PENGARUH LITERASI KEUANGAN. GAYA HIDUP DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL MUTTAQIN JOMBANG THE INFLUENCE OF FINANCIAL LITERACY. LIFESTYLE AND PARENTAL INCOME ON THE FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR OF STUDENTS OF DARUL MUTTAQIN JOMBANG BOARDING SCHOOL Lailatus SaAoadah1 . Achmad Irfan Nurdiansyah2 1,2 Program studi manajemen. Fakultas ekonomi. Universitas KH. Wahab Hasbullah *Korespondensi Email : Irfanbu05@gmail. ARTICLE HISTORY Received . October 2. Revised . November 2. Accepted . December 2. KEYWORDS Linancial literacy, lifestyle, parental income, financial This is an open access article under the CCAe BY-SA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan pendapatan orang tua terhadap perilaku manajemen keuangan santri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel terdiri dari 52 santri yang dipilih menggunakan teknik kuota Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat dinyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan, dibuktikan dengan nilai probabilitas 0,033 < 05, sehingga Ha ditolak. Gaya hidup berpengaruh tidak signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan, dibuktikan dengan nilai 0,051 > 0. 05, sehingga Ha diterima. Pendapatan orang tua berpengaruh signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan, dibuktikan dengan nilai 0,002 < 0. 05, sehingga Ha ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, dan pendapatan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan santri. Literasi keuangan yang baik terbukti membantu santri dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan mereka. Selain itu, gaya hidup berkontribusi pada pola konsumsi santri, sedangkan pendapatan orang tua memengaruhi fleksibilitas keuangan mereka. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of financial literacy, lifestyle, and parental income on the financial management behavior of students at the Darul Muttaqin Islamic Boarding School. This study uses a descriptive quantitative approach with data collection through observation, questionnaires, and documentation. The sample consisted of 52 students selected using quota sampling techniques. Based on the results of hypothesis testing, it can be stated that financial literacy has a significant effect on financial management behavior, as evidenced by a probability value of 0. 033 <0. 05, so Ha is Lifestyle has no significant effect on financial management behavior, as evidenced by a value of 0. 051 > 0. 05, so Ha is Parental income has a significant effect on financial management behavior, as evidenced by a value of 0. 002 <0. 05, so Ha is rejected. The results of the study indicate that financial JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | literacy, and parental income have a significant influence on the financial management behavior of students. Good financial literacy has been shown to help students in planning and managing their In addition, lifestyle contributes to students' consumption patterns, while parental income affects their financial flexibility. PENDAHULUAN Pondok pesantren adalah sebuah Lembaga Pendidikan dan penyairan agama islam. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islamuntuk mempelajari dan memahami, mendalami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Santri adalah orang yang sedang belajar agama islam di pondok pesantren. Santri ada yang disebut santri mukim dan ada yang santri kalong (Rofiatun & Thoha, 2. Sebelum lebih jauh bicara perkembangan pesantren, terlebih dahulu perlu diketahui soal arkanul maAohad, yakni rukun pesantren. Istilah yang mulai familiar ini merujuk pada pemahaman rukun syarat yang harus di penuhi agar suatu lembaga agar bisa disebut pesantren, yang meliputi adanya kiai, santri mukim, masjid, kajian kitab, dan asrama. Sejak dahulu pesantren tidak hanya berfungsi dalam proses Pendidikan melainkan dakwah dan pemberdayaan Masyarakat. Ada beragam motif orang tua memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak. Ada orang tua yang sengaja memondokan anaknya ke pesantren yang sederhana tanpa memikirkan kualitas gedung dan fasilitasnya, melainkan ingin menitipkan anaknya kepada kiai dengan kekuatan sanad keilmuan yang kuat dan mendalam. Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas memiliki penduduk beragama muslim dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang keagamaan, contohnya saja pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan dengan latar belakang agama islam dan peserta didik berasal dari pesantren di sebut Para santri memiliki berbagai macam tingkat pendidikan literasi keuangan, kebudayaan yang meraka bawah dari asal daerahnya dan juga tingkat regulitas yang beragam. (Nurudin et al. , 2. Orangorang yang memiliki banyak kebutuhan dan keinginan yang berdampak pada perilaku keuangan masyarakat Indonesia tidak memperhatikan prinsip keuangan, yang merupakan bagian dari gaya hidup konsumtif (Velina & Rizky, 2. Literasi keuangan adalah kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan keterampilan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan mencakup pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan finansial yang bijak. Santri dengan literasi keuangan yang baik cenderung lebih mampu mengelola uang mereka dengan efektif, menghindari perilaku konsumtif yang dapat merugikan. Santri berada dalam masa peralihan dari ketergantungan menuju kemandirian secara financial dan harus membuat rencana yang mempengaruhi kesejahteraan dan keberasilan di masa yang akan datang. Hidup terpisah dari keluarga harus melakukan adaptasi di Pondok Pesantren tempat untuk menuntut ilmu demi kesejahteraan dan keberhasilan di masa mendatang (Setiawan & Suarmanayasa, 2. Mahasiswa tinggi akan meningkatkan hidup yang dimiliki oleh mahasiswa, dan tidak bisa menyesuikan hidup dengan keuangannya akan membuat kerugian pada individu mahasiswa. Teknik mahasiswa dapat mengatur keuangannya, dan mengambil keputusan perilaku keuangannya (Zulfialdi & Sulhan, 2. Gaya hidup lebih mengambarkan perilaku seseorang, yaitu bagaimana hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktu milikinya, namun atas dasar kebutuhan tetapi atas dasar keinginan (Rifannyah, 2. Teknologi dan pembangunan mengubah fokus masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan, sehingga memerlukan perhatian lebih besar untuk memastikan keberadaan dan relevansinya dalam masyarakat (Buderini et al. , 2. Gaya hidup dalam perilaku keuangan dikalangan anak sekarang terlihat berpengaruh dari teman yang hedonism, yang merupakan sifat seseorang untuk perilaku hidup mewah. Adanya kehidupan hedonise dikalangan jaman sekarang/milenial dapat terlihat dari kehidupannya sehari-hari, santri sering berfoya menggunakan uang, dan berfoya menggunakan suka jajan. Gaya hidup santri juga memiliki dampak signifikan terhadap pengelolaan keuangan mereka. Gaya hidup yang berorientasi pada konsumsi dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terencana, sementara gaya JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | hidup sederhana dapat membantu santri dalam mengatur keuangan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup yang baik dapat meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan. Pendapatan dapat meningkatkan atau melemahkan pengetahuan keuangan dan perilaku perencanaan investasi dalam penelitian ini, selain berdampak pada perilaku keuangan (Elitasari et al. , 2. Pendapatan orang tua merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi perilaku manajemen keuangan santri. Santri dari keluarga dengan pendapatan lebih tinggi mungkin memiliki akses lebih besar terhadap sumber daya finansial, namun hal ini tidak selalu menjamin kemampuan mereka dalam mengelola uang secara bijak. Sebaliknya, santri dari keluarga dengan pendapatan lebih rendah mungkin lebih terampil dalam mengatur anggaran dan menghindari pengeluaran berlebihan (Pratama et al. , 2. Manajemen keuangan melibatkan perencanaan dan pengelolaan uang yang baik, dengan pengelolaan keuangan yang baik melibatkan pemahaman dan keterampilan, sehingga menghasilkan konsep keuangan yang selaras dengan literasi keuangan. pola pikir untuk mengatur dan merencanakan keuangan, yang mempengaruhi gaya hidup dan perilaku. Dengan pola hidup yang seperti itu, akan membuat rugi diri sendiri, yang tidak bisa menyusuaikan dengan hidup yang akan dilalui. Para santri diharapkan mampu mengontrol dan mengatur keuangan, yang tertata pola hidup para santri akan lebih tertata sesuai dengan kebutuhan yang ada Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mengatuhui pengaruh dari literasi keuangan, gaya hidup dan pendapatan orang tua terhadap perilaku manajemen keuangan pada Pondok Pesantren Darul Muttaqin Jombang. TINJAUAN PUSTAKA LITERASI KEUANGAN Literasi keuangan merupakan pengukuran terhadap pemahaman seseorang mengenai konsep keuangan, dan memiliki kemampuan dan keyakinan untuk mengatur keuangan pribadi melalui Keputusan jangka pendek yang tepat, perencanaan keuangan jangka Panjang, serta memperhatikan kejadian dan kondisi ekonomi, literasi keuangan meliputi kesadaran dan pengetahuan akan instrumen keuangan dan aplikasinya di dalam bisnis dan kehidupan (Sugiharti & Maula, 2. Literasi keuangan juga dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan untuk dapat meningkatan pengetahuan, keyakinan, keterampilan konsumen dan Masyarakat luas. Dari definisi yang diuraikan dapat disimpulkan, literasi keuangan merupakan serangkaian kegiatan dalam pengetahuan pemahaman konsep keuangan dengan tujuan membuat pilihan keuanngan yang efektif dan pengelilaan keuangan dalam kehidupan ekonomi Masyarakat (Ni Luh Putu Kristina Dewi, 2. GAYA HIDUP Gaya hidup mempunyai banyak artian dan diartikan sesuai dengan bidang ilmu pengetahuan masing-masing tokoh yang mengemkakan. Menurut (Susiana :2. dalam (Aini et al. , 2. gaya hidup secara luas mendefinisikan sebagai cara hidup yang didefinisikan oleh bagaimana orang lain menghabiskan waktu mereka . dilihat dari pekerjaan, belanja, hobi, olahraga dan kegiatan social serta interest . terdiri dari makanan, mode, keluarga, rekreasi dan juga opinion . terdiri dari mengenai dari yang lebih dari sekedar kelas social ataupun kepribadian seseorang. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini berarti gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu, banyak diketahui banyak macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang. PENDAPATAN ORANG TUA Menurut (Arianti, 2. mendefinisikan pendapatan adalah jumlahpenghasilan yang diterima selama periode tertentu berdasarkan jenis pekerjaan, prestasi dan lamanya bekerja. Besar kemungkinan bahwa individu dengan pendapatan yang lebih akan menunjukkan perilaku manajemen keuangan lebih bertanggung jawab, mengingatnya dana yang tersedia mereka memberi mereka kesempatan untuk bertindak secara bertanggung jawab. Besar kemungkinan bahwa individu dengan pendapatan yang lebih akan menunjukkan perilaku manajemen keuangan lebih bertanggung jawab, mengingat dana yang tersedia memberi kesempatan untuk bertindak secara bertanggung jawab. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | MANAJEMEN KEUANGAN Perilaku manajemen keuangan adalah proses pengelolaan dan pengambilan keputusan terkait dengan keuangan suatu individu, perusahaan, atau organisasi. Ini mencakup semua aktivitas yang terkait dengan bagaimana sumber daya keuangan digunakan, diinvestasikan, dan dikendalikan untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Pengelolaan keuangan atau pengelolaan keuangan adalah proses mengkoordinasikan upaya beberapa individu untuk mencapai tujuan yang sama. Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pemantauan adalah langkah-langkah pertama yang mungkin Mengelola dana sekolah melibatkan segalanya mulai dari membuat anggaran hingga mengawasi dan memperhitungkan setiap dolar yang dikeluarkan (Saputra et al. , 2. METODE PENELITIAN Dalam penyusunan metode penelitian ini, penulis menggunakan jenis data primer. Data primer dari penelitian ini diperoleh dari jawaban para responden terhadap angket . yang disebarkan oleh Adapun yang menjawab kuesioner adalah santri di Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Populasi dalam penelitian ini menggunakan sasaran . Populasi sasarannya 103 santri pondok pesantren Darul muttaqin. Sampel yang dipilih sejumlah 52 santri dengan menggunakan metode quota sampling, yaitu pengambilan sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampi jumlah . yang diinginkan (SaAoadah, 2. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi untuk memeperoleh informasi tentang Sejarah, serta data lain yang bersangkutan teknik ini bisa memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau data dokumen yang ada pada responden atau tempat, dimana responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-hari. Menganalisis data dengan menggunakan aplikasi spss. Metode untuk menganalisis adalah dengan menggunakan Analisa regresi berganda. Sedangkan uji yang dilakukan yaitu uji asumsi klasik serta uji hipotesis yang terdiri uji T . , uji F . dan keofisien determinan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Variabel Literasi Keuangan Tabel 1 Literasi Keuangan Kategori Frekuensi Presentase Baik Cukup Kurang Jawaban Sumber: Data primer diolah, 2024 Variabel literasi keuangan dengan indikator "pengetahuan keuangan, perilaku keuangan, sikap keuanganAy mayoritas responden menyatakan . yaitu sebanyak 39 responden dengan presentase 75%, sedangkan sebanyak 13 responden menyatakan cukup dengan presentase . %), serta tidak ada responden yang menyatakan kurang atau dikatakan 0%. Variabel Gaya Hidup Tabel 2 Gaya Hidup Kategori Frekuensi Prosentase Baik Cukup Kurang Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2024 Variabel gaya hidup dengan indikator "aktivitas, minat, opiniAy mayoritas responden menyatakan . yaitu sebanyak 34 responden dengan presentase 65%, sedangkan sebanyak 18 responden JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | menyatakan cukup dengan presentase . %), serta tidak ada responden yang menyatakan kurang atau dikatakan 0%. Variabel pendapatan Orang Tua Tabel 3 Pendapatan Orang Tua Kategori Frekuensi Prosentase Baik Cukup Kurang Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2024 Variabel pendapatan orang tua dengan indikator "peningkatan pendapatan, penghasilan, pekerjaanAy mayoritas responden menyatakan . yaitu sebanyak 45 responden dengan presentase 86%, sedangkan sebanyak 3 responden menyatakan baik dengan presentase . %), sedangkan sebnyak 4 responden menyatakan kurang dengan presentase 8%. Manajemen Keuangan Tabel 4 Manajemen Keuangan Kategori Frekuensi Prosentase Baik Cukup Kurang Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2024 Variabel manajemen keuangan dengan indikator "membayar tagian tepat waktu, anggaran, arus kas. TabunganAy mayoritas responden menyatakan . yaitu sebanyak 39 responden dengan presentase 75%, sedangkan sebanyak 8 responden menyatakan baik dengan presentase . %), sedangkan sebnyak 5 responden menyatakan kurang dengan presentase 10%. Uji Regresi Linier Berganda Uji ini digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variable predictor . ariable beba. terhadap variable terikat. Regresi linier berganda dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Sig. Model Std. Error Beta (Constan. Gayahidup Dependent Variable: perilakumanajemen Sumber: Data primer diolah, 2024 Model persamaan regresi yang diperoleh dari table diatas adalah sebagai berikut : Y = a b1X1 b2Xb2 b3 Xb3 b4X4 Y= -3,190 0,285X1 0,265X2 0,484X4 Nilai konstanta ( = -3,. menunjukkan bahwa apabila semua nilai variabel bebas = 0 maka nilai variabel y-2,156 adalah sebesar -3,190 satuan. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | b. Nilai koefisien 0,285 (X1 =0,. menunjukkan bahwa setiap perubahan literasi keuangan sebesar 1 satuan maka var y- 2,156 akan berubah sebesar 0,285 satuan dengan asumsi variabel lain Nilai koefisien 0,265 (X1 =0,. menunjukkan bahwa setiap perubahan gaya hidup sebesar 1 satuan maka var y -2,156 akan berubah sebesar 0,265 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. Nilai koefisien 0,484 (X1 =0,. menunjukkan bahwa setiap perubahan pendapatan orang tua sebesar 1 satuan maka var y -2,156 akan berubah sebesar 0,484 satuan dengan asumsi variabel lain konstan. Uji Hipotesis Uji persial (Uji-T) Untuk mengetahui besarnya pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, pendapatan orang tua terhadap perilaku manajemen digunakan uji T. Dimana uji T untuk mengetahui apakah variabel bebas secara persial . endiri-sendir. signifikan memepengaruhi variabel terikat. Penjelasan hasil uji T dalan tabel 5 untuk masing-masing variabel bebas sebagai berikut ini : Variabel literasi keuangan (X. Dari table di atas nilai signifikannya yaitu 0,033 < 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya variabel literasi keuangan (X. berpengaruh signifikan terhadap manajeman keuangan (Y). dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan dapat diterima. Variabel gaya hidup (X. Dari table di atas nilai signifikannya yaitu 0,051 > 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima, artinya variabel gaya hidup (X. tidak ada pengaruh terhadap manajeman keuangan (Y). dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan dapat diterima. Variabel pendapatan orang tua (X. Dari table di atas nilai signifikannya yaitu 0,002 < 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya variabel pendapatan orang tua (X. berpengaruh signifikan terhadap manajeman keuangan (Y). dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa pendapatan orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan dapat Uji Anova (Uji-F) Untuk melihat besarnya pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, pendapatan orang tua terhadap perilaku manjemen keuangan digunakan Uji-F. Dimana uji F digunakan untuk menguji distribusi atau variasi means dalam variabel penjelas secara simultan atau Bersama-sama apakah telah signifikan menjelasakan variasi dari variabel yang dijelasakan. Table 6 Hasil Uji F ANOVAa Model 1 Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. Dependent Variable: manajemenkeuangan Predictors: (Constan. , literasikeuangan Sumber: Data primer diolah, 2024 JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui nilai signifikansinya 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel literasi keuangan, gaya hidup dan pendapatan orang tua secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan. Uji Keofesien Determinan Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu yang di tentukan dengan abjusted R square. Tabel 7 Hasil Uji Keofisien Determinan Model Summary Std. Error of Adjusted R Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. , pendapatanorangtua, gayahidup. Sumber: Hasil Penelitian Berdasarkan table diatas nilai koefisien korelasi sebesar 0,804. hasil ini menunjukkan bahwa literasi keuangan, gaya hidup dan pendapatan orang tua secara bersama mempunyai hubungan yang sangat kuat terhadap manajemen keuangan. Hasil uji koefisien dterminasi (R) pada penelitiab ini diperoleh nilai RA sebesar 0,646 yang berarti bahwa 80,4% literasi keuangan, gaya hidup dan pendapatan orang tua . ,6%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. PEMBAHASAN Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Hasil regresi linier berganda menunjukan bahwa likuiditas dengan pengukuran literasi keuangan mendapatkan nilai probabilitas sebesar 0,033 yang mana hasil tersebut lebih kecil dibandingkan dengan taraf sebesar 0,05 . ,033 < 0,. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya variabel literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap manajeman keuangan santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin Jombang. dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan dapat diterima. Di mana santri PP. Darul Muttaqin Jombang memiliki literasi keuangan, yang berarti mereka tahu bagaimana mengelola dan mengatur keuangan mereka sendiri. Semakin memahami keuangan santri, semakin bijak mereka mengambil keputusan tentang bagaimana menggunakan uang untuk mencapai kemakmuran dan menghindari resiko keuangan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pondok pesantren mengajarkan orang untuk tidak boros. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang di lakukaan (Aulianingrum & Rochmawati, 2. yang menyebutkan bahwa literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku manajemen keuangan, yang artinya siswa memiliki pengetahuan tentang keuangan yang tinggi akan dapat dengan mudah pengelolaan keuangan pribadinya, hal ini juga sejalan dengan (Wahyuni et , 2. menunjukan bahwa mahasiswa semakin memahami pengelolaan keuangan semakin mereka sadar akan tindakan konsumtif yang mereka lakukan setiap hari. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Hasil regresi linier berganda menunjukan bahwa likuiditas dengan pengukuran gaya hidup mendapatkan nilai probabilitas sebesar 0,051 yang mana hasil tersebut lebih besar dibandingkan dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 . ,051 > 0,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya variabel gaya hidup (X. berpengaruh signifikan terhadap manajeman keuangan (Y). dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa gaya hidup memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan dapat diterima. Karena gaya hidup merupakan sikap yang dipilih masyarakat karena merasa puas dengan penampilan dan gayanya, variabel gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku ekonomi. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | Siswa tertentu lebih fokus pada kebutuhan pendidikan daripada materi. Gaya hidup mahasiswa lebih cenderung konsumtif karena lingkungan kampus dan pengaruh siswa lain. Selain itu, lebih banyak aktivitas mahasiswa dilakukan di luar ruangan. Gaya hidup yang tidak seimbang dan tidak sesuai dengan pendapatan dan keadaan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang daripada Hasil dari penelitian ini sejalan dengan (Ritakumalasari & Susanti, 2. gaya hidup memiliki pengaruh tinggi, (Diskhamarzaweny et al. , 2. sehingga mempengaruhi perubahan perilaku (Fatimah & Fathihani, 2. bahwa cara gaya seseorang hidup dengan kebutuhan yang tinggi tinggi maka akan meningkatkan angka kemampuan seseorang dalam berperilaku terhadap Pengaruh Pendapatan Orang Tua Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Hasil regresi linier berganda menunjukan bahwa likuiditas dengan pengukuran pendapatan orang tua mendapatkan nilai probabilitas sebesar 0,002 yang mana hasil tersebut lebih kecil dibandingkan dengan taraf sebesar 0,05 . ,002 < 0,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya variabel pendapatan orang tua (X. berpengaruh signifikan terhadap manajeman keuangan (Y). dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa pendapatan orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen keuangan dapat diterima. Hanya uang saku yang diberikan orang tua kepada siswa untuk biaya hidup, mahasiswa yang belum bekerja memperoleh uang saku dari orang tua dengan preiode mingguan dan bulanan yang diterima (Badurini. Agus Wahyudi Selasa Gama, 2. Pesantren memiliki aturan yang berbeda dari pesantren lainnya dan mungkin mengenakan biaya tambahan sesuai dengan kebutuhan. Santri pergi ke kegiatan pesantren setelah selesai mengikuti kegiatan di kampus. Mereka tidak boleh pulang ke rumah setelah 00 kecuali mereka masih belajar. Dilarang keras untuk mencari pekerjaan karena berdampak pada aktivitas pondok pesantren dan santri yang hanya bergantung pada gaji orang tuanya. Pengaruh Literasi. Gaya Hidup dan Pendapatan Orang Tua Terhadap Perilaku Manajemen Hasil uji F dari regresi berganda untuk menilai probabilitas F menghasilkan angka sebesar 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil kdari taraf signifikan yaitu 0,05 . ,000 < 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel literasi keuangan, gaya hidup dan pendapatan orang tua secara simultan atau bersamasama mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan seorang pelajar, maka semakin sesuai dengan kebutuhan dasar individu. Salah satunya adalah faktor sosio-ekologis, dimana manusia berinteraksi satu sama lain dan lingkungan serta melakukan sesuatu secara bersama-sama. Literasi keuangan adalah pengetahuan yang benar tentang cara menangani uang. Pengalaman pribadi mengelola keuangan Anda sendiri. Ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi gaya hidup Anda, seperti sikap Anda. Sikap dipahami sebagai cara seseorang bereaksi terhadap sesuatu, tergantung pada keadaan emosi dan mentalnya, dipengaruhi oleh pengalaman dan berkaitan langsung dengan Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian berubah seiring berjalannya waktu dan memengaruhi perilaku pembelian konsumen, sehingga sangat penting untuk memantaunya, hasil ini sejalan dengan (Habib Prawiga1. Rita Dwi Putri2, 2. Literasi keuangan, gaya hidup, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Jika Anda memahami uang dengan baik. Anda dapat mengurangi gaya hidup hedonis dengan merencanakan pendapatan dan pengeluaran bulanan untuk mengelola uang dengan lebih efisien. KESIMPULAN Perilaku manajemen keuangan santri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu literasi keuangan, gaya hidup, dan pendapatan orang tua. Santri yang memiliki pemahaman baik tentang keuangan cenderung lebih efektif dalam mengelola anggaran dan arus kas, serta bijak dalam menabung dan memenuhi kebutuhan. Gaya hidup sederhana membantu santri mengontrol pengeluaran dan menghindari konsumtif, sementara gaya hidup konsumtif berisiko mengganggu pengelolaan keuangan mereka. Selain itu, dukungan finansial dari orang tua mempermudah santri dalam memenuhi kebutuhan, namun kemampuan mengelola keuangan tetap diperlukan untuk memaksimalkan sumber daya. Secara keseluruhan, kombinasi literasi keuangan, gaya hidup terkontrol, dan dukungan finansial yang memadai JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 1 Januar y 2025 page: 1 Ae 10 | berkontribusi pada perilaku manajemen keuangan santri yang sehat, seperti pengelolaan anggaran yang tepat dan pembayaran tagihan tepat waktu. DAFTAR PUSTAKA