2021. :9-13 E-ISSN 2722709X http://ojs. stikes-muhammadiyahku. id/index. php/herbapharma FORMULASI SEDIAAN PEMRMEN DARI DAGING BUAH PALA SEBAGAI KARMINATIVA (Myristica fragan. Aas Mugi Lestari . Marini Program Studi Farmasi. STIKes Muhammadiyah Kuningan *E-mail : aasmugilestari1999@gmail. ABSTRAK Pala(Myristica fragan. merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Maluku dan Irian Jaya. Pala terdiri dari 3 bagian utama yaitu daging, buah, fuli dan Daging pala merupakan bagian terbesar dari buah pala segar . ,3%). Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui apakah buah pala dapat diformulasikan sebagai sediaan permen. Untuk mengetahui apakah sediaan permen dari buah pala dapat diterima oleh Pembuatan sari buah pala berdasarkan metode mandei . yang telah di Dari hasil penelitian mengenai formulasi permen dari daging buah pala sebagai karminativa, buah pala dapat diformulasikan sebagai permen. Dari hasil uji hedonik dapat disimpulkan bahwa sediaan permen dari buah pala yang sangat disukai yaitu formulasi F1 dengan kosentrasi daging buah pala 8,3gr. Hasil uji waktu larut sediaan formula F1 06. 36dan F3 05. Hasil uji pH sediaan formula F1,F2 dan F3 yaitu 4 sehingga baik digunakan untuk sediaan permen Kata Kunci :Pala (Myristica fragan. Permen. ABSTRACT Nutmeg . yristica fragan. is an Indonesian plant native to the Maluku and Irian Jaya islands. Nutmeg consists of 3 main parts namely meat, fruit, fuli and seeds. Nutmeg is the largest share of fresh nutmeg . 3%). The purpose of this study is: To find out if nutmeg can be formulated as candy ready, to find out if the candy readyness of nutmeg is acceptable to respondents. The manufacture of nutmeg juice based on the mandei method . has been modified. From the results of research on candy formulations of nutmeg meat as karminativa, nutmeg can be formulated as candy. From hedonic test results can be concluded that the candy juice of nutmeg is highly favored formulation of F1 with a cosentrasi of nutmeg meat 8. Test results of formula F1 06. F2 05. 36 and F3 05. 22 dissolved times. F1,F2 and F3 formula pH test results are 4 so that they are well used for candy ready. Keywords :Candy. Nutmeg (Myristica fragan. PENDAHULUAN Pala merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepulauan Maluku dan Irian Jaya. Pala terdiri dari 3 bagian utama yaitu daging, buah, fuli dan biji. Daging pala merupakan bagian terbesar dari buah pala segar . ,3%). Namun sampai saat ini hanya sebagian kecil sajayang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, hal ini disebabkan masyarakat hanya mengetahui pala sebagai minyak yang memiliki nilai jual (Nicko,2. selain biji dan fuli, daging buah pala juga mengandung minyak atsiri dengan komponen . %-88% seperti - Farmasi 2021. : 9-13 pinene, -pinen. , asam monoterpen . -15%), aromatik eter . -18% seperti myristica, safrol . urdjanah,2. Pala juga berkhasiat sebagai korigensis,karminatif, mengatasi kejang lambung, pegel linu, susah tidur dan sariawan mulut (Alegantina dan Mutiatikum, 2. , serta menghilangkan rasa mual karna memiliki senyawa kimia yang memiliki sifat antiemetik (Cahyo, 2. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa pala biasa digunakan untuk obat diare, kembung, serta meningkatkan daya cerna dan selera makan (Astawan,2. Salah satu pengembangan dalam mengolah daging buah pala selain bentuk manisan yang sudah banyak dipasarkan, dapat diolah menjadi sediaan permen. Menurut SNI 3547-1-2008 permen keras adalah jenis makanan ringan bentuk padat yang terbuat dari gula sebagai komponen utama atau campuran gula, dengan penambahan pemanis lain dengan atau tanpa tambahan bahan pangan (BTP) yang diijinkan, mempunyai tekstur relatif lunak atau menjadi lunak bila di kunyah. Permen adalah salah satu produk pangansejenisgula-gula . yang mempunyai kalori tinggi dan mempunyai daya tarik di kalangan masyarakat mulai dari anakanak sampai dewasa, karena permen bisa di konsumsi kapan saja dan dimana saja. Melihat dari banyaknya peminat masyarakat pada produk gula-gula tentu tidak menutup kemungkinan usaha pembuatan permen bisa di jadikan sebagai bisnis yang menguntungkan. Dalam pembuatan permen ada beberapa jenis bahan yang digunakan tergantung pada jenis permen yang akan dibuat dalam penilitian ini permen yang dibuat yaitu permen keras, dan bahan yang digunakanya yaitu gula. Adapun bahan bahannya yaitu sukrosa senyawa kimia yang mempunyai rasa manis dan bersifat anhidrius dan berwarna putih. Gula juga termasuk golongan karbohidrat yang sangat mudah larut dalam air dan pada suhu 20 derajat kelarutannya ke higroskopikan permen pada akhirnya dapat meningkatkan umur simpan permen (Rahayu dkk. ,2. Parameter umur simpan Floros dan Gnanasekharan . menyatakan terdapat enam faktor utama yang mengakibatkan terjadinya penurunan mutu atau kerusakan pada produk pangan, yaitu masa oksigen, uap air, cahaya, mikroorganisme, kompresi atau bantingan, dan bahan kimia toksik atau off flavour. Dari uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam membuat formulasi sediaan permen dari buah pala dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah buah pala dapat diformulasikan menjadi sediaan permen sehingga dapat diterima oleh masyarakat dengan melakukan uji hedonik BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sari daging buah pala, gula pasir dan Sedangkan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sari daging buah pala, gula pasir dan air. Evaluasi Sediaan Uji organoleptik, uji hedonik, uji waktu larut, dan uji pH Prosedur Penelitian Pengumpulan Bahan Bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari daging buah pala dari petani di Ciomas kabupaten Pandeglang, glukosa diproleh dari swalayan di Serang Banten, dan kemasan plastik bermotif di proleh dari CV. D & D Tangerang. Pembuatan Sari Daging Buah Pala Farmasi 2021. : 9-13 Pembuatan sari buah pala dengan memilih buah pala dengan kwalitas bagus, dan segar, yang tidak terlalu masak dan tidak terlalu muda, pembuatan sari daging buah pala dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan blender. Pengamatan organoleptik ekstraksi dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Pengamatan Organoleptik Ekstraksi Sari Daging Buah Pala Pengamatan Bentuk Warna Bau Ekstraksi sari daging buah pala Cair Putih tulang Khas Pembuatan ekstraksi sari daging buah pala dilakukan dengan menimbang daging buah Kemudian buah pala di potong potong sehingga menjadi kecil kecil agar mudah di blender dan setelah di blender kemudian buah pala disaring dan di ambil sarinya, untuk warna yang dihasilkan dari ekstraksi daging buah pala berwarna putih tulang, dan untuk bau yang dihasilkan tersebut adalah bau khas buah pala. Formulasi Sediaan Permen dari Daging Buah Pala Sebagai Karminativa Formulasi permen keras dilakukan dengan cara memformulasikan sari buah pala, zat aktif yang di tambahkan yaitu dengan kosentrasi 8,3gr, 11,1gr, dan 16,6gr jadi formulasi yang dibuat yaitu tiga formulasi, berdasarkan hasil penelitian kosentrasi F1 dipilih paling paling banyak yang menyukai di lihat dari hasil pengamatan dari uji hedonik, karena memiliki bentuk sediaan yang sangat keras. Tabel 2. Formulasi Sediaan Permen dari Daging Buah Pala Sebagai Karminativa Bahan Sari buah pala Gula Aquadest 8,3gr Ad 100gr 11,1gr Ad 100gr 16,6gr Ad 100gr HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Organoleptik Pengamatan organoleptik dilakukan untuk melihat apakah sediaan yang telah jadi secara fisik dengan pengamatan menggunakan indra setelah pembuatan. Hal yang diamati yaitu warna, tekstur, bau dan rasa apakah terjadi perubahan atau tidak. Tabel 3. Hasil Pengamatan Organoleptik Formulasi Sediaan Pengamatan Warna Bentuk Bau Rasa Formula 1 Coklat Sangat keras Khas Manis Formula 2 Coklat Keras Khas Formula 3 Coklat Keras namun mudah hancur Khas Manis Hasil pengamatan menunjukan bahwa penambahan zat aktif mempengaruhi bentuk, dan bau. F1. F2 dan F3 mempengaruhi bentuk, dan bau khas buah pala, dan rasa manis. Berdasarkan uji organoleptik, didapatkan hasil semakin banyak penambahan ekstrak maka hard candy semakin mudah hancur. Dimana semakin banyak ekstrak yang ditambah maka tekstur hard candy akan semakin menurun tingkat kekerasanya atau mudah hancur. Semua formula memiliki tekstur keras yang berarti bentuk normal. Farmasi 2021. : 9-13 Uji Hedonik Uji kesukaan permen dari daging buah pala terhadap 25 masyarakat kp. Bayongbong rt Data yang telah dikumpulkan berupa skors terhadap formulasi. Hal yang dapat dinilai dari ketiga formulasi adalah warna, tekstur dan rasa. Persentasi dari hasil uji kesukaan dilakukan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Uji Hedonik Berdasarkan Data Numerik dan Urutan Tingkat Kesukaan Formula Aroma Urutan Berdasarkan tingkat kesukaan responden yang berdasarkan pada hasil penelitian skala numerik yaitu dapat disimpulkan bahwa f1 mendapatkan urutan pertama dengan pesentasi warna 93,3% tekstur 96% dan aroma 92%. Uji Waktu Larut Table 5. Pemeriksaan Uji Waktu Larut Formula Sediaan Permen Formula 1 Waktu larut Formula Formula Uji waktu larut ini dilakukan dengan cara memasukan permen kedalam mulut dan membiarkan larut tanpa mengunyahnya dan dihitung menggunakan stopwatch, berdasarkan uji waktu larut, didapatkan hasil bahwa, waktu larut, di dapatkan hasil bahwa, waktu larut F1 merupakan waktu larut terlama dibanding dengan F2 dan F3 yang mudah larut dalam mulut. Uji pH Tabel 6. Pemeriksaan pH Formula Sediaan Permen Formula 1 Formula 2 Formula 3 Uji pH pengukuran pH dilakukan dengan mengencerkan 1 gram permen dengan 10 ml aquadest kemudian dicelupkan pH kertas SIMPULAN Dari hasil penelitian mengenai formulasi permen dari daging buah pala sebagai karminativa, buah pala dapat diformulasikan sebagai permen Dari hasil uji hedonik dapat disimpulkan bahwa sediaan permen dari buah pala dapat diterima oleh reponden Hasil uji waktu larut sediaan formula F1 06. F2 05. 36 dan F3 05. Hasil uji pH sediaan formula F1,F2 dan F3 yaitu 4 sehingga baik digunakan untuk sediaan Farmasi 2021. : 9-13 REFERENSI