LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Juni 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL MELANGKAH KARYA J. S KHAIREN (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Siti Mukhafidhoh 1. Sariban 2. Ida Sukowati 3 *1-3 Universistas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 mukhafidhohsiti9@gmail. 2 sutardi@unisda. 3 sariban@unisda. ABSTRAK Kasus bunuh diri merupakan salah satu permasalahan serius yang terjadi di Indonesia. Kebanyakan kasus bunuh diri terjadi disebabkan oleh permasalahan sosial di masyarakat. Penelitian ini mengangkat permasalahan sosial yang dihubungkan dengan dunia sastra melalui kajian sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai perjuangan tokoh dalam novel Melangkah karya J. Khairen menggunakan konsep nilai perjuangan Joyomartono dengan tujuan agar bisa menjadi motivasi orangorang agar menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi permasalahan hidup. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan paragraf, dialog, dan monolog yang mengandung nilai-nilai perjuangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Instrumen pengumpulan data menggunakan tabel kartu data penelitian. Hasil dari penelitian ini yakni terdapat nilai-nilai perjuangan yang terdiri dari nilai menghargai, nilai persatuan, nilai kerja sama, nilai rela berkorban, dan nilai sabar dan semangat pantang menyerah. Nilai menghargai meliputi sikap menghormati orang lain, bersikap adil, dan menerima kehadiran orang lain. Nilai persatuan meliputi sikap menjaga kerukunan, kesetiakawanan, dan memiliki rasa cinta tanah air. Nilai kerja sama meliputi sikap saling membantu, bertarung, dan bersmusyawarah. Nilai rela berkorban meliputi sikap peduli terhadap sesama, mementingkan keselamatan orang lain, dan menyelamatkan nyawa orang lain. Nilai sabar dan semangat pantang menyerah meliputi sikap berjiwa besar, optimis, selalu ingin maju, dan memiliki kemauan keras. Kata kunci: nilai-nilai Perjuangan, cinta tanah air, berjiwa besar. ABSTRACT Suicide cases are one of the serious problems that occur in Indonesia. Most suicide cases occur due to social problems in society. This research raises social problems connected with the world of literature through the study of the sociology of literature. This research aims to reveal the values of the characters' struggles in the novel Meangkat by J. Khairen uses Joyomartono's concept of struggle values with the aim of being a motivation for people to become stronger individuals in facing life's This research uses a qualitative descriptive research type. The research data is in the form of excerpts from paragraphs, dialogues and monologues that contain struggle values. Data collection techniques use library techniques. The data collection instrument uses a research data card table. The results of this research are that there are struggle values consisting of the value of respect, the value of unity, the value of cooperation, the value of being willing to sacrifice, and the value of patience and the spirit of never giving up. The value of respect includes respecting others, being fair, and accepting the presence of others. The value of unity includes the attitude of maintaining harmony, solidarity, and having a sense of love for the country. The value of cooperation includes mutual assistance, fighting and deliberation. The value of being willing to sacrifice includes caring for others, prioritizing the safety of others, and saving other people's lives. The value of patience and the spirit of never giving up includes an attitude of being big- hearted, optimistic, always wanting to move forward, and having a strong will. Kata Kunci: values of struggle, love for the country, big- hearted. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. PENDAHULUAN Melangkah adalah sebuah novel tentang persahabatan, jurang ego seorang anak dengan orang tuanya dan tentang menyeimbangkan logika maupun perasaan. Buku ini juga tentang melangkah menuju masa depan dan bahwa apapun yang menjadi luka di masa lalu harus dibiarkan mengering bersama dengan waktu. Novel AyMelangkahAy akan membawa pembaca menuju Indonesia yang paling timur yaitu sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur. Sumba. Sumba merupakan salah satu tempat yang terkenal dengan keindahan alam dan betapa eksotisnya tempat wisata yang disuguhkan, tak terkecuali tanah Marapu. Pulau yang satu ini dikenal sebagai penghasil kain tenun yang cukup terkenal dikarenakan memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Namun sayangnya, tak banyak orang yang tahu tentang hal ini. Sosiologi sastra memungkinkan peneliti untuk melihat nilai-nilai karakter dalam konteks interaksi sosial yang terjadi di Indonesia, termasuk relasi antarkelas, antaretnis, dan Wiyatmi . dalam penelitiannya tentang sosiologi sastra di Indonesia menekankan pentingnya konteks lokal dalam analisis karya sastra. Pendekatan ini sangat relevan untuk menganalisis bagaimana nilai pendidikan karakter direpresentasikan dalam novel "Melangkah" karya J. Khairen, dengan mempertimbangkan konteks sosial Indonesia dan perkembangan terkini dalam studi sosiologi sastra. Novel "Melangkah" dipilih sebagai objek penelitian karena dinilai relevan dengan isu pendidikan saat ini. Novel ini mengangkat tema-tema yang sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. berkebinekaan global. bergotong royong. bernalar kritis. dan kreatif. Latar sosial dan budaya yang digambarkan dalam novel ini, yang berakar pada konteks Indonesia, memberikan relevansi yang kuat dengan kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini. Novel "Melangkah" menawarkan potret kehidupan yang realistis dengan berbagai permasalahan sosial yang relevan dengan pengalaman peserta didik di Indonesia. Melalui tokoh-tokohnya, novel ini menyajikan contohcontoh perilaku yang mencerminkan nilai-nilai karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah : Mendeskripsikan nilai persahabatan yang digambarkan melalui interaksi antar tokoh. menemukan nilai semangat pantang menyerah. dan mendeskripsikan nilai moral dalam novel AuMelangkahAy karya J. S Khairen terhadap dunia pendidikan saat ini. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, analisis berdasarkan cara kerja teori kritik sosiologi sastra. Objek material penelitian ini adalah novel AumelangkahAy. Novel tersebut menjadi data utama pada penelitian ini. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ratna . yang menjelaskan bahwa dalam penelitian sastra sumber datanya adalah karya sastra itu sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya (Sugiono,2. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Melangkah karya J. S Khairen yang diterbitkan oleh Gramedia Widiasarana Indonesia, dengan tebal 368 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan catat, mengumpulkan data-data berupa kutipan-kutipan langsung maupun tidak langsung yang berhubungan dengan kritik sosiologi sastra. Proses analisis objek penelitian ini diawali dengan membaca secara cermat seluruh sumber data teks pada novel untuk menganalisis struktur novel yang menitikberatkan pada analisis penokohan. Setelah itu, struktur novel dianalisis dengan kritik sosiologi sastra. Selanjutnya, dilakukan pembacaan ulang terhadap novel untuk memberikan tanda dan simpulan serta hasil analisis. Kemudian peneliti menyusunnya sebagai hasil laporan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Nilai Persahabatan Pantang Menyerah Dalam Novel AuMelangkahAy Karya J. S Khairen. Novel "Melangkah" karya J. Khairen menggambarkan nilai persahabatan melalui interaksi antar tokoh yang penuh dengan solidaritas, pengorbanan, dan dukungan satu sama Nilai Kepercayaan Dalam novel "Melangkah" karya J. Khairen, nilai kepercayaan antar tokoh memiliki peran yang sangat penting dalam membangun alur cerita. Kepercayaan ini menjadi landasan utama dalam setiap interaksi dan keputusan yang diambil oleh tokoh-tokohnya. Dalam konteks ini, nilai kepercayaan dalam novel "Melangkah" mencerminkan struktur mental masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, dan tanggung Berikut adalah kutipan dari novel "Melangkah" yang menggambarkan nilai kepercayaan antar tokoh. 1 "Aku percaya padamu. Rif," kata Ayah dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan. "Kamu anak yang jujur dan bertanggung jawab. Bapak yakin kamu bisa menjaga amanah ini. Kutipan ini menunjukkan betapa besar kepercayaan yang diberikan oleh Ayah kepada Arif, tokoh utama dalam novel ini. Kepercayaan ini didasarkan pada keyakinan Ayah terhadap kejujuran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh Arif. Nilai kepercayaan ini juga tercermin dalam interaksi antar tokoh lainnya, seperti antara Arif dengan teman-temannya, antara Arif dengan ibunya, dan antara Arif dengan tokoh-tokoh masyarakat di sekitarnya. "Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya bisa menangis dan berdoa. Tiba-tiba, ada seorang kakek tua yang datang menghampiriku. bertanya kepadaku, 'Ada apa. Nak?' Aku menceritakan semua masalahku Kakek itu mendengarkan dengan seksama. Setelah aku selesai bercerita, kakek itu berkata, 'Jangan khawatir. Nak. Saya akan AoAo Dari kutipan tersebut, dapat dilihat bahwa tokoh Aku mulai percaya pada Pak Harun setelah ia menceritakan semua masalahnya dan Pak Harun berjanji akan membantunya. Kutipan novel "Melangkah" yang menggambarkan nilai kepercayaan antar tokoh. Nilai kesetiaan Nilai kesetiaan antar tokoh terjalin dengan kuat, mencerminkan visi dunia pengarang yang selaras dengan teori sosiologi Lucien Goldmann. Goldmann menekankan bahwa karya sastra yang besar adalah ekspresi dari kesadaran kolektif suatu kelompok " AuHari ini kita mati disini, bapa Runa memberi aba-aba. Lima pasukan bapa Runa. Dengan tenaga dan keyakinan tersisa berhasil menumbangkan sebelas lawan. Kini lima lawan Sembilan belas orang. Meskipun pasukan bapa Runa kuat. Jumlah lawan yang masih banyak perlahanlahan menyududtkan mereka. Bapa Runa berteriak keras, mengeluarkan suara yang menyeramkanAy Kutipan menggambarkan kesetiaan yang tak tergoyahkan, bahkan dalam menghadapi maut. Kesetiaan ini tidak hanya antar individu, tetapi juga terhadap nilai-nilai yang mereka yakini bersama. Nilai kerja sama Novel "Melangkah" karya J. Khairen menggambarkan nilai kebersamaan melalui interaksi antar tokoh yang mencerminkan solidaritas dan persatuan. Salah satu contohnya adalah ketika masyarakat bekerja sama untuk memindahkan batu besar ke kampung Dalam kutipan, 4 "Sudah terbayang oleh mereka, menggerek batu besar itu dengan tenaga ratusan orang ke kampung mereka. Sambil menarik batu itu, mereka akan menyanyikan lagu-lagu semangat dan meminum tuak," Kutipan ini menggambarkan nilai kerja sama yang erat dalam kehidupan Nilai kerja sama terlihat dalam cara mereka berbagi tugas dan berusaha mencapai tujuan bersama. Tidak ada individu yang bekerja sendiri, melainkan mereka saling membantu untuk memastikan keberhasilan tugas yang sulit. Hal ini mencerminkan prinsip gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat yang menghargai kebersamaan dalam mencapai sesuatu yang lebih besar dari kepentingan pribadi. Nilai Semangat Pantang Menyerah Dalam Novel AuMelangkahAy Karya J. S Khairen. Dalam novel "Melangkah", kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai semangat pantang menyerah yang terkandung di dalamnya tidak hanya merupakan pilihan individual tokoh, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial masyarakat pada umumnya. Beberapa nilai semangat pantang menyerah yang dapat ditemukan dalam novel "Melangkah" antara lain: Nilai ketekunan dan keuletan Dalam novel ini, tokoh-tokoh utama menunjukkan nilai-nilai perjuangan yang kuat. Penelitian yang relevan menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai perjuangan seperti rela berkorban, persatuan, harga-menghargai, sabar, semangat pantang menyerah, dan kerja sama yang ditunjukkan oleh para tokoh. Mereka menunjukkan semangat pantang menyerah dan kerja sama yang erat, mencerminkan nilai-nilai perjuangan yang kuat. "Saat kau sudah kebas dengan kegagalan, saat itulah apa yang kau cari selama ini mulai Ini bukan rumus motivator. Gagal ibarat akar. Dia tumbuh ke bawah dan terus Kutipan ini mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari, tetapi harus diterima sebagai bagian dari proses pembelajaran dan Seperti akar yang terus menguat di dalam tanah sebelum pohon menjulang tinggi, seseorang yang mampu menghadapi dan belajar dari kegagalan akan memiliki dasar yang lebih kokoh untuk meraih keberhasilan. "Tak apa rasa lelah hingga ke tulang. Untuk tempat yang kita sebut pulang. Hidup ini memang soal tualang. Bukan soal siapa kalah siapa menang. Melalui perspektif strukturalisme genetik Lucien Goldmann, kutipan ini bukan hanya sekadar refleksi perasaan individu, tetapi juga mencerminkan realitas sosial yang lebih luas. Nilai ketekunan, pencarian identitas, dan pandangan tentang kehidupan sebagai perjalanan menunjukkan bahwa novel Melangkah tidak hanya berbicara tentang karakter utama, tetapi juga menggambarkan pandangan dunia kelompok sosial yang berjuang menghadapi tantangan dan mencari makna hidup di tengah perubahan sosial. Nilai optimisme Dalam konteks novel "Melangkah", nilai optimisme yang ditampilkan oleh para tokoh utama mencerminkan semangat generasi muda Indonesia yang berjuang untuk meraih impian dan menghadapi tantangan hidup dengan sikap positif. Sikap optimis ini terlihat dalam beberapa kutipan berikut: "Sikap optimis ditunjukkan dengan selalu yakin dengan kemampuan diri sendiri untuk bisa menghadapi semua rintangan. 8 "Sikap berjiwa besar dapat ditunjukkan dengan selalu bersyukur atas semua keadaan, selalu bersyukur terhadap apa yang dimiliki, dan tidak putus asa dengan segala permasalahan yang dihadapi seseorang. Melalui kutipan-kutipan tersebut, terlihat bahwa para tokoh dalam novel ini memiliki keyakinan kuat pada diri sendiri dan tetap bersyukur dalam segala situasi, yang merupakan manifestasi dari sikap optimisme. Dengan demikian, "Melangkah" tidak hanya menyajikan cerita tentang perjuangan, tetapi juga menggambarkan pandangan dunia yang optimis dari generasi muda Indonesia. Nilai keberanian Dalam konteks ini, nilai keberanian dalam novel "Melangkah" dapat dilihat sebagai refleksi dari pandangan dunia yang menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Kepedulian sosial tercermin dari interaksi karakter dengan lingkungan sekitar dan upayanya untuk membantu orang lain. Cinta tanah air terlihat dari sikap dan tindakan karakter yang menunjukkan rasa bangga dan cinta kepada negara. "Aku tahu jalan ini penuh dengan duri dan rintangan, tapi aku tidak akan mundur. Keberanian adalah satu-satunya pilihan yang aku miliki. "Keberanian bukan berarti tidak pernah merasa takut, tetapi tetap melangkah maju meskipun rasa takut itu ada. "Dalam setiap langkah yang kuambil, aku selalu ingat bahwa keberanian adalah kunci untuk meraih impian dan mengatasi segala hambatan. Dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik, kita dapat melihat bahwa nilai keberanian dalam novel ini mencerminkan pandangan dunia masyarakat yang mengutamakan keberanian sebagai salah satu nilai penting dalam menghadapi kehidupan. Nilai Tanggung Jawab Nilai tanggung jawab dalam novel ini tercermin melalui berbagai tindakan dan keputusan yang diambil oleh karakter utama. Tanggung jawab ini tidak hanya terkait dengan diri sendiri, tetapi juga terhadap keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa kutipan dari novel "Melangkah" yang menggambarkan nilai tanggung jawab: "Aku tahu beban ini tidak ringan, tapi aku harus tetap menjalankannya. Tanggung jawab ini adalah bagian dari hidupku, dan aku tidak bisa lari darinya. "Dalam setiap langkah yang kuambil, aku selalu ingat bahwa tanggung jawab adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. "Tanggung jawab bukan hanya tentang apa yang harus dilakukan, tetapi juga tentang memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang kita ambil. Dengan pendekatan strukturalisme genetik, kita dapat melihat bahwa nilai tanggung jawab dalam novel ini mencerminkan pandangan dunia masyarakat yang mengutamakan tanggung jawab sebagai salah satu nilai penting dalam kehidupan seharihari. Nilai Moral Dalam Novel AuMelangkahAy Karya J. S Khairen Terhadap Dunia Pendidikan Saat Ini. Novel AuMelangkahAy karya J. Khairen dapat dianalisis melalui teori sosiologi Lucien Goldmann, khususnya konsep strukturalisme genetik. Menurutnya, karya sastra merupakan refleksi dari kesadaran kolektif suatu kelompok sosial, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mencerminkan dinamika serta konflik yang terjadi dalam masyarakat. Nilai Kemandirian dan Tanggung Jawab Kemandirian dalam novel ini digambarkan sebagai upaya karakter utama untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan pemikiran kritis, tanpa terlalu bergantung pada orang lain. Contoh kutipan dari novel yang menggambarkan kemandirian: "Aku memutuskan untuk tidak lagi menunggu orang lain menentukan jalan hidupku. Aku harus melangkah, meski kakiku masih gemetar. Kutipan ini menunjukkan bagaimana karakter utama mengambil alih kendali hidupnya, sebuah tindakan yang mencerminkan kemandirian. Dalam konteks pendidikan, hal ini sejalan dengan tuntutan agar siswa mampu berpikir kritis dan bertindak secara Tanggung jawab dalam novel ini tidak hanya terbatas pada diri sendiri, tetapi juga pada orang lain dan masyarakat. Karakter utama menyadari bahwa setiap tindakan yang diambil memiliki konsekuensi, baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan sekitarnya. Contoh kutipan yang menggambarkan tanggung jawab: "Setiap langkah yang kuambil bukan hanya untuk diriku, tetapi juga untuk mereka yang percaya padaku. Aku tidak bisa mengecewakan mereka. Kutipan ini menunjukkan bagaimana karakter utama merasa bertanggung jawab tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga pada orang-orang di sekitarnya. Dalam dunia pendidikan, nilai ini penting untuk membentuk siswa yang tidak hanya peduli pada prestasi individu, tetapi juga pada kontribusi mereka terhadap masyarakat. Nilai Solidaristas dan Kerjasama Novel ini menggambarkan bagaimana karakter-karakter utama menghadapi tantangan hidup dengan mengandalkan solidaritas dan kerjasama. Solidaritas di sini tidak hanya sekadar kebersamaan, tetapi juga saling mendukung dalam mencapai tujuan Contohnya, dalam salah satu kutipan novel: AuKita tidak bisa sendirian melawan dunia. Butuh teman, butuh orang-orang yang percaya pada mimpi yang sama. Hanya dengan bersatu, kita bisa melangkah maju. Ay Kutipan ini menggambarkan betapa pentingnya solidaritas dan kerjasama dalam mencapai tujuan bersama, terutama dalam menghadapi sistem yang seringkali tidak adil. Hal ini sejalan dengan kutipan dalam novel: AuTidak ada yang bisa kita capai sendiri. Setiap langkah maju adalah hasil dari tangan yang saling memegang. Ay Kutipan ini mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah proses kolektif, bukan Kerjasama dapat diterapkan melalui metode pembelajaran kolaboratif, seperti diskusi kelompok atau proyek bersama. Novel ini menegaskan bahwa kerjasama adalah kunci untuk mengatasi tantangan kompleks, baik dalam pendidikan maupun kehidupan. Nilai Ketekunan dan Pantang Menyerah Dalam novel ini, perjuangan tokoh utama melambangkan perjuangan banyak individu dalam masyarakat yang berusaha mengubah nasib mereka melalui pendidikan, meskipun sistem dan lingkungan tidak selalu mendukung. Berikut adalah kutipan dari novel yang menggambarkan nilai ketekunan dan pantang menyerah: AuAku tahu jalan ini tidak mudah, tapi aku yakin setiap langkah yang kuayunkan akan membawaku lebih dekat pada impianku. Meski terkadang lelah menghampiri, aku tak boleh menyerah. Pendidikan adalah satu-satunya cara untuk mengubah hidupku. Ay Kutipan ini menunjukkan bagaimana tokoh utama memandang pendidikan sebagai alat untuk mengubah hidupnya. Meskipun dihadapkan pada kesulitan, ia tetap bertekad untuk terus melangkah maju. PEMBAHASAN Dalam novel AuMelangkahAy karya J. Khairen, nilai persahabatan digambarkan sebagai bentuk solidaritas sosial yang erat, sesuai dengan teori sosiologi Lucien Goldmann. Goldmann menekankan bahwa karya sastra tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial di mana ia Persahabatan antara tokoh-tokoh dalam novel ini mencerminkan upaya manusia untuk membangun hubungan yang saling mendukung dalam menghadapi tantangan hidup. Melalui persahabatan, tokoh-tokoh dalam novel menunjukkan bagaimana individu dapat mengatasi keterbatasan mereka dengan bantuan orang lain, yang merupakan cerminan dari nilai-nilai kolektivitas dalam masyarakat. Dalam AuMelangkahAy, persahabatan antar tokoh tidak hanya sekadar hubungan personal, tetapi juga merefleksikan struktur sosial yang lebih luas. Nilai semangat pantang menyerah dalam novel AuMelangkahAy juga dapat dilihat melalui lensa teori Goldmann. Goldmann percaya bahwa karya sastra sering kali mengandung unsur perlawanan terhadap ketidakadilan sosial. Tokoh-tokoh dalam novel ini menghadapi berbagai rintangan, baik secara personal maupun sosial, namun mereka tetap berusaha untuk tidak Semangat pantang menyerah ini tidak hanya menjadi ciri khas individu, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap sistem yang menindas, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi. Novel "Melangkah" karya J. Khairen menawarkan sejumlah nilai moral yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini, terutama jika ditinjau melalui teori sosiologi Lucien Goldmann. Goldmann menekankan pentingnya hubungan antara struktur sosial dan kesadaran kolektif dalam karya sastra. Dalam konteks ini, novel AuMelangkahAy menggambarkan bagaimana nilai-nilai seperti ketekunan, kejujuran, dan empati dapat menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa novel AuMelangkahAy karya J. Khairen menawarkan nilai-nilai moral yang relevan dengan dunia pendidikan saat ini, terutama ketika ditinjau melalui teori sosiologi Lucien Goldmann. Novel ini tidak hanya menggambarkan pentingnya integrasi nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab dalam proses pendidikan, tetapi juga mencerminkan tantangan sosial yang dihadapi oleh dunia pendidikan modern. Melalui perspektif Goldmann, karya sastra seperti AuMelangkahAy berperan sebagai cerminan realitas sosial dan alat untuk membentuk kesadaran kolektif, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pendidik dan pelajar untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih holistik dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kepedulian Dengan demikian, novel ini tidak hanya menjadi bacaan yang bermakna, tetapi juga mendorong refleksi mendalam tentang peran pendidikan dalam membentuk individu dan masyarakat yang lebih baik. Adapun nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati yang terkandung dalam novel dapat menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik, sejalan dengan tujuan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademis tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas. DAFTAR PUSTAKA