Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SI UJIKOM LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI SMKN 1 PELAIHARI Yunita Prastyaningsih1. Najamudin Ridha2. Nina Mia Aristi3. Rafikatul Husnah4 yunitaprastya@politala. id, 2m@najamudinridha. com, 3nina. mia@politala. husnah@mhs. 1,2,3,4 Politeknik Negeri Tanah Laut Abstrak SMKN 1 Pelaihari merupakan sekolah kejuruan yang telah ditetapkan sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P. oleh BNSP. Namun, proses pendaftaran uji kompetensi sebelumnya memiliki beberapa kekurangan, seperti tidak adanya validasi data saat pendaftaran serta keterbatasan akses pihak sekolah terhadap data peserta dan laporan asesmen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti membuat sistem Si Ujikom untuk mengelola uji kompetensi seperti proses pendaftaran peserta, penginputan skema, sampai pendataan hasil assessment. Si Ujikom dikembangkan menggunakan model SDLC waterfall dan framework CodeIgniter 4. Sistem ini mencakup fitur pendaftaran peserta, pengelolaan skema uji, penjadwalan, pengisian dokumen, serta pelaporan hasil uji kompetensi. Pengujian menggunakan metode blackbox testing dan User Acceptance Testing (UAT). Berdasarkan hasil pengujian blackbox, seluruh fitur Si Ujikom berfungsi sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Sedangkan User Acceptance Testing menunjukkan bahwa sistem berfungsi sesuai kebutuan klien dan mampu mempermudah manajemen uji kompetensi di LSP-P1 SMKN 1 Pelaihari yang dibuktikan dengan perolehan skor 41 dari total 50. Kata kunci: Sistem Informasi. Uji Kompetensi. LSP-P1. SMKN 1 Pelaihari. Abstract SMKN 1 Pelaihari is a vocational school that has been designated as a First-Party Professional Certification Institute (LSP-P. by the Indonesian Professional Certification Authority (BNSP). However, the previous registration process for competency assessments had several shortcomings, such as the absence of data validation during registration and limited access for the school to participant data and assessment reports. To address these issues, the researcher developed the "Si Ujikom" system to manage various aspects of the competency test process, including participant registration, scheme input, and assessment result recording. Si Ujikom was developed using the Waterfall Software Development Life Cycle (SDLC) model and the CodeIgniter 4 framework. The system includes features such as participant registration, test scheme management, scheduling, document completion, and competency test reporting. Testing was conducted using both black-box testing and user acceptance testing (UAT). The results of the black-box testing indicated that all features of Si Ujikom functioned as expected. Meanwhile, the UAT results showed that the system met client needs and effectively facilitated the management of competency tests at LSP-P1 SMKN 1 Pelaihari, as evidenced by a score of 41 out of 50. Keywords: Information System. Competency Test. LSP-P1. SMKN 1 Pelaihari. Pendahuluan SMKN 1 Pelaihari merupakan salah satu sekolah kejuruan terbaik yang terletak di Pelaihari. Kabupaten Tanah Laut. Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu sekolah kejuruan, syarat siswa untuk dapat dinyatakan lulus adalah dengan memiliki sertifikat berdasarkan program keahlian masingmasing. Untuk itu, siswa perlu mendaftarkan diri agar memperoleh sertifikat keahlian pada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). SMKN 1 Pelaihari dinyatakan sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P. oleh BNSP yang bisa menyelenggarakan ujian kompetensi keahlian secara mandiri. Berdasarkan wawancara dengan Ketua LSPP1 SMKN 1 Pelaihari, diketahui bahwa siswa akan langsung mendaftar melalui website LSP yang disediakan oleh BNSP dengan memberikan informasi identitas diri dan berkas persyaratan yang diperlukan. Namun, ketika calon asesi mendaftar untuk uji kompetensi melalui sistem, calon asesi akan langsung terjadwal untuk uji kompetensi tanpa adanya proses validasi dari admin. Sehingga, meskipun calon asesi menginputkan data yang tidak benar, calon asesi tetap akan terjadwal untuk uji kompetensi. Selain itu, http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. pihak sekolah tidak memiliki akses untuk melihat data asesi dan laporan jumlah siswa yang melakukan uji Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Muhammad Reza Romahdoni mengenai sistem registrasi uji kompetensi LSP perdagangan ritel Lampung. Sistem informasi yang dibuat dapat membantu pengelola LSP dalam mendata registrasi peserta uji kompetensi . Sedangkan dalam penelitian Iwan Mulyana dan Enden Sulastri Putri, sistem informasi yang dibuat merupakan Sistem Informasi Assesmen LSP Energi Mandiri Jakarta. Sistem ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah operator dalam mendata proses dan peserta assesmen. Sistem dibuat menggunakan CodeIgniter dengan model waterfall. Sedangkan hak aksesnya terdapat dua jenis, yaitu peserta assesmen dan admin. Penelitian terkait selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Darmanto mengenai Sistem Informasi LSP-P1 Politeknik Negeri Ketapang. Sistem informasi yang dihasilkan diuji menggunakan blackbox testing agar memastikan sistem dapat berfungsi dengan baik tanpa menimbulkan kesalahan fatal . Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti membangun sistem Si Ujikom, yaitu sistem informasi yang dapat membantu mempermudah pengelolaan proses uji kompetensi yang dilakukan LSPP1 SMKN 1 Pelaihari. Dalam penelitian ini. Si Ujikom juga dilengkapi dengan fitur-fitur lain, sehingga tidak berhenti hanya pada proses registrasi, akan tetapi meliputi keseluruhan administrasi assessment, mulai dari pendaftaran peserta, penginputan skema, sampai pendataan hasil assessment. Si Ujikom juga dirancang menggunakan model pengembangan sistem waterfall dan framework CodeIgniter 4 sebagai Untuk proses pengujian, sistem menggunakan blackbox testing yang dilanjutkan dengan user acceptance testing. Metode Pengembangan sistem ini menggunakan model Waterfall. Waterfall sendiri adalah model yang mudah untuk digunakan sebagai pengembangan suatu sistem karena langkah pengerjaan bertahap dan model yang digunakan secara terstruktur sehingga apabila menemukan kesalahan dapat diperbaiki . Investigasi Analisis Desain Implementasi Perawatan Gambar 1. Model SDLC Waterfall Model Waterfall terdiri dari tahapan-tahapan berupa Investigasi. Analisis. Desain. Implementasi, dan Perawatan . Setiap langkah dalam proses ini harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Tahap Investigasi bertujuan untuk menggali kebutuhan dasar dan memahami permasalahan yang ada, yaitu dengan cara melakukan wawancara dengan Ketua LSP SMKN 1 Pelaihari. Setelah itu, tahap Analisis dilakukan untuk mengkaji kebutuhan sistem secara lebih detail berdasarkan hasil Informasi dari analisis ini menjadi acuan dalam tahap Desain, di mana dilakukan perancangan sistem, baik dari sisi struktur data, tampilan antarmuka, maupun alur kerja. Tahap berikutnya adalah Implementasi, yaitu proses membangun sistem sesuai desain yang telah dirancang. Terakhir, tahap Perawatan dilakukan untuk memastikan sistem tetap berjalan baik serta mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna. Pengkodean sistem menggunakan framework CodeIgniter 4. Hal ini bertujuan agar sistem terstruktur berdasarkan pola Model-View-Controller (MVC). Framework http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. CodeIgniter 4 dipilih karena sifatnya yang lebih mudah dipahami dan memiliki struktur yang lebih . Sedangkan untuk pengujian sistem, metode yang digunakan adalah blackbox testing dan user acceptance testing. Blackbox testing dipilih karena metode ini adalah metode pengujian sistem yang dapat memberikan hasil pengujian yang sesuai antara perangkat lunak yang diuji dengan spesifikasi atau skenario uji yang sudah ditentukan. Pengujian dilakukan tanpa mengetahui struktur internal dari perangkat lunak yang diuji, sehingga pengujian ini berfokus pada perilaku program dan fungsionalitas yang dilihat dari sudut pandang user . , . , . User acceptance testing adalah pengujian yang memungkinkan untuk mengevaluasi sebuah perangkat lunak apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user. Pengujian ini mampu mengidentifikasi kekurangan yang mungkin tidak disadari pada tahap pengujian blackbox . , . Hasil dan Pembahasan Berdasarkan analisis dari kebutuhan sistem, maka ditetapkan bahwa sistem memiliki 3 hak akses yaitu Admin. Asesor, dan Asesi. Aktor Admin Asesor Asesi Tabel 1. Deskripsi Aktor Deskripsi Orang yang memiliki akses untuk Membuat jadwal skema, data skema, data unit, data asesor, data jurusan, melihat pendaftaran masuk, memvalidasi pendaftaran, dan laporan. Orang yang memiliki akses untuk melihat jadwal Asesi, melihat detail data asesi, dan Menilai Asesi Orang yang memiliki akses untuk dapat melihat jadwal, mendaftar assessment, mengisi form praasesmen, dan melihat hasil. Ketiga hak akses tersebut dapat menggunakan sistem dengan alur pada Gambar 2. Pertama, calon asesi membuat akun untuk login ke dalam sistem. Setelah berhasil masuk, calon asesi mendaftar untuk uji kompetensi . dengan mengisi data diri, mengunggah dokumen yang diperlukan, dan melakukan assessment mandiri. Sistem kemudian akan menampilkan jadwal assessment yang telah ditentukan oleh Admin memiliki akses untuk login ke dalam sistem untuk mengelola data asesi, menentukan asesor, menyusun jadwal assessment, skema assessment, menyetujui pendaftaran, dan mencetak laporan dengan format PDF berdasarkan bulan atau tahun yang diinginkan. Asesor akan login ke dalam sistem untuk melihat data asesi dan memberikan rekomendasi asesi berdasarkan penilaian yang dilakukan asesor. Gambar 2. Alur Sistem Si Ujikom http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Fitur-fitur yang dimiliki sistem antara lain proses login, logout, mengelola . enambah, menampilkan, mengubah, dan menghapu. data asesor, mengelola data Apl, mengelola data skema, mengelola data unit, mengelola data jadwal, dan mengelola data pengaturan. Data-data yang dimasukkan melalui sistem kemudian disimpan dalam database yang terdiri dari 7 tabel, antara lain tabel jadwal, tabel skema, tabel unit, tabel apl, tabel asesor, tabel user, dan tabel status. Gambar 3. Database Sistem Si Ujikom Berdasarkan rancangan alur sistem dan ERD, kemudian dilanjutkan dengan tahap implementasi. Tahap ini mencakup pembangunan sistem informasi secara menyeluruh, mulai dari pengkodean komponen sistem dan pembuatan user interface. Gambar 4. Fitur Login Fitur login berfungsi untuk menjaga keamanan sistem agar tidak dapat diakses oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Dalam halaman login, user memasukan username dan password yang dimiliki. Sistem kemudian akan membawa user kebagian sistem yang sesuai dengan hak aksesnya. http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Gambar 5. Fitur Dashboard Halaman pertama yang akan dilihat user setelah berhasil melakukan login, adalah halaman Pada halaman ini user dapat melihat jumlah data-data yang tersimpan dalam database sistem. Gambar 5 menunjukan tampilan dashboard admin. Melalui halaman ini, admin dapat melihat informasi singkat mengenai jumlah data-data yang sudah terseimpan seperti data user, data asesi, data uji kompetensi, data hasil kompetensi, data unit, data asesor, dan data jadwal uji kompetensi. Gambar 6. Fitur Daftar APl Gambar 6 merupakan implementasi fitur daftar Apl yang menampilkan form untuk memilih Selanjutnya user dapat mengisi biodata diri seperti nama, sekolah, nomor telepon, alamat, tanggal lahir dan lain-lain. Gambar 7. Fitur Pendaftaran Asesi http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. Fitur pendaftaran asesi merupakan fitur yang memungkinkan user untuk menambahkan data siswa yang ingin melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan skema yang ditentukan. Fitur ini juga menampilkan informasi seperti nama siswa, asal sekolah, jurusan, skema dan status asesi. Kemudian pada sistem dilakukan pengujian menggunakan dua metode, yaitu pengujian blackbox dan User Acceptance Testing. Sebagian hasil blackbox testing disajikan dalam Tabel 1. Requirement Login Tambah Tabel 1. Blackbox Testing Skenario Uji Hasil yang diharapkan Input username dan password Tampil halaman sesuai dengan level pengguna. Input username dan password Tampil pemberitahuan AuUsername Password salah!Ay Input kosong Tampil pemberitahuan required berdasarkan Admin menambahkan data Data mengklik database tombol tambah data dan menampilkan mengisi form tambah data pemberitahuan AuData ditambahkanAy Input form tambah akun Tampil pemberitahuan Hasil Pengujian Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Dst Seluruh skenario pengujian mendapatkan predikat berhasil, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi LSP-P1 dapat berfungsi sesuai dengan hasil yang diharapkan. Tabel 2. User Acceptance Testing Pertanyaan Apakah tampilan pada sistem informasi Uji Kompetensi mudah dipahami ? Apakah penggunaan warna tulisan dengan latar belakang . sudah Apakah penggunaan tulisan . mudah dibaca? Apakah layanan yang diberikan pada sistem informasi Uji Kompetensi mudah Apakah dengan adanya sistem informasi Uji Kompetensi membantu proses dalam pengelolaan data yang ada di SMKN 1 Pelaihari ? Bobot Dst Sedangkan untuk User Acceptance Test, sistem informasi LSP-P1 memperoleh nilai 41 dari total Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan calon pengguna, dalam hal ini adalah pihak LSP SMKN 1 Pelaihari. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Sistem informasi Si Ujikom dikembangkan menggunakan model SDLC waterfall. Sedangkan untuk pengkodean mengunakan framework CodeIgniter 4. Sistem informasi Si Ujikom dapat merekap laporan uji kompetensi, memungkinkan peserta dan asesor mengakses jadwal uji kompetensi, pengisian dokumen persyaratan uji kompetensi, serta hasil uji kompetensi, dan lain-lain. Untuk memastikan sistem bekerja sesuai dengan fungsi yang diharapkan, sistem diuji menggunakan blackbox. Dari seluruh skenario pengujian. Si Ujikom mendapatkan predikat berhasil yang berarti seluruh fitur sistem ini berfungsi sesuai http://e-jurnal. id/simkom Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer. Vol. No. Juli 2025 ISSN: 2715-906X (Onlin. 51717/simkom. dengan yang diharapkan. Untuk memastikan sistem Si Ujikom telah berfungsi sesuai kebutuhan LSP-P1 SMKN 1 Pelaihari, sistem diuji menggunakan user acceptance testing. Dalam pengujian tersebut terdapat pertanyaan Ae pertanyaan mengenai kesesuaian desain user interface, kesesuaian fungsi fitur, keberhasilan fitur-fitur sistem dalam mempermudah uji kompetensi, dan lain-lain. Si Ujikom mendapatkan nilai 41 dari total 50 poin, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi ini telah membantu LSP-P1 SMKN 1 Pelaihari dalam manajemen uji kompetensi yang diadakan oleh pihak Lembaga Sertifikasi Porfesi sekolah. Saran Adapun saran untuk penelitian ini adalah perlunya penambahan fitur-fitur yang lebih lengkap dan mendukung kebutuhan LSP-P1 SMKN 1 Pelaihari secara menyeluruh. Salah satu fitur yang disarankan adalah integrasi tanda tangan elektronik. Dengan adanya fitur ini, sistem informasi Si Ujikom tidak hanya berfungsi sebagai pengelolaan data dan laporan, tetapi juga dapat digunakan untuk menghasilkan dokumen resmi, seperti sertifikat hasil uji kompetensi yang telah ditandatangani secara digital oleh pihak yang Hal ini akan meningkatkan efisiensi proses administrasi dan mempercepat distribusi sertifikat kepada peserta. Selain itu, fitur ini juga akan memperkuat validitas dan keabsahan dokumen karena sudah memuat elemen keamanan digital. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadikan sistem informasi Si Ujikom lebih terpadu dan mendukung proses sertifikasi tanpa memerlukan banyak proses manual di luar Daftar Pustaka