PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL KAMPANYE PEMANFAATAN POT SABUT KELAPA SEBAGAI PENGGANTI POLYBAG DI KOTA PALEMBANG Achmad Irfansyah. Bobby Halim . Mukhsin Patriansah . , . , . Program Studi Desain Komunikasi Visual,Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jend. Sudirman No. 62 Km. 4, 20ilir. Kota Palembang Email : Achmadirfansyah98@gmail. com 1 Bobby_dkv@uigm. id , . mukhsin_dkv@uigm. ABSTRACT Polybag is a container made of synthetic plastic that is used as a container for nurseries, namely plant breeding both vegetatively and generatively until the plant is declared ready for planting, then transferred to the Therefore, the existing polybags are not renewable so their availability is limited. In addition, the use of polybags made of synthetic materials often causes negative impacts, including the reduction of nutrients in the soil, this is due to the nature of polybags that are difficult to decompose because they are made of synthetic In addition, polybag waste that is not used often pollutes the environment. The main study of this research is focused on the identification, analysis and design of video works of public service advertisements and other supporting media. This design uses design thinking planning methods including premedia, main media and follow-up media. Data were collected through observation, interviews, literature and websites. The data is then identified, classified, selected, then analyzed using the 5W 1H. SWOT method and interpreted according to the text and context. The design of visual communication using coconut coir pots as a substitute for polybags in Palembang City as a visual communication medium is part of the discussion of this design. This design aims to invite the people of Palembang City, especially housewives, to switch to using coconut husks or cocopot pots. Keywords: Coconut Coir Pot. Cocopot. Environmental Conservation. Public Service Advertising. ABSTRAK Polybag adalah wadah yang terbuat dari plastik sintetis yang di gunakan sebagai wadah untuk persemaian yaitu pembiakan tanaman baik secara vegetative maupun generatif sampai tanaman di nyatakan siap tanam, kemudian di pindahkan ke lahan. Oleh karena itu polybag yang ada saat ini tidak terbarukan sehingga ketersediaanya Selain itu penggunaan polybag berbahan sintetis seringkali menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah berkurang nya unsur hara dalam tanah hal ini di karenakan sifat polybag yang sulit terurai karena terbuat dari bahan sintetis. Selain itu seringkali limbah polybag yang telah tidak terpakai mencemari lingkungan. Kajian utama penelitian ini di titik beratkan pada identifikasi, analisa dan perancangan pada karya video iklan layanan masyarakat dan media pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan metode perencanaan design thinking meliputi premedia, main media dan follow up media. Data di kumpulkan melalui, observasi, wawancara, literatur dan website. Data tersebut kemudian di identifikasi, di klasifikasi, diseleksi, selanjutnya dianalisis menggunakan metode 5W 1H. SWOT dan di interpretasikan sesuai teks dan konteksnya. Perancangan komunikasi visual pemanfaatan pot sabut kelapa sebagai pengganti polybag di Kota Palembang sebagai media komunikasi visual yang merupakan bagian dalam pembahasan perancangan ini. Perancangan ini bertujuan mengajak masyarakat Kota Palembang khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk beralih menggunakan pot sabut kelapa atau cocopot. Kata Kunci : Pot Sabut Kelapa. Cocopot. Konservasi Lingkungan. Iklan Layanan Masyarakat. Pendahuluan Plastik adalah salah satu bahan sintetik yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Salah satu bahan plastik yang sering di gunakan adalah polybag. Polybag adalah wadah yang terbuat dari plastik sintetis yang digunakan sebagai wadah untuk persemaian yaitu pembiakan tanaman baik secara vegetative maupun generatif sampai tanaman di nyatakan siap tanam, kemudian di pindahkan ke lahan (Murdhiani & Rosmaiti. Hal ini bertujuan untuk efesiensi penggunaan benih, mengurangi tingkat kerusakan dan kematian benih serta mepermudah proses transplanting (Pudjiono et al. , 2. Namun saat ini polybag biasanya terbuat dari bahan minyak bumi seperti polietilen. Oleh karena itu polybag yang ada saat ini tidak terbarukan sehingga ketersediaanya terbatas. Selain itu penggunaan polybag berbahan sintetis seringkali menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah berkurang nya unsur hara dalam tanah hal ini di karenakan sifat polybag yang sulit terurai karena terbuat dari bahan Selain itu seringkali limbah polybag yang telah tidak terpakai mencemari lingkungan. Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Sampah plastik di Indonesia mencapai 9,52 ton per tahun. Berdasarkan data (Jambeck, 2. menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Negara China yang mencapai 262,9 juta ton (Kompas, 23 Januari 2. Sampah plastik akan berdampak negatif terhadap lingkungan. Dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Palembang menyebutkan bahwa sampah di kota Palembang memiliki volume yang sangat tinggi per tahun 2020. Perkembangan data pun diperoleh per tahun 2021 tercatat bahwa produksi sampah harian di kota Palembang bisa 200 ton. Jenis sampah yang beraneka ragam salah satunya sampah plastik yang paling Sampah plastik diperkotaan menduduki peringkat yang tertinggi di ikuti dengan banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan Data pada tahun 2019 menunjukkan sampah limbah plastik dari rumahan mencapai 17%, dan dibuang ke sungai. Pembuangan kesungai seperti ini diakibatkan karena kurangnya area pembuangan sampah, sehingga sungai akan tersumbat dan tanah dapat mengalami pencemaran (Wawancara Bersama Bapak Ardiansyah dan Bapak Nasrul Sebagai Kepala Di Bagian B3 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palemban. Salah satunya sampah polybag dalam media tanaman. Polybag masih banyak digunakan dalam persemaian tanaman pertanian, perkebunan, dan Penggunaan yang semakin banyak berpotensi mencemari lingkungan karena limbah plastik tidak dapat terurai oleh mikroba tanah. Pada umumnya polybag digunakan sebagai wadah untuk media tumbuh bibit di persemaian. Penggunaan polybag ini tidak ramah lingkungan karena pada waktu penanaman bibit di lapangan, sisa polybag tersebut dibuang sehingga akan bertumpuk menjadi Sampah polybag merupakan sampah anorganik dimana sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri sehingga tidak akan hancur dalam tanah jika dibiarkan saja. Dampak sampah anorganik terhadap tanah antara lain terjadi pencemaran tanah. Sampah anorganik yang bertumpuk dalam tanah menyebabkan akar tidak dapat menembusnya, air dan mineral yang mikroorganisme dalam tanah akan berkurang mengakibatkan tanaman sulit tumbuh karena tidak mendapatkan asupan makanan. (Budi et al. , 2. dalam jurnal Penggunaan Pot Berbahan Dasar Organik. Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan penggunaan wadah semai berbahan dasar organik yang ramah lingkungan yaitu cocopot atau pot berbahan dari sabut kelapa. Dari beberapa permasalahan di atas maka perlu dipikirkan solusi untuk mengajak masyarakat Kota Palembang agar dapat memanfaatkan bahan yang organik dan ramah lingkungan pengganti polybag yaitu cocopot atau pot dari sabut kelapa. Perancang sendiri memberikan solusi yang ditawarkan adalah bagaimana cara untuk meningkatkan kesadaran dalam meminimalisir potensi pengurangan limbah plastik polybag. Diharapkan pada ini dapat memberikan informasi yang edukatif serta potensi-potensi pencemaran bagi masyarakat Kota Palembang. Metode Perancangan Design Thinking Menurut (Lazuardi & Sukoco, 2. Metode ini digunakan sebagai acuan dalam Practical Based Design Research yang berpusat pada kebutuhan Tahapan Design Thinking dilandasi kebutuhan untuk berinovasi secara cepat, tepat dan akurat berorientasi pada manusia-nya . Maka yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan mengumpulkan insight . ebagai upaya belajar dari orang lai. , melakukan observation . emerhatikan apa yang orang tidak lakukan, mendengarkan apa yang orang tidak kataka. , ber-empathy . erasakan dan mencoba berganti posisi menjadi orang lai. , menangkap pola . dan kemudian mencoba memikirkan melampaui itu, beyond individual. Sehingga kemudian kita dapat menarik dan membuat point of Gambar 1. Bagan Metode Penciptaan Design Thinking Empathize Wawancara dan survei Perancangan mengambil data wawamcara Bersama bapak Narsul dan Bapak Ardiansyah sebagai kepala di bagian B3 di Dinas Lingkungan hidup Kota Palembang tersebut. Wawancara mencakup ranah pendalaman terhadap seberapa besar dampak plastik jika terus menerus digunakan, apakah polybag termasuk sampah anorganik yang sukar terurai, dan bagaimana cara penanggulangan dari dampak sampah anorganik Observasi Melakukan pengamatan obyek secara langsung, terhadap objek - objek penelitian seperti, dampak dari penggunaan polybag yang berlebihan pada lingkungan, pembuatan pot dari bahan alami, dan melakukan penyuluhan terhadap target audience yaitu ibu-ibu rumah tangga. masyarakat Kota Palembang mulai beralih menggunakan bahan alami. Who To Say . Aspek Geografis Primer : Masyarakat kota Palembang yang berada di Kawasan Ulu. Sekunder : Masyarakat Kota Palembang. Aspek Demografis Primer : Ibu - ibu rumah tangga. Umur 31 Ae 42 tahun. Kalangan kebawah. Sekunder : Masyarakat Palembang. Umur 30 Ae 43 tahun. Laki Ae laki. Kalangan menengah ke bawah hingga keatas. Aspek Psikografis Primer: Masyarakat Kota Palembang yang pecinta lingkungan, hobi bercocok Sekunder : Masyarakat di Kota Palembang, tidak memiliki waktu, di siplin, hobi bercocok tanam. Aspek Behavioristik Primer : Masyarakat di Kota Palembang yang mempunyai tanaman hias, orang yang hobi merawat tumbuhan, orang yang memiliki rasa penasaran dan dalam hal baru. Sekunder: Masyarakat di Kota Palembang orang yang suka bekelompok, orang yang suka bersosialisasi, orang yang memiiki keingintahuan. When To say Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Pemanfaatan Pot Sabut Kelapa Sebagai Pengganti Polybag di Kota Palembang ini dilakukan pada saat hari-hari tertentu seperti hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September. Where Yo Say Peracangan dikampanyekan dan disebarkan di pasar, taman dan car free day yang ada di kota Palembang. Selain itu perlu memanfaatkan media elektronik, cetak dan media online, sehingga pesan dari kampanye ini sampai ke target sasaran. How To Say Perancangan ini dibuat melalui beberapa langkah pendekatan serta alur kegiatan yang bisa menyadarkan dan memotivasi target penggunaan cocopot lebih baik daripada penggunaan polybag yang berguna untuk konservasi lingkungan. Ideate Metode ini berisikan langkah-langkah dalam membuat rancangan pada Perancangan Wawancara Gambar 2. Wawancara untuk mendapatkan data informasi yang valid. Studi Pustaka Melakukan penelitian dengan cara mempelajari dan membaca literatur-literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang menjadi obyek penelitian yaitu menyampaikan pesan yang informatif, komunikatif, dan efektif mengenai cocopot dan dampak positif cocopot yang berbahan dari sabut kelapa. Define Analisa 5W 1H What To Say Selama ini Polybag masih banyak digunakan dalam persemaian tanaman pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Penggunaan yang semakin banyak berpotensi mencemari lingkungan karena limbah plastik tidak dapat terurai oleh mikroba tanah. Perancangan ini merupakan kampanye yang ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat Kota Palembang agar dapat memanfaatkan bahan organik yang ramah lingkungan dalam proses persemaian tanaman. Whay To Say Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Pemanfaatan Pot Sabut Kelapa Sebagai Pengganti Polybag di Kota Palembang, karena saat ini banyak masyarakat kota Palembang yang mulai hobi menanam tanaman hias, akan tetapi masih banyak masyarakat Kota Palembang yang menggunakan plastik polybag utnuk proses persemaian tanaman mereka, oleh sebab itu perancang mengangkat kampanye ini agar Komunikasi Visual Kampanye Pemanfaatan Pot Sabut Kelapa Sebagai Pengganti Polybag di Kota Palembang seperti menentukan strategi kreatif, menentukan strategi media, dan menentukan strategi visual yang terdiri juga dari layout gagasan, rough layout, dan comprehensive layout. Prorotype Dari hasil metode yang sudah dibuat maka langkah selanjutnya yaitu pembuatan dan produksi karya atau media, mulai dari art work serta produk yang akan dibuat. Test Ketika selesai melakukan pembuatan dan produksi karya atau media maka langkah terakhir yaitu melakukan kampanye tersebut pada tempat yang telah ditentukan dan juga melihat feedback dan awareness dari masyararakat kota Palembang itu sendiri. masyarakat ini oleh target audience. Gambar 3. Logo ILM Perencanaan Media Tujuan Media Adapun tujuan media adalah sebagai alat berkomunikasi dengan masyarakat dalam menyampaikan pesan mengenai pemanfaatan pot sabut kelapa sebagai pengganti polybag di Kota Palembang. Media yang di gunakan terdiri dari Pre media. Main media, dan follow up media. Tujuan media kampanye komunikasi visual ini adalah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat secara luas, melalui media yang ditentukan sehingga tujuan untuk memberikan Strategi Media Strategi media adalah langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan menyampaikan informasi atau pesan kepada masyarakat. Strategi media yang ditetapkan meliputi segmentasi media, panduan media, program media, dan biaya media. Pada perancangan kampanye ini menargetkan sasaran kepada masyarakat kota Palembang sebagai target primer dan masyarakat Sumatera Selatan sebagai target sekunder. Mengenai hal ini, strategi media yang digunakan merupakan media-media yang sangat dekat dengan masyarakat, namun dengan konsep perancangan yang komunikatif dan persuasif sehingga dapat dimengerti. Adapun media yang digunakan menggunakan ilustrasi yang terkesan sederhana, namun memiliki makna dalam penyampaian pesan. Pemilihan Media Perancang menggunakan media menjadi pre media, main media dan follow up media sebagai perencanaan media. Baik itu pre media, main media ataupun follow up media ketiga nya terbagi menjadi kategori media cetak dan media Media cetak merupakan media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual yang dihasilkan dari proses pencetakan, sedangkan pada media elektronik merupakan media yang memiliki proses kerja dan tata cara pengkomunikasian berdasarkan pada prinsip Adapun pemilihan media yang di gunakan dalam kampanye komunikasi visual Teknis Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis ini mencakup tiga langkah, yaitu data reduction . eduksi dat. yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Data display . enyajian dat. yaitu data dirangkai menjadi kalimat yang tersusun secara sistematis dan logis. Conclusion drawing/verification . impulan atau verifikas. yaitu pengulangan dan penelusuran data kembali dengan tujuan untuk pemantapan simpulan yang didapat. (Sugiyono 2005: . Pembahasan Dalam proses pengolahan data mengenai pemanfaatan pot sabut kelapa sebagai pengganti polybag di Kota Palembang ini, terdapat beberapa tahapan yang harus diteliti. Adapun perancangan ini terbagi menjadi beberapa bagian- bagian, yaitu diantaranya identifikasi data , landasan hukum, organisasi pendukung, faktor penghambat dan masyarakat, dan ILM yang pernah dibuat, usulan pemecahan masalah, dan contoh kasus. Perancangan tata desain perancangan komunikasi visul kampanye pemanfaatan pot sabut kelapa sebagai pengganti polybag di Kota Palembang ini menampilkan visual yang menarik, informatif, dan edukatif yang bermanfaat baik berupa media- media ataupun ilustrasi yang Penggunan ilustrasi- ilustrasi yang audience, mulai dari pemilihan gaya desain, warna, maupun tipografi yang sesuai. Penggunaan judul maupun headline menggunakan kalimatkalimat yang informatif dan mendidik, serta desain- desain yang digunakan mudah dipahami informasinya dan maksud iklan layanan seperti pre media seperti poster dan katalog, main media seperti video iklan layanan masyarakat, followup media seperti x-banner, tote bag, sticker, gantungan kunci, celemek Berkebun Gagasan Kreatif Pada gagasan kreatif ini, perancang mengambil tema Aupot sabut kelapa . Ay. Gagasan ini diambil dari tujuan perancangan kampanye ini yaitu untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat Kota Palembang untuk menggunakan pot yang berbahan dasar alami. Pot sabut kelapa diartikan sebagai pot yang berbahan dasar sabut kelapa dengan julukan cocopot, proses pembuatan nya yang mudah dan tentunya berbahan dasar alami tidak bisa mencemari lingkungan. Diharapkan dengan mengambil tema ini dapat menyampaikan pesan yang dimaksud. Maksud dari pesan yang perancang pilih ini adalah dapat diartikan bahwa potr sabut kelapa adalah sebuah pot yang berbahan dasar alami yang tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan maupun kesehatan, maka dari itu dengan mengangkat tema ini diharapkan ibu-ibu rumah tangga sebagai target utama dalam perancangan kampanye ini nantinya dapat menjaga lingkugan dan kesehatannya sendiri. Adapun ide utama dalam perancangan ini adalah Pot Sabut Kelapa itu sendiri. Gambar 5. Katalog ILM Tujuan Kreatif Adapun tujuan kreatif pada perancangan ini adalah untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat Kota Palembang untuk menggunakan pot berbahan dasar sabut kelapa yang ramah lingkungan, dengan menggunakan konsep gaya tampilan Art Nouveau serta mengeksplorasi kembali objek visual pot dan sabut kelapa yang perancang pilih pada perancangan kampanye ini. Melalui media pre media, main media, dan follow up media diharapkan kampanye ini tepat sasaran dan dapat memberikan pemahaman yang mudah diterima oleh masyarakat. Gambar 6. Totebag dan Celemek Gambar 7. Stiker dan Gantungan Kunci Kesimpulan Perancangan Tugas Akhir ini merupakan suatu karya visual yang digunakan untuk mengkomunikasikan dan mengajak masyarakat kearah hidup yang lebih baik. Dalam hal ini Gambar 4. Poster ILM Nursyamsianwar. Biopot Sebagai Pengganti Polybag. http://p3esuma. id/versi3/index. php/ne ws/87-berita/933-pemaparan-karya-siswa-s2asn-balai-litbang-lhk-makassar-dan-smknkehutanan Pasir. , & Hakim. Penyuluhan Penanaman Sayuran dengan Media Polybag. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 3. , 159Ae https://journal. id/ajie/article/view/7826 Pudjiono. Djojowasito. , & Oktayani S. Pembuatan dan Pengujian Kantong Tanaman Organik dari Bahan Eceng Gondok ( Eichoirnia Crassipes ( Mart. ) Solms ). 1Ae8. Rahayu. Formulasi kebijakan pemerintah penggunaan kantong plastik. Skripsi. Sanyoto. Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain. Septiningsih. Perancangan Desain Komunikasi Visual Filosofi Surjan Jogja Menggunakan Metode Design Thinking. 51Ae76. Supriyono. Rachmat. Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta. pemanfaatan pot sabut kelapa sebagai pengganti polybag di Kota Palembang adalah salah satu bentuk ajakan dalam penerapan mengajak masyarakat Kota Palembang untuk beralih menggunakan pot sabut kelapa atau cocopot dan Dengan perancangan kampanye ini, para target sasaran khususnya ibu-ibu rumah tangga di Kota Palembang dapat tertarik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Daftar Pustaka