126 Tinjauan Buku Ilia Delio. OSF. The Ours of the Universe. Re ections on God. Science, and Human Journey. Maryknoll: Orbis Books, 2021, xvii 251 hlm. Seperti beberapa buku Delio yang lain. The Ours of the Universe mengusung tema umum Audialog antara teologi dan sainsAy. Dalam dunia teologi. Delio tertarik pada teolog Abad Pertengahan, khususnya Bonaventura . Baginya paradigma teologi Bonaventura tampil dalam pemikiran Pierre Teilhard de Chardin . , paleontolog Jesuit, yang hidup di antara era Pencerahan dan modernisme, namun tak membaca Teologi Fransiskan. Delio berupaya memperlihatkan bahwa visi sekolah Fransiskan dan pemikiran Teilhard berjalan bersama dalam paradigma tentang korelasi antara kosmos. Tuhan, dan manusia. Paradigma tersebut bersambung-rapat dengan gagasan terkemuka teolog modern Raimon Panikkar, kosmoteandrisme: kosmos . Allah . , dan manusia . Halaman index memperlihatkan bahwa Teilhard paling banyak dibahas. lalu menyusul Bonaventura. Ikon Skolastik lain. Aquinas dan Scotus, serta banyak teolog dan lsuf modern dikutip dan atau disinggung. Hal baru dari buku ini ialah gur Paus Fransiskus, serta isu-isu aktual seperti krisis ekologi, pandemi Covid-19, dan dampak ganda teknologi Arti cial Intelligence (AI). Buku ini menarasikan sejarah semesta, yang diibaratkan dengan waktu doa delapan kali sehari dalam tradisi Ibadat Harian Gereja Katolik: matutinum, laudes, prima, tertia, sexta, nona, vesperae, dan completorium. Matutinum (Bab 1-. Seperti dikemukakan Robert Grosseteste dalam De Luce, asal mula segala realitas sik ialah seberkas cahaya. Semesta diperkirakan telah berusia 13, 8 miliar tahun. bumi berkisar 4, 2 miliar tahun. dan ras manusia baru muncul 140 ribu tahun lalu di Afrika. Semesta terus berkembang, terarah, menjadi lebih kompleks, terutama berupa DISKURSUS. Volume 18. Nomor 1. April 2022: 120-129 tas manusia. Manusia adalah makhluk berkesadaran . Laudes . Kehidupan di semesta berkembang dari organisme paling sederhana sampai yang paling kompleks. Seperti diyakini Teilhard . an dikembangkan Moltman. , terdapat energi penggerak evolusi. Energi itu tak murni material . volusi Darwi. , tetapi juga spiritual, dan bersifat dinamis. Itulah tanda kehadiran Pencipta: Ia bukan pengada yang identik dengan materi . , tetapi ada dalam wujud-wujud material . Prima . Dalam iman Kristiani. Allah dimuliakan karena Ia terlibat dalam suka-duka manusia, bukan karena Ia sempurna pada dirinya. Laudato Sy, terpujilah Engkau Tuhanku, karena Engkau telah menjadikan tanah, air, api, udara. Engkaulah sumber dari kesadaran semesta. Prihatin pada krisis ekologi. Delio berulang kali menegaskan bahwa kosmologisasi alam, cosmologization of nature . lebih penting dari pada indoktrinasi agama. Tertia . Pada jam ini terang semakin kuat memancarkan cahaya, meskipun belum utuh. Dalam Injil Yohanes. Firman Ilahi identik dengan terang, meskipun tak semua orang menerima Dia. Firman itu terus memancarkan cahaya, lebih cemerlang. Firman pun menjelma sebagai manusia, memiliki kesadaran diri tentang relasi dengan Allah (Abb. Dalam diri sang Firman terpancar sebuah model . kesadaran diri Sexta . Terang memancarkan energi kasih. Ia sendiri adalah the core energy of love . Bagi Bonaventura, kebaikan ilahi niscaya memancarkan diri, bonum diffusivum sui. Teilhard pada gilirannya berbicara tentang energi kosmos sebagai pusat kesadaran semesta. Kedua tema ini menemukan titik konvergensi dalam gagasan Kristologi-kosmik: Kristus pusat semesta. Audalam Dia kita hidup, bergerak, dan adaAy (Kis 17: . Gagasan Christus Medium (Bonaventur. dan Christogenesis (Teilhar. saling melengkapi . 43, . Tinjauan Buku Nona . Dialog agama-sains diperlukan agar agama tidak menjadi fosil, dan sains tidak menimbulkan arogansi kosong. Teilhard meyakini bahwa sains membuka wawasan tentang evolusi Kristiani, di mana Kristus menjadi titik Omega. Kekristenan sesungguhnya bukan melulu institusi dan sistem, melainkan kesadaran diri manusia akan asal-usul serta tujuan akhir hidupnya. Dalam bahasa Bonaventura, kesadaran itu terbentuk ketika manusia mampu membaca Aubuku ciptaanAy, yaitu alam semesta yang adalah visualisasi wahyu ilahi. Vesperae . Sejarah hidup akan tiba pada senja. Akan tiba saatnya manusia perlu berdiam diri, mengontemplasikan matahari yang berjalan turun. Ia tak selamanya menjadi pemilik dan penguasa. tiba saatnya ia lepas-bebas dan berjalan turun. Vesperae dilukiskan Delio sebagai time to become ultrahuman . , saat di mana manusia lebih terbuka bagi Pencipta yang merendahkan diri, membungkuk . ending dow. untuk mengangkat ciptaan. Completorium . Mati dan hidup adalah bagian dari realitas Memiliki kesadaran berarti siap menerima kedua realitas itu. Pandemi Covid-19 adalah contoh yang menunjuk dengan jelas kerentanan manusia. Kini ia lebih insaf akan makna pengharapan. Pada dasarnya manusia adalah sebuah realitas keterhubungan. Manusia bergantung pada ciptaan lain. ia mendambakan jawaban atas pertanyaan tentang makna hidup. Dalam konteks ini relevan lah berbicara tentang kasih. Seandainya Allah ada, dan yang in nitum pada Dia adalah cinta kasih, maka eksistensi-Nya itu relevan bagi manusia (Penutup, pp. Buku ini menginspirasi pembaruan cara memandang tentang Allah, kosmos, dan manusia. Seluruh smesta merupakan unbearable wholeness of being . udul buku lain dari Deli. Dalam hidup menggereja, gagasan pembaruan itu tampak dalam visi katolik Paus Fransiskus, dengan latar belakang spirit Aumerehab rumah TuhanAy dari Santo Fransiskus Assisi. DISKURSUS. Volume 18. Nomor 1. April 2022: 120-129 Bahasa dan narasi Delio ringan. Gaya menulis semi populer menawarkan ide praktis: AumengawinkanAy tema-tema besar dan berbagai disiplin ilmu serta tokoh-tokoh besar dari beragam mazhab. Namun karena itu pula ia tak menyajikan sebuah uraian sistematis-ketat (Andreas B. Atawolo. Program Studi Filsafat Keilahian. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Jakart.