PERAYAAN WHITE DAY PADA KALANGAN REMAJA JEPANG DEWASA INI Diah Nurhidayati1. Oslan Amril2. Irma2 Mahasiswa Prodi Sastra Jepang. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Bung Hatta. Email: diahnurhidayati8@yahoo. Dosen Prodi Sastra Jepang. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Bung Hatta. Emai: oslan. amril@bunghatta. Email: Irma@bunghatta. PENDAHULUAN Perayaan white day adalah sebuah perayaan yang diikuti para kaum pria, sebagai wujud pemberian hadiah balasan atas hadiah yang diterima dari teman wanita pada perayaan valentine day. White day, menjadi tren dikalangan remaja pria, sehingga berkembang menjadi sebuah perayaan yang banyak diminati dan diikuti oleh kalangan remaja pria Jepang dewasa ini. Sama dengan halnya perayaan valentine day, white day juga disambut dengan meriah oleh para produsen manisan dan coklat, dengan ide kreatif mereka menciptakan segala bentuk dan rasa yang bervariasi, sebagai hadiah dalam perayaan white day. Toko-toko dan outlet penyedia manisan dan cendramatapun menjadi lokasi yang ramai dikunjungi pembeli pria, karena tidak hanya manisan dan coklat, asesoris dan hadiah menarik lainnya yang disenangi remaja wanita juga tidak luput dari sasaran pencarian cendramata, atau hadiah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemberian dari Marcell Mauss . Mauss membagi tiga tipe kewajiban yang memotivasi dan menginspirasi seseorang dalam proses pemberian hadiah yaitu: 1. Memberi, yaitu langkah pertama menjalin hubungan sebagai proses yang menjadi sosial yang Menerima, yaitu penerimaan ikatan sosial yang merupakan proses dinamik yang melibatkan keseluruhan anggota masyarakat. Membalas, yaitu integritas sosial yang mencerminkan adanya suatu kehormatan, atau menjalankan keharusan dari pihak-pihak yang bersangkutan dan teori populer dari William . istilah populer memiliki makna sebagai berikut : Banyak disukai, 2. Mudah ditemukan dimanamana, 3. Karya yang dilakukan untuk menyukai Penelitian dilakukan terkait dengan objek yang diteliti adalah vinna chandra Auprinsip balas budi digambarkan dalam kebiasaan valentine dan white day di Jepang dan hubungannya dengan prinsip ongaeshiAy . METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan mendeskripsikan tentang perayaan white day pada kalangan remaja Jepang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka dan kusioner dengan cara menyebarkan kusioner kepada responden remaja pria yang berada di Jepang. Sedangkan teknik analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu. klasifikasi data, menganalisis data, yaitu menganalisis data yang sudah dikelompokkan secara deskriptif, kemudian menyimpulkan data yang telah dianalisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah white day White day termasuk budaya memberi, sebagai wujud balas budi atas pemberian yang diterima dari orang lain. Budaya balas budi . ini merupakan kegiatan yang menjadi hutang yang harus dilakukan atas sesuatu yang di terima dari orang lain. Orang Jepang menilai pemberian bukan merupakan suatu kegiatan yang bersifat cuma-cuma karena dalam dikembalikan lagi oleh si penerima kepada si pemberi sehingga kegiatan tersebut lebih tepat jika di sebut tuka-menukar pemberian Asal mulanya white day dirayakan pada Perayaan ini dimulai oleh industri permen di Jepang sebagai jawaban . adiah balasa. untuk valentine day dengan alasan bahwa pria harus membayar kembali coklat yang telah diberikan oleh para wanita sebelumnya. Industri permen ini melakukan strategi untuk penjualan permen. Mereka membuat permen dengan bahan baku gula yang berwarna putih, sehingga white day ini muncul. Ide tersebut diambil dari hari marsmallow, yaitu acara promosi marsmallow merk Tsuru no Ko pada tahun 1977 oleh toko kue ishimuramanseido di kota fukuoka. Perkembangan white day Pada tanggal 14 Maret, di Jepang dirayakan semacam hari valentine kedua yang dikenal dengan white day. Beberapa minggu terakhir sebelum hari H, di Tokyo telah terlihat toko-toko yang memajang dan menjual coklat putih, berbagai panganan marsmallow dan berbagai macam hadiah . iasanya dalam kemasan puti. untuk acara besar ini. white day adalah pasangan pria untuk hari valentine di Jepang, dimana tradisinya adalah bahwa wanita memberikan coklat mahal kepada pria yang terlibat dengan mereka, dan coklat yang lebih murah kepada rekan kerja, bos, dan kadang kakak laki-laki. White day mungkin tidak sebesar hari valentine. Menurut Amerika Serikat, white day sebenarnya adalah penemuan toko panganan kecil. Ishimura Menseido, di wilayah Hakata pada tahun 1970an. Pada tahun 1977, seorang eksekutif perusahaan. Zengo Ishimura, sedang membaca majalah wanita untuk mencari inspirasi. Sesorang wanita menulis. AuTidak adil bahwa pria mendapatkan coklat dari wanita pada hari valentine tetapi mereka tidak membalas budiAy. Mengapa mereka tidak memberi kami sesuatu, jika wanita mau berbahagialah menerima bahkan marsmallow sebagai imbalan atas hadiah valentine. Pada rapat perusahaan, dia meminta karyawan wanita untuk memilih hari bagi wanita untuk diperlakukan dengan hadiah 14 Maret tepat satu bulan setelah valentine. Pada tahun 1978 dengan kerja sama sebuah department store lokal. Iwataya Auhari putihAy pertama dirayakan, tetapi dengan nama Auhari marsmallowAy kemudian merayakan untuk mengubah nama menjadi Auhari putihAy yang lebih terbuka mengacu pada marsmallow dan demikian lahirlah tradisi. Pada tahun 1980 an, white day telah menyebar keseluruh Jepang dan mulai memasukkan coklat putih dan barang-barang berwujud lainnya sebagai hadiah yang dapat diterima. Perayaan white day di kalangan remaja Jepang dewasa ini. Berdasrkan hasil kuesioner yang penulis terima dari responden pria di Jepang, hampir semua . angket yang kembal. mengetahui tentang white day, dan 60% memahami white day sebagai pembalasan hadiah. Salah satu dari jawaban responden, seperti berikut : euOciuAEaEECCEENEAAEAIu AAUiAAEAECeOCeACAeCUAAUAC COeuOciuaOiAAeuOci uAiAAUuAAEAECEEOCeACAeCUAC seseorang wanita memberikan coklat kepada seorang pria pada hari valentine tanggal 14 februari, tetapi sebagai balasan seorang pria memberikan coklat kepada seorang wanita pada tanggal 14 maret. Perayaan ini banyak diikuti kalangan remaja pria Jepang, sebagai salah satu alasan adalah mereka menerima hadiah pada perayaan valentine day, seperti ungkapan salah satu responden, berikut ini : EuECEOENEaEaEECCEENEAuy AECUAiaUauCeAC white day, untuk yang merayakan valentine. White day sebagai perayaan yang Disukai disini adalah sebagai pembalasan yang dilakukan oleh pria kepada Disukai disini terlihat pada antusiasnya para pria mencari hadiah sebagai balasan atas coklat yang diterima dari wanita. Gambar 1 : pria membeli coklat Sumber : https://w. KESIMPULAN Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perayaan white day salah satu budaya memberi, dalam balasan atas hadiah yang diterima pada perayaan valentine day. Perayaan ini sangat populer pada kalangan pria Jepang karena banyak yang mengikuti dan menyukai perayaan ini, dan seseorang memberi hadiah yang pantas dan layak diterima teman wanitanya. DAFTAR PUSTAKA