Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pemberdayaan Santri Melalui Gerakan Pemanfaatan Sampah di Lingkungan Pesantren Modern AssaAoadah Pasirmanggu Cikeusal Serang Hasuri1. Alif Rachman Putra2. Harjun Bilmona3 1Ilmu Hukum. FISIPKUM. Univesitas Serang Raya 2Ilmu Komunikasi. FISIPKUM. Univesitas Serang Raya 3Ilmu Hukum. FISIPKUM. Univesitas Serang Raya Email: majalah. assaadah@gmail. ABSTRAK Sebagian Santri di Pondok Pesantren Modern Assaadah belum maksimal dalam melakukan pengelolaan sampah, terlihat dari belum adanya kegiatan pemisahan dan pengelolaan sampah organik dan sampah anorganik, dari ruang kamar hingga lingkungan pesantren belum adanya pemisahan secara maksimal. Jenis sampah yang mendominasi di lingkungan pesantren Modern Assaadah adalah sampah yang dapat terurai secara alami seperti sisa makanan santri, daun-daun, kayu dan ada juga sampah tidak terurai seperti sampah plastik. Eksisting sampah di lingkungan pesantren Assaadah sebagian dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah melalui truk pengangkut sampah, sebagian dibiarkan menumpuk dan dapat menyebabkan aroma tidak sedap, tercemar udara, tanah dan air serta berisiko terhadap kesehatan santri. Berdasarkan hal tersebut. Tim KKM 51 Universitas Serang Raya melalui kegiatan pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai gerakan pemilahan sampah serta pelatihan pengolahan kompos dari bahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung dengan pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman santri untuk menerapkan pemilahan sampah di kamar, asrama dan lingkungan pesantren, terlihat dari bertambahnya jumlah santri yang memanfaatkan tempat sampah terpilah sesuai jenisnya, yakni sebesar 74%. Kata kunci: Pemberdayaan Santri. Pemanfaatan Sampah. Ponpes AssaAoadah ABSTRACT Some students at the Modern Assaadah Islamic Boarding School have not been maximizing their waste management efforts, as evidenced by the lack of activities to separate and manage organic and inorganic waste, from dormitory rooms to the boarding school environment, where waste separation has not been optimized. The predominant type of waste in the Modern Assaadah boarding school environment is biodegradable waste, such as food scraps from students, leaves, and wood, as well as non-biodegradable waste like plastic. Existing waste in the Assaadah boarding school environment is partially transported to the final waste disposal site via waste collection trucks. At the same time, some is left to accumulate, potentially causing unpleasant odors, contaminating air, soil, and water, and posing health risks to the students. Based on this. Team KKM 51 from Serang Raya University conducted community service activities to raise awareness and educate the public about waste sorting initiatives, as well as provide training in composting using both organic and inorganic waste materials. These activities were conducted through presentations, discussions, and hands-on practice, employing a participatory approach. The results of this activity showed an increase in the awareness and understanding of students regarding the application of waste sorting in their rooms, dormitories, and the boarding school environment, as evidenced by the increased number of students utilizing sorted waste bins according to their type, reaching 74%. Keywords: Empowerment of Islamic Boarding School Students. Waste Utilization. Assa'adah Islamic Boarding School SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA rosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Sampah adalah suatu aspek yang selalu ada dalam aktivitas sehari-hari. Setiap individu yang melakukan aktivitas termasuk juga aktifitas santri di Pondok Pesantren Modern AssaAoadah yang terletak di Kampung Pasirmanggu. Ds Dahu Kecamatan Cikeusal Serang Banten. Peningkatan produksi sampah setiap hari mengalami peningkatan, produksi sampah tanpa penanganan serius dan lebih lanjut dapat menimbulkan masalah serius di Lingkungan Pesantren khususnya juga sekitar pesantren. Persoalaan sampah berkaitan dengan isu kebersihan, isu kesehatan, isu lingkungan dan isu sosial lainnya yang dapat menimbulkan konflik di dalam masyarkat. Persoalan sampah di Pondok Assaadah yang utama adalah penumpukan atau penimbunan yang semakin melimpah dari hari ke hari dan bertahan dalam waktu yang cukup lama, hal ini disebabkan oleh proses pengelolaan dan pembuangan sampah yang lambat terutama pada saat kendaraan operasional mengalami gangguan. Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern AssaAoadah sebagai lembaga pendidikan yang diasramakana atau pesantren untuk mencetak generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan agent of change dalam melahirkan pemimpin dimasa yang akan datang. Madrasah Aliyah Memiliki potensi besar menjadikan Lingkungan Pesantren yang asri, bersih dan sehat. Pemberdayaan Santri dalam Mengelola Sampah Program ini bertujuan untuk membangun budaya peduli sampah melalui kegiatan pengelolaan sampah yang melibatkan siswa secara langsung. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya pemilahan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, serta memiliki perilaku yang peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan. Pemberdayaan Santri dapat diartikan menyelesaikan persoalan sampah dengan metode mengembangkan kemampuan diri sendiri sehingga bebas dan mampu untuk mengatasi masalah dan mengambil menangani persoalan kampus tanpa keterlibatan pihak lain (Barajas- Alvares et , 2024. Gherheo et al. , 2024. Musa et , 2. Untuk mencapai kebersihan lingkungan Pesantren. Santri diajak berperan sebagai subjek untuk mengelola berperilaku terhadap pengelolaan sampah harus mendapatkan fokus yang lebih Sikap dan perilaku yang selanjutnya menciptakan suatu kesadaran akan kebersihan lingkungan adalah elemen paling krusial dalam menciptakan suasana Lingkungan Pesantren yang lebih bersih. Banyak metode untuk mengembangkan budaya bersih di lingkungan pesantren melalui pendidikan dan penyuluhan, maupun yang bersifat komprehensif berupa suatu aksi kerja bakti atau tandziful Aoam. Gambar 1. Madrasah Aliyah Pesantren Modern AssaAoadah Pondok METODE PELAKSANAAN Pemberdayaan yang dilakukan meliputi beberapa tahap : Sosialisasi Pada tahap sosialisasi dan edukasi, tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman dasar kepada santri mengenai pentingnya pengelolaan sampah dengan cara yang sederhana dan mudah Tim pengabdian memberikan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 materi mengenai jenis-jenis sampah, yaitu sampah organik yang mudah terurai seperti sisa makanan dan daun-daun, serta sampah anorganik yang sulit terurai seperti plastik dan logam. Selain itu, santri juga dijelaskan mengenai dampak negatif sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap lingkungan, kesehatan, dan Sosialisasi ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, di mana santri turut terlibat aktif dalam kegiatan, baik melalui diskusi maupun tanya jawab, untuk mengklarifikasi konsep-konsep yang telah disampaikan dan memberikan kesempatan untuk bertanya terkait hal-hal yang belum dipahami dengan baik. Materi yang disampaikan juga dilengkapi dengan media visual seperti gambar dan video, guna mempermudah pemahaman dan meningkatkan daya tarik bagi santri. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menggunakan media yang mudah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari Gambar 1. Kegiatan sosialisasi SMA pondok pesantren modern AssaAoadah. Diskusi dan tanya jawab Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya mengenai pengelolaan sampah yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada tahap ini, santri diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengemukakan pendapat mereka mengenai topik yang telah dibahas, serta untuk menggali lebih dalam mengenai cara-cara praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di Diskusi ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi masalah atau kendala yang mungkin dihadapi santri dalam pemilahan sampah, serta mencari solusi bersama. Misalnya, beberapa santri dipisahkan atau merasa bahwa pemisahan sampah memerlukan waktu dan usaha Gambar 2. Diskusii dan tanya jawab dengan siswa Praktik Langsung Pada tahap praktik langsung, santri dilibatkan untuk menerapkan secara langsung apa yang telah mereka pelajari mengenai pemilahan sampah. Langkah memberikan pelatihan tentang cara memisahkan sampah di kamar, asrama, dan area umum lainnya di pesantren. Santri diajarkan untuk membedakan antara sampah organik, seperti sisa makanan dan daun-daunan, yang mudah rosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 terurai dan dapat diolah menjadi kompos, dan sampah anorganik, seperti plastik dan kaca, yang sulit terurai dan memerlukan pengolahan lebih lanjut seperti daur Selain itu, santri juga diberi pelatihan mengenai cara pembuatan kompos dari sampah organik yang mereka hasilkan. Mereka belajar untuk mengumpulkan sampah organik, mencacahnya, dan mencampurnya dengan bahan lain yang mendukung proses pengomposan. Proses ini tidak hanya mengajarkan mereka cara mengelola sampah secara efektif, tetapi juga memberi manfaat langsung, seperti kompos yang dapat digunakan untuk kegiatan penghijauan di sekitar pesantren. Praktik langsung ini sangat penting karena memberi santri kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka terima dalam situasi nyata, serta memperkuat kebiasaan baik yang dapat diterapkan di rumah atau masyarakat Melalui pelatihan ini, santri diharapkan dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar (Nurkholida & Najahah, 2. Gambar 2. Praktek langsung pemilahan Pemantauan dan Evaluasi Pada tahap pemantauan dan evaluasi, tim pengabdian melakukan observasi untuk menilai sejauh mana perubahan yang terjadi setelah pelaksanaan kegiatan Pemantauan dilakukan dengan mengunjungi pesantren secara berkala untuk melihat implementasi pemilahan sampah yang telah diajarkan. Tim pengabdian memeriksa tempattempat sampah terpilah di berbagai area pesantren, seperti kamar santri, asrama, dan ruang umum, untuk memastikan bahwa sampah dipisahkan sesuai jenisnya. Selain itu, wawancara informal dengan santri dan petugas kebersihan dilakukan untuk menggali lebih dalam apakah mereka mengalami kesulitan dalam pemisahan sampah atau ada halangan lainnya dalam pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada santri untuk mendapatkan umpan terhadap pengelolaan sampah serta apakah mereka merasa lebih mudah dan termotivasi untuk memisahkan sampah setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil dari pemantauan dan evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 74% santri mulai memisahkan sampah mereka dengan benar di kamar dan area lainnya, dan 70% santri mulai mengolah sampah organik menjadi kompos untuk kegiatan penghijauan di sekitar pesantren(Adin Kurniawan et al. , 2023. Iqbal et al. , 2024. Munif & Mauludin, 2. Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa tantangan, seperti terbatasnya fasilitas pemilahan sampah di beberapa area, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku santri dalam pengelolaan sampah. Evaluasi ini juga memperbaiki dan menambah fasilitas tempat sampah terpilah serta melakukan penyuluhan lebih lanjut agar kebiasaan baik ini dapat dipertahankan dan diterapkan secara konsisten oleh santri. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah pemberdayaan santri melalui gerakan pemanfaatan sampah di Pondok Pesantren Modern Assaadah, terdapat perubahan yang signifikan dalam kesadaran dan perilaku santri terkait pengelolaan Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim pengabdian, sekitar 74% santri mulai memisahkan sampah di kamar, asrama, dan area umum sesuai dengan jenisnya. Sebelumnya. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sistematis, dan sampah sering kali dicampur tanpa adanya pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Namun, setelah kegiatan sosialisasi, diskusi, dan pelatihan yang diberikan, banyak santri yang menunjukkan kesadaran baru dalam mengelola sampah mereka. Selain itu, sebanyak 70% santri juga mulai mengolah sampah organik menjadi kompos untuk digunakan dalam kegiatan penghijauan di sekitar pesantren. Pemberdayaan santri melalui gerakan pemanfaatan sampah ini memberikan dampak yang positif bagi lingkungan Sebagaimana dijelaskan oleh Irwandi . , pengelolaan sampah yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini secara mandiri, yang merupakan langkah awal yang baik dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Pemilahan sampah yang efektif, terutama di tingkat rumah tangga atau pesantren, berperan penting dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta meminimalkan pencemaran yang disebabkan oleh sampah plastik dan bahan anorganik lainnya (Rousta & Bolton, 2019. Saptaputra et al. Pemberdayaan berbasis pengetahuan dan keterampilan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah (M. Edullantes et al. , 2024. Slamet Widodo, 2. Keterlibatan langsung santri dalam praktik pemilahan menunjukkan bahwa pelatihan yang berbasis partisipasi dan praktik langsung lebih efektif dalam menginternalisasi pengetahuan dan kebiasaan baru. Hal ini juga memberikan dampak positif dalam menjaga kelestarian lingkungan pesantren dan memperkenalkan konsep-konsep lingkungan kepada santri. Namun, meskipun hasil yang diperoleh cukup menggembirakan, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti terbatasnya fasilitas tempat sampah terpilah yang memadai di seluruh area pesantren. Beberapa area pesantren masih kekurangan tempat sampah terpilah pemilahan sampah yang optimal. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, diperlukan penambahan fasilitas tempat sampah yang lebih memadai di seluruh area pesantren, serta penyuluhan berkelanjutan agar kebiasaan baik ini dapat dipertahankan dalam jangka Selain itu, hasil pengolahan sampah menunjukkan potensi yang besar. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk kegiatan penghijauan dan penanaman pohon di sekitar pesantren, yang sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di pesantren dan memberikan manfaat tambahan bagi santri. KESIMPULAN Kegiatan pemberdayaan santri melalui gerakan pemanfaatan sampah di Pondok Pesantren Modern Assaadah telah berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman santri mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam perilaku santri, dengan 74% santri mulai memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya dan 70% santri mulai mengolah sampah organik menjadi kompos. Praktik pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik yang diterapkan di berkontribusi pada kebersihan dan kesehatan lingkungan pesantren, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan. Meskipun beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas pemilahan sampah yang memadai di beberapa area pesantren. Oleh karena itu, diperlukan penambahan fasilitas dan penyuluhan berkelanjutan agar kebiasaan baik ini dapat dipertahankan dan diterapkan secara konsisten oleh santri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkenalkan konsep pengelolaan rosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sampah yang ramah lingkungan kepada santri, memberikan manfaat langsung bagi kebersihan pesantren, dan mendorong santri untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Kegiatan pemberdayaan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan santri secara langsung dalam praktik dapat efektif dalam mengubah perilaku dan menciptakan kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan UCAPAN TERIMAKASIH Kegiatan pengabdian berlangsung dengan baik atas dukungan dari semua Terima kasih kami ucapkan kepada LPPM Unsera memfasilitasi kegiatan ini, dan tentunya Pesantren Modern AssaAoadah Pasirmanggu Cikeusal yang telah berpartisipasi dan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA