Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Inovasi Produk Pudak AuLakarasaAy Sebagai Strategi Pelestarian Kuliner Tradisional Gresik Berbasis Kearifan Lokal Ragil Putri Ayu Penggalih1. Aulia Rahma Safitri2. Ruth Larissa Budi Yustina3. Tassya Priskilla Sara Leo4. Sonja Andarini5. Indah Respati Kusumasari6 1,2,3,4,5,6 UPN AuVeteranAy Jawa Timur (Program Studi Administrasi Bisni. *Korespondensi : . 42010146@student. Abstrak Pudak merupakan kuliner tradisional khas Gresik yang mulai mengalami perubahan tren permintaan konsumen, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi produk Pudak AuLakarasaAy sebagai strategi pelestarian kuliner tradisional berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap pelaku UMKM produsen oleh-oleh khas Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi rasa melalui penambahan bahan seperti kurma mampu meningkatkan minat konsumen terhadap pudak. Inovasi ini juga mempertahankan teknik produksi tradisional, seperti penggunaan ope dan kemasan besek bambu, yang merupakan bagian dari identitas budaya lokal. Selain menawarkan cita rasa baru yang lebih lembut dan seimbang, produk ini juga memberikan pengalaman konsumsi yang lebih menarik secara Meskipun masa simpan pudak ini lebih singkat karena tidak menggunakan bahan pengawet, hal tersebut justru menjadi nilai tambah dari segi kesehatan dan kealamian produk. Inovasi Pudak AuLakarasaAy tidak hanya memperluas segmen pasar, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya kuliner lokal di Gresik. Rencana pengembangan ke depan mencakup penambahan varian rasa stroberi dan cokelat agar lebih relevan dengan preferensi konsumen modern serta meningkatkan daya saing produk di pasar oleholeh lokal dan nasional. Kata kunci: Pudak. Inovasi. Tradisional Abstract Pudak is a traditional culinary product from Gresik that has begun to experience shifting consumer demand trends, especially among younger generations. This study aims to examine the product innovation of Pudak AuLakarasaAy as a strategy for preserving traditional cuisine based on local wisdom. The research uses a descriptive qualitative approach through observation, documentation, and interviews with local MSME producers of traditional Gresik souvenirs. The findings show that flavor innovation through the addition of ingredients such as dates successfully increases consumer interest in pudak. This innovation also preserves traditional production techniques, such as the use of ope and bamboo besek packaging, which are integral to local cultural identity. In addition to offering a new, softer, and more balanced taste, the product provides a more visually appealing consumption experience. Although the shelf life of this pudak is shorter due to the absence of preservatives, it becomes an added value in terms of health and product naturalness. Pudak AuLakarasaAy not only expands the market segment but also serves as a tangible form of preserving local culinary heritage in Gresik. Future development plans include introducing strawberry and chocolate flavor variants to better align with modern consumer preferences and enhance the productAos competitiveness in both local and national souvenir markets. Keywords: Pudak. Inovation. Traditional Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Kuliner tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang mencerminkan identitas suatu Makanan tradisional tidak hanya sekadar produk konsumsi, melainkan juga hasil dari proses panjang interaksi sosial, ekonomi, dan budaya yang diwariskan secara turun Ae temurun. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan budaya yang sangat Salah satu bentuk kekayaan kuliner, khususnya kuliner tradisional Nusantara (Roy Antok Wibowo et al. Makanan tradisional Nusantara merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang menawarkan kekhasan cita rasa serta keragaman bahan lokal. Keunikan kuliner ini tercermin dari penggunaan bahan dasar, rempahrempah, teknik pengolahan, hingga alat masak yang mencerminkan identitas daerah asalnya (Aini et al. , 2. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, makanan tradisional semakin terpinggirkan akibat perubahan gaya hidup dan pola generasi muda. Menurut (Briawan et al. , terjadi pergeseran konsumsi dari makanan tradisional ke makanan modern dan instan, didorong oleh tuntutan kepraktisan, estetika visual, dan pengaruh media sosial. Fenomena menunjukkan bahwa mempertahankan eksistensi makanan tradisional tidak pelestarian resep dan bentuk asli semata. Dibutuhkan inovasi yang mampu nilai-nilai tradisional dengan selera pasar modern, khususnya generasi milenial dan Gen Z. (Damayanti et al. , 2. mencatat Vol. 9 No. Mei 2025 bahwa generasi muda cenderung lebih tertarik terhadap produk kuliner yang menawarkan rasa baru, penampilan menarik, dan informasi produk yang Jika makanan tradisional tidak beradaptasi terhadap dinamika ini, maka besar kemungkinan akan tergerus oleh dominasi makanan kekinian. Salah satu makanan tradisional yang mengalami tantangan tersebut adalah pudak, kuliner khas Kabupaten Gresik. Jawa Timur (Nufriyanto, 2. Pudak terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula, yang dibungkus dengan pelepah daun pinang atau dikenal dengan sebutan AuopeAy (Lathifah et al. , 2. Ope terbuat dari pangkal pelepah daun pinang yang harus memisahkan kulit luar dan kulit dalam. Kulit bagian dalam inilah yang dimanfaatkan menjadi kemasan pudak (Sandiawan et al. , 2. Penggunaan ope merupakan bentuk nyata dari kearifan lokal masyarakat Gresik dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ramah lingkungan sekaligus menambah cita rasa dan aroma khas pada makanan. Sayangnya, meskipun memiliki nilai budaya dan historis yang tinggi, pudak kurang mendapat perhatian dari generasi muda karena minimnya inovasi dari segi rasa, ukuran, maupun kemasan (Muhandri et al. , 2. Inovasi diproduksi oleh pelaku usaha lokal, yakni Toko Roso Utomo, yang telah lama dikenal sebagai sentra oleh-oleh khas Gresik. Melalui brand AuLakarasaAy. Toko Roso Utomo menghadirkan pudak dalam bentuk yang lebih modern dan menarik, namun tetap mempertahankan keaslian bahan dan teknik tradisional yang menjadi ciri Inovasi produk pangan dapat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 meningkatkan penggunaan dan apresiasi terhadap produk lokal secara lebih luas (Pinandoyo et al. , 2. , sehingga upaya ini menjadi langkah strategis dalam pelestarian kuliner tradisional. Produk inovatif pada dasarnya dikembangkan untuk merespons kebutuhan pasar, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha (Novita et al. , 2. Tingginya minat masyarakat terhadap produk makanan dan minuman inovatif dapat ditingkatkan melalui beberapa modifikasi produk. Strategi ini berperan dalam mendorong konsumsi masyarakat terhadap produk pangan inovatif, sekaligus mendukung produk lokal dan meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengonsumsi olahan tersebut (Putri et al. , 2. Dengan Pudak AuLakarasaAy tidak hanya menjadi inovasi dari sisi produk, tetapi juga sebagai strategi pelestarian kuliner berbasis kearifan lokal yang menyentuh aspek Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap makanan tradisional, agar mereka tidak hanya mengenal dan mengonsumsi makanan modern, tetapi juga mencintai dan melestarikan warisan kuliner lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan Pudak AuLakarasaAy mempertahankan cita rasa tradisional namun dikemas secara modern, serta merumuskan strategi pelestarian kuliner yang relevan dan adaptif terhadap perubahan preferensi konsumen masa Inovasi ini tidak hanya terbatas pada penambahan varian rasa kekinian seperti kurma, cokelat, dan stroberi, tetapi juga menyasar aspek visual dan keberlanjutan produk. Salah satu langkah konkret adalah dengan tetap mempertahankan penggunaan AuopeAy khas Gresik sebagai pembungkus utama dan menambahkan label informasi. Selain dikembangkan dalam beberapa varian ukuran agar sesuai untuk kebutuhan Untuk menambah nilai estetika dan fungsionalitas, produk dikemas dengan wadah luar berupa besek bambu yang diperoleh melalui kerja sama dengan pengrajin lokal. Penjahit pembungkus ope pun berasal dari masyarakat sekitar Gresik sebagai bentuk nyata pemberdayaan komunitas lokal dalam rantai produksi kuliner tradisional, sehingga inovasi ini tidak hanya berdampak pada aspek produk, tetapi juga turut mendorong pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal. METODE PELAKSANAAN Penelitian pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami serta menggambarkan strategi inovasi produk Pudak AuLakarasaAy sebagai bentuk pelestarian kuliner tradisional yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Gresik. Pendekatan deskriptif kualitatif menitikberatkan pada pengolahan data bersifat deskriptif ( DjamAoan Satori, 2011: 23 dalam Hanyfah et al. , 2. Pendekatan ini dipilih guna memberikan pemahaman mendalam terkait proses inovasi produk serta upaya pelestarian kuliner khas Gresik melalui nilai-nilai kearifan lokal. Melalui pendekatan mengenai latar belakang, proses inovasi, dan tanggapan konsumen terhadap produk AuLakarasaAy dapat tergali secara Data primer dikumpulkan langsung dari subjek penelitian melalui Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) observasi, dokumentasi, dan wawancara selama proses pembuatan pudak AuLakarasaAy. Observasi dilakukan secara langsung terhadap pelaku UMKM lokal, yaitu Toko Roso Utomo, yang memproduksi oleh-oleh khas Gresik khususnya pudak secara tradisional, guna membandingkan perbedaan antara pudak versi tradisional dan versi Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Qomaruddin, inovasi dan pelestarian kuliner. Penelitian ini dilaksanakan di Toko Roso Utomo Jalan Sindujoyo No. Kabupaten Gresik. Kecamatan Gresik, dengan fokus pada pelaku usaha pudak inovatif yang menjadi pelopor produk Pudak AuLakarasaAy, dan berlangsung selama periode Maret hingga Mei 2025. Vol. 9 No. Mei 2025 Inovasi Produk Pudak AuLakarasaAy Strategi inovasi yang dapat memanfaatkan bahan baku alami (Dewantara Lawitani et al. , 2. Inovasi produk mempunyai pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian (Hartuti et al. , 2. Salah satu inovasi mengombinasikan produk tradisional dengan bahan bergizi tinggi yang banyak ditemukan di Indonesia, seperti Inovasi ini terlihat dalam Pudak AuLakarasaAy yang mengangkat jajanan khas Gresik, yaitu pudak, menjadi lebih meninggalkan budaya local. Pendekatan serupa juga diterapkan pada produk lain, seperti minuman berbasis jamu atau minuman energi yang menggunakan bahan-bahan tradisional khas Indonesia (Khotimah et al. , 2. Inovasi produk Pudak AuLakarasaAy diambil dari survei terhadap kebiasaan konsumen yang membeli oleh-oleh khas Gresik, terutama pada momen-momen tertentu seperti hari raya Idul Fitri. Natal. Tahun Baru, maupun hari libur Berdasarkan hasil wawancara dengan produsen oleh-oleh khas Gresik yang menjadi subjek penelitian, diketahui bahwa pudak merupakan salah satu produk yang paling banyak Jenis pudak yang umum dijumpai di pasaran biasanya memiliki varian rasa original, pandan, dan sagu, dengan dominasi penjualan pada varian original dan pandan. Namun, dalam tiga tahun terakhir, muncul tren permintaan konsumen yang mulai mencari rasa baru, khususnya pudak dengan rasa kurma. Data yang menunjukkan bahwa sekitar 25% hingga 35% pengunjung atau konsumen setiap HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan menyajikan hasil dari proses penelitian yang telah dilakukan mengenai inovasi produk Pudak AuLakarasaAy sebagai upaya pelestarian kuliner tradisional khas Gresik. Hasil ini diperoleh melalui dokumentasi, dan wawancara langsung terhadap pelaku UMKM sebagai subjek Adapun subjek penelitian dalam studi ini adalah produsen oleh-oleh khas Gresik atau pihak yang terlibat langsung dalam pembuatan produk ini, yaitu Toko Roso Utomo. Subjek dipilih karena secara aktif turut membantu untuk melakukan modifikasi terhadap produk pudak tradisional dengan menambahkan kurma sebagai bahan baku baru, yang menjadi daya tarik sekaligus identitas produk inovatif. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) tahunnya menanyakan keberadaan pudak rasa kurma. Fenomena ini menunjukkan adanya potensi pasar yang cukup signifikan bagi pengembangan varian baru pudak berbahan dasar Melihat penelitian kemudian memunculkan ide inovatif untuk menciptakan produk pudak rasa kurma, yang diberi nama AuLakarasaAy. Inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan pasar, tetapi juga sebagai strategi pengembangan produk yang mampu mempertahankan eksistensi makanan tradisional pudak di tengah persaingan oleh-oleh modern. Selain itu, pemilihan kurma sebagai bahan tambahan juga dipertimbangkan dari sisi nilai gizi dan makna religius yang kuat, mengingat Ramadhan dan hari raya, sehingga relevan dengan kebiasaan masyarakat yang membeli pudak pada masa-masa Vol. 9 No. Mei 2025 pembuatan pudak tradisional khas Gresik. Pudak merupakan makanan tradisional berbahan dasar tepung beras yang dicampur dengan santan dan gula, kemudian dimasukkan ke dalam ope atau pembungkus alami dari pelepah daun pinang, dan dikukus hingga matang (Aqshal Bagoes Avanzar Noegroho & Arif. Dalam pembuatan, tepung beras dicampur dengan gula pasir dalam wadah Selanjutnya, dipanaskan terlebih dahulu agar tidak mudah basi, lalu dituangkan secara campur dan bergantian . ntara tepung dan santa. ke dalam campuran tepung dan gula. Adonan diaduk hingga merata dan tidak ada gumpalan yang tersisa. Pada varian inovatif Pudak AuLakarasaAy, terdapat penambahan bahan berupa daging buah kurma yang telah dihaluskan menggunakan Daging kurma yang lembut ini kemudian dicampurkan langsung ke dalam adonan utama sebelum proses pengemasan. Inovasi ini menjadi pembeda utama antara pudak tradisional dan pudak inovasi Setelah tercampur rata, adonan pudak dituangkan ke dalam ope sesuai ukuran masing-masing. Untuk menambah sensasi rasa dan visual yang lebih menarik, potongan kecil kurma ditambahkan ke dalam masing-masing ope, memberikan tekstur layaknya isian kismis pada Proses selanjutnya adalah pengukusan, di mana pudak dikukus selama kurang lebih satu setengah jam hingga matang sempurna. Setelah matang, pudak dibiarkan menggunakan tali, lalu dimasukkan kemasan luar berupa besek dan Inovasi Gambar 1. Produk Pudak "Lakarasa" Proses Produksi Pudak AuLakarasaAy Proses rangkaian kegiatan yang dilakukan meningkatkan kualitas suatu produk dengan memanfaatkan bahan baku dan peralatan yang tersedia (Fatmala & Harsono, 2. Secara umum, proses produksi Pudak AuLakarasaAy Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mempertahankan esensi pembuatan pudak secara tradisional, tetapi dengan sentuhan rasa modern yang memberikan pengalaman baru bagi konsumen tanpa menghilangkan identitas lokal dari produk aslinya. Dari segi daya tahan, pudak memang memiliki masa simpan yang Di suhu ruang, pudak dapat bertahan selama 3-4 hari jika disimpan dengan cara digantung atau diangin-anginkan, bertahan hingga 5-6 hari apabila disimpan dalam lemari pendingin. Seiring waktu, terutama ketika disimpan dalam kondisi digantung di udara terbuka, tekstur kemasan atau ope akan secara bertahap mengeras. Hal ini disebabkan oleh sifat alami ope, yang terbuat dari pelepah daun pinang, di mana semakin lama terkena udara, kandungan air dalam serat alaminya akan menguap, sehingga membuat permukaan ope menjadi kaku dan keras. Meski demikian, bagian dalam pudak tetap lembut dan kenyal selama masa simpan idealnya belum terlampaui. Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas rasa dan kenyamanan saat dikonsumsi, disarankan agar pudak dinikmati dalam waktu singkat setelah diproduksi. Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 4. Campuran Santan dan Adonan Gambar 5. Kurma yang Dihaluskan Gambar 6. Pencampuran Adonan dan Kurma yang Sudah Dihaluskan Perbandingan Pudak Tradisional dan Pudak Inovatif Pudak sebagai kuliner khas Gresik telah lama dikenal masyarakat sebagai oleh-oleh tradisional yang identik dengan cita rasa khas dan pengemasan alami menggunakan ope (Firdaus et al. Secara historis, varian rasa pudak yang beredar di pasaran cenderung terbatas, yakni pudak rasa original . anpa tambahan peris. , pandan, dan Gambar 2. Campuran Tepung dan Gula Gambar 3. Santan yang Didihkan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Ketiga varian ini telah mengakar kuat dalam kebiasaan konsumsi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Gresik. Meskipun demikian, variasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir mulai dirasa monoton oleh sebagian konsumen yang menginginkan sesuatu yang baru dan berbeda dari segi rasa. Gambar 7. Pudak Pandan Sebagai berkembang, akhirnya mengembangkan varian baru berupa Pudak AuLakarasaAy. Inovasi ini menjadi pembeda signifikan antara pudak tradisional dengan pudak inovatif, tidak hanya dari sisi bahan, tetapi juga nilai jual dan daya tariknya di mata konsumen. Pudak tradisional mengandalkan rasa autentik dari bahan dasar yang sederhana seperti tepung beras, santan, dan gula, tanpa adanya sentuhan rasa buah atau tambahan isian. Sementara itu. Pudak AuLakarasaAy tradisional dengan kurma sebagai bahan tambahan, memberikan rasa manis yang lebih khas serta tekstur yang unik, terutama dengan adanya potongan kurma di dalamnya. Gambar 8. Pudak Original Strategi Pelestarian Inovasi Produk Melalui Menurut Nahak . dalam (Permatasari et al. , 2. pelestarian merupakan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan dan terencana guna mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks ini, pelestarian tidak selalu berarti mempertahankan bentuk asli secara utuh, melainkan melakukan adaptasi kreatif yang tetap menghargai nilai-nilai kultural dan identitas lokal yang melekat pada makanan tersebut. Pudak sebagai warisan kuliner Gresik memiliki filosofi dan sejarah panjang yang mencerminkan gaya hidup masyarakat setempat, baik dari sisi bahan baku yang alami hingga proses pembungkusannya menggunakan ope yang menjadi ciri khas pudak Gresik. Dalam inovasi Pudak AuLakarasaAy, unsur tersebut tetap dipertahankan. Teknik produksi masih mengandalkan metode pengukusan dan penggunaan ope Hal menunjukkan bahwa meskipun terjadi penambahan bahan seperti kurma atau Selain perbedaan bahan, dari segi estetika dan presentasi, pudak inovatif ini tampak lebih menarik karena memiliki warna dan tekstur yang berbeda dari pudak pada umumnya. Penambahan potongan kurma di dalam adonan juga memberikan kesan premium dan modern, sehingga menarik perhatian konsumen dari berbagai segmen usia. Berdasarkan hasil observasi, inovasi rasa ini mendapatkan sambutan positif dari pasar dan mulai diminati dalam skala yang tidak kalah dengan pudak varian sebelumnya. Bahkan, banyak konsumen yang kini memilih varian kurma sebagai alternatif oleh-oleh karena keunikannya. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 lainnya, esensi tradisional pudak tidak tertarik untuk mengonsumsi dan melestarikan makanan khas daerahnya. Inovasi Pudak AuLakarasaAy menghasilkan produk dengan cita rasa yang lebih kaya dan unik dibandingkan dengan pudak biasa. Penambahan buah kurma dalam adonan memberikan rasa manis yang lebih lembut dan tidak terlalu tajam. Dengan komposisi yang telah disesuaikan melalui beberapa kali percobaan. Pudak AuLakarasaAy ini berhasil menawarkan inovasi yang tetap memakai resep tradisional namun memberikan sentuhan baru yang lebih menarik bagi konsumen modern, khususnya generasi muda yang mungkin belum terlalu familiar dengan cita rasa asli pudak. Dari segi tekstur. Pudak AuLakarasaAy tetap mempertahankan karakteristik khas pudak yang lembut dan sedikit kenyal. Nilai kearifan lokal juga tercermin dalam pemilihan bahan tambahan, terutama kurma, yang secara budaya memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat Gresik yang dikenal religius dan menjunjung nilai-nilai Islami. Kurma merupakan buah yang identik dengan bulan Ramadan dan sering dikonsumsi saat berbuka puasa, sehingga memiliki makna simbolik dalam konteks spiritual. Dengan menggabungkan kurma ke dalam pudak, produsen tidak hanya menciptakan varian rasa baru, tetapi juga menguatkan identitas religius yang selaras dengan karakter masyarakat Gresik. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi produk Pudak AuLakarasaAy merupakan bentuk adaptasi kreatif dalam pelestarian kuliner tradisional khas Gresik. Inovasi ini lahir dari respon terhadap kebutuhan pasar akan varian rasa baru, terutama pudak rasa kurma yang semakin banyak diminati. Proses produksinya tetap mempertahankan penggunaan ope sebagai pembungkus hingga metode pengukusan, dengan penambahan bahan alami seperti kurma yang diproses secara khusus agar menyatu dalam adonan. Hasilnya. Pudak AuLakarasaAy menghadirkan rasa yang lebih kaya, tekstur yang lembut, dan tetap mempertahankan identitas Meskipun dari sisi daya tahan produk mengalami sedikit penurunan karena tidak menggunakan bahan pengawet, hal ini sejalan dengan konsep makanan sehat dan alami yang kini banyak dicari oleh konsumen. Inovasi ini juga berhasil menarik perhatian generasi muda yang sebelumnya kurang familiar dengan pudak tradisional, sehingga memperluas segmen pasar. Untuk pengembangan varian rasa lain seperti stroberi dan cokelat diharapkan dapat menambah daya tarik dan meningkatkan diversifikasi produk. Selain itu, perlu dipertimbangkan strategi pengemasan yang lebih modern dan higienis untuk memperpanjang masa simpan tanpa mengurangi kualitas. Inovasi seperti ini menjadi salah satu strategi pelestarian yang efektif, karena mampu mempertahankan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional tanpa membuatnya kehilangan relevansi di era modern. Produk Pudak AuLakarasaAy menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan inovasi, sehingga generasi muda tetap UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dra. Sonja Andarini. Si dan Ibu Indah Respati Kusumasari. Sos. selaku dosen pengampu mata kuliah yang telah memberikan bimbingan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) arahan, dan motivasi selama proses penyusunan penelitian ini. Penulis apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok penelitian atas kerja sama, dedikasi, dan kontribusi aktif yang telah diberikan dalam setiap tahapan penelitian. Ucapan disampaikan kepada Toko Roso Utomo selaku subjek penelitian yang telah bersedia memberikan informasi, waktu, dan akses selama proses observasi dan mengenai inovasi produk Pudak AuLakarasaAy dapat terlaksana dengan Vol. 9 No. Mei 2025 Nusantara terhadap Makanan Korea di Era Globallisasi Pada Masyarakat Kota Bandung. , 45791Ae45798. Dewantara Lawitani. Khairunnisa Wibowo. Syahba. Mutiara Putri. Andarini. , & Kusumasari. Peran Inovasi Produk Meningkatkan Daya Saing Bisnis: Studi Kasus pada Industri Makanan Minuman Perusahaan Indonesia. IJESPG Journal, 2. , 1Ae8. http://ijespgjournal. Fatmala. , & Harsono. Pelestarian Produk Tradisional Rengginang Ketan Di Sukolilo. https://eprints. id/id/eprint/9 6378https://eprints. 96378/1/Naskah Publikasi_A210170036_iin Firdaus. Ismawati. Suwardiah, , & Bahar. Pengaruh Penambahan Jumlah Telur dan Ekstrak Daun Kelor Terhadap Hasil Uji Sensory Pudak Sebagai Jajanan Khas Gresik. Jtb, 11. , 46Ae57. Hanyfah. Fernandes. , & Budiarso. Penerapan Metode Kualitatif Deskriptif Untuk Aplikasi Pengolahan Data Pelanggan Pada Car Wash. Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset Dan Inovasi Teknolog. , 6. , 339Ae344. https://doi. org/10. 30998/semnasrist Hartuti. Narimawati. Affandi. Priadana. , & Erlangga. Pengaruh Inovasi Produk dan Persepsi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian serta Implikasinya pada Citra Perusahaan UMKM Makanan Tradisional Getuk Goreng di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. JIIP - Jurnal Ilmiah REFERENSI