Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 529-546 Available at: https://journal. id/index. php/jmdb EISSN: 2797-9555 Dampak notifikasi merger dan akuisisi terhadap return saham pada perusahaan perbankan Indonesia Angela Juwono. Audrey Cerelia Widjaja. Felice Carmelite Aprilie Tan. Feysya Sandrina Wijaya. Graceline Melinda* School of Business and Management. Petra Christian University. Indonesia *) Korespondensi . -mail: gracelinemelinda7@gmail. Abstract The increase in merger and acquisition activity both globally and nationally, particularly in the Indonesian banking sector, highlights the urgency of conducting an in-depth analysis of its impact on stock prices. This study aims to examine the effect of merger and acquisition announcements on the stock returns of banking companies in Indonesia, focusing on abnormal returns and cumulative abnormal returns during the period from 2020 to 2024. The research employs the event study method with two observation windows: 30 and 90 days, each consisting of 15 and 45 trading days before and after the announcement date. Merger and acquisition announcement data were obtained from the official website of Komisi Pengawas Persaingan Usaha. The sample includes five merger and acquisition events involving Indonesian banking institutions as acquirers, with actively traded shares on the Indonesia Stock Exchange. The results show that merger and acquisition announcements had no significant impact on abnormal returns or cumulative abnormal returns, in either short-term or long-term windows. This condition indicates that the market responded neutrally to the announcements observed. Keywords: Merger and Acquisition. Stock Return. Banking. Abstrak Peningkatan aktivitas merger dan akuisisi secara global dan nasional, khususnya di sektor perbankan Indonesia, mendorong urgensi analisis mendalam mengenai dampaknya terhadap harga saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengumuman merger dan akuisisi terhadap imbal hasil saham perusahaan perbankan di Indonesia, yaitu abnormal return dan cumulative abnormal return, selama periode 2020 hingga 2024. Studi ini memanfaatkan metode event study dengan dua event window, yaitu 30 hari dan 90 hari. Setiap event window terdiri dari 15 dan 45 hari sebelum dan sesudah tanggal pengumuman. Data pengumuman merger dan akuisisi diperoleh dari situs resmi Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Sampel yang digunakan terdiri dari lima peristiwa merger dan akuisisi yang melibatkan perusahaan perbankan Indonesia sebagai pihak pengakuisisi, dengan saham yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumuman merger dan akuisisi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap abnormal return maupun cumulative abnormal return, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Keadaan ini menunjukkan tidak adanya reaksi pasar yang signifikan terhadap pengumuman tersebut. Kata kunci: Merger dan Akuisisi. Return Saham. Perbankan How to cite: Juwono. Widjaja. Tan. Wijaya. , & Melinda. Dampak notifikasi merger dan akuisisi terhadap return saham pada perusahaan perbankan Indonesia. Journal of Management and Digital Business, 5. , 529Ae546. https://doi. org/10. 53088/jmdb. Copyright A 2025 by Authors. this is an open-access article under the CC BY-SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 530 Pendahuluan Perubahan dinamika ekonomi global dan nasional telah mendorong banyak perusahaan untuk mengadopsi strategi merger dan akuisisi (M&A) sebagai langkah untuk memperluas dan memperkuat pangsa pasar, serta meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Secara global, tahun 2021 mencatatkan rekor tertinggi aktivitas M&A, baik dari segi volume maupun nilai transaksi. Data menunjukkan bahwa jumlah transaksi mencapai lebih dari 62. 000 kesepakatan, meningkat sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai transaksi juga mencatatkan rekor tertinggi yaitu sebesar US$5,1 triliun termasuk 130 transaksi megadeal, angka tersebut melonjak 57% dari tahun 2020 (PwC, 2. Tren positif ini juga tercermin di Indonesia. Berdasarkan data Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), jumlah notifikasi M&A meningkat dari 196 transaksi pada tahun 2020 menjadi 233 transaksi pada tahun 2021. Peningkatan ini salah satunya dipicu oleh dampak pandemi COVID-19 yang membuat banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam mencapai efisiensi dan kelangsungan operasional, sehingga merger dan akuisisi menjadi solusi strategis untuk mempertahankan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Dalam konteks perusahaan, merger dan akuisisi merupakan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas yang tercermin dari kenaikan harga saham serta memperbesar nilai tambah melalui sinergi yang tercipta (Putra & Makaliwe, 2. Muftia Parasati . juga menegaskan bahwa M&A memberikan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai potensial sekaligus menurunkan volatilitas laba dan risiko usaha. Secara khusus, sektor perbankan di Indonesia menjadi salah satu sektor yang paling aktif melakukan merger dan akuisisi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Respati & Setiawan . , tren ini diproyeksikan akan menciptakan perubahan struktur serta intensitas persaingan di industri perbankan Indonesia ke Dukungan konsolidasi perbankan melalui regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memperkuat relevansi strategi M&A di sektor ini. Bagi investor, pengumuman M&A dapat menjadi sinyal penting yang mampu mempengaruhi persepsi dan pergerakan harga saham (Sofian & Utami, 2. Berdasarkan Signaling Theory, respon investor eksternal dipengaruhi oleh sinyal yang diberikan perusahaan, di mana semakin positif sinyal yang diterima pasar, semakin positif pula respons investor yang tercermin pada kenaikan harga saham (Budyastuti & Supriatiningsih, 2. Sinyal M&A dapat dipersepsikan positif atau negatif, tergantung pada penilaian investor terhadap potensi keuntungan dan risiko yang Sinyal akan dianggap positif bagi investor jika pengumuman akuisisi dinilai dapat menambah keuntungan bagi pemilik saham, sebaliknya dapat dianggap negatif jika kegiatan akuisisi dilakukan dengan ambisi pribadi perusahaan untuk mengekspansi pasar, namun dengan risiko tidak menguntungkan yang besar juga (Irawan & Candraningrat, 2. Penelitian Rai & Pandey . , menunjukkan bahwa tanggapan investor terhadap pengumuman M&A berbeda secara signifikan antara bank swasta dan bank publik. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 531 Fenomena ini juga diperkuat oleh temuan Dias et al. yang menyatakan bahwa perubahan harga saham cenderung terjadi saat pasar menerima informasi baru seperti pengumuman M&A. Namun. Pandey et al. , menambahkan bahwa tidak semua pengumuman memiliki dampak yang sama terhadap perubahan return saham. Dengan kata lain, persepsi investor terhadap pengumuman M&A dapat berbeda-beda tergantung bagaimana investor mengartikan informasi yang dapat tercermin pada pergerakan harga saham perusahaan. Hasil penelitian global juga menunjukkan variabilitas dampak M&A terhadap harga Melalui penelitian dengan jendela peristiwa . vent windo. 41 hari. Gulati & Garg . menemukan bahwa pengumuman M&A di India tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saham, meskipun terjadi sedikit kenaikan pada hari-hari menjelang pengumuman. Sebaliknya, penelitian Alsharif . dengan periode pengamatan yang sama terhadap merger bank di Arab Saudi menunjukkan adanya cumulative abnormal return (CAR) positif yang lebih besar pada perusahaan yang melakukan merger . dibandingkan dengan perusahaan yang diakuisisi . Hal ini mengindikasikan bahwa investor percaya bahwa bank yang melakukan merger akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar melalui strategi merger tersebut (Alsharif, 2. Penelitian Sayed . juga mencatatkan adanya lonjakan harga saham di sektor keuangan Arab Saudi sebagai respon pasar terhadap manfaat yang diantisipasi dari aktivitas M&A. Sementara itu. Satapathy & Kaushik . menemukan adanya tren positif pada abnormal return (AR) pada perusahaan bidder sebelum tanggal pengumuman, namun berubah menjadi negatif ketika tanggal pengumuman dan setelah tanggal pengumuman. Di Indonesia, beberapa penelitian sebelumnya juga memberikan hasil yang Irawan & Candraningrat . dan Sofian & Utami . menganalisis dampak M&A terhadap harga saham pada seluruh perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian yang dilakukan oleh Tinika et al. pada saham PT Samudera Indonesia Tbk yang bergerak di sektor transportasi dan logistik menunjukkan tidak adanya perubahan abnormal return yang signifikan setelah pengumuman M&A. Hasil serupa juga ditemukan oleh penelitian Bella Anistasya . yang berfokus meneliti dampak akuisisi TikTok terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Sebaliknya, penelitian Mellynia et al. menemukan penurunan abnormal return yang signifikan setelah pengumuman M&A pada perusahaan sektor telekomunikasi di BEI selama periode 2018 hingga Januari 2022. Dalam konteks perbankan syariah, penelitian Ariyani & Pratama . Ainurrachma & Mawardi . dan Febriani & Setiawan . , menunjukkan bahwa aktivitas M&A tidak memberikan dampak signifikan terhadap abnormal return, di mana ketiga penelitian tersebut menggunakan periode pengamatan atau jendela peristiwa . vent windo. yang relatif singkat, yaitu 15 hari, 21 hari, dan 11 hari. Namun, dalam penelitian pada sektor yang sama selama periode pengamatan 41 hari, ditemukan adanya perubahan abnormal return yang signifikan (Suci, 2. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 532 Perbedaan temuan dalam berbagai studi tersebut menunjukkan adanya ketidakkonsistenan yang memunculkan kebutuhan akan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana pasar modal Indonesia, khususnya di sektor perbankan, bereaksi terhadap aksi korporasi merger dan akuisisi selama periode 2020 Penelitian ini menggunakan dua event window yaitu 31 hari untuk menunjukkan dampak jangka pendek dan 91 hari untuk menjelaskan dampak jangka panjang pengumuman M&A terhadap harga saham. Periode pengamatan jangka pendek bertujuan memberikan gambaran yang lebih rinci reaksi pasar langsung terhadap aktivitas M&A. Sedangkan, periode pengamatan 91 hari bertujuan untuk menangkap kemungkinan reaksi pasar yang tertunda serta dampak jangka panjang M&A terhadap harga saham (Sayed, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh merger dan akuisisi terhadap harga saham sektor perbankan di Indonesia selama periode 2020-2024. Dengan menerapkan metode analisis yang komprehensif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermakna bagi berbagai pemangku kepentingan. Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan menjadi referensi ilmiah yang memperkaya literatur terkait M&A di sektor perbankan, khususnya di emerging market seperti Indonesia. Bagi pelaku industri perbankan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis mengenai efektivitas M&A dalam meningkatkan nilai perusahaan dan kinerja saham. Sementara itu, bagi investor dan pelaku pasar modal, hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait dampak M&A terhadap harga saham untuk mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih Dari sudut pandang regulator dan pemerintah, temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan yang mendorong aktivitas M&A yang sehat dan berkelanjutan. Bagi masyarakat umum, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai dinamika pasar keuangan, khususnya terkait implikasi M&A terhadap stabilitas sektor perbankan sebagai pilar utama perekonomian nasional. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendorong sinergi antar berbagai pihak untuk mengoptimalkan aktivitas M&A demi pertumbuhan sektor perbankan yang berkelanjutan dan berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. Tinjauan Pustaka Teori efficient market hypothesis (EMH) Fama . menyatakan bahwa pasar efisien adalah pasar di mana harga sekuritas selalu Ausepenuhnya mencerminkanAy semua informasi yang tersedia. Berdasarkan cakupan informasinya, pasar efisien dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu efisiensi lemah . arga mencerminkan data histori. , efisiensi semi-kuat . encerminkan seluruh informasi publi. , dan efisiensi kuat . encerminkan semua informasi, termasuk yang bersifat rahasi. Menurut Gumanti & Utami . , pasar efisien terbentuk ketika banyak investor bertindak rasional dan berorientasi keuntungan, dimana investor menjadi price taker, karena harga saham ditentukan oleh aktivitas pasar secara Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 533 Harga aset mencerminkan nilai fundamentalnya jika keputusan investasi didasarkan pada informasi. Pasar sehat ditandai oleh strategi dan preferensi investor, minimnya peluang arbitrase jangka panjang, dan penyesuaian cepat terhadap ketidakseimbangan harga. Namun, kenyataannya efisiensi pasar tidak selalu tercapai secara sempurna. Menurut Can & Isn Dizdarlar . , ketika semua investor bersikap rasional, tidak ada yang mampu memperoleh keuntungan di atas pasar hanya berdasarkan informasi historis. Jika pasar tidak efisien, mekanisme pasar dan investor rasional akan mengembalikan harga ke keseimbangan dalam jangka waktu tertentu. Teori signaling Teori Signaling menjelaskan bahwa manajemen perusahaan dapat mengirimkan sinyal kepada investor mengenai prospek masa depan perusahaan (Choudhury. Konsep dikemukakan oleh Spence . , yang menyatakan bahwa pihak internal dapat mengurangi asimetri informasi dengan menyampaikan sinyal kepada pihak eksternal. Efektivitas sinyal bergantung pada pemahaman investor. Semakin kecil asimetri informasi, semakin akurat pengambilan keputusan investasi (Agustian. Dalam praktiknya, perusahaan sering menggunakan pengumuman M&A sebagai bentuk sinyal strategis (Arisandy, 2024. Irawan & Candraningrat, 2. Namun, sinyal ini tidak selalu direspons positif (Tarigan et al. , 2. Jika investor menilai M&A akan meningkatkan profitabilitas, maka sinyal dianggap positif dan harga saham cenderung naik (Qotimah & Kalangi, 2. Sebaliknya, jika dinilai berisiko atau merugikan, investor akan memberi respon negatif, sehingga harga saham menurun (Sukartaatmadja et al. , 2. Merger dan akuisisi (M&A) Merger adalah strategi ekspansi dengan menggabungkan dua atau lebih perusahaan menjadi satu entitas, dimana hanya satu nama yang bertahan dan lainnya dibubarkan secara hukum tanpa likuidasi (Wiyono, 2. Akuisisi adalah pengambilalihan kepemilikan perusahaan lain melalui pembelian saham atau aset, namun kedua entitas tetap beroperasi (Maulana Malik et al. , 2. Strategi M&A membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis, mengurangi risiko, serta meningkatkan nilai pemegang saham (Sukendri & Putra, 2. Motivasi utamanya meliputi efisiensi operasional, sinergi, peningkatan pendapatan, penghematan modal, dan insentif pajak (Ross et al. , 2. Dalam sektor perbankan, sinergi dan efisiensi menjadi pendorong utama strategi ini (Mal & Gupta, 2. Namun, kurang dari 25% M&A berhasil mencapai tujuan keuangannya (Fitriningrun et al. , 2020. Lewis & McKone, 2. Sayed . mencatat lonjakan harga saham pasca M&A, sementara Mellynia et al. menemukan penurunan signifikan pada return saham dan abnormal return, menandakan respon negatif investor terhadap pengumuman Stock Return. Abnormal Return (AR), dan Cumulative Abnormal Return (CAR) Stock return merupakan indikator penting dalam menilai kinerja investasi, karena mencerminkan stabilitas dan potensi keuntungan suatu perusahaan (Sabrina & Machdar, 2025. Zulfikar, 2. Return diperoleh investor dari perbedaan harga saham dalam periode tertentu. Dengan memahami besarnya return, investor dapat menilai Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 534 peluang dan risiko berdasarkan perbedaan antara actual return dan expected return (Mardiah & Wana, 2020. Thoraya & Muyassaroh, 2. Untuk menilai dampak dari event, diperlukan perhitungan abnormal return (MacKinlay, 1. Abnormal return adalah kelebihan dari return aktual terhadap return yang diharapkan oleh investor . xpected retur. pada tanggal tertentu (Gulati & Garg, 2024. Mujiani et al. , 2020. Winanti et al. , 2. Selanjutnya, cumulative abnormal return (CAR) merupakan akumulasi dari abnormal return selama periode sekitar terjadinya peristiwa untuk melihat reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (Najubah & Atim Djazuli, 2. Konsep CAR digunakan untuk menangkap dampak peristiwa terhadap pasar yang memiliki periode pengamatan lebih dari satu hari. Hasil perhitungan CAR dapat digunakan untuk mengevaluasi bagaimana suatu peristiwa seperti M&A mempengaruhi return saham selama jangka waktu tertentu (MacKinlay, 1. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah applied research dengan menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan Event Study Method dengan event window selama 30 dan 90 hari, yang masing-masing terdiri atas 15 dan 45 hari sebelum dan setelah Tujuannya untuk menganalisa dampak jangka pendek dan jangka panjang dari pengumuman M&A terhadap return saham perusahaan perbankan di Indonesia. ESM . vent study metho. Event study merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengukur abnormal stock return guna menilai dampak suatu peristiwa tertentu terhadap harga saham Langkah pertama dalam melakukan event study adalah mendefinisikan event of interest dan menentukan event window, yaitu periode dimana harga saham akan dianalisis untuk melihat perubahan yang terjadi akibat peristiwa tersebut. Dalam analisis ini, terdapat dua periode utama yang digunakan, yaitu estimation window dan event window. Estimation window merupakan periode sebelum event date . = . yang digunakan untuk memperkirakan normal stock return, biasanya berdasarkan model tertentu seperti market model, constant mean return model, atau CAPM (Capital Asset Pricing Mode. Periode ini didefinisikan sebagai t = TCA 1 hingga t = TCA, dengan panjang estimation window dihitung sebagai LCA = TCA - TCA. Setelah estimation window, terdapat event window, yaitu periode di mana dampak peristiwa terhadap harga saham dianalisis. Periode ini berlangsung dari t = TCA 1 hingga t = TCC, dengan panjang event window dihitung sebagai LCC = TCC - TCA. Dalam penelitian event study, abnormal return dihitung sebagai selisih antara actual stock return dan expected return, dimana expected return diperoleh dari model yang telah ditetapkan dalam estimation window. Studi ini banyak digunakan dalam bidang corporate finance, terutama untuk menganalisis dampak dari berbagai peristiwa seperti mergers, earnings announcements, dividend changes, regulatory changes, dan share repurchases terhadap harga saham. Dengan menggunakan event study, peneliti dapat mengevaluasi reaksi pasar terhadap suatu peristiwa dan mengukur sejauh mana Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 535 informasi baru tercermin dalam harga saham. Inti dari sebuah event study adalah pengukuran abnormal stock return (MacKinlay, 1. Actual stock return Actual stock return adalah hasil atau return sebenarnya yang diperoleh investor dari investasi saham (LBS & Khairunnisa, 2. Actual stock return dihitung menggunakan ycNycuycycayco ycIyceycycycycu = ycEyc Oe . cEycOe1 ) . cEycOe1 ) Dimana: Total Return : tingkat return saham perusahaan : harga saham perusahaan pada saat periode t Pt - 1 : harga saham perusahaan sehari sebelum periode t Expected stock return Expected stock return merupakan model yang mengaitkan tingkat expected return atau pengembalian yang diharapkan oleh investor dari suatu aset yang berisiko (Hasan et , 2. Expected stock return (CAPM) dapat dihitung menggunakan rumus: ycIycn,yc = ycIyce yuycn . cIyco ycIyce ) Dimana: Ri,t : return yang terealisasi dari dalam estimasi periode t : return bebas risiko yuycn : beta perusahaan i pada saat periode t : Indeks return pasar pada periode-t, yang dihitung menggunakan IHSG dengan rumus ycIyco = . ayaycIyayc OeyayaycIyaycOe1 ) yayaycIyaycOe1 Abnormal return (AR) AR dapat dihitung menggunakan rumus berikut. yaycIycyc = ycIycyc Oe ya. cIycyc ) Dimana: ARjt : Abnormal Return saham sekuritas i pada periode ke t Rjt : Return saham sekuritas i pada periode ke t E(Rj. : Expected Return saham i periode ke t Cumulative abnormal return (CAR) CAR dapat dihitung menggunakan rumus berikut. yayaycIycn . ua1,yua. = Ocyua2 yaycIyua yua=yua1 Dimana: yayaycIycn . ua1,yua. : cumulative abnormal return untuk sekuritas i dari periode yua1 hingga yua2 yaycIyua : abnormal return pada hari yua yua1OyuaOyua2 : menunjukkan bahwa periode pengamatan mencakup beberapa hari sebelum dan setelah peristiwa terjadi. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 536 Populasi studi ini mencakup seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dan melakukan aktivitas M&A pada periode 2020-2024, sesuai data yang diperoleh dari website resmi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Adapun kriteria sampelnya mencakup perusahaan perbankan terbuka di Indonesia . ercatat aktif di BEI) yang bertindak sebagai pengakuisisi, serta memiliki tanggal notifikasi tercatat dalam rentang tahun 2020 hingga 2024. Berdasarkan perolehan data, 5 event yang memenuhi kriteria sampel adalah: Tabel 1. Sampel Penelitian Event Tahun Jenis Transaksi Tanggal Notifikasi Pengambilalih Ticker Akuisisi Saham Merger 2021 badan 6 November PT Bank Central Asia Tbk BBCA 10 Maret PT Bank Syariah Indonesia Tbk Target PT Bank Interim Indonesia Bank Syariah BRIS Mandiri. PT Bank BNI Syariah PT Pegadaian dan PT BBRI Penanaman Modal Madani Akuisisi Saham 8 Desember PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Akuisisi Saham 30 Juni 2022 PT Bank Negara Indonesia Tbk BBNI PT Bank Mayora Akuisisi Saham 9 Januari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Danareksa BBRI Investment Management Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik inferensial untuk mengevaluasi reaksi pasar terhadap pengumuman M&A. Teknik yang digunakan meliputi uji paired t-test, analisis statistik deskriptif, dan korelasi Pearson. Uji paired t-test bertujuan menguji perbedaan nilai AR dan CAR karena data yang dianalisis merupakan pasangan observasi dari periode waktu yang sama. Analisis ini membantu mengidentifikasi perubahan kinerja saham akibat aksi korporasi. Selanjutnya, analisis statistik deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik distribusi AR dan CAR. Analisis ini memberikan pemahaman umum terhadap sebaran data dan kemungkinan penyimpangan dari distribusi normal. Selain itu, uji korelasi Pearson digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara AR sebelum dan sesudah Kombinasi ketiga teknik ini diharapkan memperkuat validitas temuan empiris dalam mengukur respons pasar terhadap aktivitas M&A. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian Penulis menggunakan Stata untuk menganalisis data dengan paired t-test untuk melihat perubahan nilai sebelum dan sesudah M&A, korelasi Pearson untuk mengukur hubungan antar variabel, serta analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 537 Event 1 (PT Bank Central Asia Tbk & PT Bank Interim Indonesi. Tabel 2. Event 1 Long Term . Items Mean Variance Observation Pearson Correlation Hypothesized Mean Difference t-statistic P (T<=. two-tailed t critical two-tail Before 4,85% 0,0005 0,1334 Short Term . CAR After 5,11% 3E-04 Before 117,84% 0,3868 0,9966 After 118,27% 0,4552 Before 5,22% 0,0003 0,035 CAR After 4,97% 2E-04 Before 44,65% 0,0471 0,9979 -0,6436 0,5231 2,0154 -0,3889 0,6992 2,0154 0,3406 0,7384 2,1448 6,5398 2,1448 After 42,05% 0,0496 Pada analisis jangka panjang Event 1, rata-rata AR tercatat naik ( 0,26%) menjadi 5,11% setelah pengumuman. Hasil uji paired t-test . = -0,6436. p = 0,5. menunjukkan gagal tolak H0. Pada CAR, rata-rata meningkat ( 0,43%) menjadi 118,27%, dan hasil uji paired t-test tidak signifikan . = -0,3889. p = 0,6. , sehingga H0 gagal ditolak. Sementara itu, pada analisis jangka pendek Event 1, rata-rata AR menurun (-0,25%) menjadi 4,97% pasca pengumuman, dengan hasil uji paired t-test . = 0,3406. p = 0,7. gagal tolak H0. Namun. CAR turun dari (-2,6%) menjadi 42,05% , dan hasil uji paired t-test . = 6,5398. p = 0,0. tolak H0. Event 2 (PT Bank Syariah Indonesia Tbk & Bank Syariah Mandiri. PT Bank BNI Syaria. Tabel 2. Event 2 Long Term . Items Short Term . CAR Before After 1917% 1915% 119,09 119,38 Before 83,70% 0,0007 -0,0457 0,9999 -0,3512 0,9999 -0,421 -1,0056 -0,0123 -2,8554 0,6758 0,3201 0,9903 0,0127 2,0154 2,0154 2,1448 2,1448 Before After Mean -82,60% -81,70% Variance Observation Pearson Correlation Hypothesized Mean Difference t-statistic P (T<=. twotailed t critical two-tail 0,0041 0,0163 After -83,70% 0,0006 CAR Before After -670% 13,829 14,13 Pada analisis jangka panjang Event 2, rata-rata AR BSI. Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah adalah naik tipis ( 0,91%) menjadi -81,70% . Hasil uji paired t-test . = 0,4210. p = 0,6. menunjukkan H0 gagal ditolak. CAR juga naik ( 2,13%) menjadi 1915% , namun paired t-test . = -1,0056 dan p = 0,3. menunjukkan gagal tolak H0. Sementara pada analisis jangka pendek Event 2. AR tercatat membaik ( 0,02%) Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 538 menjadi -83,70%. Hasil uji paired t-test . = -0,0123. p = 0,9. menunjukkan gagal tolak H0. Selain itu. CAR mengalami kenaikan ( 5,29%) menjadi -665%, dengan hasil uji paired t-test . = -2,8554 dan p = 0,0. tolak H0. Event 3 (PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk & PT Pegadaia. Tabel 3. Event 3 Before 10,12% 0,0002 Long Term . CAR After Before After 10,14% 235,70% 237,10% 0,0001 1,82418 1,78431 Before 10,10% 0,0003 Short Term . CAR After Before After 10,50% 80,90% 84,50% 0,0001 0,217 0,219 0,0628 0,9999 -0,1534 0,9997 0,0797 4,2546 0,7233 11,352 0,9369 0,0001 0,4814 2,0154 2,01537 2,1448 2,1448 Items Mean Variance Observation Pearson Correlation Hypothesized Mean Difference t-statistic P (T<=. twotailed t critical twotail Pada analisis jangka panjang Event 3, rata-rata AR menurun tipis (-0,02%) menjadi -10,14% setelah pengumuman. Hasil uji paired t-test . = 0,0797. p = 0,9. menunjukkan gagal tolak Ho. Sementara itu. CAR turun (-1,39%) menjadi -237,10%. Hasil uji paired t-test . = 4,2546. p = 0,0. menunjukkan tolak H0. Sementara analisis Jangka Pendek Event 3. AR mengalami penurunan (-0,38%) menjadi -10,50%. Hasil uji paired t-test . = 0,7233. p = 0,4. adalah gagal tolak H0. CAR juga mengalami penurunan (-3,6%) menjadi -84,50%, dengan hasil uji paired t-test . = 11,352. p = 0,0. tolak H0. Event 4 (PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk & PT Bank Mayor. Tabel 4. Event 4 Items Mean Variance Observation Pearson Correlation Hypothesized Mean Difference t-statistic P (T<=. twotailed t critical twotail Long Term . CAR Before After Before After -1429% 61,90% 61,60% 0,0006 0,0002 66,287 65,114 Before 62,60% 0,0004 Short Term . CAR After Before After 61,90% 497,60% 498,70% 0,0004 7,75748 7,71047 -0,0246 -0,5717 0,9999 -0,6549 -7,2605 -0,9007 1,0125 0,516 0,383 0,3285 2,0154 2,0154 2,1448 2,1448 Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 539 Hasil Analisis Jangka Panjang Event 4, menunjukkan rata-rata AR tercatat meningkat ( 0,33%) menjadi -61,60% setelah pengumuman. Hasil paired t-test . = 0,6549. p = 0,. menunjukkan gagal tolak H0. Sementara itu. CAR meningkat ( 9,35%) menjadi -1429%, namun hasil uji paired t-test . = -7,2605. p = 0,0. adalah tolak H0. Sementara analisis Jangka Pendek Event 4. AR meningkat ( 0,65%) menjadi -61,90%. Hasil uji paired t-test . = -0,9007. p = 0,. adalah tolak H0. Untuk CAR, nilai berubah (-1,11%) menjadi -498,70%, dengan hasil uji paired t-test . = 1,0125. = 0,3. gagal tolak H0. Event 5 (PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk & PT Danareksa Investment Managemen. Tabel 4. Event 5 Items Mean Variance Observation Pearson Correlation Hypothesized Mean Difference t-statistic P (T<=. two-tailed t critical two-tail Long Term . CAR Before After Before After 1,70% 1,63% 42,31% 36,16% 0,0002 2E-04 0,0409 0,0401 0,081 0,9852 Before 2,19% 0,0002 0,1055 Short Term . CAR After Before 1,70% 18,86% 2E-04 0,0081 0,9735 -0,269 0,7892 2,0154 -11,915 2,0154 -0,993 0,3378 2,1448 -5,6157 0,0001 2,1448 After 14,21% 0,004 Hasil Analisis Jangka Panjang Event 5, rata-rata AR tercatat meningkat ( 0,07%) menjadi -1,63%. Namun, hasil uji paired t-test . = -0,2689. p = 0,7. adalah gagal tolak H0. Sebaliknya. CAR meningkat ( 6,15%) menjadi -36,16% , dengan hasil uji paired t-test . = -11,9153. p = 0,0. tolak H0. Sementara Analisis Jangka Pendek Event 5. AR mengalami kenaikan ( 0,49%) menjadi -1,70%. Hasil uji paired t-test . = -0,9926. p = 0,3. adalah gagal tolak H0. Sementara itu. CAR meningkat ( 4,65%) menjadi -14,21%. Hasil uji paired t-test . = -5,6157. p = 0,0. tolak H0. Pembahasan Event 1 Dapat disimpulkan bahwa pengumuman M&A antara PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Interim Indonesia tidak memberikan dampak signifikan terhadap AR, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, mencerminkan respon pasar yang minim terhadap pengumuman tersebut dari sisi return harian individual. Namun, penurunan signifikan pada CAR jangka pendek mencerminkan adanya sentimen negatif pasar terhadap pengumuman merger tersebut dalam waktu dekat, menunjukkan bahwa pasar menilai pengumuman M&A kurang menguntungkan dalam waktu dekat, kemungkinan karena ketidakpastian integrasi atau kekhawatiran sinergi yang belum terbukti. Dalam jangka panjang, baik AR maupun CAR tidak menunjukkan perubahan signifikan, mengartikan bahwa efek pengumuman merger terhadap nilai Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 540 saham bersifat netral atau sudah diantisipasi pasar sebelumnya. Dengan demikian, meskipun pasar harian terlihat netral, penurunan CAR jangka pendek menunjukan kekhawatiran langsung investor setelah pengumuman. Penurunan signifikan pada CAR jangka pendek sejalan dengan penelitian Auqie . , mengindikasikan pengumuman M&A dapat menurunkan AR. CAR, maupun ROA, menandakan tidak adanya dampak signifikan bagi pemegang saham perusahaan pengakuisisi baik dari sisi efisiensi pasar maupun kinerja keuangan. Studi oleh Wibowo & Pakereng . mendukung bahwa dalam jangka pendek, perusahaan pengakuisisi di Indonesia memperoleh AR yang negatif di sekitar tanggal pengumuman M&A, mendorong adanya sentimen negatif pasar terhadap pengumuman tersebut. Event 2 Hasil analisis pada Event 2 menunjukkan bahwa pengumuman merger antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah tidak berdampak signifikan terhadap AR, baik dalam jangka pendek maupun jangka Namun. CAR jangka pendek menunjukan perbaikan signifikan meskipun nilainya negatif, membuktikan respon pasar yang positif secara kumulatif, meski belum cukup mendorong kenaikan harga saham secara nyata. Dalam jangka panjang, tidak terdapat perubahan signifikan pada AR dan CAR, yang kemungkinan disebabkan oleh ekspektasi pasar yang sudah terbentuk sebelumnya atau masih menunggu realisasi hasil integrasi dan kinerja pasca-merger. Temuan ini selaras dengan (Arieska Mellynia et al. , 2023. NielsenIQ, 2. yang menyatakan tidak adanya perubahan signifikan pada AR karena pengumuman merger bank syariah. Hal ini menunjukan sikap investor di sektor perbankan syariah cenderung konservatif dalam pengumuman M&A minimnya ekspektasi terhadap kenaikan nilai saham dalam waktu dekat. Secara teoritis, hasil ini mendukung teori EMH dan melalui Signaling Theory, merger dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar, namun rendahnya respon investor menunjukan keraguan terhadap prospek jangka panjang dari peristiwa tersebut. Meskipun tidak berdampak signifikan pada return harian, perbaikan CAR jangka pendek memberi sinyal awal bahwa pasar melihat peluang, sambil menunggu hasil nyata pasca-merger. Event 3 Hasil Event 3 menunjukkan bahwa pengumuman merger antara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Pegadaian tidak mempengaruhi AR secara signifikan dalam jangka pendek maupun panjang, mengindikasikan respon pasar harian yang cenderung netral. Namun. CAR menunjukkan penurunan pada kedua event windows, menunjukkan reaksi negatif pasar secara konsisten. Penurunan CAR dapat mencerminkan kekhawatiran investor terhadap efisiensi hasil merger atau potensi beban integrasi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Asiri & Hameed . dan Rehman & Chaudhry . yang juga menunjukkan CAR negatif dalam kasus merger sektor perbankan. Secara keseluruhan, meskipun perubahan AR tidak signifikan, penurunan CAR pada kedua event windows menunjukkan sinyal negatif dari pasar, serta pentingnya analisis CAR dalam mengevaluasi dampak M&A. Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 541 Event 4 Hasil Event 4 menunjukkan bahwa akuisisi PT Bank Mayora oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk tidak memicu reaksi signifikan dari pasar dalam jangka pendek maupun panjang berdasarkan ARnya. Hal ini mengindikasikan respon netral oleh investor terhadap informasi harian. Namun, perubahan signifikan pada CAR jangka panjang, meskipun tetap negatif, menunjukkan respon kumulatif yang lebih kuat dan bersifat jangka panjang. Tidak ditemukannya perbedaan signifikan pada CAR jangka pendek menunjukkan bahwa efek pengumuman tidak langsung dirasakan dalam periode waktu pendek. Temuan ini sejalan dengan penelitian Farinys et al. Nugroho & Juliarto . dan Upadhyay & Kurmi . di Indonesia, yang menunjukkan AR jangka pendek cenderung netral dan CAR jangka panjang negatif. Secara keseluruhan, respon pasar terhadap akuisisi lebih terasa dalam jangka panjang dibandingkan jangka pendek, meskipun arahnya tetap negatif. Event 5 AR harian yang tidak signifikan pada kedua event windows . dan 90 har. , serta CAR yang signifikan dan mengalami perbaikan meskipun tetap negatif mencerminkan adanya potensi underreaction pasar terhadap aksi akuisisi PT Danareksa Investment Management oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Investor tidak langsung merespon secara positif, namun tekanan negatif pada harga saham berkurang secara bertahap. Penemuan ini konsisten dengan penelitian Rahman et al. di Pakistan dan Asiri & Hameed . pada sektor perbankan di Bahrain yang menunjukkan AR negatif di sekitar tanggal pengumuman, namun mengalami perbaikan nilai kumulatif (CAR) ke arah yang positif setelahnya. Hasil penelitian ini juga mendukung teori Efficient Market Hypothesis yang menyatakan bahwa informasi publik seperti pengumuman M&A akan tercermin dalam harga saham, meskipun dalam praktiknya sering terjadi keterlambatan dalam penyesuaian nilai akibat kompleksitas informasi yang diterima investor (Fama, 1. Dalam konteks Signaling Theory, pengumuman akuisisi ini dapat dipandang sebagai sinyal positif kepada pasar akan prospek pertumbuhan dan kinerja perusahaan kedepannya. Meskipun respon awal pasar kurang baik, arah perbaikan nilai CAR menunjukkan adanya proses evaluasi ulang oleh investor terhadap potensi sinergi jangka panjang dari akuisisi tersebut. Kesimpulan Penelitian ini menganalisis lima peristiwa M&A bank di Indonesia untuk mengevaluasi dampaknya terhadap AR dan CAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumuman M&A secara umum tidak memberikan dampak signifikan terhadap AR, baik dalam jangka pendek maupun panjang, dimana respons pasar cenderung netral terhadap pengumuman M&A. Namun, analisis CAR mengungkapkan reaksi pasar yang lebih beragam, dimana tiga dari lima peristiwa menunjukkan perubahan signifikan, baik berupa penurunan maupun peningkatan. Penurunan CAR, seperti pada peristiwa 1 dan 3, menunjukkan adanya sentimen negatif pasar terkait ketidakpastian proses integrasi atau keraguan terhadap manfaat sinergi. Sebaliknya, peningkatan CAR pada peristiwa 2 dan 5 menunjukkan bahwa pasar menilai aksi M&A tersebut memiliki potensi keuntungan jangka panjang. Dengan demikian, meskipun Journal of Management and Digital Business, 5. , 2025, 542 pengumuman M&A tidak selalu memicu reaksi instan pada AR, analisis CAR tetap penting karena mencerminkan ekspektasi investor terhadap nilai strategis M&A. Oleh karena itu. CAR sebaiknya menjadi pertimbangan utama dalam menilai keberhasilan aksi korporasi. Referensi