Volume 15 . issue 2 . Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudhi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . TELAAH RINGKAS TAFSIR ABUL AAoLA AL-MAWDUDI. TAFHIM AL-QURAoAN Ahmad Nabil Amir dan Tasnim Abdul Rahman . NEGOSIASI STATUS SOSIAL DAN PRINSIP KESETARAAN: STUDI PADA TRADISI SANDINGAN MALAM JUMAT LEGI DALAM KEBUDAYAANAN PANDALUNGAN DI LUMAJANG JAWA TIMUR Muhammad ZaAoim Zacky Fadl-Lillah dan Alanuari . PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM PENYEBARAN ISLAM DAN TERBENTUKNYA TRADISI KEAGAMAAN LOKAL PADA ABAD KE-19 Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani . KONSEP JIWA DAN ETIKA ISLAM : KAJIAN FILSAFAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Siti Nur Amanda. LuAolu Ulzannah. Khairun Anwar dan Sari Febriani 75 PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DARI MASA KLASIK HINGGA KONTEMPORER Muhammad Najibudin. Hafsa. Zulfa Hamidah dan Sari Febriani . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION PENDIDIKAN DAN PENYEBARAN PERADABAN ISLAM: KETERKAITAN HISTORIS MASA BANI UMAYYAH DENGAN ISLAMISASI DI NUSANTARA Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah . RELEVANSI MAQAM TASAWUF DALAM MEMBENTUK ETOS KEILMUAN DAN KARAKTER BANGSA DI ERA MODERN Gina Husniati Zahra. Rendi Imam Saputra. Indriani dan Sari Febriani 147 MENYUARAKAN KESEIMBANGAN: PEMIKIRAN DAKWAH WASATIYYAH TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID . DI PULAU LOMBOK. INDONESIA Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi . PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI AGH. MUHAMMAD NUR DALAM KAJIAN HADIS DI SULAWESI SELATAN: TELAAH TERHADAP KITAB KASYF AL-ASTAR Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah . ANALISIS KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGI NASKAH MANAKIB ABDUL QADIR AL-JAELANI Ahmad Hafidhuddin . Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM PENYEBARAN ISLAM DAN TERBENTUKNYA TRADISI KEAGAMAAN LOKAL PADA ABAD KE-19 Asnawiyatul Muna Fakultas Islam Nusantara. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta zahrinaais25@gmail. Mardia Fakultas Islam Nusantara. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta mardiyah07956@gmail. Caisar Fayth Isyandairda Fakultas Islam Nusantara. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta feytsaraci@gmail. Sari Febriani Fakultas Islam Nusantara. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta sarifebriani@unus. DOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA e AoIA e AEOOEIIA e AOIOEOOI uOIOA AIO EI OcOI uEI IA AOEEI OI eOOA AIOIA A eOIENI OI O OE EN uOIIA. -A eOIOIOEI O O EOII EOEE A EOA e AOA e ,A OI EIA,AIOIIAEI EOEOI OEOOEA AIOIOIOEA AEOI EOII EIA AEOOEIIA A OI IEOOA,A Io OIOEOOI O OOIEI uOEN Io ONA. AOE EOOII IEA e ,AOOEO OO OEOA e AOIOA A AOEO EOI ONEI A. A I OAOOI O uOEIN O OEOAIA,AOIEA e AOO OA e AEON I eOIOOEI I OA A O oEI A,AuEIONA AIOA AEOAOA THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani c e AIOIOIOEIA A NOE OIOEOOIA. A OuO O EOII I OI uEIA ANOIA e AIO IOIO eEIA e AEOOEIIA e AOOI EOIIA ,AOOEO IOEEOO OOE O OEI uOIIA e AO EOIOE IOO A e ,AOOI ONA A OI EI EOEE O eOOA. AOO E EOIOA e AOI OOEOOIOA e AIOIA A O OA. AAOEO OI eOIOOEI I IOEEOO OIN O OEE EOIA e AIOI eOA e AOIOEA ,AEONEI OO EOEO O eI I uEI OI EOEEA AEOII O OA A OIOEOOI uOIO IOIOOEIA. A O OOI OI IEO EOIA,A Oi OEOEOA,AO eOO ON EOOA e A IOI eOA,AEOIOO O O OINII OIIOE uEIO O EOEE O OIOA e AEONEIA ANO EOOEOIA e AOE NcA AIOuEOIEI O uOIOA ,AOOI OuO O EOEOI OEOOEA e AEOOEIIA A EOEO OA,-A EOA,A O O EOII EOEEA,A OcOI uEIA,AIOA :AE EOIIOA AOOA Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran strategis Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam dan pembentukan tradisi keagamaan lokal pada abad ke19. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana kesultanan memanfaatkan kekuasaan politik, jaringan ulama, serta lembaga keagamaan dalam membentuk pola keberagamaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode sejarah, dengan analisis sumber tertulis berupa buku, jurnal, dan referensi ilmiah yang relevan. Fokus kajian diarahkan pada aktivitas dakwah dan pendidikan agama yang terpusat di Masjid AlIkhsaniyyah, yang didirikan pada tahun 1880 sebagai pusat keagamaan dan pengajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan Kesultanan Jambi menerapkan sistem keagamaan terstruktur melalui regulasi pengangkatan imam, pengawasan khutbah, serta kontrol materi ajar berbasis kitab kuning. Peran ulama lokal seperti Pangeran Wirokusumo memperkuat jaringan pendidikan agama melalui Rumah Batu Olak Kemang. Tradisi keagamaan yang terbentuk memperlihatkan proses akulturasi antara ajaran Islam dengan adat lokal, seperti ziarah kubur, pembacaan seloko, serta penguatan peran majelis taklim. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman dinamika Islamisasi lokal di Sumatra, memperlihatkan bahwa kesultanan tidak hanya berperan sebagai pusat kekuasaan politik, melainkan juga sebagai pelaku penting dalam pembentukan identitas keagamaan masyarakat Jambi secara turun-temurun hingga saat ini. Kata Kunci: Kesultanan Jambi. Penyebaran Islam. Tradisi Keagamaan Lokal. Abad ke -19. Akulturasi Budaya. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . Abstract This study aims to explain the strategic role of the Jambi Sultanate in the spread of Islam and the formation of local religious traditions in the 19th The main issue raised is how the sultanate utilized political power, networks of ulama, and religious institutions in shaping the pattern of religious community. The research method used is the historical method, with analysis of written sources in the form of books, journals, and relevant scientific references. The focus of the study is directed at the activities of da'wah and religious education centered at the Al-Ikhsaniyyah Mosque, which was founded in 1880 as a center for Islamic religion and teaching. The results show that the Jambi Sultanate implemented a structured religious system through regulations on the appointment of imams, supervision of sermons, and control of teaching materials based on yellow books. The role of local ulama such as Pangeran Wirokusumo strengthened the religious education network through the Rumah Batu Olak Kemang. The formed religious traditions demonstrate the process of acculturation between Islamic teachings and local customs, such as grave pilgrimages, recitation of seloko, and strengthening the role of the majelis taklim (Islamic study grou. This research contributes to the understanding of the dynamics of local Islamization in Sumatra, demonstrating that the sultanate served not only as a center of political power but also as a crucial actor in shaping the religious identity of the Jambi people, passed down through generations to the present Keywords: Jambi Sultanate, spread of Islam, local religious traditions, 19th century, cultural acculturation. PENDAHULUAN ndonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman budaya dan agama yang melimpah. Keberagaman ini menjadi warisan sejarah panjang yang mencerminkan proses akulturasi antara elemen lokal dan pengaruh eksternal, termasuk dalam hal penyebaran agama. Salah satu agama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk identitas budaya dan tradisi masyarakat Indonesia adalah Islam. Sejak kedatangannya di Nusantara. Islam bukan sekedar menjadi keyakinan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani religius, tetapi juga memengaruhi aspek sosial, politik, dan budaya1. Proses Islamisasi yang terjadi pada abad ke-13 hingga abad ke-19 telah membentuk pola kehidupan masyarakat yang khas di berbagai daerah, termasuk di Jambi2. Sebagai salah satu kesultanan di Nusantara. Kesultanan Jambi memiliki peranan dalam proses penyebaran Islam, terutama pada abad ke-193 . Akan tetapi, kajian mendalam mengenai kontribusi Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam dan terbentuknya tradisi keagamaan lokal masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami peran strategisnya dalam sejarah Islamisasi di Nusantara. Kesultanan Jambi, yang berdiri sejak abad ke-17, merupakan salah satu kerajaan Islam yang memiliki kedudukan strategis di sepanjang pesisir timur Sumatera. Lokasi geografis yang berletak di pinggir sungai batang ini memberikan akses langsung ke jalur perdagangan internasional, yang menjadi salah satu sarana utama masuknya Islam ke wilayah tersebut4. Islamisasi di Jambi juga sangat didukung oleh peran para ulama dan tokoh agama yang berkolaborasi dengan pihak kesultanan,seperti sayyid idrus bin hasan Al-Jufri atau biasa dikenal dengan sebutan nama Pangeran Wirokusumo5. Beliau merupakan pendiri Rumah Batu Olak kemang,yaitu tempat sekaligus lembaga untuk menyebarkan islam6. Kemudia,Kesultanan Jambi ________________ Andes rehulina Andes. AuPengaruh Islam Dalam Kesenian Dan Kebudayaan Di Pulau Jawa,Ay AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies 3, no. : 153Ae66, https://doi. org/10. 69698/jis. Nur Yulia Iisseneini and Isrina Siregar. AuProses Islamisasi Pada Masa Kerajaan Melayu Jambi,Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah 1, no. : 42Ae52, https://doi. org/10. 22437/krinok. Deki Syaputra. AuSultan Dan Islam: Peran Kesultanan Jambi Dalam Islamisasi Di Kerinci,Ay Hadharah 14, no. : 15Ae30. Ricu Sidiq. Najuah, and Pristi Suhendro Najuah. Sejarah Indonesia Periode Islam, 2020, http://digilib. id/48966/1/Book. Iisseneini and Siregar. AuProses Islamisasi Pada Masa Kerajaan Melayu Jambi. Ay Febriani Febriani and Reka Seprina. AuPemanfaatan Cagar Budaya Rumah Batu Olak Kemang Di Jambi Kota Sebrang Sebagai Sumber Belajar Bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jambi,Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah . 119Ae33, https://doi. org/10. 22437/krinok. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . selain berfungi sebagai pusat kekuasaan politik, juga sebagai pusat penyebaran agama dan pendidikan Islam. kebijakan politik yang dijalankan oleh kesultanan sering kali beriringan dengan upaya dakwah Islam 7. Para sultan Jambi kerap mendukung aktivitas dakwah, membangun masjid, dan memfasilitasi pendidikan agama melalui pesantren dan madrasah. salah satu sultan yang mendukung yaitu Sultan Taha Syaifuddin,yang memimpin kesultanan jambi pada abad ke-19,pada saat itu beliau naik tahta pada tahun 18858. Tradisi keagamaan yang terbentuk pada masa ini menjadi bukti nyata peran aktif Kesultanan Jambi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam budaya lokal. Proses akulturasi yang terjadi di Jambi memperlihatkan bagaimana Islam diterima dan disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat setempat9. Tradisi keagamaan yang berkembang, seperti perayaan Maulid Nabi, upacara tabut, dan tradisi doa bersama, menunjukan sinergi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Proses tersebut menciptakan identitas keagamaan yang khas, yang sampai sekarang masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat Jambi. seiring dengan modernisasi dan globalisasi, tradisi keagamaan lokal ini menghadapi tantangan yang serius. Banyak generasi muda yang mulai kehilangan pemahaman tentang akar budaya dan tradisi keagamaan yang diwariskan oleh leluhur mereka. Penelitian mengenai peran Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam dan pembentukan tradisi lokal bukan hanya memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan historiografi, tetapi juga sebagai langkah untuk melestarikan warisan budaya dan tradisi keagamaan yang terancam ________________ Rati Juliana. AuIntegrasi Orang-Orang Keturunan Arab Di Kesultanan Melayu Jambi Dalam Menghadapi Kolonial Belanda . Ay . Indra Martin Sianipar. AuAnalisis Kepemimpinan Sultan Thaha Saifuddin Dalam Perlawanan Terhadap Belanda Di Jambi,Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah . 94Ae100, https://doi. org/10. 22437/krinok. Randi Stiawan. AuA Kulturasi Islam Dan Seloko Adat Pada Masa K Esultanan Ja Mbi Ta Hun 1502-1515Ay I, no. : 75Ae87. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani memahami peran Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam memberikan perspektif baru tentang dinamika politik dan sosial pada masa kolonial. Abad ke-19 merupakan periode yang penuh tantangan bagi kesultanan-kesultanan di Nusantara, termasuk Jambi. Kehadiran kolonial Belanda tidak hanya membawa pengaruh dalam aspek politik dan ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Interaksi antara Kesultanan Jambi dan pemerintah kolonial mencerminkan kompleksitas hubungan kekuasaan yang memengaruhi proses Islamisasi dan tradisi lokal. Penelitian ini tidak sebatas memberikan kontribusi dalam bidang sejarah, melainkan juga memberikan wawasan tentang pentingnya peran institusi lokal dalam menjaga harmoni sosial dan keagamaan. maka dari itu . Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran strategis Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam pada abad ke-19 serta kontribusinya terhadap pembentukan tradisi keagamaan lokal yang berkelanjutan hingga METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah. Sumber data yang digunakan adalah sumber sekunder, meliputi buku, artikel jurnal yang relevan dengan peran Kesultanan Jambi dalam penyebaran Islam dan pembentukan tradisi keagamaan lokal pada abad ke-19. Menurut Kuntowijoyo . , metode penelitian sejarah terdapat lima tahapan yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, interpretasi, dan yang terakhir penulisan10. Pemilihan topik bertujuan untuk menentukan isu yang relevan, layak dikaji, serta memiliki nilai ilmiah yang penting dalam historiografi. Topik yang diangkat dalam penelitian ini dipilih karena menyangkut aspek sejarah lokal dan peran penting Kesultanan Jambi dalam perkembangan dakwah Islam pada abad ke-19. Tahap pengumpulan sumber dilakukan dengan mengakses berbagai referensi sejarah, baik berupa buku, jurnalyang relevan. Semua data yang ________________ AuPengantar_Ilmu_Sejarah_by_Kuntowijoyo_z . Pdf,Ay n. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . dikumpulkan akan melewati proses kritik sumber secara internal maupun eksternal untuk memastikan keaslian dan validitas informasi. Tahapan selanjutnya adalah interpretasi, yaitu menafsirkan data sejarah yang telah dikumpulkan dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, politik, dan keagamaan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara kritis untuk menggali makna, relevansi, dan keterkaitan antar peristiwa dalam membentuk tradisi keagamaan masyarakat Jambi. Tahap terakhir adalah penulisan, yaitu menyusun hasil penelitian secara sistematis, kronologis, dan ilmiah. Penulisan ini bertujuan agar hasil penelitian dapat dipahami dengan jelas, serta memberikan gambaran yang utuh dan komprehensif mengenai kontribusi Kesultanan Jambi dalam proses penyebaran Islam dan pembentukan tradisi keagamaan lokal. Melalui penerapan metode ini, diharapkan penelitian dapat memberikan sumbangan bagi kajian sejarah Islam Nusantara secara lebih mendalam. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesultanan Jambi sebagai Pusat Kekuasaan Politik dan Keagamaan Kesultanan Jambi pada abad ke-19 menerapkan struktur kekuasaan yang menempatkan sultan sebagai sumber pengesahan seluruh aktivitas keagamaan formal di wilayah kekuasaannya. Sistem ini tidak beroperasi secara simbolik, melainkan dibangun melalui pengawasan administratif yang sistematis11. Setiap kampung wajib memiliki seorang imam dan seorang khatib yang ditunjuk melalui keputusan tertulis dari istana. Surat pengangkatan imam disahkan dengan cap kerajaan dan ditandatangani langsung oleh kepala Dewan ________________ Aldiri Heribertus and Reka Seprina. AuJambi Masa Kolonialisme Imperialisme Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah : Study Kasus Kawasan Pusat Kota Pemerintahan Belanda Di Jambi Tahun 1906-1942,Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah . 26Ae41, https://doi. org/10. 22437/krinok. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani Agama Istana. Imam terpilih harus mengikuti prosesi pengukuhan yang dilaksanakan di Masjid Agung Jambi, tepatnya di bagian tengah ruang utama, di hadapan sultan dan para qadhi. Prosesi ini disertai pembacaan baiat, penyerahan jubah resmi, serta kitab fikih rujukan yang akan digunakan dalam mengajar. Penyerahan kitab biasanya berupa Fath al-Qarib. Sabil al-Muhtadin, atau al-Taqrib, yang kemudian dicatat sebagai tanggung jawab kurikuler imam Istana memiliki petugas pencatat yang mengarsipkan seluruh proses ini ke dalam Daftar Tugas Pegawai Agama yang disimpan di ruang catatan kerajaan12. Kegiatan dakwah yang dijalankan para imam diawasi secara berkala oleh utusan istana bernama Aupenilik ibadah,Ay yang bertugas mendatangi masjid-masjid kampung setiap dua pekan. Laporan tertulis dari penilik ibadah diserahkan ke bagian AuMajelis HisbahAy di istana. Laporan ini mencakup materi khutbah, pelaksanaan pengajian, absensi jamaah, hingga pelanggaran atau penyimpangan ajaran. Bila imam terbukti menyimpang dari panduan resmi kerajaan, maka ia akan dipanggil menghadap ke ruang Majelis Fatwa untuk klarifikasi. Dalam beberapa kasus, imam yang bersikap menentang fatwa resmi istana akan dicopot tanpa pengadilan, digantikan oleh calon cadangan yang sebelumnya telah melalui seleksi keilmuan. Prosedur ini memperlihatkan bahwa setiap aktivitas keagamaan berada di bawah kontrol hierarkis dari pusat kekuasaan. Kekuasaan sultan tidak hanya diakui karena garis keturunan atau pengaruh militer, tetapi dipertahankan melalui pengelolaan sistem hukum Islam yang diterapkan secara terorganisir. Qadhi utama kesultanan dipilih dari kalangan ulama yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat lanjut di pusat studi Islam Sumatra, seperti Palembang, atau bahkan ke Mekah melalui jalur pelayaran dari Kuala Tungkal. Proses pemilihan qadhi dilakukan melalui seleksi tertutup yang dilaksanakan oleh Dewan Fatwa, terdiri dari tiga ulama senior ________________ Neni Sumarni. AuSejarah Kesultanan Jambi Menurut Naskah AoIni Sajarah Kerajaan Jambi,AoAy Malay Studies: History. Culture and Civilization 1, no. 1Ae17, https://doi. org/10. 30631/malay. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . dan dua pejabat istana. Calon qadhi diwajibkan menunjukkan ijazah sanad keilmuan, hasil hafalan matan al-Minhaj, dan bukti pernah mengikuti halaqah hukum waris dan jinayah selama minimal dua Setelah terpilih, qadhi dilantik dalam upacara resmi di Balairung Utama, kemudian diberi cap pengadilan kerajaan serta sidang-sidang Sidang dilangsungkan di bangunan khusus bernama Balai Syariah, terletak 50 meter di sebelah timur Masjid Agung. Lokasi ini dipilih agar mudah dijangkau masyarakat namun tetap berada dalam area pengawasan Setiap putusan qadhi wajib dilaporkan secara tertulis ke sekretariat istana dan ditandatangani ulang oleh kepala balai hukum. Dalam perkara waris, qadhi wajib merujuk kepada kitab al-Bajuri dan mencantumkan dasar dalil hukum secara eksplisit di dalam teks Apabila terjadi perkara antara bangsawan dan rakyat biasa, qadhi harus meminta izin sultan sebelum putusan dijalankan, sebab putusan yang menyangkut keluarga istana tidak dapat dieksekusi tanpa Relasi ini menunjukkan bahwa sistem peradilan agama bukan ruang netral, melainkan berada dalam sirkuit kekuasaan yang saling Dalam praktik peradilan sehari-hari, qadhi dibantu oleh dua orang saksi tetap dari kalangan ulama kampung, yang bertugas menyampaikan kondisi sosial masyarakat saat perkara Informasi mereka dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan sanksi. Jika ditemukan indikasi pengaruh adat yang bertentangan dengan syariat, qadhi dapat memanggil ketua kampung untuk memberikan klarifikasi. Dalam beberapa kasus, qadhi memutuskan untuk menjalankan sanksi sosial seperti pengasingan dari masjid selama 40 hari atau kewajiban membersihkan masjid setiap Jumat sebagai bentuk kifarat sosial. Semua bentuk hukuman tersebut harus dicatat dalam Buku Sanksi Kesultanan dan diumumkan secara terbuka setelah salat Jumat. Sistem dakwah yang diterapkan di bawah otoritas kesultanan berjalan melalui jaringan vertikal yang disebut Ausilsi bil irsyad. Ay Setiap imam kampung wajib melaporkan perkembangan pengajaran agama secara berkala kepada imam muhtasib tingkat distrik. Imam muhtasib bertanggung jawab langsung kepada Dewan Hisbah dan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani memiliki kewenangan membina para imam di bawahnya. Laporan mingguan dikirimkan dalam bentuk tulisan tangan ke bagian Kearsipan Keagamaan Istana, disampaikan melalui utusan resmi yang disebut Aupengantar titah. Ay Jaringan ini bukan hanya jalur komunikasi, tetapi sekaligus perangkat kontrol ideologi13. Imam yang menggunakan kitab ajaran luarAimisalnya tulisan dari ulama luar Jambi yang tidak tercantum dalam daftar referensi resmiAidapat dikenai sanksi. Istana hanya mengizinkan penyebaran kitab dari jaringan ulama yang memiliki hubungan sanad dengan tokoh seperti Syekh Abdul Rauf Singkel atau Syekh Burhanuddin Ulakan. Selain pengawasan kitab, aktivitas halaqah juga diawasi dari segi isi. Jika halaqah dianggap terlalu banyak membahas isu tasawuf ekstrem atau mendiskusikan konsep-konsep seperti wahdatul wujud tanpa kerangka tafsir resmi, maka imam tersebut akan dipanggil untuk mengikuti pengkajian ulang bersama Dewan Fatwa. Dalam situasi krisis, sultan pernah mengeluarkan titah larangan pembacaan teks-teks tertentu selama Ramadan untuk mencegah polemik teologis. Titah tersebut disebarkan melalui khutbah serentak di seluruh masjid yang sudah disiapkan naskahnya oleh pejabat istana. Seluruh proses ini memperlihatkan bahwa Kesultanan Jambi tidak menyerahkan urusan keagamaan kepada otoritas independen, melainkan menjadikannya sebagai bagian dari strategi pemerintahan yang menyatu secara Dakwah, hukum, pengajaran, hingga pelarangan ajaran, semuanya merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang terkoordinasi secara vertikal dan terdokumentasi dalam arsip kerajaan yang bersifat wajib dan mengikat. Kontribusi Ulama dalam Dakwah dan Pendidikan Islam Peran ulama dalam proses penyebaran Islam di Kesultanan Jambi pada abad ke-19 tidak terlepas dari figur penting seperti Sayyid ________________ Tata Sukayat. AuINTERNALISASI NILAI ISLAM MELALUI KEBIJAKAN PUBLIK (Studi Terhadap Dakwah Struktural Program Bandung Agami. ,Ay Jurnal Dakwah . 79Ae102, https://doi. org/10. 14421/jd. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . Idrus bin Hasan al-Jufri, yang dikenal sebagai Pangeran Wirokusumo, seorang ulama keturunan Arab yang sekaligus menantu Sultan Taha Syaifuddin14. Ia mendirikan Rumah Batu Olak Kemang, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penyebaran Islam, serta tempat tinggal para santri dan tamu ulama dari luar Kehadiran Rumah Batu menunjukkan bahwa dakwah Islam di Jambi tidak bersifat sporadis, tetapi terorganisir melalui jaringan kekerabatan dan politik. Pangeran Wirokusumo secara aktif menjembatani komunikasi antara istana dengan masyarakat, terutama wilayah Seberang Jambi yang pada saat itu berkembang sebagai basis sosial keagamaan. Di Rumah Batu, ulama mengajarkan fikih, tauhid, dan tafsir dengan pendekatan tradisional berbasis kitab kuning beraksara Jawi, yang disalin tangan oleh santri dan digunakan dalam Peran strategis ini menunjukkan bahwa ulama bukan hanya sebagai penyampai ajaran agama, tetapi juga sebagai pendidik, mediator sosial, dan penguat struktur kekuasaan Islam di Jambi. Dukungan dari Sultan Taha terhadap kegiatan ulama di Rumah Batu juga menunjukkan adanya sinergi antara otoritas politik dan otoritas keagamaan dalam memperluas pengaruh Islam ke wilayah-wilayah pinggiran dan pedalaman. Dalam pengembangan pendidikan Islam, peran ulama seperti Pangeran Wirokusumo diperkuat dengan pembangunan Masjid AlIkhsaniyyah pada tahun 1880, yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan pengajian masyarakat Seberang Kota Jambi. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan difungsikan sebagai pusat pendidikan informal, tempat musyawarah keagamaan, dan forum penyuluhan hukum Islam kepada masyarakat. Dalam pengelolaannya, para ulama membimbing masyarakat melalui majelis taklim, khutbah Jumat, serta pengajian rutin yang disesuaikan dengan kebutuhan Misalnya, pengajaran hukum waris dan akad muamalah sangat ________________ . aenal, 2. Andri. AuRumah Batu Olak Kemang,Ay https://id. org/wiki/Rumah_Batu_Olak_Kemang. rekidwi nur Ikhwani. AuSAJARATUN. Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah Vol. 9 No. 1 Juni 2024Ay 9, no. : 23Ae35. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani ditekankan di kalangan pedagang dan tuan tanah setempat. Sistem ini memperlihatkan bahwa dakwah dan pendidikan agama tidak berdiri sendiri, melainkan disesuaikan dengan karakter ekonomi dan sosial Para ulama yang mengajar di masjid tersebut biasanya memiliki jaringan sanad keilmuan yang berasal dari Sumatera Barat. Aceh, atau bahkan Mekkah. Santri-santri dari wilayah sekitar Jambi, seperti Muaro Kumpeh dan Sengeti, datang untuk belajar dan kemudian kembali ke daerah asal mereka untuk menyebarkan kembali ajaran Islam, menciptakan mata rantai dakwah berkelanjutan. Model ini menjadikan masjid bukan hanya sebagai simbol religius, melainkan sebagai lembaga reproduksi ilmu pengetahuan Islam yang ditopang oleh otoritas moral dan sosial ulama. Selain mengembangkan pendidikan, ulama Kesultanan Jambi berperan penting dalam menyelaraskan nilai-nilai Islam dengan struktur sosial budaya lokal. Tradisi-tradisi seperti kenduri, selamatan, atau doa tolak bala yang sebelumnya berbasis pada kepercayaan animistik kemudian diberi kerangka ajaran Islam, seperti dengan memasukkan pembacaan ayat Al-QurAoan, doa Nabi, serta tauhid sebagai isi utama. Proses ini tidak bersifat pemaksaan, melainkan melalui pendekatan kultural yang dilakukan oleh ulama di tengah Di daerah-daerah yang masih kuat mempraktikkan budaya lama, ulama menggunakan metode pengajaran langsung, diskusi terbuka, serta percontohan dalam praktik keagamaan seharihari. Misalnya, dalam upacara pernikahan yang awalnya disertai unsur magis, para ulama memasukkan khutbah nikah, akad syarAoi, serta doadoa Islami sebagai pengganti mantra18. Strategi ini diterima secara luas karena tidak mematikan ekspresi budaya, tetapi memberikan bingkai religius yang baru. Keberhasilan ulama dalam mengubah ________________ Ismail Ismail. AuEksistensi Ulama Minang Dan Ulama Jawa Dalam Mengembangkan Islam Di Bengkulu,Ay Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam 4, no. : 143, https://doi. org/10. 29300/ttjksi. Mahmud Arif. AuISLAM. KEARIFAN LOKAL. DAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN: Kelenturan. Signifikansi. Dan Implikasi Edukatifnya,Ay Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 15, no. : 67, https://doi. org/10. 21154/al-tahrir. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . struktur kepercayaan lokal ini didukung oleh posisi mereka yang dihormati sebagai tokoh masyarakat dan penasihat sultan 19. Relasi antara istana dan ulama bersifat fungsional dan mutualistik: sultan memberi perlindungan dan fasilitas, sementara ulama memberikan stabilitas ideologis dan legitimasi moral bagi pemerintahan. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan Islamisasi di Jambi hingga akhir abad ke-19. Pembentukan Tradisi Keagamaan Lokal sebagai Hasil Akulturasi Tradisi keagamaan di Jambi terbentuk melalui proses akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal yang telah lama mengakar sebelum Islamisasi berlangsung secara luas. Salah satu bentuk paling konkret dari proses ini adalah penggunaan seloko sebagai medium Seloko merupakan ungkapan adat dalam bentuk pantun atau syair Melayu yang menyampaikan nilai moral, etika sosial, dan prinsip keagamaan. Menurut 20, seloko dimanfaatkan oleh ulama dan penghulu adat untuk mengajarkan nilai-nilai Islam seperti tauhid, keadilan, dan musyawarah secara tidak langsung, namun efektif. Seloko disampaikan dalam kegiatan sosial seperti musyawarah kampung, upacara adat, atau penyelesaian sengketa, menjadikan Islam terserap ke dalam lisan dan tindakan masyarakat tanpa harus melalui sistem pendidikan formal yang ketat. Penggunaan bahasa lokal dan struktur tradisi yang akrab membuat pesan dakwah lebih diterima oleh masyarakat awam yang belum terbiasa dengan bahasa Arab atau teks Proses ini tidak merusak adat yang sudah ada, tetapi mengisi ruang-ruang adat tersebut dengan makna religius yang baru. Akulturasi pada level bahasa dan ekspresi budaya ini menunjukkan bahwa Islam di Jambi tidak hadir sebagai kekuatan homogen yang menghapus masa lalu, melainkan sebagai kekuatan transformatif yang memperkuat struktur sosial melalui integrasi nilai-nilai baru ke dalam ________________ Iisseneini and Siregar. AuProses Islamisasi Pada Masa Kerajaan Melayu Jambi. Ay Zulgafrin. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani pola lama. Inilah wujud dari Islam yang hidup bersama tradisi, bukan menindas tradisi. Selain seloko, banyak ritual keagamaan lokal yang lahir sebagai hasil pertemuan antara ajaran Islam dengan kebiasaan adat masyarakat Jambi. Tradisi seperti peringatan Maulid Nabi, malam Nisfu SyaAoban, dan ziarah kubur massal telah lama menjadi bagian dari kalender sosial keagamaan masyarakat setempat. kegiatan-kegiatan ini mengandung transformasi makna yang signifikan. Misalnya. Maulid Nabi diadakan dengan pembacaan barzanji, diiringi dengan selawat dan tausiyah, namun dibungkus dalam bentuk kenduri yang melibatkan seluruh kampung. Ini menggambarkan bentuk Islam yang bercorak sosial, bukan eksklusif, karena menyatukan aspek ibadah, silaturahmi, dan gotong royong dalam satu kegiatan. Ziarah kubur menjelang Ramadan yang dahulu penuh unsur magis kini dipandu oleh ulama, dilengkapi dengan bacaan tahlil dan doa secara kolektif. Aktivitas ini bukan lagi semata ritual turun-temurun, melainkan menjadi media refleksi spiritual yang bernilai Islam. Transformasi ini terjadi karena ulama lokal menggunakan pendekatan sosial-kultural yang lentur dan memahami medan masyarakat. Alih-alih melarang ritual lama secara tegas, mereka mengubah isi dan niat dari ritual tersebut, mengarahkan masyarakat pada nilai tauhid, tetapi tetap menghormati struktur sosial yang telah ada. Inilah bentuk akulturasi yang berhasil: terjadi perpaduan antara simbol dan praktik tanpa konflik terbuka, serta menghasilkan bentuk keberagamaan yang khas, melekat, dan berumur panjang. Salah satu bentuk akulturasi yang paling sistemik adalah penyelenggaraan pernikahan adat Melayu Jambi yang memadukan hukum Islam dan nilai adat secara simultan. sistem perkawinan adat Jambi menggabungkan rukun nikah secara Islam dengan tata cara adat seperti prosesi Aubertali tigoAy antara keluarga laki-laki, perempuan, dan tokoh masyarakat. Akad tetap dilangsungkan sesuai mazhab SyafiAoi, tetapi didahului dengan musyawarah adat, pembacaan syair Melayu, dan pemberian gelar adat kepada pasangan. Ini memperlihatkan struktur sosial Jambi yang telah menginternalisasi hukum Islam dalam Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . kerangka adat yang masih dihormati. Bahkan khutbah nikah dilakukan menggunakan bahasa Melayu tinggi yang dimodifikasi oleh ulama lokal agar dapat menyentuh pemahaman masyarakat. Proses ini mencerminkan bahwa Islam tidak masuk ke Jambi sebagai kekuatan hegemonik, melainkan sebagai inspirasi yang memperhalus adat dan memberi justifikasi religius pada praktik budaya. Ulama berperan aktif dalam menata ulang adat agar selaras dengan prinsip-prinsip Islam tanpa membatalkan keberadaan tradisi lokal. Maka, akulturasi ini menghasilkan tradisi keagamaan yang khas: tidak Arab sentris, tidak sinkretik murni, tetapi bentuk Islam lokal yang mengakar dalam struktur sosial, bahasa, dan simbol budaya masyarakat Jambi. Identitas religius masyarakat tidak kehilangan akar budayanya, melainkan diperkaya oleh nilai universal Islam. KESIMPULAN Kesultanan Jambi pada abad ke-19 berpengaruh besar dalam penyebaran Islam dan pembentukan tradisi keagamaan lokal melalui integrasi kekuasaan politik dan otoritas keagamaan, dengan para ulama seperti Pangeran Wirokusumo sebagai mediator yang mendirikan pusat pendidikan dan menyelaraskan nilai Islam dengan budaya setempat. Proses akulturasi melahirkan tradisi khas seperti penggunaan seloko dalam dakwah, perayaan Maulid Nabi, dan pernikahan adat yang memadukan hukum Islam dengan adat Melayu, menunjukkan penerimaan Islam sebagai bagian dari identitas budaya. Penelitian ini tidak hanya mengisi kekosongan historiografi Islam di Nusantara tetapi juga menegaskan pentingnya pelestarian warisan tradisi keagamaan lokal, sekaligus membuka ruang untuk kajian lebih lanjut tentang dampak kolonialisme dan revitalisasi tradisi di era Dengan demikian. Kesultanan Jambi tidak hanya menjadi aktor penting dalam Islamisasi Sumatra tetapi juga pembentuk corak keislaman yang khas dan berkelanjutan hingga kini. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani AOAOI OA Andes. Andes rehulina. AuPengaruh Islam Dalam Kesenian Dan Kebudayaan Di Pulau Jawa. Ay AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies 3, no. : 153Ae66. https://doi. 69698/jis. Andri. AuRumah Batu Olak Kemang. Ay wikipdia, 2025. https://id. org/wiki/Rumah_Batu_Olak_Kemang. Arif. Mahmud. AuISLAM. KEARIFAN LOKAL. DAN KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN: Kelenturan. Signifikansi. Dan Implikasi Edukatifnya. Ay Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 15, no. : 67. https:// org/10. 21154/al-tahrir. Febriani. Febriani, and Reka Seprina. AuPemanfaatan Cagar Budaya Rumah Batu Olak Kemang Di Jambi Kota Sebrang Sebagai Sumber Belajar Bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Jambi. Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah 1, no. : 119Ae33. https://doi. org/10. 22437/krinok. Heribertus. Aldiri, and Reka Seprina. AuJambi Masa Kolonialisme Imperialisme Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah : Study Kasus Kawasan Pusat Kota Pemerintahan Belanda Di Jambi Tahun 1906-1942. Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah 1, no. : 26Ae41. https://doi. org/10. 22437/krinok. Iisseneini. Nur Yulia, and Isrina Siregar. AuProses Islamisasi Pada Masa Kerajaan Melayu Jambi. Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah 1, no. : 42Ae52. https://doi. org/10. 22437/krinok. Ikhwani, rekidwi nur. AuSAJARATUN. Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah Vol. 9 No. 1 Juni 2024Ay 9, no. : 23Ae35. Ismail. Ismail. AuEksistensi Ulama Minang Dan Ulama Jawa Dalam Mengembangkan Islam Di Bengkulu. Ay Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam 4, no. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Peran Kesultanan Jambi Dalam Penyebaran Islam Dan Terbentuknya Tradisi . : 143. https://doi. org/10. 29300/ttjksi. Juliana. Rati. AuIntegrasi Orang-Orang Keturunan Arab Di Kesultanan Melayu Jambi Dalam Menghadapi Kolonial Belanda . ,Ay 2023. AuPengantar_Ilmu_Sejarah_by_Kuntowijoyo_z . Pdf,Ay n. Sianipar. Indra Martin. AuAnalisis Kepemimpinan Sultan Thaha Saifuddin Dalam Perlawanan Terhadap Belanda Di Jambi. Ay Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah 1, no. : 94Ae100. https://doi. org/10. Sidiq. Ricu. Najuah, and Pristi Suhendro Najuah. Sejarah Indonesia Periode Islam, 2020. http://digilib. id/48966/1/ Book. Stiawan. Randi. AuA Kulturasi Islam Dan Seloko Adat Pada Masa K Esultanan Ja Mbi Ta Hun 1502-1515Ay I, no. : 75Ae Sukayat. Tata. AuINTERNALISASI NILAI ISLAM MELALUI KEBIJAKAN PUBLIK (Studi Terhadap Dakwah Struktural Program Bandung Agami. Ay Jurnal Dakwah 16, no. : 79Ae102. https://doi. org/10. 14421/jd. Sumarni. Neni. AuSejarah Kesultanan Jambi Menurut Naskah AoIni Sajarah Kerajaan Jambi. AoAy Malay Studies: History. Culture and Civilization 1, no. : 1Ae17. https://doi. 30631/malay. Syaputra. Deki. AuSultan Dan Islam: Peran Kesultanan Jambi Dalam Islamisasi Di Kerinci. Ay Hadharah 14, no. : 15Ae30. Wikipedia. AuPangeran Wirokusumo. Ay https://id. org/wiki/Pangeran_Wirokusumo. Zulgafrin. Zulgafrin. AuThe Harmonious Blend of Cultural Acculturation and Islamic Principles Within the Rich Tapestry of JambiAoS Religious Traditions. Ay Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam 20, no. : 101Ae10. https://doi. org/10. 15575/al-tsaqafa. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION