JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 3409 - 3417 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Melia Maida1A. Noor Yunida Triana2. Amelia Andini3 Keperawatan. Fakultas Kesehatan. Universitas Harapan Bangsa. Indonesia1,2,3 E-mail: meliamaida34@gmail. com1, nooryunida@uhb. id2, amelia. andini128@gmail. Abstrak Penggunaan media sosial seperti TikTok dalam konteks pendidikan dapat memengaruhi motivasi belajar siswa, baik secara positif maupun negatif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan tingkat motivasi belajar siswa kelas Vi di SMP Maarif NU 1 Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan rancangan penelitian Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan aplikasi TikTok dalam kategori sedang . ,6%) dan memiliki tingkat motivasi belajar dalam rentang sedang . ,4%). Uji spearman rank menunjukkan nilai p-value sebesar 0,022, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan tingkat motivasi belajar siswa. Nilai korelasi (CC) sebesar -0,220 menunjukkan hubungan yang lemah dan negatif, yang berarti peningkatan penggunaan TikTok berkorelasi dengan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini penting karena memberikan wawasan tentang pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi pendidik dan orang tua untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mengelola penggunaan 1teknologi oleh siswa. Kata Kunci: Pengunaan TikTok. Motivasi Belajar. Abstract The use of social media such as TikTok in an educational context can influence students' learning motivation, both positively and negatively. This research aims to analyze the relationship between the use of the TikTok application and the level of learning motivation of class Vi students at SMP Maarif NU 1 Purwokerto. This research method uses a quantitative approach with correlational methods and a cross-sectional research The research results showed that the majority of respondents used the TikTok application in the moderate category . 6%) and had a moderate level of learning motivation . 4%). The Spearman rank test shows a p-value of 0. 022, which indicates there is a significant relationship between the use of the TikTok application and the level of student motivation to learn. The correlation (CC) value of -0. 220 shows a weak and negative relationship, which means that increasing TikTok use is correlated with decreasing learning This research is important because it provides insight into the influence of social media on learning motivation, which can be used as a basis for educators and parents to develop more effective strategies for managing students' use of technology. Keywords: Tiktok Usage. Learning Motivation. Copyright . 2024 Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini A Corresponding author : Email : meliamaida34@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat, terutama dalam media komunikasi massa. Perubahan ini dimulai dari banyaknya penggunaan media lokal, seiring dengan perkembangan media online, popularitas media sosial juga meningkat di berbagai lapisan masyarakat. Media sosial menghapus batasan dalam bersosialisasi (Puspitarini & Nuraeni, 2. Media sosial memungkinkan komunikasi antar manusia di mana saja dan kapan saja, tanpa memperhatikan jarak atau waktu . iang maupun Media sosial memberikan dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Salah satu platform media sosial yang sangat digemari oleh banyak orang, termasuk anak-anak, adalah aplikasi TikTok (Putri et al. Di TikTok, pengguna bisa mengasah kreativitas, menonton berbagai video buatan orang lain, dan menjadikannya sebagai hiburan saat merasa bosan. Pengguna TikTok dapat berinteraksi langsung melalui fitur komentar dan tombol suka yang tersedia di aplikasi tersebut (Nabilah & Suprayitno, 2. Media sosial telah mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat saat ini, khususnya remaja dan anak-anak. TikTok dapat meningkatkan motivasi belajar dengan konten yang menarik, tetapi juga dapat menyebabkan kecanduan dan mengganggu konsentrasi belajar (Astalia et al. , 2. Peneliti menekankan pentingnya peran guru dalam membimbing siswa agar menggunakan media sosial secara positif. Hasil pra-survey menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan TikTok untuk hiburan, meskipun ada indikasi bahwa hal ini bisa berdampak negatif terhadap motivasi belajar mereka. Dalam beberapa kecenderungan penelitian, studi terkait pengaruh media sosial terhadap pembelajaran menyoroti beberapa hal yang saling terkait. Pertama studi yang dilakukan oleh Hosen et. memberikan penjelasan secara empiris bahwa fungsi media sosial, seperti pertukaran dokumen, komunikasi virtual, dan pembentukan pengetahuan serta motivasi individu . , adalah faktor penting yang dapat digunakan untuk mendorong berbagi pengetahuan dan meningkatkan kinerja pembelajaran di kalangan Sementara penelitian Zheng & Wu ( 2. yang mengkaji hubungan media sosial dengan model pembelajaran campuran menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat menigkatkan motivasi belajar siswa terutama Ketika guru mneggunakan model pembelajaran campuran. Di sisi lain, kecenderungan penelitian yang disimpulkan oleh Alkaabi et. al justru menunjukkan bahwa kecanduan jejaring sosial telah berdampak pada kinerja kelas siswa dan dalam beberapa kasus menyebabkan kegagalan kelas. Dengan demikian, penelitian mengenai pengaruh TikTok sebagai media sosial dan hubungannya dengan motivasi belajar menjadi sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penggunaan aplikasi TikTok terhadap motivasi belajar siswa di SMP Maarif NU 1 Purwokerto. Keputusan ini diambil setelah hasil pra-survei menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan TikTok untuk hiburan, namun terdapat indikasi bahwa penggunaan aplikasi ini mungkin berdampak negatif terhadap motivasi belajar mereka. Guru di sekolah tersebut juga mengungkapkan bahwa belum ada evaluasi khusus terkait motivasi belajar siswa. Peneliti berpendapat bahwa memahami tingkat motivasi belajar siswa penting untuk mendesain bahan ajar yang dapat meningkatkan motivasi mereka. Penelitian ini menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi yang semakin cepat. dan media sosial yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks pendidikan. TikTok, sebagai salah satu aplikasi media sosial yang paling populer saat ini, menawarkan berbagai konten yang dapat mempengaruhi perilaku dan kebiasaan pengguna, termasuk siswa. Dalam konteks pendidikan, penting untuk memahami bagaimana penggunaan media sosial seperti TikTok dapat memengaruhi motivasi belajar siswa, baik secara positif maupun negatif. Sebagian besar siswa menggunakan TikTok sebagai sarana hiburan, namun terdapat kekhawatiran bahwa penggunaan yang intensif bisa mempengaruhi fokus dan motivasi mereka dalam belajar. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk merancang strategi yang lebih efektif dalam mengelola penggunaan media sosial di kalangan siswa serta membantu dalam pengembangan bahan Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. METODE Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode korelasional dan desain penelitian Cross Sectional untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan aplikasi TikTok dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Maarif NU 1 Purwokerto dengan jumlah populasi yang melibatkan seluruh siswa kelas Vi, sebanyak 136 siswa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin untuk memperoleh ukuran sampel yang representatif, menghasilkan 108 siswa sebagai sampel Teknik pemilihan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Instrumen penelitian meliputi kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat penggunaan aplikasi TikTok serta motivasi belajar siswa. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sementara data sekunder dikumpulkan dengan cara observasi. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman untuk mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel Uji ini memungkinkan peneliti untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara penggunaan TikTok dan motivasi belajar siswa, memberikan wawasan mendalam mengenai dampak penggunaan media sosial terhadap aspek pendidikan. Metode ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak TikTok terhadap motivasi belajar, serta menyediakan informasi yang berguna untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penggunaan media sosial di kalangan siswa sekolah menunjukkan variasi berdasarkan umur dan jenis Siswa berusia 13-17 tahun lebih sering menggunakan media sosial untuk bersosialisasi, mencari hiburan, dan mengeksplorasi minat mereka. Pada usia ini, media sosial menjadi platform penting bagi mereka untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan mengikuti tren terkini. Berdasarkan jenis kelamin, penelitian menunjukkan bahwa siswi perempuan cenderung lebih aktif menggunakan media sosial dibandingkan siswa laki-laki (Aprilia et. , 2. Siswi perempuan menggunakan media sosial untuk berbagai tujuan, termasuk komunikasi, hiburan, dan edukasi, sementara siswa laki-laki lebih fokus pada konten visual, game, dan topik Data table pada SMP Maarif NU 1 Purwokerto berikut mendukung temuan ini dengan menunjukkan persentase pengguna media sosial berdasarkan umur dan jenis kelamin, menggambarkan tren penggunaan yang signifikan di kalangan remaja sekolah. Dengan demikian, penting bagi pendidik dan orang tua untuk memahami pola penggunaan media sosial ini guna memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat dalam memanfaatkan media sosial secara positif. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin Siswa Kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto . Karakteristik Kategori Frekuensi Persentase (%) Umur 13 Th 14 Th 15 Th 16 Th 17 Th Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Jenis Kelamin Tabel tersebut menampilkan distribusi frekuensi karakteristik responden siswa kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto. Sebagian besar responden berada dalam kategori umur 13 tahun, yaitu sebanyak 48 siswa . ,4%), diikuti oleh usia 14 tahun sebanyak 44 siswa . ,7%). Selain itu, responden paling banyak berjenis kelamin perempuan, yaitu 59 siswa . ,6%), sedangkan siswa laki-laki berjumlah 49 . ,4%). Data ini menunjukkan bahwa siswa perempuan cenderung lebih banyak menggunakan media sosial dibandingkan siswa laki-laki. Penggunaan media sosial pada kelompok usia 13 dan 14 tahun juga lebih dominan, menunjukkan bahwa siswa pada rentang usia ini lebih aktif dalam menggunakan media sosial. Karakteristik ini penting untuk diperhatikan dalam merancang strategi pendidikan yang efektif dan memanfaatkan media sosial sebagai alat pendukung belajar. Penggunaan media sosial pada siswa di sekolah semakin meningkat, terutama dengan popularitas aplikasi seperti TikTok. Media sosial TikTok telah menjadi salah satu platform terpopuler di berbagai kalangan, termasuk pada siswa sekolah, hal demikian terjadi karena media ini menawarkan berbagai jenis konten yang menarik dan interaktif. Popularitas TikTok di kalangan siswa sekolah dapat dikaitkan dengan kemampuannya untuk menyediakan hiburan maupun edukasi yang mudah diakses. Siswa sering kali menghabiskan waktu luang mereka di TikTok, terlibat dalam tren viral atau mengikuti konten dari influencer favorit mereka. Tidak terkecuali pada siswa SMP Maarif NU 1 Purwokerto yang menjadi pengguna media sosial TikTok ini. Tingginya animo penggunaan TikTok pada siswa SMP Maarif NU 1 Purwokerto dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 2. Penggunaan Aplikasi TikTok Pada Siswa Kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto . Penggunaan Frekuensi Persentase Aplikasi (%) TikTok Rendah Sedang Tinggi Total Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto menggunakan TikTok dengan intensitas sedang. Dari 108 siswa yang disurvei, sebanyak 86 siswa . ,6%) menggunakan aplikasi ini dalam kategori sedang, sementara 20 siswa . ,5%) dalam kategori rendah, dan hanya 2 siswa . ,9%) dalam kategori tinggi. Penggunaan TikTok yang cukup sering namun tidak berlebihan ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan hiburan dan aktivitas belajar siswa. Tabel tersebut juga memperlihatkan bahwa siswa memiliki tingkat motivasi belajar yang berada dalam rentang sedang, dengan 62 siswa . ,4%) memiliki motivasi belajar sedang, 43 siswa . ,8%) tinggi, dan 3 siswa . ,8%) rendah. Meski demikian, kecenderungan penggunaan TikTok juga menimbulkan beberapa isu yang patut Penggunaan yang intens dapat mengganggu waktu belajar dan konsentrasi. Siswa yang terlalu sering menggunakan TikTok mungkin mengalami penurunan motivasi belajar karena teralihkan oleh konten yang bersifat hiburan atau bahkan kecanduan media sosial. Motivasi dalam belajar adalah salah satu faktor utama yang memengaruhi pencapaian akademik siswa di sekolah. Tingkat motivasi yang tinggi dapat meningkatkan keinginan dan semangat siswa untuk belajar, sementara motivasi yang rendah dapat menghambat proses pembelajaran. Data table pada siswa SMP Maarif NU 1 Purwokerto berikut menggambarkan tingkat motivasi belajar siswa dalam rentang rendah, sedang maupun tinggi. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabel 3. Tingkat Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto . Motivasi Frekuensi Persentase Belajar (%) Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan tabel tersebut, tingkat motivasi belajar pada siswa kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto bervariasi. Mayoritas siswa, yaitu sebanyak 62 siswa . ,4%), mempunyai tingkat motivasi belajar yang menengah/sedang. Sebanyak 43 siswa . ,8%) memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi, sedangkan hanya 3 siswa . ,8%) yang memiliki motivasi belajar rendah. Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki motivasi yang cukup baik, masih terdapat sejumlah siswa yang perlu didorong untuk meningkatkan motivasi belajarnya. Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara penggunaan aplikasi TikTok dan tingkat motivasi belajar siswa. Hasil analisis mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara seberapa sering TikTok digunakan dan motivasi belajar siswa. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin sering TikTok digunakan, semakin menurun pula tingkat motivasi belajar yang terlihat pada sampel siswa. Koefisien korelasi yang diperoleh mengindikasikan hubungan negatif antara kedua variabel tersebut, menunjukkan bahwa penggunaan TikTok yang berlebihan dapat menghambat motivasi intrinsik siswa terhadap kegiatan belajar. Tabel 4. Hubungan Penggunaan Aplikasi TikTok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto . Penggunaan Tingkat Motivasi Belajar Total PAplikasi Value CC Rendah Sedang Tinggi TikTok F % F 8 7,4 12 11,1 20 18,5 0,022 Rendah 3 2,8 52 48,1 31 28,7 86 79,6 0,220 Sedang 2 1,9 0 Tinggi 3 2,8 62 57,4 43 39,8 108 100,0 Total Data tersebut mengungkapkan bahwa adanya korelasi yang signifikan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan tingkat motivasi belajar siswa kelas Vi di SMP Maarif NU 1 Purwokerto. Berdasarkan tabel yang disajikan, dari 108 responden, 79,6% dari mereka yang menggunakan TikTok dalam kategori sedang memiliki motivasi belajar yang bervariasi dengan 48,1% di antaranya berada pada tingkat motivasi sedang. Sementara itu, 18,5% responden dengan penggunaan TikTok rendah memiliki motivasi belajar tinggi sebanyak 11,1%. Hasil analisis uji spearman rank memperlihatkan nilai p-value sebesar 0,022 (< 0,. dan koefisien korelasi sebesar -0,220 sehingga H1 diterima dan Ho ditolak, yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan lemah antara kedua variabel ini. Artinya, semakin tinggi penggunaan TikTok, motivasi belajar cenderung menurun. Hal ini menegaskan pentingnya mengelola waktu penggunaan aplikasi TikTok agar tidak mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar siswa. Pembahasan Media sosial TikTok telah menjadi salah satu platform terpopuler di berbagai kalangan. Penggunaan aplikasi TikTok telah menjadi fenomena yang signifikan dalam media sosial, terutama di kalangan remaja dan kaum muda (Puspitasari, et. TikTok menawarkan platform berbasis video pendek yang memungkinkan penggunanya untuk membuat, menyunting, dan membagikan konten multimedia secara Fitur-fitur seperti efek kreatif, musik, dan tantangan viral telah menjadi daya tarik utama bagi Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. pengguna muda yang ingin mengekspresikan kreativitas mereka dengan cara yang interaktif dan Penggunaan aplikasi TikTok sebagai bagian dari media sosial menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan aplikasi lainnya dalam konteks interaksi pengguna dan konten yang disediakan. TikTok menonjol dengan fokusnya pada video pendek yang kreatif dan interaktif, dimana pengguna dapat dengan mudah membuat dan membagikan konten yang unik dengan berbagai efek visual dan musik yang tersedia (Purwani. Hal ini menciptakan lingkungan yang sangat partisipatif dan memungkinkan pengguna untuk dengan cepat mengekspresikan diri mereka secara kreatif. Di sisi lain, aplikasi media sosial seperti Instagram dan Facebook, meskipun juga menawarkan berbagai fitur kreatif seperti gambar dan video, lebih menekankan pada konten visual yang statis dan berbagi momen dalam bentuk gambar atau teks. Instagram, misalnya, terkenal dengan fokusnya pada fotografi dan estetika visual, sementara Facebook lebih menonjol dengan fitur jejaring sosial yang luas dan berbagai opsi interaksi seperti komentar, berbagi, dan membuat acara (Teviana, et. Perbandingan antara TikTok dengan platform lain juga mencakup pola penggunaan dan demografi TikTok dikenal sangat populer di kalangan generasi muda dan remaja, dengan tren konten yang seringkali memicu tantangan viral dan tren yang cepat berubah (Arif, et. , 2. Di sisi lain. Facebook, meskipun memiliki basis pengguna yang lebih luas dan bervariasi, cenderung lebih banyak digunakan oleh kelompok usia yang lebih dewasa (Rulinawaty, et. , 2. Secara keseluruhan, masing-masing aplikasi media sosial menawarkan pengalaman unik yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna mereka. TikTok menonjol dengan inovasi dalam format video pendek yang dinamis dan kreatif, sementara platform lain menawarkan keberagaman fitur yang mengakomodasi berbagai jenis interaksi sosial dan konten visual. Perbandingan ini memperkuat pentingnya memahami karakteristik dan dampak dari setiap platform dalam konteks penggunaan media sosial secara luas. Keberhasilan TikTok juga tercermin dalam statistik penggunaan yang terus meningkat dari tahun ke Platform ini tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk belajar dan mendapatkan informasi baru. Data penggunaan aplikasi TikTok di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun 2021 hingga 2023. Pada tahun 2021, persentase pengguna TikTok di Indonesia meningkat dari 17% pada tahun sebelumnya menjadi 30%, mencerminkan pertumbuhan minat terhadap platform ini (Monavia, 2. Pada April 2022, jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 99,1 juta, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna TikTok terbanyak kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (Cindy, 2. Peningkatan terus berlanjut hingga April 2023, dengan jumlah pengguna mencapai 112,97 juta, hanya terpaut sekitar 3,52 juta dari pengguna di AS (Kurnia, 2. Namun, pada Oktober 2023, jumlah pengguna sedikit menurun menjadi sekitar 106,51 juta, meskipun Indonesia tetap berada di peringkat kedua setelah AS yang memiliki 143,4 juta pengguna (Good State, 2. Data ini mencerminkan ketertarikan yang kuat dan terus berkembang terhadap TikTok di Indonesia, menunjukkan pengaruh besar platform ini dalam budaya digital dan media sosial di negara tersebut. Gambar 1. Diagram peningkatan jumlah pengguna TikTok di Indonesia 3 tahun terakhir. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Hasil penelitian pada siswa kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto menunjukkan penggunaan media sosial dalam kategori umur 13 tahun sebanyak 48 siswa . ,4%), diikuti oleh usia 14 tahun sebanyak 44 siswa . ,7%). Hal ini selaras dengan penelitian Dermawan dkk . yang menyebutkan bahwa remaja awal dengan kisaran usia 13-16 tahun lebih dominan dan aktif dalam menggunakan media sosial. Penelitian Kussanti . juga menunjukkan bahwa aplikasi TikTok dengan konten yang pendek dan bervariasi, serta menyediakan platform dimana remaja dapat berinteraksi dengan dengan teman sebaya, sehingga mereka dapat mengekspresikan diri. Selain itu, hasil kajian menunjukkan bahwa pengguna media sosial paling banyak berjenis kelamin perempuan, yaitu 59 siswa . ,6%), sedangkan siswa laki-laki berjumlah 49 . ,4%). Data tersebut sejalan dengan penelitian Hepilita. , & Gantas. yang mengungkapkan bahwa remaja perempuan lebih dominan dalam penggunaan media sosial dibandingkan dengan remaja laki-laki. Data penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto menggunakan TikTok dengan intensitas sedang yaitu sebanyak 86 siswa . ,6%) menggunakan aplikasi ini. Artinya, mereka dapat menyeimbangkan antara waktu yang dihabiskan untuk hiburan dan kegiatan yang lebih produktif seperti belajar. Mereka menggunakan aplikasi ini tidak berlebihan, tetapi cukup sering untuk mendapatkan manfaat dari konten edukatif yang tersedia di platform tersebut (Fadhilah, 2. Penelitian Talabessy. mendukung data tersebut dengan menyebutkan bahwa peserta didik yang lebih sering scroll TikTok berlebihan dibanding belajar dapat menyebabkan penurunan prestasi belajar. Berdasarkan hasil data penelitian mengindikasikan bahwa tingkat motivasi belajar pada siswa kelas Vi SMP Maarif NU 1 Purwokerto bervariasi. Namun, mayoritas siswa dengan jumlah sebanyak 62 siswa . ,4%), mempunyai tingkat motivasi belajar yang sedang, artinya sebagian besar siswa memiliki motivasi yang cukup baik. Kajian Hakim dkk . menyebutkan bahwa penggunaan TikTok sebagai aplikasi edukatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, siswa memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi mereka dengan dukungan yang tepat dan strategi pembelajaran yang efektif, serta mendorong kepercayaan diri serta motivasi intrinsik siswa (Nurasiah et al. , 2. Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan tingkat motivasi belajar siswa kelas Vi di SMP Maarif NU 1 Purwokerto. Berdasarkan data penelitian sebanyak 108 responden, 79,6% dari mereka yang menggunakan TikTok dalam kategori sedang memiliki motivasi belajar yang sedang pula, yakni dengan prosentase sebesar 48,1%. Sementara 18,5% lainnya yang menggunakan TikTok dalam skala rendah memiliki motivasi belajar yang tinggi sebanyak 11,1%. Dengan demikian, semakin tinggi penggunaan TikTok, motivasi belajar cenderung menurun, begitupun sebaliknya. Oleh karenanya, penting untuk mengelola waktu penggunaan aplikasi TikTok agar tidak mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian Fauziah dkk . mendukung temuan tersebut dengan hasil kajiannya yang menunjukkan bahwa siswa yang lebih sering terdistraksi oleh konten hiburan pada aplikasi TikTok akan mudah teralihkan konsentrasi belajarnya sehingga memungkinkan mengalami penurunan dalam motivasi belajar. Pentingnya siswa untuk mengelola waktu mereka dengan bijaksana dan memprioritaskan kegiatan yang mendukung motivasi belajar (Anggraini et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan keilmuan dalam bidang pendidikan dan psikologi remaja. Temuan bahwa siswa berusia 13-17 tahun aktif menggunakan media sosial untuk bersosialisasi dan mengeksplorasi minat mereka menunjukkan pentingnya media ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, adanya perbedaan penggunaan media sosial berdasarkan jenis kelamin, di mana siswi perempuan lebih aktif, membuka wawasan baru mengenai perbedaan perilaku digital antar gender. Penelitian juga mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok berhubungan negatif dengan tingkat motivasi belajar, menyoroti pentingnya pengelolaan waktu yang baik dalam penggunaan media Hasil ini memberikan dasar bagi pendidik dan orang tua untuk memberikan bimbingan yang tepat, serta memanfaatkan media sosial secara positif sebagai alat edukatif, sehingga dapat mengurangi potensi dampak Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Ae Melia Maida. Noor Yunida Triana. Amelia Andini DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. negatifnya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan responsif terhadap dinamika penggunaan media sosial di kalangan remaja. KESIMPULAN Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan media sosial di kalangan siswa SMP Maarif NU 1 Purwokerto bervariasi berdasarkan umur dan jenis kelamin, dengan siswa berusia 13-14 tahun dan siswi perempuan lebih aktif dalam menggunakan media sosial. Media sosial, khususnya TikTok, menjadi platform yang dominan dengan sebagian besar siswa menggunakan aplikasi ini dengan intensitas sedang. Meskipun media sosial menawarkan hiburan dan peluang eksplorasi minat, temuan menunjukkan adanya korelasi negatif antara penggunaan TikTok dan motivasi belajar. Data mengindikasikan bahwa siswa yang lebih sering menggunakan TikTok biasanya menunjukkan tingkat motivasi belajar yang lebih rendah, meskipun hubungan ini bersifat lemah. Analisis statistik menunjukkan p-value sebesar 0,022 dan koefisien korelasi -0,220, mengindikasikan bahwa menggunakan TikTok berlebihan dapat mengganggu motivasi belajar siswa. Meski sebagian besar siswa memiliki motivasi belajar sedang hingga tinggi, penting untuk pendidik dan orang tua agar memperhatikan penggunaan media sosial dan mengelola waktu penggunaannya agar tidak mengganggu konsentrasi dan semangat belajar. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pola penggunaan media sosial dan dampaknya, strategi pendidikan dapat disesuaikan untuk memanfaatkan potensi positif media sosial sambil meminimalkan efek negatifnya terhadap prestasi akademik siswa. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada aspek analisis data statistiknya yang memungkinkan tidak cukup kuat untuk memberikan kesimpulan definitif. Selain itu, penelitian ini menggunakan sampel yang terbatas pada satu sekolah, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke populasi siswa yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA