https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 PENGARUH KEPRIBADIAN HARDINESS DAN STRATEGI COPING TERHADAP BURNOUT PADA PEKERJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Reininda Anugrah Hayati Inayah Wibawanti Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepribadian hardiness dan strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 385 pekerja di Jakarta. Instrumen penelitian ini menggunakan tiga model skala Likert, yaitu skala Burnout, skala Kepribadian Hardiness, dan skala Strategi Coping. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear. Hasil uji hipotesis kepribadian hardiness terhadap burnout diperoleh nilai koefisien t hitung sebesar -16,901 dengan sig 0. <0. 05, maka H01 ditolak dan Ha1 diterima. Sedangkan strategi coping terhadap burnout diperoleh nilai koefisien t hitung sebesar -15,705 dengan sig 0. <0. maka H02 ditolak dan Ha2 diterima. Diperoleh F hitung sebesar 184,695 dengan sig . <0. H03 ditolak dan Ha3 yang berbunyi ada pengaruh kepribadian hardiness dan strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID19 diterima. Secara simultan, kepribadian hardiness dan strategi coping memberikan kontribusi sebesar 51,2%. Secara parsial, kepribadian hardiness memberikan kontribusi sebesar 44,7% dan strategi coping sebesar 6,5%. Kata Kunci: Burnout. Kepribadian Hardiness. Strategi Coping Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive THE INFLUENCE OF HARDINESS PERSONALITY AND COPING STRATEGIES ON BURNOUT IN WORKERS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Abstrack The purpose of this study was to determine the effect of hardiness personality and coping strategies on burnout in workers during the COVID-19 pandemic. The sampling method used is the convenience sampling technique. Respondents in this study were 385 workers in Jakarta. This research instrument uses three Likert scale models, namely the Burnout scale. Hardiness Personality scale, and Coping Strategies scale. The data analysis technique used in this research is linear regression analysis. The results of the hardiness personality hypothesis test on burnout obtained the t-count coefficient value of -16. 901 with sig 0. <0. 05, then H01 is rejected and Ha1 is While coping strategies against burnout obtained the value of the t-count coefficient of -15,705 with sig 0. <0. 05, then H02 is rejected and Ha2 is Obtained F count of 184. 695 with sig 0. <0. H03 is rejected and Ha3 which reads that there is an influence of hardiness personality and coping strategies on burnout in workers during the COVID-19 pandemic is accepted. Simultaneously, hardiness personality and coping strategies contributed 51. Partially, hardiness personality contributed 44. 7% and coping strategies of 6. Keywords: Burnout. Hardiness Personality. Coping Strategies Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di awal tahun 2020, dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yaitu Corona Virus jenis baru (Sars-Co. dan penyakitnya disebut Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 (Yuliana. Meluasnya kasus penyebaran COVID19 di Indonesia sangat mempengaruhi Dampak pada bidang ekonomi dan industri di antaranya adalah kerugiaan usaha, pemutusan hubungan kerja, dan pemotongan upah (Muslim, 2. Sehingga untuk itu, individu khususnya sebagai pekerja harus beradaptasi kembali dengan lingkungan dan pekerjaannya. Menurut Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Buruh, pekerja atau buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Di masa pandemi ini, setiap penerapan protokol kesehatan secara ketat dan pengaturan kerja seperti work from home dan work from office (Kompaspedia. Namun demikian, dilansir dari situs laman Okezone Lifestyle . , bekerja dari rumah . ork from hom. hadir dengan tuntutan peran ganda, yaitu pekerjaan dari kantor dan juga pekerjaan rumah Pekerja wanita akan lebih banyak berperan dalam mengurus anak bagi yang sudah berumah tangga. Namun di satu sisi, jika individu tidak mampu mengelola pekerjaannya, tekanan demi tekanan sangat mungkin terjadi (Klikdokter, 2. Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 Fenomena menggambarkan bahwa pekerja rentan mengalami kelelahan kerja atau Menurut Namora . , burnout adalah keadaan individu di tempat kerja yang ditandai dengan menurunnya produktivitas karena stres di tempat kerja yang terus-menerus. Berdasarkan hasil survei PPM Manajemen, diketahui bahwa sebanyak 80 persen pekerja mengalami gejala stres selama masa pandemi akibat memikirkan keberlangsungan usaha, kebutuhan perlindungan dan rasa aman COVID-19 (Kompas. com, 2. Menurut Maslach dan kawankawan . , beberapa faktor yang burnout adalah faktor situasional dan faktor individual. Faktor situasional karakteristik jabatan, dan karakteristik Sedangkan demografi . sia, jenis kelamin, status karakteristik kepribadian . ingkat hardiness yang rendah, locus of control eksternal, strategi coping yang pasif dan defensif, dimensi kepribadian dan tipe individ. , serta sikap kerja. Selanjutnya, dari beberapa faktor yang mempengaruhi burnout tersebut, dalam penelitian ini penulis memilih faktor kepribadian hardiness dan stategi coping yang mempengaruhi burnout pada pekerja. Faktor tersebut dianggap lebih relevan oleh penulis dengan fenomena yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19, serta didukung oleh teori dan hasil penelitian sebelumnya. E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Adapun kepribadian hardiness adalah suatu karakteristik kepribadian yang terdiri dari sekumpulan sikap, di mana sikap-sikap tersebut memiliki fungsi sebagai sumber kekuatan bagi individu dalam menghadapi kondisi yang menekan (Anisa & Tri, 2. Individu merasa dirinya lebih kuat daripada masalah yang ada. Kekuatan tersebut mendorong individu untuk bertahan, bangkit, dan terus melangkah dan belajar dari peristiwa yang dialami menjadikan individu pribadi yang lebih baik lagi. Individu yang memiliki tingkat kepribadian hardiness yang tinggi akan lebih kecil kemungkinan Sedangkan individu yang memiliki tingkat kepribadian hardiness yang rendah akan lebih rentan mengalami burnout (Andi & Nadya, 2. Selanjutnya, strategi coping menurut Rasmun . didefinisikan sebagai proses yang dilalui oleh individu dalam menyelesaikan situasi Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap situasi atau masalahnya, begitu pula cara mana yang akan dipilih untuk menyelesaikan masalahnya, tergantung bagaimana individu tersebut memaknai peristiwa yang menimbulkan burnout. Penelitian Nensi dan kawan-kawan . menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara strategi coping dengan burnout pada guru TK Se-Kecamatan Tampan Pekanbaru. Penelitian mengungkapkan bahwa semakin tinggi burnout maka semakin rendah strategi coping pada guru. Sebaliknya, semakin rendah burnout maka semakin tinggi strategi coping pada guru. Merujuk pada paparan penulis hardiness, strategi coping, dan pekerja di masa pandemi COVID-19 terkait dengan berbagai argumen teoritis maupun hasil-hasil penelitian, maka semua itu melatarbelakangi penulis untuk mengangkat suatu penelitian hardiness dan strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: Apakah kepribadian hardiness terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19? Apakah ada pengaruh strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19? Apakah strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19? Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: Mengetahui kepribadian hardiness terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Mengetahui pengaruh strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Mengetahui strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Manfaat Teoritis Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan psikologi secara umum dan secara khusus untuk bidang Psikologi Industri dan Organisasi, yaitu mengenai hardiness dan strategi coping terhadap burnout. Selain itu, dengan adanya burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Dapat digunakan sebagai kepribadian hardiness dan strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Manfaat Praktis Dapat masalah burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19 dalam kancah penelitian baik bagi subyek penelitian maupun bagi Menjadi masukkan untuk terkait burnout untuk dapat meningkatkan kemampuan burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 TINJAUAN PUSTAKA Burnout Pengertian Burnout Menurut Maslach dan kawan-kawan . , burnout adalah respon kronis terhadap stressors di tempat kerja, yang didefisikan dengan tiga dimensi, yaitu kelelahan, sinisme, dan Individu mengalami kelelahan, sinisme, dan inefficacy sebagai respon kronis terhadap stressors di tempat kerja. Burnout kondisi emosional di mana individu merasa tidak berdaya, tidak memiliki harapan, bahkan jenuh secara mental ataupun fisik sebagai akibat tuntutan pekerjaan yang meningkat (Yunita & Ifdil. Tuntutan pekerjaan yang mengalami burnout. Pendapat lain dikemukakan oleh Kartono . bahwa burnout adalah bentuk stres yang mencapai tujuan pribadi seorang individu atas pekerjaannya. Stres yang dibiarkan dalam waktu individu mengalami burnout, sehingga individu tidak mampu dalam mencapai tujuannya. Berdasarkan definisi di atas, maka dalam didefinisikan sebagai bentuk stres kronik yang dialami oleh individu di tempat kerja dalam jangka waktu yang lama. E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Burnout Menurut Maslach dan kawan-kawan . , beberapa faktor yang dipandang dapat mempengaruhi burnout adalah faktor situasional dan faktor Faktor Situasional Karakteristik Karakteristik jabatan Karakteristik Faktor Individual Karakteristik Usia Jenis kelamin Status Tingkat Karakteristik Rendahnya Locus Strategi coping yang pasif dan Dimensi Sikap kerja Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi burnout yaitu faktor karakteristik pekerjaan, karakteristik demografi . sia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidika. , karakteristik kepribadian . endahnya tingkat hardiness, locus of control eksternal, strategi coping yang pasif dan defensif, dimensi kepribadian dan tipe individ. , dan sikap kerja. Berdasarkan faktor-faktor mempengaruhi burnout, yang dipilih sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah kepribadian hardiness dan strategi coping. Kedua faktor ini dipilih oleh penulis karena dianggap lebih relevan dengan fenomena penelitian. Dimensi-Dimensi Burnout Menurut Maslach dan kawan-kawan . , burnout memiliki tiga dimensi, yaitu kelelahan emosional . , . educed Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustio. Kelelahan mengacu pada perasaan emosional yang berlebihan disebabkan adanya suatu kontak dengan orang lain. Sumber utama kelelahan ini adalah kelebihan beban kerja dan konflik pribadi di tempat kerja. Individu merasa lelah dan tidak menghadapi hari lain atau Dipersonalisasi (Depersonalizatio. Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Dipersonalisasi mengacu pada hilangnya respon terhadap seseorang, yang pada umumnya menerima pelayanan atau perawatan. Dimensi emotional exhaustion dan melindungi diri sendiri. Penurunan Prestasi Pribadi (Reduced Penurunan prestasi pribadi mengacu pada menurunnya mencapai keberhasilan di tempat kerja. Hal ini menurunkan rasa selfefficacy yang dikaitkan diperburuk oleh kurangnya Berdasarkan berbagai teori yang telah dipaparkan di atas, maka yang dipilih sebagai teori dalam pembuatan alat ukur adalah dimensi-dimensi Kepribadian Hardiness Pengertian Kepribadian Hardiness Menurut Maddi . , kepribadian hardiness adalah pola sikap dan keterampilan yang memberikan keberanian dan strategi untuk mengubah keadaan pertumbuhan sebagai gantinya. Keadaan stres dapat menjadi Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 peluang untuk pertumbuhan individu dengan adanya pola sikap, keterampilan, keberanian, dan strategi. Pendapat lain dikemukakan oleh Sri dan Yeniar . bahwa kepribadian hardiness adalah karakteristik kepribadian yang membuat individu menjadi kuat, optimis, tahan, stabil, dan yakin bahwa individu tersebut mampu masalah, serta melihat masalah sebagai sesuatu yang menantang dan bermakna, sehingga individu akan lebih mampu menghadapi Individu yang mampu masalahnya sebagai tantangan yang bermakna akan lebih mampu menghadapi stres. Berdasarkan definisi di atas, maka dalam hardiness didefinisikan sebagai keberanian, dan strategi yang masalahnya sebagai tantangan dan peluang untuk tumbuh sehingga individu tersebut lebih mampu menghadapi stres. Aspek-Aspek Kepribadian Hardiness Aspek-aspek kepribadian hardiness menurut Maddi . dibagi menjadi tiga . , kontrol . , dan tantangan . Komitmen (Commitmen. Komitmen mengacu pada melibatkan diri dalam E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive aktivitas yang sedang Kontrol (Contro. Kontrol mengacu pada keyakinan individu bahwa mempengaruhi peristiwaperistiwa yang terjadi atas Tantangan (Challeng. Tantangan mengacu pada perubahan yang terjadi sebagai kesempatan untuk bukan sebagai ancaman terhadap rasa amannya. Manfaat Kepribadian Hardiness Manfaat dari kepribadian peluang dan keuntungan individu untuk meningkatkan kinerja dan kesehatan serta pertumbuhan pasca trauma. Berdasarkan berbagai teori yang telah dipaparkan di atas, maka yang dipilih sebagai teori dalam pembuatan aspek-aspek kepribadian hardiness. Strategi Coping Pengertian Strategi Coping Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (BPPB Kemendikbud, 2. strategi adalah rencana yang cermat Individu tujuannya dengan rencana yang Menurut Siti coping adalah respon perilaku dan fikiran individu terhadap stres, di mana penggunaan sumber yang ada pada diri dilakukan secara sadar oleh individu, dan bertujuan untuk konflik-konflik yang timbul dari diri pribadi dan di luar dirinya sehingga dapat meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Individu merespon stres secara sadar dengan menggunakan sumber yang ada pada diri individu atau lingkungannya. Berbeda Siti. Khairunnisa dan Sri . merupakan proses individu berusaha untuk menangani dan menguasai situasi yang menekan, yang dinilai sebagai membebani atau melampaui sumber daya melakukan perubahan kognitif memperoleh rasa aman. Individu menangani situasi yang menekan dengan perubahan kognitif dan perilaku pada dirinya untuk memperoleh rasa aman. Pendapat dikemukakan oleh Eunike dan Widya . , bahwa coping atau kemampuan mengatasi masalah adalah proses yang digunakan oleh individu dalam menimbulkan stres. Individu menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk mengatasi Berdasarkan definisi di atas, maka dalam penelitian ini strategi coping Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive dilakukan oleh individu sebagai respon untuk menangani dan menguasai situasi yang menekan kemampuan yang dimilikinya. Jenis-jenis Strategi Coping Menurut Lazarus (Khairunnisa & Sri, 2. , ada dua jenis strategi coping, yaitu emotional focused coping dan problem focused coping. Coping yang berfokus pada emosi . motional focused Emotional focused coping adalah penanganan emosi yang diakibatkan oleh stresor. Emotional menekankan pada usaha untuk menurunkan emosi negatif yang dirasakan masalah atau tekanan. Adapun aspek-aspek dari coping yang berfokus pada emosi, yaitu: Mencari dukungan sosial emosi . eeking Menjaga . Menghindarkan diri . scape avoidanc. Pengendalian . elf-contro. Penekanan . ccepting Memberi penilaian . ositive Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 Coping yang berfokus pada masalah . roblem focused Problem coping adalah penanganan dengan cara mengurangi, atau memecahkan masalah yang menjadi sumber stres. Problem focused coping mengambil tindakan untuk memecahkan masalah atau mencari informasi yang berguna untuk membantu pemecahan masalah. Adapun aspek-aspek dari coping yang berfokus pada masalah, yaitu: Mencari dukungan informasi . eeking Konfrontasi . onfrontive copin. Merencanakan . lanful problem solvin. Fungsi Strategi Coping Menurut Mufidatun . , coping berfungsi untuk menyebabkan timbulnya stres atau mengatur reaksi emosional yang muncul karena suatu Berdasarkan berbagai teori yang telah dipaparkan di atas, maka yang dipilih sebagai teori dalam pembuatan alat ukur adalah jenis-jenis strategi Hipotesis Berdasarkan pembahasan di atas, dapat dihipotesiskan bahwa: E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Ha1 (Hipotesis alternatif . : Ada pengaruh kepribadian hardiness terhadap burnout. Ha2 (Hipotesis alternatif . : Ada terhadap burnout. Ha3 (Hipotesis alternatif . : Ada pengaruh kepribadian hardiness dan strategi coping terhadap METODE PENELITIAN Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear dan regresi stepwise yang pengelolahan datanya dengan menggunakan program SPSS for windows version 22. Adapun analisis data dalam penelitian ini diarahkan untuk menguji hipotesis yang diajukan, yaitu untuk mengetahui pengaruh kepribadian hardiness dan strategi coping terhadap burnout pada pekerja di masa pandemi COVID-19. PELAKSANAAN PENELITIAN Pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner online melalui tautan atau link Google Forms. Penelitian berlangsung dari tanggal 23 Juli 2021 sampai dengan 30 Juli 2021 dengan jumlah responden sebanyak 443 orang. Namun demikian, penulis memperoleh 43 responden yang tidak sesuai dalam pekerjaan. Oleh sebab itu, penulis hanya menerima 400 responden yang kemudian diambil 385 sampel, di mana 30 sampel untuk uji coba dan 355 sampel analisis data. Pengambilan data penelitian ini menggunakan metode try out terpakai . ji coba terpaka. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terhadap 355 responden, diperoleh hasil analisis dengan metode regresi sederhana pada pengaruh kepribadian hardiness terhadap burnout yaitu t hitung = 16. 901 dengan p < 0. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan arah negatif pada kepribadian hardiness terhadap burnout. Dalam penelitian ini, kepribadian hardiness memperoleh R2 = Artinya, kepribadian hardiness memberikan kontribusi sebesar 44. terhadap burnout. Kepribadian hardiness meliputi keterlibatan dalam aktivitas seharihari, rasa kontrol atas peristiwa, dan keterbukaan untuk berubah. Individu dengan kepribadian hardiness yang rendah memiliki tingkat burnout yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Andi dan Nadya . bahwa semakin tinggi tingkat kepribadian hardiness, maka akan semakin rendah terjadinya burnout. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kepribadian hardiness, maka semakin tinggi terjadinya burnout. Pada analisis kedua metode regresi sederhana pengaruh strategi coping terhadap burnout, diperoleh hasil yaitu t hitung = 15. 705 dengan p < 0. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dengan arah negatif pada strategi coping terhadap Dalam penelitian ini, strategi coping hanya memberikan kontribusi sebesar 6. Persentase pengaruh strategi coping terhadap burnout diperoleh berdasarkan hasil pengurangan dari R square kepribadian hardiness dan strategi coping dengan R square kepribadian hardiness . 2% 44. 7%). Individu yang mengalami burnout berhubungan dengan strategi coping yang agak pasif dan defensif, sedangkan individu dengan strategi coping aktif dan konfronif dikaitkan dengan burnout yang lebih rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nensi dan kawan-kawan . bahwa semakin tinggi tingkat strategi coping maka semakin rendah burnout. Sebaliknya, semakin rendah tingkat strategi coping, maka semakin tinggi terjadinya Hasil analisis ketiga menyatakan bahwa diperoleh F hitung sebesar 184. dengan p < 0. Artinya, ada pengaruh yang signifikan pada kepribadian hardiness dan Psikologi Kreatif Inovatif Vol 2 No 3 Juli 2022 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Berdasarkan nilai R square = 0. kepribadian hardiness dan strategi coping memberikan kontribusi sebesar 51. terhadap burnout. Hal ini berarti 48. dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diketahui dan diteliti oleh peneliti. Adapun faktor lain yang dapat mempengaruhi burnout antara lain usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, locus of control eksternal, dimensi kepribadian dan tipe individu, dan sikap kerja. KESIMPULAN. IMPLIKASI. SARAN