ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 SISTEMATIC LITERATURE REVIEW DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KONSENTRASI DAN MINAT BELAJAR DI SD Rika Tamala1 Rusmala Dewi2Wahyullah Alannasir3,Chelsy Ayunda Sari 4Siti Ayudiah AlimAA . Ibnu SinaA ,IrfanA Email: Rika tamala929@gmail. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Islam Makassar ABSTRACT This study aims to examine the influence of gadget use on elementary school children's concentration levels and learning interest through a qualitative strategy based on a Systematic Literature Review (SLR). This analysis combines principles of Educational Technology. Educational Psychology, and Developmental Psychology to explore the relationship between digital technology and early childhood learning patterns. Data is sourced from 10 scientific publications from 2020Ae2026, processed through a gradual process of searching, filtering, critical appraisal, and reorganization. Key findings reveal the dual nature of gadgets' impact: beneficial aspects are seen when these devices are used as interactive teaching aids, capable of stimulating students' motivation, interest, and conceptual mastery. However, detrimental effects arise when uncontrolled use occurs, such as reduced focus, increased distraction, and children's preference for entertainment over schoolwork. Furthermore, excessive use can potentially hinder children's cognitive development and social interaction. Therefore, parents and educators need to play a proactive role in guiding and limiting gadget use to align with educational goals. This study is expected to provide a foundation for developing an intelligent and balanced learning approach at the elementary school Keywords: Systematic literature review Gadgets, learning concentration, learning interest, elementary school students. ABSTRAK Studi ini bertujuan mengkaji pengaruh pemanfaatan gadget terhadap tingkat konsentrasi dan ketertarikan belajar anak sekolah dasar melalui strategi kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR). Analisis ini menggabungkan prinsip Teknologi Pendidikan. Psikologi Pendidikan, serta Psikologi Perkembangan guna menelusuri keterkaitan antara teknologi digital dan pola belajar anak usia dini. Data bersumber dari 10 publikasi ilmiah periode 2020Ae2026, yang diproses melalui tahapan pencarian, penyaringan, penilaian kritis, dan penyusunan ulang secara bertahap. Temuan http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia utama mengungkap sifat ganda dampak gadget: sisi menguntungkan terlihat saat perangkat ini dijadikan alat bantu pengajaran interaktif, yang mampu membangkitkan motivasi, minat, dan penguasaan konsep siswa. Namun, efek merugikan timbul bila penggunaannya lepas kendali, seperti berkurangnya kemampuan fokus, maraknya pengalihan perhatian, serta preferensi anak terhadap hiburan daripada tugas sekolah. Tak hanya itu, kebiasaan berlebih juga berpotensi menghambat kemajuan kognitif dan interaksi sosial anak. Karenanya, orang tua serta pendidik perlu berperan proaktif dalam membimbing dan membatasi penggunaan gadget supaya selaras dengan tujuan Kajian ini diharapkan memberi landasan bagi pengembangan pendekatan belajar yang cerdas dan berimbang di Tingkat sekolah dasar. Kata kunci:Systematic literature Review perangkat gadget, konsentrasi belajar,minat belajar,siswa sekolah dasar. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan perekonomian yang tangguh dan jumlah penduduk yang terus bertambah, sehingga kebutuhan serta daya beli masyarakatnya ikut meningkat, khususnya terhadap inovasi teknologi, terutama perangkat komunikasi seperti gadget. Penelitian Sari dan Mitsalia . mengungkapkan bahwa seluruh 38 responden dari kelompok kasus maupun kontrol mampu mengoperasikan perangkat elektronik atau gadget. Temuan ini mencerminkan pesatnya kemajuan teknologi digital di kalangan masyarakat Indonesia, yang menandakan adaptasi yang baik terhadap perkembangan teknologi serta membuka peluang luas untuk transformasi digital di berbagai bidang kehidupan. Berkat kemajuan teknologi yang terjadi secara berkelanjutan setiap hari, terjadi perubahan signifikan dalam kehidupan manusia, terutama dalam mempermudah berbagai aktivitas baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Pada era modern ini, kehidupan manusia menjadi semakin praktis dalam memperoleh informasi, sehingga berbagai alat dikembangkan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari agar lebih efisien, seperti gadget (Lalahi et al. , 2. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah membawa perubahan signifikan pada banyak aspek kehidupan,termasuk bidang pendidikan. Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang paling dekat dengan kehidupan sehari - hari adalah penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet. Metode ini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan anak - anak, termasuk siswa sekolah dasar. Metode ini berfungsi sebagai alat untuk mempermudah akses informasi,media pembelajaran, dan komunikasi yang cepat dan efisien (Wildah et al. , 2. Dalam konteks pendidikan,penggunaan gadget memiliki potensi positif, seperti membantu siswa menemukan sumber belajar,meningkatkan keterampilan digital,dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Di sisi lain,penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa masalah,terutama dalam hal konsentrasi dan minat belajar siswa. Penggunaan gawai yang berlebihan,terutama untuk aktivitas non- akademik seperti bermain game dan media sosial,dapat mengganggu konsentrasi siswa selama waktu belajar dan mengurangi motivasi mereka untuk belajar (Wildah et al. , 2. Fenomena kecanduan gadget yang semakin marak di kalangan anak usia prasekolah di Indonesia disebabkan oleh perubahan pola pengasuhan orang tua dibandingkan era http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Di masyarakat modern, orang tua cenderung lebih sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan di luar rumah, sehingga pengawasan terhadap penggunaan perangkat elektronik seperti gadget oleh anak-anak menjadi berkurang. Penelitian The Asian Parent Insights tahun 2014 terhadap 2. 714 orang tua di Asia Tenggara mengungkap bahwa 98% di antaranya mengizinkan anak usia 3Ae8 tahun menggunakan gadget dengan alasan pendidikan. Namun, kenyataannya, anak-anak justru memanfaatkannya untuk hiburan, seperti bermain game atau menonton konten di aplikasi tertentu (Fauzan et al. , 2. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa sekolah dasar mengalami penurunan fokus selama proses belajar. Hal ini ditunjukkan oleh siswa yang mudah teralihkan perhatiannya, kesulitan untuk tetap fokus, dan tidak terlalu memperhatikan apa yang dijelaskan Metode ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, semakin rendah kemampuan konsentrasi belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget, semakin rendah kemampuan konsentrasi belajar siswa. Bahkan siswa yang menggunakan gadget lebih dari dua jam sehari cenderung memiliki tingkat fokus yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya menggunakan gadget dalam waktu terbatas (Marpaung, 2. Penggunaan gadget juga dapat memengaruhi minat belajar siswa. Metode ini lebih berfungsi sebagai konten hiburan daripada aktivitas pembelajaran,yang menyebabkan penurunan partisipasi dalam pembelajaran. Studi menunjukkan bahwa penggunaan gadget dapat menurunkan motivasi belajar jika tidak menawarkan manfaat yang baik (Munawwaroh & Kusumah, 2. Dalam situasi ideal,siswa sekolah dasar membutuhkan lingkungan belajar yang mendukung dan interaksi langsung selama proses pembelajaran. Metode ini menunjukkan bahwa banyak siswa sering menghabiskan lebih banyak waktu dengan gawai daripada belajar. Situasi ini menunjukkan kesenjangan antara harapan akan pendidikan dan realitas penggunaan teknologi di kalangan siswa(Manan & Aidah, 2. Jika masalah ini tidak diselesaikan,hal itu dapat memengaruhi kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Metode ini memiliki konsentrasi rendah dan sulit dipelajari , yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karena itu , penting untuk berupaya memahami dampak penggunaan alat bantu belajar agar dapat digunakan dengan cara yang paling bermanfaat tanpa mengganggu proses belajar siswa (Kurniawati et al. , 2. TEORI Gadget memiliki banyak manfaat bagi manusia, seperti memberikan hiburan dan membantu dalam mempelajari hal-hal baru. Namun, di sisi lain, penggunaan gadget juga dapat menimbulkan dampak negatif, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi kemampuan motorik, kognitif, serta perkembangan sosial dan emosional anak. Penggunaan gadget dapat meningkatkan risiko penipuan di media, kecanduan pada anak-anak, serta paparan radiasi yang berpotensi mengganggu kesehatan mata. Selain itu,penggunaan gadget dapat memengaruhi kemampuan berbicara anak, perkembangan karakter, kualitas belajar, serta memicu masalah perhatian hingga depresi (Ramadhani et al. , 2. Salah satu dampak yang cukup signifikan adalah terhambatnya perkembangan bicara http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan bahasa anak. Kemampuan berbicara merupakan keterampilan menggunakan komunikasi verbal untuk berinteraksi dengan orang lain, sedangkan bahasa mencakup keseluruhan sistem komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Anak dengan keterlambatan bicara umumnya hanya mampu mengucapkan satu atau dua kata, atau menggunakan kata dan frasa yang sulit Padahal, anak belajar berbicara dan berbahasa melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya, terutama dengan orang tua. Jika anak terlalu sering menggunakan gadget, maka waktu interaksi sosialnya akan berkurang sehingga berdampak pada lambatnya perkembangan Bahasa (Ramadhani et al. , 2. Selain itu, penggunaan gadget tanpa pengawasan orang tua juga dapat memicu gangguan perhatian seperti ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorde. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan fokus, perilaku impulsif, mudah gelisah, serta perubahan emosi yang dapat menghambat proses belajar anak. Anak yang mengalami kecanduan gadget cenderung menjadi lebih mudah cemas dan cepat marah, terutama ketika penggunaan gadget dibatasi atau Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pembatasan penggunaan gadget agar tidak mengganggu perkembangan anak secara menyeluruh (Ramadhani et al. , 2. METODE Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif berbasis Systematic Literature Review (SLR). Pemilihan strategi ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam temuan-temuan dari studi sebelumnya mengenai pengaruh penggunaan gadget terhadap tingkat konsentrasi dan minat belajar siswa sekolah dasar. Dengan tinjauan literatur yang terstruktur, peneliti mengintegrasikan berbagai hasil penelitian terkini guna membentuk pemahaman holistik tentang isu yang diteliti. Pencarian sumber literatur dibatasi pada publikasi dalam rentang lima tahun belakangan, yakni 2021Ae2026, demi menjaga kesesuaian dengan dinamika teknologi dan pendidikan kontemporer. Peneliti memanfaatkan platform seperti Google Scholar dan Google Books dengan kata kunci utama:penggunaan gadget,konsentrasi belajar,minat belajar,serta siswa sekolah dasar. Analisis data terpilih dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mencakup langkah-langkah identifikasi, reduksi, display data, dan penyimpulan. Seluruh temuan dari artikel-artikel tersebut disintesis untuk menghasilkan wawasan komprehensif tentang dampak penggunaan gadget terhadap konsentrasi dan minat belajar siswa SD, termasuk aspek positif dan negatifnya. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan temuan yang obyektif, terorganisir, dan kontekstual dengan masalah penelitian. Tabel 1. Kriteria Inklusi Pemilihan Artikel KRITERIA URAIAN Inklusi Berbahasa Indonesia Sesuai kata kunci: penggunaan gadget, konsentrasi belajar, minat belajar, siswa SD Rentang tahun 2021Ae2026 Pendekatan Kualitatif http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Adapun Langkah-Langkah Pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis: Menetapkan fokus dan rumusan masalah penelitian mengenai pengaruh penggunaan Gadget terhadap konsentrasi belajar siswa. Menelusuri artikel ilmiah melalui jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi dengan rentang publikasi tahun 2020Ae2025 menggunakan kata kunci yang Mengumpulkan seluruh artikel hasil penelusuran awal sebagai bahan kajian. Menyaring artikel berdasarkan judul dan abstrak untuk memilih artikel yang sesuai dengan fokus penelitian. Menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi guna menentukan artikel yang layak dianalisis. Menganalisis artikel terpilih dengan menelaah tujuan, metode, dan hasil penelitian. Mensintesis temuan penelitian untuk melihat pola dan kecenderungan hasil kajian. Menarik kesimpulan serta mengidentifikasi celah penelitian sebagai dasar penelitian http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 Tabel 2. Alur Tinjauan Pustaka Sistematis Penentuan Fokus dan Rumusan Masalah Penetapan Artikel Terpilih Analisis dan Sintesis Literatur Penelusuran Literatur Penerapan Kriteria Inklusi dan Eksklusi Penarikan K esimpulan da n I dentifikasi Celah Penelitian Pengumpulan dan Pendataan Artikel Penyaringan Judul dan Abstrak PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pencarian penelitian, didapatkan 10 jurnal dengan metode penelitian yaitu penelitian kualitatif berupa systematic literatur review, library research, studi kepustakaan dan deskriptif kualitatif. Temuan artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian dipaparkan dalam bentuk tabel di bawah ini dengan mencantumkan penulis, judul, tahun publikasi, pembahasan dan hasil penelitian. Penulis dan Tahun (Hadi Judul Artikel Metode Sumardi. Penggunan Kualitatif Gadget oleh Anak Usia Dini Pembahasan Hasil Penelitian Penggunaan gadget di kalangan anak -anak menjadi kebiasaan umum, dengan durasi yang lama dan beragam aktivitas, mulai dari hiburan hingga media sosial. Metode ini berfungsi sebagai sarana Namun,peng gunaan yang berlebihan Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan( lebih dari 3 hingga 4 jam sehar. dikaitkan dengan penurunan konsentrasi dan kurangnya minat belajar di kalangan Dampak negatifnya menjadi lebih signifikan jika penggunaan tersebut tidak berlebihan, karena http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia negatif,terutama belajar,fokus,dan keterlibatan siswa . ditandai dengan rendahnya disiplin dan kurangnya keterlibatan dalam pembelajaran. Membatasi dan penggunaan gadget untuk tujuan pendidikan sebenarnya dapat membantu proses belajar Hasil kajian literatur mengungkapkan bahwa secara terarah membantu belajar dan keterampilan sosial anak- anak. Siswa gadget untuk kegiatan memiliki pengetahuan yang lebih luas dan lebih Selain itu, penggunaan komunikasi anak- anak dan membantu mereka sosial yang lebih besar. Studi efektivitas penggunaan bimbingan dari orang tua atau guru. (Hidayatuladkia et al. Peran Kualitatif Orang Tua Mengontro Penggunaa n Gadget pada Anak Usia Tahun Metode ini berdampak positif pada anak - anak. Penggunaan memiliki fungsi yang berdampak positif pada anak - anak, terutama dalam mendukung proses interaksi sosial. Gadget memainkan peran penting daring,membantu informasi,dan (Julfan&Haifaturrah man, 2. Perangkat gadget Penelitian menunjukkan memainkan peran ganda bahwa Dampak Penggunaa http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 n Gadget Pada Konsentras i Belajar Siswa (Hidayatullah et al. Dampak Kualitatif Negatif Penggunaa n Gadget Pada Anak Usia Sekolah Dasar ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam pembelajaran. Di sisi lain, jika tersebut dapat menjadi penghalang karena dapat mengurangi fokus. memberikan efek positif jika digunakan secara terarah,seperti informasi, keterlibatan, dan pemahaman. Metode ini terbukti menurunkan konsentrasi, fokus, dan karena gangguan dan Studi ini juga menemukan bahwa konsentrasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademis. Untungnya. Penggunaan gadget bagi anak-anak sekolah dasar dapat berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, seperti penurunan masalah emosional, serta masalah kesehatan dan Metode ini berfungsi sebagai bentuk pengawasan dan upaya untuk memastikan bahwa hal tersebut tidak secara keseluruhan . Penelitian menunjukkan gadget yang berlebihan dan tanpa pengawasan oleh anak - anak sekolah dasar berdampak besar pada berbagai aspek perkembangan mereka. Dari perspektif sosial dan emosional, anak anak sering mengalami penurunan kemampuan yang lebih rendah, dan menampilkan perilaku emosional yang tidak konsisten atau stabil. Metode http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki fungsi negatif, memengaruhi perilaku mereka kurang sopan dan mudah dipengaruhi. Dari masalah postur tubuh , dan kekurangan gizi. (Susanti et al. , 2. Analisis Kualitatif Faktor Penyebab Kecanduan Gadget Padas Ank Dampakny a terhadap Dijalan Rela Ketergantungan anak anak gabungan faktor internal seperti pengendalian diri, faktor eksternal seperti gaya pengasuhan dan lingkungan, serta daya Dampaknya penurunan konsentrasi, kurangnya interaksi sosial dan masalah kesehatan, pengelolaan yang tepat . Penelitian menjelaskan bahwa ketergantungan anak - anak sekolah dipengaruhi oleh faktor rendahnya pengendalian diri dan manajemen emosi yang buruk, serta faktor eksternal seperti kurangnya pengawasan permisif, dan pengaruh Selain itu, fitur menarik dari teknologi digital. ketidakseimbangan dan konten yang tak terbatas, yang berlebihan. Studi ini juga menemukan termasuk berkurangnya mengabaikan tanggung jawab, dan munculnya http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 seperti mudah marah, cemas , dan impulsive, (Ramdana . Gadget dan Kualitatif Anak :Mengukur Dampakny a terhadap Tumbuh Kembang Anak Peserta Didik Penggunaan gadget yang kognitif, dan motorik anak karena mengurangi perhatian, dan membatasi aktivitas fisik penting yang sangat untuk pertumbuhan anak. Kualitatif (Nugroho . Peran Orang Tua Mengurang i Dampak Negatif Penggunaa n Gadget Metode ini memainkan peran penting dalam gadget pada anak-anak tindakan, pendampingan , dan aturan yang memastikan penggunaan teknologi tetap terarah dan seimbang . Hasil penggunaan perangkat genggam dalam jangka waktu lama berpengaruh Metode ini berfungsi, tetapi anak - anak yang keterlambatan bicara dan kesulitan berkomunikasi interaksi sosial langsung dan paparan bahasa yang tidak memadai. Dari penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan sehingga mengakibatkan kesulitan membaca dan Studi keterlibatan aktif orang tua secara signifikan gadget pada anak - anak Hasil adalah fondasi dan Orang tua http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 Kualitatif (Yuningsih Masyithoh, 2. & Semangat Belajar Siswa MI/SD dan Pengaruh Penggunaa n Gadget Gadget memiliki dampak positif dan negatif pada Gadget dapat Namun, jika digunakan tanpa kendali, gadget juga antisosial, serta masalah sosial dan lingkungan. aktivitas anak - anak penggunaan layar , dan memilih konten yang membantu mencegah dan mendorong kearifan Selain penelitian menemukan aturan secara konsisten membangun disiplin dan tanggung jawab dalam anak-anak Hasil gadget memiliki dampak Namun, penggunaan yang tidak menimbulkan dampak antisosial, serta masalah sosial dan lingkungan. Oleh perlu dikelola secara bijak agar manfaatnya lebih optimal. http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 (Fadhlan et al. , 2. (Jalal et al. , 2. Kualitatif Gadget memiliki dampak positif dan negatif pada Gadget dapat komunikasi,meningkatka n pengetahuan, dan Namun, jika digunakan tanpa gadget juga antisosial, serta masalah sosial dan lingkungan. Kualitatif Upaya pribadi, serta komunikasi aktif antara orang tua dan anak agar tercipta kebiasaan digital yang aman dan sehat. Hubungan Penggunaa n Gadget Dengan Kebugaran Fisik Siswa SMA Psikoeduka Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak Hasil gadget memiliki dampak Namun, penggunaan yang tidak menimbulkan dampak antisosial, serta masalah sosial dan lingkungan. Oleh perlu dikelola secara bijak agar manfaatnya lebih optimal. Hasil strategi berbasis literasi digital efektif dalam menurunkan kecanduan gadget dan membentuk teknologi yang lebih Penggunaan pembatasan akses pada sesuai, serta edukasi digital terbukti mampu penyalahgunaan gadget pada anak. http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkaan hasil penelitian berbasis Systematic Literature Review mengungkapkan bahwa keberadaan gadget memainkan peran krusial dalam membentuk pola konsentrasi serta motivasi belajar anak di tingkat sekolah dasar. Secara fungsional, perangkat digital ini berpotensi menjadi instrumen edukasi yang transformatif berkat kemampuannya dalam menyediakan cakrawala informasi yang tak terbatas, platform interaktif, hingga beragam piranti lunak pendidikan yang mampu menghidupkan suasana kelas. Penggunaan gadget oleh siswa sekolah dasar cenderung memiliki efek negatif jika digunakan secara berlebihan dan tanpa pengawasan. Efek utamanya adalah penurunan konsentrasi siswa,minat belajar,dan prestasi akademik karena meningkatnya gangguan dan ketergantungan pada gadget. Selain itu, penggunaan gadget memengaruhi aspek sosial dan emosional, seperti berkurangnya interaksi langsung, melemahnya keterampilan sosial, dan perilaku emosional yang lebih tidak stabil. Dari perspektif kognitif dan bahasa, anak - anak menghadapi kesulitan dalam berpikir, memahami, dan berkomunikasi. Sedangkan dari aspek keterampilan fisik dan motorik, penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik, yang memengaruhi kesehatan dan perkembangan motorik anak. Jadi, dapat dikatakan bahwa efek penggunaan gadget sebagian besar negatif jika tidak dikendalikan, terutama pada pembelajaran dan perkembangan sosial anak. SIMPULAN Berdasarkan Syestematic Literature Review penggunaan gadget memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kedua aspek tersebut. Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkontrol cenderung menurunkan konsentrasi belajar siswa karena meningkatkan distraksi dan mengalihkan perhatian dari kegiatan akademik. Selain itu, minat belajar siswa juga mengalami penurunan karena mereka lebih tertarik pada konten hiburan digital dibandingkan aktivitas belajar. Namun, apabila digunakan secara bijak dan terarah, gadget juga dapat memberikan dampak positif, seperti membantu akses informasi, meningkatkan pemahaman materi, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, dampak penggunaan gadget terhadap konsentrasi dan minat belajar sangat bergantung pada cara penggunaan, durasi, serta pengawasan dari orang tua dan guru. Pengelolaan yang tepat diperlukan agar manfaat gadget dapat dioptimalkan dan dampak negatifnya http://ejurnal-pendidikanbahasaundana. ISSN 2685 1625 CopyrightA2026. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Lazuardi Ae Edisi XXI Volume 9 No. Juni 2026 DAFTAR PUSTAKA