Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 PENGARUH FREE CASHFLOW TERHADAP MANAJEMEN LABA Astari Dianty Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia email : astaridianty@unibi. Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia. Populasi data adalah 63 perusahaan manufaktur pada periode 2015 Ae 2019. Sampel diambil secara purposive sampling. Dimana perusahaan yang memenuhi syarat hanya sebanyak 6. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian asumsi klasik dan analisis regresi linier. Penelitian secara parsial membuktikan bahwa Free cash flow berpengaruh terhadap manajemen laba. Kata Kunci : Free Cashflow. Manajemen Laba Abstract The main objective of this study is to obtain empirical evidence on the effect of free cash flow on earnings management in manufacturing companies in the basic industrial sector and chemicals listed on the Indonesian stock exchange. The data population was 63 manufacturing companies in the period 2015 - 2019. The sample was taken by purposive sampling, where only 6. The data analysis used in this study is testing classical assumptions and linier regression analysis. Research partially proves that free cash flow has an effect on earnings management. Keywords : Free Cashflow. Earnings Management PENDAHULUAN Laporan keuangan mencerminkan tingkat Sebuah laporan keuangan terdapat berbagai informasi mengenai posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan dan bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan Salah satu elemen penting dalam laporan keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah laba. Informasi laba ini sering menjadi target rekayasa tindakan oportunis manajemen untuk memaksimumkan kepuasaannya, tetapi dapat merugikan pemegang saham atau investor. Tindakan oportunis tersebut dilakukan dengan cara memilih kebijakan akuntansi tertentu, sehingga laba perusahaan dapat diatur, dinaikkan maupun diturunkan sesuai dengan Hal ini bias terjadi, apabila pada suatu perusahaan memiliki kondisi dimana pihak manajemen ternyata tidak berhasil mencapai target laba yang ditentukan maka manajemen akan memanfaatkan fleksibelitas yang diperbolehkan standart akuntansi dalam memodifikasi laba yang dilaporkan. Perilaku manajemen untuk mengatur laba sesuai dengan keinginannya ini dikenal dengan istilah manajemen laba . arnings Manajemen laba merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh manejer dengan cara memanipulasi laporan keuangan dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya . Praktik manajemen laba di sebuah perusahaan tidak boleh didiamkan begitu saja karna akan berdampak pada kualitas perusahaan itu sendiri. Banyaknya kasus mengenai manajemen laba yang terjadi baik di Indonesia maupun diluar negeri seperti kasus Kimia Farma Tbk dan PT Lippo Tbk kemudian kasus Wordcom, dan Xerox dimana mereka mengakui telah melakukan penggelembungan laba yang pada akhirnya membuat para investor melepaskan Economics Professional in Action (E-Profi. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 saham yang mereka miliki dan berakibat pada anjloknya harga saham perusahaan. Disini investor tidak banyak mengetahui tentang keadaan perusahaan yang membuat mereka dirugikan dengan informasi yang tidak relevan Ada mempengaruhi terjadinya praktik manajemen laba, ada diantaranya kebijakan free cash flow. Perusahaan yang memiliki arus kas bebas . ree cash flo. yang tinggi akan memiliki kesempatan yang lebih besar dalam melakukan manajemen laba dengan meningkatkan laba yang dilaporkan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kodriah . dan Setiawati . menunjukan bahwa Free Cash Flow berpengaruh terhadap manajemen laba. Namun demikian Penelitian yang dilakukan Erna . menunjukan tidak terdapat pengaruh antara free cash flow terhadap manajemen laba. Berdasarkan pemaparan diatas maka, timbul sebuah pertanyaan, apakah free cash flow berpengaruh terhadap manajemen laba? KAJIAN PUSTAKA Free Cash Flow Free cash flow adalah arus kas yang tersedia untuk didistribusikan kepada para pemodal . aik pemegang saham maupun pemegang saham obligas. setelah perusahaan melakukan investasi pada tambahan aktiva tetap, peningkatan modal kerja yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan perusahaan. (Suad dan Enny, 2. Sementara itu Brigham . mendefinisikan bahwa arus kas bebas yang berarti arus kas yang benar-benar tersedia untuk dibayarkan kepada seluruh investor setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produk-produk baru, dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan. Manajemen Laba Manajemen laba sebagai suatu proses yang dilakukan dengan sengaja dalam batasan GAAP (General Addopted Accounting Principl. untuk mengarahkan tingkatan laba yang dilaporkan (Asih Gudono, 2. Sementara itu menurut. Sri Sulistyanto . Manajemen laba terjadi ketika menggunakan keputusan tertentu dalam laporan keuangan dan transaksi untuk mengubah laporan keuangan sebagai dasar penilaian kinerja perusahaan yang bertujuan menyesatkan pemilik atau pemegang . , mengandalkan angka - angka akuntansi yang di Pengaruh Free Cash Flow terhadap Manajemen Laba Beberapa peneliti menemukan bahwa free cash flow . rus kas beba. dapat mempengaruhi manajemen laba. Free cash flow . rus kas beba. merupakan arus kas yang benar-benar tersedia untuk dibayarkan kepada seluruh investor setelah perusahaan menepatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produk- produk baru dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan (Brigham dan Houston, 2. Perusahaan yang memiliki nilai arus kas yang tinggi cenderung tidak melakukan manajemen laba. Hal ini merupakan pemilik sementara perusahaan . ransient investor. yang lebih terfokus pada informasi jumlah arus kas bebas yang perusahaan dalam membagiakan deviden (Agustia,2. H1 : Free cash flow memberikan pengaruh pada manajemen laba METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi yang di masukan dalam penelitian ini adalah industri manufaktur sektor dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2015 - 2019. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria sampel yang dimaksud ialah sebagai berikut : Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar & Kimia yang menjadi sampel adalah perusahaan yang go publik dan masih terdaftar sebagai emiten pada BEI sampai tanggal 31 Desember 2019. Economics Professional in Action (E-Profi. Data laporan keuangan perusahaan dan data untuk perhitungan variabel tersedia secara lengkap untuk tahun pelaporan dari 2015 sampai 2019. Perusahaan keuangan dengan tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2019 dan telah di audit. Perusahaan keuangan dalam satuan mata uang Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dengan laba bersihnya. Informasi data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan masing - masing perusahaan sektor industri Dalam penelitian ini jumlah observasinya ada 6 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sample dari 63 populasi. Sehingga Variabel penelitian dan pengukuran 1 Free Cash Flow Suad dan Enny, . Free cash flow adalah arus kas yang tersedia untuk didistribusikan kepada para pemodal . aik pemegang saham maupun pemegang saham obligas. setelah perusahaan melakukan investasi pada tambahan aktiva tetap, peningkatan modal kerja yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan perusahaan. Free Cash Flow = NOPAT Ae Investasi Bersih pada modal operasi NOPAT (Net operating after ta. = Laba operasi bersih setelah pajak Investasi bersih modal operasi = Total modal operasit Ae total modal operasit-1 Total modal operasi = Modal kerja operasi bersih aset tetap bersih Modal kerja operasi bersih = Aset lancar Ae kewajiban lancar tanpa bunga 2 Manajemen Laba Menurut Healy dan Wallen dalam Sri Sulistyanto . manajemen laba adalah Manajemen laba terjadi ketika menggunakan keputusan tertentu dalam laporan keuangan dan transaksi untuk mengubah laporan keuangan sebagai dasar penilaian kinerja. e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 TACit = Nit Ae CFOit Selanjutnya untuk mencari DA adalah DA it = TACit Ae TACit = Total accruals perusahaan i pada Nit = Laba bersih perusahaan i pada periode t CFOit = Aliran kas dari aktivitas operasi perusahaan i pada Metode analisis regresi linier Penggunaan analisis ini untuk mengukur pengaruh dari variabel independen atau lebih terhadap variabel dependen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Model regresi linier linier dalam penelitian ini adalah sebagai Y = a b1X1 e Keterangan : = Manajemen Laba = Konstanta = Free Cash Flow = Koefisien regresi masing-masing variabel independen = Error HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Hasil Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Data Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati Jika data tidak mengikuti pola sebaran distribusi normal, maka akan diperoleh taksiran yang bias. Pengujian normalitas dilakukan melalui tes Kolmogorov-Smirnov koreksi Lilliefors. 2 Uji Heterokedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi kesalahan atau ketidaksamaan variance dari residual pada model yang sedang diamati dari satu observasi ke observasi lain. Kriteria hasil dari uji heterokedastisitas adalah sebagai berikut : jika nilai p- value . > 0,05 maka varians residual dalam data bersifat 0,05 Economics Professional in Action (E-Profi. mengindikasikan varian residual bersifat 3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji statistik Durbin Watson, yaitu dengan membandingkan angka Durbin-Watson hitung (DW) dengan nilai kritisnya dL dan dU. Hasil pengujian dengan DW diperoleh nilai 1,912, e-ISSN: 2655-867X p-ISSN: 2655-8661 Volume 3 No. 02 Agustus 2021 dengan = 0,05%, n = 30, k = 2 diperoleh nilai dU =1,708 dan 4 Ae dU = 2,204, karena nilai DW berada di antara dU 1,708 < DW 1,982 < 4 Ae dU 2,204, maka dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokorelasi. Pengujian Hipotesis 1 Pengujian Hipotesis T Pengujian hipotesis secara parsial (Uji . digunakan Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya suatu pengaruh dari variabel-variabel bebas secara parsial atas suatu variabel tidak Tabel 1 : Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa nilai thitung variabel free cash flow sebesar 5,749 dan nilai ttabel sebesar 2,05183 sedangkan nilai signifikasi diperoleh sebesar 0,000. Karena thitung 5,749 > ttabel 2,05183 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel independen . ree cash flo. mempunyai pengaruh terhadap . anajemen Sedangkan berdasarkannilai signifikasi sebesar 0,000< 0,05 menunjukkan bahwa variabel free cash flow . rus kas beba. berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. 2 Analisis Regresi Linier Berdasarkan tabel 1 dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta sebesar 279596925,9 dan nilai koefisien variabel sebesar 203,219 untuk variabel free cash flow. Maka model regresi untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : Y = 279596925,9 203,219 A Keterangan : Konstanta . = 279596925,9 Artinya, apabila free cash flow terhadap manajemen laba sama dengan nol, maka manajemen laba sebesar . Koefisien Regresi . = 203,219 Artinya apabila setiap penurunan variabel free cash flow sebesar 1, maka manajemen laba turun sebesar 203,219 dengan asumsi, jika ada variabel lain adalah konstan atau tetap. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Free cash flow berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, hal ini dikarenakan free cash flow merupakan determinan penting dalam penentuan nilai perusahaan, sehingga manajer perusahaan lebih terfokus pada usaha untuk meningkatkan free cash flow. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Bukit dan Iskandar . bahwa perusahaan dengan arus kas bebas yang tinggi juga cenderung melakukan praktik manajemen laba dengan meningkatkan laba yang dilaporkan untuk menutupi tindakan pihak memanfaatkan kekayaan perusahaan. Saran Disarankan kepada industri manufaktur sektor dasar dan kimia agar masa yang akan datang dapat lebih memperhatikan Free Cash Flow, karena terbukti bahwa Free Cash Flow memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Economics Professional in Action (E-Profi. REFERENSI