KALAOS : KalaoAos Maritime Journal Vol. No. 1 Juli 2020 p-ISSN: 2776-2718. Hal 26-37 Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Wahju Wibowo. Sos. Psi. Dosen Program Studi Nautika Poltekpel Sulut Yosis Onasis L. Adm. SDA. Mar Dosen Program Studi Nautika Poltekpel Sulut Nindy N. Ganap Instruktur Poltekpel Sulut Abstrak. Penelitian ini bertujuan menemukan adanya hubungan antara komitmen terhadap organisasi dan minat belajar dengan prestasi belajar pada taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara. Penelitian ini melibatkan 60 Partisipan taruna dan taruni di Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara yang mengambil jurusan Nautika dan Permesinan Kapal dan aktif selama dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada seluruh partisipan untuk mendapatkan data terkait komitmen terhadap organisasi dan minat belajar siswa. Sedangkan untuk data terkait prestasi belajar siswa, peneliti menggunakan transkrip nilai siswa. untuk pengelolaan data, peneliti menggunakan sistem SPSS dan kemudian menginterpretasikan hasilnya berdasarkan interpretasi peneliti yang juga berperan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Fokus penelitian ini adalah untuk mencari adanya keterkaitan antara komitmen terhadap organisasi dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Terakhir, penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan antara komitmen terhadap organisasi dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa. Kata Kunci: Komitmen. SPSS. Organisasi PENDAHULUAN Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara adalah Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Departemen Perhubungan. Poltekpel Sulut mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam bidang kepelautan pada tingkatan akademi sesuai standar dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi taruna dan taruni Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, prestasi belajarnya sangat dipengaruhi kemampuan siswa untuk dapat terlibat secara aktif dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan sekolah. Keterlibatan tersebut termasuk dalam bentuk komitmennya pada Menurut Porter, dkk. alam Bozeman dan Perrewe, 2. , komitmen terhadap organisasi merupakan besarnya identifikasi seseorang terhadap organisasi dan besarnya keterlibatannya dengan organisasi. Taruna/ni yang memiliki minat belajar yang tinggi maka akan tergerak untuk belajar dengan rajin, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap pelajaran-palajaran yang * Wahju Wibowo Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Oleh karenanya siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan memiliki perhatian yang lebih baik terhadap pelajaran dan pelatihan yang diberikan di Poltekpel Sulut, sehingga prestasi belajarnya juga akan meningkat. TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komitment terhadap organisasi dan minat belajar dengan prestasi belajar pada taruna dan taruni Poltekpel Sulut. Subyek penelitian adalah taruna dan taruni Poltekpel Sulut sebanyak 40 siswa. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa dua buah skala dan satu buah dokumenter. Skala yang digunakan yaitu Skala Komitmen Organisasi, dan skala Minat Belajar yang disusun sendiri oleh peneliti, sedangkan untuk prestasi belajar menggunakan domunter yaitu nilai Data yang diperoleh dari kedua skala tersebut kemudian dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kesahihan dan keandalannya, skor butir valid / sahih selanjutnya dianalisis menggunakan analisis regresi. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman teoritis yang lebih baik terhadap psikologi Pendidikan khususnya tentang hubungan antara komitmen organisasi, minat belajar dengan prestasi belajar. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan menjadi bahan acuan atau pertimbangan khususnya bagi pihak pengelola Poltekpel Sulut bagaimana menumbuhkan komitmen dan minat belajar bagi para taruna dan taruni agar dapat mengoptimalkan prestasi belajarnya. Konsep Kegiatan Belajar Menurut Havighurst . alam Suryabrata, 1. , belajar adalah aktivitas yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia, karena kehidupan manusia selalu dipenuhi dengan halhal yang harus dipelajari. Secara umum belajar menurut Slameto . merupakan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhannya. Belajar merupakan kegiatan bagi setiap individu. Pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan, kegemaran dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi, dan berkembang karena belajar. Sudirman . memberikan pengertian belajar dengan melihat dari arti luas dan arti Dalam arti luas, belajar diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Dalam arti sempit, belajar diartikan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan menuju terbentuknya pribadi seutuhnya. KALAOAoS - Vol. No. 1 Juli 2020 e-ISSN: x-x. p-ISSN: 2986-2957. Hal 26-27 Winkel . menyatakan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahanperubahan dalam pengetahuan pemahaman, ketrampilan, dan nilai sikap. Perubahan ini bersifat relatif dan konstan. Menurut Good dan Borphy . alam Ngalim, 1. , belajar itu suatu proses yang benarbenar bersifat internal yang terjadi dalam diri seseorang dan tidak dapat dilihat dengan nyata. Adapun menurut Hamalik . , belajar adalah bentuk perbuatan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dengan ciri-ciri tingkah laku. Menurut Irwanto dkk . , belajar secara sederhana dikatakan sebagai proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu yang terjadi dalam jangka waktu tertentu, dan perubahan-perubahan yang terjadi harus secara relatif bersifat menetap atau permanen dan tidak hanya terjadi pada perilaku saat ini nampak atau Immediate behavior, pada perilaku yang mungkin terjadi di masa mendatang atau potensial behavior, serta terjadi karena pengalaman bukan karena pemasakan, kerusakan fisik seperti pengaruh obat, kecelakaan, penyakit tertentu atau perubahan non permanen seperti lelah, mengantuk dan sebagainya. Cronbach . alam Suryabrata, 1. , menyatakan belajar adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu si pelajar menggunakan panca inderanya. Dari berbagai pendapat para ahli. Suryabrata . , menyimpulkan bahwa belajar itu membawa perubahan, perubahan itu didapatkan kecakapan baru dan terjadi karena usaha. Jadi belajar secara garis besar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen, karena ada usaha atau pengalaman, perubahan berupa kemampuan baru yang potensial atau kognitif, individu aktif dan aktual atau behavior akan terjadi proses dari tidak dapat menjadi dapat. Hilgard . alam Suryabrata, 1. , belajar sebagai proses yang menghasilkan suatu aktivitas baru atau yang mengubah suatu aktivitas dengan perantaraan latihan, baik di dalam laboratorium maupun di lingkungan alam yang berbeda dengan perubahan-perubahan yang tidak disebutkan dalam latihan. Crow dan Crow . , mendefinisikan belajar sebagai perbuatan untuk memperoleh kebiasaan, ilmu pengetahuan dan berbagai sikap. Menurutnya belajar mempunyai dua segi, vertikal dan horisontal. Belajar secara vertikal ialah belajar secara teliti untuk memperdalam suatu ilmu yang telah dipelajari. Sedangkan belajar secara horisontal berarti melengkapi bagian-bagian yang berfungsi dari suatu unit ilmu pengetahuan dengan maksud memperluas Pada belajar yang berharga terletak bukan dari yang dipelajari, tetapi pada nilai ilmu yang diperoleh oleh pelajar. Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku yang merupakan kecakapan baru yang relatif menetap sebagai akibat dari latihan dan pengalaman yang disengaja dengan cara berusaha pada individu. Pengertian Prestasi Belajar Menurut TuAou . prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru. Pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . , adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang ditunjukkan dalam bentuk hasil tes atau angka yang diberikan oleh guru. Pada organisasi pendidikan, penilaian hasil belajar dari anak didik juga selalu Hal ini dimaksudkan supaya anak didik dan orang tuanya mengetahui keberhasilan anak didik dalam belajar. Keberhasilan atau prestasi belajar dinyatakan dalam nilai rapor. Nilai itu diperoleh dari memberi ujian tulis atau lesan, dengan menyuruh melakukan pekerjaan atau tugas tertentu, yang kesemuanya itu pada umumnya untuk menguji prestasi belajar anak didik. Nilai prestasi merupakan pencerminan dari keberhasilan dalam studinya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh dari suatu perbuatan belajar menurut kemampuan anak dalam mengerjakan suatu tugas dalam suatu periode tertentu, yang dinyatakan berupa transkip nilai memnuat nilai ujian dalam setiap semester dalam bentuk nilai rata-rata. Penelitian ini penulis menggunakan daftar nilai hasil ujian taruna Program DTPN-I yaitu nilai rata-rata dalam satu semester. Teori-teori Belajar Teori belajar menurut Ilmu Jiwa Daya Menurut teori ini jiwa terdiri dari berbagai daya yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri seperti daya pikir, daya ingat, daya fantasi, daya tangkap, dan lain sebagainya. Agar fungsi daya itu bertambah baik, maka daya itu harus Dalam melatih daya-daya itu digunakan bermacam-macam bahan yang sesuai dengan masing-masing daya. Teori belajar menurut Ilmu Jiwa Asosiasi Ilmu Jiwa Asosiasi berpendirian bahwa keseluruhan penjumlahan bagian-bagian atau unsur-unsurnya. Dalam teori ini terdapat dua teori belajar yang terkenal yaitu : KALAOAoS - Vol. No. 1 Juli 2020 e-ISSN: x-x. p-ISSN: 2986-2957. Hal 26-27 . Teori Connectionisme atau bond hypothesis. Thorndike adalah tokoh yang mengembangkan teori koneksionisme. Koneksi antara stimulus-respons yang terbentuk di dalam sistem syaraf merupakan dasar bagi teorinya. Koneksi tersebut dilambangkan dengan huruf Stimulus- Respon. Kata lain yang digunakan untuk menggambarkan koneksi tersebut adalah Bonds, sehingga teori ini sering disebut sebagai Bonds Theory of Learning. Teori Conectionisme dari Thorndike yang disebut juga disebut juga S-R. Menurut teori ini belajar adalah pembentukan, penguatan hubungan stimulus (S) dan respons (R). Apabila antara stimulus dan reaksi sering dilakukan atau dilatih, maka akan terjadi hubungan yang erat. Mengenai hubungan antara stimulus dan reaksi ini Thorndike mengemukakan bermacam-macam hukum antara lain : Law of effect Hubungan S-R bertambah erat apabila disertai perasaan senang atau puas, akan tetapi menjadi lemah atau lenyap apabila disertai perasaan tidak senang. Oleh karena itu memuji dan membesarkan hati anak lebih baik dalam pengajaran daripada menghukum. Law of exersise atau law of use and law of disuse Hubungan S-R akan bertambah erat kalau sering dilatih atau digunakan dan akan berkurang jika tidak pernah digunakan. Karena itu harus sering diadakan latihan, ulangan dan pembiasaan. Law of multiple response Dalam situasi yang problematis dimana tidak segera tampak response yang tepat, dalam hal ini harus diadakan bermacam- macam percobaan yang akhirnya berhasil dengan baik dan cara ini disebut Autrial and errorAy. Law of assimilation atau law of analogy Seseorang dapat menyesuaikan diri atau memberi respons yang sesuai dengan situasi baru yang berlainan dengan yang sudah-sudah tetapi mengandung unsur- unsur yang bersamaan. Teori conditioning Teori ini dipelajari oleh Pavlov bahwa kalau kita mencium bau sate, maka akan keluar air liur. Begitu pula kita akan menghentikan kendaraan kalu nyala lampu merah dipersimpangan jalan. Bentuk kelakuan semacam ini dipelajari berkat AuconditioningAy. Pavlov mengadakan percobaan dengan anjing. Tiap kali anjing diberi makan, dinyalakan lampu setelah berkali-kali dilakukan, maka air liur anjing akan keluar manakala lampu dinyalakan. Dalam kehidupan sehari-hari pola seperti itu banyak Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Seseorang itu akan melakukan sesuatu kebiasaan karena adanya suatu tanda. Misalnya lonceng tanda masuk sekolah. Tujuan Belajar Setiap tujuan belajar untuk mengembangkan nilai, sikap . , memerlukan sistem yang berbeda dengan yang dibutuhkan untuk pengembangan ketrampilan . , demikian seterusnya. Dalam belajar hendaknya guru sudah mempersiapkan tujuan belajar yang hendak dicapai. Menurut Sardiman . tujuan itu ada 3 jenis yaitu : Untuk mendapatkan pengetahuan Penanaman konsep dan ketrampilan Pembentukan nilai dan sikap Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan belajar pada intinya untuk mendapatkan pengetahuan, ketrampilan dan penanaman nilai-nilai atau mental. Faktor-Faktor mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut TuAou . ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang baik, antara lain: Faktor Kecerdasan Faktor Bakat Faktor minat dan Perhatian Faktor Motif Faktor cara Belajar Faktor Lingkungan keluarga Faktor Sekolah Syah . menjelaskan bahwa secara global faktorAefaktor yang mempengaruhi belajar siswa dibagi menjadi tiga macam, yaitu : Faktor internal . actor dari dalam sisw. Faktor eksternal Faktor pendekatan belajar Komitmen Berdasarkan beberapa pengertian dari para ahli dapat disimpulkan bahwa komitmen adalah kecintaan dan kesetiaan seseorang terhadap organisasi baik secara perilaku maupun sikap untuk mengidentifikasi diri sesuai dengan tujuan organisasi. Dimensi dasar Komitmen Terhadap Organisasi Untuk memahami sifat komitmen terhadap organisasi yang kompleks. Greenberg & Baron . memberikan komponen-komponen dasarnya, yakni fokus komitmen, yang mengacu KALAOAoS - Vol. No. 1 Juli 2020 e-ISSN: x-x. p-ISSN: 2986-2957. Hal 26-27 pada entitas tertentu seperti kelompok atau individu yang menjadi arah kepada siapa seseorang berkomitmen, dan dasar komitmen- alasan mendasar mengapa komitmen itu timbul. Fokus komitmen, perlu dipahami bahwa orang bisa berkomitmen pada entitas yang berbeda dalam Misalnya, mereka bisa saja menunjukkan derajat komitmen yang berbeda pada masing-masing anggota organisasi. Becker dan Billings dalam Greenberg & Baron memilah fokus komitmen menjadi 2, yakni komitmen yang ditujukan kepada tingkat bawah dalam struktur organisasi . alam pendidikan sisw. dan tingkat atas . alam hal ini figur otoritas yaitu Dengan pembagian ini, maka dihasilkan 4 profil komitmen, yakni siswa yang tak punya komitmen rendah baik pada struktur organisasi tingkat bawah maupun atas. komitmen: komitmen tinggi baik pada struktu organisasi tingkat bawah maupun atas. komitmen secara lokal . ocally committe. : komitmen tinggi pada tingkat bawah tapi komitmen rendah pada tingkat atas. punya komitmen secara global . lobally committe. komitmen tinggi pada tingkat atas tapi komitmen rendah pada tingkat bawah. Dasar komitmen, konsep komitmen harus dipahami dari sisi motif yang dipunyai seseorang untuk berkomitmen. Salah satu perspektif yang sering digunakan adanya 3 dasar yang menunjukkan motif komitmen terhadap organisasi, yakni: . Affective commitment. Continuance commitment. Normative commitment. Aspek-aspek Komitment terhadap Organisasi Siagian . , mengemukakan bahwa indikator yang digunakan untuk mengukur komitmen terhadap organisasi terdiri dari dua aspek yaitu : Kecintaan pada tujuan organisasi yang meliputi : . ketaatan pada peraturan yang berlaku, . rasa memiliki, . menjaga nama baik organisasi, serta . dorongan untuk memelihara dan . membela organisasi. Kesetiaan terhadap pelestarian dan pengembangan organisasi yang meliputi dorongan tetap menjaga nama baik organisasi dan secara langsung atau tidak langsung ikut mengatasi kejadian yang berlangsung dalam organisasi. Faktor Penyebab Komitmen Organisasing Anteseden Komitmen Organisasi menurut Steers Steers . mengembangkan model anteseden komitmen organisasi yang meliputi: karakteristik personal, karakteristik yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan, dan pengalaman kerja Anteseden Komitmen Organisasi menurut Allen & Meyer Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Komitmen Efektif terdiri dari karakteristik pribadi, karakteristik jabatan, pengalaman kerja, serta karakteristik struktural. Karakteristik struktural meliputi besarnya organisasi, kehadiran serikat kerja, luasnya kontrol, dan sentralisasi otoritas. Komitmen Kontinuas terdiri dari besarnya dan/atau jumlah investasi atau taruhan sampingan individu, dan persepsi atas kurangnya alternatif pekerjaan lain. Anteseden komitmen normatif terdiri dari pengalaman individu sebelum masuk ke dalam organisasi . engalaman dalam keluarga atau sosialisasi buday. serta pengalaman sosialisasi selama berada dalam organisasi. Komitmen normatif karyawan dapat tinggi jika sebelum masuk ke dalam organisasi, orang tua karyawan yang juga bekerja dalam organisasi tersebut menekankan pentingnya kesetiaan pada organisasi Minat Belajar Berdasarkan pengertian dari para ahli, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa minat adalah sesuatu yang pribadi, yang berhubungan erat dengan sikap serta perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan senang terhadap sesuatu obyek. Berdasarkan pendapat para ahli pada bagian di atas dijelaskan bahwa belajar adalah proses yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku yang merupakan kecakapan baru yang relatif menetap sebagai akibat dari latihan dan pengalaman yang disengaja dengan cara berusaha pada individu, sehingga minat belajar dapat diartikan sebagai gejala psikis yang mendorong perhatian, perasaan senang, yang disertai dengan keinginan yang tinggi, sehingga menunjukkan adanya perhatian terhadap suatu pelajaran yang akhirnya dapat menimbulkan perubahan-perubahan dalam dirinya sebagai akibat dari hasil belajar tersebut. Aspek-aspek minat dalam belajar Perasaan senang terhadap obyek yang menarik perhatian. Perhatian terhadap obyek yang diminati secara sadar, spontan, wajar, tanpa paksaan. Pencarian obyek yang diminati. Faktor ini ditunjukkan dengan perilaku tidak mudah putus asa untuk mengikuti model yang diinginkan. Konsisten terhadap obyek yang diminati selama obyek tersebut efektif bagi dirinya. Pengalaman yang didapat selama perkembangan individu dan bukan bersifat bawaan, yang dapat menjadisebuah atau akibat dari pengalaman yang lalu Faktor- factor mempengaruhi Minat Belajar Faktor minat belajar menurut Mastuchah . , adalah: Faktor intern. yaitu faktor yang timbul dari diri siswa itu sendiri karena menarik sesuatu yang didorong oleh kemauan secara pribadi. Faktor ektern. yaitu faktor yang berpengaruh dari lingkungan misal faktor pendidikan. KALAOAoS - Vol. No. 1 Juli 2020 e-ISSN: x-x. p-ISSN: 2986-2957. Hal 26-27 teman dan keluarga terutama orang tua. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Minat Penelitian Branca . alam Mc Cormick and Tiffin, 1. menemukan bahwa minat dan sikap selalu berubah pada masa dewasa awal, minat juga berubah pada masa usia 15-20 tahun, perubahan ini seiring dengan kemasakan individu. Anne Roe . alam Mc Cormick and Tiffin, 1. berpendapat bahwa minat selalu berubah, perubahan itu terjadi pada sekitar usia 15Ae25 tahun dan 25Ae55 tahun, perbedaan yang nampak pada individu karena pertambahan usia berkisar antara usia belasan tahun, namun hal itu kurang begitu signifikan jika dibandingkan dengan perbedaan karena jenis kelamin individu, kelompok pekerjaan, ketrampilan atau kelompok profesional. Hubungan antara Komitmen terhadap Organisasi dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar pada Taruna dan Taruni Poltekpel Sulut. George & Jones . menyatakan bahwa individu yang punya komitmen tinggi terhadap organisasinya merasa bahagia menjadi bagian dari organisasi, percaya dan berperasaan positif terhadap organisasi beserta nilai-nilainya, dan juga berkeinginan untuk melakukan sesuatu demi organisasinya. Adanya komitmen terhadap organisasi mampu mengikat seseorang secara emosional untuk dapat bekerja dengan seoptimal mungkin. Menurut Djumarah . minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Anak yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Anak yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati sehingga jika dikaitkan dengan belajar, maka akan semakin kuat atau dekat hubungannya dengan hasil belajar atau prestasi belajar. Dasar Teori Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, diantaranya dengan tkan mereka menjadi bagian dalam sebuah organisasi. Keterlibatan Taruna/ni sebagai bagian dari organisasi di Poltekpel Sulut, akan memacu Taruna/ni untuk turut berjuang dalam mencapai tujuan organisasi, jika salah satu tujuan organisasi yang ingin dicapai adalah prestasi belajar yang optimal sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan setiap mata pelajaran, maka siswa juga akan terpacu untuk mencapai prestasi yang optimal pula. Pelajaran yang diberikan di Poltekpel Sulut, adalah pelajaran aplikatif yang memang dibutuhkan sebagai bekal bagi taruna/ni untuk berlayar, maka kurikulum pelajaran yang diberikan juga memadukan antara teori dan praktek sehingga dapat menarik minat taruna/ni Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara untuk mendalami pelayaran yang diberikan. Kurikulum tersebut diharapkan mampu merangsang minat Taruna/ni untuk mengetahui semakin banyak pelajaran yang diberikan. Kondisi tersebut akan memicu munculnya prestasi belajar siswa. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian di Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, dengan alamat Jalan Trans Sulawesi KM. 80 Desa Tawaang Timur. Kecamatan Tenga. Kabupaten Minahasa Selatan. Propinsi Sulawesi Utara. Hal ini disebabkan lembaga pendidikan tersebut tersebut merupakan lembaga pendidikan pelayaran yang memerlukan komitmen dalam pengorganisasiannya Hasil Analisis Regresi Hasil analisis statistik regresi yang dilakukan dengan bantuan program komputer Seri Program Statistik (SPS-2. Program Analisis Regresi. Edisi Sutrisno Hadi & Yuni Pamardingisih. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Indonesia. Versi IBM/IN, Hak Cipta A 2002, adalah untuk menguji hipotesis yang diajukan, yaitu "ada hubungan antara komitmen terhadap organisasi dan minat belajar dengan prestasi belajar pada taruna dan taruni Poltekpel Sulut ". X1X2 (%) 0,68 0,46 25,20 0,00 46,92 Hasil Analisis Korelasi Hasil analisis korelasi parsial antara X1Y, diperoleh koefisien korelasi rx1y = 0,281 . p = 0,029 . <0,. , berarti ada hubungan yang signifikan antara Komitmen terhadap organisasi dengan prestasi belajar pada taruna dan taruni Poltekpel Sulut. Sedangkan hasil korelasi antara X2Y diperoleh koefisien korelasi rx2y = 0,461 . p= 0,000 . <0,. berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar pada taruna dan taruni Poltekpel Sulut. Ringkasan hasil korelasi lugas dan parsial, ditampilkan pada tabel berikut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu komitmen terhadap organisasi dan minat belajar mempunyai hubungan yang sangat signifikan dengan prestasi belajar pada taruna dan taruni Poltekpel Sulut. Artinya bahwa semakin baik komitmen terhadap organisasi yang termanifestasi dalam aspek . Kecintaan pada tujuan KALAOAoS - Vol. No. 1 Juli 2020 e-ISSN: x-x. p-ISSN: 2986-2957. Hal 26-27 organisasi yang meliputi : . ketaatan pada peraturan yang berlaku, . rasa memiliki, . menjaga nama baik organisasi, serta . dorongan untuk memelihara dan . membela dan . Kesetiaan terhadap pelestarian dan pengembangan organisasi yang meliputi dorongan tetap menjaga nama baik organisasi dan secara langsung atau tidak langsung ikut mengatasi kejadian yang berlangsung dalam organisasi maka akan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar para taruna/ni di Poltekpel Sulut. Hasil ini juga menunjukkan bahwa semakin baik minat belajar siswa yang termanifestasi dalam bentuk: . Perasaan senang terhadap obyek yang menarik perhatian. Perhatian terhadap obyek yang diminati secara sadar, spontan, wajar, tanpa paksaan. Pencarian obyek yang diminati. Konsisten terhadap obyek yang diminati selama obyek tersebut efektif bagi dirinya. Pengalaman yang didapat selama perkembangan individu dan bukan bersifat bawaan, yang dapat menjadi sebuah atau akibat dari pengalaman yang lalu, maka prestasi belajarnya juga akan semakin Namun jika komitmen terhadap organisasi dan juga minat belajar seseorang menurun maka prestasi belajarnya juga akan semakin menurun. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas bahwa ada korelasi positif yang sangat signifikan antara komitmen terhadap organisasi dan minat belajar dengan prestasi belajar pada taruna dan taruni Poltekpel Sulut. Artinya tinggi rendahnya komitmen terhadap organisasi dan Minat Belajar mempengaruhi tinggi rendahnya Prestasi Belajar. Jadi hipotesis yang diajukan Artinya bahwa jika komitmen terhadap organisasi yang termanifestasi dalam bentuk . Kecintaan pada tujuan organisasi yang muncul sikap dan perilaku untuk taatan pada peraturan yang berlaku, merasa ikut memiliki, mau menjaga nama baik organisasi, serta dorongan untuk memelihara dan membela organisasi. Kesetiaan terhadap pelestarian dan pengembangan organisasi yang meliputi dorongan tetap menjaga nama baik organisasi dan secara langsung atau tidak langsung ikut mengatasi kejadian yang berlangsung dalam organisasi ditingkatkan maka akan prestasi belajar para taruna/ni di Poltekpel Sulut juga akan meningkat. Tetapi jika komitmen tersebut diturunkan atau dikurangi akan berdampak pada penurunan prestasi belajar para taruna/ni di Poltekpel Sulut. Hal tersebut juga terjadi pada peningkatan minat belajar. Jika minat belajar siswa yang termanifestasi dalam bentuk : Perasaan senang terhadap obyek yang menarik perhatian. Perhatian terhadap obyek yang diminati secara sadar, spontan, wajar, tanpa paksaan. Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dan Minat Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Taruna Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara . Pencarian obyek yang diminati. Konsisten terhadap obyek yang diminati selama obyek tersebut efektif bagi dirinya. Pengalaman yang didapat selama perkembangan individu dan bukan bersifat bawaan, yang dapat menjadi sebuah atau akibat dari pengalaman yang lalu ditingkatkan maka akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar para taruna/ni di Poltekpel Sulut, demikian juga sebaliknya jika minat belajar siswa menurun maka akan berdampak pada penurunan prestasi belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA