I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Diterima Pada 16 Februari 2022 Disetujui Pada 13 Mei 2022 Vol. No. 1, 2022 Halaman E-ISSN : E-ISSN : PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI BARIS TUNGGAL GAYA I NYOMAN CERITA DI SANGGAR SENI TEDUNG AGUNG. DESA UBUD, KABUPATEN GIANYAR I Dewa Gede Oka Bisma1. I Wayan Budiarsa2. I Gede Gunadi Putra3 1,2,3Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Denpasar gunkdebisma48@gmail. Abstrak Proses penelitian ini diawali dengan need assessmet yaitu menidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung. Desa Ubud. Kabupaten Gianyar. Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru belum menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran dalam penyampaian materi. Tari Baris Tuggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sangat unik dan menarik karena memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti: . ayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayun. , dan merupakan tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan produk berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilengkapi dengan Video Pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan . esearch and developmen. melalui beberapa tahapan yaitu: penentuan model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh berupa komentar dan saran. Hasil penelitian adalah . proses pembuatan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilakukan dengan menganalisis tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita pada aspek sejarah tari, ragam gerak, struktur dan pola lantai, tata rias dan busana serta bentuk tari secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. Uji ahli isi, uji ahli media pembelajaran, dan uji guru tari terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Hasil validasi dari uji ahli isi diperoleh total skor 24 dengan persentase 100%. Dari uji media pembelajaran diperoleh total skor 19 dengan persentase 95%. Sedangkan hasil dari uji guru tari diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk kedalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. Validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung. Desa Ubud. Kabupaten Gianyar, menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh manusia dalam Berdasarkan rujukan resmi Undang-undang republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pe-ngajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (Soehardjo, 2012: . Terkait dengan hal tersebut, salah satu kompenen yang mendukung jalannya I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra pendidikan adalah media pembelajaran. Media pembelajaran di masa sekarang ini memudahkan siswa atau peserta didik dalam memahami materi ajar yang diberikan oleh Sejalan dengan pernyataan tersebut. Hidayat . 5: . juga berpendapat bahwa dalam proses pem-belajaran ialah memerlukan beberapa metode, pendekatan dan media agar peserta didik dapat menangkap pembelajaran dengan baik, serta dapat mengembangkan sensitivitas dan kreativitas sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan . ahan pembelajara. , sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar Daryanto . 6: . Materi ajar akan lebih mudah dipahami dan jelas dipahami dalam sebuah pembelajaran dengan meng-gunakan sebuah media Dengan adanya media pembelajaran keterbatasan pengalaman yang dimiliki peserta didik mengenai materi ajar dapat diatasi. Adanya penggunaan media pem-belajaran yang menarik secara tidak langsung akan memberikan rangsangan terhadap peserta didik untuk lebih semangat dalam mengikuti proses pem-belajaran. Penggunaan media pembelajaran juga dapat membuat penyampaian materi ajar kepada peserta didik menjadi lebih efisien dan efektif, karena dapat dipelajari di mana saja dan kapan pun, baik secara mandiri maupun Salah satu bentuk media pem-belajaran yang dirasakan cukup efisien dan efektif digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar, seperti belajar tentang tari, sebagaimana hasil wawancara dengan I Kadek Puriartha selaku Koordinator Prodi Produksi Film dan Televisi. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Denpasar AuDalam mewujudkan proses pem-belajaran dibutuhkan media pembelajaran yang menarik dan tidak monoton. Video merupakan contoh media pembelajaran audio visual berbasis multimedia yang dapat dimanfaatkan untuk penyampaian materi Proses interaktif dan menyenangkan bisa dibangun dengan menghadirkan media pembelajaran dalam bentuk video. Belajar melalui video akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, juga memudahkan peserta didik memahami konteks mata pelajaran atau apa yang diajarkan oleh gurunya. Di dalam proses video pembelajaran, ada beberapa aspek yang harus dipahami oleh guru dalam menyajikan video sebagai media pembelajaran, yaitu penyajian materi yang benar, teknik penyampaian yang tepat, produksi video dengan kualitas yang optimal, dan keterampilan pembuatan video sesuai dengan format video pada umunya. Sebagai contoh yang paling penting adalah dalam pengambilan gambar video harus horizontal/ landscape, bukan dengan format vertikal/potretAy . anggal 5 Desember 2. Berdasarkan penjajagan di lapangan, sejauh ini video pembelajaran nampaknya belum begitu populer digunakan oleh para pendidik atau guru tari ketika mengajar, yakni seperti di Sanggar Tedung Agung yang berlokasi di Desa Ubud. Kabupaten Gianyar. Sanggar seni ini dinaungi oleh Puri Saren Agung Ubud yang diketuai oleh Tjokorda Bagus Astika. Sanggar Seni Tedung Agung memiliki jadwal latihan rutin yakni setiap hari Minggu saja. Sanggar Seni Tedung Agung berfokus pada pelatihan seni tari Bali, putra maupun putri. Selama ini. Sanggar Seni Tedung Agung juga rutin menyelenggarakan I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra perlombaan tari Bali, yang turut memotivasi minat para generasi muda untuk belajar Diawal penyelenggaranya pada tahun 2014 hingga sekarang masih Adapun salah satu tarian yang diajarkan di Sanggar Tedung Agung adalah tari Baris Tunggal dan selama ini metode pembelajaran yang digunakan oleh guru atau pelatih tari di sana hanya sebatas pada metode ceramah dan demonstrasi saja. Tari Baris Tunggal merupakan salah satu tari Bali yang cukup terkenal dan eksis di kalangan masyarakat Bali pada khususnya. Tarian ini sering kali dijadikan sebagai salah satu materi ajar dasar bagi penari anak-anak . pemula pada hampir seluruh sanggar tari yang ada di Bali. Tari Baris Tunggal cukup unik dan menarik, karena memiliki struktur tari yang baku, yakni terdiri dari bagian papeson . agian permulaa. , pangawak . agian pertengaha. , dan pakaad . agian akhi. namun dalam setiap penyajiannya tarian ini dapat dipentaskan dengan gaya masing-masing sesuai dengan pakem dan kreativitas si penari. Terkait dengan itu, di daerah Desa Singapadu. Kabupaten Gianyar, terdapat salah satu seniman tari yang memiliki ciri khas tersendiri pada gaya penyajian tari Baris Tunggal. Seniman tari tersebut ialah I Nyoman Cerita (Al. yang merupakan dosen tari di Institut Seni Indonesia Denpasar. I Nyoman Cerita adalah salah satu seniman akademik yang sangat mumpuni dalam bidang tari Baris Tunggal dan berasal dari Banjar Sengguan. Desa Singapadu. Kecamatan Sukawati. Kabupaten Gianyar. Beliau sudah mempelajari tarian baris dari umur 7 tahun belajar dengan I Made Kenyir. Beliau memperdalam dari umur 10 tahun sudah mulai melakukan pementasan, berupa ngayah maupun kaupah untuk pariwisata (Cerita, 2020:. Selain itu I Nyoman Cerita juga menjadi guru tari di berbagai saggar salah satunya di Sanggar Seni Tedung Agung. Desa Ubud. Kabupaten Gianyar. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita ini memiliki ciri khas tersendiri pada gerakannya, seperti: gerak tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, dan angsel ngejer gelungan. Selain itu menurut hasil wawancara dengan I Kadek Puriartha selaku anak dari I Nyoman Cerita menyatakan: AuTari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita juga menekankan pada karakter gerakan yang jelas, tangkas, tegas, dan tajam dengan memadukan tetuek/ ekspresi yang kuat dan sewaktu-waktu memunculkan ekspresi manis terutama dalam bagian pangadeng dan juga ekspresi tegas tanpa senyuman. Adanya permainan yang dinamis pada perubahan mimik wajah pun dinamika gamelan yang mengirinya, dalam istilah tari Bali hal tersebut dikatakan atau disebut dengan kenyang lempungAy . anggal 5 Desember Gaya tari Baris Tunggal versi Nyoman Cerita yang selama ini sudah diajarkan di Sanggar Tedung Agung. Desa Ubud. Kabupaten Gianyar, perlu untuk ditingkatkan serta dikembangkan lebih lanjut melalui sebuah media pembelajaran yang menarik seperti melalui video pembelajaran. Maka itu, penelitian yang berjudul AuPengembangan Video Pem-belajaran Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung. Desa Ubud. Kabupaten GianyarAy sangatlah penting dilakukan, karena . tari Baris Tunggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. tari Baris Tunggal termasuk tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita ini sangat unik dan menarik karena I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti : tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayung. Proses pembuatan Video Pembelajaran Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoma Cerita Deskripsi Materi Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita METODE Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian pengembangan atau Researd and Development Model yang digunakan dalam pengembangan produk video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung . Desa Ubud. Kabupaten Gianyar adalah model Elaborasi. Model Elaborasi kemampuan menata, mensintensis dan merangkum isi dari pembelajaran. Tujuan utama dari model ini adalah untuk membantu pendidik . dalam menyelesaikan pembelajaran dengan maksud untuk mengoptimalkan ketercapaian dari tujuan Ini juga dimaksudkan sebagai mediasi berbagai jenis pembelajaran kognitif dan pisikomotorik. Model ini dipilih karena memiliki urutan organisasi isi bahan pelajaran yang sistematis dari sederhana Proses menggunakan tiga tahap yaitu . tahap prapengembangan, . tahap pengembangan, dan . tahap pasca pengembangan. Istrume pengumpulan data menggunakan angket . Angket . merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan kepada responden untuk menjawabnya. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penilaian secara kuantitatif dan kualitatif adalah penyekoran, saran dan komentar. Data kuantitatif di sedangkan data kualitatif dianalisis berupa saran dan komentar. Sejarah Tari Baris Tunggal Tarian baris telah diketahui di Indonesia paling tidak pada abad ke-16 dalam puisi roman sejarah kuno. Kidung Sunda yang tercipta tahun 1550 (Bandem, 2004: . Baris Tunggal mengandung pengertian baris yang artinya berjejer, garis lurus, leret, dan barisan atau pasukan militer sedangkan tungal berarti solo atau sendiri. Tari Baris Tunggal Personasinya adalah seorang kesatria Bali tradisional, kuat dan lebih dewasa. Banyak menggambarkan gerakan kesatria dalam medan perang untuk menghindari serangan. Sangat jelas tokohnya dalam keadaan tegang terlihat gemetar dengan mimik cemas dan mataya melirik-lirik dengan cepat dari sisi ke sisi lainnya. Gambelan yang digunakan untuk mengiringgi tari Baris Tunggal, yaitu Gong Kebyar. Semar Pegulingan. Pelegongan. Angklung Kebyar. Gong Suling. Gong Gede. Cumang Kirang. Gamelan Pejogetan. Gambelan Pegandrungan, kemungkinan pula Tektekan. Komposisi tabuh yang digunakan untuk mengiringi tari Baris Tunggal biasanya terdiri atas gilak papeson, bapang, dan gilak pekaad (Kardji, 2010: . Sinopsis Tari Baris Tunggal Tari Baris Tunggal Tarian ini merupakan tari klasik yang sangat terkenal di Bali. Ditarikan oleh penari laki-laki dalam karakter kombinasi antara keras, halus dan manis sesuai dengan ekspresi kepahlawanan. Memiliki gerak-gerak yang tegas, tangkas, jelas dan tajam. Tarian ini menggambarkan seorang prajurit yang gagah dan berani yang I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra senantiasa selalu siap siaga keamanan dari sebuah kerajaan. Fungsi Tari Baris Tunggal Tari Baris Tunggal dikatagorikan sebagai tari hiburan atau Balih-balihan. Tarian ini memiliki fungsi sebagai tari hiburan tidak termasuk sakral, hanya berupa tontonan yang mempunyai unsur dasar seni tari. Tari ini memiliki karakter yang menonjolkan nilai-nilai bersuasana sekuler/ profan. Tari Baris Tunggal dapat dipentaskan dimana saja tanpa ada batasan waktu dan tempat. Iringan Tari Baris Tunggal Iringan dalam tari merupakan partner tari yang tidak boleh ditinggalkan, sehingga memegang peranan yang sangat penting didalam suatu pertunjukan agar tercapai Gambelan yang digunkan untuk mengiringi tari Baris Tunggal pada umumnya yaitu Gong Kebyar, selain itu tari Baris Tunggal juga dapat diiringi oleh gambelan seperti: Semar Pegulingan. Pelegongan. Angklung Kebyar. Gong Suling. Gong Gede. Cumang Kirang. Gambelan Pejogetan, dan Gambelan Pegandrungan. Ragam Gerak Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita. Angsel tayung sengkok. Gerakan ini dilakukan degan gerakan angsel dibarengi dengan gerakan tayungan satu tangan dan diakhiri dengan posisi agem. Gerakan ini ketangkasan dari seorang prajurit di dalam medan pertempuran. Gambar 1 Angsel Tayung Segkok (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma,2. Angsel ngejer gelungan, gerakan angsel ini merupakan gerakan untuk memainkan mahkota tari baris yang terbuat dari cukli dan gerakan ini juga menggambarkan menunjukan energi/ kekuatan yang dimiliki oleh prajurit. Gambar 2 Agsel Ngejer Gelungan (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Angsel nyogroh, gerakan angsel nyogroh ini dilakukan dengan menggerakan tiga langkah kaki kedepan dan diakhiri dengan agem rendah dengan ekspresi yang keras dan tegas,. Gerakan ini juga merupakan gerakan transisi dari agem tinggi ke agem Gerakan ini menggambarkan ketegasan dari seorang prajurit. I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Gambar 3 Angsel Nyogroh (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Angsel nyerere, gerakan angsel ini merupak gerakan kombinasi antara angsel nyogroh dengan menambahkan gerakan nyerere dengan posisi tubuh agem rendah dan diakhiri kembali dengan tanjek agem Gerakan kesigapan dan kesiapsiagaan perajurit dalam medan pertempuran. Angsel nyaup lamak, merupakan gerakan kombinasi dari gerakan angsel nyogroh dengan dikombinasikan dengan gerakan satu tangan yg memegang lamak sampai ke dada dan diakhiri dengan tanjek kaki posisi agem tinggi. Gerakan ini memperlihatkan kewibawaan atau kegagahan dari sang Gambar 6 Angsel Nyaup Lamak (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Angsel ngijig, angsel ngijig ini merupakan gerakan kaki ngijig yang dilanjutkan dengan gerakan kaki berjalan dan diakhiri dengan agem rendah. Gerakan ini menggambarkan kekuatan dan keagresipan dari prajurit. Gambar 4 Angsel Nyerere (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Angsel keled, merupakan gerakan yang diawali dengan gerakan satu kaki mundur dengan posisi kaki menyilang dan dibarengi dngan hentakan ke dua kaki dan diakhiri Gerakan menggambarkan kesigapan dan ketangkasan dari seorang prajurit. Gambar 5 Angsel Keled (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Gambar 7 Angsel Ngijig (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Angsel tayung, angsel tayung ini merupakan gerakan 7 langkah kaki ke depan dengan di kombinasikan gerakan satu tangan yang mengayun ke depan dan kebelakang dan diakhiri dengan agem tinggi. Gerakan ini menampilkan kegesitan dan I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Gambar 8 Angsel Tayung (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Tata rias tari Baris Tunggal Tata rias pada dasarnya diperlukan guna memberikan tekanan pada wajah untuk menimbulkan bentuk dan garis-garis wajah sesuai dengan karakter tarian. Tari Baris Tunggal menggunakan riasan putra halus meliputi fondation . las beda. , pupur . merah, merah pipi, eyeshadow berwarna . uning/ putih, merah, dan bir. , pensil alis, eyeliner, lipstick, serta pemakian alis yang agak tinggi, cundang dan menggunakan kales. Tata rias tari Baris Tunggal dilampirkan dalam gambar 9 berikut ini. Gambar 10 Tata Busana Tari Baris Tunggal (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Hasil Uji Ahli Video Pembelajaran Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita Uji Ahli Isi Draf I pengembangan sebagai produk awal terdiri dari materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam bentuk DVD. Produk pengembangan tersebut diserahkan seorang ahli tari, ahli seni tari dalam penelitian pengembangan ini adalah I Gede Oka Surya Negara. SST. Sn. Beliau adalah seorang ahli seni tari dan dosen Institut Seni Indonesia Denpasar. Tinjauan dari ahli isi dilakukan pada tanggal 27 Desember 2021. Data diperoleh melalui kegiatan konsultasi, diskusi dan angket ahli isi. Hasilnya berupa angket, komentar dan saran. Gambar 9 Tata Rias Tari Baris Tunggal (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Tata Busana Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita Selain tata rias wajah, busana sebagai atribut dalam tarian Baris Tunggal merupakan mempertegas identitas karakter tarian. Adapun busana dalam tari Baris Tunggal dapat dilihat pada gambar 10. Gambar 11 Uji Ahli Isi (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Produk pengembangan yang diserahkan kepada ahli isi berupa materi pengembangan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam bentuk DVD. Tabel 1. Hasil Penelitian Ahli Isi Terhadap Materi Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita Melalui Angket. Aspek Yang Dinilai Skor Kejelasan isi materi Kejelasan Bahasa Kejelasan dalam DVD Kesesuaian DVD dengan materi Kejelasan Bahasa dalam gambar sesuai dengan materi Kemenarikan tampilan gambar Total Skor Persentase (%) Kategori Saran: Diharapkan video pembelajaran tari Baris Tunggal bisa diterapkan pada sanggarsanggar tari dan sekolah-sekolah. Hasil penelitian dari ahli isi terhadap materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita yang dikembangkan sesuai dengan data dalam tabel 1 diperoleh total skor 24 dengan persentase 100% , ini berarti produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat layak dan tidak perlu direvisi. Komentar dan saran dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan materi tari Baris Tunggal gaya I Noman Cerita yang dikembangkan. Uji Ahli Media Produk pengembangan yang diserahkan kepada ahli media pembelajaran terdiri dari materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam bentuk DVD. Produk pengembangan tersebut diserahkan seorang ahli media pembelajaran, ahli media pembelajaran yang diminta kesediannya dalam mereview penelitian pengembangan ini adalah Drs. I Wayan Sujana. Pd. Pd. Beliau Universitas Pendidikan Ganesha Denpasar. Review dari ahli media pembelajaran dilakukan pada tanggal 28 Desember 2021. Data diperoleh melalui kegiatan konsultasi, diskusi dan angket ahli media. Hasilnya berupa angket, komentar dan saran. Tidak perlu Komentar dan saran yang diberikan oleh ahli isi, antara lain: Komentar: Video dijelaskan secara rinci, mudah dimengerti dan dipahami Hasil video sudah bagus Gambar 12 Uji Ahli Media (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Produk pengembangan yang diserahkan kepada ahli media pembelajaran berupa materi pengembangan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam bentuk DVD. perlu direvisi. Komentar dan sara dari ahli media pembelajaran dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakan DVD pembelajara tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita yang dikembangkan. Tabel 2. Hasil Penelitian Ahli Media pembelajaran Terhadap Media DVD Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita Melalui Angket. Uji Guru Tari Materi penilaian yang diberikan kepada guru seni tari di Sanggar Seni Tedung Agung yang bernama Ir. Tjokorda Bagus Astika berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam bentuk media DVD. Tujuannya untuk mendapatkan penilaian tentang DVD pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita, karena nantinya guru seni tari sebagai penggunan/user dari produk yag Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 Desember 2021, data yang diperoleh melalui kegiatan konsultasi, diskusi dan angket guru tari. Hasilnya berupa angket, komentar dan saran. Aspek Yang Dinilai Skor Kejelasan gambar dalam DVD Kesesuaian gambar DVD dengan materi Kejelasan Bahasa digunakan dalam gambar sesuai dengan materi Kejelasan fungsi gambar Kemenarikan Total Skor Persentase (%) Kategori Tidak perlu Komentar dan saran yang diberikan oleh ahli media pembelajaran, antara lain: Komentar: Pemodelan langsung dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan sehingga lebih meyakinkan siswa. Saran: Sajian data berdasarkan penelitian ahli media pembelajaran, selanjutnya dianalisis. Hasil analisis produk pengembangan berupa media DVD pembelajara tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sesuai dengan data tabel 2 diperoleh total 19 dengan persentase 95%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk dalam kriteria sangat layak dan tidak Gambar 13 Uji Guru Tari (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma, 2. Produk pengembangan yang dilakukan kepada guru tari di Sanggar Seni Tedung Agung adalah materi berupa media DVD pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Berikut ini akan dipaparkan mengenai hasil penilaia guru tari di Sanggar Seni Tedung Agung terhadap produk pengembangan melalui instrumen angket yang dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Hasil Penelitian Guru Tari Terhadap Materi Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita Melalui Angket. I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Aspek Yang Dinilai Skor Kejelasan isi materi Kejelasan Bahasa yang dipergunakan untuk pelatihan di sanggar AuTedung AgungAy. Saran: Semoga video pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi generasi penerus dalam pelatihan tari Baris Tunggal. uraian isi materi Kemudahan Kejelasan gambar Kesesuaian dengan materi Kejelasan Bahasa yang Kejelasan memahami materi Kemenarikan tampilan gambar Total Skor Hasil Validasi Video Pembelajaran Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita Melalui Uji Coba Perorangan. gambar sesuai dengan Hasil penilaian dari guru seni tari terhadap materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita, yang dikembangkan sesuai data tabel 3 diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, dikembangkan masuk kedalam kriteria sangat layak da tidak perlu direvisi. Persentase (%) 96,87% Kategori Tidak Komentar dan saran yang diberikan oleh guru tari, antara lain: Uji Coba Perorangan Sesuai dengan produk pengembangan yang telah mengalami revisi berdasarka saran dan masukan dari ahli-ahli. Produk tersebut selanjutnya diserahkan kepada tiga orang peserta didik yang dijadikan responder dalam uji coba perorangan. Peserta didik yang menjadi responder uji coba perorangan ini adalah peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung. Pelaksanaan uji coba perorangan dilakukan pada tanggal 1 Januari 2022 di Sanggar Seni Tedug Agung. Seluruh responden . eserta didi. diberikan angket kuesioner dan penayangan DVD, kemudian dilanjutkan kegiatan mengisi angket kuesioer yang telah diberikan. Aspek yang dipertanyaka dalam kuesioner yang diberikan kepada masing-masing respoden meliputi tiga aspek yaitu ketepatan, kegunaan, dan kelayakan dari produk yang Komentar: Semua tampilan gambar dan penjelasan dalam video pembelajaran ini sudah bagus dan dengan mudah akan dapat I Dewa Gede Oka Bisma. I Wayan Budiarsa. I Gede Gunadi Putra Anda Kemenarikan Total Skor Persentase (%) 96,87% 96,87% Kategori Tidak Tidak perlu Tidak Gambar 14 Uji Coba Perorangan (Dok: I Dewa Gede Oka Bisma,2. Data yang diperoleh dari uji coba perorangan disajikan pada tabel 4 berikut. Tabel 4 Hasil Kuesioner Uji Coba Perorangan Terhadap Video Pembelajaran Tari Baris Tunggal Gaya I Nyoman Cerita. Aspek Yang Responden Beberapa komentar dan saran yang diberikan responden terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sebagai Dinilai Kejelasan Kejelasan Bahasa dalam uraian isi Kemudahan uraian materi Kejelasan Kesesuaian gambar dengan Kejelasan Bahasa dalam gambar Kejelasan fungsi gambar Komentar: Keseluruhan video yang ditampilkan bagus dan mudah dimengerti. Video ini sangant bagus dan materi mudah dimengerti serta menarik untuk dipelajari. Video yang kakak berikan sangat menarik dan dapat memotivasi saya untuk belajar lebih giat lagi. Saran: