APBD maupun APBN. Berdasarkan alokasi anggaran, terlihat bahwa anggaran Dinas Sosial Kota Bukittinggi pada tahun 2022 memang mengalami peningkatan sebesar Rp922. dibandingkan tahun 2021, seiring dengan meningkatnya total APBD kota. Namun peningkatan tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total kenaikan APBD, yaitu hanya sebesar 0,05%, sehingga menggambarkan bahwa ruang fiskal pemerintah untuk memperluas intervensi penanganan kemiskinan tetap terbatas dan membutuhkan dukungan alternatif seperti program Baling Bambu . Baling Bambu diimplementasikan sejak diberlakukan Keputusan Walikota ini tanggal 12 Juni 2023 dengan ruang lingkup wilayah Kota Bukittinggi. Sebagai bentuk tindak lanjut dari Keputusan Walikota Bukittinggi Nomor 188. 45-210-2023 Tentang Baling Bambu Sebagai Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Daerah, diterbitkan Surat Edaran Walikota Bukittinggi Nomor : 460/238/VI- DINSOS/2023 tentang Pelaksanaan Baling Bambu (Bantu Sekeliling Bantu Semampum. sebagai Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi Tahun 2023 tanggal 19 Juni 2023. Surat Edaran ini ditujukan kepada camat dan lurah se-Kota Bukittinggi dalam rangka mendukung pelaksanaan Baling Bambu diwilayah Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Heliyani*. Fauzan Saputra. Anvika Adha Taufik Kecamatan dan Kelurahan dalam memberdayakan keluarga pioneer (Hardani et al. , 2020. Heiden & Tonino-Heiden, 2021. Hermanto, 2. Kemudian penelitian yang pernah dilakukan oleh Belasari, dkk tahun 2022 dengan judul AuImplementasi Program Kota tanpa Kumuh (KOTAKU) sebagai Inovasi dalam Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat di Kecamatan Muntok Kab. Bangka BaratAy dalam penelitiannya menjelaskan bahwa pencapaian dari inovasi KOTAKU dalam penanggulangan kemiskinan cukup berhasil, karena adanya bantuan infrastruktur dari pemerintah untuk kawasan Berdasarkan dari temuan penelitian tersebut dengan adanya inovasi dari pemerintah sehingga mampu menjadi solusi dalam penanggulangan kemiskinan (Krismono & Nasikh. Mawardi & Pratama, 2. Teknis pelaksanaan program Baling Bambu dihimpun dari berbagai stakeholder Dinas Sosial seperti LKKS. BAZNAS. BPRS Jam Gadang, dan Keluarga Pioneer melalui kerja sama yang dituangkan dalam MoU, dengan bentuk bantuan berupa alat bantu, sembako, sunatan massal, uang tunai, serta permodalan usaha (Rangkuti, 2018. Wulandari et al. , 2. Dinas Sosial melakukan verifikasi dan validasi calon penerima manfaat yang berasal dari DTKS dan belum pernah mendapatkan bantuan, serta memberikan stiker di rumah penerima untuk keperluan monitoring dan evaluasi (Muharam & Melawati, 2019. Nuryanto et al. , 2022. Pratama. , 2. Pada pelaksanaan awal periode pertama, ditemukan kendala berupa tidak tercapainya rencana benefit dari Keluarga Pioneer, di mana dana yang seharusnya terkumpul sebesar Rp50. 000 hanya terealisasi sekitar Rp31. 000, sehingga menunjukkan kurangnya pendekatan Dinas Sosial kepada Keluarga Pioneer meskipun mereka termasuk PSKS yang berperan penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai Permensos No. Tahun 2012. Di dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daera. yang merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai landasan dan pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan 5 . Dinas Sosial Kota Bukittinggi memiliki Program Pemberdayaan Sosial, dengan Kegiatan Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Daerah Kabupaten/Kota, dengan rincian Sub Kegiatan Peningkatan Kemampuan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Keluarga Kewenangan Kabupaten/Kota. Dalam sub kegiatan ini memiliki target Jumlah Keluarga Pioneer yang meningkatkan Kapasitasnya Kewenangan Kabupaten/Kota. Sehingga dengan berjalannya Sub Kegiatan ini seharusnya Dinas Sosial dapat melakukan pembinaan Keluarga Pioneer dan Keluarga Plasma di Kota Bukittinggi (Hardinandar, 2019. Rachmawati & Bukhori, 2020. Yusriadi et al. , 2. Dari penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk membuat karya ilmiah berupa skripsi dengan judul Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bukittinggi. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, penelitian ini berfokus pada Inovasi Baling Bambu sebagai strategi pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi, yang meliputi perumusan masalah mengenai dasar pembentukan inovasi tersebut, implementasinya di lapangan, kendala yang dihadapi, serta solusi atas kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar pembentukan Baling Bambu, memahami implementasinya, mengidentifikasi berbagai hambatan yang muncul, serta menganalisis solusi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaannya. Adapun manfaat penelitian ini adalah untuk menambah wawasan peneliti, memberikan informasi bagi pihak-pihak yang mengkaji isu Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi kemiskinan, serta menjadi bahan pengetahuan terkait pelaksanaan program Baling Bambu sebagai strategi pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi. Penelitian ini dibatasi pada pembahasan mengenai implementasi, dasar terbentuknya inovasi, serta kendala dan solusi program, dengan informan yang terdiri dari pegawai Dinas Sosial Kota Bukittinggi dan keluarga penerima manfaat yang terlibat dalam program tersebut. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, bertujuan mendeskripsikan Implementasi Inovasi Baling Bambu sebagai strategi pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi secara Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, analisis bersifat induktif, dan penekanan pada makna serta gambaran fenomena . eriode penelitian: JanuariAeMaret 2024. lokasi: Kota Bukittingg. (Sugiyono, 2. Populasi dan Sampel Populasi penelitian meliputi pihak-pihak terkait program Baling Bambu di Kota Bukittinggi . egawai Dinas Sosial dan KPM Ai keluarga penerima manfaa. Sampel ditentukan dengan purposive sampling: 11 informan terpilih yang dianggap mewakili fokus studi, yaitu 1 Kepala Dinas Sosial, 1 Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, dan 9 KPM . orang per kecamata. Sumber data primer berasal dari wawancara langsung dengan informan Teknik Pengumpulan Data Menggunakan kombinasi: observasi . engamati kondisi penerima manfaat dan pelaksanaan di lapanga. , wawancara mendalam tidak terstruktur/semiterstruktur . engan pedoman indikator untuk pengambil keputusan dan KPM), dan dokumentasi . okumen/arsip Dinas Sosial terkait Baling Bamb. Wawancara difokuskan untuk menggali tujuan, proses, output/outcome, kendala, dan persepsi penerima manfaat. Teknik Analisis Data Analisis mengikuti model Creswell . nalisis kualitatif berkelanjuta. : persiapan dan pengolahan data, pembacaan menyeluruh dan refleksi makna, coding untuk mengelompokkan tema/faktor pendukung dan penghambat, penjelasan detail tentang orang/lokasi/peristiwa, serta penyajian deskripsi dan tema dalam laporan akhir. Proses dilakukan selama pengumpulan dan setelah data terkumpul untuk menghasilkan kesimpulan yang valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bukittinggi. Karakteristik Informan Jenis wawancara dalam penelitian ini gunakan adalah wawancara tidak terstruktur secara mendalam karena mendapatkan informasi secara jelas dari informan. Responden yang akan peneliti wawancarai adalah pengambil keputusan dalam hal ini Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosial dan KPM (Keluarga Penerima Manfaa. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Heliyani*. Fauzan Saputra. Anvika Adha Taufik . Pengambil Keputusan (Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosia. Tabel 1. Karakteristik Informan Pengambil Keputusan Nama Jabatan Syanjifaredy Filla Ferde. STP. Rika Elsya Putri. SE. Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Pendidik S-2 Lama Jabatan 2 Tahun Jenis Kelamin Laki- Laki S-2 2 Tahun Perempuan Sumber: Data diolah dari wawancara dengan informan, 2024 Berdasarkan tabel diatas terdapat dua orang informan yang akan diwawancarai terkait Pengambil Keputusan (Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosia. dalam penerimaan KPM. Wawancara Bersama Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Informan pertama adalah Bapak Syanjifaredy Filla Ferde yang merupakan Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi yang mana sebagai pencetus dari ide Baling Bambu. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 2. Hasil Wawancara Bersama Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Senin, 12 Februari 2024 Pertanyaan Menurut Bapak bagaimana Bukittinggi sekarang ini, kenaikan atau penurunan? Bagaimana Pemerintah Kota Bukittinggi menyikapi hal tersebut? Inovasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi mengentaskan kemiskinan? Apa ditemukan saat melakukan Baling Bambu? Jawaban Saat ini berdasarkan data yang diperoleh oleh Dinas Sosial terkait masyarakat miskin khususnya di Kota Bukittinggi mengalami kenaikan. Disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang paling berdampak ialah bencana Covid-19 dan kenaikan BBM beberapa waktu lalu makin memperparah kondisi perekonamian saat ini. Sehingga memperparah kondisi masyarakat rentan miskin yang ikut terperosok di bawah garis kemiskinan menjadi masyarakat miskin baru. Sebenarnya sudah ada beberapa Program dari pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yakni dengan adanya PKH. BANSOS ,BPNT. BLT. JKN dan UEP. Akan tetapi masih banyak keluarga miskin baru, yang belum menerima bantuan dikarenakan kurangnya dana APBN dan APBD Kami dari Dinas Sosial sudah melakukan Inovasi dalam mencari jalan keluar dari permasalahan kemisikinan saat ini yang ini dengan adanya Baling Bambu (Bantu Sekeliling Bantu semampum. Yang mana kami nantinya memberdayakan stakeholders termasuk keluarga pioneer yang mau dan peduli dalam pengentasan kemiskinan. Kendala yang ditemui saat pelaksanaan Porgram Baling Bambu ialah sosialisi kepada keluarga pioneer yang tidak bisa dilakukan secara bersama- sama seperti pertemuan atau rapat. Sosialisasi dilakukan secara individu mengingat kesibukan dari masing-masing keluarga yang mengakibatkan banyak waktu yang tidak efektif membuat beberapa pekerjaan lain menjadi Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi Bagaimana Implementasi dari Baling Bambu dalam Kota Bukittinggi? Secara keseluruhan Baling Bambu dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi mampu menjadi solusi dalam memecahkan permasalahan Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa Kota Bukittinggi mengalami kenaikan angka kemiskinan yang disebabkan oleh beberapa factor yakni bencana covid-19 dan kenaikan BBM. Dan hal ini membuat banyak keluarga miskin baru, yang belum menerima bantuan dikarenakan kurangnya dana APBN dan APBD. Kemudian Dinas Sosial sudah melakukan Inovasi dalam mencari jalan keluar dari permasalahan kemisikinan saat ini yang ini dengan adanya Baling Bambu (Bantu Sekeliling Bantu semampum. Yang mana kami nantinya memberdayakan stakeholders termasuk keluarga pioneer yang mau dan peduli dalam pengentasan kemiskinan. Kendala yang ditemui saat pelaksanaan Porgram Baling Bambu ialah sosialisi kepada keluarga pioneer yang tidak bisa dilakukan secara bersama- sama seperti pertemuan atau rapat. Sosialisasi dilakukan secara individu mengingat kesibukan dari masingmasing keluarga yang mengakibatkan banyak waktu yang tidak efektif membuat beberapa pekerjaan lain menjadi terganggu. Secara keseluruhan Baling Bambu dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi mampu menjadi solusi dalam memecahkan permasalahan kemiskinan. Wawancara Bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Informan kedua ialah Ibu Rika Elsya Putri selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3. Hasil Wawancara Bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Bukittinggi Senin, 12 Februari 2024 Pertanyaan Bagimana pendataan untuk Masyarakat yang menerima Baling Bambu? ``2. Bagaimana teknis atau langkah yang dilakukan oleh Dinas Sosial dalam kepada Masyarakat? Apa saja kendala yang Baling Bambu? Bagaimana Implementasi dari Baling Bambu dalam Kota Bukittinggi? Jawaban Untuk data kami input melalui data DTKS kemudian kami lihat kembali masyarakat yang belum menerima bantuan dan yang memerlukan bantuan. Setelah didapatkam data masyarakat yang nantinya akan kami berikan bantuan Baling Bambu kami akan langsung mengerahkan tim kerumah-rumah warga dengan memberikan bantuan kepada masyarakat. Kendala yang ditemui saat pelaksanaan porgram Baling Bambu ialah sosialisi kepada keluarga pioneer dan juga dalam pelaksanaan penyerahan bantuan , dikarenakan banyak dari anggota atau tim dari Dinas Sosial yang harus menunggu waktu luang. Baling Bambu mampu menjadi salah satu program inovasi yang perlu diperhitungkan karena mampu memberikan dan membantu masyarakat dengan bantuan yang telah diberikan, sehingga Baling Bambu harus menjadi program pemerintah yang berkelanjutan. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Heliyani*. Fauzan Saputra. Anvika Adha Taufik Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa data penerima Baling Bambu di input melalui data DTKS kemudian kami lihat kembali masyarakat yang belum menerima bantuan dan yang memerlukan bantuan. Setelah didapatkam data masyarakat yang nantinya akan diberikan bantuan Dinas Sosail akan langsung mengerahkan tim kerumah-rumah warga dengan memberikan bantuan kepada masyarakat. Selanjutnya kendala yang ditemui saat pelaksanaan porgram Baling Bambu ialah sosialisi kepada keluarga pioneer dan juga dalam pelaksanaan penyerahan bantuan, dikarenakan banyak dari anggota atau tim dari Dinas Sosial yang harus menunggu waktu luang. Harapan untuk Inovasi Baling Bambu ialah untuk tetap dilaksanakan dalam jangka panjang karena mampu menjadi salah satu program inovasi yang perlu diperhitungkan karena mampu memberikan dan membantu masyarakat dengan bantuan yang telah diberikan, sehingga Baling Bambu harus menjadi program pemerintah yang berkelanjutan. KPM (Keluarga Penerima Manfaa. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 12 orang yang mana masing-masing kelurahan diambil 3 orang informan. Ada 4 indikator yang terdapat dalam table yaitu nama. Alamat, jenis kelamin, dan pendapatan perbulan. Adapun data KPM dapat dilihat dalam table dibawah ini : Tabel 4. Karakteristik Informan KPM No. Nama Mrs. Mr. Mr. Mrs. Mrs. Mr. Mrs. Mrs. Mrs. Alamat Guguk Panjang Guguk Panjang Guguk Panjang Mandiangin Koto Selayan Mandiangin Koto Selayan Mandiangin Koto Selayan Aur Birugo Tigo Baleh Aur Birugo Tigo Baleh Aur Birugo Tigo Baleh Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Pendapatan Rp. 000,Rp. 000,Rp. Rp. 000,Rp. 000,Rp. 000,Rp. Rp. Rp. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 KPM Kecamatan Guguk Panjang . Informan KPM yang pertama bernama Mrs. A yang beralamat di Guguk Panjang. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 5. Wawancara Bersama Mrs. Senin, 7 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak merasa terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat berterimakasih adanya Baling Bambu karena meringankan saya dalam memenuhi kebutuhan sehari Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi Dalam pelaksanaan Baling Bambu? Tidak ada, sudah program ini sangat Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 . Informan KPM yang kedua bernama Mr. B yang beralamat di Guguk Panjang. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 6. Wawancara Bersama Mr. Kamis, 10 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi dalam pelaksanaan Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Sangat terbantu sekali dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari karena kami memiliki penhasilan yang tidak menentu. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan masyaralat miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat baik dalam membantu Masyarakat miskin. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 . Informan KPM yang ketiga bernama Mr. C yang beralamat di Guguk Panjang. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 7. Wawancara Bersama Mr. Kamis, 10 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Sangat membatu sekali dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. Apakah ada saran untuk Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat baik pemerintah Kota Bukittiunggi dalam membantu Masyarakat miskin. dalam pelaksanaan Baling Bambu? Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 KPM Kecamatan Mandiangin Koto Selayan . Informan KPM yang pertama bernama Mrs. D yang beralamat di Mandiangin Koto Selayan. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 8. Wawancara Bersama Mrs. Rabu, 9 Agustus 2023 Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Heliyani*. Fauzan Saputra. Anvika Adha Taufik Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak merasa terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi dalam Pelaksanaan Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat baik dalam membantu Masyarakat Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 . Informan KPM yang kedua bernama Mrs. E yang beralamat di Mandiangin Koto Selayan. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 9. Wawancara Bersama Mrs. Selasa, 8 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi dalam pelaksanaan Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat Masyarakat miskin. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 . Informan KPM yang ketiga bernama Mr. F yang beralamat di Mandiangin Koto Selayan Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 10. Wawancara Bersama Mr. Selasa, 8 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak merasa terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi dalam Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat dalam membantu Masyarakat miskin. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi pelaksanaan Baling Bambu? Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 KPM Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh . Informan KPM yang pertama bernama Mrs. G yang beralamat di Aur Birugo Tigo Baleh Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 11. Wawancara Bersama Mrs. Selasa, 8 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak merasa terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi dalam pelaksanaan Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat baik dalam membantu Masyarakat miskin. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 . Informan KPM yang kedua bernama Mr. H yang beralamat di Aur Birugo Tigo Baleh. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 12. Wawancara Bersama Mrs. Selasa, 8 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak merasa terbantu dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saranuntuk pemerintah Kota Bukittiunggi dalam pelaksanaan Baling Bambu? Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat baik dalam membantu Masyarakat miskin. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 . Informan KPM yang ketiga bernama Mrs. I yang beralamat di Aur Birugo Tigo Baleh. Adapun wawancara yang dilakukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 13. Wawancara Bersama Mrs. Senin, 7 Agustus 2023 Pertanyaan Apa bentuk bantuan Baling Bambu yang Bapak terima? Apakah Bapak merasa terbantu Jawaban Bantuan yang saya terima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Heliyani*. Fauzan Saputra. Anvika Adha Taufik dengan adanya Baling Bambu? Apa harapan Bapak untuk Program Baling Bambu? Apakah ada saran untuk pemerintah Kota Bukittiunggi pelaksanaan Baling Bambu? Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ada, pemerintah Kota Bukittiunggi sudah sangat baik dalam membantu Masyarakat miskin. Sumber: Data diolah dari wawancara, 2024 Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada sembilan orang informan dapat disimpulkan bahwa bantuan yang diterima berupa sembako seperti, beras, telur, gula, minyak. Masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya Baling Bambu dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari dan berharap program Baling Bambu tetap dilakukan untuk kedepannya agar meringankan kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kendala dalam Pelaksanaan Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bukittinggi Dalam rangka pencapaian hasil-hasil pelaksanaan inovasi Baling Bambu, perlu dilakukan identifikasi berbagai potensi kendala yang akan akan ditemukan dalam pelaksanaan inovasi dan solusi mengatasi kendala tersebut, yang dibagi dari segi internal dan eksternal sebagai berikut Kendala Internal, yakni : Kurangnya jumlah keluarga pioneer sehingga terbatasnya jumlah anggaran. Dalam keterlibatan keluarga pioneer masih belum maksimal, hal ini dapat dilihat kurangnya sosialisasi, pembekalan kepada keluarga pioneer karena kurang inovatif dalam pelaksanaan kegiatan oleh PPTK. Keterbatasan waktu dan fokus dalam penyusunan dan pelaksanaan inovasi. Keterbatasan sumber daya manusia baik kualitas maupun kuantitas. Keterbatasan anggaran pendukung inovasi. Kendala Eksternal, yakni : Sudah ada program kegiatan tersendiri dari BPRS Jam Gadang. Baznas dan LKKS. Keterbatasan anggaran yang dimiliki. Solusi Kendala dalam Pelaksanaan Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan Di Kota Bukittinggi Untuk memecahkan kendala yang dijempai dalam pelaksanaan baling bambu sebagai strategi dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi. Adapun solusinya yakni . Perlunya regenerasi anggota PPTK agar lebih inovatif sehingga keterlibatan keluarga pioneer bisa terlaksanan dengan maksimal. Singkronisasi dan sinergitas program dan kegiatan penanganan kemiskinan. Pemanfaatan anggaran yang tersedia secara tepat guna dan tepat sasaran. Me-manage waktu secara efektif dan efisien. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 12 Desember 2025 Implementasi Inovasi Baling Bambu Sebagai Strategi dalam Membantu Pengentasan Kemiskinan di Kota Bukittinggi . Memberdayakan dan memaksimalkan Tim Efektif dengan pembagian tugas yang jelas. Memberdayakan anggaran yang ada yang mendukung, termasuk anggaran dari project . Singkronisasi dan sinergitas program dan kegiatan penanganan kemiskinan. Pemanfaatan anggaran yang tersedia secara tepat guna dan tepat sasaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi inovasi Baling Bambu (Bantu Sekeliling Bantu Semampum. sebagai strategi pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi, dapat disimpulkan bahwa data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Dinas Sosial. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, serta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah menerima bantuan, dan hasilnya menunjukkan bahwa program Baling Bambu mampu membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehingga menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami implementasi program yang lahir dari keterbatasan anggaran pemerintah, baik APBN maupun APBD, dalam penyelenggaraan kesejahteraan Pelaksanaan program menghadapi beberapa kendala, baik internal seperti minimnya jumlah keluarga pioneer, kurangnya sosialisasi dan pembekalan, keterbatasan SDM, serta inovasi program yang masih belum maksimal, maupun eksternal seperti adanya program serupa dari BPRS Jam Gadang. Baznas, dan LKKS serta keterbatasan anggaran. Untuk mengatasi kendala tersebut, dilakukan berbagai upaya seperti regenerasi anggota PPTK agar lebih inovatif, peningkatan keterlibatan keluarga pioneer, sinkronisasi dan sinergi antarprogram penanganan kemiskinan, pemanfaatan anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran, manajemen waktu yang efektif, serta pemberdayaan tim efektif melalui pembagian tugas yang jelas dan optimalisasi dukungan anggaran termasuk dari project leader. REFERENSI Bangsawan. Transforming poverty alleviation policies adapting the regional innovation architecture approach. Jurnal Bina Praja. https://jurnal. id/index. php/jbp/article/view/2108/663 Bastian. Strategi manajemen sektor publik. Salemba Empat. Dyah. Inovasi penanggulangan kemiskinan melalui program Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan di Kabupaten Trenggalek (Tesi. Universitas Brawijaya. http://repository. id/id/eprint/176143/ Ekowanti. Manajemen strategi sektor publik (MSSP). Ranka Publishing. Hakim. , & Syaputra. Hakim & Syaputra, 2020. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6. , 629. Hardani. , et al. Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pustaka Ilmu.