ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. No. Juli 2022 Hal. 117 - 128 e-ISSN: 2723-6269 Pelatihan Analisis SWOT Untuk Memahami Kondisi Internal dan Eksternal Djuli Sjafei Purba*1. Ridwin Purba2. Tuahman Sipayung3. Rosita Manawari Girsang4. Marintan Saragih5 1,2,3,4,5 djulipurba484@gmail. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Simalungun Received: 9 June 2022 Accepted: 29 July 2022 Online Published: 31 July 2022 DOI: 10. 29408/ab. Abstrak: Perkembangan zaman semakin menumbuhkan tingkat persaingan di semua sektor kehidupan. Seiring dengan kemajuan zaman tersebut ilmu pengetahun juga terus berkembang. Ilmu pengetahun digunakan untuk menjawab berbagai kebutuhan manusia. Persaingan yang semakin ketat di berbagai organisasi membutuhkan berbagai strategi untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Salah satu ilmu pengetahuan yang digunakan untuk dapat melahirkan strategi tersebut adalah analisis SWOT (Strength=Kekuatan. Weakness=Kelemahan. Opportunity=Peluang. Threat=Ancama. Analisis ini untuk melihat kondisi internal dan eksternal dari sebuah organisasi. Demikian hal nya dunia pendidikan dalam hal ini sekolah, perlu melakukan analisis SWOT untuk dapat bersaing dan berkualitas. Jumlah sekolah yang semakin banyak akan membuat persaingan semakin ketat, sehingga kualitas sekolah harus menjadi hal yang sangat penting. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Kepala sekolah, fungsionaris, guru dan pegawai pentingnya melakukan analisis SWOT serta memberikan pengetahuan bagaimana cara untuk melakukan analisis SWOT. Kegiatan pelatihan ini berlangsung 1 hari yang dilaksanakan di gedung SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar yang diikuti 15 peserta yang berasal dari Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Ketua Jurusan. Guru dan Pegawai. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan ceramah atau penyampaian materi dan praktek/pelatihan melakukan analisis SWOT dengan mengambil kasus SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar. Hasil dari kegiatan pelatihan ini didapat bahwa terjadi peningkaan pengetahuan para peserta melakukan analisis SWOT terbukti dari hasil pre-test secara keseluruahan adalah 43,3% menjadi 61,3% hasil post-test dari peserta secara keseluruhan. Kata Kunci: Ancaman. Kekuatan. Kelemahan. Peluang Abstract: The times have increased competition in all sectors of life. Along with the progress of the times, science also continues to grow. Knowledge is used to answer various human needs, increasingly fierce competition in organizations that require various strategies to survive and win the competition. SWOT analysis is one of the sciences used to produce this strategy (Strength=Strength. Weakness=Weakness. Opportunity=Opportunity. Threat=Threa. This analysis is to see the internal and external conditions of an organization. Likewise, the world of education, in this case, schools, needs to do a SWOT analysis to compete and have quality. The increasing number of schools will make the competition even more challenging, so the quality of schools must be crucial. This training activity aims to provide an understanding to the principal, functionaries, teachers, and employees of the importance of conducting a SWOT analysis and provide knowledge on how to conduct a SWOT analysis. This training activity lasted one day and was held in the GKPS 2 Pematangsiantar Private Vocational School building, which was attended by 15 participants from the Principal. Deputy Principal. Head of Department. Teachers, and Employees. The method used in implementing this activity is a lecture or material delivery and practice/training in conducting a SWOT analysis by taking the case of the GKPS 2 Pematangsiantar Private Vocational School. The results of this training activity showed there was an increase in the knowledge of the participants doing a SWOT analysis, as evidenced by the overall pre-test results from 43. 3% to 61. 3% of the overall post-test results from participants. Keyword: Opportunities. Strengths. Threats. Weaknesses ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 117 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Para ilmuwan terus berjuang untuk melahirkan teori-teori baru yang sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai kondisi yang dihadapi umat manusia seiring dengan kamajuan zaman. Kompetisi juga semakin meningkat dalam kehidupan manusia. Dunia usaha berkembang pesat baik dari sisi kuantitas demikian juga kualitas. Tidak hanya dunia usaha, semua bentuk-bentuk organisasi juga berkembang, organisasi bisnis maupun non bisnis harus dapat memenangkan persaingan supaya dapat bertahan . Para pemimpin sebuah organisasi harus mampu menganalisa keadaan organsasi yang dipimpinnya, yaitu dengan memahami kondisi internal dan eksternal. Pemahaman yang luas akan kondisi internal dan eksternal dari sebuah organisasi akan membuat organisasi tersebut dapat bertahan dan berkelanjutan. Untuk menjawab hal tersebut lahir sebuah model ilmu pengetahuan yang disebut dengan Strength . Weakness, . Opportuniy . Threat . yang digunakan untuk menelaah aspek-aspek bisnis yang dipopulerkan oleh konsultan bisnis Albert Humphrey, yang menggunakannya sepanjang tahun 1960 dan 1970-an untuk menganalisis perusahaan dalam daftar Fortune 500. Sejak itu analisis SWOT terus berkembang dan banyak digunakan atau diimplementasikan para pelaku bisnis, atau pimpinan sebuah organisasi dan para peneliti telah banyak melahirkan penelitian tentang analisis SWOT. Pada metode analisa sistem penulis menggunakan analisa SWOT yaitu kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Peluang (Opportunitie. , dan Ancaman (Threa. untuk mengidentifikasi alternatif-alternatif strategi yang secara intuitif dirasakan feasible dan sesuai untuk dilaksanakan (Rahayu. Setiadi, & Muryanto, 2. Analisia ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuata dankelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman (Asruddin. Rahman, & Rambe, 2. Perencanaan strategi sistem dan TI ini menggunakan metode Ward and Peppard dan tools yang akan digunakan untuk analisa antara lain menggunakan analisis SWOT. CSF. Porter Five Forces dan Mc Farlan Strategic Grid(Syaifullah. Ferwati. Megawati, & Ahsyar, 2. Adapun yang dimaksud dengan analisis ini adalah untuk mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal sekolah dalam meningkatkan strategi pelaksanakan pelayanan pendidikan, analisis SWOT yang digunakan yakni pendekatan secara kualitatif penelitian kualitatif yang dipadukan dengan analisis deskriptif (Munarsih, 2. Matrik SWOT dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis pada suatu lembaga. Empat komponen utama yaitu efisiensi, inovasi, kualitas serta respon terhadap pelanggan yang menentukan keunggulan kompetitif. Pengujian eksternal dan internal terstruktur adalah sesuatu metode analisis yang unik dalam dunia perencanaan dan pengembangan program kerja yang terstruktur dan terarah. Pengembangan pemasaran jasa bimbingan belajar menggunakan analisa SWOT, adalah suatu cara yang berguna dalam menguji kondisi lingkungan tentang program baru yang ditawarkan suatu lembaga bimbingan belajar di Sukoharjo (Nugrahaningsih. SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar merupakan sekolah kejuruan yang saat ini mempunyai 6 . jurusan atau bidang keahlian yaitu Teknik Instalasi Listrik. Teknik Permesinan. Teknik Konstruksi Bangunan. Audio Visual. Teknik Sepeda Motor dan Perangkat Lunak berlokasi di Kota Pematangsiantar, dengan luas lahan 8. 085 mA, memiliki 54 orang guru dan jumlah siswa tahun ajaran 2021/2022 adalah sebanyak 374 siswa dengan 22 rombongan Di era tahun 90 an SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar yang dulunya namanya ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 118 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. adalah STM GKPS Pematangsiantar, memiliki jumlah ribuan jumlah siswa, yang pada saat itu hanya ada 5 sekolah kejuruan di bidang teknik di Kota Pematangsiantar. Seiring dengan waktu jumlah sekolah kejuruan bidang teknik pun semakin banyak. Analisis SWOT merupakan salah satu cara untuk dapat menetapkan strategi dalam berkompetisi. Atas dasar ini perlu dilakukan pelatihan untuk melakukan analisis SWOT di SMK Swatas GKPS 2 Pematangsianar. Dengan melakukan analisis SWOT ini, para pemangku kepentingan terutama Pimpinan Sekolah dapat memahami kondisi eksternal dan internal nya, kondisi internal yaitu kekuatan dan kelemahan dan kondisi eksternal adalah peluang dan ancaman. METODE PELAKSANAAN Waktu dan tempat Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di gedung SMK Swasta yang beralamat di Jl Merek Raya. Pematangsiantar, secara tatap muka pada tanggal 22 Februari 2022. Kegiatan dimulai pukul 09. 00 wib s/d 16. 00 dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang, yang terdiri dari Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Ketua Jurusan, dan yang mewakili Guru dan Pegawai. Prosedur pelaksanaan Tahapan prosedur pelaksanaan terdiri dari 4 tahapan sebagaimana digambarkan dalam gambar 1 berikut ini (Fahrurrozi et al. , 2021. Dasmen et al. , 2. Tahap Persiapan Tgl 8 Pebruary 2022. Rapat Tim Pengabdi untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan, dan memutuskan kegiatan pengabdian dilakukan tgl 22 Februari 2022 dan mentukan rundown kegiatan No Waktu Kegiatan AA s/d 09. AA Wib Pre-test AA s/d 11AA Wib Pemaparan dan Praktek Analisi SWOT AA s/d 13. AA Wib Ishoma AA s/d 15. AA wib Lanjutan praktek analisis SWOT AA s/d 15. AA Wib Coffe Break AA s/d 16. AA Wib Evaluasi Tgl 11 Pebruari 2022. Pembuatan dan penyebaran undangan Tgl 15 Pebruari 2022. Konfirmasi kesediaan hadir peserta dan pembagian Tahap Pelaksanaan Penyampaian Materi tentang analisis SWOT Praktek melakukan SWOT berdasarkan fakta yang ada di SMK GKPS 2 Pematangsiantar Tahap Evaluasi Mengukur kemampuan peserta dalam melakukan analisis SWOT Melakukan angket evaluasi kegiatan Pembuatan Laporan Gambar 1. Tahapan prosedur pelaksanaan kegiatan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 119 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. Tahap persiapan dimulai dari rapat tim pengabdi untuk menyusun rencana kegiatan, memutuskan waktu pelaksaan kegiatan, menyusun rundown kegiatan, menyiapkan undangan, konfirmasi kesediaan hadir dari peserta dan pembagian modul/materi. Gambar 2 Undangan Tahap kedua adalah penyampaian materi pengantar tentang analisis SWOT, selanjutnya melakukan praktek pendampingan bagaimana cara melakukan analisis SWOT sesuai dengan kondisi di SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar. Tahap ketiga, yaitu tahap evaluasi yang terdiri dari 2 . hal yaitu yang pertama evaluasi terhadap kemampuan peserta dalam memahami analisis SWOT dan yang kedua yaitu evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Pada tahap tiga ini, peserta langsung melakukan analisis SWOT dengan studi kasus adalah sekolah mereka sendiri. Pada tahap ini tim pengabdi ingin mengetahui sejauhmana kemampuan para peserta setelah mendapatkan pelatiahan untuk dapat melihat kondisi sendiri. Pada tahap ini juga tim pengabdi melakukan angket kepada peserta berkaitan dengan keberadaan kegiatan pelatihan ini dan membuka ruang diskusi untuk menampung kesan dan pesan atas kegiatan ini untuk perbaikan kedepan. Dan yang terakhir adalah tahap keempat adalah penyusunan laporan kegiatan pelatihan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Tahapan kegiatan adalah sebagai berikut . Pembukaan, . Sambutan dari Kepala Sekolah, . Pre-test, . Pemapatan Materi. Praktek melaksanakan analisis SWOT, tanya jawab . Post Test . Penutup. Pre-test Pre-test dilakukan untuk melihat seberapa besar pengetahuan peserta tentang analisis Sowt. Dari hasil jawaban peserta didapat hanya 2 . orang yang memperoleh skor nilai 60, 4 . orang mendapat skor nilai 50, enam oran mendapat skor nilai 40 dan 3 . orang mendapat skor nilai 30 dengan ketentuan skor maksimum adalah nilai 100. Persentasi peserta yang mendapat skor 60 adalah 13,3%, yang mendapat nilai 50 adalah 26,6%, yang mendapat ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 120 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. skor 40 adalah 60% dan mendapat skor 30 adalah 20%. Berdasarkan hasil pre-test tersebut didapat jumlah skor nilai secara keseluruahan adalah 630. Sehingga disimpulkan tingkat persentase nilai adalah 650 dibagi 1. 500 atau sebesar 43,3%. Dari hasil tersebut tingkat pemahaman peserta tentang analisis SWOT masih berada dibawah 50%. Tabel 1. Skor nilai hasil pre-test No Peserta Skor nilai Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 10 Peserta 10 11 Peserta 11 12 Peserta 12 13 Peserta 13 14 Peserta 14 15 Peserta 15 Penyampaian Materi Setelah melakukan pre-test. Tim pengabdi melaksanakan penyampaian materi tentang analisis SWOT serta praktek bagaimana melakukan analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari strengths . , weaknesses . , opportunities . dan threats . Analisis SWOT merupakan proses analisis dan pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan 4 aspek tersebut (Sandra, 2. Kekuatan dan kelemahan merupakan aspek yang berkaitan dengan lingkungan internal organis itu sendiri (Gusnita. Maisah. Hakim, & Us, 2. Sedangkan peluang dan ancaman berkaitan dengan lingkungan eksternal, berfungsi untuk mengingatkan para pembuat keputusan akan berbagai kemungkinan yang akan mereka hadapi. Analisis SWOT dilakukan melalui dua tahap: . Analisis eksternal . analisis internal, analisis eksternal bertujuan untuk mempertimbangkan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh organisasi, sedangkan analisis internal bertujuan untuk mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan internal organisasi (Maharani, 2. Teknik untuk melakukan analisis SWOT dijelaskan dalam tabel 2 berikut. Matriks Opportunities (O) Tabel 2. Teknik melakukan analisis SWOT Strength (S) Weakness (W) Mengidentifikasi kekuatan Mengidentifikasi kelemahan SO Strategi WO Strategi ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 121 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. Mengidentifikasi Threaths (T) Mengidentifikasi semua Menggunakan kekuatan yang ada untuk menangkap/memanfaatkan ST Strategi semua Menggunakan kekuatan untuk menghindari semua ancaman Mengatasi semua kelemahan WT Strategi Meminimalkan kelemahan menghindari/mencegah Pada tahapan penyampaian materi, tim pengabdi menyampaikan teknik untuk melakukan analisis SWOT sebagaimana dijelaskan dalam tabel 2. Dan peserta pada saat penyampaian materi dapat menyampaikan pertanyaan. Gambar 2 Penyampaian materi tentang analisis SWOT Praktek melakukan analisis SWOT Setelah memberikan pemahaman tentang analisis SWOT, selajutnya dilaksanakan praktek bagaimana melakukan analasis SWOT berkaitan dengan keberadaan SMK Swasta GKPS 2 Pematangsiantar. Pada saat praktek melakukan analisis SWOT, diberikan kesempatan kepada peserta pelatihan untuk menyampaikan pertanyaan dan Tim pengabdi juga memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta. Yang menyampaikan pertanyaan ada 3 orang peserta sedangkan yang memberikan jawaban atas pertanyaan pemateri yaitu seluruh peserta. Tabel 3. Hasil analisis SWOT Strength (S) Weakness (W) Sudah mempunyai 6 1. Peringkat . program keahlian sekolah program studi Gedung Jumlah siswa yang sedikit sehingga banyak ruang kelas yang kosong ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 122 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. SWOT Matrix Opportunities (O) Dunia industry dapat merekrut tenaga kerja langsung ke sekolah Kurikulum dunia indsutri Terdapat banyak SMP di Kota Pematangsiantar Simalungun Sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Pendidikan GKPS yang memiliki SMP Threats (T) Kompetitor atau sekolah sejenis yang semakin Terjadi persaingan dalam besaran uang sekolah gedung aulan, lapangan 3. Kurang yang luas Fasilitas pembelajaran/alat praktek telah cukup tersedia Mempunyai bekerja dan tersebar di Telah bermitra dengan dunia industry, dengan bermotor di sekolah Persentase bersertifikasi sudah 88% di sekolah Strategi SO Strategi WO Menginisiasi Meningkatkan kerjasama perlombaan/kejuaraan dengan dunia industri Membangun Menciptakan dengan para alumni yang nota bene sudah tersebar di berbagai tempat dan dibutuhkan dunia industri memperkuat organisasi ikatan alumni Strategi ST Strategi WT Melakukan promosi yang 1. Meningkatkan peringkat akreditasi sekolah menggunakan berbagai 2. Menciptakan karya-karya Menggunakan media yang dapat dipergunakan cetak dan elektronik, di masyarakat media organisasi Gereja Menginformasikan kepada masyarakat atas ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 123 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. kelebihan/kekuatan yang dimiliki sekolah Evaluasi Pada tahap evaluasi ada dua hal yang akan disampaikan kepada peserta, yang pertama adalah untuk melihat kemampian peserta tentang analisis SWOT dan yang kedua adalah bagaiman pendapat peserta tentang pelaksanaan kegiatan pengabdian yang sudah dilaksanakan. Untuk melihat kemampuan peserta tentang analisis SWOT dilakukan post-test dan didapat hasil sebagai berikut : yang memperoleh skor nilai 70 sebanyak 5 orang, memperoleh skor nilai 60 senbanyak 7 orang dan memperoleh nilai 50 adalah sebanyak 3 orang sebagaimana dijelaskan dalam tabel 4. Dan jika dijumlahka diperoleh skor nilai sebesar 920. Jumlah skor nilai dibagi 1. 500 maka didapat persentase skor nilai secara keseluruhan peserta adalah 61,33%. Tabel 4. Skor nilai hasil post-test peserta No Peserta Skor nilai Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 10 Peserta 10 11 Peserta 11 12 Peserta 12 13 Peserta 13 14 Peserta 14 15 Peserta 15 Untuk mendapatkan masukan tentang pelaksanaan dari kegiatan pengabdian ini Tim memberikan angket kepada peserta yang berisi dua pertanyaan yang pertama adalah bagaimana pendapat anda tentang pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pilihan jawaban . sangat puas . Puas . Netral . Tidak Pua . Sangat Tidak Puas. Dan pertanyaan kedua adalah berupa pendapat saran dari peserta tentang pelaksanaan kegiatan pengabdian. Tabel 5. Jawaban peserta Peserta Jawaban Peserta 1 Puas Peserta 2 Netral Peserta 3 Puas ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 124 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Peserta 11 Peserta 12 Peserta 13 Peserta 14 Peserta 15 Sangat Puas Puas Puas Puas Puas Puas Sangat Puas Puas Netral Puas Netral Puas Dari hasil angket didapat, yang memberikan jawaban sangat puas adalah 2 orang atau 13,3%, memberikan jawaban puas adalah 10 orang atau 66. 6% dan Netral adalah 3 orang atau sebesar 20%. Dan jawaban untuk saran adalah secara umum memberikan saran agar waktu kegiatan diperpanjang dan beberapa mengusulkan agar dilaksanakan pada saat libur sekolah. Peserta Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Peserta 4 Peserta 5 Peserta 6 Peserta 7 Peserta 8 Peserta 9 Peserta 10 Peserta 11 Peserta 12 Peserta 13 Peserta 14 Peserta 15 Tabel 6. Saran dari peserta Jawaban Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang dan waktu saat libur sekolah Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang dan libur sekolah Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang dan libur sekolah Masa pelatihan agar lebih panjang Masa pelatihan agar lebih panjang PEMBAHASAN Melalui kegiatan pelatihan ini, menumbuhkan pengetahuan peserta pelatihan untuk melihat keberadaan sekolah nya secara objektif, mampu melihat kekuatan dan kelemahan . aktor interna. , peluang dan ancaman . aktor ekstena. Pemahaman akan hal ini akan merangsang pimpinan sekolah dan fungsionaris untuk mampu menciptakan strategi atau program yang akan mendukung kepada peningkatan sekolah. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 125 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. Peningkatan pengetahuan peserta tentang analisis SWOT dapat dilihat dari hasil nilai dari pre-test dan post-test. Hasil nilai pre-test adalah jumlah skor nilai peserta secara keseluruahan adalah 630 atau 43,3% yang didapat dari 650 dibagi 1. Sedangkan hasil nilai dari post-test peserta secara keseluruhan adalah 920 atau sebesar 61,3% yang didapat dari 920 Berdasarkan data tersebut dapat dilihat terjadinya peningkatan pemahaman sebesar 18%, yang awal nya adalah hasil pre-test yaitu 43,3% dan akhirnya adalah hasil posttest yaitu 61,3%. Kemampuan sekolah untuk melakukan analisi SWOT akan berdampat pada penigkatan kualitas sekolah yaitu peningkatan akreditasi, peningkatan jumlah siswa dan melahirkan karya-karya yang dapat dimanfaatkan masyarakat (Aji, 2. Peserta pelatihan memberikan jawaban tentang tingkat kepuasan atas pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yang memberikan jawaban sangat puas adalah 13,3%, memberikan jawaban puas adalah 66,6% dan memberikan jawaban netral adalah 20%. Nugrahaningsih . melakukan kegiatan pengabdian pada Lembaga Bimbingan belajar yang bertujuan untuk . Mengetahui analisis SWOT yang dikembangkan oleh jasa layanan lembaga bimbingan belajar di Sukoharjo dan . Mengetahui beberapa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh jasa layanan lembaga bimbingan belajar di Sukoharjo. Gambar 3. Kondisi lingkungan Sekolah ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. Juli 2022 | 126 Purba. Purba R. Sipayung. Girsang. Saragih. Pelatihan analisis SWOT untuk memahami kondisi internal dan ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3. , 117-128. doi:10. 29408/ab. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan penuh antusias dari para peserta. Para peserta merasakan pentingnya untuk melakukan analisis SWOT untuk dapat bertahan dan berkelanjutan dan memenangkan persaingan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang analisis SWOT yang dilihat dari peningkatan nilai test yang diberikan pada awal sebelum pelatihan yaitu pre-test dan nilai test yang didapat setelah pelatihan yaitu nilai post-test. Terjadi peningkatan skor nilai secara keseluruhan yaitu dari 43,3% menjadi 61,3%. Tingkat kepuasan dapat dilihat dari hasil jawaban peserta yaitu yang memberikan jawaban sangat puas adalah 13,3%, puas 60% dan netral adalah 205. Peserta juga diberikan ruang untuk memberikan masukan dan secara umum meminta agar pelaksanaan dilakukan dengan waktu yang lebih panjang dan pada saat libur sekolah. PERNYATAAN PENULIS Artikel ini tidak pernah dimuat dalam jurnal pengabdian maupun jurnal penelitian sebelumnya DAFTAR PUSTAKA