JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 135 - 148 PESAN POLITIK KEBANGSAAN SEBAGAI REKONSILIASI KIAI PASCA PESTA DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF COORDINATED MANAGAMENT OF MEANING (CMM) Ahmad Aminuddin, 2Nurma Yuwita, 3Gatut Setiadi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Email: aminuddin@yudharta. id, nurma@yudharta. id, gatutsetiadi@iaiskjmalang. Abstrak: Penelitian ini berangkat dari CMM guna mengkaji pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai. CMM berfokus pada diri dan hubungannya dengan orang lain, serta interpretasi makna pada sebuah pesan (Philipsen dalam West & Turner, 2014, h. CMM adalah teori praktis dan menyediakan kerangka komprehensif untuk mengatur hubungan antarfenomena dan telah mengembangkan berbagai alat seperti hierarki makna. Peneliti mengkaji politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi dikarenakan pemilu 2019 menjadi batu uji kesiapan bangsa demokrasi secara maju dan beradap. Sehingga, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, dapat menyandingkan Islam dan demokrasi. Momentum pemilu 2019 telah usai dan sudah terpilih presiden, wakil presiden, maupun para anggota legislatif. Maka bangsa Indonesia diharapkan kembali Pihak-pihak yang sebelumnya berkompetisi secara politik, harus kembali merangkul dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa dan menciptakan Mantan Ketua MK Mahfud MD . alam detikNews, 2. mengajak segenap bangsa untuk melakukan rekonsiliasi atau pemulihan. Rekonsiliasi menurut Mahfud adalah kembali ke posisi masingmasing dengan cita-cita menjaga negara berdasarkan konstitusi. Guna mengawal rekonsiliasi di masyarakat maka dibutuhkan pesan politik kebangsaan dari Kiai. Karena Kiai merupakan tokoh sentral yang akan selalu dipatuhi oleh masyarakat. Kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen rekonsiliasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif-konstruktivis. Metodologi yang digunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan CMM theory dalam konteks politik kebangsaan. Politik kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan setiap orang untuk lebih mengedepankan kepada unsur kemanusiaan demi perdamaian dan kesejahteraan rakyat. Kata Kunci: Politik Kebangsaan. Rekonsiliasi. Kiai. CMM Abstract: This research departs from CMM in order to examine the message of national politics as kiai reconciliation. CMM focuses on the self and its relationship with others, as well as the interpretation of the meaning of a message (Philipsen in West & Turner, 2014, p. CMM is a practical theory and provides a comprehensive framework for organizing relationships between phenomena and has developed various tools such as hierarchies of meaning. The researcher examines national politics as the reconciliation of kiai after the democratic party because the 2019 election is a test stone for the readiness of the democratic nation in an advanced and civilized manner. Thus, the success of this year's election has strengthened the world's perception that Indonesia is a country with a majority Muslim population, able to juxtapose Islam and The 2019 election momentum has ended and the president, vice president, and members of the legislature have been elected. So the Indonesian people are expected to be united The parties who previously competed politically must again embrace and strengthen the bonds of brotherhood to work together for the progress of the nation and create peace. Former Chief Justice of the Constitutional Court Mahfud MD . n detikNews, 2. invites all nations to JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 carry out reconciliation or restoration. According to Mahfud, reconciliation is to return to their respective positions with the aspiration to protect the country based on the constitution. In order to oversee reconciliation in society, a national political message is needed from the Kiai. Because Kiai is a central figure who will always be obeyed by the community. The kiai has high authority in the community and can overshadow and control the actions of the community so that they can become agents of reconciliation. This study uses an interpretive-constructivist approach. The methodology used is descriptive qualitative with purposive sampling method. Methods in data collection are in-depth interviews, observation and documentation. This research is expected to produce CMM theory in the context of national politics. National politics is an attitude of patriotism and nationalism that should be a reference for everyone to put more emphasis on the humanitarian element for the sake of peace and the welfare of the people. Keywords: National Politics. Reconciliation. Kiai. CMM PENDAHULUAN Coordinated Management of Meaning (CMM) berfokus pada diri dan hubungannya dengan orang lain, serta interpretasi makna pada sebuah pesan (Philipsen dalam West & Turner, 2014, h. CMM telah diposisikan sebagai teori umum komunikasi sejak dicetuskan pada akhir tahun 1970-an. CMM adalah teori praktis dan menyediakan kerangka komprehensif untuk mengatur hubungan antarfenomena dan telah mengembangkan berbagai alat seperti hierarki makna. Hierarki makna telah digunakan oleh para praktisi terapi untuk mengkarakterisasi konteks klien yang digunakan untuk memahami pengalaman hidup mereka dan juga oleh praktisi akademis untuk menggambarkan bentuk dan struktur episode mediasi (Cunliffe dalam Yuwita,dkk, 2. Penelitian Jasmine E. Tan. Ph. menjelaskan tentang CMM dan gender terhadap persepsi keungan wanita dengan menggunakan teori CMM sebagai dasar teoritis untuk mengeksplorasi cara-cara perempuan membuat dan menjaga arti keuangan dalam pengalaman hidup mereka. Yuwita,dkk. menjelaskan bahwa CMM digunakan oleh tokoh agama dalam menjalankan hubungan antaragama sehingga menghasilkan cultural pattern tentang budaya ahlussunnah wal jamaah dan budaya kehidupan pesantren yang diwujudkan dengan tasawuf dan thoriqoh yang bermuara pada konsep akhlak dalam berhubungan baik dengan sesama muslim maupun non muslim. Yuwita dan Hasyim . menjelaskan bahwa CMM digunakan dalam konstruksi pemikiran teologi pesantren dengan menggali nilai-nilai luhur pancasila sehingga dapat menanamkan konsep berfikir terhadap santri agar berpegang teguh kepada pancasila dan menghasilkan konsep ketuhanan dan kemanusiaan. Peneliti mengkaji politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 dikarenakan pemilu 2019 menjadi batu uji kesiapan bangsa demokrasi secara maju dan Sehingga, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, dapat menyandingkan Islam dan demokrasi (Mustamar, 2. Momentum pemilu 2019 telah usai dan sudah terpilih presiden, wakil presiden, maupun para anggota legislatif. Maka bangsa Indonesia diharapkan kembali bersatu. Pihak-pihak yang sebelumnya berkompetisi secara politik, harus kembali merangkul dan menguatkan kembali ikatan persaudaraan untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa dan menciptakan perdamaian. Mantan Ketua MK Mahfud MD . alam detikNews, 2. mengajak segenap bangsa untuk melakukan rekonsiliasi atau Rekonsiliasi menurut Mahfud adalah kembali ke posisi masing-masing dengan cita-cita menjaga negara berdasarkan konstitusi. Guna mengawal rekonsiliasi di masyarakat maka dibutuhkan pesan politik kebangsaan dari kiai. Karena kiai merupakan tokoh sentral yang akan selalu dipatuhi oleh masyarakat. Kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen Tujuan penelitian ini sesuai dengan permasalahan yang diangkat, yaitu untuk menganalisis pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi dalam perspektif Coordinated Managament of Meaning (CMM). Urgensi penelitian ini dapat memperkaya kajian dalam bidang ilmu komunikasi, terutama tentang studi CMM dan memberikan pengetahuan tentang politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini berangkat dari beberapa penelitian teori Coordinated Management of Meaning (CMM) yang berkembang menjadi teori praktis. CMM berakar dari teori interaksionisme simbolik. Peneliti menganalisis politik kebangsaan dengan perspektif teori CMM menggunakan model hierarki makna, yang terdiri dari isi, tindak tutur, episode, hubungan, naskah kehidupan, dan pola budaya. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 Gambar 1. Kerangka Pemikiran TINJAUAN PUSTAKA Teori CMM Coordinated Management of Meaning (CMM) atau manajemen keselarasan makna dikembangkan oleh W. Barnett Pearce. Vernon Cronen, dan kolega mereka, merupakan sebuah pendekatan komprehensif terhadap interaksi sosial yang memakai tata cara kompleks dari tindakan dan makna yang selaras dalam komunikasi (Littlejohn & Foss, 2012, h. CMM menurut Pearce & Cronen dalam (West & Turner, 2014, h. berfokus pada diri dan hubungannya dengan orang lain, serta mengkaji bagaimana seorang individu memberikan makna pada sebuah pesan. Menurut Philipsen . teori ini penting karena berfokus pada hubungan antara individual dengan masyarakatnya. Menurut Pearce & Cronen dalam (West & Turner, 2014, h. bahwasannya manusia mampu menciptakan dan menginterpretasikan makna, dengan beberapa asumsi: . Manusia Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 hidup dalam komunikasi, . Manusia saling menciptakan realitas sosial, . Transaksi informasi bergantung kepada makna pribadi dan interpersonal. Hierarki CMM Menurut para teoretikus CMM, manusia mengorganisasikan makna dengan cara yang hierarkis (West & Turner, 2014, h. Para teoritikus CMM mengemukakan enam level makna: isi, tindak tutur, episode, hubungan, naskah kehidupan, dan pola budaya. Level yang lebih tinggi membantu memahami level yang lebih rendah. Maksudnya, tiap tipe berakar pada tipe yang lain. Selain itu Pearce dan Cronen memilih untuk mengemukakan hierarki sebagai sebuah model, dan bukannya sebuah sistem pengurutan yang pasti. Mereka percaya bahwa tidak ada pengurutan yang pasti karena orang-orang memiliki interpretasi makna yang berbeda pada level yang berbeda-beda. Para teoritikus mengemukakan sebuah hierarki untuk membantu kita memahami pengurutan makna yang terjadi pada orang-orang yang berbeda (West & Turner, 2014, h. Enam Level makna CMM digambarkan secara hierarki oleh Pearce dan Cronen pada gambar 2. dengan bentuk piramida terbalik. Gambar 2. Hierarki CMM . Isi Menurut Pearce & Cronen dalam (West & Turner, 2014, h. level isi . merupakan langkah awal di mana data mentah dikonversikan menjadi makna. Langkah awal Kiai Sholeh adalah menginterpretasikan makna pesan politik kebangsaan. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 . Tindak Tutur Menurut Pearce dalam (West & Turner, 2014, h. Tindak tutur adalah tindakantindakan yang kita lakukan dengan cara berbicara seperti: memuji, menghina, berjanji, mengancam, menyatakan, dan bertanya. Pearce juga mengatakan bahwa tindak tutur bukanlah benda, tindak tutur adalah konfigurasi dari logika makna dan tindakan dari percakapan, dan konfigurasi ini dibangun bersama. Proses selanjutnya setelah menginterpretasikan makna, yakni kiai melakukan tindakan yang bersifat rekonsiliasi. Episode Menurut Pearce dan Cronen dalam (West & Turner, 2014, h. bahwa episode mendiskripsikan konteks dimana orang bertindak. Pada level ini kita mulai melihat pengaruh dari konteks terhadap makna. Menurut Pearce dan Cronen untuk membahas episode dengan menginterpretasikan tindak tutur. Dalam proses episode ini kiai menginterpretasikan hasil dari tindak tutur. Hubungan (Kontra. Menurut Pearce dan Cronen dalam (West & Turner, 2014, h. Level makna yang keempat adalah level hubungan . , dimana dua orang menyadari potensi dan batasan mereka sebagai mitra dalam sebuah hubungan. Dapat diartikan hubungan pada pespektf ini sebagai kontrak, sebab terdapat tuntunan dalam berperilaku. Level hubungan menyatakan bahwa batasan-batasan hubungan dalam parameter tersebut diciptakan untuk tindakan dan perilaku, seperti ada batasan pada pembicaraan yang dianggap Menurut Pearce dan Cronen menyatakan bahwa batasan membedakan Aukita dan merekaAy. Naskah Kehidupan (Autobiograf. Menurut Pearce & Cronen dalam (West & Turner, 2014, h. naskah kehidupan adalah Kelompok-kelompok episode masa lalu dan masa kini. Pola Budaya Pola budaya . ultural patter. atau arketipe, dapat dideskripsikan sebagai Augambaran yang sangat luas dari susunan dunia dan hubungan . dengan susunan tersebutAy (Cronen & Pearce dalam West & Turner, 2014, h. Politik Kebangsaan dan Rekonsiliasi Kiai Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 Politik bukan dunia kelam bagi seorang kiai maupun hamba-hamba Aoalim lainnya. Politik bagi kiai merupakan ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dan dijadikan perantara atau washilah menyejahterakan rakyat lewat kepemimpinan. Kiai mengembangkan ilmu pengetahuan politik lewat literatur fiqih siyasah, kaidah fiqih, dan sejarah Islam . Politik Kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan warga Nahdliyin untuk kembali pada gerakan politik untuk membangun bangsa dan menata masyarakat Indonesia. Politik kebangsaan yang dimaksud disini adalah bahwa kiai berkewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sudah final dan tetap menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke (RofiAoi, 2. Politik Kebangsaan pasca pesta demokrasi sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat guna untuk rekonsiliasi politik. Menurut Mahfud MD (Tribunnews, 2. Rekonsiliasi itu menghentikan pertikaian politik dan kembali kepada posisi masing-masing. Rekonsiliasi merupakan proses jangka panjang untuk mengatasi permusuhan dan rasa saling tidak percaya diantara dua kelompok yang Rekonsiliasi adalah salah satu mekanisme transformasi konflik, di mana pihak yang berkonflik diharapkan mampu menimbulkan situasi saling melupakan dan saling memaafkan atas peristiwa konflik yang terjadi (Nutfa dan Anwar, 2. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa politik kebangsaan kiai adalah sikap patriotisme dan nasionalisme yang menjadi rujukan kiai untuk membangun bangsa dan menata masyarakat Indonesia kembali pasca pesta demokrasi. Kiai berkewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga ideologi Pancasila guna melakukan rekonsiliasi politik pasca pesta demokrasi agar ketegangan politik dimasyarakat kembali seperti semula. METODE Pendekatan dan Metodologi Penelitian Menurut Suriasumantri dalam Kriyantono . 0, h. pendekatan adalah falsafah yang mendasari suatu metodologi penelitian. Pendekatan dalam penelitian pesan politik kebangsaan adalah pendekatan interpretatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretif . Ilmu sosial Interpretif berkaitan dengan cara orang berinteraksi dan hidup akur satu sama lain. Secara umum, pendekatan interpretatif adalah analisis sistematis mengenai aksi sosial yang bermakna melalui Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 observasi manusia secara terperinci dan langsung dalam latar alamiah, supaya bisa memperoleh pemahaman dan interpretasi mengenai cara orang menciptakan dan mempertahankan dunia sosial mereka (Neuman, 2013, h. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif. Jenis Penelitian Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif karena penelitian ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu (Kriyantono, 2010, h. Laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk mencari gambaran penyajian laporan. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya (Moleong, 2014, h. Penelitian ini membahas tentang studi pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai pasca pesta demokrasi dalam perspektif Coordinated Managament of Meaning (CMM), jadi dalam penelitian ini menggunakan teori CMM untuk menganalisisnya. Teknik Pemilihan Informan Menurut Moleong . 4, h. informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan dengan menggunakan dua macam informan, yaitu informan utama. Kiai Sholeh Bahruddin sebagai Kiai yang memberikan pesan politik Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Menurut Kriyantono . 0, h. teknik purposif adalah menentukan orang berdasarkan kriteria, dimana kriteria harus mendukung tujuan penelitian. Kriteria informan utama dalam penelitian ini antara lain: Kiai yang netral dalam pesta demokrasi. Ahlussunnah Wal jamaah Memiliki jamaah dan santri. Memiliki pondok pesantren. Informan pendukung merupakan informan yang memiliki pemahaman atas informasi yang dibutuhkan serta dapat melengkapi dan memperkuat informasi dari informan utama. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah jamaah dan santri. Untuk jamaah dan santri dipilih dengan kriteria : Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 Santri pondok pesantren Ngalah. Santri dan jamaah yang telah lama mengikuti pengajian Kiai Sholeh selama 10 tahun Sumber Data Menurut Lofland dan Lofland dalam Moleong . 4, h. sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Menurut Sugiyono . bahwa sumber data dapat diklasifikasikan menjadi 2 sumber : Sumber Data Primer (Primary Dat. Sumber data pada penelitian ini adalah kata-kata beserta tindakan hasil wawancara dan pengamatan terhadap Kiai Sholeh. Sumber Data Sekunder (Secondary Dat. Sumber data sekuder dalam penelitian ini adalah sumber tertulis dan foto. Fokus Penelitian Penelitian ini berfokus pada studi pesan politik kebangsaan dan teori Coordinated Managament of Meaning (CMM). Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan wawancara mendalam dalam mengumpulkan informasi atau data dalam penelitian politik kebangsaan karena peneliti membutuhkan jawaban yang lengkap dan mendalam. Selanjutnya peneliti juga mewawancarai jamaah dan santri. Metode selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi. Observasi dilakukan oleh peneliti dalam mengamati simbol Kiai Sholeh terkait pesan politik Teknik Analisis Data Data yang telah peneliti peroleh akan dianalisis dengan model yang telah ditawarkan oleh Miles dan Huberman. Menurut Sugiyono . 2, h. aktifitas dalam analisis data yaitu: data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 Keabsahan Data Menurut Moleong . 4, h. untuk menetapkan keabsahan . data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan . , keteralihan . , kebergantungan . , dan kepastian . PEMBAHASAN Pesan Politik Kebangsaan Kiai Kiai memiliki tanggung jawab politik yakni politik kebangsaan. Menurut Kiai Sholeh, politik kebangsaan adalah menghormati sesama manusia Aunguwongno wongAy sehingga menumbuhkan kedamaian dan ketentraman dalam politik. Kepedulian kiai terhadap politik diwujudkan dalam peran politik tingkat tinggi, yakni politik kebangsaan. Politik kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan setiap orang untuk lebih mengedepankan kepada unsur kemanusiaan demi perdamaian dan kesejahteraan Politik kebangsaan merupakan cermin moderatisme dalam politik, yang menitikberatkan pada bangsa dan agama. Politik kebangsaan kiai merupakan rujukan masyarakat atau para jamaah yang Kiai berkewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga ideologi Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia yang sudah final dan tetap menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pesan politik kebangsaan kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen rekonsiliasi pasca Kiai memiliki otoritas yang tinggi di masyarakat dan dapat menaungi serta mengotrol tindakan masyarakat sehingga bisa menjadi agen rekonsiliasi. Kiai Sholeh berjanji menjaga kedamaian NKRI sesuai dengan bidangnya, yakni dengan cara mengikuti semua keputusan dari pemerintah dan tidak akan pernah melakukan benturan dengan pemerintah. Upaya Rekonsiliasi Kiai Kiai Sholeh mengimplementasikan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi dengan berbagai upaya, diantaranya: Memberikan edukasi politik yang baik dan menanamkan rasa kebhinekaan terhadap Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 Dengan begitu maka akan terbentuk kesadaran masyarakat untuk menggunakan cara-cara yang baik dalam berpolitik dan mengedepankan prinsip kebangsaan terhadap eksistensi NKRI. Kiai Sholeh segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara dengan cara mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan akhlak di dalam menyikapi permasalahan yang terjadi saat itu, serta tidak terprovokasi dengan berita-berita di media sosial. Kiai Sholeh bersama masyarakat menggelar doa bersama untuk negara Indonesia. Kiai melakukan doa bersama guna untuk mewujudkan kedamaian dan keselamatan bangsa Indonesia. Doa tersebut adalah: AuYa Allah Ya robbi Indonesia panjenengan dadosaken negara aman, damai, manfaatAy. Kiai Sholeh juga mendoakan TNI dan Polri agar diberi kekuatan dhohir dan bathin, karena TNI dan Polri adalah aparat negara yang bisa memberikan perlindungan dan keamanan kepada bangsa Indonesia pasca pemilu. Guna mewujudkan kedamaian. Kiai Sholeh menghimbau kepada seluruh jamaAoah jangan sampai ikut di adu domba, diadu domba dengan polisi, diadu domba dengan TNI. Mari bersama-sama berkewajiban ikut menyatukan bangsa dan negara Indonesia. Kiai Sholeh selalu mematuhi keputusan pemerintah dan selalu menghormati serta menghargai keputusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Beliau juga mengarahkan jamaahnya untuk taat terhadap keputusan pemerintah. Naskah Kehidupan Kiai Kelompok-kelompok episode masa lalu dan masa kini disebut sebagai naskah kehidupan . ife script. Jiwa dan pemikiran kebangsaan Kiai sholeh dikonstruksi oleh episode masa lalu yakni naskah piagam madinah yang berisi tentang konsep kenegaraan dan kepemimpinan yang merujuk pada pemerintahan pada zaman Nabi Muhammad di Madinah. AuMasyarakat MadaniAy adalah sebuah konsep kenegaraan yang merujuk pada pemerintah atau Negara pada zaman Rasulallah di Madinah. Oleh sebab itu, setiap kali wacana konsep ideal sistem kenegaraan terutama dalam hubungannya dengan Islam diperbincangkan, maka orang akan selalu merujuk pada pemerintahan atau negara pada zaman Rasulullah di Madinah. Maka dari itu. Kiai Sholeh mengambil politik kebangsaan sebagai politiknya berlandaskan piagam Madinah. Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 Pola Budaya Pola budaya . ultural patter. atau arketipe, dapat dideskripsikan sebagai Augambaran yang sangat luas dari susunan dunia dan hubungan . dengan susunan tersebutAy (Cronen & Pearce dalam West & Turner, 2014: . Menurut Cronen pola budaya berhubungan dengan nilai-nilai ini berkaitan dengan jenis kelamin, ras, kelas, dan identitas Dalam teori CMM melalui hierarki makna dengan menggunakan piramida terbalik, konteks pola budaya merupakan konsep makro dari teori tersebut. Pola budaya yang sudah diterapkan oleh Kiai Sholeh dari pesan politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai adalah Dalam buku sabilus salikin Kiai Sholeh menjelaskan bahwa tharyqah merupakan jalan yang dilalui oleh orang sufi dalam melakukan perjalanannya menuju kepada Tuhan dan digambarkan sebagai jalan yang berpangkal pada syariAoah. Kewajiban orang thoriqoh ada 6, yakni . dzikir, . mencegah hawa nafsu, . meninggalkan harta duniawi yang palsu, . mengikuti aturan agama, . Menjalin hubungan baik terhadap semua orang, . Berbuat baik terhadap semua makhluk ciptaan Allah. Menurut Kiai Sholeh kewajiban thoriqoh nomor 1 sampai 4 adalah kebutuhan spiritual . sedangakan nomor 5 dan 6 adalah kebutuhan sosial . Pola budaya yang sudah diterapkan oleh Kiai Sholeh dapat dilihat dari konteks thoriqoh yang sudah diamalkan oleh beliau melalui jalan sufi dan 3 thoriqoh yaitu naqsyabandiyah, qodiriyah, dan syadiliyah yang merupakan tujuan akhir dari semua tindakan yang telah dilakukan oleh Kiai Sholeh selama ini. Konteks thoriqoh merupakan konsep akhlak yang didalamnya terkandung nilai-nilai kebaikan untuk diterapkan oleh Kiai Sholeh dalam berhubungan baik kepada sesama manusia. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari Kiai Sholeh bisa mendamaikan berbagai macam orang yang berlainan partai. Pola budaya dari politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai menghasilkan thoriqoh dengan konsep agama dan kebangsaan. KESIMPULAN Politik kebangsaan adalah menghormati sesama manusia Aunguwongno wongAy sehingga menumbuhkan kedamaian dan ketentraman dalam politik. Politik kebangsaan merupakan sikap patriotisme dan nasionalisme yang seharusnya menjadi rujukan setiap orang untuk lebih mengedepankan kepada unsur kemanusiaan demi perdamaian dan kesejahteraan rakyat. Upaya Submitted: Desember 2020. Accepted: Januari 2021. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Website: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9. Nomor 1 Halaman 136 - 148 rekonsiliasi yang sudah dijalankan adalah memberikan edukasi politik kepada masyarakat, mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan akhlak di dalam menyikapi permasalahan yang terjadi saat itu, serta tidak terprovokasi dengan berita-berita di media sosial, menggelar doa bersama untuk negara Indonesia, selalu mematuhi keputusan pemerintah dan selalu menghormati serta menghargai keputusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jiwa dan pemikiran kebangsaan Kiai sholeh dikonstruksi oleh episode masa lalu yakni naskah piagam madinah yang berisi tentang konsep kenegaraan dan kepemimpinan yang merujuk pada pemerintahan pada zaman Nabi Muhammad di Madinah. Pola budaya yang sudah diterapkan oleh Kiai Sholeh dapat dilihat dari konteks thoriqoh yang sudah diamalkan oleh beliau melalui jalan sufi dan 3 thoriqoh yaitu naqsyabandiyah, qodiriyah, dan syadiliyah yang merupakan tujuan akhir dari semua tindakan yang telah dilakukan oleh Kiai Sholeh selama ini. Konteks thoriqoh merupakan konsep akhlak yang didalamnya terkandung nilainilai kebaikan untuk diterapkan oleh Kiai Sholeh dalam berhubungan baik kepada sesame Sehingga dalam kehidupan sehari kiai Sholeh bisa mendamaikan berbagai macam orang yang berlainan partai. Pola budaya dari politik kebangsaan sebagai rekonsiliasi kiai menghasilkan thoriqoh dengan konsep agama dan kebangsaan. DAFTAR PUSTAKA