JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 Analisis Manajemen Risiko Aset pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Sorong Mirga Maulana Rachmadhani1*. Aprisa Rian Histiarini2. Siti Nur Kayatun3. Mohammad Arief Nur Wahyudien4. Asih Ahistasari5 Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Sorong Jl. Pendidikan. No. Kel. Klabulu. Distrik Malaimsimsa. Kota Sorong. Papua Barat Daya, 98416 E-mail: mirga@um-sorong. ABSTRAK Pentingnya manajemen risiko dalam menangani, mengendalikan, dan melindungi aset biro administrasi akademik dan kemahasiswaan (BAAK) dengan melakukan penilaian risiko untuk memantau risiko, menangani risiko, dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi di BAAK tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi dan menemukan tindakan pengendalian risiko. Dengan menggunakan ISO 31010:2019, penelitian ini lebih pada penekanan terhadap proses penilaian risiko. Mulai dari tahap identifikasi risiko sampai pada evaluasi risiko. Hasilnya yakni terdapat 17 risiko yang telah Dimana dari ke 17 risiko tersebut 2 diantanya termasuk risiko tinggi dengan nilai level risiko 25 pada kode risiko A1 . idak ada nya CCTV di dalam ruangan BAAK) dan 20 pada kode risiko A5 . rinter laser jet pencetakan ijazah yang tintanya tidak menempel dengan bai. , dan 4 diantaranya termasuk risiko kecil dengan nilai level risiko 4 pada kode risiko A3. A7 A11, dan nilai level risiko 3 pada kode risiko A9. Sebagai langkah evaluasi risiko terhadap kedua risiko tertinggi tersebut, maka dilakukan mitigasi risiko pada kode risiko A1 dengan langkah mitigasinya pembelian CCTV kemudian dipasangkan pada ruangan BAAK, selanjutnya pada kode risiko A5 langkah mitigasinya mengganti printer yang sesuai dan memenuhi standar untuk pencetakan ijazah dan mengganti jenis kertas template ijazah. Kata kunci: ISO 31010:2019. ISO 31000:2018. Manajemen Risiko Aset ABSTRACT In this study, the researchers see the importance of risk management in handling, controlling, and protecting the assets of Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) by conducting risk assessments to monitor risks, handle risks, and minimize risks that may occur in BAAK. This study aims to identify the risks that occur and find risk control measures. By using ISO 31010:2019, the current study emphasized the risk assessment process. Starting from the risk identification stage to risk evaluation. The result shows that there are 17 risks that have been identified. Those are 17 risks, 2 of it are included as major risks with a risk level value of 25 in risk code A1 . o CCTV in the room of BAAk and 20 in risk code A5 such as the printer produces documents lack of quality, and 4 of them are included as minor risks with a risk level value of 4 in risk codes A3. A7 A11, and a risk level value of 3 in risk code A9. As a risk assesment process for the two highest risks, risk mitigation is carried out on risk code A1 with the mitigation process of purchasing CCTV and then installing it in the BAAK room, then on risk code A5 the mitigation process is to replace the printer that is suitable and meets the standards for printing diplomas and changing the type of diploma template paper. Keyword: ISO 31010:2019. ISO 31000:2018. Asset Risk Management DOI: /10. 24853/jisi. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi PENDAHULUAN Pada setiap perguruan tinggi telah kita ketahui bahwa memiliki dua bidang yakni bidang akademik dan non-akademik. Berdasarkan fakta yang ada di Universitas Muhammadiyah Sorong bahwa BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaa. adalah salah satu satu biro yang krusial dalam pengurusan segala urusan administrasi akademik mahasiswa. Cukup besar peran biro ini untuk memberikan informasi kepada mahasiswa terkait administrasi akademik dan kemahasiswaan membuat biro ini harus selalu maksimal dalam melayani kebutuhan Adapun fasilita asset yang dapat meningkatkan kinerja staf BAAK dalam komputer, cctv, ruangan, akses internet, dan alat Menurut peneliti asset merupakan hal yang harus dijaga karena semua bidang bisnis pasti memiliki asset, termasuk bidang Pendidikan. Selain itu, banyaknya data penting yang ada didalam kantor biro BAAK mengharuskan seluruh stafnya dapat menjaga privasi yang ada Namun, diruang biro salah satu perguruan tinggi ditemukan adanya beberapa hal yang seharusnya tidak terjadi seperti. akses masuk ruang biro BAAK membuuat tidak adanya batas privasi antara mahasiswa dan staf sehingga tidak adanya profesionalitas pekerjaan, tidak adanya cctv yang dapat menyebabkan barang pribadi atau asset dari BAAK yang hitang, komputer yang memiliki akses terbuka sehingga dapat menyebabkan pencurian data di BAAK dan masalah lainnya. Dari masalah yang ada akan timbul risiko-risiko yang dapat terjadi pada asset di dalam biro tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi di biro administrasi akademik dan kemahasiswaan tersebut dan menemukan tindakan pengendalian Ini merupakan topik yang menarik untuk dibahas karena semua bidang bisnis pasti memiliki asset, termasuk di bidang Pendidikan dan asset tersebut wajib untuk dijaga. Menurut Buganovy & imyskovy . , orientasi risiko adalah dasar dari manajemen risiko, yang bertujuan untuk mengatur kegiatan dan mengendalikan dan mengelola organisasi secara efektif. Selain itu, manajemen risiko adalah pendekatan sistematis yang melibatkan P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X budaya, proses, dan struktur untuk menentukan metode pengurangan risiko yang optimal (Ernawati et al. , 2. Risiko adalah kemungkinan bahwa suatu hal akan terjadi yang dapat merugikan organisasi atau lembaga. Sedangkan. Mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, dan mengevaluasi risiko adalah semua bagian dari proses manajemen risiko. Tujuan manajemen risiko juga adalah untuk mengelola risiko dan memberikan saran tentang cara terbaik untuk menangani risiko dalm mencapai hasil yang optimal. (COBIT . Proses manajemen risiko juga membantu untuk membuat keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan efisiensi (ISO 31000:2. Dengan adanya manajemen risiko dapat meminimalisir terjadinya risiko yang dapat berdampak besar bagi instansi. Seperti yang penulis telah bahas, bahwa pada biro administrasi akademik dan kemahasiswaan banyak dokumen penting yang harus disimpan dalam sistem dan direcover secara berkala agar tetap terjaga. Mengingat salah satu masalah yang ada disana yakni penggunaan komputer yang bisa di akses selain staf agar tidak terjadi kerusakan atau kehilangan data. Oleh karena itu, untuk melihat kemungkinan di masa depan, sebuah organisasi juga harus membuat manajemen risiko. Manajemen risiko disini berdasarkan ISO 31000:2018 dan risk assessment IEC/ISO 31010:2019. ISO 31010:2019 merupakan standar yang memberikan panduan tentang teknik penilaian risiko. Sehingga untuk membantu perusahaan dalam mengelola risiko. International Organization of Standardization (ISO) telah mengeluarkan standar kerangka kerja untuk mengelola risiko (International Organization of Standardization, 2009. Choo & Goh, 2. Standar ini merupakan bagian dari rangkaian standar ISO 31000, yang berfokus pada manajemen risiko. Berikut ini beberapa poin penting tentang IEC/ISO 31010:2019. Disini menyediakan kerangka kerja untuk memilih dan menerapkan teknik penilaian risiko secara konsisten dan sistematis. ISO 31010:2019 menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai perspektif dan sumber informasi saat melakukan penilaian risiko. Standar ini juga menyoroti perlunya mendokumentasikan dan mengkomunikasikan hasil penilaian risiko secara JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Standar ini dapat diterapkan untuk organisasi dari semua ukuran dan sektor, dan dapat digunakan bersama dengan standar manajemen risiko lainnya, seperti ISO 31000:2018 (Risk Management, 2. Tujuan pada penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko melakukan penilaian risiko untuk memantau risiko, menangani risiko, dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi di BAAK dengan menggunakan metode likelihood dan consequence risk matrix, kemudian dilakukan evaluasi risiko dengan membuat mitigasi risiko berdasarkan risiko tertinggi. TINJAUAN PUSTAKA Seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa Manajemen risiko adalah suatu proses yang melibatkan tindakan yang dapat membantu pengambilan keputusan dengan mengurangi atau menghindari kerugian akibat suatu peristiwa yang berdampak negatif. Menurut (Zevallos, 2. dalam bukunya yang berjudul Risk Management Guidelines, ini didasarkan pada proses yang terdiri dari penentuan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, risiko, pemantauan, dan komunikasi risiko dalam semua tindakan atau proses. Kemudian manajemen risiko asset pada suatu bidang usaha yakni guna mengelola risiko dan memberikan rekomendasi cara penanganan risiko. Seperti (Hamzah et al. , pada penelitiannya membahas tentang pentingnya asset pada sebuah Ia membahas asset adalah harta berupa uang atau benda yang dapat dimanfaatkan agar menghasilkan manfaat dimasa mendatang. Diharapkan hasil dari analisis dan rekomendasi ini dapat membawa hasil baik yang menjadi salah satu factor yang dapat menunjang kinerja staff. Keterkaitan ini telah dianalisi oleh (Maletic, 2. Penelitiannya bertujuan untuk menguji praktik manajemen risiko sebagai bagian dari manajemen aset fisik dan dampaknya Dengan menggunakan pendekatan data empiris diperoleh dari 76 perusahaan Pemodelan Jalur Kuadrat Terkecil Parsial (PLS- PM) digunakan diterapkan untuk mengevaluasi model pengukuran dan struktural. Hasil penelitian menekankan pentingnya Volume 11 No 2 Agustus 2024 mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam proses manajemen aset untuk meningkatkan kinerja hasil yang lebih baik. Manajemen risiko untuk menentukan tingkat kemungkinan dan dampak risiko juga dilakukan oleh studi (Yoewono & Prasetyo. Penelitiannya dilakukan pada PT Surya Selaras Cita, sebuah perusahaan jasa keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dalam proses bisnis perusahaan, menentukan tingkat kemungkinan dan dampak risiko, serta mengusulkan perlakuan risiko untuk mencapai sasaran kinerja perusahaan. Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan menerapkan paradigma ISO 31000:2018 dalam proses manajemen risiko. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya risiko operasional, kredit, strategi, dan reputasi, dengan beberapa risiko berada pada tingkat tinggi dan sangat tinggi. (Fachrezi, et al. , 2. menganalisis manajemen risiko keamanan asset teknologi pada Diskominfo kota Salatiga. Penelitiannya bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko keamanan aset teknologi Manajemen risiko diterapkan berdasarkan standar ISO 31000:2018, yang meliputi tahap identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perlakuan risiko. Penelitian ini menunjukkan adanya risiko rendah, risiko menengah, dan risiko tinggi terkait dengan aset teknologi informasi, seperti masalah listrik, server down, koneksi internet yang sering putus, dan sambaran petir. Seperti menurut (Parviainen et al. , 2. standar internasional ISO 31000 adalah standar yang dapat digunakan oleh semua organisasi yang bekerja untuk menangani risiko. ISO 31000 memiliki perspektif yang lebih luas dan konseptual dibandingkan dengan standar manajemen risiko lainnya. Menurut ISO 31000:2009, proses manajemen risiko terdiri dari prinsip-prinsip manajemen risiko, kerangka manajemen risiko, dan proses manajemen risiko. Manajemen risiko dapat digunakan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan proses bisnis sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya (Pamungkas, 2022. Bisma, 2022. Rachmadhani, et al. Adapun penelitian yang memiliki tujuan JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi yang sama yakni menganalisis manajemen risiko namun dengan metode lain. Seperti oleh (Padang. Al, 2. melakukan penelitian pada RSUD XYZ untuk melakukan manajemen risiko terhadap penggunaan teknologi Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kuantitatif dan kualitatif, yaitu Quantitative Risk Analysis (QRA) dan Qualitative Risk Analysis. Hasil penelitian menunjukkan risiko terkait dengan aset TI, seperti kehilangan daya listrik dan sumber ancaman listrik dan jaringan Di bidang pendidikan ada studi dari (Rohman, et al, 2. , yang menganalisis manajemen risiko IT dan keamanan asset Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko IT dan keamanan aset menggunakan metode Octave-S di SMK Raden Paku Wringinanom. Dalam proses pengumpulan data, penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dan mengumpulkan data dari hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi permasalahan pada teknologi informasi di (Ain, et al. , 2. analisis manajemen risiko teknologi informasi dan keamanan aset dengan Studi ini dilakukan di SMK Teknik PAL Surabaya dengan tujuan menganalisis manajemen risiko dan keamanan aset teknologi Penelitian ini menggunakan metode NIST SP 800-30 Revisi 1, yang mencakup identifikasi sumber ancaman, identifikasi peristiwa ancaman, identifikasi kerentanan, identifikasi kemungkinan, identifikasi dampak, identifikasi risiko, rekomendasi pengendalian, dan dokumen hasil. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi di sekolah memiliki tingkat risiko tinggi, sedang, dan rendah. Dalam penelitian-penelitian ini, manajemen risiko digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko terkait dengan aset-aset yang menjadi fokus penelitian. Metode-metodenya bervariasi, seperti ISO 31000:2018. NIST SP 800-30, dan metode Octave-S. Sedangkan, menggunakan ISO 31010:2019 yang mana ISO 31010:2019 lebih pada penekanan terhadap P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X proses penilaian risiko. Mulai dari tahap identifikasi risiko sampai pada evaluasi risiko. Disamping itu penelitian ini diharapkan mendapat hasil yang memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko yang terkait dengan aset dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian semi-kuantitatif, dimana data yang didapatkan berasal dari hasil observasi, wawancara & kuisioner pada Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dan para staf BAAK Universitas Muhammadiyah Sorong. Teknik pengumpulan consequence/probability. Sedangkan tahapan dalam proses penilaian risiko ialah sebagai Identifikasi Risiko Pada tahap identifikasi risiko, peneliti mendapatkan data dari hasil observasi, wawancara dan kuisioner yang sebelumnya telah dilakukan pada Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) dan Staf BAAK Universitas Muhammadiyah Sorong Analisis Risiko Pada tahap analasis risiko, peneliti consequence/probability dengan melihat tingkat risiko yang terjadi. Evaluasi Risiko Pada tahap evaluasi risiko, risiko yang telah diurutkan berdasarkan tingkat risiko tertinggi, selanjutnya akan dilakukan strategi mitigasi risiko berdasarkan tingkat risiko Strategi Mitigasi Risiko Pada tahap strategi mitigasi risiko, peneliti akan mencari strategi penanggulangan terhadap tingkat risiko tertinggi Pada penelitian ini juga mempunya alur penelitian sebagai berikut: JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 11 No 2 Agustus 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan tahapan dalam proses penilaian risiko, yang telah dijelaskan peneliti di bagian metode penelitian, berikut adalah Identifikasi Risiko Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang telah dilakukan oleh peneliti dari observasi, wawancara dan kuisioner pada Kepala BiroAdministrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) terdapat 17 risiko yang teridentifikasi pada tahap ini. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Tabel 1. Daftar Risiko Klasifikasi Risiko Perangkat Keras Keamanan Sistem Lingkungan Manusia Kode Risiko A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 Daftar Risiko Tidak ada nya CCTV di dalam ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Kerusakan fasilitas lemari Jaringan internet no connecting . erdapat los. Tidak adanya maintenance pada komputer BAAK Printer laser jet pencetakan Ijazah yang tintanya tidak menempel dengan Tidak adanya lemari penyimpanan berkas pencetakan ijazah Tempat lemari penyimpanan piala lomba telah penuh Kebocoran data Komputer terinfeksi virus Pencurian data Tidak adanya email resmi kampus untuk Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Kebakaran Instalasi arus listrik yang tidak benar Listrik padam Gempa bumi Penyalahgunaan hak akses Penyalahgunaan jabatan Setelah diketahui daftar risiko dari masingmasing klasifikasi risikonya. Kemudian dilakukan identifikasi beserta Dampak risiko ini disusun berdasarkan daftar risiko yang telah teridentifikasi JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Tabel 2. Dampak Risiko Daftar Risiko Dampak Risiko Tidak ada nya CCTV di dalam ruangan Biro Terjadinya Kehilangan barang diruangan BAAK Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Berkas dokumen mudah rusak karena Kerusakan fasilitas lemari Dapat terjadinya kehilangan berkas dokumen Pekerjaan yang membutuhkan jaringan internet jadi Jaringan internet no connecting . erdapat Pelayanan di BAAK jadi tidak maksimal Tidak adanya maintenance pada komputer Komputer mudah terserang virus Kinerja komputer jadi lambat BAAK Tulisan pada cetakan ijazah capat pudar Printer laser jet pencetakan Ijazah yang tintanya Banyak komplain dari semua program studi Ijazah tidak dapat diakui keabsahannya karena tulisah tidak menempel dengan baik yang pada ijazah tidak jelas atau pudar Berkas berserakan di atas meja kerja Tidak adanya lemari penyimpanan berkas pencetakan ijazah Adanya dokumen berkas yang hilang Tempat lemari penyimpanan piala lomba telah Piala lomba berserakan di sembarang tempat Piala lomba mengalami kerusakan Kebocoran data Data-data mahasiswa dapat disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab Komputer terinfeksi virus Pekerjaan jadi terhambat Pencurian data Data-data mahasiswa dapat disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab Tidak adanya email resmi kampus untuk Biro Terhambat dalam urusan surat menyurat yg mengharuskan menggunakan email resmi Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Fasilitas dan berkas dokumen hancur Kebakaran Terjadinya kebakaran Instalasi arus listrik yang tidak benar Terjadinya konsleting listrik Fasiltias aset elektronik mudah rusak Listrik padam Kerusakan pada fasilitas BAAK Gempa bumi Fasilitas maupun data dapat tersebar Penyalahgunaan hak akses Pelayanan terbengkalai dan tidak maksimal Penyalahgunaan jabatan Analisis Risiko Pada tahap analsis risiko, peneliti menggunakan likelihood dan consequences ada menggunakan matriks consequences/probability sebagai berikut: dalam melakukan analisis data. Matriks ini Nilai likelihood x Nilai consequences = Nilai menggunakan penilaian pengukuran nilai tingkat Level Risiko. dan nilai tingkat Maka hasil analisis yang dilakukan sebagai akibat . pada risiko tersebut (Zevallos, 2. Rumus penialian risiko Tabel 3. Nilai Tingkat Kemungkinan . Tingkat Keterangan Deskripsi Rare Mungkin pernah terjadi pada keadaan-keadaan tertentu Unlikely Sewaktu-waktu dapat terjadi Possible Sewaktu-waktu mungkin akan terjadi Likely Akan terjadi apabila kerjadian tersebut terjadi Almost Certain Pasti terjadi apabila kejadian tersebut pernah terjadi JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Tingkat Tabel 4. Nilai Tingkat Akibat . Keterangan Deskripsi A Tidak ada kecelakaan Insignificant A sedikit kerugian financial A P3K Minor A Penanganan ditempat A Kerugian financial sedang A Penanganan kecelakaan tingkat sedang A Penanganan ditempat dengan bantuan pihak luar Moderate A Kerugian financial cukup besar akibat berkurangnya Major Catasthrophic A A A A A A A Level Risiko Tertinggi Sedang Rendah Klasifikasi Risiko Perangkat Keras Volume 11 No 2 Agustus 2024 Cidera berat lebih satu orang Menimbulkan kerugian produksi Efeknya mempengaruhi tetapi tidak merugikan lingkungan sekitar Kerugian financial besar Menyebabkan kematian Efeknya mempengaruhi dan merugikan lingkungan Kerugian financial sangat besar Tabel 5 Level Risiko Besaran Risiko 15 s/d 25 5 s/d 12 1 s/d 4 Warna Tabel 6. Hasil penilaian tingkat likelihood dan consequences Kode Likelyhood Consequences Daftar Risiko Risiko Tidak ada nya CCTV di dalam ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Kerusakan fasilitas lemari Jaringan internet no connecting . erdapat los. Tidak adanya maintenance pada komputer BAAK Printer laser jet pencetakan Ijazah yang tintanya tidak menempel dengan baik Tidak adanya lemari penyimpanan berkas pencetakan ijazah Tempat lemari penyimpanan piala lomba telah penuh Level Risiko JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Klasifikasi Risiko Keamanan Sistem Lingkungan Manusia Daftar Risiko Kebocoran data Komputer terinfeksi virus Pencurian data Tidak adanya email resmi kampus untuk Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Kebakaran Instalasi arus listrik yang tidak benar Listrik padam Gempa bumi Penyalahgunaan hak akses Penyalahgunaan jabatan Dari hasil analisis tersebut, didaptkan bahwa terdapat dua risiko dengan nilai level risiko tertinggi 25 pada kode risiko A1 dan 20 pada kode risiko A5 dan empat risiko dengan nilai level risiko terkecil 4 pada kode risiko A3. A7. P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Kode Risiko A10 Likelyhood Consequences Level Risiko A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A11, dan nilai level risiko 3 pada kode risiko A9. Maka dari hasil tersebut dapat diurutkan berdasarkan level risiko terbesar hingga level risiko terkecil. Tabel 7. Urutan tingkat risiko terbesar sampai terkecil Kode Level Likelyhood Consequences Risiko Risiko A10 A16 A17 A12 A13 A14 A15 A11 Maka dari hasil pengurutan tingkat risiko terbersar sampai terkecil peneliti dapat melanjutkan ke tahap pembuatan peta risiko. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Gambar 1. Peta risiko Evaluasi Risiko Berdasarkan hasil analisis risiko yang telah dilakukan dari hasil observasi, wawancara dan kuisioner kepada Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dan Staf BAAK, didapatkan dua risiko terbesar dengan kode risiko (A. tidak ada nya CCTV di dalam ruangan Biro Administrasi Akademik Volume 11 No 2 Agustus 2024 Kemahasiswaan dan (A. printer laser jet pencetakan ijazah yang tintanya tidak menempel dengan baik yang kedua risiko tersebut berada di zona merah. Peneliti mengambil dua risiko terbesar, dikarenakan bahwa dua risiko tersebut mempunyai dampak risiko terbesar dan juga mempunyai nilai kerugian finansial yang sangat besar. Oleh karena itu peneliti memutuskan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan untuk dilakukan tahap mitigasi risiko pada dua risiko tersebut. Strategi Mitigasi Risiko Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, tahap selanjutnya yaitu membuat mitigasi risiko terhadap dua risiko tertinggi yang telah dianalisis Tabel 8. Strategi mitigasi risiko Kode Risiko Risiko Tidak adanya CCTV di dalam ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Printer laser jet pencetakan Ijazah yang tintanya tidak menempel dengan baik Sebagai langkah dalam mengimplementasikan usulan strategi mitigasi risiko yang telah diusulkan, dilakukan diskusi bersama Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan untuk menilai apakah usulan tersebut dapat mengurangi kemungkinan dan dampak risiko. Berikut hasil diskusi bersama Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan yang telah dipetakan kedalam peta risiko yang Mitigasi Risiko Pembelian CCTV dan Dipasangkan pada ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Mengganti printer yang sesuai dan memenuhi standar untuk pencetakan ijazah Mengganti jenis kertas template ijazah Tabel 9. Nilai likelyhood dan consequences dari usulan mitigasi Kode Level Likelyhood Consequences Risiko Risiko JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi Gambar 2. Peta risiko setalah dilakukan Berdasarkan hasil diskusi bersama Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mengenai usulan mitigasi tersebut, maka peta risiko yang sebelumnya bahwa kode risiko A1 dan A5 berada di zona merah dapat diturunkan ke zona hijau. Dalam menurunkan risiko tersebut dibutuhkan biaya mitigasi yang harus dilakukan, salah satunya pada kode risiko A1 yaitu pembelian CCTV untuk pemasangan pada ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Biaya pembelian CCTV tersebut sebesar Rp. Sedangkan jika dilihat dari kode risiko A1 yang dampak risikonya sangat besar dan juga terdapat kerugian finansial yang besar, maka hal ini dapat menguntungkan Universitas terlebih pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan karena dapat menjaga keamanan dan keutuhan aset yang nilainya puluhan bahkan ratusan juta dari tindak pencurian maupun tindakan kejahatan KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat 17 risiko yang telah teridentifikasi. Dimana dari ke 17 risiko tersebut 2 diantanya termasuk risiko tinggi dengan nilai level risiko 25 pada kode risiko A1 . idak ada nya CCTV di dalam ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaa. dan nilai level risiko 20 pada kode risiko A5 . rinter laser jet pencetakan ijazah yang tintanya tidak menempel dengan bai. , dan 4 diantaranya termasuk risiko kecil dengan nilai level risiko 4 pada kode risiko A3. A7 A11, dan nilai level risiko 3 pada kode risiko A9. Berdasarkan risiko tersebut, dua risiko P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X tertinggi yang dilakukan strategi mitigasi risiko, hasilnya dua risiko tersebut turun nilai level risikonya menjadi 4 pada kode risiko A5 dan nilai level risiko 3 pada kode risiko A1. Penurunan risiko tersebut mengeluarkan biaya risiko dari pihak Universitas dalam hal ini Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan sebesar Rp. 000 untuk pembelian dan pemasangan CCTV pada ruangan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Hal ini menguntungkan Universitas karena hanya membeli CCTV dengan harga Rp. 000 tetapi manfaat kedepannya dapat menjaga nilai aset yang ada di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan berkisar puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. DAFTAR PUSTAKA