JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . DOI: 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan UMKM Dilihat Dari Optimalisasi Pengelolaan Bantuan Dana Desa dan Literasi Keuangan Pelaku UMKM (Studi Kasus UMKM Didesa Kubutambaha. Ni Luh De Erik Trisnawati1. Luh Puspita Dewi2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma E-mail : niluhdeeriktrisna@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 28 Agustus 2024 Received in revised form 14 Oktober 2024 Accepted 15 November 2024 Available online 1 Desember 2024 This study aims to determine the development of MSME financial performance as seen from the optimization of village fund management and financial literacy of MSME actors in Kubu Additional Village. The population is all MSME actors who have received assistance in the form of funds from the village and the number of samples in this study is 41 MSME actors. The data analysis technique used in this study is the Structural Equation Modeling-SEM based on SEM variance, which is famously called Partial Least Square (PLS) visual version 3. The results of this study suggest that financial management does not have a significant effect on financial performance in MSMEs. Financial literacy does not moderate the influence of financial management on financial performance in this study. Keywords: Financial Management. Financial Literacy, and Financial Performance of MSMEs. ABSTRACT Pendahuluan Individu-individu yang memiliki usaha mandiri memainkan peran penting dalam menopang perekonomian suatu negara (Safi'i et al. , 2. Di Indonesia, vitalitas pertumbuhan ekonomi digaris bawahi oleh keterlibatan usaha kecil yang luas, yang mencakup sektor tradisional dan modern, terutama melalui Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, kehadiran UMKM ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,05%. Data statistik dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menunjukkan bahwa pada tahun 2018. Indonesia memiliki 64. 057 UMKM, yang mencakup sekitar 99% dari seluruh badan usaha, dan menyediakan lapangan kerja bagi 116. 631 orang (Pakpahan, 2. Namun demikian, munculnya pandemi Covid-19 pada akhir tahun 2019 telah menimbulkan guncangan secara global dan mengganggu semua sektor, termasuk UMKM. Menurut data survei dari berbagai organisasi, termasuk Bappenas. BPS, dan Bank Dunia, dampak pandemi telah menyebabkan UMKM menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekurangan modal, kesulitan mendapatkan bahan baku, penurunan jumlah pelanggan, serta produksi dan distribusi yang melambat atau bahkan terhenti. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menawarkan berbagai paket stimulus melalui kebijakan restrukturisasi pinjaman, bantuan keuangan tambahan, pembebasan pembayaran listrik, dan Received Agustus 28 2024. Revised Okt 14, 2024. Accepted Nov 15, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n bantuan keuangan lainnya melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Indonesia, 2. UMKM diharapkan dapat dipulihkan dengan bantuan modal tambahan atau bantuan dana desa agar dapat bertahan selama dan setelah pandemi (Nasional et al. , 2. Desa memiliki kewenangan untuk mengawasi keuangan desa dalam rangka memajukan kesejahteraan Permendagri No. 113/2014 tentang pengelolaan keuangan desa sebagai keseluruhan kegiatan yang meliputi pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Desa harus mampu mengelola Dana Desa secara efektif dan merencanakan serta melaksanakan program-program yang sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan, termasuk programprogram yang mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Pada Desa Kubutambahan lokasi dilakukannya penelitian, selama 3 tahun terakhir tercatat sebanyak 186 UMKM, namun saat ini hanya 164 UMKM yang aktif, sedangkan UMKM lainnya mengalami Beberapa dari UMKM telah mendapatkan bantuan dana dari desa, seperti program awal pemanfaatan dana desa salah satunya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pada tahun 2021, jumlah UMKM di Desa Kubutambahan sebanyak 186 usaha. Namun, pada tahun berikutnya jumlah UMKM mengalami penurunan yaitu pada tahun 2022 sebanyak 172 usaha dan pada tahun 2023 sebanyak 164 usaha. Hal ini dikarenakan banyak yang telah mengalami kebangkrutan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah kurangnya perkembangan kinerja keuangan pada UMKM tersebut. Akar permasalahannya adalah ketidaktahuan pelaku usaha terhadap pengelolaan keuangan yang sehat. Tantangan terbesar terkadang adalah ketidaktahuan dalam menyiapkan laporan keuangan, membedakan pengeluaran pribadi dan perusahaan, serta distribusi dana yang tepat. Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi kinerja keuangan UMKM adalah literasi keuangan. Pemilik usaha mikro merasa kesulitan untuk menangani keuangan perusahaan mereka secara efektif karena rendahnya tingkat pengetahuan keuangan mereka. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kurangnya perkembangan kinerja keuangan pada UMKM tersebut adalah kurangnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang baik oleh para pelaku UMKM. Pengelolaan keuangan merupakan aspek penting dalam menjalankan usaha, namun sering kali diabaikan oleh para pelaku UMKM karena keterbatasan pengetahuan mereka dalam hal ini. Menurut penelitian (Alamsyah, 2. Pengelolaan Keuangan Usaha berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Disiplin pelaporan dan pencatatan laporan keuangan masih banyak belum dimengerti oleh pelaku UMKM. Selain tidak paham proses menyusun laporan keuangan, terkadang antara pengeluaran pribadi dengan pengeluaran usahanya pelaku UMKM sering tidak dikondisikan. Hal yang sama juga disampaikan Tomi Dermawan . ditemukan bahwa pengelolaan keuangan adalah salah satu hal penting yang harus menjadi fokus pelaku UMKM dalam mengelola bisnis karena pengelolaan keuangan yang baik akan berdampak pada kinerja dan keberlanjutan usaha. Selain itu, literasi keuangan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM. Rendahnya tingkat literasi keuangan pada pemilik usaha mikro menyebabkan mereka kesulitan dalam mengelola keuangan usaha mereka dengan baik. Hal ini terlihat dari hasil wawancara di Desa Kubutambahan, di mana sebagian besar pelaku UMKM mengakui pentingnya literasi keuangan namun kurang memahami secara mendalam tentang hal tersebut. Sejalan dengan hasil penelitian Permoni dan Dewi . , yang menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Sebagaimana yang dilihat pada hasil survei penelitian ini, adanya kebangkrutan dari banyak UMKM menunjukkan bahwa pengelola UMKM minim literasi keuangan, sehingga kinerja keuangannya menurun dan mengalami kebangkrutan. Sama halnya dengan hasil penelitian dari Budiasni et al. yang menunjukkan bahwa selain literasi keuangan, inklusi keuangan dan perilaku keuangan turut berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kebangkrutan yang terjadi pada banyak UMKM tersebut menunjukkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara rasio modal, likuiditas, dan profitabilitas. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Kusuma dan Nuryani . , bahwa keuangan bisnis yang sehat adalah ketika memiliki rasio modal, likuiditas, dan profitabilitas yang memenuhi standar. Di Kabupaten Buleleng pengetahuan mengenai literasi keuangan yang dimiliki usaha mikro masih rendah meskipun mereka menganggap bahwa literasi keuangan itu penting untuk keberlanjutan usaha yang mereka jalani. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara ke beberapa pemilik usaha mikro di Buleleng (Masithah,S. Ayu Purnamawati,G. , dkk,2. Penelitian mengenai kinerja keuangan UMKM sudah banyak dilakukan oleh para peneliti seperti Tomi Dermawan . menemukan bahwa pengelolaan keuangan adalah salah satu hal penting yang harus menjadi fokus pelaku UMKM dalam mengelola bisnis karena pengelolaan keuangan yang baik akan berdampak pada kinerja dan keberlanjutan usaha. Tetapi penelitian tersebut berbanding terbalik dengan (Ayu Wulansari,N. ,Anwar. ,M,2. bahwa Pengelolaan Keuangan Usaha tidak berpengaruh terhadap Kinerja JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 41Ae48 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n keuangan, hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan usaha UMKM hanya mencatat pengeluaran dan pendapatan yang mereka terima, hanya pencatatan sederhana, sehingga tidak mempengaruhi kinerja Berkaitan dengan literasi keuangan menurut penelitian (Ayu Wulansari,N. ,Anwar. ,M,2. bahwa literasi keuangan berpengaruh positip terhadap Kinerja keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa apabila tingkat literasi keuangan seorang pemilik maupun manajer sebuah UMKM semakin tinggi maka kinerja yang dapat dicapai oleh UMKM tersebut akan semakin meningkat. Oleh sebab itu, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan mengangkat judul "Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan UMKM Dilihat Dari Optimalisasi Pengelolaan Bantuan Dana Desa Dan Literasi Keuangan Pelaku UMKM". Metode Penelitian Pada penelitian ini lokasi yang dipilih yaitu di Desa Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif yaitu data penelitian yang berupa angka yang dapat diukur secara statistik dengan menggunakan software SmartPLS versi 3. Metode pengumpulan data primer dari penelitian ini diperoleh melalui pengisian kuisioner dan dokumentasi langsung kepada responden yaitu pelaku UMKM yang menerima bantuan dana desa di Desa Kubutambahan. Sedangkan data sekunder yang digunakan berasal dari sumber kedua yang diperoleh melalui buku-buku, brosur dan artikel yang diperoleh dari website yang relevan dan berkaitan dengan penelitian. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 68 unit UMKM yang telah menerima Bantuan Dana Desa. Dari populasi yang ada sudah menerima dana bantuan dari desa, peneliti memutuskan menggunakan rumus Slovin untuk menentukan ukuran sampel dalam penelitian ini ycA ycu= 1 ycA. 2 Keterangan : = Jumlah Sampel = Nilai Populasi = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat di tolerir . %) Sehingga dapat dihitung jumlah sampelnya adalah sebagai berikut : ycu= = 40,47 1 68 . 2 Jadi, besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan tingkat kelonggaran e = 10% adalah sebanyak 40,47 dibulatkan menjadi menjadi 41 UMKM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik survei. Pengumpulan data melalui pernyataan atau pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk mendapatkan tanggapannya merupakan teknik pengumpulan data kuesioner (Sugiyono, 2. Untuk penelitian ini, kuesioner disebarkan secara offline kepada pelaku UMKM yang telah menerima bantuan dana desa di Desa Kubutambahan. Format kuesioner yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner tertutup, di mana responden diharapkan untuk memberikan jawaban ringkas pada setiap pernyataan yang disediakan. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS Partial Least Square (PLS merupakan metode analisis yang cukup kuat karena tidak didasarkan pada banyak asumsi. Data juga tidak harus berdistribusi normal multivariate . ndikator dengan skala kategori, ordinal,interval sampai ratio dapat digunakan pada model yang sam. , sampel tidak harus besar (Ghozali. Pemilihan metode Partial Least Square (PLS) didasarkan pada pertimbangan bahwa dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang dibentuk dengan indikator refleksif dan variabel diukur dengan pendekatan refleksif second order factor. Model refleksif mengasumsikan bahwa konsruk atau variabel laten mempengaruhi indikator, dimana arah hubungan kausalitas dari konstruk ke indikator atau manifest sehingga diperlukan konfirmasi atas hubungan antar variabel laten (Ghozali, 2. Hasil dan Pembahasan Dari hasil penyebaran kuisioner pada 41 orang pelaku UMKM diDesa Kubutambahan. ditampilkan sebagai berikut : Tabel 1 Deskripsi Hasil Penyebaran Kuesioner Sumber : Data Primer JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 41Ae48 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Berdasarkan tabel di atas memberikan gambaran bahwa pada penyebaran kuesioner sebanyak 41 responden diperoleh bahwa kuesioner yang layak digunakan adalah sebanyak 41 kuisioner. Outer Model Convergent Validity Tabel 2 Nilai Outer Loading Sumber : Hasil Output Smart PLS 3. Indikator Kinerja Keuangan Literasi Keuangan Pengelolaan Keuangan Literasi Keuangan x Pengelolaan Keuangan KK 1 KK 2 KK 3 KK 4 LK 1 LK 2 LK 3 LK 4 PK 1 PK 2 PK 3 PK 4 Literasi Keuangan x Pengelolaan Keuangan Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa semua indikator mencerminkan Kinerja Keuangan (KK). Literasi Keuangan (LK) dan Pengelolaan Keuangan (PK) dikatakan tidak semua layak. Semua indikator Kinerja Keuangan (KK) dengan nilai outer loading 0. 870, 0. 933, 0. 342, 0. 536, hanya dua indikator yang berada diatas 0. 70, dua lainnya dibawah 0. Indikator Literasi Keuangan (LK) dengan nilai outer 501, 0. 685, 0. 797, 0. 818, dua indikator yang berada diatas 0. 70, dua lainnya dibawah 0. Sedangkan Pengelolaan Keuangan (PK) dengan nilai outer loading 0. 339, 0. 609, 0. 769, 0. 859 dua indikator yang berada diatas 0. 70, dua lainnya dibawah 0. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 41Ae48 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Berikut adalah gambar loading faktor dalam model penelitian : Gambar 1 Nilai Sumber: Hasil Output Loading faktor Smart PLS 3. Discriminant Validity Discriminant Validity PLS 3. Tabel 3 Nilai Sumber: Hasil Olahan Variabel Kinerja Keuangan Literasi Keuangan Pengelolaan Keuangan Kinerja Keuangan Literasi Keuangan Pengelolaan Keuangan Literasi Keuangan x Pengelolaan Keuangan Literasi Keuangan x Pengelolaan Keuangan Berdasarkan tabel diatas dapat dikatakan bahwa suatu indikator dinyatakan valid jika mempunyai loading faktor tertinggi 0,70 pada variabel yang dituju dibandingkan loading faktor kepada variabel lain, tabel menunjukkan bahwa loading faktor literasi keuangan sebesar 0. 712, literasi keuangan terhadap kinerja keuangan sebesar 0. Nilai loading faktor pengelolaan keuangan yaitu 0. 674, pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan sebesar 0. 412, kinerja keuangan sebesar 0. 713 dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi dengan nilai loading faktor 1,000. Tabel 4 Nilai Average Variance Extraced (AVE) Sumber: Hasil Olahan PLS 3. Variabel Average Variance Extracted (AVE) Pengelolaan Keuangan 0,508 Literasi Keuangan 0,506 Kinerja Keuangan 0,454 Pengelolaan Keuangan x Literasi 1,000 Keuangan Bedasarkan tabel diatas nilai Average Variance Extracted (AVE), variabel pengelolaan keuangan dengan nilai 0. 508, variabel literasi keuangan dengan nilai 0. 506 dan variabel kinerja keuangan dengan nilai 454, dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi dengan nilai AVE adalah 1,000 dapat dikatakan bahwa tidak semua variabel penelitian diatas 0,50 yang menyatakan nilai semua variabel tidak memenuhi syarat atau dikatakan tidak valid. Composite Reliability Tabel 5 Composite Reliability Sumber : Hasil Olahan PLS 3. Variabel Composite Reliability Pengelolaan Keuangan 0,785 Literasi Keuangan 0,799 Kinerja Keuangan 0,752 Pengelolaan Keuangan x Literasi Keuangan 1,000 Dari tabel di atas diperoleh nilai composite reliability sebagai berikut yaitu Variabel pengelolaan keuangan dapat digolongkan reliabel karena nilai Composite Reliability-nya sebesar 0,785 > 0,7. Skor reliabilitas komposit variabel literasi keuangan sebesar 0,799 > 0,7 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut dapat diandalkan. Reliabilitas komposit variabel kinerja keuangan sebesar 0,752 > 0,7 menunjukkan bahwa variabel tersebut dapat diandalkan. Skor reliabilitas pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 41Ae48 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi sebesar 1,000 > 0,7 yang menunjukkan bahwa variabel tersebut memenuhi syarat reliabel. Pengujian Model Struktural atau Inner Model Tabel 6 Nilai R-Square Sumber: Hasil Variabel R-square Olahan PLS 3. Kinerja Keuangan Berdasarkan tabel 5. 6 menunjukkan nilai R-Square untuk variabel Kinerja Keuangan (KP) diperoleh Nilai R-Square variabel kualitas pelayanan 28. 8%, sedangkan 71. 8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini. Pengujian Hipotesis Tabel 7 Nilai Path Coefficients Sumber: Hasil Olahan PLS 3. Variabel Pengelolaan Keuangan -> Kinerja Keuangan Literasi Keuangan -> Kinerja Keuangan Pengelolaan Keuangan*Lit Keuangan -> Kinerja Keuangan Original Sample . Sample Mean (M) Standart Deviation (STDEV) T Statistics (. /STERR|) T Table P-Value 0,221 0,246 0,166 1,33 1,96 0,184 0,36 0,212 1,702 1,96 0,089 0,061 0,022 0,155 0,392 1,96 0,695 Dari tabel di atas diperoleh hasil uji hipotesis sebagai berikut: Nilai T Statistics sebesar 1,330 < T Tabel. Indikator pengelolaan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sebagaimana terlihat pada T Tabel . Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja Keuangan. Nilai T Statistik 1,702 < T Tabel . mengenai hubungan literasi keuangan dengan kinerja keuangan menunjukkan tidak terdapat hubungan yang berarti. Nilai T Statistics sebesar 0,392 < T Tabel . pada pengelolaan keuangan, literasi keuangan, dan kinerja keuangan menunjukkan bahwa pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kinerja keuangan tidak dimitigasi oleh variabel literasi keuangan. Pembahasan Pengaruh Pengelolaan Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Pada UMKM Berdasarkan temuan pengujian statistik, diketahui bahwa pengelolaan keuangan (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (Y) pada UMKM. Temuan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel . ,330 < 1,. , menunjukkan hal tersebut. Temuan ini berbeda dengan penelitian Putri . yang menemukan adanya hubungan yang kuat dan menguntungkan antara pengelolaan keuangan dengan kinerja UMKM. Hasilnya, biasanya terdapat hubungan positif antara keberhasilan UMKM dan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Sebaliknya, kinerja UMKM cenderung menurun jika pengelolaan keuangan buruk. Meskipun penelitian ini tidak menemukan adanya pengaruh signifikan, secara teoritis, tingkat pengelolaan keuangan yang baik memang sering dikaitkan dengan peningkatan atau perbaikan kinerja UMKM. Sebaliknya, jika pengelolaan keuangan buruk, kinerja UMKM cenderung menurun. Perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan dalam metode penelitian, sampel yang digunakan, atau konteks operasional UMKM yang berbeda. Adapun uji statistik yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan tidak mempunyai dampak nyata terhadap kinerja keuangan UMKM, hasil ini memerlukan penyelidikan tambahan, dengan mempertimbangkan potensi pengaruh variabel lain. Selain itu, untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2024: 41Ae48 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n hubungan antara pengelolaan keuangan dan kinerja UMKM, diperlukan lebih banyak penelitian dengan menggunakan ukuran sampel yang lebih besar dan metodologi alternatif. Pengaruh Pengelolaan Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Dimoderasi Literasi Keuangan Pelaku UMKM Berdasarkan kajian statistik, variabel literasi keuangan (M) tidak dapat melemahkan pengaruh variabel pengelolaan keuangan (X. terhadap variabel kinerja keuangan (Y). Hal ini terlihat dari hasil uji t yang menunjukkan nilai t hitung . ,392 < 1,. lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel. Penelitian Putri . menunjukkan bahwa kinerja keuangan dipengaruhi secara signifikan oleh literasi keuangan, hal ini tidak sejalan dengan temuan ini. Oleh karena itu, berdasarkan temuan studi tersebut, dapat dikatakan bahwa pengelolaan keuangan mempunyai dampak yang lebih kecil terhadap keberhasilan keuangan UMKM jika semakin rendah tingkat literasi keuangan seseorang. Sebaliknya pengelolaan keuangan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap keberhasilan keuangan UMKM jika semakin banyak literasi keuangan yang dimiliki masyarakat. Sebuah bisnis yang memiliki literasi keuangan yang memadai akan mampu membuat keputusan bisnis dan keuangan yang lebih baik dari waktu ke waktu, sehingga akan meningkatkan ketahanan perusahaan selama masa-masa sulit dan pada akhirnya berkontribusi terhadap keberlanjutan jangka panjang. Meskipun literasi keuangan tidak memoderasi pengaruh pengelolaan keuangan terhadap kinerja keuangan dalam penelitian ini, hal ini tidak berarti literasi keuangan tidak penting. Sebaliknya, literasi keuangan tetap penting untuk memastikan pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip keuangan yang dapat membantu pelaku UMKM dalam pengambilan keputusan keuangan. Pelaku UMKM harus fokus pada peningkatan praktik pengelolaan keuangan mereka, karena pengelolaan keuangan yang baik merupakan dasar untuk mencapai kinerja keuangan yang lebih baik. Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada UMKM tentang cara mengelola dana mereka dengan lebih terampil, program pelatihan dan pendidikan mengenai literasi keuangan masih penting dan harus diperkuat. Guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai korelasi antara pengelolaan keuangan, literasi keuangan, dan kinerja keuangan UMKM, diperlukan kajian lebih lanjut. Kesimpulan Menarik kesimpulan dari pemeriksaan percakapan yang dilakukan, dapat dikatakan demikian: Berdasarkan hasil uji statistik Pengaruh Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja Keuangan pada UMKM menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan (X. tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap kinerja keuangan (Y) pada UMKM. Uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel . ,330 < 1,. , menunjukkan hal tersebut. Bagaimana Manajemen Keuangan Mempengaruhi Kinerja Keuangan dimoderasi oleh literasi keuangan UMKM Analisis pelaku terhadap data uji statistik menunjukkan bahwa variabel kinerja keuangan (Y) tidak dipengaruhi oleh variabel pengelolaan keuangan (X. , dan bahwa variabel literasi keuangan (M) tidak dapat melawan efek ini. Uji t menunjukkan hal ini, menunjukkan bahwa nilai t hitung . ,392 < 1,. lebih kecil dari nilai t tabel. Daftar Pustaka