Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin MODEL PENDEKATAN DEMOKRATIS DALAM PENGELOLAAN KELAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SDN PLAWAD 4 KARAWANG TIMUR Muhammad fadil kholilurahman. Abdurrohim. Taufik mustofa email: fadilthea97@gmail. com, abdurroabdurrohim@gmail. mustofa@fai. (Universitas Singaperbangsa karawan. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan kelas yang efektif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Plawad 4 Karawang Timur. Model ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengelola kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memfasilitasi perkembangan spiritual dan moral siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melibatkan guru PAI di SDN Plawad 4 Karawang Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan kelas yang dikembangkan berhasil meningkatkan partisipasi aktif siswa, menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Selain itu, model ini juga mendorong pengembangan sikap saling menghormati, kerjasama, dan kepedulian sosial di antara siswa. Dengan demikian, model pengelolaan kelas ini dapat dijadikan referensi bagi guru PAI di sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI. Kata Kunci : Model Pengelolaan Kelas. Pendidikan Agama Islam. SDN Plawad 4 Karawang Timur. Lingkungan Pembelajaran. Sikap Sosial. Abstract This study aims to develop an effective classroom management model in the subject of Islamic Religious Education (PAI) at SDN Plawad 4 East Karawang. This model is expected to assist teachers in managing the classroom, improve the quality of learning, and facilitate the spiritual and moral development of students. The research method used is qualitative by involving PAI teachers at SDN Plawad 4 East Karawang. Data collected through interviews. The results showed that the classroom management model developed succeeded in increasing active student participation, creating a conducive learning environment, and increasing students' understanding of PAI material. In addition, this model also encourages the development of mutual respect, cooperation, and social care among students. Thus, this classroom management model can be used as a reference for PAI teachers in other schools in increasing the effectiveness of PAI learning. Keywords: Classroom Management Model. Islamic Religious Education. SDN Plawad 4 East Karawang. Learning Environment and Social Attitudes. Pendahuluan Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Namun, seringkali siswa mengalami tantangan dalam mempertahankan semangat belajar dan minat yang tinggi dalam mata pelajaran ini. Pengelolaan kelas yang efektif dalam mata pelajaran ini seringkali menjadi tantangan bagi guru. SDN Plawad 4 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Karawang Timur merupakan salah satu sekolah dasar di Indonesia yang juga menghadapi tantangan serupa. untuk mengatasi hal ini guru perlu mengetahui dan memahami cara mengelolaan kelas. Salah satu pengelolaan kelas yang dilakukan guru adalah pendekatan Pendekatan demokratis dalam pendidikan didasarkan pada filosofi bahwa setiap individu memiliki nilai dan potensi yang tak terbatas. Pendekatan ini menekankan pentingnya menghormati keberagaman dan memperhatikan kolaborasi atau kerjasama antara siswa dengan guru(Nurlaili. Dalam pendekatan demokratis, guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam proses pembelajaran. Guru menciptakan lingkungan belajar yang positif, terbuka, dan mendukung. Guru juga mendorong siswa untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajaran bersama sama, dengan adanya kolaborasi antara siswa dengan guru dapat mengembangkan keterampilan sosial, dan bisa terciptanya saling (Nasution. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan kelas yang efektif dalam mata pelajaran PAI di SDN Plawad 4 Karawang Timur. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat mendukung pentingnya penerapan pengelolaan kelas dengan pendekatan humanistic dan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif dalam konteks pendidikan agama Islam. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2. mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Dimana peneliti berperan sebagai intruksi kunci. Sumber data yang diambil dengan mewawancarai guru PAI di SDN Plawad 4 Karawang Timur. Hasil dan Pembahasan Model Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah serangkaian tindakan atau strategi yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif dalam kelas. Hal ini melibatkan perencanaan, organisasi, dan implementasi kegiatan pembelajaran yang efektif, serta pengaturan interaksi dan perilaku siswa (Wiyani. Pengelolaan kelas meliputi beberapa komponen penting, antara lain: Pembentukan aturan dan prosedur: Guru membantu siswa memahami aturan dan prosedur kelas yang jelas, termasuk tata tertib, tata cara pembelajaran, dan tata cara berinteraksi di kelas. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pengaturan fisik kelas: Guru merancang dan mengatur tata letak ruang kelas yang sesuai untuk mendukung proses pembelajaran, seperti pengaturan meja dan kursi, tempat penyimpanan materi, dan penggunaan visual yang mendukung. Pengelolaan waktu: Guru merencanakan kegiatan pembelajaran dengan memperhatikan alokasi waktu yang tepat untuk setiap kegiatan, termasuk pembukaan kelas, pemberian tugas, diskusi, dan evaluasi. Pengaturan perilaku siswa: Guru memberikan bimbingan dan pengarahan kepada siswa tentang perilaku yang diharapkan dalam kelas, serta menerapkan strategi yang tepat untuk mengelola perilaku yang tidak sesuai. Diferensiasi instruksional: Guru mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan individu siswa, dan menyediakan pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk setiap siswa, seperti penggunaan beragam metode pembelajaran dan penggunaan bahan ajar yang variatif. Pembinaan hubungan antar siswa: Guru mendorong kerjasama dan saling pengertian antar siswa dalam kelas, serta memfasilitasi kegiatan kelompok yang dapat membangun hubungan positif di antara mereka. Pengelolaan kelas yang efektif bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua siswa. Dengan pengelolaan kelas yang baik, siswa dapat lebih fokus dalam pembelajaran, berinteraksi secara positif dengan teman sekelas, dan mencapai hasil belajar yang optimal. Macam-Macam Pengelolaan Kelas Ada beberapa macam pendekatan atau strategi pengelolaan kelas yang dapat digunakan oleh guru (Sutikno. Berikut adalah beberapa contoh macam-macam pengelolaan kelas : Pendekatan Otoriter: Dalam pendekatan ini, guru memiliki otoritas penuh dalam mengatur Guru menetapkan aturan yang ketat dan memberikan instruksi yang jelas kepada Guru juga menggunakan hukuman atau sanksi yang tegas dalam mengendalikan perilaku siswa. Pendekatan Demokratis: Pendekatan ini melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pengambilan keputusan dan pengaturan kelas. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara, berpendapat, dan berdiskusi. Guru juga mendorong kerjasama dan keputusan bersama dalam mengatur kegiatan kelas. Pendekatan Kooperatif: Dalam pendekatan ini, guru mendorong kerjasama dan kolaborasi antar siswa. Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas-tugas dan 31 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin proyek-proyek. Guru memberikan peran aktif dalam memfasilitasi kerja kelompok dan membangun hubungan positif antara siswa. Pendekatan Individualis: Pendekatan ini mengakui keunikan dan perbedaan siswa dalam Guru memberikan perhatian individual dan mendukung perkembangan siswa sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Guru memberikan tugas-tugas dan materi yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing siswa. Pendekatan Kreatif: Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Guru memberikan tantangan, tugas-tugas yang menantang, dan memberikan kebebasan kepada siswa dalam mengeksplorasi solusi-solusi yang kreatif. Pendekatan Reflektif: Pendekatan ini mendorong siswa untuk merenung dan mengkritisi diri sendiri dalam proses pembelajaran. Guru memberikan waktu untuk refleksi pribadi dan diskusi reflektif bersama siswa. Guru juga memberikan umpan balik yang konstruktif dan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas merupakan suatu pendekatan yang menempatkan perhatian pada kebutuhan psikologis, emosional, dan sosial siswa. Pendekatan ini berfokus pada pengembangan pribadi siswa, pemberdayaan, dan penghargaan terhadap keunikan setiap individu. Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Guru dapat memilih dan mengkombinasikan pendekatan-pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa dalam kelas (Sunyoto. Peneliti menggunakan Pendekatan demokratsi dalam pendidikan memiliki fokus utama pada pengembangan potensi individu, pemberdayaan siswa, dan penghargaan terhadap keunikan setiap siswa dan saling kerjasama dalam proses pembelajaran. Dalam mata pelajaran PAI, pendekatan demokratis sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan pemahaman dan nilai-nilai agama secara menyeluruh serta meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif dalam pembelajaran (Salim. AuImplementasi Model Pendekatan Humanistik Dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SDN Plawad 4 Karawang TimurAy Pendekatan demokratis adalah suatu pendekatan atau metode dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, pemerintahan, organisasi, dan sosial, yang menekankan pada partisipasi aktif, kebebasan berpendapat, dan pengambilan keputusan bersama antara berbagai pihak yang terlibat. Konsep dasar dari pendekatan demokratis adalah menghargai hak-hak setiap 32 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin individu untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi mereka dan mengakui nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan pluralisme. Dalam pendekatan demokratis, setiap individu memiliki hak untuk memiliki pandangan dan pendapatnya sendiri, serta hak untuk menyuarakan pendapat tersebut dengan bebas dan terbuka. Kebebasan berpendapat dan berbicara ini dihormati dan dihargai oleh masyarakat atau lembaga yang menerapkan pendekatan demokratis. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui dari hasil wawancara berikut : AuBahwa guru mata pelajaran PAI di SDN Plawad 4 karawang Timur melakukan pengelolaan kelas dengan menggunakan pendekatan demokratis, implementasi model pendekatan demokratis dalam pengelolaan kelas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Plawad 4 Karawang Timur. Pelaksaan yang di lakukan sebgaai Berikut Partisipasi Aktif Peserta Didik: Guru mendorong peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat, berdiskusi, dan berbagi ide. Pengambilan Keputusan Bersama: Guru dan peserta didik bekerja sama untuk mengambil keputusan terkait metode pembelajaran, topik yang diminati, dan penjadwalan kegiatan Membangun Hubungan Demokratis: Guru menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan demokratis, di mana setiap pendapat dihargai dan didengar. Menggunakan Pendekatan Kolaboratif: Guru mendorong kerjasama dan kolaborasi antara peserta didik dalam tugas kelompok atau proyek pembelajaran. Mengembangkan Keterampilan Sosial: Guru mengembangkan keterampilan sosial, seperti berkomunikasi secara efektif, bekerja sama, dan menghargai pendapat orang lain. Mendukung Kreativitas: Guru memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi kreativitas dan ekspresi diri dalam pembelajaran. Mendiskusikan Isu-isu Aktual: Guru mengajak peserta didik untuk mendiskusikan isu-isu aktual yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam, sehingga mereka dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai agama dan etika. Menghargai Perbedaan: Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, guru menghargai perbedaan pandangan dan keyakinan, dan mengajarkan peserta didik untuk saling menghormati dan toleran terhadap keberagaman. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Implementasi model pendekatan demokratis dalam pengelolaan kelas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Plawad 4 Karawang Timur bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, demokratis, dan memberdayakan peserta didik. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan sikap partisipatif, kritis, dan bertanggung jawab, serta menjadi individu yang berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama Islam. Faktor Pendukung dan penghambat Implementasi Model Pendekatan demokratis Dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SDN Plawad 4 Karawang Timur Implementasi Model Pendekatan Demokratis dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Plawad 4 Karawang Timur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi implementasi pendekatan demokratis dalam pengelolaan kelas: Faktor Pendukung: Komitmen Guru: Komitmen guru untuk menerapkan pendekatan demokratis dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan faktor penting. Guru yang memiliki tekad dan semangat untuk melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran akan lebih mudah mengimplementasikan pendekatan demokratis. Dukungan Kepala Sekolah: Dukungan dari kepala sekolah dan manajemen sekolah secara keseluruhan sangat penting dalam memberikan ruang dan dukungan untuk menerapkan pendekatan demokratis dalam pengelolaan kelas. Partisipasi Aktif Peserta Didik: Peserta didik yang aktif dan terlibat dalam pembelajaran akan mempermudah proses implementasi pendekatan demokratis karena mereka sudah memiliki sikap partisipatif. Kerjasama dengan Orang Tua: Dukungan dan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua peserta didik dapat memperkuat implementasi pendekatan demokratis karena melibatkan pemangku kepentingan utama dalam proses pembelajaran. Sumber Daya dan Fasilitas yang Memadai: Ketersediaan sumber daya dan fasilitas yang memadai seperti buku-buku pelajaran, alat peraga, dan teknologi pembelajaran dapat mendukung penerapan pendekatan demokratis. Faktor Penghambat: Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Tradisi Pembelajaran Konvensional: Budaya pembelajaran konvensional yang cenderung otoriter dan sentralistik dapat menjadi hambatan dalam menerapkan pendekatan demokratis yang lebih partisipatif. Ketidakpercayaan terhadap Kemampuan Peserta Didik: Jika guru memiliki persepsi negatif tentang kemampuan peserta didik untuk berpartisipasi aktif, maka implementasi pendekatan demokratis dapat terhambat. Tuntutan Kurikulum dan Evaluasi: Tuntutan kurikulum yang padat dan evaluasi yang berfokus pada hasil ujian seringkali mengurangi waktu dan ruang untuk menerapkan pendekatan demokratis. Tingkat Keterlibatan Peserta Didik yang Rendah: Jika peserta didik tidak aktif atau kurang berpartisipasi, implementasi pendekatan demokratis bisa menjadi lebih sulit. Tingkat Persaingan di Kelas: Lingkungan kelas yang kompetitif dan persaingan yang tinggi antara peserta didik dapat menghambat kolaborasi dan partisipasi dalam pendekatan Dalam mengimplementasikan Model Pendekatan Demokratis dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Plawad 4 Karawang Timur, penting untuk memperhatikan dan mengatasi faktor pendukung serta mengatasi atau mengurangi dampak faktor penghambat. Penguatan kerjasama antara guru, peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah secara keseluruhan akan meningkatkan efektivitas penerapan pendekatan demokratis dalam proses pembelajaran. Kesimpulan Penerapan Model Pendekatan Demokratis dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Plawad 4 Karawang Timur memberikan banyak manfaat bagi proses pembelajaran dan interaksi antara guru dan peserta didik. Pendekatan ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam pembelajaran, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi, berdiskusi, dan berkontribusi secara aktif dalam proses pembelajaran. Komitmen guru untuk menerapkan pendekatan demokratis, dukungan kepala sekolah, partisipasi aktif peserta didik, serta kerjasama dengan orang tua peserta didik menjadi faktor pendukung yang penting dalam keberhasilan implementasi model ini. Fasilitas dan sumber daya yang memadai juga mendukung proses pembelajaran yang lebih partisipatif dan inklusif. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat yang perlu diatasi, seperti tradisi pembelajaran konvensional yang otoriter, tingkat keterlibatan peserta didik yang rendah, 35 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dan tuntutan kurikulum yang padat. Dalam mengatasi faktor penghambat, diperlukan upaya bersama antara guru, peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan kelas yang inklusif, demokratis, dan mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan penerapan Model Pendekatan Demokratis dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan sikap partisipatif, kritis, dan bertanggung jawab. Mereka juga diajak untuk menghargai perbedaan, berdialog secara terbuka, dan bekerja sama secara kolaboratif. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, berbicara dengan bebas, dan merasa diterima dan dihargai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan Model Pendekatan Demokratis dalam Pengelolaan Kelas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Plawad 4 Karawang Timur dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun interaksi yang harmonis antara guru dan peserta didik, serta membentuk karakter peserta didik yang lebih berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama Islam. Daftar pustaka Fauzi. Pendidikan Agama Islam: Teori. Strategi, dan Implementasi dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Wiyani. Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran PAI: Teori dan Praktik. PT Remaja Rosdakarya. Sunyoto. Model Pembelajaran Agama: Teori dan Aplikasi dalam Pembelajaran PAI. PT Elex Media Komputindo. Sutikno. Strategi dan Model Pembelajaran Agama. PT Remaja Rosdakarya. Salim. Pembelajaran PAI Berbasis Model Discovery Learning. PT Raja Grafindo Persada. Ismail. , & Mukhlis. Model-Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. PT Raja Grafindo Persada. Suharjo. , & Mutakinati. Peningkatan Profesionalisme Guru PAI melalui Pembelajaran Aktif dan Inovatif. Penerbit Andi. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta