The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://doi. org/10. 62515/staf E-ISSN : 2828-318X Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 1STITNU Al Farabi Pangandaran . aziramdani@stitnualfarabi. 2STITNU Al Farabi Pangandaran . devisilviadewi064@gmail. JSTAF : Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathonah Vol 04 No 2 July 2025 Hal : 352-361 https://doi. org/10. 62515/staf. Received: 10 July 2025 Accepted: 22 July 2025 Published: 31 July 2025 PublisherAos Note: Publisher: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia stays neutral with regard to jurisdictional claims in published maps and institutional affiliations. Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/licenses/by -sa/4. Abstract . Students are an "elitist" component at the forefront of a nation in achieving progress in various fields of development. It cannot be denied that the history of nations in the world has never emphasized the role of students in building and maintaining human civilization (Mustika Cahyaning Pertiwi, et al, 2014: . As successors and holders of the baton of national leadership in the future and future managers of national development, students must prepare themselves as early as possible to carry out two large and heavy tasks at once, namely as pioneers of social change . gents of social chang. and pioneers of community supervision . of social contro. by achieving the highest academic and non-academic achievements. Actively participating in student organizations on campus is an important and strategic alternative way for students to train and develop their full potential in scientific ways. This research was conducted using a qualitative research approach. Qualitative research is research aimed at describing and analyzing phenomena, events, activities, social, attitudes, beliefs, perceptions, thoughts of people individually and in groups. Keywords . Policy, student affairs. Organization. Organizational Quality Abstrak . Mahasiswa merupakan komponen AuelitisAy garda terdepan suatu bangsa dalam meraih kemajuan di berbagai bidang pembangunan. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa sejarah bangsa-bangsa di dunia tidak pernah menisbikan peran mahasiswa dalam membangun dan menjaga peradaban ummat manusia (Mustika Cahyaning Pertiwi, dkk, 2014 : . Sebagai penerus dan pemegang tongkat AuestafetaAy kepemimpinan bangsa di masa depan dan calon manajer pembangunan bangsa, maka mahasiswa sedini mungkin harus menyiapkan diri untuk memikul dua tugas besar dan berat sekaligus yaitu sebagai peloporperubahan sosial . gent of social chang. dan pelopor kepengawasan Masyarakat . gent of social contro. dengan cara meraih prestasi akademik dan non akademik yang setinggi tingginya. Berperanserta aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampus merupakan salah satu cara alternatif yang penting dan strategis bagi mahasiswa dalam Vol 04 No 2 July 2025 | 352 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 melatih dan mengembangkan segenap potensi diri dengan cara-cara yang ilmiah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Kata Kunci . Kebijakan, kemahasiswaan. Organisasi. Kualitas Organisasi Pendahuluan Mahasiswa merupakan komponen AuelitisAy garda terdepan suatu bangsa dalam meraih kemajuan di berbagai bidang pembangunan. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa sejarah bangsa-bangsa di dunia tidak pernah menisbikan peran mahasiswa dalam membangun dan menjaga peradaban ummat manusia (Mustika Cahyaning Pertiwi, dkk, 2014 : . Sebagai penerus dan pemegang tongkat AuestafetaAy kepemimpinan bangsa di masa depan dan calon manajer pembangunan bangsa, maka mahasiswa sedini mungkin harus menyiapkan diri untuk memikul dua tugas besar dan berat sekaligus yaitu sebagai peloporperubahan sosial . gent of social chang. dan pelopor kepengawasan Masyarakat . gent of social contro. dengan cara meraih prestasi akademik dan non akademik yang setinggi tingginya. Berperanserta aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampus merupakan salah satu cara alternatif yang penting dan strategis bagi mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan segenap potensi diri dengan cara-cara yang ilmiah. Kebijakan biro kemahasiswaan terhadap organisasi intra kampus memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk dan mengembangkan organisasi di Biro kemahasiswaan bertanggung jawab dalam memberikan informasi dan arahan kepada anggota organisasi serta memastikan kegiatan organisasi berjalan dengan baik. Selain itu kebijakan biro juga dapat menjadi role model atau acuan bagi anggota organisasi dalam hal ketentuan dan etika kerja. Hal ini dapat membantu anggota organisasi untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang baik dengan adanya kebijakan organisasi yang baik diharapkan organisasi intra kampus dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan kampus dan masyarakat sekitar. Kebijakan sangat penting terhadap keaktifan organisasi di STITNU Al Farabi. Kebanyakan organisasi di kampus STITNU Al Farabi tidak tahu kemana arah jalurnya sendiri karena kurangnya komunikasi yang baik dengan pimpinan kampus dan kurang teliti terhadap program yang di tetapkan oleh 353 | Vol 04 No 2 July 2025 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 biro kemahasiswaan, kebanyakan mahasiswa yang aktif di organisasi intra karakternya di didik oleh ormas ekternal dan itu sangat berfengaruh terhadap mental mereka. Organisasi intra di kampus STIT NU Al Farabi kurangnya dalam SDM sehingga kinerja dari program organisasi intra kampus tidak efektif. Saya tertarik untuk melakukan penelitian ini karena organisasi intra kampus sebagai ujung tombak yang bisa meningkatkan kualitas kampus. Dari penelitian terdahulu yaitu: Al idarah: jurnal kependidikan Islam vol. Nomor, 2021. sama meneliti tentang keorganisasian, namun ada keberhasilan organisasi kemahasiswaan dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsinya banyak ditentukan oleh kualitas sdm yang menjalankan organisasi tersebut. Persamaanya perbedaanya dimana yang saya teliti lebih ke kebijakan biro kemahasiswaan dalam meningkatkan kualitas organisasi intra di kampus. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. Dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial atau manusia dari perspektif partisipan yang terlibat. Penelitian ini lebih menekankan pada aspek deskriptif dan interpretatif daripada pada pengukuran dan kuantifikasi. Diskusi dan Pembahasan Stephen R. Covey mengatakan bahwa kebijaksanaan adalah anak dari integritas yaitu integritas terhadap prinsip, dan ibunya adalah kerendahan hati dan ayahnya adalah keberanian (Stephen R. Covey, 2005 : . Kemudian kebijakan yang lebih bersifat ilmiah dan sistematis menyangkut analisis kebijakan publik, dimana kata publik . sendiri sebagian ahli mengartikan Misalnya saja Islami . dan Wahab . tetap mempertahankan istilah Vol 04 No 2 July 2025 | 354 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 negara ketika menerjemahkan kata publik. Kata AupublikAy dalam kebijakan publik dapat dipahami ketika dikaitkan dengan istilah AuprivatAy. Istilah publik dapat dirunut dari sejarah negara Yunani dan Romawi Kuno. Bangsa Yunani Kuno mengekspresikan kata publik sebagai koinion dan privat disamakan dengan idion. Bangsa Romawi Kuno menyebut publik dalam bahasa Romawi res-publica dan privat sebagai respriva. Dengan menelusuri literatur sejarah Romawi. Gobetti . memilah istilah privat dalam kaitannya dengan individu atau person. sedangkan publik merujuk pada komunitas atau negara (Guntur, 2. Secara umum. Kepala Biro Kemahasiswaan tugas pokok membantu Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan universitas di bidang pembinaan organisasi kemahasiswaan dan alumni di tingkat universitas, baik organisasi Bidang Penalaran. Kreativitas maupun Minat Bakat. Proses ini mencakup berbagai aspek, termasuk pengembangan karyawan, perbaikan proses bisnis, dan peningkatan budaya organisasi. Kepala Bagian Kemahasiswaan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni dalam bidang organisasi kemahasiswaan dan minat bakat. Menurut Peter Drucker, seorang ahli manajemen terkenal, mengemukakan bahwa manajemen adalah seni mengatur sumber daya manusia dan materi untuk mencapai tujuan organisasi. Menurutnya, organisasi harus memiliki visi yang jelas dan memfokuskan upaya pada kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan tersebut. Drucker juga menekankan pentingnya inovasi dan penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan (Santoso, 2. Strategi kepala biro kemahasiswaan dalam meningkatkan kualitas organisasi dengan cara mendorong dan memotivasi para mahasiswa agar terus semangat dan aktif dalam menjalankan tugas. Membuat program dari setiap organisasi intra adalah salah satu dari strategi kepala biro kemahasiswaan untuk mendiisiplinkan suatu organisasi. Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya . ang, material, mesin, metode, lingkunga. , saranaparasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk 355 | Vol 04 No 2 July 2025 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 mencapai tujuan organisasi. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi . rganizational studie. , perilaku organisasi . rganizational behaviou. , atau analisa organisasi . rganization analysi. Organisasi berasal dari kata Organon dalam bahasa Yunanai yang berarti alat. Definisi organisasi telah banyak dikemukan oleh para ahli baik dari dalam maupun luar Beberapa diantaranya sebagai berikut: Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Chester I. Bernard dalam bukunya AuThe Executive FunctionAy berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu system aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Stephen P. Robbins, menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan . sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Sondang P. Siagian, mendefinisikan organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan. (Ambarwati, 2. Menurut Lubis . 8: . , salah satu cara untuk menganalisis lingkungan suatu organisasi adalah dengan meninjau hubungan organisasi tersebut dengan organisasi lain di lingkungannya. Set organisasi . rganizational se. menunjukkan kumpulan organisasi lain yang mempunyai hubungan dengan suatu organisasi. Saingan, konsumen, pemerintah, perkembangan teknologi, sumber bahan baku, sumber keuangan, seringkali harus dihadapi dalam bentuk organisasi. Karena itu, suatu organisasi bisa saja mempunyai hubungan dengan ratusan organisasi lain di Vol 04 No 2 July 2025 | 356 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 Keterlibatan Kepala Biro dalam Perumusan Kebijakan Kemahasiswaan Stephen R. Covey mengatakan bahwa kebijaksanaan adalah anak dari integritas yaitu integritas terhadap prinsip, dan ibunya adalah kerendahan hati dan ayahnya adalah keberanian (Stephen R. Covey, 2005 : . Kemudian kebijakan yang lebih bersifat ilmiah dan sistematis menyangkut analisis kebijakan publik, dimana kata publik . sendiri sebagian ahli mengartikan Misalnya saja Islami . dan Wahab . tetap mempertahankan istilah negara ketika menerjemahkan kata publik. Kata AupublikAy dalam kebijakan publik dapat dipahami ketika dikaitkan dengan istilah AuprivatAy. Istilah publik dapat dirunut dari sejarah negara Yunani dan Romawi Kuno. Bangsa Yunani Kuno mengekspresikan kata publik sebagai koinion dan privat disamakan dengan idion. Bangsa Romawi Kuno menyebut publik dalam bahasa Romawi res-publica dan privat sebagai respriva. Dengan menelusuri literatur sejarah Romawi. Gobetti . memilah istilah privat dalam kaitannya dengan individu atau person. sedangkan publik merujuk pada komunitas atau negara. Keterlibatan kepala biro kemahasiswaan dalam perumusan kebijakan sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mahasiswa. Kebijakan yang diturunkan berupa pedoman kemahasiswaan. Dari pertanyaan mengenai rumusan masalah bagaimana keterlibatan stakeholder di kampus dalam merumuskan kebijakan. dengan melakukan rapat koordinasi (Rako. para mahasiswa dan staf juga dilibatkan dalam perumusan kebijakan kemudian melakukan rapat pimpinan untuk meninjau hasil dari rakor tersebut setelah di setujui baru munculah Pembina Organisasi adalah sebuah konsep yang penting dalam dunia Secara yuridis. Pembina Organisasi dapat diartikan sebagai sikap setia dan patuh terhadap tugas dan kewajiban sebagai Pembina, serta patuh terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku di sekolah atau lembaga pendidikan tempat ia bekerja. Dalam perspektif hukum. Pembina memiliki kewajiban profesional untuk menyelenggarakan pembinaan secara baik, benar, dan bertanggung jawab. Hal ini diatur dalam Pasal 14 ayat . Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menyatakan bahwa guru wajib menyelenggarakan Pendidikan atau pembinaan dengan penuh tanggung jawab, memperhatikan perkembangan ilmu 357 | Vol 04 No 2 July 2025 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan norma-norma agama, moral, dan Kebijakan Biro Kemahasiswaan Dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Kebijakan meningkatkan kualitas di sebuah organisasi. Ahli manajemen. Edgar Schein . , mengemukakan bahwa strategi organisasi adalah "pola-pola dasar dari berpikir, merasa, dan bertindak yang dibagikan oleh anggota organisasi. " Dalam hal ini, kebijakan dapat didefinisikan sebagai suatu upaya untuk mengarahkan dan mempengaruhi polapola berpikir, dan bertindak para anggota organisasi agar sejalan dengan tujuan dan nilai-nilai organisasi. Penelitian oleh Bolkan. Goodboy, dan Griffin . menunjukkan bahwa kebijakan organisasi yang efektif dapat meningkatkan kualitas dan loyalitas anggota Selain itu, penelitian oleh Karatas-Ozkan dan Nicolopoulou . menemukan bahwa biro kemahasiswaan yang baik juga dapat mempengaruhi persepsi para anggota organisasi tentang keadilan dalam organisasi dan meningkatkan kinerja mereka untuk mencapai tujuan. Secara keseluruhan, kebijkan biro kemahasiswaan dalam meningkatkan kualitas organisasi adalah suatu tindakan yang penting dalam meningkatkan sebuah organisasi. Dengan menciptakan dan memperkuat budaya yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi, kebijakan dapat merubah pola berpikir, merasa, dan bertindak. Konsep organisasi pembelajaran memiliki akar yang dalam dan kompleks, membentang melalui sejarah peradaban manusia. Di bawah ini telah terangkum sejarah pembelajaran dari zaman kuno hingga era modern antara lain : Zaman Kuno dan Pendidikan Kelompok Pendidikan dalam bentuk kelompok atau komunitas telah ada sejak zaman kuno. Masyarakat awal mengandalkan transmisi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai budaya melalui cara-cara lisan dan interaksi sosial. Para tetua, pelatih, dan pemimpin komunitas bertindak sebagai pembimbing bagi generasi berikutnya. Periode Klasik: Plato dan Aristoteles Di zaman Yunani kuno. Plato dan Aristoteles memainkan peran penting dalam pemikiran tentang pendidikan. Plato menekankan Vol 04 No 2 July 2025 | 358 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 pentingnya dialog dan refleksi dalam proses belajar, sementara Aristoteles mendorong observasi dan eksperimen sebagai bagian integral dari pembelajaran. Periode Pendidikan Agama Agama dan pengembangan lmu pengetahuan, selama periode ini, gereja dan lembaga keagamaan memiliki peran dominan dalam Monastik dan universitas agama menjadi pusat pembelajaran, memelihara warisan pengetahuan dan mengembangkannya dalam bidang seperti filsafat, ilmu alam, dan teologi. Revolusi Industri dan Pendidikan Massal Revolusi Industri membawa perubahan signifikan dalam masyarakat. Pendidikan mulai diperluas ke lapisan sosial yang lebih luas, dengan pendirian sekolah-sekolah umum dan kemajuan dalam metode Model sekolah yang lebih terstruktur dan kurikulum nasional mulai Abad ke-20 dan Pendekatan Modern Pendidikan mulai dipandang sebagai proses yang berkelanjutan sepanjang hidup, bukan hanya terbatas pada tahun-tahun awal. Konsep pembelajaran seumur hidup berkembang, dan pendidikan formal di sekolah dan universitas semakin fokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, kolaboratif, dan berbasis proyek. Era Digital dan Revolusi Teknologi Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara kita mengakses, berbagi, dan memproses informasi. Pendidikan jarak jauh, pembelajaran online, dan sumber daya digital telah memungkinkan akses ke pengetahuan dan keterampilan dari berbagai sumber di seluruh dunia. Konsep Organisasi Pembelajaran Abad Organisasi menggabungkan konsep pendidikan seumur hidup dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan terus-menerus. Organisasi dari segala bentuk dari perusahaan hingga institusi pendidikan semakin menghargai pentingnya budaya pembelajaran dalam menghadapi perubahan yang cepat (Nalurita & Kartika Sari, 2. Di samping organisasi pembelajaran salah satu hal penting yang perlu diterapkan dalam sebuah organisasi adalah praktik manajemen pengetahuan. Manajemen Pengetahuan adalah disiplin yang berkaitan dengan mengumpulkan, mengorganisir, menyimpan, berbagi, dan memanfaatkan pengetahuan dalam sebuah 359 | Vol 04 No 2 July 2025 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 organisasi atau lingkungan (Crossan, 1. Tujuan utama dari manajemen pengetahuan adalah meningkatkan kinerja dan inovasi dengan memastikan bahwa Oleh karena itu, bagi organisasi agar dapat berfungsi secara efektif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan mengelolanya sehingga dapat merubah input menjadi output, yang disebut sebagai proses. Pengaplikasian, identifikasi dan interaksi dalam sistim organisasi untuk dapat menghasilkan suatu hasil atau produk inilah yang disebut sebagai Aupendekatan proses . rocess approac. Ay. Pendekatan sistim manajemen mutu mengajak organisasi/ perusahaan untuk menganalisa persyaratan pelanggan, menetapkan proses yang memberi sumbangan bagi pencapaian produk atau jasa yang dapat diterima oleh pelanggan dan menjaga proses-proses ini terkendali. Suatu sistim manajemen mutu dapat memberi kerangka kerja bagi perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan kemungkinan peningkatan kepuasan pelanggan dan kepuasan pihak lain yang berkepentingan. Sistim manajemen mutu memberi keyakinan pada organisasi dan pelanggannya bahwa sistim ini mampu memberi produk atau jasa yang konsisten memenuhi persyaratan. Kesimpulan Maka dapat diambil kesimpulan dari keseluruhan penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan Kebijakan Biro Kemahasiswaan Dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus STITNU Al Farabi Pangandaran. Kebijakan yang dikeluarkan oleh waka II bidang kemahasiswaan dan kepala biro sebagai pelaksana sudah dilakukan oleh setiap organisasi intra dan menjadi acuan dalam setiap pergerakannya. Kualitas organisasi juga di tentukan oleh pedoman kemahasiswaan sebagai pelindung kebijakan serta di lengkapi oleh program baik itu dari kepala biro kemahasiswaan atau mahasiswa, program yang dijalankan saat ini para mahasiswa yang berorganiasasi mampu mengembangkan literasi, pengkaderisasian, bermitra dan Mahasiswa dalam organisasi harus mampu mandiri dengan mengembangkat bakat dan potensi. Vol 04 No 2 July 2025 | 360 Kebijakan Biro Kemahasiswaan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi Intra di Kampus Stitnu Al Farabi Pangandaran Azi Ramdani1. Devi Silvia Dewi2 Referensi