Ranti Liliana, dkk GAMBARAN ASAM URAT PADA LANSIA DI PUSKESMAS CELIKAH KAYUAGUNG Ranti Liliana1,Fitri Aprianti2. Heryanti3 1,2,3 Program Studi SI Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pembina Email : rantiana829@gmail. ABSTRAK Derajat asam urat dalam darah yang tidak normal pada umumnya terjadi pada laki-laki yang telah berlanjut usia, sedangkan pada perempuan didapati masa menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat asam urat darah pada pasien lansia dipuskesmas Celikah Kayuagung Penelitian ini menggunakan deskriptif, sempel yang diperiksa sejumlah 20 sampel secara accidental sampling, dilakukan pemeriksaan Posyandu Lansia dan dilakukan di Puskesmas Celikah kayuagung tahun 2025. Hasil analisis didapatkan 10 orang . %) lansia yang hiperurisemia dan 10 orang . %) yang normal sedangkan berdasarkan usia lansia awal . tahun tidak didapatkan hiperurisemia dan 1 orang . %) yang normal terdapat pada usia lansia akhir . -65 tahu. dan 5 orang . %) yang hiperurisemia dan 5 orang . %) yang normal terdapat pada usia manula atas . Ae ke atas tahun ) dan 5 orang . ,6%) yang hiperurisemia dan 4 orang . ,4%) yang normal berdasarkan jenis kelamin didapatkan 4 orang . ,1%) yang hiperurisemia dan 3 orang . ,9%) yang normal pada laki Ae laki, sedangkan pada perempuan didapatkan 6 orang . ,2%) yang hiperurisemia dan 7 orang . ,8%) yang normal. Disarankan kepada masyarakat yang telah lanjut usia agar tetap menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga rutin, mengurangi konsumsi yang mengandung purin tinggi, alkohol dan hindari merokok. Kata Kunci : derajat asam urat lansia ABSTRACT The abnormal levels of uric acid in the blood generally occur in men of advanced age, while in women it is found during menopause. This study aims to determine the profile of blood uric acid levels in elderly patients at the Celikah Kayuagung public health center in 2025. This research uses a descriptive method, with 20 samples examined using accidental sampling, conducted at the Elderly Integrated Health Service and carried out at the Celikah Kayuagung public health center in 2025. The analysis results showed that 10 elderly individuals . %) had hyperuricemia and 10 individuals . %) were Based on the age of the elderly, in the early elderly group . -55 year. , no cases of hyperuricemia were found, and 1 individual . %) was normal in the late elderly age group . -65 In the upper elderly age group . years and abov. , there were 5 individuals . %) with hyperuricemia and 5 individuals . %) normal, and in the 55. 6% with hyperuricemia and 4 individuals . 4%) normal Based on gender, it was found that 4 people . 1%) had hyperuricemia and 3 people . 9%) were normal among males, whereas among females, 6 people . 2%) had hyperuricemia and 7 people . 8%) were normal. It is advised for the elderly to continue to apply a healthy lifestyle by exercising regularly, reducing high purine consumption, avoiding alcohol, and not smoking. Keywords : uric acid levels in the elderly. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Ranti Liliana, dkk PENDAHULUAN Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 81% orang Indonesia memiliki masalah persendian, namun hanya 24% yang mengunjungi dokter untuk berobat, dan hanya 71% yang langsung menggunakan obat bebas. Dibandingkan dengan negara lain. Indonesia memiliki jumlah masalah sendi terbesar, menurut statistik. Menurut data dari survei Organisasi Kesehatan Dunia, laki-laki berusia 34 tahun dan lebih muda menyumbang 35% kasus asam urat di Indonesia. Angka prevalensi penyakit asam urat dan hiperurisemia pada lakilaki Indonesia masing-masing sebesar 1,7% dan 24,3%, berdasarkan data dari 4683 orang. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . , rasio risiko penyakit asam urat adalah 34:1 untuk laki-laki dan 2:1 untuk Penyakit asam urat menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah Menurut Dalimartha . , 1,6Ae 13,6 dari setiap 100. 000 penduduk Indonesia menderita asam urat. Suatu penelitian yang dilakukan di Bandung. Jawa Barat, oleh Dr. Jhon Darmawan, mengungkapkan bahwa 0,8% sampel mengalami peningkatan asam urat . ,7% laki-laki dan 0,05% perempuan di antaranya telah berkembang hingga ke titik artritis gou. Pandangan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Afnuhazi . , yang menemukan bahwa kondisi tidak menular yang disebut artritis gout dapat disebabkan oleh penumpukan asam urat yang berlebihan dalam menunjukkan bahwa artritis asam urat disebabkan oleh peningkatan derajat asam urat dan bahwa asam urat dapat terbentuk akibat sejumlah masalah kesehatan, termasuk peningkatan sintesis asam urat, gangguan fungsi ginjal dalam proses ekskresi, dan konsumsi makanan kaya purin. Individu yang berusia di atas 60 tahun memiliki rasio hiperurisemia yang meningkat sebesar 3:1. (Hastuti dkk. , 2. Lutut, tumit, pergelangan tangan, atau kaki, serta sendi-sendi kecil di tangan, siku, lengan, dan bahu, merupakan sendisendi yang paling sering mengalami gejala asam urat. Daerah yang terkena sering kali bengkak, panas, dan merah. Terkadang pasien merasa kaku atau tidak mampu berdiri di bagian tubuh yang terkena. Gejala demam kadang-kadang terlihat pada pasien tertentu, namun ini jarang terjadi. Akmal dkk. Peningkatan asam urat pada jaringan . tetapi tidak selalu menimbulkan respons peradangan. Derajat asam urat dalam tes darah dari pasien dengan episode radang sendi terkait asam urat akut . iba-tib. biasanya tidak tinggi. sekitar 12% individu memiliki derajat asam urat normal. Karena pembelahan sel dan pembentukan sel yang terus-menerus, darah normal mengandung sejumlah asam urat, metabolisme sel. Pada tahun 2016. Junaidi. Asam urat pada lansia disebabkan oleh Mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, seperti kerang . dang dan lobste. Daging merah, jeroan, dan minuman termasuk alkohol, minuman manis, soda, dan sirup jagung fruktosa tinggi semuanya dapat meningkatkan risiko terkena asam urat (Husnaniyah, 2. Asam urat juga dapat disebabkan oleh pola makan purin, alkohol, jenis kelamin, obesitas, dan obat-obatan seperti siklosporin, pirazinamid, etambutol, aspirin dosis rendah, dan diuretik (Fenando Ardy et al. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik. Sejumlah 20 lansia yang terdaftar dalam penelitian ini bertempat di Puskesmas Celikah Kota Kayuagung. Lima belas orang dewasa senior yang datang untuk memeriksakan derajat asam uratnya akan menjadi sampel penelitian yang tidak disengaja. Mereka akan dievaluasi hingga ambang batas penghitungan sampel tercapai. HASIL PENELITIAN Analisis Univariat Gambaran Derajat Asam Urat pada Lansia di Puskesmas Celikah Kayuagung Gambaran derajat asam urat dibagi menjadi dua, yaitu hiperurisemia dan normal. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Ranti Liliana, dkk Sehingga tabel sebaran intensitas sebagai Tabel 1 Sebaran Intensitas Derajat Asam Urat pada Lansiadi Puskesmas Celikah Kayuagung tahun 2025 Derajat Asam Jumlah Urat Persentase (%) Hiperurisemia Normal Total Berdasarkan tabel 5. 1 diatas dapat diketahui bahwa dari 20 lansia di Puskesmas Celikah kota Kayuagung Tahun 2025, terdapat 10 lansia . %) hiperurisemia dan 10 sampel lansia normal . %). Gambaran Derajat Asam Urat pada Lansia berdasarkan Umur di Puskesmas Celikah Kayuagung Gambaran usia pada lansia dibagi menjadi tiga yaitu usia lansia awal 46-56 tahun, usia lansia akhir 56-65 tahun, dan usia manula atas 65-ke atas, sehingga tabel sebaran frekuensinya sebagai berikut : Tabel 5. Sebaran Intensitas Derajat Asam Urat pada Lansia Berdasarkan Usia di Puskesmas Celikah Kayuagung Tahun 2025 Usia Lansia Awal ( 46-55 Tahun ) Lansia Akhir ( 56-65 Tahun ) Lansia Manula Atas ( 65 - Ke atas Tahun ) Total Derajat Asam Urat Heperurisemia Normal Tabel 5. 2 dapat diketahui, dari seluruh lansia di Puskesmas Celikah Kayuagung berdasarkan usia dari 1 orang pasien lansia tidak didapati Derajat Asam Urat Hiperurisemia dan 1 orang . %) normal, sedangkan pasien lansia Akhir sejumlah 5 orang . %) yang menderita hiperurisemia dan sejumlah 5 orang . %) normal, dan lansia manula atas sejumlah 5 orang . ,6%) menderita hiperurisemia dan sejumlah 4 orang . ,4%) normal. Jumlah Gambaran Derajat Asam Urat pada Lansia berdasarkan Jenis Kelamin di Puskesmas Celikah Kayuagung Gambaran jenis kelamin pada lansia di bagi menjadi dua, yaitu laki Ae laki dan perempuan, sehingga tabel sebaran intensitas sebagai Jenis Kelamin Laki Ae Laki Derajat Asam Urat Jumlah Heperurisemia Normal n % N % 3 42,9 7 100 Perempuan 7 53,8 13 Total Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Ranti Liliana, dkk Tabel 5. 3 dapat diketahui, dari seluruh lansia di Puskesmas Celikah Kayuagung berdasarkan jenis kelamin. Dari 7 lansia berjenis kelamin laki Ae laki sejumlah 4 orang . ,1%) yang menderita heperurisemia, sedangkan normal sejumlah 3 orang . ,9%) sedangkan dari 13 lansia berjenis kelamin perempuan sejumlah 6 orang . ,2%) yang menderita hiperurisemia, kemudian normal sejumlah 7 orang . ,8%). PEMBAHASAN Sebaran Intensitas Derajat Asam Urat pada Lansia di Puskesmas Celikah Kayuagung Tahun 2025. Ada 10 . %), atau sebaran frekuensi, individu lanjut usia dengan hiperurisemia dan 10 . %), individu senior dengan derajat asam urat normal. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian Atika Sari . yang menemukan bahwa penderita derajat asam urat yang mencapai kriteria sejumlah 11 orang . %) lebih rendah dibandingkan dengan penderita derajat asam urat yang tidak memenuhi norma yaitu sejumlah 44 orang . %). Mengonsumsi mengandung purin secara berlebihan dapat meningkatkan derajat asam urat. Purin akan menumpuk di dalam dan sekitar persendian sebagai kristal bergerigi jika derajat purin tubuh melampaui ambang batas normal. Akibatnya, persendian menjadi nyeri, bengkak, dan Tubuh menganggap kristal asam urat ini sebagai zat asing. agar dapat mengaktifkan sel imun yang mengakibatkan peradangan sendi atau respon inflamasi atau arthritis (Dalimartha. Penyakit asam urat akan lebih jarang terjadi pada orang dewasa yang lebih tua yang pola makannya menghindari makanan yang mengandung purin tinggi. Wortel, jagung, apel, pisang, melon, jeruk, kentang, dan kacangkacangan adalah contoh makanan yang rendah Sebaran Intensitas Derajat Asam Urat pada Lansia berdasarkan Usia di Puskesmas Celikah Kayuagung Tahun 2025 Intensitas derajat asam urat pada lansia dibagi menurut banyaknya lansia pada kelompok umur lansia awal . Ae55 tahu. , yaitu sejumlah 1 orang tidak ditemukan hiperurisemia dan sejumlah 1 orang . %) memiliki derajat asam urat normal. kelompok umur lansia akhir . Ae65 tahu. sejumlah 10 orang, dengan rincian sejumlah 50% mengalami hiperurisemia dan 50% memiliki derajat asam urat normal. dan pada kelompok umur lansia atas . tahun ke ata. sejumlah 9 orang, dengan rincian sejumlah 55,6% mengalami hiperurisemia dan sejumlah 4 orang . ,4%) memiliki derajat asam urat Hal ini bertolak belakang dengan penelitian Sari . yang menemukan bahwa 48% orang setengah baya . Ae59 tahu. , 31% orang tua . Ae74 tahu. , dan 11% orang tua . Ae90 tahu. memiliki derajat asam urat Menurut beberapa definisi, dewasa awal diartikan sebagai usia 18Ae40 tahun, dewasa pertengahan diartikan sebagai usia 41Ae60 tahun, dan dewasa lanjut diartikan sebagai usia 60 tahun atau lebih. Lamanya hidup yang diukur sejak lahir disebut usia. Asam urat lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang berusia di atas 40 tahun. Setelah seseorang mencapai usia yang rentan, asam urat sering kali muncul, terutama pada orang yang kelebihan berat badan di atas usia 45 tahun. Kebiasaan muda memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat kesehatan di usia Kebiasaan yang tidak sehat dan pragmatis bertambahnya usia. Diabetes melitus, penyakit rematik, dan hipertensi merupakan tiga penyakit yang paling umum diderita oleh lansia. Sebaran Intensitas Derajat Asam Urat pada Lansia berdasarkan Jenis Kelamin di Puskesmas Celikah Kayuagung Tahun 2025 Menurut sebaran intensitas tujuh laki-laki lanjut usia, tiga individu . ,9%) memiliki derajat asam urat normal, sementara empat individu . ,1%) memiliki hiperurisemia. Tiga belas pasien wanita lanjut usia diikutsertakan. ,8%) memiliki derajat asam urat normal, dan enam . ,2%) mengalami Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Ranti Liliana, dkk Menurut penelitian Sari . , derajat asam urat dalam darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis kelamin, kelainan enzim tertentu, idiopatik, aktivitas, makanan, keadaan lingkungan, dan gangguan Prevalensi hiperurisemia lebih tinggi pada laki-laki daripada pada wanita, terutama pada laki-laki berusia di atas 40 tahun dan pada wanita, terutama setelah menopause. Derajat asam urat pada laki-laki lebih tinggi daripada pada wanita. Hal ini dikarenakan wanita memiliki derajat hormon estrogen yang lebih tinggi, yang dapat menghentikan pembentukan asam urat. Karena tidak adanya hormon estrogen, laki-laki sering kali memiliki derajat asam urat lebih tinggi daripada wanita. KESIMPULAN Dari hasil penelitian di Puskesmas Celikah Kayuagung tahun 2025 dapat disimpulkan,bahwa: Disrtribusi intensitas pasien lansia dengan hiperurisemia adalah 10 orang . %), sedangkan jumlah lansia dengan derajat asam urat normal adalah 10 orang . %). Sebaran intensitas pada lansia yang berusia 46- 55 tahun ada 1 orang . %) tidak didapati yang menderita hiperurisemia dan 1 orang . %) yang derajat asam urat normal, yang berusia hiperurisemia 5 orang . %) dan 5 orang . %) tang derajat asam urat normal, sedangkan pada lansia yang berumur 65- keatas yang menderita hiperurisemia 5 orang . ,6%) dan 4 orang . ,4%) derajat asam urat Sebaran intensitas pasien lansia dari laki-laki yang menderita asam urat adalah 4 orang . ,1%) yang menderita hiperurisemia dan ada 3 orang . ,9%) yang derajat asam urat normal, perempuan yang menderita asam urat ada 6 orang . ,2%) yang menderita hiperurisemia dan ada 7 orang ( 53,8% ) yang derajat asam urat normal. SARAN Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti dapat memberikan saran sebagai Bagi Petugas Puskesmas. Diharapkan agar dapat memberikan informasi tentang bahaya penyakit asam urat terutama pada lansia dan penderita beresiko lainnya. Bagi masyarakat baik yang muda maupun lanjut usia. Pemeriksaan asam urat dapat menjadi pilihan untuk diperiksa secara rutin seiring dengan pertambahan usia. Bagi peneliti lain. Diharapkan agar dapat meneliti faktor lain yang mempengaaruhi derajat asam urat paada lansia seperti tekanan darah,jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi dan jenis obatAy an yang baik untuk dikonsumsi. DAFTAR PUSTAKA