Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi EDUKASI INKLUSI KEUANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN UMKM DAN PENGURANGAN PENGANGGURAN DI KOTA MEDAN Author: Diwayana Putri Nasution Afiliation: Politeknik Aceh Corresponding email Diwayanaputrinst @gmail. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License Abstrak: Latar belakang: Pengabdian ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan pengangguran di masa kini. UMKM menjadi salah satu tolak ukur dalam mengurangi angka pengangguran dan menjadi penopang perekonomian di Indonesia pada umumnya dan di Kota Medan pada Berdasarkan data Setneg. persebaran pengangguran berdasarkan Provinsi, bahwa angka pengangguran terendah dijumpai di Kepulauan Riau . Maluku Utara . dan Bangka Belitung . Permasalahan pengangguran bersifat multi dimensional dan semakin disadari tidak hanya sekedar masalah ekonomi tetapi juga masalah sosial yang dapat berdampak buruk pada lini kehidupan lainnya. Akan tetapi, pemahaman masyarakat tentang konsep inklusi keuangan dan pentingnya literasi tentang inklusi keuangan dalam pemberdayaan UMKM ditengah-tengah masyarakat Kota Medan masih tergolong rendah. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mensosialisasikan konsep pemberdayaan UMKM melalui peranan inklusi keuangan kepada pelaku UMKM di Kota Medan, agar para pelaku UMKM di Kota Medan dibekali pengetahuan pentingnya peranan inklusi keuangan dalam pemberdayaan usaha kecil menengah untuk peningkatan kesejahteraan dan pengurangan angka Metode pengabdian: Hal ini akan dilakukan dalam skema pengabdian kepada pelaku UMKM di Kota Medan. Adapun tema pengabdian yang dilakukan berjudul AuEDUKASI INKLUSI KEUANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN UMKM DAN PENGURANGAN PENGANGGURAN DI KOTA MEDANAy. Hasil pengabdian: Hasil yang diperoleh adalah sosialisasi yang dilakukan telah mampu memotivasi, membuka wawasan, dan pola pikir pelaku UMKM di Kota Medan untuk lebih mengenal inklusi keuangan, peranan UMKM dan pentingnya pemberdayaan UMKM dalam mengurangi angka pengangguran yang pada akhirnya mengenalkan produk-produk inklusi keuangan yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM. Kata kunci : UMKM. Inklusi Keuangan. Pengangguran. Pendahuluan Kehadiran UMKM sangat penting dalam menyumbang Produk Domestik Bruto serta berperan besar dalam penyerapan angka tenaga kerja. UMKM merupakan salah satu cara yang efektif dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia. UMKM diakui menjadi penyumbang besar dalam pembangunan nasional, dan menjadi pembuka lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi tenaga kerja di Indonesia yang sangat memerlukan pekerjaan ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan di era globalisasi This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi saat ini. UMKM perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah agar bisa lebih berkembang di Indonesia (D. Nasution & Burhanuddin, 2. UMKM diklaim bukan hanya sebagai penopang perekonomian, tetapi juga sebagai pengentas kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. Jumlah total angkatan kerja Indonesia pada Februari 2023 mencapai 146,62 juta orang, bertambah 2,61 juta orang dibanding Februari 2022. Kendati angka pengangguran Februari 2023 berkurang dari tahun lalu, jumlahnya masih lebih tinggi ketimbang sebelum pandemi. Jika dibandingkan dengan posisi Februari 2019, jumlah pengangguran pada awal tahun ini bertambah sekitar 1,2 juta orang (Ahdiat, 2. UMKM sebagai pelaku ekonomi dikarenakan subyek dari sistem ekonomi kerakyatan adalah rakyat itu sendiri, bukan pihak lain. Pelaku ekonomi adalah organ masyarakat yang mempunyai fungsi sekaligus yaitu sebagai pemasok semua kebutuhan masyarakat mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan tersier. Masyarakat juga sebagai penyerap tenaga kerja masyarakat. Para pelaku UMKM khususnya di Kota Medan didominasi oleh pedagang makanan dan minuman, perbengkelan, dan kerajinan lainnya. Usaha-usaha ini telah lama menopang perekonomian masyarakat di Kota Medan. Selain usaha yang bergerak pada usaha makanan dan minuman, masyarakat di Kota Medan juga melakukan berbagai pekerjaan lainnya seperti bidang jasa dan pertanian. Peranan UMKM yang dilakukan oleh pelaku UMKM di Kota Medan memang telah memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan melalui pendapatan yang mereka hasilkan setiap harinya, sehingga masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan keluarga seperti kebutuhan dasar keluarga yaitu sandang papan dan Selain itu, dengan menjalankan UMKM masyarakat juga mampu membiayai kebutuhan pendidikan anak-anaknya, dan pembelian kebutuhan lainnya. Untuk meningkatkan kinerja para pelaku UMKM khususnya pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner telah dilakukan berbagai strategi untuk menghasilkan penjualan yang semakin meningkat, seperti menggunakan media sosial, melakukan pelatihan-pelatihan baik melalui pemerintah dan swasta. Literasi tentang peranan UMKM dan inklusi keuangan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi bagi para pelaku UMKM sehingga bisa usaha dapat berlangsung secara Tentu perlu kajian dan penelitian bagaimana peranan UMKM dan inklusi keuangan dalam mengurangi angka pengangguran dan peningkatan pendapatan para pelaku usaha. Kajian tentang fenomena peranan UMKM, inklusi keuangan serta pengaruhnya terhadap peningkatan pendapatan, dan pengurangan angka pengangguran juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam menngaplikasikan dan mengembangkan usaha UMKM itu sendiri. Disamping itu, tingkat pendidikan juga menjadi penentu bagaimana masyarakat pelaku UMKM mampu menggunakan aplikasi dan berdaptasi dengan kondisi global saat ini. Pengetahuan kewirausahaan dan pengetahuan tentang produk-produk inklusi keuangan juga berkontribusi kepada kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha yang dimiliki. Fenomena masyarakat sebagai pelaku UMKM di Kota Medan ini masih memiliki sumber daya manusia dengan pengetahuan kewirausahaan dan inklusi keuangan yang terbatas karena sebagian pelaku masih banyak yang belum terlalu familiar dengan inklusi keuangan dan peranannya dalam pemberdayaan UMKM dan mengurangi angka pengangguran. Studi Literatur Inklusi Keuangan Inklusi keuangan adalah suatu keadaan ketika masyarakat dapat memanfaatkan dan menggunakan secara bijak Lembaga keuangan yang ada sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan akses ke layanan keuangan membantu mengurangi ketimpangan ekonomi, meningkatkan tabungan rumah tangga, dan mendukung pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. UMKM adalah usaha kerakyatan yang menjadi mayoritas usaha di Indonesia, dan sebagai usaha yang menyerap tenaga kerja terbesar dengan sistem usaha yang fleksibel. UMKM merupakan salah satu cara yang efektif dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. UMKM diakui menjadi penyumbang besar dalam pembangunan nasional, selain itu juga bisa menjadi pembuka lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi tenaga kerja di Indonesia yang sangat memerlukan pekerjaan ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan di era globalisasi saat ini. UMKM perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah agar bisa lebih berkembang di Indonesia. Pengangguran Pengangguran adalah kondisi dimana individu yang merupakan bagian dari angkatan kerja sedang mencari pekerjaan dan memiliki keinginan serta kemampuan untuk bekerja namun belum memperoleh pekerjaan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, tingkat pengangguran terkait erat dengan ketimpangan pendidikan, perubahan struktur ekonomi, dan kurangnya lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Beberapa studi menyoroti bahwa pemberdayaan UMKM dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru. Metode Pengabdian Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat adalah melakukan pengabdian dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan : Meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang peranan dan produk-produk inklusi keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Memberikan pemahaman pelaku UMKM tentang kondisi UMKM di Indonesia umumnya dan Kota Medan khususnya Memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang pentingnya pemberdayaan UMKM dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kota Medan Lokasi dan Objek Pengabdian Pengabdian ini akan dilaksanakan di Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan Objek Pengabdian adalah pelaku usaha UMKM di Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara. Desain Kegiatan Desain kegiatan dalam pengabdian ini adalah membentuk tim pengabdian, melakukan survey lokasi dan objek pengabdian, membuat kesepakatan dengan pihak berwenang di lokasi kegiatan, mempersiapkan kebutuhan pada saat kegiatan pengabdian, pelaksanaan pengabdian dalam bentuk ceramah, tentang UMKM, modul produk-produk inklusi keuangan dan pengangguran serta pemahaman kewirausahaan untuk pengembangan UMKM. Metode Pengabdian Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah edukasi masyarakat dalam bentuk ceramah, peranan UMKM, pengenalan inklusi keuangan, pemahaman kewirausahaan dan dampak UMKM terhadap pengurangan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja UMKM. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dan analisis deskriptif dari hasil penelitian penulis sebelumnya. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Hasil Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuEdukasi Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan UMKM dan Pengurangan Pengangguran di Kota MedanAy, maka diperoleh hasil sebagai berikut : Pelaku UMKM di Kota Medan terlihat antusias dengan paparan slide yang disampaikan. Adanya diskusi tanya jawab menjadi indikator bahwa para pelaku UMKM tertarik dengan materi yang Dengan antusiasme tersebut, dapat terlihat bahwa materi yang disampaikan mampu membuka wawasan pola pikir pelaku UMKM sehingga mereka dapat lebih mengerti tentang peran pemberdayaan UMKM melalui inklusi keuangan baik untuk kesejahteraan pelaku UMKM dan berperan pula dalam mengurangi angka pengangguran di Masyarakat. Peserta pengabdian di Kota Medan mulai menguasai materi dengan baik bahkan dapat mulai mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan mencoba mengembangkan UMKMnya melalui produk-produk inklusi keuangan. Adapun dokumentasi kegiatan pengabdian adalah sebagai berikut : Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat tentang Edukasi Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan UMKM dan Pengurangan Pengangguran di Kota Medan Pembahasan Secara keseluruhan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Edukasi Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan UMKM dan Pengurangan Pengangguran di Kota Medan berlangsung dengan baik, karena secara garis besar telah sesuai dengan rencana pada proposal yang diajukan. Peserta dan partisipan yang mengikuti pengabdian ini sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Kehadiran peserta pada pengabdian yang berlangsung selama sehari ini menunjukkan hasil yang bagus, dimana terlihat dari antusiasme masyarakat yang hadir dan mengikuti kegiatan pengabdian ini. Dalam proses kegiatan tersebut, pelaku usaha peserta pengabdian mendengarkan pemaparan dari para penyaji dan mencatat materi-materi yang diperlukan berkaitan dengan inklusi keuangan, kesejahteraan, pemberdayaan UMKM dan pengangguran. Pola yang digunakan adalah membuka sesi tanya jawab dan diskusi yang memungkinkan peserta untuk meningkatkan pemahamannya. Penyampaian materi pelatihan dilakukan dengan face to face, sehingga proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik, terutama pada saat penyampaian materi. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Peserta yang terdiri atas pelaku UMKM di Kota Medan diberikan slide ppt berisikan tentang wawasan pengetahuan tentang inklusi keuangan dan pentingnya pemberdayaan UMKM. Berdasarkan kegiatan pengabdian dapat diketahui bahwa terdapat kemajuan pengetahuan peserta menyangkut inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM dan aplikasinya dalam strategi pemberdayaan UMKM yang telah Hal ini memperlihatkan bahwa pengetahuan yang mereka ketahui tentang pemberdayaan UMKM di Kota Medan dilihat dari sisi pengetahuan secara menyeluruh belum memadai sebelum dilaksanakan pemaparan. Setelah pemaparan tentang analisis inklusi keuangan dan peningkatan pemberdayaan UMKM dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Medan, nampak bahwa peningkatan pengetahuan mereka bertambah secara signifikan. Terlihat bahwa rata-rata mereka telah memperoleh tambahan pengetahuan yang cukup memadai perihal materi yang telah disampaikan. Oleh sebab itu diharapkan peserta dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk lebih mengoptimalkan, mengimplementasikan, dan menciptakan masyarakat yang mapan serta berinovasi dalam pemberdayaan UMKM melalui penerapan inklusi keuangan. Kesimpulan Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 Desember 2024 dengan tema AuEdukasi Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan UMKM dan Pengurangan Pengangguran di Kota MedanAy adalah sebagai berikut : Sosialisasi yang dilakukan telah mampu memotivasi, membuka wawasan, dan pola pikir pelaku UMKM di Kota Medan untuk lebih mengenal serta lebih memahami pentingnya pemberdayaan UMKM bagi peningkatan ekonomi pengusaha dan mengurangi angka pengangguran. Para pelaku UMKM di Kota Medan berminat untuk lebih mengenal manfaat pemberdayaan UMKM melalui inklusi keuangan sebagai salah satu cara meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka pengangguran. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat disampaikan adalah: Bagi para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan lagi literasi keuangan untuk bisa mengaplikasikan pada usaha masing-masing dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha. Diharapkan dapat dilakukan kembali kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan inklusi keuangan. Referensi