Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 INTERNALISASI NILAI-NILAI AL-QURAoAN MELALUI PENGAJARAN BAHASA ARAB DI PERGURUAN TINGGI Nedya Varchati1 Sekolah Tinggi Agama Islam Darul HikmahTulungagung1 nedyavarchati@gmail. ABSTRACT This study aims to examine how the internalization of Qur'anic values can be achieved through Arabic language teaching in higher education. Arabic, as the language of the Qur'an, plays a strategic role not only as a means of communication but also as a medium for instilling moral, spiritual, and social values in students. The research method used was literature study and observation of the Arabic language learning process in the campus environment. The results show that the integration of Qur'anic values into Arabic language learning materials, such as through the selection of Qur'anic verses and the application of values-based teaching strategies, can increase spiritual awareness and character development in students. The role of lecturers as value mediators is crucial in facilitating this internalization process. Thus. Arabic language teaching in higher education not only develops language competence but also shapes students' personalities with noble morals and based on the teachings of the Qur'an. Keywords: Internalization. Qur'an Values. Arabic Language Teaching. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan dapat dilakukan melalui pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi. Bahasa Arab sebagai bahasa Al-QurAoan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media penanaman nilai moral, spiritual, dan sosial dalam diri mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan observasi terhadap proses pembelajaran bahasa Arab di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai QurAoani dalam materi pembelajaran bahasa Arab, seperti melalui pemilihan teks ayat Al-QurAoan dan penerapan strategi pengajaran berbasis nilai, mampu meningkatkan kesadaran spiritual dan pembentukan karakter mahasiswa. Peran dosen sebagai mediator nilai sangat penting dalam memfasilitasi proses internalisasi tersebut. Dengan demikian, pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi tidak hanya mengembangkan kompetensi bahasa, tetapi juga membentuk pribadi mahasiswa yang berakhlak mulia dan berlandaskan ajaran Al-QurAoan. Kata Kunci: Internalisasi. Nilai-Nilai Al-QurAoan. Pengajaran Bahasa Arab Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan sumber utama ajaran Islam yang tidak hanya memuat hukum-hukum syariat, tetapi juga nilai-nilai universal yang menjadi pedoman hidup umat manusia, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab. Nilainilai tersebut tidak hanya bersifat normatif, tetapi perlu diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan (Syukran, 2. Salah satu tantangan utama dalam internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan adalah menjembatani antara pemahaman teks dengan konteks kehidupan nyata, terutama bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Salah satu pendekatan strategis untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pembelajaran bahasa Arab. Sebagai bahasa Al-QurAoan, bahasa Arab memiliki kedudukan penting dalam memahami kandungan wahyu secara mendalam. Pemahaman yang utuh terhadap teks Al-QurAoan hanya dapat diperoleh jika peserta didik memiliki kompetensi bahasa Arab yang memadai (Hendri, 2. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan keterampilan linguistik, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai QurAoani. Bahasa Arab sebagai bahasa wahyu Al-QurAoan memiliki peranan penting dalam proses pemahaman dan penghayatan nilai-nilai QurAoani. Penguasaan bahasa Arab tidak hanya bersifat instrumental, tetapi juga menjadi sarana utama untuk menyelami makna-makna yang terkandung dalam Al-QurAoan secara lebih mendalam (Afroni. Oleh karena itu, pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, khususnya di institusi yang berbasis keislaman, tidak seharusnya hanya berorientasi pada aspek linguistik semata, melainkan juga diarahkan untuk membentuk karakter dan moralitas mahasiswa melalui internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan. Dalam konteks pendidikan Islam, pembelajaran bahasa Arab semestinya tidak dipisahkan dari muatan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-QurAoan. Melalui pemilihan materi ajar yang relevan, metode pengajaran yang interaktif, dan pendekatan kontekstual, guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai Al-QurAoan ke dalam proses pembelajaran (Setyaningsih & Rochma, 2. Hal ini memungkinkan peserta didik dalam hal ini mahasiswa, tidak hanya belajar membaca dan memahami teks Arab, tetapi juga menyerap makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Internalisasi nilai-nilai Al-Qur'an melalui pembelajaran bahasa Arab adalah proses pendidikan karakter yang mengaitkan penguasaan bahasa Arab sebagai sarana untuk memahami dan menerapkan ajaran Islam, etika, dan spiritualitas secara lebih mendalam (Khadafi, 2. Pembelajaran bahasa Arab yang berorientasi pada nilainilai ini membangun kesadaran religius, moral, dan spiritual mahasiswa, serta meningkatkan kemampuan mereka untuk memahami dan mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi intelektual Muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual. Dalam konteks pendidikan Islam, peran ini semakin signifikan mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks, termasuk arus globalisasi, modernisasi, serta krisis identitas dan moral yang dihadapi oleh generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan tinggi Islam Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 dituntut untuk mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai luhur, khususnya nilai-nilai yang bersumber dari Al-QurAoan. Salah satu mata kuliah yang memiliki potensi besar dalam menanamkan nilainilai QurAoani adalah bahasa Arab. Sebagai bahasa wahyu, bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga kunci utama untuk memahami Al-QurAoan secara langsung dan mendalam. Pengajaran dan pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, khususnya di lingkungan fakultas agama Islam, seharusnya tidak hanya difokuskan pada aspek linguistik seperti nahwu, sharaf, atau keterampilan berbahasa, tetapi juga diarahkan pada integrasi nilai-nilai Al-QurAoan dalam setiap materi yang Internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan melalui pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi memiliki urgensi tersendiri. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda berada dalam fase pencarian identitas, pematangan nalar, dan pembentukan karakter (Gafur, 2. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang bermuatan nilai akan sangat efektif dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak mereka. Melalui pemahaman teks-teks Arab yang bersumber dari AlQurAoan maupun literatur klasik Islam, mahasiswa dapat diarahkan untuk menggali, merefleksikan, dan mengamalkan nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, keadilan, serta rasa tanggung jawab sosial. Namun, pada praktiknya, pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi seringkali masih bersifat teknis dan terpisah dari nilai-nilai keislaman yang seharusnya melekat di dalamnya. Proses pembelajaran cenderung fokus pada aspek gramatikal dan terjemahan, sementara dimensi nilai yang terkandung dalam teks AlQurAoan kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik untuk mengembangkan pendekatan pedagogis yang integratif, yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di banyak perguruan tinggi masih bersifat teoritis dan cenderung terpisah dari nilai-nilai spiritual yang mendasarinya. Mahasiswa sering kali mempelajari bahasa Arab secara teknis, tanpa menyentuh kedalaman makna yang terkandung dalam teks-teks keislaman, termasuk Al-QurAoan. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pendidik dan pengambil kebijakan untuk merancang model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek bahasa dan nilai dalam satu kesatuan yang utuh. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan melalui pengajaran bahasa Arab menjadi suatu keniscayaan dalam rangka membentuk insan akademis yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Urgensi ini semakin mengemuka dalam konteks tantangan moral dan krisis nilai yang dihadapi generasi muda saat ini. Melalui pendekatan yang holistik dalam pembelajaran bahasa Arab, diharapkan mahasiswa mampu menjadikan Al-QurAoan sebagai sumber inspirasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan latar belakang tersebut, penting untuk mengkaji bagaimana internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan dapat diintegrasikan secara efektif dalam proses Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut secara optimal. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan . ibrary researc. Metode ini dipilih karena fokus kajian berada pada pemahaman teoritis dan konseptual tentang bagaimana nilai-nilai Al-QurAoan dapat diinternalisasikan melalui pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini tidak melakukan pengumpulan data secara langsung dari lapangan, melainkan menganalisis sumber-sumber tertulis yang relevan dan otoritatif. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis isi . ontent analysi. , yaitu mengkaji isi dan makna dari berbagai referensi Mengelompokkan data berdasarkan tema nilai-nilai QurAoani, metode internalisasi, dan strategi pembelajaran, menyusun sintesis dari berbagai pendapat para ahli untuk menemukan pola, hubungan, atau model ideal internalisasi nilai melalui pengajaran bahasa Arab. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi memiliki potensi besar sebagai media internalisasi nilai-nilai QurAoani. Dengan pendekatan yang tepat, bahasa Arab dapat menjadi jembatan untuk tidak hanya memahami Al-QurAoan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia mahasiswa sebagai generasi QurAoani. Oleh karena itu, integrasi antara aspek bahasa dan nilai harus menjadi perhatian utama dalam desain dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan, ditemukan bahwa internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan melalui pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi dapat dilihat dari beberapa aspek penting, yaitu: Keterkaitan Bahasa Arab dan Al-QurAoan Bahasa Arab bukan hanya sarana komunikasi, melainkan bahasa wahyu ( AEA A )EOOAyang menjadi kunci utama dalam memahami Al-QurAoan. Pemahaman terhadap struktur bahasa Arab, seperti nahwu, sharaf, dan balaghah, mempermudah mahasiswa untuk memahami makna ayat-ayat Al-QurAoan secara lebih mendalam. Hal ini menjadikan pembelajaran bahasa Arab sebagai media yang sangat potensial dalam proses internalisasi nilai-nilai QurAoani. Bahasa Arab dipilih bukan hanya karena faktor geografis, tetapi karena kekayaan kosakata, sistem akar kata yang kuat, dan kemampuan ekspresifnya yang mampu menampung kedalaman makna Al-Qur'an, sehingga tidak terjadi degradasi makna ketika diterjemahkan. Mempelajari bahasa Arab menjadi ibadah dan prasyarat untuk memahami teks agama, mengembangkan ilmu-ilmu keislaman, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan (Hendri, 2. Keterkaitan bahasa Arab dan Al-Qur'an bersifat fundamental, karena bahasa Arab adalah bahasa tempat Al-Qur'an diturunkan, yang menyebabkannya menjadi bahasa suci dan kunci utama untuk memahami, menafsirkan, dan menjalankan ajaran Islam secara mendalam. Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 Keterkaitan bahasa Arab dan Al-Qur'an sangat erat karena bahasa Arab adalah bahasa wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi kunci utama untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam, terutama membaca, menghafal, memahami, dan menafsirkan Al-Qur'an. Keindahan, kekayaan makna, dan sistem tata bahasa Al-Qur'an juga secara signifikan memengaruhi perkembangan dan standarisasi bahasa Arab modern. asa Arab dan Al-Qur'an dalam konteks pengajaran adalah bahwa bahasa Arab adalah bahasa wahyu, sehingga penguasaan bahasa Arab sangat krusial untuk memahami Al-Qur'an secara mendalam, baik dari makna, tata bahasa . ahwu dan shara. , hingga keindahan balaghah. Pengajaran bahasa Arab berbasis Al-Qur'an tidak hanya mengajarkan tata bahasa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan budaya Islam, yang membentuk karakter siswa menjadi pribadi beriman dan berakhlak mulia. Bahasa Arab dan Al-Qur'an memiliki hubungan timbal balik yang Mempelajari bahasa Arab secara mendalam bukan hanya untuk menguasai tata bahasanya, tetapi untuk menggapai pemahaman otentik atas firman Allah dan menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi Nilai QurAoani dalam Materi Bahasa Arab Banyak kurikulum di perguruan tinggi Islam telah memasukkan teks-teks pilihan dari Al-QurAoan atau hadis sebagai bahan ajar dalam mata kuliah bahasa Arab. Misalnya, pemanfaatan ayat-ayat bertema akhlak, pendidikan, dan sosial dalam latihan membaca atau menerjemahkan. Hal ini secara tidak langsung memperkenalkan nilai-nilai Al-QurAoan kepada mahasiswa, seperti kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan ukhuwah. Integrasi nilai-nilai Al-QurAoan dalam materi pembelajaran bahasa Arab merupakan strategi pendidikan yang bertujuan untuk menjadikan proses belajar tidak hanya bersifat kognitif-linguistik, tetapi juga afektif dan spiritual. Pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, khususnya dalam institusi berbasis keislaman, memberikan ruang besar untuk menyisipkan nilai-nilai QurAoani karena bahasa Arab merupakan bahasa utama Al-QurAoan. Konsep integrasi dalam konteks ini berarti menggabungkan dua elemen utama: Aspek kebahasaan . ahwu, sharaf, mufradat, qira'ah, insyaAo, dan tarjama. Aspek nilai . khlak, tauhid, sosial, kejujuran, toleransi, keadilan, dan tanggung jawa. yang terkandung dalam Al-QurAoan (Iskandar, 2. Dengan kata lain, mahasiswa tidak hanya diajarkan bagaimana memahami teks Arab secara gramatikal, tetapi juga diajak untuk merenungkan dan menyerap nilai-nilai yang terkandung dalam teks Untuk mengintegrasikan nilai-nilai QurAoani ke dalam materi bahasa Arab, beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh dosen antara lain: Pemilihan Teks Bertema Nilai Islam Menggunakan kutipan dari Al-QurAoan atau teks sastra Arab klasik yang mengandung pesan moral dan nilai keislaman. Pertanyaan Reflektif Setelah pembelajaran teks atau gramatika, mahasiswa diajak berdiskusi: AuApa pesan moral dari teks ini?Ay. AuNilai apa yang bisa kita ambil dari ayat ini?Ay Penugasan Bernuansa Nilai Mahasiswa ditugaskan menulis artikel berbahasa Arab tentang nilai-nilai Islam seperti amanah, ikhlas, atau ukhuwah, berdasarkan ayat-ayat Al-QurAoan. Penggunaan Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 Media Audio-Visual Islami Misalnya video ceramah berbahasa Arab atau animasi kisah QurAoani untuk mendukung pemahaman makna dan nilai. Menurut teori Value Education Theory, pentingnya penanaman nilai sebagai bagian integral dari proses pendidikan (Alamsyah et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, teori ini mengajarkan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana penyampaian nilai dan norma sosial-budaya yang bersumber dari Al-QurAoan. Melalui pengajaran bahasa Arab yang mengandung pesanpesan QurAoani, mahasiswa dapat menumbuhkan kesadaran dan penghayatan nilai Islam secara mendalam. Begitupun Contextual Learning Theory, pembelajaran akan lebih efektif jika materi yang diajarkan dihubungkan dengan konteks kehidupan nyata siswa (Pratama et al. , 2. Dalam hal ini, materi bahasa Arab yang berisi nilai-nilai QurAoani dihadirkan dalam situasi yang relevan dengan kehidupan mahasiswa, sehingga nilainilai tersebut mudah dipahami, dihayati, dan diterapkan. Integrasi nilai QurAoani dalam materi bahasa Arab adalah upaya penting untuk menjadikan pembelajaran bahasa tidak hanya sebagai sarana akademik, tetapi juga sebagai medium internalisasi nilai dan pembentukan karakter. Dengan pendekatan yang tepat, materi bahasa Arab dapat menjadi pintu masuk untuk membawa mahasiswa lebih dekat dengan ajaran Al-QurAoan dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka. Peran Dosen sebagai Mediator Nilai Dosen memiliki peran penting dalam mentransformasikan pembelajaran bahasa Arab menjadi sarana pembentukan karakter. Dosen yang mampu menjelaskan nilai-nilai moral di balik teks Arab yang diajarkan dapat membantu mahasiswa untuk memahami tidak hanya struktur kalimat, tetapi juga pesan spiritual di baliknya. Menurut (Gafur, 2. peran dosen sebagai mediator nilai adalah memfasilitasi mahasiswa untuk memahami, internalisasi, dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur, integritas, dan etika melalui keteladanan, bimbingan, serta menciptakan lingkungan akademik yang kondusif untuk pengembangan karakter yang sesuai dengan norma akademik dan karakter bangsa. Dosen bertindak sebagai penengah atau fasilitator untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan berpikir kritis, menunjukkan sikap dan perilaku yang baik, serta membangun budaya kampus yang menghargai nilai-nilai positif. Dosen berperan sebagai penerjemah nilai-nilai abstrak yang terkandung dalam teks Al-QurAoan menjadi pemahaman yang konkrit dan aplikatif bagi mahasiswa. Misalnya, ketika mengajarkan sebuah ayat yang mengandung nilai kejujuran, dosen menjelaskan makna literal sekaligus menanamkan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu menurut Nugroho et al. , . melalui pendekatan yang inspiratif, dosen dapat memotivasi mahasiswa untuk tidak hanya menghafal atau memahami bahasa Arab, tetapi juga menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan sikap dan perilaku. Dosen memfasilitasi proses refleksi mahasiswa terhadap nilai-nilai yang dipelajari, misalnya dengan memberikan pertanyaan reflektif atau studi kasus yang berkaitan dengan penerapan nilai QurAoani dalam konteks kehidupan Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 Peran dosen sebagai mediator nilai sangat menentukan keberhasilan internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan Dosen yang mampu menghubungkan aspek linguistik dengan nilai moralspiritual akan memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter mahasiswa yang berlandaskan ajaran Islam. Dalam proses internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan melalui pembelajaran bahasa Arab, dosen memiliki peran sentral sebagai mediator nilai yang menghubungkan antara konten akademik dan aspek moral-spiritual. Dosen bukan hanya sebagai pengajar bahasa Arab secara teknis, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa memahami dan menghayati nilai-nilai QurAoani yang terkandung dalam materi pembelajaran. Strategi Pembelajaran Berbasis Nilai Beberapa strategi pembelajaran yang ditemukan efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Al-QurAoan melalui bahasa Arab antara lain pembelajaran kontekstual, pendekatan integrative, dan diskusi tematik berbasis ayat. Pembelajaran kontekstual, yang mengaitkan materi bahasa Arab dengan realitas kehidupan dan nilai-nilai Islam. Pendekatan integratif, yang menggabungkan aspek kebahasaan dengan penanaman akhlak. Diskusi tematik berbasis ayat, di mana mahasiswa tidak hanya menganalisis struktur bahasa, tetapi juga berdiskusi tentang kandungan nilai dalam teks Al-QurAoan. Syefudin, . menyampaikan strategi pengajaran berbasis nilai adalah pendekatan yang mengintegrasikan penanaman nilai-nilai moral dan spiritual ke dalam proses pengajaran sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi Islam, strategi ini bertujuan mengaitkan aspek linguistik dengan nilai-nilai Al-QurAoan agar pembelajaran menjadi bermakna dan transformatif. Menurut Nugroho et al. , . pengajaran dimulai dengan memilih materi bahasa Arab baik teks, kosa kata, atau percakapan yang memuat pesan moral dan spiritual dari Al-QurAoan. Contoh: ayat-ayat yang berbicara tentang kejujuran, kesabaran, atau keadilan. Dosen menghubungkan materi bahasa Arab dengan konteks kehidupan nyata mahasiswa. Misalnya, menggunakan situasi sehari-hari untuk mengilustrasikan nilai-nilai QurAoani sehingga mahasiswa dapat memahami dan merasakan pentingnya nilai tersebut dalam kehidupan. Selain itu menurut penelitian (Rositawati, 2. mahasiswa diajak berdiskusi mengenai makna dan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam materi yang Metode ini mendorong mahasiswa aktif berpikir kritis dan reflektif mengenai nilai yang dipelajari. Kajian oleh (Napisah, 2. , pendidik dapat menyajikan kasus-kasus yang relevan dengan nilai-nilai QurAoani untuk dianalisis Misalnya, kasus tentang kejujuran dalam kehidupan akademik yang dikaitkan dengan ayat Al-QurAoan yang relevan. Strategi pengajaran berbasis nilai merupakan pendekatan esensial dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi Islam. Dengan mengintegrasikan nilainilai Al-QurAoan secara sistematis, pengajaran tidak hanya meningkatkan kemampuan Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 bahasa tetapi juga membentuk kepribadian mahasiswa yang sesuai dengan ajaran Islam. SIMPULAN Internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan melalui pengajaran bahasa Arab di perguruan tinggi merupakan upaya strategis yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa sesuai dengan ajaran Islam. Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang terkandung dalam Al-QurAoan. Peran dosen sebagai mediator nilai sangat menentukan keberhasilan proses ini, dengan menggunakan berbagai strategi pengajaran berbasis nilai yang kontekstual, integratif, dan reflektif. Integrasi nilai-nilai QurAoani dalam materi bahasa Arab, seperti pemilihan teks ayat-ayat Al-QurAoan yang kaya pesan moral dan penerapan metode diskusi serta refleksi, mampu mendorong mahasiswa untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengajaran bahasa Arab di kampus bukan sekadar transfer ilmu bahasa, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter muslim yang berlandaskan nilai-nilai QurAoani, yang pada akhirnya mendukung terciptanya generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. DAFTAR RUJUKAN Afroni. PENDEKATAN HOLISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB. Al-Lahjah : Jurnal Pendidikan. Bahasa Arab. Dan Kajian Linguistik Arab, 1. , 1Ae14. https://doi. org/10. 32764/lahjah. Alamsyah. Fathurahman. , & Subekti. Hubungan Ilmu dengan NilaiNilai Hidup Manusia Sebagai Basis Pengembangan Teori dan Konsep dalam Kajian Manajemen Pendidikan Islam. Journal of Educational Review and Cultural Studies, 2. , 101Ae109. https://doi. org/10. 61540/jercs. Gafur. Mahasiswa & Dinamika Dunia Kampus. Rasibook. Hendri. PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB MELALUI PENDEKATAN KOMUNKATIF. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 3. , 196Ae210. https://doi. org/10. 24014/potensia. Iskandar. Studi Alquran dan Integrasi Keilmuan: Studi Kasus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 1. , 86Ae93. https://doi. org/10. 15575/jw. KHADAFI. INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAK MELALUI PEMBELAJARAN AL-QURAoAN HADITS DI SMP MUHAMMADIYAH 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010 [S1. Universitas Muhammadiyah Surakart. https://eprints. id/8863/ Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA. Jumlatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab https://ejournal. id/index. php/jumlatuna/index Volume . Nomor . e-ISSN 3110-0325 Napisah. Penerapan strategi internalisasi nilai nilai akhlak dalam pembelajaran Agama Islam: Penelitian pada Fakultas Agama Islam Universitas Garut [Masters. UIN Sunan Gunung Djati Bandun. https://digilib. id/17920/ Nugroho. Cahyadi. Rahayu. Maulana. Nurhayati. , & Juariyah. Peranan Kepemimpinan Dosen Dalam Membentuk Mahasiswa Berkarakter Di Perguruan Tinggi STIA Bagasasi Bandung. JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI, 76Ae81. https://doi. org/10. 61722/jrme. Pratama. Faqih. , & Nurhadiansyah. Contextual Learning Models to Improve Student Learning Outcomes About Natural Resources. Action Research Journal Indonesia, 111Ae122. Rositawati. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian pada Mata Kuliah Termodinamika. Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika Aplikasiny. , 2. , 42Ae51. https://doi. org/10. 20961/prosidingsnfa. Setyaningsih. , & Rochma. INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYYAH NURUSSALAM MANTINGAN. el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education, 3. , 83Ae90. https://doi. org/10. 24014/ejpe. Syefudin. Pengaruh Kualitas Layanan Akademik dan Kinerja Dosen terhadap Kepuasan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta [Masters. Institut PTIQ Jakart. https://repository. id/id/eprint/209/ Syukran. Fungsi Al-QurAoan bagi Manusia. Al-IAojaz: Jurnal Studi AlQurAoan. Falsafah Dan Keislaman, 1. , 90Ae108. https://doi. org/10. 53563/ai. Internalisasi Nilai-Nilai Al-QurAoan Melalui Pengajaran Bahasa Arab Di Perguruan TinggiA,