Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 ARTIKEL RISET Perbedaan Nyeri Haid (Dismenore. Sebelum dan Sesudah Dilakukan Abdominal Stretching Exercise pada Remaja Putri Ni Kadek Eka Widiantari. Ni Gusti Kompiang Sriasih. Ni Made Dwi Mahayati. 1,2,3 Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Denpasar. Indonesia Corespondensi : nikadekekawidiantari@gmail. ABSTRAK Dismenorea merupakan nyeri hebat pada perut bagian bawah yang umum dialam wanita saat menstruasi, umumnya pada hari pertama hingga ketiga akibat peningkatan hormon prostaglandin yang menyebabkan kontraksi Dismenorea terbagi menjadi primer . anpa kelainan orga. dan sekunder . isebabkan gangguan Penanganan nonfarmakologis seperti abdominal stretching exercise menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk mengurangi nyeri haid, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Prosedur penelitian meliputi pengukuran nyeri haid sebelum intervensi, pemberian intervensi abdominal stretching exercise selama 10Ae15 menit, lalu dilanjutkan dengan pengukuran nyeri sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor median nyeri dari 3 sebelum intervensi menjadi 1 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4. 880 dan nilai A = 0,00 (A < 0,. , yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Kesimpulannya, abdominal stretching exercise efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis pada remaja putri yang mengalami dismenorea. Kata kunci : Abdominal stretching exercise, dismenorea, remaja putri Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 Ae 1068 Online : 2807 - 5617 ABSTRACT Dysmenorrhea is severe lower abdominal pain commonly experienced by women during menstruation, particularly on the first to third day, caused by increased prostaglandin levels that trigger uterine contractions. Dysmenorrhea is classified into primary dysmenorrhea . ithout organic abnormalitie. and secondary dysmenorrhea . aused by gynecological disorder. Non-pharmacological management, such as abdominal stretching exercise, is considered an effective alternative to reduce menstrual pain, especially among adolescent This study aimed to determine the difference in menstrual pain intensity before and after performing abdominal stretching exercise. This research employed a pre-experimental design with a one-group pretestAe posttest approach. The sample consisted of 31 adolescent girls selected using purposive sampling. The research procedure included measuring menstrual pain intensity before the intervention, administering abdominal stretching exercise for 10Ae15 minutes, and reassessing pain intensity after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). The data were analyzed using the Wilcoxon test due to non-normal data distribution. The results showed a decrease in the median pain score from 3 before the intervention to 1 after the intervention. The Wilcoxon test yielded a Z value of Oe4. 880 and a p-value of 0. < 0. , indicating a statistically significant difference before and after the abdominal stretching exercise. In conclusion, abdominal stretching exercise is effective in reducing menstrual pain intensity and can be recommended as a non-pharmacological intervention for adolescent girls experiencing dysmenorrhea Kata kunci : Abdominal stretching exercise, dysmenorrhea, adolescent girls Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 PENDAHULUAN Masa remaja merupakan tahapan transisi memicu otot rahim . dan penyempitan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, yang pembuluh darah . pada jaringan biasanya mencakup usia 12 hingga 19 tahun. Pada miometrium, sehingga menimbulkan rasa nyeri di tahap ini, terjadi berbagai perubahan yang pesat dan bagian perut bawah (Fatmawati dkk. , 2. penting baik secara fisik maupun psikologis. Salah Menurut data yang diperoleh World Health satu perubahan fisik utama adalah pubertas, yang Organization (WHO) terdapat bahwa kejadian wanita yang mengalami dismenorea besar sebesar munculnya menstruasi pertama kali atau menarche 4255 jiwa . %), 10-15% diantaranya (Diananda, 2. Masalah Menstruasi atau menarche adalah proses dismenorea di Indonesia tergolong cukup tinggi penglepasan lapisan dinding rahim . bila dibandingkan dengan negara lain. Berdasarkan yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara data prevalensi dismenorea di Indonesia mencapai berulang setiap bulan, kecuali pada saat kehamilan. 64,25% terdiri dari 54,89% wanita yang mengalami Umumnya menstruasi pertama kali dialami pada usia sekitar 12 tahun, namun dapat pula terjadi dismenorea sekunder (Alatas & Larasati, 2. pada rentang usia 10 hingga 16 tahun tergantung Pada remaja sebanyak 75% mengalami dismenorea faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan primer dengan intensitas nyeri yang bervariasi. Sementara dan perkembangan 9,36% Provinsi Bali prevalensi perempuan (Rachmawati & Oktaviani, 2. dismenorea tercatat sebesar 74,42% wanita (Silaen Setelah memasuki masa menstruasi, sebagian besar & Ani, 2. wanita mengalami keluhan tertentu, salah satunya Badan Statistik Provinsi Bali . keluhan yang dapat dirasakan yaitu dismenorea mencatat bahwa terdapat 150,700 remaja putri (Kristianingsih, 2. berusia 10 hingga 14 tahun. Penyebaran jumlah Dismenorea adalah kondisi yang ditandai remaja tersebut salah satunya berada di Kabupaten dengan munculnya rasa sakit yang hebat di bagian Badung dengan jumlah remaja putri 18,41 ribu bawah perut yang dirasakan oleh wanita selama Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Keluhan ini umumnya mulai terjadi dan Kebudayaan . jumlah Sekolah Menengah sebelum haid dimulai, berlanjut selama masa Pertama (SMP) di Kabupaten Badung adalah 67 menstruasi, dan dapat berlangsung hingga akhir SMP negeri dan swasta, dimana salah satu Intensitas nyerinya bervariasi, dari yang muncul secara hilang timbul hingga berlangsung sebanyak 13 SMP, salah satunya yaitu SMP Negeri secara terus -menerus. Dismenorea terjadi akibat 3 Mengwi. peningkatan kadar prostagldanin dalam tubuh yang Mengwi Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Berdasarkan dikerjakan oleh Pertami . pada remaja di dilakukan dengan kompres hangat, mandi air SMA Negeri 6 Denpasar membuktikan bahwa 20 hangat, pijat, olahraga rutin, tidur yang cukup, serta responden yang diteliti, didapatkan rata-rata teknik relaksasi (Ariyanti dkk. , 2. Terapi non responden mengalami dismenorea dengan skala farmakologi merupakan terapi lebih aman untuk nyeri sedang . %), dan sisanya . %) mengalami digunakan karena tidak menimbulkan efek samping dismenorea dengan skala nyeri hebat. seperti obat-obatan. Berdasarkan hal tersebut. Dismenorea jika tidak segera ditangani metode abdominal stretching exercise menarik dampaknya dapat berupa gangguan patologi yang perhatian digunakan untuk mengatasi nyeri haid serius, termasuk peningkatan risiko kematian dan tersebut (Silaen & Ani, 2. memungkinan infertilitas, selain itu kondisi ini juga Abdominal stretching exercise adalah suatu bisa menyebabkan konflik emosional, ketegangan, teknik latihan yang bertujuan untuk meregangkan otot-otot di area perut, biasanya dilakukan selama Pada remaja putri gangguan 10 hingga 15 menit untuk meningkatkan kekuatan dalam proses belajar sering kali terjadi akibat rasa serta kelenturan otot. Latihan ini direkomendasikan nyeri haid yang dirasakan selama kegiatan sebagai salah satu metode penanganan dismenorea Terganggunya dalam proses belajar karena tergolong aman dan minim risiko efek mengajar menyebabkan remaja putri kesulitan samping, sebab hanya melibatkan proses fisiologis mempertahankan fokus akibat rasa tidak nyaman alami tubuh. Saat melakukan gerakan ini, produksi yang muncul saat mengalami nyeri haid sehingga endorfin di otak serta sistem saraf tulang belakang akademik remaja putri dapat menurun. Melihat Pendapat Salbiah Dalam Nurfadillah dampak yang cukup signifikan dari permasalahan , . endorfin berperan sebagai terapi dismenorea serta masih rendahnya pemahaman penenang alami yang membantu menimbulkan rasa remaja terhadap penanganannya, maka diperlukan nyaman sekaligus mengurangi nyeri. suatu penelitian untuk menemukan alternatif terapi Berdasarkan data awal yang diperoleh yang mudah diterapkan, aman, dan terjangkau peneliti di SMP Negeri 3 Mengwi, hasil wawancara sebagai upaya untuk mengurangi serta mengatasi dengan 10 siswi remaja menunjukkan bahwa keluhan (Nurwana dkk. , 2. sekitar 30% di antaranya mengatasi nyeri haid Dismenorea bisa ditangani dengan 2 terapi dengan mengonsumsi obat atau minuman pereda yaitu terapi farmakologis atau non farmakologis. nyeri, yang ternyata menimbulkan efek samping ObatAeobatan, seperti sakit kepala dan diare. Sementara itu. Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) termasuk asam mafenamat, ibu profen, niklofenat natrium, dan nefroxen sering digunakan dalam terapi farmakologis. Penanganan dismenorea yang dialami, sehingga menimbulkan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 berdasarkan usia responden, frekuensi nyeri haid, nyeri haid menghambat aktivitas, tindakan saat nyeri haid, pernah mendengar abdominal stretching Dari data tersebut, peneliti menyimpulkan exercise, sumber informasi. Selain itu, dilakukan bahwa dismenorea berdampak negatif pada remaja penilaian terhadap tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. serta potensi Hasilnya disajikan sebagai nilai median, minimum, gangguan pada kesuburan. Kondisi ini menjadi maksimum, mean, dan std. deviasi karena data tidak alasan utama bagi peneliti untuk melakukan studi terdistribusi normal. Normalitas data diperiksa menggunakan uji Shapiro-Wilk, yang sesuai untuk menerapkan teknik abdominal stretching exercise sampel dengan kurang dari 50 responden. Analisis sebagai salah satu upaya untuk meredakan dan menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal mengatasi dismenorea, khususnya pada siswi SMP (A < 0,. Akibatnya, uji Wilcoxon diterapkan Negeri 3 Mengwi. penurunan konsentrasi belajar, non-farmakologis, sebelum . dan sesudah . METODE Metode menggunakan tingkat kepercayaan 95% (A O 0,. pendekatan kuantitatif, dengan memilih desain preeksperimental yaitu pretest-posttest satu kelompok. HASIL Populasi target dari penelitian ini terdiri dari 31 Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian Nyeri siswi di SMP Teknik Haid (Dismenore. Remaja Putri di Sekolah pengambilan sampel yang digunakan dalam Menengah Pertama Negeri 3 Mengwi Tahun penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel Negeri 3 Mengwi. terdiri dari 31 siswi dari SMP Negeri 3 Mengwi Karakteristik Kategori Frekuen si . Persentase (%) Usia 12 Tahun dalam penelitian. Kriteria inklusi mensyaratkan 13 Tahun partisipan adalah siswi dari SMP Negeri 3 Mengwi 14 Tahun yang mengalami dismenorea primer dan memiliki 15 Tahun Sering Jarang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan serta menyetujui untuk berpartisipasi siklus menstruasi yang teratur. Data primer dikumpulkan dalam penelitian ini, diperoleh Total Frekuensi nyeri haid langsung dari responden menggunakan metode Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data Total Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Nyeri haid Iya Tidak Dibiarkan Istirahat Minum Minum Total Tindakan saat nyeri Total Pernah Pernah Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Mengwi Tahun Tingk Nyeri . (%) Total Mea Std. Devia 3,35 1,624 Tidak ada Internet 7 sebanyak 2 responden . ,5%). Nilai minimum Petugas Kesehatan dari tingkat nyeri adalah 1, nilai maksimum adalah Total abdominal stretching exercise. Tingkat nyeri Tabel 1 menunjukkan besar usia subjek penelitian berusia 13 tahun . ,5%). Frekuensi nyeri haid yang sering dialami mencapai . ,5%), dan . ,1%) melaporkan bahwa nyeri haid menghambat aktivitas mereka. Saat mengalami nyeri, sebagian besar . ,4%) memilih untuk Hanya . ,8%) mendengar tentang abdominal stretching exercise, dan mayoritas . ,2%) tidak memiliki sumber informasi terkait. bahwa tingkat nyeri haid yang paling banyak Total Penyajian data tabel 2, dapat diketahui Tidak Sumber Tabel 2. Distribusi frekuensi sebelum dilakukan terendah tercatat pada skor 1 dengan 3 responden . ,7%), dan tingkat nyeri tertinggi berada pada skor 7, nilai median berada pada skor 3, rata-rata . adalah 3,35, dan standar deviasi sebesar 1,624. Tabel 3 Distribusi frekuensi sesudah dilakukan Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Mengwi Tahun Tingk Nyeri . (%) Total Mea Std. Devia 1,74 1,505 Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Penyajian data tabel 3, dapat diketahui Nilai rata-rata atau peringkat rata-rata adalah 15,50 bahwa sesudah dilakukan abdominal stretching dan jumlah nilai peringkat atau jumlah peringkat exercise pada remaja putri. Jumlah responden terhadap peningkatan adalah 465,00. Hasil analisis terbanyak berada pada tingkat nyeri skor 1 bivariat dengan uji Wilcoxon memperoleh nilai Z sebanyak 9 responden . ,0%), skor 0 dan skor 2 sebesar -4,880 dengan nilai A = 0,00 ( <0,. Ini yang masing-masing dialami oleh 7 responden menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan . ,6%), skor 5 sebanyak 2 responden . ,5%). dalam tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah Median berada pada skor 1, nilai minimum sebesar diberikan abdominal stretching exercise. 0, dan maksimum sebesar 5, nilai rata-rata . adalah 1,74, dan standar deviasi sebesar 1,505. Tabel 4. Uji normalitas data Pretest Posttest PEMBAHASAN Nyeri haid . sebelum dilakukan Signifikasi 0,001 0,004 abdominal stretching exercise. Hasil penelitian yang telah dilakukan . Hasil uji normalitas data menggunakkan uji dilakukan abdominal stretching exercise pada shapiro wilk menunjukkan data tidak berdistribusi remaja putri dengan 31 responden. Nilai tengah normal, didapatkan nilai pretest 0,001 dan posttest . nyeri berada pada skor 3, nilai minimum 0,004 sehingga data disajikan dalam bentuk nilai 1, nilai maksimum 7, nilai mean 3,35, dan standar median, minimum, dan maksimum. deviasi 1,624. Hasil penelitian ini menunjukkan Tabel 5. Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri hasil yang serupa dengan dengan penelitian Paseno Sebelum dan Setelah di Berikan Edukasi Media , . yang menunjukan bahwa dari 33 Video Animasi tentang Anemia di SMA Negeri 2 remaja putri yang sebelum dilakukan abdominal Mengwi Tahun 2025 stretching exercise memiliki nilai median 5, nilai Negative Ranks Positive Ranks Ties Total Mean Ranks 15,50 Sum of Ranks 465,00 0,00 0,00 Nilai -4,880 Nilai 0,000 minimum 3 dan maksimum 8. Pada penelitian Siregar . dapat diketahui dari 24 remaja putri memiliki nilai median 6, nilai minimum 2 dan Berdasarkan penelitian ini dan penelitian sebelumnya maka peneliti dapat menyimpulkan Tabel 5 menjelaskan bahwa dari total 31 bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri responden, sebanyak 30 remaja putri mengalami dengan tingkat ringan hingga sedang sebelum dilakukan abdominal stretching exercise. Menurut menunjukkan tidak ada perubahan tingkat nyeri Septica . dismenorea primer merupakan setelah diberikan abdominal stretching exercise. kondisi nyeri haid tanpa adanya kelainan struktural Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 pada organ reproduksi yang sering dialami remaja menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi nyeri putri dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. haid pada remaja putri, dikarenakan gerakan Beberapa faktor risiko yang diketahui antara lain usia menarche yang terlalu dini, lama merangsang pelepasan endorphin yang berfungsi konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas sebagai pereda nyeri alami tubuh, sehingga rasa fisik, stres emosional, kualitas tidur yang buruk, nyeri yang dirasakan menjadi lebih ringan dan serta paparan asap rokok. Faktor tersebut dapat tubuh terasa lebih rileks. memicu peningkatan produksi prostaglandin yang Perbedaan nyeri haid . sebelum menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga dan sesudah dilakukan abdominal stretching menimbulkan nyeri saat menstruasi. abdominal stretching exercise ini membantu Nyeri haid . sesudah dilakukan abdominal stretching exercise Hasil uji normalitas menggunakan uji sehingga analisis selanjutnya menggunakan uji dilakukan abdominal stretching exercise pada Wilcoxon. Hasil analisis data perbedaan nyeri haid remaja putri dengan 31 responden. Nilai tengah . sebelum dan sesudah dilakukan . nyeri berada pada skor 1, nilai minimum abdominal stretching exercise pada remaja putri 0, nilai maksimum 5, nilai mean 1,74, dan standar menunjukan bahwa abdominal stretching exercise deviasi 1,505. Hasil penelitian ini menunjukan hasil dapat menurunkan tingkat nyeri haid . yang serupa dengan penelitian Paseno dkk. , . dengan nilai p value= 0,00 (<0,. Nilai mean yang menunjukan bahwa dari 33 remaja putri yang rank atau rata-rata peringkatnya sebesar 15,50 dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise nilai sum of rank atau jumlah rangking terhadap memiliki nilai median 2, nilai minimum 1 dan peningkatan sebesar 465,00. Hal ini menunjukkan Pada penelitian Siregar . dapat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat diketahui dari 24 remaja putri memiliki nilai nyeri haid pada remaja putri sebelum dan sesudah median 2, nilai minimum 1 dan maksimum 4. intervensi, sehingga abdominal stretching exercise . Hasil Shapiro Wilk menunjukkan dalam penelitian ini Hasil penelitian yang telah dilakukan terbukti efektif dalam menurunkan nyeri haid pada remaja putri. dilakukan abdominal stretching exercise seluruh Penelitian pengaruh abdominal stretching responden mengalami penurunan tingkat nyeri haid exercise terhadap penurunan dismenore pada remaja putri Paseno dkk. , . Penelitian ini pemberian abdominal stretching exercise dapat menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan Dapat Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 one group pretest posttest. Sampel penelitian lebih rileks dan mengurangi kontraksi otot sebanyak 33 responden. Teknik pengambilan penyebab nyeri. Selain itu, abdominal stretching sampel menggunakan total sampling exercise juga membantu meningkatkan aliran darah menggunakan alat ukur skala nyeri berupa Numeric dan suplai oksigen ke jaringan uterus, yang penting Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan untuk mengurangi penumpukan prostaglandin. Teknik Wilcoxon yang berperan dalam timbulnya nyeri menstruasi. menunjukan ada pengaruh abdominal stretching Latihan ini juga merangsang pelepasan exercise terhadap nyeri haid dengan nilai p value = hormon endorfin, yaitu zat alami tubuh yang 0,000. berfungsi sebagai analgesik atau pereda nyeri. Penelitian yang dilakukan oleh Suindri sehingga secara fisiologis mampu mengurangi . persepsi terhadap nyeri. Dibandingkan dengan eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest terapi farmakologis, abdominal stretching exercise dua kelompok pada 140 siswi, yang dibagi menjadi lebih aman, tidak menimbulkan efek samping, dan terapi abdominal stretching dan akupresur, masing- dapat dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, masing 70 orang. Hasilnya, kedua terapi efektif terapi ini menjadi salah satu pilihan intervensi yang menurunkan nyeri dismenore . =0,. , namun direkomendasikan dalam penanganan dismenore tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok primer secara alami dan holistik. setelah intervensi . =0,. Meski demikian, abdominal stretching exercise dapat digunakan sebagai metode non farmakologis untuk mengatasi dibandingkan akupresur . =0,. Efektivitas nyeri haid . khususnya pada remaja putri dengan intensitas nyeri skor 1 sampai 10. farmakologis untuk mengatasi nyeri haid dengan Setiap remaja putri memiliki skor nyeri dan abdominal stretching exercise juga didukung oleh toleransi nyeri yang berbeda-beda. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa teknik Nursyamsiana menyatakan bahwa abdominal stretching exercise SIMPULAN DAN SARAN adalah salah satu bentuk terapi non farmakologis Ada perbedaan yang signifikan antara perbedaan nyeri haid sebelum dan sesudah . primer, khususnya pada remaja putri. dilakukan abdominal stretching exercise, terlihat Latihan ini dilakukan dengan meregangkan otot- dari nilai p = 0,00 < 0,05. Diharapkan peneliti otot di area perut dan panggul yang mengalami selanjutnya dapat meningkatkan penelitian ini ketegangan selama menstruasi. Melakukan gerakan peregangan secara teratur dapat membuat otot-otot di sekitar uterus mendalam tentang nyeri haid . Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Disarankan untuk menggunakan alat ukur lain sehingga memperoleh jawaban responden yang lebih objektif mengenai perbedaan tingkat nyeri Bagi puskesmas yang mewilayahi disarankan untuk menjadikan abdominal stretching exercise sebagai promosi dan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah. Dan untuk remaja putri, diharapkan abdominal stretching exercise secara teratur sebagai penanganan awal terhadap nyeri haid. DAFTAR PUSTAKA