JSNu : Journal of Science Nusantara Vol. No. Maret 2026, pp. A 7 Pengaruh Operasional Klinik Sofia Medika terhadap Kinerja Jalan Di Kecamatan Selopuro Blitar The Influence of Clinics on Road Performance in Selopuro District Muhamad Rosyid Assidiqi1. Trisno Widodo2. Risma Dwi Atmajayani3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Ilmu Eksakta,Universitas Nahdlatul Ulama blitar email: 789. rosid@ gmail. com1, trisno_widodo@yahoo. com2, rismadwiatmaja@gmail. Abstrak Peningkatan aktivitas masyarakat di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, khususnya akibat operasional Klinik Sofia Medika, menyebabkan lonjakan volume kendaraan dan berdampak terhadap kinerja jalan di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi LHR selama 7 hari, analisis geometrik jalan, pengukuran kapasitas berdasarkan MKJI 1997, serta penyebaran kuesioner kepada 50 responden. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi mencapai 809,75 smp/jam pada hari Sabtu Ae 16. Kapasitas jalan yang tersedia sebesar 1. 866,0108 smp/jam menghasilkan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,433 yang mendekati batas pelayanan maksimal. Jumlah kendaraan keluarmasuk Klinik Sofia Medika per hari mencapai rata-rata 263 kendaraan. Hambatan samping tergolong tinggi dengan lebih dari 500 kejadian per 200 meter per jam, yang menyebabkan penurunan efisiensi lajur lalu lintas. Dari hasil kuesioner, 70% responden menilai bahwa klinik berkontribusi terhadap kemacetan, meskipun mayoritas juga menganggap akses menuju klinik cukup baik. Kendati pengaturan lalu lintas dinilai cukup memadai, sarana pendukung seperti rambu dan marka jalan masih belum memenuhi standar optimal. Secara keseluruhan, keberadaan Klinik Sofia Medika memang memberikan pengaruh yang terbatas namun cukup berarti terhadap performa lalu lintas setempat. Kata Kunci: Klinik. Kinerja Jalan. Volume Lalu Lintas Abstrack The increasing community activity in Selopuro District. Blitar Regency Ae particularly due to the operation of Sofia Medika Clinic Ae has led to a surge in vehicle volume, affecting road performance in the surrounding area. This study employed a mixed-method approach . uantitative and qualitativ. , with data collection techniques including 7-day traffic volume observation (LHR), road geometric analysis, capacity measurement based on the 1997 Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI), and questionnaires distributed to 50 respondents. Findings revealed peak traffic volume reaching 809. pcu/hour on Saturdays at 3:00Ae4:00 PM. With an available road capacity of 1,866. 0108 pcu/hour, the degree of saturation (DS) was 0. 433, nearing the maximum service threshold. An average of 263 vehicles entered/exited the clinic daily. Side friction was classified as high, exceeding 500 incidents per 200 meters per hour, reducing lane efficiency. Questionnaire results showed 70% of respondents believed the clinic contributed to congestion, though most also considered clinic access fairly good. While traffic management was deemed adequate, supporting infrastructure . ignage, road marking. still fell short of optimal standards. In conclusion. Sofia Medika Clinic has a limited but notable impact on local traffic Recommendations include improved parking management, traffic flow optimization, and enhanced road signage to mitigate congestion risks in the future. Keywords: Road Performance. Traffic Volume. Degree of Saturation. Sofia Medika Clinic. MKJI 1997. PENDAHULUAN Peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kecamatan Selopuro. Kabupaten Blitar, terutama sejak beroperasinya Klinik Sofia Medika, telah berdampak langsung terhadap penurunan kinerja jaringan jalan di sekitarnya. Klinik sebagai pusat layanan kesehatan tidak hanya menjadi tujuan utama masyarakat dalam memperoleh pelayanan medis, tetapi juga turut menyumbang peningkatan volume kendaraan dan pejalan kaki. Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya infrastruktur pendukung seperti lahan parkir dan trotoar, yang menyebabkan tingginya tingkat kepadatan lalu lintas serta menurunnya kualitas pelayanan jalan. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan perubahan fungsi tutupan lahan turut History of article: Received: Januari, 2026 : Accepted: Februari, 2026 ISSN: 2809-428X mempengaruhi pola distribusi pusat kegiatan dan dinamika mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif terhadap dampak operasional klinik terhadap performa jalan sebagai dasar pengambilan kebijakan penataan ruang dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis guna mendukung kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan ekonomi masyarakat Selopuro secara menyeluruh. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran . ixed method. yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis pengaruh operasional Klinik Sofia Medika terhadap kinerja di Jalan Raya Selopuro. Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Gambar 1. Lokasi Penelitian Kecamatan Selopuro Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan selama 7 hari berturut-turut untuk menghitung volume lalu lintas (LHR), kuesioner kepada masyarakat sekitar, dan ground check, sedangkan data sekunder meliputi citra satelit SAS Planet, data BPS, dan literatur terkait. Analisis kuantitatif mencakup perhitungan kapasitas jalan berdasarkan MKJI 1997, derajat kejenuhan, dan hambatan samping. Sementara analisis kualitatif dilakukan terhadap hasil kuesioner dan observasi. Pemetaan distribusi pusat kegiatan dan tutupan lahan menggunakan ArcGIS 10. 8 serta Kernel Density untuk mengidentifikasi kepadatan aktivitas. Validitas data diuji dengan korelasi Pearson dan triangulasi, dengan batasan penelitian pada ruas jalan tertentu. MKJI 1997 sebagai acuan, dan waktu pengamatan 7 hari. Metode ini dirancang untuk menjawab rumusan masalah terkait dampak klinik terhadap kinerja jalan, distribusi pusat kegiatan, dan mobilitas masyarakat. Tutupan Lahan Pada SNI 7645 tahun 2010, klasifikasi tutupan lahan adalah tutupan biofisik pada permukaan bumi yang dapat diamati merupakan suatu hasil pengaturan, aktivitas dan Perlakuan manusia terhadap jenis penutup lahan tertentu mencakup kegiatan produksi, modifikasi, maupun pemeliharaan lahan tersebut. Pemetaan Pemetaan suatu tahap dalam pengolahan informasi yang bersifat spasial dan mampu menangkap keberadaan suatu objek yang berada pada. permukaan bumi serta dapat menggambarkan suatu kondisi lingkungan maupun ekosistem pada wilayah tertentu. Proses pada pemetaan lahan basah dapat memasukkan interpretasi foto udara agar dapat memperkirakan batasan wilayah lahan basah tanpa perlu ke lapangan, kecuali untuk JSNu : Journal of Science Nusantara : 07-16 ISSN: 2809-428XAeAe mengakuratkan metode pemetaan dan memvalidasi peta yang dihasilkan (NF Aristin 2. Jenis pemetaan yaitu Pemetaan Topografi, pemetaan tematik, pemetaan kadaster, dan pemetaan Volume lalulintas Menurut MKJI 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesi. Volume lalu lintas mengindikasikan komposisi lalu lintas dengan mengukur jumlah kendaraan dalam satuan mobil penumpang . Semua angka volume lalu lintas, baik yang per arah maupun kedua arah, satuan diubah menjadi mobil penumpang . menggunakan koefisien ekuivalen mobil penumpang . yang telah ditentukan Secara empiris, setiap tipe kendaraan seperti kendaraan ringan (LV), kendaraan berat (HV), sepeda motor (MC), serta kendaraan non-bermotor (MU), memiliki karakteristik perhitungan tersendiri. Untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas pada suatu segmen jalan, analisis dapat dilakukan dengan menggunakan rumus yang telah ditetapkan oleh MKJI 1997. Kapasitas jalan adalah suatu batasan maksimal dari suatu ruas jalan saat kendaraan melalui baik jalan satu arah maupun jalan dua arah pada satuan waktu tertentu. Kondisi jalan yang mencangkup geometrik, jenis fasilitas dan tipe pelayanan sangat mempengaruhi kapasitas jalan (Sari & Pasuang, 2. Tabel 1. Co (Kapasitas Dasar smp/ja. KAPASITAS DASAR TIPE JALAN Empat-lajur terbagi atau Jalan satu-arah Empat-lajur tak-terbagi Dua-lajur takterbagi . mp/ja. CATATAN Per lajur Per lajur Total dua *Sumber : (Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1. Tabel 2. FCw (Faktor Penyesuaian Lebar Jalur Lalulinta. TIPE JALAN LEBAR JALUR LALULINTAS EFEKTIF (WC) FCW Empat-lajur terbagi atau Jalan satu-arah Empat-lajur tak-terbagi Dua-lajur takterbagi PER LAJUR 3,00 3,25 3,50 3,75 4,00 PER LAJUR 3,00 3,25 3,50 3,75 4,00 TOTAL DUA ARAH 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 0,92 0,96 1,00 1,04 1,08 0,91 0,95 1,00 1,05 1,09 0,56 0,87 1,00 1,14 1,25 1,29 1,34 *Sumber : (Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1. Pengaruh Operasional Klinik Sofia Medika terhadap Kinerja Jalan di Kecamatan Selopuro Blitar Muhamad Rosyid Assidiqi. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Tabel 3. FCSP (Faktor Penyesuaian Pemisah Ara. PEMISAH ARAH SP %-% FCSP Dua-lajur 2/2 Empat-lajur 4/2 0,97 0,985 0,94 0,97 0,91 0,955 0,88 0,94 *Sumber : (Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1. Tabel 4. FCcs (Faktor Penyesuaian Ukuran Kot. Ukuran kota (Juta Faktor penyesuaian untuk ukuran kota < 0,1 0,1-0,5 0,5-1,0 1,0-3,0 0,86 0,90 0,94 1,00 1,04 *Sumber : (Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1. Tabel 5. Kelas Hambatan Samping Kode Jumlah Bobot Kejadian per 200 m per jam . ua Kondisi Khusus Sangat Rendah <100 Daerah pemukiman: jalan samping tersedia Rendah Daerah pemukiman: beberapa angkutan umum dsb Sedang Daerah industri: Beberapa toko sisi jalan Tinggi Daerah Komersial: Aktifitas sisi jalan tinggi Sangat Tinggi >900 Daerah komersial: Aktifitas pasar sisi jalan Kelas Hambatan Samping *Sumber : (Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1. Tabel 6. FCsf (Faktor Penyesuaian Hambatan Sampin. FAKTOR PENYESUAIAN UNTUK HAMBATAN SAMPING DAN LEBAR BAHU TIPE JALAN 4/2 D 4/2 UD 2/2 UD atau Jalan satu arah KELAS HAMBATAN SAMPING FCSF LEBAR BAHU EFEKTIF WS O 0,5 Ou 2,0 0,96 0,94 0,92 0,88 0,84 0,96 0,94 0,92 0,87 0,80 0,94 0,92 0,89 0,82 0,73 0,98 0,97 0,95 0,92 0,88 0,99 0,97 0,95 0,91 0,86 0,96 0,94 0,92 0,86 0,79 1,01 1,00 0,98 0,95 0,92 1,01 1,00 0,98 0,94 0,90 0,99 0,97 0,95 0,90 0,85 1,03 1,02 1,00 0,98 0,96 1,03 1,02 1,00 0,98 0,95 1,01 1,00 0,98 0,95 0,91 *Sumber : (Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1. JSNu : Journal of Science Nusantara : 07-16 ISSN: 2809-428XAeAe Derajat kejenuhan (DS) dicirikan sebagai proporsi suatu arus jalan terhadap kapasitas yang dipakai sebagai faktor penting untuk menentukan tingkat kinerja ruas jalan. Derajat kejenuhan dihitung untuk melihat apakah ruas jalan tersebut memiliki permasalahan pada kapasitas. Menurut (Andhy Willianto, 2. Untuk menentukan berapa derajat kejenuhan berdasarkan MKJI 1997 digunakan persamaan sebagai berikut: DS = . Dengan: = Derajat kejenuhan. = Arus lalu lintas . mp/ja. = Kapasitas . mp/ja. Klinik adalah fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan medis, baik umum maupun spesialis, kepada masyarakat. Pengelolaannya dilakukan oleh berbagai tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan, serta berada di bawah tanggung jawab tenaga medis profesional, termasuk dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi, baik yang berpraktik umum maupun spesialis (S MaAoarif, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Persebaran Tutupan Lahan Gambar 2. Tutupan Lahan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar Berdasarkan hasil pengolahan citra satelite didapatkan luasan tutupan lahan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Luasan yang didapat berdasarkan hasil perhitungan software ArcGIS 10. 8 calculate geometri sehingga dapat dituliskan dalam tabel dibawah ini: Tabel 7. Presentase Luasan Tutupan Lahan Tutupan Lahan Area Satuan Presentase % Kawasan Pemukiman 1189,363 Hectar (H. 31,30 Hutan 15,98896 Hectar (H. 0,42 Kebun Campur 624,7492 Hectar (H. 16,44 Sawah Irigasi 1783,355 Hectar (H. 46,94 Sawah Tadah Hujan 81,03899 Hectar (H. 2,13 Tegal 2,571873 Hectar (H. 0,07 Konservasi Sungai 102,2266 Hectar (H. 2,69 Total 3799,294 Hectar (H. Pengaruh Operasional Klinik Sofia Medika terhadap Kinerja Jalan di Kecamatan Selopuro Blitar Muhamad Rosyid Assidiqi. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X Maka distribusi tutupan lahan adalah 3. 799,294 hektar . , atau sekitar 37,9 kmA . arena 1 kmA = 100 h. Berikut rincian jenis tutupan dan persebarannya: Sawah irigasi mendominasi dengan 51,28% . ,547 h. , artinya hampir setengah wilayah digunakan untuk pertanian padi atau tanaman sejenis. Kawasan bangunan menempati 31,30% . 189,363 h. , menunjukkan sekitar seperempat wilayah padat dengan pemukiman atau infrastruktur. Kebun campur . ahan yang ditanami berbagai jenis tanaman dengan minimal satu jenis tanaman berkay. mencakup 16,44% . ,7492 h. Konservasi sungai 102,2266 Ha . ,69%) merepresentasikan wilayah pelestarian dan pengelolaan sumber daya sungai. Sawah tadah hujan ada 2,13% . ,03899 h. wilayah pertanian yang mengandalkan air hujan tanpa adanya irigasi. Hutan sebesar 0,42% . ,98896 h. Tegal menjadi tutupan lahan minoritas dengan luas 2,571873 Ha . ,07%). Wilayah ini didominasi oleh lahan pertanian, dengan sawah sebagai tutupan lahan terbesar diikuti oleh kawasan bangunan, perkebunan, konservasi sungai, sawah tadah hujan, hutan, dan Distribusi Pusat Kegitan Gambar 3. Peta Kernel DensityKecamatan Selopuro Kabupaten Blitar Kecamatan Selopuro di Kabupaten Blitar memiliki persebaran pusat kegiatan yang bervariasi, dengan fasilitas terkonsentrasi di wilayah desa Selopuro sebagai pusat aktifitas dan fasilitas pendidikan yang tersebar di desa-desa sekitarnya. Desa Selopuro sebagai pusat dari kecamatan, menjadi area dengan fasilitas paling lengkap, mencakup pendidikan, kesehatan . , ekonomi (Pasar Tradisiona. , serta instansi pemerintah seperti kantor Kecamatan, kantor Polsek. Fasilitas pendidikan, terutama sekolah dasar, tersebar di setiap desa, sementara sekolah menengah lebih terkonsentrasi di sekitar pusat kecamatan. Tempat ibadah terutama masjid, tersebar luas sedangkan gereja hanya disekitar pusat kecamatan Selopuro. Di sisi lain, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik masih terbatas, dengan puskesmas utama berlokasi di Desa Selopuro dan Jatitengah. Hal ini menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan bagi penduduk di desa-desa terpencil seperti Popoh serta Mronjo mungkin kurang memadai. Pasar, sebagai pusat ekonomi, terdapat di Desa Selopuro, yaitu Pasar Tradisional Selopuro, yang melayani kebutuhan masyarakat di wilayah utara dan selatan. JSNu : Journal of Science Nusantara : 07-16 ISSN: 2809-428XAeAe Gambar 4. Pusat-Pusat Kegiatan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar Gambar 5. Penampang Melintang Jalan Tipe jalan Lebar jalan Panjang ruas jalan Bahu jalan Median jalan Tipe lingkungan Jumlah penduduk : 2 lajur tak terbagi . /2 UD) :6m : 1 km :1m : tidak ada : area perdagangan : 45. 431 jiwa (BPS Kabupaten Blitar 2. Pengaruh Volume Lalulintas Terhadap Tingakat Pelayanan Dari hasil penelitian didapatkan data sebagai berikut: Nilai hambatan samping tertinggi 815,4 kejadian/jam Nilai derajat kejenuhan tertinggi : 0,433 Nilai LHR tertinggi : 809,75 smp/jam Kapasitas : 1. 866,0108 smp/jam Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kondisi jalan tersebut masih cukup baik dalam mendukung mobilitas masyarakat. Nilai hambatan samping yang mencapai 815,4 kejadian/jam menandakan kelas hambatan samping dengan kode (H) menunjukkan tingginya aktivitas di sekitar jalan, seperti pejalan kaki dan kendaraan yang keluar-masuk properti, yang meskipun berpotensi memperlambat arus lalu lintas, juga mencerminkan kehidupan ekonomi yang aktif di kawasan tersebut. Derajat kejenuhan sebesar 0,433 termasuk dalam kategori baik Pengaruh Operasional Klinik Sofia Medika terhadap Kinerja Jalan di Kecamatan Selopuro Blitar Muhamad Rosyid Assidiqi. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X karena masih jauh di bawah ambang batas 0,75, dengan volume lalu lintas harian (LHR) tertinggi 809,75 smp/jam yang hanya memanfaatkan sekitar 43% dari total kapasitas jalan 866,0108 smp/jam. Berdasarkan data yang tersedia, dapat disimpulkan bahwa jalan tersebut masih mampu mendukung mobilitas masyarakat dengan baik. Meskipun nilai hambatan samping tergolong tinggi, mobilitas masyarakat tidak mengalami gangguan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh nilai derajat kejenuhan yang masih berada dalam batas aman di bawah ambang batas 0,75 yang menjadi indikator kemacetan. Dengan demikian, kondisi jalan saat ini masih cukup memadai untuk melayani kebutuhan pergerakan masyarakat di wilayah tersebut. Hubungan Dengan Pusat Kegiatan Masyarakat Jalan memiliki peran penting sebagai penghubung antara kawasan tempat tinggal dan berbagai pusat aktivitas seperti sekolah, pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, kantor, dan rumah ibadah. Infrastruktur jalan yang baik mendukung aksesibilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di Kecamatan Selopuro, keberadaan jalan yang layak sangat penting mengingat tingginya intensitas aktivitas penduduk di berbagai lokasi tersebut. Namun, hasil analisis menunjukkan masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat fungsi optimal jalan. Tingkat hambatan samping yang tinggi, yaitu 815,4 kejadian/jam, menandakan adanya gangguan serius terhadap arus lalu lintas, yang disebabkan oleh aktivitas seperti parkir sembarangan, pedagang kaki lima, dan kendaraan keluar masuk di sekitar area Meski tingkat kepadatan lalu lintas tergolong rendah . dan volume kendaraan harian (LHR) sebesar 809,75 smp/jam masih jauh di bawah kapasitas jalan . 866,0108 smp/ja. , hambatan samping ini tetap berdampak negatif terhadap pelayanan jalan dan kenyamanan Karena itu, konektivitas antara jalan dan pusat kegiatan di Selopuro perlu ditingkatkan melalui manajemen lalu lintas yang lebih baik. Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi pengaturan aktivitas di pinggir jalan, penyediaan area parkir yang memadai, pemantauan terhadap titik-titik dengan intensitas kegiatan tinggi, serta perbaikan infrastruktur seperti kualitas permukaan jalan, pencahayaan, dan marka. Tanpa pengelolaan yang terencana, fungsi jalan sebagai penghubung utama tidak akan berjalan maksimal dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta penurunan kualitas lingkungan. Operasional Klinik Sofia Medika Terhadap Kinerja Jalan. Tabel 8. Perbandingan Rata-Rata Volume Kendaraan Pagi Siang Sore Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu 00 Ae 07. 594,15 577,25 556,55 00 Ae 08. 542,45 555,65 605,55 688,25 00 Ae 12. 586,95 698,85 00 Ae 13. 616,05 581,55 554,45 603,05 00 Ae 16. 586,95 809,75 639,25 00 Ae 17. 665,45 671,95 616,958 596,842 566,95 546,425 703,625 652,683 Rata-Rata Harian Rata-Rata Mingguan 603,35 652,683 Dari hasil perhitungan rata-rata volume kendaraan yang dilakukan selama 1 minggu didapatkan bahwa hari efektif dari pelayanan klinik yaitu milai dari hari senin hingga sabtu, untuk memperjelas dari tabel diatas maka dijabarkan sebagai berikut: - Senin dengan rata-rata : 589,3 smp/jam - Selasa dengan rata-rata : 616,96 smp/jam JSNu : Journal of Science Nusantara : 07-16 ISSN: 2809-428XAeAe - Rabu dengan rata-rata : 596,84 smp/jam - Kamis dengan rata-rata : 566,95 smp/jam - Jumat dengan rata-rata : 546,43 smp/jam - Sabtu dengan rata-rata : 703,63 smp/jam Dari data hari efektif diatas maka dapat diambil rata-rata hari efektif dengan hasil 603,35 smp/jam. Sehingga dapat dibandingkan dengan hari libur yaitu pada hari minggu dengan ratarata sebesar 652,68 smp/jam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data menunjukkan rata-rata volume lalu lintas di Jalan Selopuro lebih tinggi pada hari libur (Mingg. , yaitu 652,68 smp/jam, dibanding hari efektif . ,35 smp/ja. dengan selisih 49,33 smp/jam . ,2%). Hal ini mengindikasikan bahwa operasional Klinik Sofia Medika tidak menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas, karena justru lebih rendah saat hari kerja. Peningkatan lalu lintas di Hari Minggu kemungkinan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti aktivitas wisata, belanja, atau mobilitas warga yang lebih tinggi di hari libur. Jika klinik tetap beroperasi di Hari Minggu, kontribusinya terhadap kepadatan tergolong kecil. Tabel 9. Rekapitulasi Keluar Masuk Kendaraan Klinik Total Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Masuk Keluar Aktivitas masyarakat di sekitar Klinik Sofia Medika terbukti berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas di kawasan tersebut. Lonjakan kendaraan paling terasa saat jam sibuk pagi antara 00Ae08. 00, terutama pada hari Sabtu, di mana sekitar 60 sepeda motor tercatat masuk ke area klinik bertepatan dengan momen kepadatan lalu lintas tertinggi. Yang menarik, meski klinik tutup di hari Minggu, justru volume lalu lintas mencatat angka lebih tinggi . ,68 smp/ja. dibanding hari kerja . ,35 smp/ja. , menandakan bahwa pergerakan masyarakat lebih dipicu oleh aktivitas sosial dan ekonomi di sekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada hari kamis sampai hari sabtu dan dilanjutkan lagi pada ahri senin sampai rabu 14 Mei 2025 diperoleh rata-rata kendaraan keluar atau masuk Klinik tertinggi yaitu pada hari sabtu pukul sebesar 206 kendaraan, dan yang terendah yaitu hari Senin dan hari Jumat sebesar 106 kendaraan. Didukung dengan hasil survei, di mana 70% responden menilai bahwa klinik berkontribusi terhadap kemacetan, meskipun mayoritas juga menganggap akses menuju klinik cukup baik. Kendati pengaturan lalu lintas dinilai cukup memadai, sarana pendukung seperti rambu dan marka jalan masih belum memenuhi standar optimal. Secara keseluruhan, keberadaan Klinik Sofia Medika memang memberikan pengaruh yang terbatas namun cukup berarti terhadap performa lalu lintas KESIMPULAN Kecamatan Selopuro didominasi oleh lahan pertanian, terutama sawah irigasi seluas 14,547 Ha . ,28%), diikuti Kawasan bangunan 1. 189,363 Ha . ,30%). Kebun campur 624,7492 Ha . ,44%),Konservasi sungai 102,2266 Ha . ,69%). Sawah tadah hujan 81,03899 Ha . ,13%). Hutan sebesar 0,42% 15,98896 Ha . ,42%), dan Tegal 2,571873 Ha . ,07%). Data ini menunjukkan bahwa Selopuro masih berbasis agraris dengan pertumbuhan permukiman yang terkendali. Kecamatan Selopuro memiliki beberapa pusat kegiatan utama, di antaranya sektor pendidikan, perdagangan, perkantoran, serta peribadatan. Ruas Jl Raya Selopuro mengalami volume lalu lintas tertinggi pada hari Sabtu pukul 00 - 16. 00 sebesar 809,75 smp/jam, dengan hambatan samping yang tinggi . ode H) mencapai 815,4 kejadian/jam dengan jumlah bobot kejadian antara 500-899 kejadian per 200 meter per jam . ua sis. Sehingga memengaruhi kapasitas dan kinerja jalan serta berpotensi meningkatkan kemacetan dan penurunan tingkat pelayanan. Data eksisting menunjukkan kapasitas jalan (C) 1. 866,0108 smp/jam, dan derajat kejenuhan (DS) 0,433 yang berada di Pengaruh Operasional Klinik Sofia Medika terhadap Kinerja Jalan di Kecamatan Selopuro Blitar Muhamad Rosyid Assidiqi. Trisno Widodo. Risma Dwi Atmajayani ISSN: 2809-428X bawah batas 0,60 sehingga tingkat pelayanan jalan masuk kategori A . rus lancar, volume rendah, kecepatan tingg. SARAN Mengembangkan pusat kegiatan baru di wilayah tepian . eperti kawasan Tenggara yang didominasi persawaha. dengan membangun fasilitas pendidikan/kesehatan kecil . posyandu tingkat lanjut, perpustakaan desa, atau pasar tan. Mendorong pembangunan infrastruktur pendukung ke daerah yang masih terisolasi untuk mengurangi ketergantungan pada pusat kecamatan. Optimalisasi pengaturan arus kendaraan, dan peningkatan fasilitas pejalan kaki untuk meningkatkan kinerja jalan di Jl. Raya Selopuro. Perlunya adanya pengawasan berkala untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dimasa mendatang. DAFTAR PUSTAKA