Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Meningkatkan Kemampuan Manajemen Usaha pada Pelaku UMKM di Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang Shella Puspita Sari1. Abdullah2. Aprilia Astuti3 Universitas Pamulang. Indonesia dosen02512@unpam. id1, dosen0000@unpam. id2, dosen0000 @unpam. Submitted: 14th April 2025 | Edited: 29th June 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Sari. Abdullah. , & Astuti. Meningkatkan Kemampuan Manajemen Usaha pada Pelaku UMKM di Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 675-681. ABSTRACT This community service activity aimed to enhance business management skills among Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. actors in Situ Gadung Village. Tangerang Regency. The background of this program is the limited managerial knowledge and skills among local MSME entrepreneurs, which hinder their business growth and sustainability. The purpose of this activity was to improve the participants' capabilities in managing their businesses effectively through targeted training and interactive learning methods. The activity was conducted on May 4, 2025, in Situ Gadung Village. It was carried out by a team of 12 lecturers from Universitas Pamulang. Participants consisted of 19 MSME entrepreneurs and 7 general community The program included material presentation, practical exercises, discussions, and Q&A sessions to facilitate active learning and skill development. The results showed a significant improvement in participantsAo understanding of business management concepts and their ability to apply these skills in their daily business Participants reported increased confidence and motivation to implement better management practices, contributing to the potential growth of their enterprises. Keywords: MSMEs. Business Management. Community Service. Situ Gadung. Skill Development PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). UMKM menyumbang lebih dari 60% produk domestik bruto dan menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional. Namun, meskipun jumlahnya sangat banyak. UMKM sering menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan usaha yang berdampak pada produktivitas dan daya saing (Rahmawati & Wijayanti, 2020. Santoso, et al. , 2. Salah satu faktor utama yang memengaruhi keberhasilan UMKM adalah kemampuan manajemen usaha (Arifin & Hidayatullah, 2. Penguasaan manajemen yang baik dapat membantu pelaku UMKM dalam pengelolaan sumber daya, pemasaran, keuangan, serta perencanaan usaha sehingga mampu bertahan dan berkembang di Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. tengah persaingan pasar yang semakin ketat (Kurniawan & Hidayat, 2019. Lubis, et al. Namun, banyak pelaku UMKM masih mengalami keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan manajerial yang memadai (Putri & Wibowo, 2. Desa Situ Gadung di Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi UMKM cukup besar, khususnya di bidang perdagangan kecil dan Berdasarkan survei awal, pelaku UMKM di desa tersebut masih menghadapi berbagai kesulitan terkait pengelolaan usaha, terutama dalam hal pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan strategi pemasaran (Fauzi & Sari, 2. Kondisi ini mengindikasikan perlunya dukungan untuk meningkatkan kemampuan manajemen usaha agar pelaku UMKM lebih kompeten dan produktif (Dewi & Santika, 2. Banyak hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan manajemen usaha dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan operasional dan kinerja bisnis UMKM. Studi oleh Anwar et al. menegaskan pentingnya program pelatihan yang berfokus pada pengembangan kapasitas manajerial sebagai upaya peningkatan daya saing UMKM di era digital. Selain itu, keterlibatan akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat terbukti efektif dalam mentransfer ilmu dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat (Handayani & Prasetyo, 2020. Fauzan & Putri, 2. Metode pembelajaran yang melibatkan praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta pelatihan (Yuliana et al. Sari & Wijaya, 2. Pendekatan ini membantu peserta untuk tidak hanya menerima teori, tetapi juga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam konteks usaha mereka masing-masing. Oleh karena itu, kegiatan PKM yang terstruktur dengan metode tersebut akan sangat mendukung keberhasilan program. Selain aspek teknis manajemen, penguatan motivasi dan sikap kewirausahaan juga perlu mendapat perhatian dalam kegiatan pemberdayaan UMKM. Riset terkini menyebutkan bahwa sikap positif dan mental kewirausahaan berkontribusi pada kemampuan adaptasi UMKM dalam menghadapi perubahan pasar dan inovasi produk (Pratama & Yuniarti, 2022. Hadi & Gunawan, 2024. Hapsari & Wulandari, 2. Dengan demikian, kegiatan peningkatan manajemen usaha harus mencakup pembinaan sikap dan mental kewirausahaan (Santoso & Widodo, 2. Berdasarkan uraian di atas, pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul "Meningkatkan Kemampuan Manajemen Usaha pada Pelaku UMKM di Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang" sangat relevan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku UMKM dalam mengelola usaha, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Situ Gadung. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 04 Mei 2025 di Desa Situ Gadung. Kabupaten Tangerang. Pelaksana kegiatan adalah 12 dosen dari Universitas Pamulang yang memiliki keahlian di bidang manajemen usaha dan pemberdayaan UMKM. Peserta kegiatan terdiri dari 26 orang, yaitu 19 pelaku usaha UMKM yang berprofesi sebagai pedagang dan 7 masyarakat umum lainnya yang tertarik dalam pengembangan usaha. Dengan komposisi ini, kegiatan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan peserta yang berasal dari latar belakang usaha mikro dan kecil. Metode pelaksanaan PKM mengacu pada pendekatan pembelajaran aktif dan partisipatif yang melibatkan beberapa tahap, yaitu pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pemaparan materi berisi konsep dasar manajemen usaha yang disampaikan secara sistematis oleh para dosen. Selanjutnya, peserta diberi kesempatan untuk melakukan praktik langsung agar dapat mengaplikasikan teori yang diterima ke dalam konteks usaha mereka. Diskusi dan tanya jawab diadakan untuk menggali permasalahan yang dihadapi peserta serta memberikan solusi yang aplikatif dan mudah dipahami. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yang saling berkaitan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Pada tahap persiapan, tim pelaksana melakukan koordinasi internal untuk menyusun materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan peserta, sekaligus menyiapkan fasilitas serta mengurus administrasi peserta agar proses pelaksanaan berjalan lancar. Tahap pelaksanaan merupakan inti dari kegiatan, di mana terjadi interaksi langsung antara pelaksana dan peserta dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang secara interaktif dan aplikatif untuk mengembangkan soft skills peserta. Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, tahap pelaporan dilakukan dengan mendokumentasikan keseluruhan proses kegiatan, melakukan evaluasi terhadap pencapaian tujuan serta hasil pelatihan, dan menyusun Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. pengembangan kemampuan manajemen usaha bagi pelaku UMKM di Desa Situ Gadung. Dengan demikian, ketiga tahapan ini membentuk siklus kerja yang terintegrasi guna memastikan efektivitas dan dampak positif jangka panjang dari kegiatan PKM PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Situ Gadung dimulai dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh seluruh peserta dan pelaksana dari Universitas Pamulang. Acara dibuka secara resmi oleh ketua tim pelaksana, yang menyampaikan tujuan kegiatan serta pentingnya peningkatan kemampuan manajemen usaha bagi pelaku UMKM di desa tersebut. Pembukaan ini juga berfungsi sebagai ajang motivasi bagi peserta untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan agar mendapatkan manfaat maksimal. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang menjadi inti dari PKM. Materi disusun berdasarkan kebutuhan nyata pelaku UMKM, yang sebagian besar adalah pedagang kecil dengan tantangan utama dalam mengelola usaha secara efektif dan efisien. Materi dimulai dengan pengenalan konsep dasar manajemen usaha, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Penjelasan konsep ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dikaitkan langsung dengan konteks usaha mikro. Tahap berikutnya adalah pembahasan tentang perencanaan usaha. Peserta diajak untuk memahami pentingnya menyusun rencana usaha yang mencakup penentuan tujuan usaha, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta manajemen stok barang. Dosen menjelaskan secara teknis cara membuat rencana usaha sederhana namun efektif, termasuk bagaimana menyusun target penjualan dan perencanaan modal kerja yang Peserta juga diperkenalkan pada konsep pencatatan keuangan dasar sebagai alat kontrol usaha. Selanjutnya, materi berfokus pada pengorganisasian usaha yang meliputi pembagian tugas, pengelolaan waktu, serta koordinasi dengan pemasok dan pelanggan. Pelaku UMKM dibimbing untuk mengenali peran penting pengorganisasian agar kegiatan operasional usaha berjalan lancar dan efisien. Pembahasan juga mencakup Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. teknik komunikasi efektif dengan pelanggan sebagai salah satu aspek kunci dalam mempertahankan dan meningkatkan loyalitas konsumen. Pada bagian pelaksanaan, peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana menerapkan rencana usaha dan pengorganisasian secara nyata dalam aktivitas seharihari. Praktik ini mencakup simulasi pengelolaan toko atau lapak dagang, pengaturan barang dagangan, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan kas harian. Pendekatan praktik ini sangat penting agar peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu melakukan langkah konkret dalam mengelola usaha mereka. Pembahasan selanjutnya fokus pada manajemen keuangan yang lebih mendalam, di mana peserta diajarkan berbagai langkah penting seperti pencatatan transaksi secara rapi dan teratur, penghitungan keuntungan yang akurat, serta analisis sederhana terhadap arus kas untuk mengetahui kondisi keuangan usaha secara nyata. Dalam sesi ini, penjelasan teknis turut menyoroti pentingnya penggunaan catatan keuangan manual yang mudah dipahami serta pengenalan alat bantu praktis seperti buku kas sederhana yang sangat membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan tanpa perlu menggunakan sistem yang kompleks. Melalui pemahaman dan penerapan teknik-teknik tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengendalikan arus kas, memantau pendapatan dan pengeluaran secara efektif, serta membuat keputusan finansial yang tepat. Dengan demikian, pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya membantu menjaga stabilitas usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis UMKM dalam jangka panjang. Selain itu, materi juga membahas strategi pemasaran yang efektif dan terjangkau untuk UMKM. Peserta diajak untuk memahami pentingnya segmentasi pasar, penetapan harga yang kompetitif, serta penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Teknik promosi sederhana dan cara menarik minat konsumen disampaikan secara praktis agar dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha. Diskusi dan sesi tanya jawab menjadi bagian integral dari pelaksanaan materi, di mana peserta aktif mengajukan permasalahan yang mereka hadapi dalam usaha. Tim dosen memberikan solusi dan saran yang disesuaikan dengan kondisi lokal dan kapasitas usaha peserta. Interaksi ini memperkaya proses belajar serta menumbuhkan rasa percaya diri pelaku UMKM untuk menerapkan ilmu yang diperoleh. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Manfaat yang dirasakan peserta dari kegiatan ini sangat beragam, mulai dari meningkatnya pemahaman tentang pentingnya perencanaan dan pencatatan usaha, kemampuan mengelola keuangan dengan lebih baik, hingga peningkatan keterampilan pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Banyak peserta mengungkapkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif memudahkan mereka dalam menyerap materi dan langsung mengimplementasikannya. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kemampuan manajemen usaha para pelaku UMKM di Desa Situ Gadung. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, diharapkan pelaku usaha dapat lebih percaya diri dalam mengelola dan mengembangkan usaha mereka sehingga berkontribusi pada peningkatan perekonomian lokal yang lebih berkelanjutan. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Situ Gadung berlangsung lancar dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Peserta yang terdiri dari 26 orang, meliputi pelaku UMKM dan masyarakat umum, menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Metode pelaksanaan PKM yang diterapkan, meliputi pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, dan sesi tanya jawab, membantu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan efektif, sehingga peserta mampu memahami materi dengan baik. Respon dari peserta terhadap kegiatan ini sangat positif dan penuh apresiasi. Para peserta merasa materi yang disampaikan relevan dan aplikatif dengan kondisi usaha mereka sehari-hari. Peserta mengaku mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan terutama dalam aspek perencanaan usaha, pencatatan keuangan, pengorganisasian usaha, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik UMKM. Kepercayaan diri mereka dalam mengelola dan mengembangkan usaha juga meningkat sebagai hasil dari pembelajaran yang diperoleh. Kegiatan PKM ini berhasil memenuhi tujuan utama yaitu meningkatkan kemampuan manajemen usaha pada pelaku UMKM di Desa Situ Gadung. Keberhasilan ini didukung oleh persiapan yang matang, pelaksanaan yang terstruktur, serta keterlibatan aktif dari peserta dan tim pelaksana. Diharapkan hasil dari kegiatan ini menjadi fondasi yang kuat untuk pengembangan UMKM secara berkelanjutan di Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. wilayah tersebut dan mendorong terjalinnya kerjasama yang lebih erat antara akademisi dengan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan bersama. DAFTAR PUSTAKA