Jurnal WIDYA LAKSMI | http://jurnalwidyalaksmi. Vol 2 | No 1 | Januari 2022 e-ISSN : 2775-0191 | p-ISSN : 2774-9940 | DOI : 0000000000 Penerbit : Yayasan Lavandaia Dharma Bali PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI SD PELANGI JIMBARAN Made Indah Ambari Dewi1. Ketut Sepdyana Kartini2. Made Ririn Sri Wulandari3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika. STMIK STIKOM Indonesia Jl. Tukad Pakerisan No. Panjer. Denpasar Selatan. Kota Denpasar. Bali e-mail: kdkindah@gmail. Received : Januari, 2022 Accepted : Januari 2022 Published : Januari, 2022 Abstrak Perkembangan teknologi saat ini sangat bermanfaat di segala bidang, salah satunya di bidang pendidikan. Teknologi merupakan sarana bagi proses pembelajaran, baik digunakan untuk mencari informasi maupun digunakan dalam membantu kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi berupa video pembelajaran pada SD Pelangi Jimbaran. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi serta menggunakan lembar kuisioner dan tes hasil belajar secara langsung kepada peserta didik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif untuk mengukur minat serta mengetahui hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media belajar berbasis teknologi berupa video pembelajaran. Berdasarkan hasil tes dan kuisioner yang diberikan kepada peserta didik dapat disimpulkan penggunaan media belajar berbasis teknologi berupa video belajar ini membantu peserta didik dalam kegiatan belajar sehingga sangat efektif digunakan dalam meningkatkan minat serta hasil belajar peserta didik di SD Pelangi Jimbaran. Kata Kunci: Hasil Belajar. Media Pembelajaran. Teknologi Abstract The development of technology today is very useful in all fields, one of which is in the field of education. Technology is a means for the learning process, both used to find information and used in assisting learning This study aims to determine the improvement of student learning outcomes by using technology-based learning media in the form of learning videos at SDN Pelangi Jimbaran. Data collection techniques in this study were interviews, observations and the use of questionnaires and direct learning outcomes tests to students. The data obtained were then analyzed using descriptive qualitative and quantitative descriptive methods to measure interest and determine student learning outcomes after using technology-based learning media in the form of learning videos. Based on the results of tests and questionnaires given to students, they can use technology-based learning media in the form of learning videos to help students in learning activities so that it is very effective in increasing student interest and learning outcomes at SDN Pelangi Jimbaran. Keywords: Learning Outcomes. Learning Media. Technology Pendahuluan SD Pelangi Jimbaran merupakan sekolah yang menjadi mitra pengabdian masyarakat dari kelompok mahasiswa KKNT STIKI Indonesia yang beralamat di Jl. Nuansa Utama XIA No. Jimbaran. Kuta Selatan. Badung. Bali. Saat ini kegiatan belajar mengajar di SD Pelangi Jimbaran menggunakan sistem pembelajaran blanded learning. Blended learning adalah sebuah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka . ace-to- fac. dengan e-learning (Noviansyah Proses pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu sistem yang lengkap dan tidak terpisahkan dengan komponen pembelajaran yaitu input . erupa peserta didik, kurikulum, sarana prasaran. , proses . erupa materi, metode, media, evaluas. , output dan feedback (Fridani, dkk, 2. Proses belajar mengajar di SD Pelangi Jimbaran masih bersifat konvensional, tenaga pendidik menjelaskan materi dan peserta didik hanya medengarkan dan memahami materi yang diberikan, sehingga ada saja peserta didik yang merasa jenuh karena pembelajan berlangsung bersifat monoton yang menyebabkan hilangnya fokus dalam mengakibatkan peserta didik merasa sulit dalam Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 137 memahami materi. Menurut (Pattaufi 2. proses belajar mengajar yang efektif memerlukan suatu media yang sesuai dengan karakter siswa, mata pelajaran yang disampaikan, suasana dan prasarana Kondisi tersebut berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada minggu pertama pelaksanaan kegiatan KKNT yang menemukan kurangnya pemanfaatan teknologi untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan yang dapat membuat peserta didik merasa tertarik dan senang mempelajari materi pelajaran (Nugraha, dkk, 2. Guru mempunyai tujuan agar siswa berhasil mencapai proses pembelajaran yang baik, tujuan pembelajaran ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena yang merupakan tolok ukur keberhasilan dalam proses pembelajaran Menurut (Luh et al. perkembangan teknologi informasi pada saat ini berkembang sangat pesat, yang didorong oleh banyaknya teknologiteknologi masa kini. Perkembangan teknologi dapat digunakan sebagai solusi dari permasalahan tersebut, karena perkembangan teknologi pada saat ini sangat menjadi prioritas di dunia pendidikan (Styawati, dkk, 2. Perkembangan dalam dunia pendidikan saat ini sudah sampai pada model pembelajaran yang menggunakan sentuhan teknologi dalam pelaksanaannya (Kartini, dkk. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara nonkonvensional (Andri 2. Adapun teknologi yang digunakan harus menarik dan tidak membutuhkan waktu dan energi yang banyak dalam menyiapkannya karena tujuan dari penggunaan teknologi adalah untuk memudahkan akses informasi, melatih kemandirian belajar, sekaligus strategi untuk meningkatkan kemampuan peserta didik (Oktaviani, dkk, 2. Berkembangnya teknologi saat ini memberikan pengaruh bagi dunia pendidikan, khususnya dalam media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran (Yuanta Media belajar merupakan sarana yang digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran untuk menambah minat belajar peserta didik dengan menampilkan materi pembelajaran yang menarik, tidak monoton, dan tidak membosankan yang dapat berupa gambar, suara, dan gerakan dengan memanfaatkan teknologi dalam Menurut (Anindia Putra, dkk, 2. media memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter pada diri siswa. Dengan penggunaan media belajar yang inovatif dan kreatif siswa akan merasa tertarik sehingga minat belajar peserta didik akan meningkat. Adanya minat dapat membuat siswa menjadi tertarik dan perhatian terhadap pembelajaran sehingga dari minat tersebut, siswa ingin untuk mempelajari lebih dalam tentang materi mata pelajaran yang diajarkan (Pagarra dan Idrus 2. Selain itu media pembelajaran membuat siswa menjadi lebih mudah dalam menyerap materi Saat ini hampir semua mata pelajaran mengimplementasikan media pembelajarana dalam kegiatan belajar mengajar (Kartini, dkk, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini, dkk . dalam meningkatkan proses dari hasil belajar yang dilakukan oleh peserta didik sehingga diperlukan suatu model pembelajaran dalam proses memanfaatkan teknologi pembelajaran berupa media pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya (Putri, dkk. Penelitian lain juga mengatakan media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar (Putra, dkk, 2. Salah satu media belajar yang dapat digunakan yaitu media audio visual berupa video Menurut Joenaidy, video merupakan salah satu media audio visual yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, melalui tayangan video siswa dapat terangsang baik dari segi visual melalui tampilan yang disajikan, maupun dari sisi audio melalui suara yang mengiringi (Aliyyah et al. Menurut (Wisada, dkk, 2. video pembelajaran mampu menampilkan konsep secara nyata, mampu menampilkan pembelajaran secara prosedur/tersusun dikembangkan sesuai dengan media video pembelajaran yaitu proses pengambilan gambar pada presentasi video. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Agustini and Ngarti 2. alasan mengapa mengapa video pembelajaran layak digunakan sebagai media pembelajaran sebagai . Penggunaan waktu kelas yang efisien, . kesempatan belajar yang lebih aktif bagi peserta didik, . video dapat membantu mnjelaskan materi dengan jelas . gaya belajar masing-masing individu berbeda sehingga dengan video semua aspek tersebur terpenuhi, dan . mengurangi beban guru untuk menggunakan model ceramah dalam proses belajar mengajar. Dengan menggunakan video pembelajaran, pendidik dapat lebih berkreasi pembelajaran yang menarik karena didukung dengan tampilan video yang lebih mudah dipahami oleh peserta didik (Khairani, dkk, 2. Selain itu dengan adanya media video pembelajaran, siswa dapat melihat tindakan nyata dari apa yang tertuang dalam media tersebut, hal ini mampu merangsang motivasi belajar siswa. Motivasi belajar dapat diartikan yaitu daya pendorong untuk melakukan aktivitas belajar tertentu yang berasal dari dalam diri dan juga dari luar individu sehingga menumbuhkan semangat dalam belajar (Monika dan Adman 2. Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 138 Berdasarkan pembahasan di atas, kami kelompok KKNT STIKI Indonesia melaksanakan pengabdian masyarakat dengan cara membantu dalam Peningkatan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi di SD Pelangi Jimbaran yang diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan nilai atau hasil belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media pembelajaran berbasis teknologi yang diterapkan di SD Pelangi Jimbaran ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik atau tidak. Penelitian ini juga dilakukan dengan harapan tenaga pendidik dapat berinovasi serta kreatif dalam penyampaian materi dengan bantuan media agar dapat menyampaikan materi yang menarik dan jelas, sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan dan meningkatkan minat serta hasil belajar peserta didik. Metode Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis minat belajar peserta didik dan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dimana sampel yang terpilih yang kami gunakan adalah peserta didik kelas 6 SD Pelangi Jimbaran yang berjumlah 10 orang, yang terdiri dari 4 peserta didik perempuan dan 6 peserta didik laki-laki. Observasi Kuisioner Tes Gambar 1 : Bagan Pengumpulan Data Data hasil kuisioner berupa minat peserta didik yang dapat diukur dengan semangat peserta didik dalam menjawab pertanyaan, perhatian peserta didik dalam pembelajaran dan rasa ketertarikan peserta didik untuk menjawab pertanyaan dalam melakukan kegiatan pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis Dan hasil tes yang berupa pre-test dan post-test dalam bentuk soal pilihan ganda. Pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal dan hasil belajar yang dimiliki peserta didik sebelum menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dalam kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan materi yang diberikan, sedangkan post-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan serta hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi dalam kegiatan pembelajaran sesuai materi yang diberikan. Perhitungan data yang telah didapat menggunakan Skala Likert. Menurut Setyawan dan Atapukan . skala likert adalah skala pengukuran yang dikembangkan oleh Likert pada Tahun 1932. Skala likert memiliki empat atau lebih butir-butir pertanyaan yang dikombinasikan sehingga membentuk sebuah skor atau nilai yang pengetahuan, sikap dan perilaku. Skala likert dapat juga dikatan sebagai skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner dan merupakan skala yang paling banyak digunakan untuk penelitian. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dengan total 7 kali pertemuan, yang dilaksanakan 1 kali setiap minggu. Pembelajaran menggunakan media berbasis teknologi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan model pembelajaran yang lebih menarik dan berbeda dari yang sebelumnya sehingga peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan materi dari tenaga pendidik tetapi dapat juga melihat penjelasan materi melalui video yang ditampilkan. Dengan dilaksanakannya pembelajaran dengan media berbasis teknologi ini diharapkan agar motivasi serta minat belajar peserta didik dapat meningkat sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Sebelum mengumpulkan data kami kelompok mahapeserta didik KKNT STIKI Merdeka melakukan wawancara kepada tenaga pendidik untuk mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi sudah diterapkan pada SD Pelangi Jimbaran atau belum sama sekali. Adapun hasil wawancara yang kami peroleh yaitu penggunaan media berbasis teknologi seperti video pelaksanaannya belum maksimal. Penggunaan media berbasis teknologi seperti video pembelajaran hanya dilakukan pada kelas tertentu dan kegiatan pembelajaran yang lebih dominan diterapkan yaitu dengan sistem ceramah dengan penjelasan secara langsung tenaga pendidik mengenai materi mendengarkan penjelasan dari tenaga pendidik. Tahapan dalam melaksanakan kegiatan penerapan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran sebagai berikut: Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 139 Gambar 1: Sosialisasi Penggunaan Media Belajar Gambar 1 merupakan kegiatan awal yang kami lakukan yaitu melakukan sosialisasi dan diskusi dengan tenaga pendidik mengenai penggunaan media berbasis teknologi yang berupa video pembelajaran untuk peningkatan minat dan hasil belajar peserta didik. Sosialisasi dan diskusi ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan media belajar berbasis teknologi ini dapat diterapkan pada pelajaran apa saja dan mengetahui sarana dan prasarana apa saja yang terdapat di SD Pelangi Jimbaran. Gambar 2 : Mempersiapkan Meteri Ajar Dengan Bantuan Teknologi Gambar 2 membantu tenaga pendidik menyiapkan materi pembelajaran dengan cara mencari materi berupa video pembelajaran yang menarik dari berbagai sumber seperti di youtube. Video yang dicari sesuai dengan materi yang akan disampaikan oleh tenaga pendidik, dan tentunya video pembelajaran tersebut agar menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Selain itu kami mahapeserta didik KKNT STIKI Indonesia juga membantu pembuatan materi menggunakan Microsoft Office PowePoint yang dikonversikan menjadi video untuk bahan ajar. Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 140 Gambar 3: Persiapan Sarana dan Prasarana Untuk Menampilkan Video Pembelajaran Gambar 3 merupakan persiapan sarana dan prasarana untuk menampilkan video pembelajaran dengan cara menyiapkan LCD proyektor, sound dan Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan media berbasis teknologi ini tidak akan bisa berlangsung jika tidak didukung oleh perangkat untuk menampilkan video materi pembelajaran. Gambar 4: Pelaksanaan Pembelajaran dengan Media Berbasis Teknologi Berupa Video Pembelajaran Gambar 4 menunjukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan gambar mengenai materi. Pada saat video ditampilkan tenaga pendidik akan menjelaskan materi yang terdapat pada video tersebut dan peserta didik dapat mendengarkan dan memahami materi yang ditampilkan oleh tenaga Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 141 Gambar 5: Kegiatan Diskusi Setelah Penayangan Video Pembelajaran Gambar 5 menunjukan keaktifan peserta Setelah video materi pembelajaran ditampilkan, tenaga pendidik akan melakukan diskusi berupa tanya jawab dengan peserta didik mengenai materi yang telah diberikan. Saat kegiatan diskusi ini berlangsung, terdapat beberapa peserta didik yang aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tenaga pendidik. Dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi yang dilakukan dengan pemberian tes dan kuisioner untuk mengukur peningkatan minat serta hasil belajar. Tes yang berupa pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta didik diberikan untuk mengetahui hasil belajar dan pengetahuan peserta didik mengenai materi yang disampaikan sebelum dan sesudah menggunakan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran dalam kegiatan belajar Dan pemberian kuisioner untuk mengukur minat belajar peserta didik berdasarkan semangat peserta didik dalam menjawab pertanyaan, perhatian peserta didik dalam pembelajaran dan rasa ketertarikan peserta didik untuk menjawab pertanyaan dalam melakukan kegiatan pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Berikut merupakan hasil pre-test berupa lembar soal yang telah menggunakan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran. Data Pre-test Jumlah Siswa Nilai Siswa Nilai 0 Nilai 20 Nilai 40 Nilai 60 Nilai 80 Nilai 100 Grafik 1. Data Hasil Pre-test Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 142 Gambar diagram diatas adalah data pre-test hasil belajar sebelum menggunakan media berbasis teknologi yang berupa video belajar. Penjelasan dari diagram tersebut sebagai berikut : - Sebanyak 5 peserta didik mendapatkan - Sebanyak 4 peserta didik mendapatkan - Sebanyak 1 peserta didik mendapatkan Berdasarkan hasil pre-test diatas rata-rata hasil belajar dari 10 peserta didik tersebut adalah 54/100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah saat menggunakan model pembelajaran seperti pada umumnya yaitu tenaga pendidik menjelaskan dan peserta didik mendengarkan, dan dilaksanakan dengan tidak menggunakan media berbasis teknologi yang berupa video pembelajaran dalam Selanjutnya memberikan lembar kuisioner yang berisi 5 pertanyaan untuk menghitung indeks minat belajar peserta didik. Berikut merupakan hasil perhitungan kuisioner yang dihitung menggunakan skala likert: Tabel 1: Kuisioner Sebelum Menggunakan Media Video Pembelajaran No. Pertanyaan Saya selalu menyimak pelajaran dengan baik Saya sangat semangat dalam mengikuti kegiatan Materi pelajaran ini lebih mudah dari yang saya bayangkan Saya sangat menyukai ketika tenaga pendidik membuka sesi tanya jawab atau diskusi Materi yang diberikan dapat saya terima dengan baik TOTAL Keterangan poin : : Sangat Setuju . % - 100%) : Setuju . % - 80%) : Kurang Setuju . % - 60%) : Tidak Setuju . % - 40%) STS : Sangat Tidak Setuju . % - 20%) Rumus untuk menghitung total skor : T x Pn = Total Skor : Total jumlah responden yang memilih : Pilihan angka skor linkert Perhitungan skala likert : Skor maksimum : 10 x 25 = 250 : 5 x 5 = 25 : 16 x 4 = 64 : 20 x 3 = 60 :4x2 =8 STS :0x1 =0 STS Total Skor = 157 PERSENTASE = Total Skor / Skor Maksimum = 157 / 250 x 100 = 62,8 % Dari hasil perhitungan data tersebut dapat disimpulkan bahwa minat belajar peserta didik sebelum menggunkanan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran dengan menggunakan sistem pembelajaran pada umumnya yaitu tenaga pendidik menjelaskan dan peserta didik mendengarkan penjelasan materi sebesar 62,8%. Setelah program ini berjalan, kami memberikan post-test kepada peserta didik kelas 6 SD Pelangi Jimbaran. Berikut merupakan hasil post-test berupa lembar soal pilihan ganda yang telah diberikan kepada peserta didik sebelum menggunakan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran. Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 143 Data Post-test Jumlah Siswa Nilai Siswa Nilai 0 Nilai 20 Nilai 40 Nilai 60 Nilai 80 Nilai 100 Grafik 2. Data Hasil Post-test Gambar diagram diatas adalah data postest hasil belajar setelah menggunakan media berbasis teknologi yang berupa video belajar. Penjelasan dari diagram tersebut sebagai berikut - Sebanyak 1 peserta didik mendapatkan - Sebanyak 6 peserta didik mendapatkan - Sebanyak 3 peserta didik mendapatkan Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan baik dari segi pemahaman dan pengetahuan peserta didik dengan menggunakan media berbasis teknologi yang berupa video pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran. Selanjutnya kedua hasil belajar yang diambil dengan tes yang berupa pre-test dan post-test digabungkan menjadi sebuah grafik untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan media berbasis teknologi video Berikut penggabungan hasil pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pre-test diatas rata-rata hasil belajar dari 10 peserta didik tersebut adalah 84/100. Hasil Pre-test dan Post-test Jumlah Siswa Nilai Siswa Pre-test Post-test Grafik 3. Perbandingan Data Hasil Pre-test dengan Post-test Selanjutnya kami memberikan lembar kuisioner yang berisi 5 pertanyaan untuk menghitung indeks minat belajar peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan media berbasis teknologi berupa video Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 144 pembelajaran. Berikut merupakan hasil kuisioner yang dihitung menggunakan skala likert dan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 2: Kuisioner Sesudah Menggunakan Media Video Pembelajaran No. Pertanyaan Saya selalu menyimak materi yang diberikan dengan baik. Saya sangat semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan bantuan video materi. Materi dalam bentuk video pelajaran yang ditampilkan ini lebih mudah dari yang saya bayangkan. Saya sangat menyukai ketika tenaga pendidik membuka sesi tanya jawab atau diskusi. Materi yang diberikan dapat saya terima dengan baik TOTAL Keterangan poin : : Sangat Setuju . % - 100%) : Setuju . % - 80%) : Kurang Setuju . % - 60%) : Tidak Setuju . % - 40%) STS : Sangat Tidak Setuju . % - 20%) Rumus untuk menghitung total skor : T x Pn = Total Skor : Total jumlah responden yang memilih : Pilihan angka skor linkert Perhitungan skala likert : Skor maksimum : 10 x 25 = 250 : 29 x 5 = 145 : 15 x 4 = 60 Jimbaran untuk meningkatkan minat serta hasil belajar peserta didik. Simpulan dan Saran Berdasarkan uraian serta perhitungan pre-test, post-test dan kuisioner dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi berupa video belajar dapat diterapkan di SD Pelangi Jimbaran karena sangat efektif untuk meningkatkan minat serta hasil belajar peserta didik. Dengan diterapkannya model pembelajaran ini peserta didik menjadi lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dari sebelumnya karena terdapat metode yang berbeda untuk penyampaian materi yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Dengan adanya penggunaan media belajar berupa video pembelajaran dapat dijadikan evaluasi bagi peserta didik agar dapat menyampaikan materi dengan lebih inovatif dan kreatif. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya fasilitas yang digunakan untuk menjalankan kegiatan pembelajaran dengan STS : 6 x 3 = 18 :0x2 =0 STS :0x1 =0 Total Skor = 223 PERSENTASE = Total Skor / Skor Maksimum = 223 / 250 x 100 = 89,2 % Dari hasil perhitungan data di atas dapat dilihat bahwa minat belajar peserta didik dengan menggunakan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran mengalami peningkatan sebanyak 26,4% dari 62,8% sehingga menjadi 89,2%. Selain itu penggunaan media belajar ini juga berpengaruh pada peningkatan hasil belajar peserta didik dari 54/100 menjadi 84/100. Dengan hasil perhitungan ini dapat dikatakan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran sangat efektif dan berhasil diterapkan di SD Pelangi menggunakan media berbasis teknologi ini dapat ditambah dan dilengkapi. Di SD Pelangi Jimbaran masih terdapat beberapa sarana dan prasarana yang kurang dan rusak sehingga akan menjadi penghambat dalam menjalankan model pembelajaran dengan menggunakan media berbasis teknologi berupa video pembelajaran. Daftar Rujukan Agustini. Ketut, and Jero Gede Ngarti. AuPengembangan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Model R & D. Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran 4(April 2. :62Ae78. Aliyyah. Rusi Rusmiati. Alfatia Amini. Iman Subasman. Endang Sri Budi Herawati, and Susan Febiantina. AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Melalui Penggunaan Media Video Pembelajaran. Ay Jurnal Sosial Humaniora 12. :52Ae70. Andri. Rogantina Meri. AuPeran Dan Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 145 Fungsi Teknologi Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Ay Jurnal Ilmiah Research Sains 3. :122Ae29. Anindia Putra. Nyoman Tri. Ketut Sepdyana Kartini, and Ni Nyoman Widiyaningsih. AuImplementasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Mobile Pada Materi Hidrokarbon. Ay Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia 4. :43Ae52. Fridani. Nanda. Hasruddin, and Harun Sitompul. AuJurnal Pendidikan Pembelajaran Ipa Indonesia ( Jppipai ). Ay Jurnal Pendidikan Pembelajaran Ipa Indonesia (Jppipa. :7Ae12. Kartini. Ketut Sepdyana. Putra. Nyoman Tri Anindia. AuPENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Ketut Sepdyana Kartini 1 Dan I Nyoman Tri Anindia Putra 2. Ay Jurnal Pendidikan Kimia Dan Ilmu Kimia 3. :8Ae12. Kartini. Ketut Sepdyana, and I. Nyoman Tri Anindia Putra. AuRespon Siswa Terhadap Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android. Ay Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia 4. :12. 23887/jpk. Khairani. Miftahul. Sutisna Sutisna, and Slamet Suyanto. AuMeta-Analysis Study of the Effect of Learning Videos on Student Learning Outcomes. Ay Journal of Biological Education and Research 2. :158. Luh. Gede Evi. Nyoman Tri, and Anindia Putra. AuANALISIS SISTEM INFORMASI SMA NEGERI 1 KERAMBITAN MENGGUNAKAN SYSTEM USABILITY SCALE. Ay 19. :3Ae11. Lulud Oktaviani. Styawati. Lathifah. Yuni Tri Lestari. Yulian Khadaffi. AuPKM PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU MENGENAI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN KUALITATIF DI MAN 1 PESAWARAN. Ay 1. :98Ae103. Monika. Monika, and Adman Adman. AuPeran Efikasi Diri Dan Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Ay Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran 2. :109. 17509/jpm. Noviansyah. Noviansyah. AuPEMBELAJARAN BAURAN BLENDED LEARNING) Terampil Memadukan Keunggulan Pembelajaran Face-to-Face. E-Learning Offline-Online Dan Mobil Learning. Ay At-Turats 9. :75. doi: 10. 24260/at-turats. Nugraha. Sobron Adi. Titik Sudiatmi, and Meidawati Suswandari. AuStudi Pengaruh Daring Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas Iv. Ay Jurnal Inovasi Penelitian 1. :265Ae76. doi: 10. 47492/jip. Pagarra. Hamzah, and Nur Abidah Idrus. AuPengaruh Penggunaan Video Pembelajaran IPA Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas i SD Inpres Lanraki 2 Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Ay Publikasi Pendidikan 8. :30. doi: 10. 26858/publikan. Pattaufi. Pattaufi. AuPengaruh Pemanfaatan Bahan Ajar Berbasis AudioVisual (Vide. Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X Di Sma Negeri 11 Pangkep. Ay JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan 4. :135. 26858/jkp. Putri. Mutia. Giatman, and Ernawati Ernawati. AuManajemen Kesiswaan Terhadap Hasil Belajar. Ay JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesi. :119. 29210/3003907000. Setyawan. Ryan Ari, and Walter F. Atapukan. AuPengukuran Usability Website ECommerce Sambal Nyoss Menggunakan Metode Skala Likert. Ay Compiler 7. :54Ae doi: 10. 28989/compiler. Styawati. Lulud Oktaviani. Lathifah Lulud. AuPenerapan Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan Berbasis Web Pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Pesawaran. Ay Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. :68Ae75. Wisada. Putu Darma. Komang Sudarma, and Adr. Wayan Ilia Yuda S. AuPengembangan Media Video Pembelajaran Berorientasi Pendidikan Karakter. Ay Journal of Education Technology 3. :140. 23887/jet. Yuanta. Friendha. AuPengembangan Media Video Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Sekolah Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 146 Dasar. Ay Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar 1. :91. 30742/tpd. Jurnal Widya Laksmi (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. | 147