[VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan di SMA Assyifa Aulia Syanzani1. Nur Azrina2. Vika Fitriani3 AbstractAi Major selection in senior high school (SMA) refers to the process by which students select a particular field of study or academic focus to be followed during the senior high school level of education, specifically at the senior high school level. Choosing the right major can also help students better plan and achieve their career goals. The formulation of the problem in this study is how to design a decision support information system for choosing majors in high school using the SAW method. The purpose of this research is to design a decision support information system for choosing majors and apply the SAW method in producing major recommendations for class X students. Based on the results of the recommendation of majors, it is concluded that the majors most recommended to several high school students are Language and Social Sciences majors with a total of 9 students, then Science majors with a total of 7 students who get recommendations for these majors. Recommendations are obtained from calculating the criteria for the Report Card Score and Academic Potential Test of each student for each available major. IntisariAi Pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Atas (SMA) mengacu pada proses dimana siswa memilih bidang studi tertentu atau fokus akademis yang akan diikuti selama tingkat pendidikan menengah atas, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemilihan jurusan yang tepat juga dapat membantu siswa merencanakan dan mencapai tujuan karir mereka dengan lebih Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana merancang sebuah sistem informasi pendukung keputusan pemilihan jurusan di SMA dengan menggunakan metode SAW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perancangan sistem informasi pendukung keputusan pemilihan jurusan serta menerapkan metode SAW dalam menghasilkan rekomendasi jurusan untuk siswa kelas X. Berdasarkan hasil rekomendasi jurusan disimpulkan bahwa jurusan yang paling banyak di rekomendasikan kepada beberapa siswa SMA adalah jurusan Bahasa dan IPS dengan jumlah 9 siswa, kemudian jurusan IPA dengan jumlah 7 siswa yang memperoleh rekomendasi jurusan Rekomendasi didapatkan dari perhitungan kriteria Nilai Rapot dan Tes Potensi Akademik masing-masing siswa untuk setiap jurusan yang tersedia. Kata Kunci Ai Jurusan. Sekolah Menengah Atas (SMA). Simple Additive Weighting (SAW). Sistem Pendukung Keputusan (SPK) PENDAHULUAN Pemilihan jurusan adalah hal penting bagi siswa sekolah/pelajar, khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dimana hal tersebut akan mempengaruhi pendidikan selanjutnya yaitu pada pilihan program studi di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan setingkat lebih tinggi yang sesuai dengan minat dan bakat yang siswa kuasai. 1,2,3Program Studi Sistem Informasi. STMIK Antar Bangsa. Kawasan Bisnis CBD Ciledug. Jl. HOS Cokroaminoto No. 29-35, Karang Tengah. Kec. Ciledug. Kota Tangerang. Banten, 15157 . elp:021-50986099. email : assyifa. auliasya @gmail. nurazrina353@gmail. com, vikafitri07@gmail. Selain itu, pemilihan jurusan yang tepat juga dapat membantu siswa merencanakan dan mencapai tujuan karir mereka dengan lebih baik. Pemilihan jurusan di Sekolah Menengah Atas (SMA) mengacu pada proses dimana siswa memilih bidang studi tertentu atau fokus akademis yang akan diikuti selama tingkat pendidikan menengah atas, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Biasanya, pemilihan jurusan dilakukan pada tingkat kelas X atau XI. Tujuan dari pemilihan jurusan ini adalah untuk memberikan arah dan fokus pendidikan yang lebih spesifik sesuai minat, bakat, dan tujuan karir siswa. Proses pemilihan jurusan melibatkan pertimbangan siswa terhadap minat pribadi, bakat, nilai-nilai akademis, serta pertimbangan karir di masa depan. Pada tingkat sekolah SMA ini, siswa biasanya dihadapkan pada berbagai pilihan jurusan, seperti IPA (Ilmu Pengetahuan Ala. IPS (Ilmu Pengetahuan Sosia. , dan Bahasa. Sebagian besar siswa SMA masih kebingungan dalam hal pemilihan jurusan. Sehingga hasil nilai siswa banyak yang di bawah standar, karena mereka merasa salah dalam memilih Proses pemilihan jurusan saat ini memiliki kelemahan diantaranya membutuhkan waktu yang cukup lama dan hasil yang didapat kurang akurat, karena bisa saja terjadi kekeliruan yang disebabkan karena belum tersedianya aplikasi khusus untuk mendukung perhitungan tersebut. Oleh karena itu, berdasarkan analisis permasalahan di atas, maka diperlukannya suatu sistem yang dapat membantu siswa dalam mengambil keputusan pemilihan jurusan yang tepat. Salah satunya adalah dengan merancang dan membangun perangkat lunak . Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan di SMA dengan menggunakan metode SAW. Sistem pendukung keputusan ini dibuat untuk membantu pihak sekolah dan siswa untuk memberikan rekomendasi jurusan yang tepat dan cepat. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka didapatkannya rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana merancang sebuah sistem informasi pendukung keputusan pemilihan jurusan di SMA dengan menggunakan metode SAW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perancangan sistem informasi pendukung keputusan pemilihan jurusan serta menerapkan metode SAW dalam menghasilkan rekomendasi jurusan untuk siswa kelas X. Selain itu, agar dapat membantu siswa dalam memilih jurusan yang tepat dan memudahkan para pendidik untuk mengarahkan siswa pada pemilihan jurusan yang sesuai. II. LANDASAN TEORI Pengertian Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2. SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik. SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmuilmu setiap operation research and management science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual . iasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimu. , saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Sparague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sparague et. al, 1. : sistem yang berbasis komputer, dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan, untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual, melalui cara simulasi yang interaktif, dimana data dan model analisis sebagai komponen utama. Istilah SPK mengacu pada sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa definisi mengenaik SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut. SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan modelmodel keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Metode Sistem Pendukung Keputusan SAW Metode sistem pendukung keputusan yang digunakan dalam pemilihan jurusan di SMA ini adalah dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode Simple Additive Weighting (SAW) dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar pada metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif di semua atribut. Metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah salah satu metode dalam proses pengambilan keputusan. Metode ini memiliki kemampuan penilaian yang lebih tepat dan akurat, karena berdasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang ditentukan, sehingga membantu menyelesaikan masalah pemilihan jurusan di SMA dengan cepat dan tepat. Adapun beberapa alasan mengapa metode SAW menjadi pilihan dan sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan ini . Kemudahan Penggunaan Metode SAW relatif mudah untuk dipahami dan Metode ini tidak memerlukan keahlian matematika atau pemrograman yang tinggi, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak tanpa kesulitan yang Fleksibilitas dalam Menentukan Kriteria dan Bobot Metode SAW memungkinkan fleksibilitas dalam menentukan kriteria yang akan digunakan untuk mengukur Selain itu, kita dapat memberikan bobot . ilai relati. pada setiap kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya, sehingga menggambarkan preferensi dan prioritas individu. Kemampuan Menangani Data Kualitatif dan Kuantitatif Metode SAW dapat diterapkan pada data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini memungkinkan penggunaan informasi yang beragam, termasuk nilai data akademik, minat, bakat, atau informasi subjektif lainnya. Transparansi dalam Proses Keputusan Proses perhitungan pada metode SAW relatif mudah dipahami, dan hasilnya dapat dijelaskan dengan mudah kepada pengguna. Hal ini meningkatkan transparansi dalam mengambil keputusan, yang penting untuk penerimaan dan pemahaman siswa terkait rekomendasi Ringkasan Informasi Metode SAW dapat membantu merangkum informasi dari berbagai kriteria menjadi satu nilai atau peringkat, memudahkan pemahaman dan perbandingan antar opsi Dukungan Keputusan Berbasis Kriteria Tertentu: Metode SAW memungkinkan penggunaan kriteria-kriteria yang relevan dan spesifik untuk pemilihan jurusan. Ini memungkinkan pendekatan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan atau tujuan siswa. Kelebihan dan Kekurangan Metode SAW Metode Simple Additive Weighting (SAW) ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan, diantaranya yaitu: Kelebihan Kelebihan metode SAW dibandingkan dengan model pengambilan keputusan yang lain terletak pada kemampuannya untuk melakukan penilaian secara lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot preferensi yang sudah ditentukan. Selain itu, metode SAW juga dapat menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang ada karena adanya proses perangkingan setelah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut (Sri Kusumadewi. Sri Hartati. Agus Harjoko. Retanto Wardoyo, 2. Adapun beberapa kelebihan lainnya dari metode SAW yaitu: Metode SAW relatif mudah untuk diimplementasikan dan Tidak memerlukan tingkat kompleksitas yang tinggi dalam perhitungan dan pemrograman. Metode SAW memberikan fleksibilitas dalam menentukan kriteria dan bobot. Kriteria dan bobot dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi spesifik pemakai. 35 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple . [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Proses perhitungan SAW dapat dijelaskan dengan mudah, memberikan transparansi dalam alasan di balik setiap rekomendasi jurusan. Metode SAW dapat menangani keputusan berbasis multikriteria, memungkinkan integrasi berbagai faktor seperti nilai akademik, minat, dan bakat. Metode SAW dapat merangkum informasi dari berbagai kriteria menjadi satu nilai atau peringkat, memudahkan dalam pemahaman dan perbandingan antar opsi jurusan. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA ycAycnycuycn ycUycnyc = Nilai terkecil dari setiap kriteria Benefit = Jika nilai terbesar adalah terbaik Cost = Jika nilai terkecil adalah terbaik Dimana ycycnyc adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut yayc . i = 1, 2, . , m dan j = 1, 2, . , n Nilai preferensi untuk setiap alternatif ( ycOyc ) diberikan dengan menggunakan rumus berikut : Kekurangan Kekurangan atau kelemahan yang dimiliki metode SAW diantaranya, data yang dimasukkan harus benar dan tepat, agar tidak menimbulkan kesalahan pada saat pembobotan dan perangkingan kriteria. Keakuratan hasil kurang, hal ini dikarenakan kriteria yang ditentukan harus dinamis dan memiliki cakupan yang luas (Kusumadewi. Harjoko, dan Wardoyo, 2. Adapun beberapa kekurangan lainnya dari metode SAW yaitu: . Digunakan pada pembobotan lokal. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan bilangan crisp maupun bilangan fuzzy. Metode SAW dapat menjadi sensitif terhadap perubahan skala pada data, dan perubahan skala dapat mempengaruhi hasil rekomendasi. Penetapan bobot yang tidak tepat dapat menghasilkan rekomendasi yang kurang akurat. Tahap Penggunaan Metode SAW Langkah Penyelesaian Simple Additive Weighting (SAW) sebagai berikut: . Menentukan kriteria Ae kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Ci. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap Membuat matriks keputusan X berdasarkan kriteria (C. , kemudian melakukan normalisasi matriks X berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut . tribut benefit ataupun atribut cos. sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R. Hasil akhir diperoleh dari proses perangkingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot (W) sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (A. sebagai solusi. Rumus normalisasi: ycUycnyc , ycycnycoyca yc ycayccycaycoycaEa ycaycycycnycaycyc ycoyceycycuycycycuyciycaycu . ycAycaycuycn ycUycnyc ycycnyc = ycAycnycuycn ycUycnyc , ycycnycoyca yc ycayccycaycoycaEa ycaycycycnycaycyc . { ycUycnyc Keterangan : ycycnyc = Nilai rating kinerja ternormalisasi ycUycnyc = Nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria ycAycaycuycn ycUycnyc = Nilai terbesar dari setiap kriteria ycyc = Oc ycOyc ycycnyc yc=1 Keterangan: ycyc = Ranking untuk setiap alternatif ycOyc = Nilai bobot dari setiap kriteria ycycnyc = Nilai rating kinerja ternormalisasi Nilai ycyc yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai adalah yang terpilih. Pada sistem pendukung keputusan untuk penentuan jurusan dengan metode SAW memiliki input, proses, dan Input yang dibutuhkan dalam sistem ini adalah data kriteria, data perbandingan matriks antar kriteria. Proses yang dilakukan pada sistem ini adalah proses penilaian skor dan proses seleksi penjurusan, sedangkan output adalah hasil seleksi penjurusan masing Ae masing siswa. Berikut adalah penentuan kriteria dan bobot yang digunakan dalam penelitian . Kriteria Ae kriteria Kriteria Tabel 1. Tabel Kriteria Keterangan Nilai Raport IPA Nilai Raport IPS Nilai Raport Bahasa Nilai Test IPA Nilai Test IPS Nilai Test Bahasa Sifat Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Benefit Berdasarkan Tabel 1, terdapat 6 kriteria yang menjadi kriteria benefit, karena yang dijadikan penentuan dalam pemilihan jurusan ini adalah nilai dari masing-masing kriteria, dimana nilai terbesar adalah yang terbaik. Oleh karena itu, sifat yang ditentukan untuk keenam kriteria tersebut adalah kriteria . Bobot Kriteria Dari keenam kriteria yang telah dibuat ditentukan dengan memberikan bobot pada masing-masing kriteria. Bobot ini mencerminkan tingkat kepentingan relatif dari setiap kriteria terhadap proses pemilihan jurusan. Berikut adalah bobot yang diberikan untuk masing-masing kriteria ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Kriteria Tabel 2. Tabel Bobot Kriteria Keterangan Nilai Bobot Nilai Raport IPA Nilai Raport IPS Nilai Raport Bahasa Nilai Test IPA Nilai Test IPS Nilai Test Bahasa Nilai Fuzzy 0,16 0,16 0,16 0,18 0,17 0,17 Tabel 8. Tabel Kriteria Nilai Test Potensi Akademik Bahasa (C. Rata Ae Rata Nilai Akademik IPA Nilai Bobot 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 0,35 76 Ae 80 < 76 0,15 HASIL DAN PEMBAHASAN Uraian Bobot Setiap Kriteria yang Telah Dikonversikan ke Dalam Bilangan Fuzzy. Berikut adalah kriteria dan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria yang telah ditentukan. Tabel 3. Tabel Kriteria Nilai Raport IPA (C. Rata Ae Rata Nilai Akademik IPA Nilai Bobot 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 0,45 76 Ae 80 < 76 0,15 Tabel 4. Tabel Kriteria Nilai Raport IPS (C. Rata Ae Rata Nilai Akademik IPA Nilai Bobot 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 0,45 76 Ae 80 < 76 0,15 Tabel 5. Tabel Kriteria Nilai Raport Bahasa (C. Rata Ae Rata Nilai Akademik IPA Nilai Bobot 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 0,45 76 Ae 80 < 76 0,15 Perhitungan Dengan Metode SAW Perhitungan Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan, matriks (X) ke suatu skala yang dapat dibandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Berikut merupakan langkah Ae langkah perhitungan pada penelitian ini berdasarkan nilai siswa yang sudah di dapat yang akan dijadikan sebagai alternatif pada penelitian ini. Tabel 9. Tabel Data Nilai Siswa Menyusun rating kecocokan setiap alternatif pada setiap Tabel 10. Tabel Nilai Rating Kecocokan Pada Setiap Kriteria Tabel 6. Tabel Kriteria Nilai Test Potensi Akademik IPA (C. Rata Ae Rata Nilai Akademik IPA Nilai Bobot 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 0,35 76 Ae 80 < 76 0,15 Tabel 7. Tabel Kriteria Nilai Test Potensi Akademik IPS (C. Rata Ae Rata Nilai Akademik IPA Nilai Bobot 96 Ae 100 91 Ae 95 86 Ae 90 81 Ae 85 0,35 76 Ae 80 < 76 0,15 Karena sifat dari 6 kriteria yang digunakan dalam perhitungan ini memiliki sifat benefit, maka hanya nilai max saja yang akan digunakan dalam perhitungan pendukung keputusan pemilihan jurusan ini. 37 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple . [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Menentukan nilai bobot W berdasarkan tingkat kepentingan masing-masing kriteria. Vektor Bobot : W = . , 16, 16, 18, 17, . Dimana vektor bobot (W) tersebut di dapat dari setiap kriteria yang diberi bobot, berikut adalah tampilan nilai bobot kepentingan untuk setiap kriteria. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Mengalikan matriks ternormalisasi (R) dengan nilai bobot (W). Setelah mendapatkan matriks normalisasi R, selanjutnya menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif (V. dengan cara menjumlahkan hasil kali antara matriks ternormalisasi (R) dengan nilai bobot (W) yang telah dibuat sebelumnya pada dengan rumus sebagai berikut: ycycn = Ocycuyc=1 ycyc ycycnyc a . Tabel 11. Tabel Bobot Kriteria . Perhitungan Preferensi S1 = . 16 x 0. = 0. = . 18 x 0. = 0. = . 16 x 0. = 0. = . 17 x 0. = 0. = . 16 x 0. = 0. = . 17 x 0. = 0. Normalisasi matriks X agar menjadi matriks R. Karena keenam kriteria tersebut merupakan kriteria benefit, maka digunakan rumus ycycnyc = ( S2 = . 16 x 0. = 0. = . 18 x 0. = 0. = . 16 x 0. = 0. = . 17 x 1. = 0. = . 16 x 0. = 0. = . 17 x 0. = 0. Tabel 13. Tabel Perhitungan Preferensi ycuycnyc ycAycaycuycn ycuycnyc ) a . Misalnya : yc11 = . cAycaycu . 5,0. 15,0. 15,0. 6,0. 45,0. 4,0. 4,0. 6,0. 45,0. ) = . = 0. yc12 = . cAycaycu . 5,0. 15,0. 15,0. 6,0. 45,0. 4,0. 4,0. 6,0. 45,0. ) = ( 0. = 0. Tabel 12. Tabel Hasil Normalisasi . Nilai Preferensi Setelah melakukan perhitungan preferensi pada setiap kriteria, selanjutnya adalah menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif (V. dengan cara menjumlahkan hasil kali antara matriks ternormalisasi (R) dengan nilai bobot (W) yang telah dibuat sebelumnya pada perhitungan preferensi di atas. Sehingga dapat ditentukan pula alternatif terbaik untuk masing-masing siswa. Dimana terdapat 3 alternatif dalam sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan di SMA ini, yaitu . Alternatif 1 (V. : Jurusan IPA . Alternatif 2 (V. : Jurusan IPS . Alternatif 3 (V. : Jurusan Bahasa ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Berikut adalah sebagian dari perhitungannya: S1 Ie V1 = 0. 09 = 0. 22 Ie 1 V2 = 0. 07 = 0. 13 Ie 3 V3 = 0. 07 = 0. 19 Ie 2 S2 Ie V1 = 0. 03 = 0. 07 Ie 3 V2 = 0. 17 = 0. 27 Ie 1 V3 = 0. 07 = 0. 11 Ie 2 Berikut adalah hasil tabel preferensi untuk alternatif terbaik Tabel 14. Tabel Preferensi untuk menjadi alternatif terbaik. Dimana dapat diuraikan berdasarkan tabel 14 bahwa : Pada Siswa 1 (Lee Jen. , nilai hasil yang lebih besar jatuh kepada alternatif 1, yaitu pada jurusan IPA, yang artinya alternatif tersebut lah yang direkomendasikan oleh sistem pendukung keputuan untuk siswa 1. Pada Siswa 2 (Win Metawi. , nilai hasil yang lebih besar jatuh kepada alternatif 2, yaitu pada jurusan IPS, yang artinya alternatif tersebut lah yang direkomendasikan oleh sistem pendukung keputusan untuk siswa 2. Pada siswa 3 (Jeon Jungkoo. , nilai hasil yang lebih besar jatuh kepada alternatif 3, yaitu pada jurusan Bahasa, yang artinya alternatif tersebut lah yang direkomendasikan oleh sistem pendukung keputusan untuk siswa 3, dan seterusnya. IV. ANALISA PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN JASA PENGIRIMJURUSAN DI SMAAN Perancangan sistem pengambilan keputusan pemilihan jurusan di SMA dengan metode SAW berbasis web pada penelitian ini menggunakan model UML atau Unified Modelling Language. UML (Unified Modelling Languag. adalah suatu metode dalam pemodelan secara visual yang digunakan sebagai sarana perancangan sistem berorientasi . Menurut Sun Microssystem Inc dalam Supriyanto . UML merupakan bahasa nyata atau grafis untuk mendokumentasikan sesuatu secara intensif pada sistem perangkat lunak. Use Case Diagram. Activity Diagram dan Class Diagram merupakan tiga jenis diagram grafis dalam UML yang digunakan untuk memodelkan berbagai aspek sistem perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini. Perancangan Usecase Diagram Use Case Diagram adalah salah satu dari berbagai jenis diagram UML (Unified Modelling Languag. yang menggambarkan hubungan interaksi antara sistem dan aktor . Use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi Ae fungsi tersebut. Perancangan Use Case Diagram untuk pemilihan jurusan untuk menggambarkan interaksi Admin dan Siswa kelas X dengan sistem dapat dilihat pada gambar 1. Dari gambar 1 dapat dilihat interaksi antara admin dengan sistem yang terjadi adalah admin melakukan login, pengolahan data, seperti data siswa, data pengguna, master data . ata kriteria, data jurusan, data bobot jurusan, data nilai siswa, dan soal TPA), dan mengelola laporan hasil penjurusan. Sedangakan interaksi antara siswa kelas X dengan sistem yang terjadi adalah siswa melakukan register, login, pengisian data siswa, melakukan tes potensi akademik, dan melihat hasil rekomendasi penjurusan yang telah diolah oleh sistem menggunakan metode SAW. Berdasarkan nilai hasil preferensi, nilai hasil yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif tersebut yang terpilih 39 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple . [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Gbr 2. Activity Diagram Registrasi Siswa Gbr 1. Usecase Diagram Perancangan Activity Diagram Activity Diagram adalah rancangan aliran aktivitas atau aliran kerja dalam sebuah sistem yang akan dijalankan. Activity Diagram juga digunakan untuk mendefinisikan atau mengelompokkan aluran tampilan dari sistem tersebut. Activity Diagram memiliki komponen dengan bentuk tertentu yang dihubungkan dengan tanda panah. Panah tersebut mengarah ke urutan aktivitas yang terjadi dari awal hingga akhir. Berikut beberapa perancangan activity diagram pemilihan jurusan di SMA pada penelitian ini. Registrasi Siswa Siswa kelas X terlebih dahulu melakukan registrasi. Siswa kelas X masuk ke halaman registrasi, kemudian mengisi form registrasi tersebut untuk memiliki akses untuk login nanti. Data registrasi yang siswa lakukan akan masuk atau tersimpan ke dalam sistem admin, yang nantinya dapat diolah oleh admin, jika diperlukan. Tes Potensi Akademik Siswa kelas X masuk ke halaman Tes, kemudian melakukan tes dan menjawab pertanyaan yang sudah ada pada sistem dengan cara memilih salah satu pilihan jawaban yang Setelah menjawab semua pertanyaan tes, dan mengsubmit jawaban tes tersebut, sistem kemudian melakukan perhitungan nilai tes dan data hasil tes siswa akan disimpan ke dalam sistem admin. Dimana hasil tes tersebut akan digunakan oleh sistem untuk menentukan pilihan jurusan yang terbaik untuk siswa tersebut. Activity diagram Tes Potensi Akademik dapat dilihat pada gambar 3. Rekomendasi Hasil Jurusan Siswa kelas X masuk ke halaman rekomendasi hasil Hasil perhitungan ditampilkan kepada siswa. Maka siswa dapat mengetahui hasil rekomendasi jurusan yang terbaik yang dapat dijadikan pilihan untuk siswa tersebut untuk memilih jurusan yang tepat. Kemudian siswa dapat melakukan cetak hasil rekomendasi jurusan, sebagai persyaratan untuk melanjutkan ke kelas XI. Activity diagram rekomendasi hasil jurusan dapat dilihat pada gambar 4. ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Laporan Hasil Penjurusan Admin masuk ke halaman laporan hasil penjurusan, kemudian sistem akan menampilkan halaman laporan hasil penjurusan. Admin dapat melihat laporan hasil penjurusan para siswa, melakukan pengiriman laporan hasil penjurusan ke dalam sistem siswa, dimana laporan tersebut akan ditampilkan dalam menu rekomendasi hasil jurusan pada sistem siswa, dan melakukan cetak laporan seluruh laporan hasil penjurusan, maka sistem akan melakukan proses cetak laporan hasil penjurusan, dan akan diberikan dalam bentuk pdf. Dimana hasil cetak laporan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pihak sekolah. Gbr 3. Activity Diagram Tes Potensi Akademik Siswa Gbr 5. Activity Diagram Laporan Hasil Penjurusan Gbr 4. Activity Diagram Rekomendasi Hasil Jurusan Siswa 41 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple . [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Perancangan Class Diagram Class Diagram atau diagram kelas adalah salah satu jenis diagram struktur pada UML (Unified Modelling Languag. yang menggambarkan dengan jelas struktur serta deskripsi kelas, atribut, metode, dan hubungan dari setiap objek. Ia bersifat statis, dalam artian diagram kelas bukan menjelaskan apa yang terjadi jika kelas-kelasnya berhubungan, melainkan menjelaskan hubungan apa yang terjadi. Gbr 8. Tampilan Registrasi Siswa . Halaman Mulai Tes Potensi Akademik Pada halaman Mulai Tes, sistem menampilkan tata tertib dan informasi terkait pengerjaan Tes Potensi Akademik Setelah siswa menekan tombol AuMulaiAy sistem akan menampilkan informasi tentang kepastian siswa untuk siap dalam memulai mengerjakan test. Tampilan user interface informasi tentang kepastian siswa dalam memulai tes dapat dilihat pada Gbr 10 Gbr 6. Class Diagram Desain User Interface Beberapa tampilan desain user interface untuk sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan yang akan digunakan dalam penelitian ini dijelaskan berikut ini. Halaman Utama (Hom. Pada tampilan halaman utama (Hom. tertera 2 menu, yaitu menu untuk masuk ke halaman admin dan ke halaman siswa. Gbr 9. Tampilan Mulai Tes Potensi Akademik Gbr 7. Tampilan Home . Halaman Registrasi (Sisw. Siswa kelas X yang belum memiliki akun harus melakukan registrasi terlebih dahulu dengan mengisi form di halaman Tampilan user interface registrasi dapat dilihat pada gambar 8. Gbr 10. Tampilan Pop Up Konfirmasi Mulai Tes ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. Halaman Soal Tes IPA Pada halaman soal tes IPA menampilkan soal Ae soal terkait materi IPA, dimana siswa diharuskan untuk menjawab semua soal Ae soal yang telah disediakan dengan cara memilih jawaban yang benar. Setelah siswa sudah menjawab semua soal yang tersedia, dan menekan tombol AuLanjut Tes SelanjutnyaAy, sistem akan menampilkan pop up informasi kepastian siswa untuk melanjutkan ke tes selanjutnya. Halaman Soal Tes Bahasa Pada halaman soal tes Bahasa menampilkan soal Ae soal terkait materi Bahasa, dimana siswa diharuskan untuk menjawab semua soal Ae soal yang telah disediakan dengan cara memilih jawaban yang benar. Gbr 11. Tampilan Halaman Soal Tes IPA . Halaman Soal Tes IPS Pada halaman soal tes IPS menampilkan soal Ae soal terkait materi IPS, dimana siswa diharuskan untuk menjawab semua soal Ae soal yang telah disediakan dengan cara memilih jawaban yang benar. Gbr 14. Tampilan Halaman Soal Bahasa Gbr 12. Tampilan Halaman Soal Tes IPS Gbr 15. Tampilan Pop Up Selesai Setelah siswa menekan tombol AuOKAy, sistem akan menampilkan halaman informasi bahwa siswa sudah menyelesaikan tes tersebut, dan informasi terkait hasil . Halaman Rekomendasi Hasil Jurusan Pada halaman rekomendasi jurusan menampilkan hasil perhitungan yang sudah sistem lakukan dan menampilkan jurusan apa yang terpilih untuk siswa pilih. Gbr 13. Tampilan Pop Up Konfirmasi Tes Selanjutnya 43 ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple . [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA Pada halaman alternatif (Admi. pada gbr 18 terlihat sistem menampilkan daftar hasil data nilai siswa yang sudah dicocokkan datanya sesuai dengan rating setiap Dimana halaman ini merupakan halaman proses seleksi yang dilakukan oleh sistem. Halaman Normalisasi Pada halaman ini sistem menampilkan hasil perhitungan normalisasi data nilai siswa. Dimana halaman ini merupakan halaman proses seleksi yang dilakukan oleh Tampilan user interface halaman normalisasi pada admin dapat dilihat pada gbr 19. Gbr 16. Tampilan Rekomendasi Hasil Jurusan Siswa . Halaman Data Siswa (Admi. Halaman Data Siswa menampilkan data-data siswa yang telah siswa masukkan dalam sistem siswa. Pada halaman ini, admin dapat melihat, mencari, mengedit, dan menghapus data siswa jika diperlukan. Gbr 19. Tampilan Halaman Normalisasi (Admi. Halaman Preferensi Pada halaman preferensi ini sistem menampilkan hasil perhitungan preferensi data nilai siswa. Dimana halaman ini merupakan halaman proses seleksi yang dilakukan oleh Gbr 17. Halaman Data Siswa (Admi. Halaman Alternatif Gbr 20. Tampilan Halaman Preferensi (Admi. Gbr 18. Halaman Alternatif (Admi. ISSN 2089-8711 E-ISSN 2615-093X | Penerapan Metode Simple A JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. Xi NO. 1 FEBRUARI 2. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan mengenai Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weightin. di SMA dapat disimpulkan bahwa : Sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan ini dapat digunakan oleh siswa kelas X SMA untuk mendapatkan rekomendasi jurusan yang tepat. Sistem ini digunakan oleh siswa kelas X saat melakukan proses pendaftaran ulang untuk naik ke kelas XI. Perhitungan untuk mendapatkan hasil pendukung keputusan pemilihan jurusan ini, diolah oleh sistem Admin. Dimana sistem yang ada pada siswa hanya untuk mendapatkan data siswa, dan mendapatkan data hasil tes potensi akademik yang akan digunakan untuk perhitungan pada sistem pendukung keputusan pemilihan jurusan. Sistem ini dibuat untuk memudahkan guru untuk mengarahkan siswa pada pemilihan jurusan yang sesuai. Berdasarkan hasil perhitungan sistem pendukung keputusan untuk pemilihan jurusan di SMA, telah diperoleh rekomendasi jurusan terbaik untuk masingmasing siswa dari beberapa pilihan jurusan yang tersedia. Pada sistem pendukung keputusan ini menggunakan 3 alternatif jurusan, yaitu jurusan IPA. IPS, dan Bahasa. Berdasarkan hasil rekomendasi jurusan disimpulkan bahwa jurusan yang paling banyak di rekomendasikan kepada beberapa siswa SMA adalah jurusan Bahasa dan IPS dengan jumlah 9 siswa, kemudian jurusan IPA dengan jumlah 7 siswa yang memperoleh rekomendasi jurusan Rekomendasi didapatkan dari perhitungan kriteria Nilai Rapot dan Tes Potensi Akademik masingmasing siswa untuk setiap jurusan yang tersedia. Penelitian ini hanya mampu merekomendasikan pilihan terbaik, namun keputusan tetap berada pada masing-masing siswa. Rahayu deny danar dan alvi furwanti Alwie. Prasetio. Andespa. Lhokseumawe, and K. Pengantar. AuTugas AkhirAy Ekon. Vol. Nomor 1 Maret201, vol. 2, no. 1, pp. 41Ae49, . Juliarto. AuApa itu UML". [Onlin. Available: https://w. com/blog/apa-itu-uml/2021. Juliarto. AuContoh Use Case Diagram Lengkap dengan Penjelasannya. Ay [Onlin. Available: https://w. com/blog/contoh-use-case-diagram/ . Rizky. AuUML Diagram : Activity Diagram. Ay [Onlin. Available: https://socs. id/2019/11/22/uml-diagramactivity-diagram/ . Setiawan. AuMemahami Class Diagram Lebih Baik. Ay 2021. [Onlin. Available: https://w. com/blog/ memahami-class-diagram-lebih-baik/ REFERENSI