Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 105-108 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Upaya Guru Menstimulasi Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini di TK Rumah Balita Pintar Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Eby1. Harianto2. Pamungkas3. Ngadimun4 Affiliation: Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan. STKIP Al-Islam Tunas Bangsa Bandar Lampung. Indonesia Corresponding Author: yonnaebyindraswary@gmail. Abstract Language development is the most important aspect of development. This aspect of development must be achieved from an early age. One of them is the development of expressive language. To achieve optimal expressive language development, all potential can be stimulated by the teacher. This study aims to describe the efforts of teachers in stimulating the development of expressive language in early childhood at the Smart Toddler House Kindergarten. Tanjung Bintang District. This research is a research using descriptive qualitative approach method. Sources of research data obtained from primary data and secondary data. The researcher obtained primary data from the results of interviews with class B teachers at the Smart Toddler House Kindergarten and observations of teachers and children regarding the development of children's expressive language. Secondary data obtained from the results of documentation in the form of photos. The data obtained is then collected, reduced, described, tested for the validity of the data and concluded. The results of the study indicated that the efforts of the teacher at the Smart Toddler House Kindergarten. Tanjung Bintang District, had developed the expressive language skills of grade B early childhood through the storytelling method using finger puppet media which was carried out optimally. Keyword: early childhood, stimulation, expressive language development Pendahuluan Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini (STTPA) adalah kriteria tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni. Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasaan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya (Depdiknas, 2. Sementara itu menurut Rasyid & Suratno . bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu Sedangkan bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Alwi, 2. bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menjelaskan bahwa bahasa ekspresif mencapai puncaknya ketika anak mulai berusia 5-6 tahun, anak sudah mulai mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pendapat dengan kalimat sederhana dalam berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa,mengungkapkan perasaan, ide dengan pilihan kata yang sesuai ketika berkomunikasi, menceritakan kembali isi cerita secara sederhana Untuk mencapai perkembangan bahasa ekpresif yang optimal, seluruh potensi dapat di stimulasi oleh Stimulasi adalah perangsangan yang datang dari lingkungan luar anak. Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Pemberian stimulasi perkembangan bahasa Ekspresif Anak Usia Dini bisa diberikan melalui metode bercerita menggunakan berbagai media, salah satunya media boneka jari. Bercerita dengan menggunakan boneka jari sangat cocok digunakan untuk anak usia dini karena dipandang cocok bagi anak karena sifatnya yang unik dan lucu, sehingga anak tertarik mendengarkan cerita. Menggunakan boneka jari, anak akan terangsang untuk aktif dalam berbicara, berbahasa ekspresif karena termotivasi untuk mengungkapkan ide, perasaan, gagasan dan pikirannya. Mereka akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah di simpan saat mendengarkan cerita. Dengan demikian guru dapat mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif Bercerita merupakan metode dan materi yang dapat diintegrasikan dengan dasar keterampilan lain, yakni berbicara, membaca, menulis, dan menyimak. Bercerita memberi ruang lingkup yang yang bebas Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 105-108 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 pada anak untuk mengembangkan kemampua bersimpati dan berempati terhadap peristiwa yang menimpa orang lain, hal tersebut mendasari anak untuk memiliki kepekaan sosial. Gunarti . menyatakan bahwa tujuan bercerita dengan menggunakan media boneka jari adalah mengembangkan kemampuan bagaimana anak mengucapkan kosa kata dan kemampuan dalam berbicara serta menambah kosa kata yang dimiliki Melalui metode bercerita dengan menggunakan boneka jari terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak. Peningakatan bahasa ekspresif anak dengan metode bercerita menggunakan boneka jari terlihat dari anak mampu menyampaikan atau berbicara dengan kalimat sederhana dan jelas untuk bertanya, menjawab pertanyaan guru, menceritakan kembali cerita yang Metode Penelitian Menurut Sugiono . dalam Demawati . metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan data dan tujuan tertentu. Karena fokus tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang upaya guru dalam menstimulus perkembangan bahasa ekspresif anak melalui metode bercerita menggunakan boneka jari di TK Rumah Balita Pintar Tanjung Bintang, maka penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian di lakukan di TK Rumah Balita Pintar yang beralamat di Jalan Budi Karya No 10 Dusun Rengas Jaya B Desa jati Indah Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Subjek dan objek penelitian ini adalah responden . anak dan 2 gur. yang dapat memberikan informasi dari masalah yang diteliti. Muhadjir dalam Rijali . mengemukakan pengertian analisis data sebagai Auupaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara, dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikanya sebagai temuan bagi orang lain. Oleh karena itu, terdapat beberapa alur untuk menganalisis suatu data yaitu proses analisa sebelum lapangan, reduksi data, penyajian data dan yang terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil Penelitian Taman Kanak-Kanak (TK) Rumah Balita Pintar berdiri pada tahun 2009 di Desa Jati Indah Kecamatan Tanjung Bintang. TK Rumah Balita Pintar berada dibawah naungan Yayasan Setia Bhakti Pertiwi yang diketuai oleh Bapak Dwi Feriyato. ST. ,M. Pd. Awal mulanya TK Balita Pintar belum mempunyai ruang kelas, ruangan yang digunakan adalah ruangan dari rumah Ibu Setyaningsih yang sampai saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah di TK Rumah Balita Pintar. Upaya guru menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini menggunakan metode bercerita dengan menggunakan media boneka jari dilakukan guru pada semester genap, pada tanggal 29 Mei 2023 sampai tanggal 2 Juni 2023 di TK Rumah Balita Pintar, dengan jumlah peserta didik kelompok B yaitu 15 anak diantaranya 6 anak laki-laki dan 9 anak Hasil penelitian sebagai berikut. Berdasarkan hasil observasi upaya guru menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Rumah Balita Pintar adalah sebagai berikut : Guru menyiapkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang dipilih dalam kegiatan bercerita, dan menyiapkan alat atau media saat kegiatan dilakukan Guru melakukan ice breaking sebelum melakukan kegiatan agar anak lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada anak. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan pengalamannya. Guru melakukan refleksi dan evaluasi untuk melihat apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan pada kegiatan pembelajaran tersebut. Guru memberikan apresiasi kepada anak agar anak merasa lebih percaya diri dalam mengungkapka perasaan atau keinginannya Pada pembahasan hasil wawancara peneliti S. P1 menunjukan bahwa upaya guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Rumah Balita Pintar adalah sebelum memberikan pembelajaran kepada anak guru terlebih dahulu menyiapkan tema dan tujuan pembelajaran hal ini dilakukan agar memudahkan anak dalam membangun konsep tentag benda atau peristiwa dalam suatu Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 105-108 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 proses kegiatan pengembangan kemampuan bahasa anak. Setelah menentukan tema dan tujuan selajutnyya menyiapkan alat atau media yang menarik dan membuat anak bersemangat dalam melakukan kegiatan bercerita. Alat dan media yang dipilih harus menarik, mudah dikenali anak, dan tidak membahayakan anak, seperti alat atau media bercerita boneka jari dengan berbagai karakter. Sehingga dalam kegiatan tersebut dapat mestimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini. Pembahasan Pada pembahasan hasil wawancara peneliti S. P1 menunjukan bahwa upaya guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Rumah Balita Pintar adalah sebelum memberikan pembelajaran kepada anak guru terlebih dahulu menyiapkan tema dan tujuan pembelajaran hal ini dilakukan agar memudahkan anak dalam membangun konsep tentag benda atau peristiwa dalam suatu proses kegiatan pengembangan kemampuan bahasa anak. Setelah menentukan tema dan tujuan selajutnyya menyiapkan alat atau media yang menarik dan membuat anak bersemangat dalam melakukan kegiatan bercerita. Alat dan media yang dipilih harus menarik, mudah dikenali anak, dan tidak membahayakan anak, seperti alat atau media bercerita boneka jari dengan berbagai karakter. Sehingga dalam kegiatan tersebut dapat mestimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini. Selanjutnya hasil wawancara dengan S. P2 menunjukan bahwa tahap awal guru menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak adalah dengan cara mengajak anak untuk berbicara, mengajak anak untuk bernyanyi dan memberikan pertanyaan pemantik kepada anak yang bertujuan mendorong anak untuk berkomunikasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan S. P3 menunjukan bahwa pekembangan bahasa pada anak kelas B di Tk Rumah Balita Pintar ada yang sudah ekspresif dan ada yang belum ekspresif. Hal ini diperkuat dengan hasil observasi dilapangan bahwa terdapat tiga anak yang sudah mencapai satu sampai tiga indikator perkembangan bahasa ekspresif (MB), dan 2 anak yang belum mampu mencapai salah satu indikator perkembangan bahasa ekspresif (BB). Untuk pembahasan indikator pekembangan bahasa ekspresif anak usia dini berdasarkan hasil wawancara dengan S. P4 menujukan bahwa perkembangan bahasa ekspresif anak di TK Rumah Balita Pintar khususnya kelas B sudah berkembang dan sebagian anak belum Hal ini diperkuat dengan hasil observasi dilapangan bahwa ada lima anak yang belum berkembang bahasa ekspresifnya yaitu ananda ASN. AS. NMQ. NIA. RKA. Berdasarkan hasil wawancara dengan S. P5 menunjukan bahwa yang menjadi kendala pada saat guru mestimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak adalah ketika ada anak yang tidak mentaati peraturan dengan membuat ricuh suasana dan membuat teman-temannya tidak kondusi. Misalnya ketika guru memberikan kegiatan bercerita kepada anak lalu anak. Hal ini bisa menghambat guru dalam memberikan stimulasi kepada anak. Hasil wawancara peneliti dengan S. P6 menunjukan bahwa setelah kegiatan pembelajaran dilakukan guru melakukan recalling dengan mengajak anak menceritakan kembali cerita yang sudah didengar, bertanya tentang perasaan anak setelah melakukan kegiatann pembelajaran. upaya tersebut dilakukan guru untuk memberikan penguatan terhadap perkembangan bahasa ekspresif pada anak. Selanjutnya wawancara dengan S. P7 menunjukan bahwa setelah kegiatan berakhir guru melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan untuk melihat apa yang masih menjadi kekurangan dari kegiatan tersebut sehingga pada kegiatan stimulasi selajutnya akan lebih baik lagi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut peneliti menyimpulkan bahwa Guru di TK Rumah Rumah Balita Pintar Kecamatan Tanjung Bintang, telah mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini kelas B melalui metode bercerita menggunakan media boneka jari yang dilakukan secara maksimal. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa upaya Guru menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini di TK Rumah Balita Pintar Kecamatan Tanjung Bintang Guru menyiapkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang dipilih dalam kegiatan bercerita, dan menyiapkan alat atau media saat kegiatan dilakukan Guru melakukan ice breaking sebelum melakukan kegiatan agar anak lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada anak. Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 105-108 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan pengalamannya. Guru melakukan refleksi dan evaluasi untuk melihat apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan pada kegiatan pembelajaran tersebut. Guru memberikan apresiasi kepada anak agar anak merasa lebih percaya diri dalam mengungkapka perasaan atau keinginannya. DaftarPustaka Alwi. Hasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Demawati. Perkembangan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita di TK Islam Nurhasanah Kecamatan Suka Bumi Bandar Lampung. Skripsi. Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Gunarti. Dkk. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka. Rasyid & Suratno. Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Multi Presindo. Rijali. Analisi Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu dakwah