1291 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN MELALUI BANK SAMPAH DAN TANAMAN BUNGA DALAM POT (TABULAMPOT) Oleh Nur Farida1. Iqbal Ainur Rahman2. Ayu Fitriana3. Klarista Miftahul Dwiayunin4 1,2,3,4Program Studi Manajemen,Stie Pemuda Surabaya,Indonesia E-mail:1 nurfarida. stiepemuda@gmail. com, 2 iqbalainur19@gmail. 3ayufitrianaokt@gmail. com, 4klaristamiftahul89@gmail. Article History: Received: 17-08-2025 Revised: 16-09-2025 Accepted: 20-09-2025 Keywords: Environment. Waste Bank. TABULAMPOT. Greening. Abstract: Environmental issues, particularly waste accumulation and a lack of green open spaces, are critical issues in densely populated areas such as Jalan Gersikan VI. Pacar Keling. Tambaksari. Surabaya. This community service program through the Community Service Learning (CSL) activity aims to increase residents' awareness and participation in waste management and environmental greening. The implementation of the activities was carried out in several stages: observation, planning, implementation, and evaluation. The program began with a waste bank initiative as a platform for managing economically valuable inorganic waste. Additionally, the cultivation of Potted Flower Plants (TABULAMPOT) was implemented as a greening solution for limited land areas. The results of the activities demonstrated a significant increase in community participation, the volume of waste successfully managed, and improved environmental This program successfully created a sustainable, selfreliant, and economically valuable environmental management model, proving that the synergy between waste banks and greening can be an effective solution to urban environmental PENDAHULUAN Perkembangan pesat Kota Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi dan populasi di Indonesia membawa konsekuensi serius terhadap lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah dan ketersediaan ruang terbuka hijau (Qurrotu AAoyuni et al. Peningkatan aktivitas penduduk dan konsumsi barang menghasilkan volume sampah yang terus bertambah, melampaui kapasitas pengelolaan pemerintah kota. Sebagian besar sampah, khususnya sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng, memerlukan waktu sangat lama untuk terurai secara alami, sehingga menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mencemari ekosistem (Purwaningtyas. Mustikaningrum, and Al Irkham 2. Kondisi ini diperparah dengan kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap praktik pemilahan dan daur ulang sampah. Jalan Gersikan VI, yang merupakan salah satu wilayah padat penduduk di Kelurahan Pacar Keling. Kecamatan Tambaksari. Surabaya, tidak luput dari permasalahan tersebut. Kondisi geografisnya yang padat membuat lahan terbuka sangat terbatas. Akibatnya, upaya penghijauan menjadi sulit diwujudkan. Tumpukan sampah rumah tangga yang tidak http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 terkelola dengan baik sering kali terlihat di lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sarang penyakit (Anggriani et al. Situasi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk intervensi yang sistematis dan partisipatif guna mengatasi kedua isu lingkungan tersebut secara bersamaan. Menghadapi tantangan tersebut, diperlukan solusi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu mengubah perilaku masyarakat. Bank Sampah merupakan sebuah pendekatan yang terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah anorganik (Asteria and Heruman 2. Dengan konsep ini, masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis ((Ryosa 2. Program ini mendorong praktik pemilahan sampah dari sumbernya, mengurangi beban TPA, dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga. Bank Sampah dianggap sebagai suatu cara pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mengajak serta masyarakat untuk aktif berpartisipasi (Afdhal 2. Di sisi lain, keterbatasan lahan untuk penghijauan di wilayah perkotaan dapat disiasati dengan metode budidaya yang kreatif (Amri 2. Tanaman Bunga Dalam Pot (TABULAMPOT) menjadi solusi ideal karena tidak memerlukan lahan yang luas. Pada era modern saat ini, tanaman bunga dalam pot merupakan salah satu usaha bisnis yang banyak dikembangkan karena dianggap memiliki daya tarik (Rugayah et al. Kegiatan ini memungkinkan setiap rumah tangga untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan indah. Selain itu. TABULAMPOT juga dapat menjadi sarana edukasi bagi warga tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan memanfaatkan limbah organik . sebagai media tanam yang subur ((Umami. Anggrasari, and Sustia Dewi Berdasarkan uraian diatas. Dosen Pendamping Lapangan bersama dengan Mahasiwa KKN 1 Surabaya dari STIE PEMUDA. Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian melalui kuliah kerja nyata (KKN). Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dirancang untuk mengintegrasikan kedua konsep inovatif tersebut. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendampingi warga dalam mengimplementasikan bank sampah dan budidaya TABULAMPOT. Sinergi antara dua program ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih besar, di mana bank sampah menangani masalah sampah anorganik, sementara budidaya TABULAMPOT mengatasi keterbatasan ruang hijau dengan memanfaatkan limbah organik. Tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Jalan Gersikan VI . Surabaya. METODE Pelaksanaan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Jalan Gersikan Gang 6. Surabaya ini berfokus pada kegiatan bank sampah dan TABULAMPOT . anam bunga dalam po. dan dilaksanakan mulai tanggal 05 Juli 2025 sampai dengan 05 Agustus 2025. Tujuan dari program kerja tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah dan memanfaatkan ruang terbatas menjadi ruang terbuka hijau. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut : Tahap Observasi Pada observasi mahasiswa kelompok KKN 1 Surabaya melakukan survey lokasi dan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat guna mendapatkan informasi relevan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 sehubungan dengan kebutuhan dan keluhan masyarakat utamanya yang berhubungan dengan pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan terbatas untuk penghijauan. Tahap Perencanaan Setelah memperoleh informasi yang relevan tentang kebutuhan dan keluhan warga, selanjutnya mahasiswa kelompok KKN 1 Surabaya melakukan diskusi untuk merencanakan dan menyusun program-program kegiatan yang sudah disepakati. Perencanaan kegiatan ini memiliki tujuan yaitu agar program yang sudah dibuat akan berjalan dengan lancar dan dapat memberikan solusi tepat terhadap keluhan dan permasalahan warga. Berdasarkan data yang diperoleh pada saat observasi lapangan, langkah yang dilakukan oleh kelompok KKN 1 Surabaya adalah sebagai berikut : Melakukan koordinasi dengan anggota kelompok, warga dan pihak yang berwenang di lokasi kegiatan diantaranya Ketua RT. Ketua RW dan tokoh masyarakat setempat. Setelah melakukan koordinasi dengan anggota kelompok, warga dan pihak yang berwenang di lokasi pengabdian diantaranya Ketua RT. Ketua RW dan tokoh masyarakat setempat, dilanjutkan dengan menyusun program Bank Sampah dan Tanaman Bunga Dalam Pot (TABULAMPOT), karena dari hasil survei ditemukan adanya Program Bank Sampah yang semakin jarang peminat dan keterbatasan lahan untuk menanam tanaman. Menyiapkan kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini kelompok KKN 1 Surabaya melakukan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Mahasiswa kemudian mengajak para warga untuk melakukan kegiatan bank sampah dan tabulampot . anam bunga dalam po. pada lokasi yang sudah ditentukan. Hal ini bertujuan agar terciptanya kerja sama antara kelompok KKN 1 Surabaya dan para warga setempat. Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana keberhasilan pada pelaksanaan kegiatan bank sampah dan kegiatan penghijauan dengan menamam bunga dalam pot(TABULAMPOT). Pada tahapan ini kelompok KKN 1 Surabaya melakukan evaluasi kembali proses yang telah dilakukan dan membuat laporan atas kegiatan penghijauan yang sudah dilaksanakan. Segala masukan dan kendala yang dialami oleh warga di lokasi pengabdian akan menjadi acuan serta pertimbangan untuk kegiatan penghijauan HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut merupakan hasil yang sudah dilakukan dalam melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang dilakukan oleh kelompok KKN 1 Surabaya, yaitu : Bank Sampah Program Bank Sampah berhasil diimplementasikan di Jalan Gersikan VI dengan partisipasi aktif dari warga dan pengurus yang selama ini aktif dalam kegiatan bank sampah. Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi intensif yang menjelaskan manfaat ekonomi dan lingkungan dari pemilahan sampah. Warga diberikan buku tabungan bank sampah untuk mencatat setiap setoran sampah anorganik yang mereka kumpulkan untuk kemudian dijual ke pengepul. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Terhadap sampah yang telah dikumpulkan juga dilakukan pemilahan sesuai dengan Sampah plastik biasanya akan dioleh menjadi produk bernilai tambah salah satunya dibentuk menjadi produk hiasan seperti bunga, tas daur ulang, dan sebagainya, yang kemudian dapat dijual dengan harga yang lebih bernilai daripada sampah yang dijual tanpa Gambar 1. Penimbangan sampah di Balai Gresikan VI RT 4 RW 1 Gambar 2. Pemberian Reward kepada masyarakat Gambar 3. Penyerahan Sampah Kepada Pengepul ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 4. Pengerjaan Pembukuan Bank sampah oleh Ibu PKK dan Mahasiswa KKN SBY 1 Keberhasilan dari kegiatan ini dapat dilihat dari tercapainya jumlah target peserta yang hadir. Masyarakat semakin menyadari pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah, serta menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk terlibat dalam kegiatan Bank Sampah. Mereka mulai rutin memilah sampah organik dan anorganik di rumah dan menyetorkannya ke Bank Sampah untuk ditimbang dan dicatat sebagai tabungan. Dalam pelaksanaannya, warga memberikan bantuan dan memiliki peran yang signifikan. Keberlanjutan kegiatan Bank Sampah ini memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat untuk terus memelihara dan menjaganya, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Jalan Gersikan Gang 6. Kelurahan Pacarkeling. Surabaya Pelaksanaan Kegiatan Tanaman Bunga Dalam Pot (TABULAMPOT) Seiring dengan program bank sampah, kegiatan budidaya TABULAMPOT juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan kegiatan penananam Bunga dan tanaman obat keluarga (TOGA). Pemilihan tanaman yang akan digunakan dalam program penanaman tanaman hias dan obat di Jalan Gersikan Gang 6. Surabaya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria, seperti kemudahan perawatan, manfaat, daya tahan terhadap iklim lokal, serta nilai estetika. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi dengan warga, mahasiswa kelompok KKN 1 Surabaya pada akhirnya memutuskan memilih daun panda (Pandanus pygmaeu. , daun suruh (Piper betl. dan juga ada beberapa tanaman hias seperti tanaman lidah mertua (Sansevieri. , tanaman spider (Chlorophytum comosu. , lidah buaya dan lain Tanaman pandan dan daun sirih dipilih menjadi tanaman utama karena dengan pertimbangan sebagai berikut : Tanaman daun pandan . andanus pygmaeu. Daun pandan tahan terhadap berbagai cuaca, perawatan yang mudah, menambah estetika didalam penghijauan, daya tahan yang tinggi terhadap serangga, hama dan penyakit. Tanaman daun suruh . iper betl. Daun suruh dikenal luas sebagai tanaman obat tradisional. Kandungan minyak atsirinya menghasilkan aroma yang dapat mengusir beberapa jenis serangga. Tumbuh dengan cepat di media pot, hanya memerlukan penyiraman teratur dan penempatan di area yang mendapat sinar matahari tidak langsung. Kehadiran tanaman obat di rumah dapat mendorong warga memanfaatkan pekarangan untuk tanaman bermanfaat selain tanaman hias, sedangkan daun suruh memiliki nilai jual dan dapat menjadi tambahan penghasilan jika dibudidayakan secara berkelanjutan (Wirasisya. Juliantoni, and Alqadri 2. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 5. Pembuatan Pot dari Galon Bekas Gambar 6. Proses penanaman Bunga Dalam Pot Gambar 7. Selesai penanaman Bunga Dalam Pot Keberhasilan program ini dapat dilihat dengan kehadiran seluruh kelompok KKN 1 Surabaya dan antusias warga dalam membantu terlaksananya kegiatan. Masyarakat memiliki tambahan pengetahuan tentang kegiatan tanaman bunga dalam pot (TABULAMPOT)) dan antusias untuk melakukan kegiatan secara mandiri dirumah. Kegiatan ini juga didukung oleh Ketua RT dan Ketua RW setempat sehingga dapat terlaksana dengan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Masyarakat juga merasa mendapatkan edukasi tentang pentingnya pemanfaatan lahan terbatas untuk media menanam sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan yang lebih asri. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan kuliah kerja nyata yang dilakukan oleh kelompok KKN 1 Surabaya, memberikan hasil yang positif utamanya bagi masyarakat Jalan Gresikan Gang 6. Kelurahan pacarkeling. Kecamatan Tambaksari. Kota Surabaya. Masyarakat sangat antusias dan termotivasi mengikuti kegiatan Bank sampah dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanaman bunga dalam pot (TABULAMPOT). Dampak positif dari kegiatan ini adalah kegiatan Bank sampah, dimana masyarakat merasa terbantu dengan bertambahnya pengetahuan bahwa untuk beberapa program bank sampah yang terlaksana dapat menarik minat masyarakat dalam ikut serta program bank sampah. Dampak positif dari kegiatan tanaman bunga dalam pot (TABULAMPOT) dapat dirasakan masyarakat dengan adanya pengetahuan baru tentang beberapa jenis tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanaman hias yang dapat dibudidayakan dengan menggunakan galon bekas sebagai media tanam sehingga dapat memanfaatkan lahan terbatas yang ada di lingkungan sekitarnya. Diharapkan melalui beberapa dampak positif ini, hasil dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sampai beberapa waktu yang akan datang, sehingga kegiatan dapat terus dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH