JURNAL BANUA OGE TADULAKO Vol. : 98-103. Mei 2025 ISSN: 2828-2353 Penerapan Konseling Individu Teknik Kontrak Perilaku Dalam Mereduksi Kecanduan Game Online (Application Of Individual Counseling Behavioral Contract Techniques In Reducing Online Game Addictio. Sari. Syahran. Sastrawati. Universitas Tadulako. * *) e-mail: Arumadis71@gmail. orresponding autho. Abstract This research was conducted to help alleviate online gaming addiction among students by utilizing guidance and counseling services. This study aims to determine the application of individual counseling using the behavioral contract technique in reducing online game addiction. The subject of this study is one of the ninth-grade students at SMPN 3 Palu. This study uses the action research method of guidance and counseling (PTBK) with two cycles. The research results show a decrease in online game addiction among the students. The results can be seen in the pre-action data, which showed that students' online gaming addiction was in the high category with a score of 68, then decreased to a score of 54 in cycle 1, and in cycle 2 decreased again to 39 with a low category. Therefore, these results indicate that individual counseling using a behavioral approach with a behavioral contract technique can reduce online gaming addiction. Keywords: individual counseling, behavior contracts, behavior, online games, addictions Dampak negatif dari game online bagi peserta didik yaitu PENDAHULUAN menghabiskan uang jajannya untuk membeli kuota atau Perkembangan teknologi yang semakin maju membawa Salah vocer, membuat peserta didik lupa waktu sehingga menimbulkan banyak hal yang lebih penting seperti belajar, perkembangan teknologi yang diminati dan mudah ditemui beribadah bahkan kesehatannya sendiri . , juga dapat di kalangan remaja yaitu game online. Game online menyebabkan bahwa kefokusan dan keaktifan dalam belajar merupakan permaianan yang dapat diakes secara online oleh dapat menurun apabila terlalu sering bermain game online banyak pemain dengan menggunakan jaringan internet . Game online semestinya tidak akan berdampak buruk Kemudian menurut Susanti et al. game online merupakan jika peserta didik tidak sampai pada kecanduan . permainan yang dilakukan dengan menagkses jaringan Menurut Lee dalam Yuda . terdapat empat komponen internet dan dimainkan oleh beberapa orang secara indikator yang menunjukkan seseorang kecanduan game bersamaan dengan waktu yang sama serta ada aturan-aturan online, yakni: dan target yang ingin dicapai dalam permaianan tersebut. Excessive use (Penggunaan yang berlebiha. , komponen Pada dasarnya game online diperuntukan untuk mengusir ini didominasi pikiran individu, perasaan sangat butuh, kepenatan ataupun hanya melaksanakan refreshing otak dan tingkah laku. sehabis melakukan kegiatan tiap hari . Namun realitasnya Withdrawal game online saat ini menyebabkan kecanduan. Laily et al. mengungkapkan bahwa kecanduan game online adalah menyenangkan karena penggunaan game online yang perilaku yang bersifat kompulsif untuk memuaskan diri pada Gejala ini akan berpengaruh pada fisik individu permainan yang dimainkan dengan koneksi internet hingga seperti timbulnya perasaan pusing dan insomnia. (Gejala menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini Tolerance (Tolerans. , merupakan proses di mana memberikan dampak negatif pada individu yang mengalami terjadinya peningkatan jumlah penggunaan game online kecanduan game online. untuk mendapatkan efek perubahan dari mood http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 98-103. Mei 2025 Sari et al Negative repercussion (Reaksi negati. komponen ini AD juga menjukkan perilaku tidak aktif dalam proses mengarah pada dampak negatif yang terjadi antara belajar, cenderung bercerita dengan teman, dan selalu pengguna game online dengan lingkungan seperti melihat kebawah meja yang ternyata sedang bermain games pekerjaan, sekolah, belajar ataupun aktivitas lainnya. Olehnya perilaku tersebut menunjukkan gejala Selanjutnya kecanduan game online tidak hanya terjadi kecanduan game online. AD mengatakan kepada guru BK begitu saja, melainkan dapat didasari dari beberapa faktor. bahwa ia juga merasa resah dan khawatir dengan nilainya. Detria dalam Adiningtyas . mengungkapkan terdapat tetapi ia sulit untuk melepas game online. faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi individu Apabila hal ini tidak segera diatasi maka mempengaruhi mengalami kecanduan game online. Faktor internal antara lain Keinginan yang kuat dari diri remaja untuk memperoleh memerlukan bantuan untuk mengentaskan permasalahannya nilai yang tinggi dalam game online. Ketidakmampuan terkait kecanduan games online. Timbulnya gejala-gejala mengatur prioritas untuk mengerjakan aktivitas penting kecanduan game online pada peserta didik lainnya, adanya perasaan bosan. Kurangnya self control. Faktor Eksternal yaitu Lingkungan yang kurang terkontrol. Kurang memiliki hubungan sosial yang baik. Harapan orang mengurangi kecanduan game online yang dapat berdampak tua yang melambung terhadap anaknya untuk mengikuti negatif pada keadaan fisik dan psikis peserta didik yang berbagai kegiatan seperti kursus atau les, sehingga kebutuhan terdampak . primer anak, seperti kebersamaan, bermain dengan keluarga Olehnya di sekolah. Dalam upaya untuk mereduksi kecanduan game online menjadi terlupakan. pada peserta didik tersebut, tindakan yang dapat dilakukan Berdasarkan uraian tersebut, kecanduan game online yaitu melalui konseling individu pendekatan behavior teknik menjadi salah satu fenomena yang dapat terjadi pada kontrak perilaku. Menurut Prayitno dalam Duwi Sitoresmi individu di lingkungan masyarakat termasuk peserta didik. menjelaskan pemberian layanan konseling individual Kecanduan game online yang dialami pada masa peserta memiliki tujuan untuk membantu mengentaskan masalah didik, dapat mempengaruhi aspek sosial peserta didik dalam yang dialami oleh peserta didik. Pendekatan Behavioral menjalani kehidupan sehari-hari, karena banyaknya waktu yang dihabiskan di dunia maya mengakibatkan peserta didik kurang berinteraksi dengan orang lain dalam dunia nyata . melibatkan komitmen dan menggabungkan reinforcement Kecanduan game online terjadi pada salah satu peserta . positif maupun negatif. didik SMPN 3 Palu. Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil Downing dalam Yuda . mengungkapkan bahwa wawancara dan observasi yang dilakukan, guru BK kontrak perilaku atau behavior contract dapat digunakan menyatakan sering mendapatkan laporan atau keluhan dari untuk mengajarkan perilaku baru, mengurangi perilaku yang beberapa guru mata pelajaran mengenai salah satu peserta didik kelas IX K berinisial AD yang sering kali bermain game online ketika pembelajaran berlangsung. Meskipun kontrak perilaku dalam layanan konseling individu mampu telah mendapat teguran beberapa kali, namun perilaku secara efektif dan efisien mengurangi masalah remaja/subjek tersebut tetap saja berulang, tentu hal ini merupakan tindakan yaitu kecanduan game online . Hal ini juga sejalan dengan yang salah terlebih lagi sekolah tersebut tidak mengizinkan penelitian Laily et al. yang mengungkapkan bahwa untuk membawa smarthphone sehingga peserta didik konseling individu dengan teknik kontrak perilaku dapat mendapatkan teguran keras dari guru BK. mereduksi kecanduan game online. http://jurnal. id/index. php/jbot Penggunaan JBOT 4 . : 98-103. Mei 2025 Sari et al Kemudian Maulita et al. mengungkapkan Behavioral Instrumen yang digunakan untuk mengukur skala contract juga dapat membantu individu dalam menjaga kecanduan game online yaitu angket kecanduan game online konsisten perubahan perilaku melalui reward atau hadiah, dan lembar evaluasi konseling. Angket kecanduan game dan punishment atau hukuman yang diterapkan dalam online bertujuan untuk mengukur sejauh mana perubahan kontrak, serta reinforcement sebagai pendorong positif peserta didik terkait dengan kecanduan game online yang seseorang dalam mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih Skala diberikan sebelum pelaksanaan konseling Berdasarkan permasalahan dan uraian tersebut, maka individu. Setelah pelaksanaan konseling individu kontrak peneliti bermaksud untuk melakukan riset dengan penerapan perilaku siklus 1 dan setelah pelaksanaan siklus 2 untuk konseling individu teknik kontrak perilaku dalam upaya mengetahui perbandingan dan penurunan kecanduan game mereduksi kecanduan game online. online peserta didik. angket kecanduan game online terdiri dari 21 pernyataan. METODE Skala yang disusun dalam penelitian ini menggunakan Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan empat alternatif jawaban, yaitu: sangat setuju dengan skor 4. Bimbingan dan Konseling. PTBK adalah jenis penelitian Setuju dengan skor 3, tidak setuju dengan skor 2 dan sangat yang berpusat pada penyelesaian masalah konseling melalui tidak setuju dengan skor 1. Perhitungan skor adalah Skor layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan secara Total dengan menjumlahkan jumlah semua skor. Maulita Tabel 1. Kriteria skor . Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 3 Palu. Sulawesi Kriteria Rentang Skor tengah dengan subjek peserta didik kelas IX K berjumlah Sangat tinggi 69 Ae 84 satu orang atas rekomendasi guru Bimbingan dan konseling. Tinggi 53 Ae 68 Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling ini dilakukan Rendah 37 Ae 52 Sangat rendah 21 Ae 36 di ruangan konseling sekolah. Kemmis dan McTaggart dalam Laily et al. penelitian Angket yang digunakan telah diuji validitas dan tindakan pada hakikatnya berupa rangkaian kegiatan yang realibilitasnya menggunakan SPSS Ver 25 dengan hasil nilai terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan tindakan, signifikansi < 0. 05 dan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,953. Sesuai hasil tersebut, angket yang digunakan valid dan pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahapaan tersebut merupakan serangkaian sebagai satu siklus penelitian tindakan. Desain penelitian adalah sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh pada tahap Pra tindakan, siklus 1 hingga siklus 2 dalam mereduksi kecanduan game online pada salah satu peserta didik kelas IX SMPN 3 Palu. Sulawesi tengah berinisial AD melalui konseling individu pendekatan Behaviour teknik kontra perilaku akan dijabarkan sbeagai berikut. Hasil Pra Tindakan Berdasarkan hasil angket pra tindakan menunjukkan kondisi awal kecanduan game online AD yang tinggi dengan Gambar 1. Siklus PTBK http://jurnal. id/index. php/jbot skor sebesar 68 dengan pesentase 81%, hal ini menandakan JBOT 4 . : 98-103. Mei 2025 Sari et al AD menghabiskan waktu terlalu lama untuk bermain game Pada Smart dalam Irawan et al. mengungkapkan bahwa seseorang terbiasa bermain game online dengan waktu yang diantaranya kurang menggali permasalahan AD, belum berlebihan akan menyebabkan kecanduan. Bermain game memberikan rasa kenyamanan agar AD dapat terbuka dalam online sering membuat AD tidur larut malam, hingga merasa menceritakan permaslahannya, jumlah kontrak perilaku yang cemas atau gelisah saat tidak bermain game atau tidak dapat disepekati semestinya disesuaikan dengan kemampuan dan mengakses game online. waktu yang dimiliki AD. Anak akan merasakan perasaan 1,terdapat yang gelisah, stres, marah-marah, dan bahkan tidak mau Kelemahan tersebut menjadi perbaikan pada siklus 2. belajar apabila sudah mengalami kecanduan game online Kemudian dari hasil lembar evaluasi yang dilakukan, . menunjukkan kategori Baik. Berdasarkan penjabaran tersebut Pengamatan lain juga mengenai perilaku kecanduan maka diketahui bahwa terdapat penurunan kecanduan game games online AD. AD sering kali bermain games pada saat online AD dengan keterlaksanaan konseling yang baik proses pembelajaran berlangsung, jam kosong hingga waktu namun penurunan tersebut belum maksimal dan AD terlihat bermain secara berkelompok ataupun mencapai kesepakatan antara peneliti dan guru BK dalam melakukannya sendiri dengan durasi waktu yang tidak dapat mereduksi kecanduan game online AD, di mana kesepakatan Kondisi ini menggambarkan Ada mengalami pada kategori rendah. Selain itu dari hasil pengamatan lebih kecanduan game online dan kondisi sebelum diberikan lanjut. AD telah mengikuti dengan baik kontrak perilaku layanan konseling individual dengan pendekatan behavior untuk tidak bermain games saat proses pembelajaran. teknik kontrak perilaku. Meskipun seperti itu. AD masih bermain dan games saat jam Hasil Siklus 1 istirahat ataupun jam kosong hal ini menandakan AD masih Pada tahap siklus 1 peneliti, melakukan 3 kali pemberian melanggar aturan sekolah yaitu membawa smarthphone. Layanan konseling pertemuan pertama, peneliti Sehingga peneliti kembali melakukan konseling individu memfokuskan untuk menggali permaslahan dengan AD dan pada tahap siklus 2 untuk memaksimalkan konseling melakukan pendekatan yang lebih dalam. Layanan konseling individu kontrak perilaku pendekatan behavior. pertemuan kedua, memfokuskan untuk mencari solusi terbaik Hasil Siklus 2 dan menyepakati kontrak perilaku yang akan dilakukan. Tahap Siklus 2, peneliti merencakan dan melakukan kemudian pada layanan konseling pertemuan ketiga, layanan konseling individu dengan pemeberian layanan yang memfokuskan untuk mengevaluasi dan merefleksikan hasil sama dengan siklus 1 dengan maksimalkan pada proses dari pelaksanaan kontrak perilaku. konseling dan kontrak perilaku yang belum tercapai pada Berdasarkan hasil yang telah dilakukan pada tahap siklus Pada tahap siklus, peneliti memfokuskan dalam 1 menunjukkan kecanduan game online AD mengalami penurunan skor permasalahan yang dialami AD, meyakinkan AD untuk setelah diberikan konseling individu pendekatan behavioral teknik kontrak perilaku dengan hasil 54 dengan persentase 64,2 %. Namun skor tersebut masih dengan menyesuaikan kemampuan dan waktu yang dimiliki dalam kategori tinggi, meskipun demikian skor kecanduan AD untuk mencapai hasil yang maksimal dan kesepakatan game online AD mengalami penurunan sebanyak 14 skor. Hasil tersebut, menjadi dasar refleksi untuk melakukan kemudian kembali melakukan kontrak perilaku Hasil yang diperoleh pada siklus 2 menunjukkan AD perencanaan pada tahap siklus 2. mengalami penurunan kecanduan games online dengan skor 39 kategori rendah dengan persentase 46, 4%, hasil ini lebih http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 98-103. Mei 2025 Sari et al rendah dari pada siklus 1 dan pra tindakan kemudian hasil membawa smartphone, hingga saat proses pembelajaran AD siklus 2 telah mencapai tujuan dari pelaksanaan layanan cenderung pasif, namun setelah pemberian layanan AD konseling individu. Hasil keterlaksanaan layanan konseling menunjukkan keaktifan dalam kelas, tidak membawa menunjukkan kategori sangat baik, dengan begitu peneliti handphone, tidak bermain games saat proses pembelajaran dan tidaka ada keluhan ataupun laporan dari guru mengenai kekurangan yang ada pada siklus 1 sehingga siklus 2 AD AD tersebut. Guru mata pelajaran bahwa AD tersebut telah dapat melakukan konseling individu dengan kotrak perilaku, mengalami perubahan yang baik. mengubah perilakunya yang dapat mereduksi kecanduan Penggunaan pendekatan behavior teknik kontrak perilaku games onlinenya. Kemudian selama melakukan pengamatan memberikan kemudahan antara peneliti dan peserta didik terhadap AD selama siklus 2. AD dapat menolak ajakan teman sekolah untuk tidak bermain games, tidak membawa membatasi perilaku game online, peserta didik dapat handphone ke sekolah, aktif dalam proses pembelajaran, menentukan reward dan punishment selama pemberian tidak mendapatkan teguran ataupun laporan dari guru mata Reward dan punishment bermanfaat sebagai pendorong positif dan menyadarkan akibat dan konsekuensi kerja sama Berdasarkan paparan di atas, hasil penerapan konseling dari perilaku peserta didik. Olehnya dari hasil pemberian individu pendekatan behavior teknik kontrak perilaku layanan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan menunjukkan adanya perubahan kecanduan yang dimiliki penerapan layanan konseling individu pendekatan behavior AD terkait games online. Hasil tersebut dapat dilihat pada teknik kontrak perilaku dapat mereduksi kecanduan games data pra tindakan yang menunjukkan kecanduan games online peserta didik. online AD pada kategori tinggi dengan skor 68, kemudian REFFERENSI menurun menjadi skor 54 pada siklus 1dan pada siklus 2 kembali menurun menjadi 39 dengan kategori rendah, . Lebho. Ch. Lerik. Wijaya, and S. Littik. AuPerilaku Kecanduan Game Online Ditinjau dari Kesepian dan Kebutuhan Berafiliasi pada Remaja,Ay Journal of Health and Behavioral Science, vol. 2, no. 202Ae212, 2020, doi: 10. 35508/jhbs. Susanti. Budiman, and Mahpudin. AuSystematic Literatur Review : Dampak Game Online,Ay Seminar Nasional Pendidikan, pp. 634Ae641, 2021. Duwi Sitoresmi. AuPengaruh Konseling Individual Behaviour Kontrak Perilaku Untuk Mengatasi Kecanduan Game Online Pada Remaja,Ay Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling, vol. 3, no. 1, pp. 30Ae 37, 2022, doi: 10. 36728/cijgc. Laily and E. Sulistiyowati. AuMereduksi Kecanduan Game Online Melalui Layanan Konseling Dengan Teknik Kontrak Perilaku Pada Siswa Xi Rpl Smk Negeri 1 Lumajang Tahun Ajaran 2018/2019,Ay HELPER : Jurnal Bimbingan dan Konseling, vol. 36, no. 1, pp. 16Ae20, 2019, doi: 10. 36456/helper. Zendrato and H. Harefa. AuDampak Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa,Ay Educativo: Jurnal Pendidikan, vol. 1, no. 1, pp. 139Ae148, 2020, doi: 56248/educativo. olehnya hasil tersebut menunjukkan konseling individu mereduksi kecanduan game online. KESIMPULAN Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan yaitu penerapan konseling individu pendekatan behavior dengan teknik kontrak perilaku dapat mereduksi kecanduan games online, hal ini dapat dilihat dari hasil pelaksanaan layanan yang menunjukkan penurunan yang sebelumnya kategori tinggi dengan skor 68 pada pretest menurun di siklus 1 dengan skor 54 dan kembali menurun di siklus 2 hingga skor 39 pada kategori rendah. AD yang sebelumnya menunjukkan perilaku yang sering kali bermain games saat proses pembelajaran berlangsung, sering mendapat teguran dari guru, bermain games online dengan durasi yang lama, http://jurnal. id/index. php/jbot JBOT 4 . : 98-103. Mei 2025 Harahap. AuANALISIS KECANDUAN GAME ONLINE PADA SISWA DAN STRATEGI GURU BK DALAM PEMBERIAN LAYANAN BK,Ay vol. 09, no. September, pp. 2598Ae2604, 2023. Yuda. Mereduksi Kecanduan Game Online Melalui Konseling Individu Dengan Teknik Kontrak Perilaku Pada Peserta Didik Di Smp Negeri 19 A. Adiningtiyas. AuPeran Guru Dalam Mengatasi Kecanduan Game Online,Ay KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, vol. 4, no. 1, pp. 28Ae40, 2017, doi: 10. 33373/kop. Irawan and Di. Siska W. AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecanduan Game Online Peserta Didik,Ay Jurnal Konseling Gusjigang, vol. 7, no. 1, pp. 9Ae19, 2021. Maulita and R. Saputra. AuKonseling Kelompok Teknik Behavioral Contract dalam Menurunkan Intensitas Bermain Game Online Pada Siswa,Ay vol. 29, pp. 52Ae66, . Lature. AuDampak Kecanduan Game Online Terhadap Aktivitas Belajar Siswa,Ay IVIV SOCIETY RESEARCH and EDUCATION: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 5, no. 1, pp. 81Ae94, 2024. http://jurnal. id/index. php/jbot Sari et al