IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PROFETIK SEBAGAI STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN Mohammad Zakki1 mohzakki83@gmail. Moh. Ali Qutbi2 aliqutbi@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan1,2 ABSTRAK Integritas personal dan kelompok sangat ditentukan oleh mutu lembaga pendidikan sebagai tempat prosesnya setiap manusia untuk memperoleh ragam pengetahuan dan nilai-nilai Lembaga pendidikan sebagai icon perubahan memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan pada setiap manusia dalam siklus kehiudupan. Suatu perubahan tidak terbentuk secara instan, tetapi membuthkan upaya maksimal yang harus diperhatikan oleh leader lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan library reseach dengan pendekatan deskriptif. Pertanyaan dalam penelitian adalah bagaimana strategi pengelola lembaga pendidikan dalam proses internalisasi prophetic velue dan bagaimana dampak implementasi nilai profetik terhadap mutu lembaga pendidikan. Tujuan penenlitian untuk menjelaskan implementasi prophetic velue dan mendeskripsikan strategi pengelola lembaga pendidikan supaya memiliki mutu yang tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan referensi kemudian mendiskusikan beberapa teori yang relevan dengan kajian penelitian. Hasil penelitian adalah: . nilai-nilai profetik merupakan nilai dasar dari esensi nabi dan rasul Allah yang mencakup nilai kejujuran, tanggung jawab, tarnsparansi, kecerdasan, keimanan, humanisme, dan liberasi, . implementasi nilai-nilai profetik diawali dengan perencanaan yang baik, terarah dan terukur sebagai konsepsi yang dijadikan pijakan oleh pengelola dan anggota organisasi di lembaga pendidikan, . strategi dalam melakukan internalsiasi nilai profetik adalah keteladanan leader sebagai planner dan contoller yang dimaksimalkan dalam input orinted, precess orinted and uotput orinted. Kata kunci: implementasi nilai profetik, peningkatan mutu, lembaga pendidikan ABSTRACT Personal and group integrity is largely determined by the quality of educational institutions as a place for the process of every human being to obtain various knowledge and basic Educational institutions as icons have great potential in creating change in every human being in the life cycle. A change is not formed instantly, but requires maximum effort that must be considered by the leader of the educational institution. This study uses library research with a descriptive approach. The question in the study is how is the strategy of educational institution managers in the process of internalizing prophetic values and how the impact of implementing prophetic values on the quality of educational institutions. The purpose of the study is to explain the implementation of prophetic values and describe the strategies of educational institution managers so that they have high quality. Data collection techniques are carried out by collecting references and then discussing several theories that are relevant to the research study. The results of the study are: . prophetic values are the basic values of the essence of the prophets and apostles of Allah which include the values of honesty, responsibility, transparency, intelligence, faith, humanism, and liberation, . the implementation of prophetic values begins with good, directed and measurable planning as a concept that is used as a basis by managers and members of organizations in educational institutions, . the strategy in internalizing prophetic values is the exemplary leader as a planner and controller which is maximized in input oriented, process oriented and output IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan oriented. Keywords: implementation of prophetic values, quality improvement, educational PENDAHULUAN Pendidikan menjadi icon perubahan, baik perubahan dalam jangka pendek, menengah dan khususnya dalam jangka panjang. Peran pendidikan dalam segala aspek kehidupan merupakan hasil dari suatu konsepsi dan rancangan dasar yang harus terintegrasi pada setiap insan sejak dini. Setiap siklus dan dinamika, tidak lepas dari peran pendidikan sebagai controlling system yang berpotensi besar dalam melahirkan kesadaran internal dan Hal ini bukan hanya berlaku dalam ruang lingkup lembaga pendidikan, tetapi bersifat umum meliputi globalitas organisasi, peran dan tanggung jawab personal. Selain itu, pendidikan merupakan media dalam mendapatkan suatu pengetahuan. Pengetahuan menjadi kunci untuk menumbuhkan kesadaran diri dalam memahami dan menerapkan sesuai dengan konteks kehidupan (Mohammad Zakki, 2. Kesadaran manusia ada hubungannya dengan integritas yang bermuara terhadap mutu diri atau mutu Termasuk fungfsi pendidikan dalam dinamika kehidupa masyarakat adalah proses memanusiakan manusia (Desi Pristiwanti. Bai Badariah, 2. Fungsi ini menjadi modal dalam membentuk kepribadi setiap manusia sebagai khalifah filardh . emimpin di muka bum. Setiap personal maupun organisasi memiliki kesamaan dalam hal perubahan. Karena perubahan adalah salah satu tujuan yang hendak diharapkan. Tentu dalam konteks ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik, manfaat dan produktif. Sebagaimana dalam salah satu al MutaAoaddi afdhalu minal qoshir . esuatu yang manfaatnya mengalir ke orang lain itu lebih baik dari pada manfaatnya hanya untuk diri sendir. Kaidah ini akan menjadi motivasi terhadap personal maupun organisasi, khususnya di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan pusat yang di dalamnya memfasilitasi dan sangat mendorong terhadap kemajuan sumber daya manusia. Manusia sebagai aktor utama dalam mengelola lembaga menjadi tempat yang mampu mewadahi internalisasi nilai-nilai dasar. Nilai-nilai ini senantiasa menjadi pilar untuk menumbuhkan kesadaran internal dan eksternal yang akan mempengaruhi proses internalisasi. Proses ini diharapkan dapat menintegrasikan nilai-nilai pada setiap pengelola di lingkungan lembaga pendidikan, sehingga lembaga menjadi sebuah organisasi besar yang bermutu tinggi. Mutu pendidikan dapat meningkatkan kualitas manusia menjadi warga negara seutuhnya (Hadi et al. , 2. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Adapun nilai-nilai dasar yang penting diintegraiskan adalah mencakup nilai keTuhanan sebagai pondasi dan kekuatan sentral, nilai humanis sebagai media dalam meperkuat ikatan emosional dan nilai kepedulian sebagai upaya pencegahan terjadinya pelanggaran, diintegrasi dan disharmonisasi. Tiga aspek nilai ini diharapkan menjadi motivasi bagi pengelola lembaga pendidikan demi peningkatan mutu. Nilai ini dalam perkembangannya lebih dikenal dengan nilai profetik, suatu nilai yang mencerminkan kepemimpinan para nabi dan rasul Allah swt. Menurut Abd Rojak, mutu adalah derajat atau tingkat keunggulan dari suatu produk tertentu yang menyangkut tentang barang maupun jasa dan tangible maupun intangible (Abdul Rojak, 2. Mutu menjadi tujuan utama dalam lembaga pendidikan, karena eksistensinya merupakan esensi dasar yang akan dicapai. Mutu juga menjadi tolok ukur dari keberhasilan proses yang dilakukan oleh pengelola lembaga. Sebagai pendukung terhadap pentingnya nilai profetik, peneliti mengambil hasil reseach dari reseacher sebelumnya. Ibrohim Obet meneliti Kepemimpinan Kepala Madrasah Berbasis Nilai-Nilai Profetik dalam Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan. Penelitian ini menghasilkan temuan, bahwa mutu pendidikan dilakukan dengan internalisasi nilai profetik meliputi nilai liberasi, trandsidensi dan humanisme serta implementasi nilai norma yang baik di lingkungan madrasah (Obet, 2. Munif dkk. meneliti tentang Implementasi Nilai-Nilai Profetik di Lembaga Pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya nilai profetik dilakukan dengan menghormati hak santri dan pelajar sebagai manusia, mengembangkan potensi santri secara holistik, meningkatkan kualitas ibadah santri dan amal kebaikan lainnya (Munif et al. , 2. Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah: implementasi nilai profetik di lembaga pendidikan dan peningkatan mutu. Adapun pertanyaan atau rumusan masalah adalah bagaimana strategi pengelola lembaga pendidikan dalam proses internalisasi nilai profetik terhadap seluruh anggota organisasi dan bagaimana dampak implementasi nilai profetik terhadap mutu lembaga pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif. Studi pustaka atau library research menurut Mestika Zed adalah memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber utama dalam pelaksanaan penelitian tanpa mendatangi lokasi penelitian IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan (Mestika Zed, 20. Penelitian pustaka merupakan suatu langkah yang ditempuh peneliti untuk mengumpulkan referensi sebanyak mungkin yang memiliki nilai relevansi dengan objek yang diteliti. Tujuan penelitian pustaka untuk mendiskusikan permasalahan tertentu dengan teori yang relevasinya tinggi. Dari hasil diskusi teoritis ini akan memunculkan temuan baru dari suatu penelitian pustaka yang kemudian menjadi poin utama untuk dibahas secara teoritis, sehingga dari diskusi pembahasan ini diharapkan dapat menemukan konsep, gagasan, dan bahkan teori baru sesuai dengan objek penelitian pustaka. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Profetik Istilah profetik mengandung misi kenabian. Nabi adalah seorang yang diutuas oleh Allah ke permukaan bumi untuk menyebarluaskan ajaran atau syariat Islam kepada seluruh Beberapa sifat nabi yang paling mendasar dan substantif adalah amanah . , amanah . apat dipercay. , tabligh . dan fathonah . Sifat ini yang menjadi pondasi utama dalam pendifinisian profetik. Selain definisi dasar ini. Kuntowijoya menambahkan, bahwa profetik juga berhubungan dengan tauhid dan keimanan, humanisme dan tegaknya amar makruf nahi munkar yang diistilahkan dengan liberasi. Humanis menurut Masduki dan Fiqih Fahriansyah adalah kesadaran dari setiap pemimpin atau sebagai individu dalam menanamkan pentingnya memiliki rasa prikemanusiaan (Masduki: 02, 2. Profetik juga mencakup nilai-nilai kepemimpinan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya, khulafaur rasyidin: Abu Bakar As Shiddiq. Umar bin Khattab. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib (Zakki et al. , 2. Nilai-nilai kepemimpinan menjadi substantif dalam pengelolaan suatu organisasi atau lembaga pendidikan, karena dianggap berpotensi besar dalam mewujudkan visi dan misi Potensi ini dapat dibaca pada kesuksesan para nabi dan rasul dalam mengemban amanah seorang pemimpin. Oleh karena itu, substansi dari cakupan profetik adalah sifatsifat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul dan keteladanan yang dicontohkan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Mutu Lembaga Pendidikan Mutu dan lembaga pendidikan merupakan dua kata yang selalu menyatu. Secara IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan bahasa mutu adalah ukuran, capaian, proses kerja dan hasil akhir dari suatu harapan. Mutu juga disebut dengan kualitas dapat diartikan sebagai What kind of yang bermuara pada makna jenis suatu barang atau pekerjaan (Andi Warisno, 2. Sedangkan Demming yang dikenal dengan bapak mutu mendefinisikan, mutu adalah kesesuiaian barang atau pekerjaan dengan yang disyaratkan. Adapun lembaga pendidikan adalah tempat di mana seseorang atu kelompok secara sadar dan terencana melakukan proses pembelajaran untuk mendapatkan pengtahuan dan atau pengalaman baru. Abd Kholik mengatakan, pendidikan adalah terjadinya proses pendidik dengan peserta didik untuk membimbing, mendidik untuk meningkatkan potensi bahasa dan akhlak (Kholik, n. Mutu lembaga pendidikan adalah terwujudnya pelayanan yang prima dari pengelola terhadap yang berkepentingan, ketersediaan sarana yang lengkap dengan fungsi yang nyata dan capaian kepuasan masyarakat terhadap luaran atau lulusan dari lembaga pendidikan. ini dikuatkan oleh Wahida Raihan, bahwa mutu pendidikan sangat berhubungan dengan kepuasan masyarakat sebagai pelanggan pendidikan, kualitas lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, penerapan kurikulum yang sempurna, pengajar yang profesional dan pola kepemimpinan serta budaya akdemik yang mendukung (Raihan, 2. Cakupan Nilai-Nilai Profetik Nilai adalah suatu keyakinan tentang kebenaran yang berada atau melakat pada Dengan nilai, sesuatu bisa bermakna dalam kehidupan setiap manusia. Nilai profetik . rophetic velu. adalah keyakinan tantang kebenaran yang mayoritas telah banyak dilakukan dan atau dicontohkan oleh para nabi dan rasul Allah pada masa lampau, kemudian dilanjutkan, dirawat dan dilestarikan oleh para sahabat serta orang atau kelompok yang mengikuti sunnah-sunnah mareka . abi dan rasu. Adapun cakupan nilai profetik meliputi: nilai kejujuran, keterpercayaan, transparan/terbuka/menyampaikan tugas, kecerdasan, tanggung jawab, kesopanan, sosial, kemanusiaan, kedermawanan, kesabaran, ketekunan, kesetiaan, spiritual, intelektual dan nilai emosional. Selain nilai ini, nilai profetik juga mengapresiasi terhadap nilai-nilai relasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan, sesama manusia dan manusia dengan Urgensi Nilai-Nilai Profetik Nilai proteik . rophetic valu. memiliki makna penting dalam lembaga IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan pendidikan. Lembaga pendidikan sebagaimana dikatakan di atas, bahwa lembaga pendidikan merupakan wadah atau tempat terjadinya proses pembelajaran berupa knowledge transfer, experience transfer and value transfer. Proses pembelajaran ini pada hakikatnya merupakan proses transfer berbagai macam nilai yang penting untuk diperhatikan oleh pemerhati pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan benar-benar menjadi wadah atau media dalam memberdayakan setiap orang yang pernah berproses di Esensi dari pendidikan adalah memberdayakan potensi manusia. Pendidikan juga bertugas untuk merawat jiwa, pola pikir dan sikap dari setiap manusia. Nilai-nilai profetik merupakan esensi dasar yang seharusnya dimaksimalkan oleh lembaga pendidikan, agar tumbuh menjadi orang yang jujur dalam semua aspek dan mampu menyebarluaskan kejujurannya kepada orang lain atau membuat orang/kelompok lain bersikap jujur. Bukan hanya kejujuran yang disebarluaskan, nilai-nilai profetik lainnya juga dapat dibaca dan dilaksanakan oleh manajer, pimpinan organisasi, anggota, bawahan, dan Semuanya dianggap berkebutuhan terhadap nilai tersebut bila harapan atau tujuan yang direncanakan ingin dicapai. Hal ini, menunjukkan betapa pentingnya nilai bagi seorang yang bertugas pada instansi tertantu, tanpa nilai maka sulit untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik, sehingga akan berdampak pada capaian yang diperoleh. Implementasi Nilai-Nilai Profetik Implementasi nilai profettik di lembaga pendidikan merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan oleh pengelola. hal ini bertujuan untuk mendukung tercapainya visi dan misi yang dibangun atau dirancang sebelumnya. Implementasi adalah melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan perencanaan yang dilakukan dan dikonsep sebelumnya. Implementasi juga sangat berkaitan dengan strategi untuk mencapai tujuan yang Sebuah perencanaan tidak akan terlaksana dan tidak pula tercapai harapannya kecuali dengan implementasi yang dimaksimalkan. Menurut Munif yang mengutip dari pendapatnya Fauziyah mengatakan bahwa implmentasi adalah proses melaksanakan ide, gagasan, atau kegiatan-kegiatan baru dengan harapan pelaksanaan itu sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diharapkan (Munif et , 2. Ide atau gagasan merupakan bagian perencanaan yang umumnya disusun secara rapi dan terorganisir oleh seseorang atau anggota dalam suatu organisasi tertentu. Sebuah IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan organisasi atau perseorangan dapat melaksanakan suatu kegiatan atau pekerjaan berdsarkan pada perencanaan. Implementasi diawali dengan perencanaan. Oleh karena itu, perencanaan yang disusun dengan baik, terarah dan terukur akan mendukung terhadap proses implementasi yang baik pula. Perencanaan adalah rancangan dasar dari suatu kegiatan atau program yang akan dilakukan dalam waktu tertentu demi tujuan tertentu pula. Perencanaan juga merupakan sebuah konsepsi yang digagas sebelum melakukan dan atau melangkah pada tindakan berikutnya. Implementasi nilai profetik di lembaga pendidikan adalah melaksanakan kegiatan sesuai dengan prosedur dan program yang direncanakan dilandasi dengan sifat-sifat terpuji dan mulia. Sifat mulia sebagaimana yang diteladankan oleh para nabi dan rasul serta para sahabat yang menjadi pelopor utama dalam membangun kesadaran akidah yang benar dan Nilai humanis juga sebagai salah satu nilai yang banyak dilakukan oleh Nabi Muhammad, seorang Nabi yang sangat menjunjung tinngi nilai kemanusiaan dan lahirnya Model kepemimpinan melalui penerapan humanis dalam catatan sejarah sangat potensi dalam membangun kesadaran para pengikutnya. Profetik dan Penigkatakan Mutu Lembaga Pendidikan Lembaga pendidikan sebagai salah satu institusi yang dianggap paling berpeluang dalam menanamkan nilia profetik bagi segenap pendidik, peserta didik dan pemerhati Pemerhati pendidikan dalam hal ini adalah orang tua peserta didik, simpatisan dan orang atau kelompok yang berkepentingan dalam mengharapkan terciptanya dan terbangunnya lulusan, manusia dan juga masyarakat yang berperadaban tinggi. Selama ini peran pendidikan sangat menentukan mutu sumber daya manusia. SDM yang bermutu akan sangat mudah dalam mendorong lahirnya tatanan kehidupan bangsa yang sangat apresiatif terhadap nilai-nilai kehidupan. Keberadaan nilai dalam lembaga pendidikan menjadi penting untuk selalu diinternalisasikan pada setiap peserta didik (Chandra et al. , 2. Mengenai mutu pendidikan khususnya di Indonesia. Sulistiyorini mengatakan berdasarkan hasil reseach dan problematika pendidikan yang terjadi, bahwa pendidikan yang selama ini terlaksana secara umum lebih banyak mengarah pada input orinted Ae output orinted, namun kurang memperhatikan pada aspek proses. Sehingga pendidikan dalam paradigma mutu, masih terkesan formalitas (Fathurrohman dan Sulistyorini, 2. Artinya IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan pendidkan hanya menampilkan wajah yang lumrah dilihat oleh public, ibarat tubuh manusia yang disoroti pertama kali adalah bagian wajah, sedangkan aspek jiwa Aeparadigma, intelektualitas, integritas, spiritualitas, emosional dan hati sebagai planner and controllerdipandang dan dinilai sebelah mata. Melihat problematika dan substansi pelaksanaan pendidikan sebagaimana paparan di atas, yang menjadi perhatian untuk dimaksimalkan adalah aspek proses. Salah satu aspek proses adalah kagiatan atau implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian yang dirancang secara terarah, terukur dan sistematis. Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dari setiap anggota organisasi di lembaga pendidikan, penting memliki nilai-nilai profetik sebagai pijakan dan landasan dalam bersikap, berpikir,berencana dan melaksanakan tanggung jawab secara profesional. Nilai profetik yang dijadikan pijakan dalam melaksanakan tugas terbukti telah mampu membuahkan hasil sesuai harapan, mampu merekonstruksi bangunan kabijakan yang lemah menjadi kuat, sikap yang kurang dan atau salah menjadi benar, hasil pekerjaan yang kurang produktif menjadi produktif dan bahkan berkembang lebih produktif sesuai Hal ini, sebagaimana dalam catatan sejarah pada masa kehidupan nabi-nabi dan rasul yang berperan sebagap leader umat. Nabi Muhammad Saw. mampu menaklukkan masyarakat jahiliyah di Makkah dan Madinah dengan mengimplementasikan kecerdasan . dalam mengatur stategi perang, mampu melakukan organizing dalam memberikan tugas kepada tentara sesuai dengan potensi dan keahlian, menjadi leader yang terpercaya . dengan mengelola dana peperangan yang disedekahkan oleh sahabat Abu Bakar as Shiddiq dan Umar bin Affan, serta jujur . dalam melaksanakan kontrak bisnis yang dimodalin oleh Sayyidah Khadijah. Nabi Muhammad adalah top leader yang leadersipnya dapat dijadikan uswatun hasanah dalam mengelola lembaga pendidikan menjadi lembaga yang bermutu. Lembaga yang berpotensi dalam memberikan kepuasan kepada konsumenya Aemasyarakat, pemerhati dan simpatisan- dengan lahirnya lulusan yang SDMnya bisa berkontribusi dan bermanfaat dalam berbagai sektor kehidupan. Sebagaimana dijelaskan oleh Sulistyorini, mutu lembaga pendidikan harus memperhatikan tiga aspek: input orinted, precess orinted and uotput orinted (Fathurrohman dan Sulistyorini, 2. Hal ini juga dikuatkan oleh Raihan, bahwa salah satu indikator mutu dalam lembaga pendidikan adalah kepuasan dari masyarakat terhadap pelayanan, capaian dan luaran yang telah dibuktikan oleh lembaga pendidikan IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan (Raihan, 2. KESIMPULAN Strategi implementasi nilai-nilai profetik di lembaga pendidikan dilakukan dengan suatu perencanaan yang baik yang dikonsep secara cermat, terorganisir, terarah dan terukur. Perencanaan dilakukan di awal, sebelum melangkah dan betindak pada progran dan kegiatan tertentu. Konsepsi dari perencanaan ini diharapkan menjadi pijakan dan landasan yang kuat yang diketahui dan disadari bersama oleh pengelola dan semua anggota organsisi di dalam institusi atau lembaga pendidikan tertentu. Perencanaan akan menjadi motivasi bagi pengelola dan seluruh anggota organisasi dalam melakukan tugas dan kewajiban berdasarkan struktural dan prosedural. Sedangkan dampak dari implementasi nilai-nilai profetik di lembaga pendidikan adalah terbentuknya lembaga apendidikan yang bermutu tinggi. Mutu lembaga pendidikan dapat dilihat dari kemampuannya dalam memberikan pelayanan prima kepada pendidik, peserta didik dan elemen yang berkepentingan, kepuasan masyarakat tehadap capaian yang bisa dibaca dari SDM lulusan dan kontribusinya terhadap kebutuhan masyarakat. Mutu lembaga pendidikan akan terbentuk jika pengelola sebagai leader mampu memiliki leadership yang menjadi role model dari para anggota organisasi di lingkungan lembaga Leadership yang baik adalah leadersip yang mengacu dan berupaya meniru dari sifat-safat yang ditedankan oleh para nabi dan rasul Allah. Keteladanan ini dengan memperhatikan, melakukan dan memaksimalkan tiga aspek: input orinted, precess orinted and uotput orinted sehingga perencanaan yang dikonsep sedemikian baik bisa terlaksana dengan maksimal. DAFTAR PUSTAKA