Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Volume 2 Nomor 2 (Juni 2. : 133-145 DOI: 10. 55076/didache. PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH Carinamis Halawa,1 Peni Hestiningrum,2 Iswahyudi3 Sekolah Tinggi Teologi Moriah. Indonesia123 Email: pakyudi@gmail. Abstract The formation of the character of these students in an education will affect the development without paying attention to the ethics, character and morals of a student's behavior. So in this case it is very necessary or needed attention from various parties, especially in learning and teaching with the aim of helping students to get to know the world of education from those who don't know to know, especially in knowing the truth of God. As a teacher of Christian religious education, this must be influential in shaping the character in the ethical and moral supervision of students. These students are partially affected by the problem of character crises, because where they are not controlled or uncontrolled in the influence of the development of science and technology, in this case the environmental conditions will be able to affect the character of students. However, in this situation it will be very worrying in shaping that character, not only as parents, teachers, but also as churches in educational Therefore, as a Christian religious education teacher will be expected to shape the character and morals of students. Therefore, as a teacher, he will be able to carry out his duties with a sense of responsibility in accordance with the objectives of education in learning, namely forming and creating a generation that has noble character, competence, and responsibility in having Christ. As a teacher, he will bring these students to know how an environment is not affected in the formation of character in an education. Christian teachers will play an important role in shaping the character of students who are right and direct in a Keywords: Role of Teachers. Christian Religious Education. Character Building Abstrak Pembentukan karakter peserta didik ini dalam suatu pendidikan akan berpengaruh pada perkembangan tanpa memperhatikan etika, karakter serta moral dari suatu perilaku peserta Maka dalam hal ini sangat dibutuhkan atau diperlukan perhatian dari berbagai pihak terkhususnya dalam belajar dan mengajar dengan tujuan supaya menolong siswa untuk mengenal dunia pendidikan dari yang tidak tahu menjadi tahu, terlebih dalam mengenal kebenaran Allah. Sebagai guru pendidikan agama Kristen ini harus berpengaruh dalam membentuk karakter dalam pengawasan etika, dan moral dari peserta didik. Peserta didik ini sebagian mengalami pengaruh dalam masalah krisis karakter, karena dimana mereka tidak terkontrol atau tidak terkendalikan dalam pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini keadaan lingkungan akan dapat mempengaruhi karakter peserta Akan tetapi, dalam keadaan ini akan sangat mengkuatirkan dalam membentuk karakter tersebut, bukan hanya saja sebagai orang tua, guru, juga sebagai gereja dalam lembaga Oleh karena itu, sebagai guru pendidikan agama Kristen akan diharapkan dalam membentuk karakter dan moral siswa. Maka dari pada itu sebagai guru, akan mampu melaksanakan tugasnya dengan rasa tanggung jawab sesuai dengan tujuan pendidikan dalam pembelajaran yakni membentuk dan menciptakan generasi yang berakhlak mulia, berkompetensi, serta bertanggung jawab dalam memiliki kristus. Sebagai guru akan membawa peserta didik tersebut dalam mengenal bagaimana suatu lingkungan tersebut tidak terpengaruh dalam pembentukan karakter dalam suatu pendidikan. Guru Kristen akan berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang benar dan mengarahkan dalam suatu tujuan. Kata Kunci: Peran Guru. Pendidikan Agama Kriten. Pembentukan Karakter Guru PENDAHULUAN Berbicara Kristen mengajak dan menolong peserta didik agama Kristen ini dalam pembentukan untuk mengenal sang pencipta. Oleh karakter peserta didik, tidak lepas dengan karena itu, bukan hanya sebatas itu juga, pengaruh perkembangan ilmu pendidikan tetapi guru juga mencari jalan keluar yang sangat membuat karakter peserta bagaimana cara memiliki karakter yang didik menjadi sampingan dan tidak ada serupa dan segambar dengan Tuhan Yesus. perhatian atau fokus utama pada fenomena Guru juga merupakan teladan bagi peserta sosial, sehingga dapat mengakibatkan pada didik di sekolah, karena sebagai guru kondisi moral, dan karakter anak menjadi agama Kristen ini dimampukan menjadi Ada faktor-faktor yang menentukan teladan karena duluan mengalami lahir baru yang akan dituntun oleh Roh Kudus satunya adalah peran guru. Guru memiliki sehingga guru pendidikan agama Kristen peran yang penting dalam membantu mensukseskan pendidikan di membentuk karakter yang benar dalam Guru memiliki tanggung jawab yang besar mengarahkan peserta didik untuk mengerti yang besar berkualitas dan juga memiliki karakter Oleh sebab itu, menjadi yang baik dan bermoral dalam pendidikan, seorang guru ini bukanlah satu hal yang guru tidak hanya berperan sebagai seorang muda karena merupakan pekerjaan atau pengajar tetapi guru juga harus menjadi pertanggunggjawaban yang paling penting contoh dan teladan yang baik bagi dalam mengajar peserta didik, panggilan perkembangan peserta didik di sekolah. yang istimewa yang dikhususkan, berbeda dengan guru-guru yang lainnya, karena seorang pendidik yang mengajar dibidang Arozatulo Telaumbanua. AuPeranan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Karakter SiswaAy (Jurnal Fidei Vol. 1 No. November 2. 221-222, https://w. com/id/publications/270038/ tanggal 22 November 2021 kekristenan akan membawa peserta didik masing-masing dalam membawa anak- untuk mengenal Kristus Yesus secara anak tersebut untuk meningkatkan derajat benar sesuai denga ajaran Alkitab dan dalam pendidikan. karakter anak didik. Pada metode Penelitian yang akan Dalam pembentukan karakter akan . ibrary menjadi hal yang sangat penting diajarkan dengan mengumpulkan data-data yang kepada peserta didik sejak duduk dibangku berhubungan dengan tema yang dibahas. sekolah sehingga mempengaruhi guru Sumber primer seperti buku, jurnal ilmiah, dalam membentuk sikap dan perilaku peserta didik karena guru harus menjadi membangun konsep tentang pengaruh model dan teladan bagi peserta didik guru dalam pembentukan peserta didik sebagai model pembelajaran alternatif di supaya memiliki karakter yang baik dan era digital. 3 Konsep-konsep dianalisis Dalam mengajar tersebut bukan kesamaan, dan kesesuaian dengan topik. anak-anak lain-lain pengetahuan pada peserta didik, tetapi PEMBAHASAN harus mengajar lebih sekedar itu, sehingga Peran guru sebagai pendidik agama tidak mempengaruhi anak tersebut dalam Kristen membentuk karakter dalam pendidikan. Guru Guru memegang hal yang penting dan dipercayakan Tuhan dalam melaksanakan harus tampil menjadi contoh yang baik pendidikan dan pengajaran sesuai dengan bagi peserta didik, karena guru itu harus karunia yang teleh diberikan kepadanya mempunyai tanggung jawab untuk melihat dalam membentuk peserta didik. Guru merupakan salah satu komponen yang ikut berpengaruh dalam membentuk karakter pendidikan seorang anak didik. Oleh sebab peserta didik dalam ilmu pengetahuan dan itu, guru mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam membentuk karakter Situmorang Kasminton. Pengaruh Guru dalam Membentuk Karakter, (Jurnal Teologi dan Pendidikan. Agama Kristen. Vol. 4 2018 )Ay 104 Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Bandung: Alfabeta, 2. , 339-343. memegang peranan penting dalam ilmu dan iman peserta didik. Ay6 Guru pendidikan Guru adalah orang yang memberikan Kristen, bahwa pendidikan merupakan usaha sadar, ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di individu dan kelompok menuju ke arah tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa berpikir, sikap iman dan perilaku peserta juga di gereja, di rumah dan sebagainya. Dalam proses mengajarkan iman Pembelajaran merupakan perpaduan dari Kristen bagi peserta didik, guru sebaiknya dua aktivitas, yaitu: aktivitas mengajar dan berperan sebagai fasilitator karena guru AuAktivitas yang dahulu sebagai satu-satunya sumber menyangkut peran guru dalam konteks pengetahuan bagi anak didik, hendak komunikasi yang harmonis inilah yang diakses oleh peserta didik kapan dan di menjadi indikator suatu aktivitas proses pengajaran itu akan berjalan dengan berfungsi sebagai media antara variabel- Ay5 variabel di luar kelas dengan peserta didik Guru Kristen Guru dalam membantu proses belajar mengajar. Sebagai mengarahkan peserta didik yang masih pembimbing, pendidik umat-Nya, supaya melakukan konflik di dalam lingkungan memiliki rasa takut akan Tuhan. AuGuru dan belum percaya kepada Tuhan, maka pendidikan agama Kristen merupakan guru wajib mengajarkan kepada mereka figur yang bertanggung jawab untuk iman, supaya mereka bisa mengenal Tuhan membina dan memajukan hidup rohani di dalam diri mereka sebagai Tuhan dan Juruselamat di dalam hidupnya, karena Djmarah Bahri Syaifu. Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif. (Jakarta: PT. Renika Cipta, 2. ,1 Ahmad Rohani. Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 5. Imron Widjaja dan Lasmaria Nami Simanungkalit. "Christian Religious Education Management. Government Service. In Cell Groups On The Quality Of The Faith Of Church Members In Indonesia Bethel Church Of Graha Pena. " MAHABBAH: Journal of Religion and Education 1, no. : 55-69. https://doi. org/10. 47135/mahabbah. Alkitab AuSegala tulisan yang diilhamkan Allah memang Syamsul Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 28 Bobby Kurnia Putrawan dan Ramot Peter. "Jurnal Teologi Gracia Deo 2, no. : 70-79. https://doi. org/10. 46929/graciadeo. bermanfaat menjadi pribadi yang bisa ditiru dan kepribadian yang menarik, dan konsisten mendidik orang dalam kebenaran. Dengan dalam nilai dan moral yang sangat baik demikian tiap-tiap manusia kepunyaan yang bisa dipengaruhi oleh peserta didik. Allah baik dari lingkungan sekolah maupun di baikAy- 2 Timotius 3:16-17. lingkungan masyarakat. Seorang guru Guru ini juga memiliki pengaruh Guru tidak boleh bermain sandiwara, disekolah tampil yang berpengaruh sebagai orang kehidupan seorang peserta didik. Selain itu, guru juga bukan hanya sebagai Pemberian teladan itu harus pangajar sekaligus sebagai pembimbing berpengaruh pada perilaku yang dilakukan yang memberikan suatu pengarahan yang oleh guru karena kalau gurunya melakukan menuntu peserta didik baik dari cita-cita hal-hal yang buruk, maka peserta didiknya maupun dalam kebaikan. Dalam sejarah juga mengikuti. Oleh karena itu, yang pendidikan, guru merupakan sosok teladan diharapkan dari guru adalah konsisten bagi peserta didik, yang harus memiliki dalam berperilaku baik, penuh perhatian, strategi dengan cara dalam mengajar. adil, toleran, dan bertanggung jawab. Dengan Perjanjian Baru, mengajar dapat Para guru menunjukkan keseriusan dipahami dari pelayanan Yesus Kristus belajar, memahami aturan dan kebijakan yang dapat membawa orang-orang kejalan sekolah, berperilaku baik dengan sesama kehidupan yang benar. Oleh karena itu, guru, staf, peserta didik, dan bahkan sebagai guru mengajar dan membentuk orangtua murid. Selain itu harus optimisi peserta didik dengan hati nurani. Sebagai peserta didik ini lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat dari seorang guru, melalui kata-kata memang dipengaruhi oleh peserta didik. Dengan dapat menggerakan tetapi kalau melalui demikian, tumpanan dalam pembentukan teladan itulah yang dapat menarik hati. karakter ini Dalam sekedar melalui apa yang dikatakan dalam sesungguhnya lebih merupakan tuntutan pembelajaran didalam kelas, melainkan terutama bagi kalangan pendidik itu juga nilai yang ditampilkan dalam diri Seorang guru itu harus tampil seorang guru dalam kehidupannya yang yang dipengaruhi, tidak nyata baik didalam atau pun diluar kelas. kompetensi kepribadian diri dan mampu Karakter seorang guru ini akan sangat memberikan pengaruh perbaikan terhadap kualitas pribadi atau kepribadian peserta memahami nilai-nilai itu. Menurut Doni Pada memberikan dampak pengaruh kepada Koesema kepribadian peserta didik. Selain itu sosok pendidikan karakter memiliki pengaruh guru yang memiliki kepribadian yang terhadap kepribadian peserta didik. Secara digugu dan ditiru, secara psikologi siswa konsep teoristis untuk menilai pendidikan akan lebih yakin apa yang disampaikan karakter adalah perilaku atau tindakan oleh guru akan ditiru menjadi kepribadian peserta didik itu sendiri bukan hanya dari segi siswa mampu memahami dari sebuah Karakter dan kemampuan para siswa pengertian ataupun kata-kata. Hal tersebut yang ada dalam kelas sudah pasti memiliki memaparkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan-perbeda Dimana Bila pun ada persamaan aspek yang sama, pasti ada perbedaan di aspek Perbedaan inilah yang menjadi karakter menjadi salah satu keberhasilan implementasi pendidikan karakter terhadap kualitas masing-masing individu. Ada kepribadian siswa. Pengaruh pendukung untuk guru terhadap kepribadian peserta didik mengetahui keadaan peserta didiknya. Karena di dalam kelas ada terdapat banyak kaitannya dengan kepribadian guru yang jumlah siswa dengan berbagai karakter tampak aktivitas disekolah, akan memberi yang berbeda-beda. Maka sebagai seorang guru harus dapat memahami karakter dari didik, karena seorang guru dituntut tidak berbagai macam prilaku siswa. Karena berbeda perilaku, maka akan berbeda pula pembelajaran yang dilakukan. Akan tetapi masalah yang akan ditimbulkan oleh seseorang guru mengemas pembelajaran Fadhlullah Irfan. Pengaruh pedidikan karakter dan kepribadian guru terhadap kepribadian siswa, (Bandung: Guepedia, 2. sebagai jembatan atau sarana membentuk siswa. Maka dari pada itu, guru harus Artinya, baik naradidik atau pun guru mempunyai keahlian untuk memecahkan sama-sama mengalami pertumbuhan di masalah yang ada dalam diri siswa Kristus, masalah yang lainnya. Seorang Yesus Peran Kristen mempunyai beberapa peran yang pembelajaran pendidikan agama Kristen sama dengan guru-guru lain, tetapi ada untuk meningkatkan minat belajar siswa yang membedakan peran guru pendidikan agama Kristen dengan guru-guru lainnya, meskipun tidak secara keseluruhan adalah yaitu dalam pelaksanaan perannya guru sebagai berikut. pertama, guru memiliki pendidikan agama Kristen ini harus selalu peran sebagai memberi dorongan dari luar dengan kepribadian dan karakternya. Tentu hal ini motivasi yang membangun. Selain itu, pun menjadi bagian integral dari guru-guru guru juga menjadi Konselor bagi siswa lain di sekolah, lebih dari kewajibannya didiknya siap mendengarkan apa yang untuk mencerminkan iman dan karakter menjadi pergumulan siswa baik secara yang benar dalam dirinya, ia juga adalah pribadi maupun keluarga supaya hubungn motor dari terselenggaranya kurikulum secara emosional antara guru dan siswa pendidikan agama Kristen yang spesifik dapat terjalin satu dengan lain. Kedua, guru menjadi fasilitator untuk siswa Aumembawa Kristiani keluarAy . motivator bagi memfasilitasi dalam belajar baik itu penanaman nilai-nilai kekristenan yang ruangan maupun materi yang akan siap seharusnya terwujud dalam Christ-likeness diajarkan kepada siswa. Dan guru juga yang menjadi tujuan mutlak dari setiap menjadi mediator sebagai jembatan bagi siswa untuk mengerti materi yang akan beberapa peran guru pendidikan agama Ketiga, metode dalam mengajar Kristen antara lain, sebagai sahabat bagi Relasi yang terjalin antara mengerti apa yang akan disampaikan oleh guru dan naradidik merupakan hubungan guru, seperti metode studi kasus dan tanya jawab, ceramah dan memiliki kemampuan Ada menolong, dan mengembangkan, sehingga Howard Hendricks, 7 Hukum Sang guru (Atlanta: Walk Through the Bible Ministries, 1. , 37. ke duanya dapat bertumbuh bersama. dalam mengelola kelas. Menggunakan Sekolah merupakan lembaga pendidi- kan yang diciptakan oleh masyarakat diperhatikan seorang pengajar, tidak fokus untuk menyediakan lingkungan belajar dan dengan satu metode saja dengan demikian ruang belajar serta tempat menerima dan siswa tidak bosan belajar, dengan cara ini memberi pelajaran. Kegiatan pembelajaran akan meningkatkan minat belajar siswa. watak/karakter, membangun pengetahuan. Pembentukan karakter peserta didik Pembentukan kebiasaan-kebiasaan meningkatkan mutu kehidupan peserta lingkungan pendidikan dan sekolah, antara Upaya pembentukan karakter bagi siswa disekolah perlu dilakukan secara peserta didik, dan pengelola sekolah. Maksudnya, peserta didik memang tidak hanya dapat seseorang dalam mencapai keberhasilan dibentuk melalui pembelajaran di ruang hidup yang lebih baik. Pusat pengembangan budaya dalam Pendidikan karakter kepada peserta didik peningkatan kedisiplinan dan ketertiban di paling efektif jika dilakukan dengan cara lingkungan sekolah memang sangatlah ditularkan dengan melalui suri teladan. penting, karena hal ini sering kali terjadi Oleh karena itu, agar siswa memiliki pelanggaran kedisiplinan dan ketertiban karakter bersih, maka kebersihan kelas dan yang dilakukan para siswa. Kedisiplinan lingkungan sekolah harus dijaga dan dan ketertiban perlu kita atur dalam sebuah dikontrol, agar peserta didik memiliki tatanan yang biasa kita sebut dengan tata karakter disiplin, maka pendidik beserta tertib sekolah, adapun dibuatnya tata tertib tersebut memiliki dua tujuan yaitu tujuan contoh disiplin, seperti tidak terlambat khusus dan juga tujuan umum. Secara datang ke sekolah dan sebagainya. khusus memiliki tujuan supaya kepala sekolah bisa menciptakan suasana yang kondusif bagi semua warga sekolah. Bafirman. Pembentukan Karakter Siswa, (Jakarta: Kencana,2. Edim Bahapol dan Youke Singal. AuMendidik Untuk Kehidupan Berdasarkan Kompetensi Guru Kristen Di Indonesia (Education For Life Based On Christian Teacher Competence In Indonesi. Ay QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 2, no. : 62-85. https://doi. org/10. 46362/quaerens. Suyanto. Pengembangan Pendidikan Karakter (Jakarta: Kemdikbud, 2. 9 supaya para guru bisa melaksanakan dalam membentuk kepribadian peserta belajar mengajar dengan optimal dan didik melalui budi pekerti, yang hasilnya supaya tercipta kerja sama di antara para terlihat dalam tindakan nyata peserta didik, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan menghormati Sedangkan tujuan secara umumnya yaitu hak orang lain. Sedangkan Menurut Starrat agar terlaksananya kurikulum secara baik, serta bisa menunjang peningkatan mutu peserta didik melalui guru secara model pendidikan didalam sekolah. Sama halnya bagi pembentukan karakter seorang anak, yang dilakukan peserta didik atas hidup memang butuh waktu dan komitmen dari mereka sendiri. Pembentukan karakter ini orangtua dan sekolah atau guru jika terjadi dalam berbagai pengaruh dan memprioritaskan hal ini untuk mendidik Sekolah misalnya, dalam hal anak menjadi pribadi yang berkarakter. ini diandaikan menjadi tempat pengaruh Akan tetapi. Butuh waktu dan cinta dari pendidikan yang memungkinkan peserta lingkungan yang merupakan tempat dia didik secara sadar atau sengaja mengukir Jika kita taat dengan proses ini hidup mereka sendiri. maka dampaknya bukan hanya kepada Sebelum peserta didik, kepada kitapun berdampak membentuk karakter peserta didik, guru harus mengenal dan memahami karakter kesabaran, toleransi, mampu memahami dan keunikan peserta didik yang berbeda- masalah dari sudut pandang yang berbeda, beda terlebih dahulu. Guru harus mengenal disiplin dan memiliki integritas atau peserta didiknya satu persatu, caranya ucapan dan tindakan sama terpancar dari sebagai orangtua ataupun guru. intelektualnya, emosinya, keterampilannya Secara Lickona dan lain sebagainya. Dalam menanamkan karakter yang baik, guru hendaknya bisa Suratman. Pembinaan Mental. Fisik dan Disiplin. (Jakarta: LAN, 1. , 11. Sutrisno dan Christiani Hutabarat. "Orangtua Dan Teman Bermain Terhadap Perkembangan Sosial Anak (Parents and Playing Friends Toward Children Social Developmen. " QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no. https://doi. org/10. 46362/quaerens. berkata-kata. Karena hal tersebut bisa membuat anak cepat mengerti bagaimana berkarakter Sukiyat H. Strategi Implementasi Pendidikan Karakter, (Surabaya: CV. Jakad Media Publishing, 2. , 21. yang Dengan kepada seseorang individu, yang meliputi: mengajarkan serta mengajaknya untuk ber ilmu pengetahuan, kesadaran, kemauan etika yang baik, maka akan lebih efektif dan tindakan untuk dapat melaksanakan hasil dari pendidikan tersebut. Maka lama nilai-nilai tersebut baik terhadap Tuhan, kelamaan kebiasaan tersebut akan terus bertahan dalam dirinya dan akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter dalam pembentukan karakter peserta didik. Pentingnya pendidikan karakter pada karena berinteraksi secara intensif di peserta didik Mengembangkan karakter peserta Pendidikan didik melalui ceramah akan gagal jika bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya guru yang mengajar peserta didik tidak berpengaruh dalam pembentukan karakter. Oleh karena itu, sekolah Karakter ini sangat erat berhubungan harus fokus pada pengembangan karakter dengan sikap dan perilaku manusia karena para guru sebelum meminta menjadi karakter ini yang sangat berpengaruh pengajar dan pendidik karakter. Guru dalam pembeda antar manusia. pembentukan karakter ini pada seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor khas yang efektif dalam pengembangan karakter ada pada orang-orang bersangkutan yang peserta didik. meskipun demikian, guru disebut dengan faktor bawaan dan faktor saja belum cukup untuk mencetak peserta Dengan karakter yang baik, didik-peserta sudah pasti kita bisa berfikir sebelum keteladanan dengan didukung budaya melakukan sesuatu, baik ucapan maupun sekolah dalam menerapkan karakter pada perbuatan, baik buruknya seseorang dan tindakan manusia sangat berkaitan dengan pendidikan merupakan metode yang paling Jadi, yang dimaksud dengan pendidikan karakter ini adalah suatu sistem mempersiapkan dan membentuk anak di yang menanamkan nilai-nilai karakter dalam aspek moral, spiritual, dan sosial. Keteladanan Hal ini berarti pendidik merupakan contoh Edim Bahapol dan Youke Singal. AuMendidik Untuk Kehidupan Berdasarkan Kompetensi Guru Kristen Di Indonesia (Education For Life Based On Christian Teacher Competence In Indonesi. Ay: 62-85. Darmawati Vega. Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Peserta, (Medan : Pemantang Siantar, 2018 ) 109 terbaik dalam pandangan peserta didik. Karakter karena segala tindak tanduk, sopan santun, tindakan-tindakan nyata dalam peserta cara berpakaian, dan tutur kata akan selalu didik pada umumnya. Manfaat kedua Menjadi teladan tidaklah mudah, guru mesti mempunyai pijakan sebagaimana Rasul Paulus menasehati Timotius bahwa jadilah teladan kepada Arthur kehidupanmu . Timotius 4:11-. , artinya pernyataan berikut ini. keteladanan guru perlu didukung dengan bahwa seseorang harus menghidupi apa Pendidikan karakter ini menekankan yang diajarkan kepada orang lain, untuk etis spiritual untuk membentuk pribadi yang baik. Tujuan pentingnya pendidikan diperlukan karakter-karakter yang mudah karakter menurut Foerster, adalah untuk ditundukkan kepada Kristus, arti yang ketiga ialah, karakter dapat membangun dalam kesatuan esensial antara subjek pribadi dengan sempurna, yakni sama seperti kehidupan Kristus. Selain itu, juga Sedangkan Karakter adalah mencerminkan karakter Kristus di dalam pengualifikasian pribadi seseorang yang kehidupan pribadi. Dalam Filipi 3:17. AuSaudara-saudara, terhadap keputusan yang diambilnya. Oleh teladanku dan perhatikanlah mereka, yang sebab itu karakter menjadi seperti bukti hidup sama seperti kami yang menjadi diri dari seseorang. Maka karakter ini teladanmuAy. Artinya, karakter merupakan bukti kedewasaan kita dalam menjalani kehidupan seseorang baik dalam bersikap, kehidupan ini. etika, dan perilaku. Manfaat karakter bagi peserta didik adalah seperti KESIMPULAN yang Tuhan katakana Lewat didalam FirmannyaAy kamu adalah garam disimpulkan bahwa peran guru pendidikan dan kamu adalah terangAy (Matius 5:13-. Kristen karakter peserta didik di sekolah sangat terkait erat dengan guru yang harus Musfah Jejen. Analisis Kebijakan Pendidikan: Pendidikan Nirkreasi, (Jakarta: Republika. Sindo. Media lndonesia. Koesoema A. Doni. Pendidikan Karakter Strategi Mendidik di Zaman Global, (Jakarta: PT Grasindo, 2. 234 menjadi teladan dengan memberi contoh yang baik kepada peserta didik bukan hanya sekedar mengajar dan memotivasi Kristen siswa saja, akan tetapi guru harus terlibat dalam membentuk peserta didik ini baik menunjukan contoh yang dapat ditiru dan dalam perilaku, sikap, etika di dalam dipratekkan oleh peserta didik. Guru kehidupan di sekolah. Dalam hal ini sekolah, peran guru pendidikan agama mengajarkan peserta didik tersebut dalam Kristen yang positif akan memberikan hal-hal yang dapat ditiru oleh peserta kontribusi yang positif juga terhadap menghadapi tantangan atau permasalahan pendidikan agama Kristen membentuk di sekolah, maka guru harus menjadi karakter peserta didik yang positif lewat pedoman dan contoh dalam menghadapi karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, cinta tanah air, cinta damai, dan peduli Dalam peran guru pendidikan KEPUSTAKAAN