Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 TRADISI ABHEKALAN (PERTUNANGAN) SEBAGAI UPAYA MENJAGA SILATURAHMI KELUARGA DI DESA KARANGSARI KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG Rofiatul Nurhasanah1. Winin Maulidya Saffanah. Pd. Si2. SartikaCahya N3. Nur Syifaul Fauziyah4 Prodi Pendidikan Sejarah dan Sosiologi IKIP BudiUtomo rofiatulnur03@gmail. com1, wininwinin@gmail. com2, sartaikaningrum@gmail. syifafauziyah2407@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep tradisi Abhekalan (Pertunanga. sebagai upaya menjaga silaturrami dalam keluarga suku Madura. Penelitian dilakukan di Desa Karangsari Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokuementasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah bahwa tradisi Abhekalan merupakan suatu kebiasaan menjodohkan atau mengikat dua anak berlainan jenis dalam sebuah ikatan yang mirip dengan pertunangan. Abhekalan di Desa Karangsari ini dilakukan pada anak yang masih memiliki hubungan saudara. Abhekalan bertujuan untuk menjaga garis keturunan, menjaga silaturahmi keluarga dan menjaga harta. Proses tradisi Abhekalan ini diawali dengan tahap Ngen-ngangen atau mengamati, tahap kedua yaitu Mintak atau meminta dan pada tahap ketiga yaitu melamar. Abhekalan ini masih banyak dilakukan masyarakat keturunan suku Madura yang tinggal di Desa Karangsari hingga saat ini. Kata Kunci: Abhekalan. Tradisi. Perjodohan. PENDAHULUAN karena pergaulan yang dihasilkan dari Manusia dalam kehidupannya selalu hubungan sosial tersebut, dan sebagai membutuhkan kehadiran dan bantuan pihak lain, karena manusia pada dasarnya tidak terselenggara, sehingga karakter dan perilaku mungkin menjalani kehidupannya sendiri dan akan melebar (Soerjono, 1. Oleh karena memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Hal itu, dalam persoalan pernikahan, tidak jarang tersebut memaparkan jika manusia termasuk seseorang perlu berinteraksi dengan banyak makhluk sosial yang terus akan beradaptasi pihak seperti keluarga, tetangga, atau teman untuk mendapatkan jodoh. Jika dua pola ini bisa dilakukan Pernikahan adalah suatu ikatan lahir dengan baik, maka kehidupan manusia juga dan batin seorang laki-laki dan perempuan akan baik. Interaksi sosial akan terwujud menjadi pasangan sebagai suami dan istri Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 dengan tujuan membentuk keluarga yang Pada masyarakat daerah tertentu Pernikahan masalah perjodohan terkadang masih terikat merupakan unsur penting dalam kehidupan pada ide, agama, dan peradaban tertentu. seseorang, karena tujuan pernikahan itu Sehingga terdapat aturan ketat yang harus sendiri adalah mendapatkan kebahagian, dijalankan dan diikuti oleh pihak-pihak yang kasih sayang, kepuasan dan keturunan (Munandar, 2. Sebelum memasuki fase merupakan salah satu komunitas di Indonesia pernikahan, terdapat beberapa fase yang yang mempunyai tata cara dan aturan tertentu harus dilewati bagi seseorang yang akan Fase tersebut yaitu pertunangan, di mana pertunangan merupakan langkah awal merupakan suku Madura, terdapat tradisi dari suatu pernikahan yang bertujuan agar yang lekat dengan kehidupan masyarakat. masing-masing pihak mengetahui pasangan Tradisi sendiri merupakan suatu kebiasaan yang akan menjadi pendamping hidupnya turun-temurun yang masih dilakukan dalam (Kuswandi, 2. masyarakat hingga sekarang. Tradisi itu Masyarakat Pada Desa Karangsari Dalam pertunangan terdapat fase didasari dengan adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik perjodohan termasuk fase penting dan secara lisan ataupun tulisan seperti halnya berkesan dalam perjalanan hidup seseorang, tradisi perjodohan ini (Novianti dkk, 2. Praktik perjoohan ini bertindak sebagai seseorang dalam menentukan calon pasangan hidup yang nantinya dibutuhkan untuk bagaimana anak muda bertindak dan bergaul. praktik ini dikenal sebagai Abhekalan. Diperlukan Fenomena tradisi Abhekalan di masyarakat sesuatunya siap secara fisik, kognitif, dan Desa Karangsari, ternyata pihak keluarga Perjodohan merupakan langkah mempunyai pengaruh yang lebih dominan awal untuk membentuk struktur keluarga dibanding dengan pihak lain. termasuk unit terkecil yang membuat pondasi Abhekalan generasi baru. (Zubari, menjodohkan anak yang berbeda jenis kelamin, bahkan remaja sebelum mereka Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 menjadi orang tua. Ditegaskan mirip karena sebagai budaya yang harus dilestarikan, pengertian Abhekalan dan tunangan tidak sebab tradisi Abhekalan tersebut tidak Sebelum pernikahan, proses abhekalan bertentangan dengan ajaran Islam. dan tunangan keduanya diberlangsungkan pra-pernikahan. Ketidaksamaannya. METODE terutama mengingat jeda waktu. Tradisi Pendekatan Abhekalan tidak jelas mengenai waktu digunakan dalam penelitian ini dengan menjelang pernikahan. Sesuai dengan tradisi tujuan agar dapat menyelami lebih jauh data masyarakat Desa Karangsari, perkawinan dan sumber materi yang berkaitan dengan dapat berlangsung sesudah 5 tahun juga bisa 7-10 tahun setelah Abhekalan (Zubari, 2. Penelitian kualitatif menjelaskan suatu Dalam memilih jodoh orang tua dan fenomena, gejala, fakta dan juga realita kerabat dekat mempunyai peran yang sangat secara mendalam. Mendalam bukan hanya besar, dua anak dari keluarga yang masih area permukaan saja, ini adalah ciri khas dalam ikatan keluarga . a tretana. telah ditentukan jodohnya oleh orang tuanya yang mendalamnya sebuah penelitian kualitatif. dimulai saat masih dalam kandungan, ada Tahap pertama yaitu identifikasi masalah, juga saat masih kecil . hakal ekakoagh. , yaitu masalah atau isu yang akan diteliti sehingga anak sama sekali tidak diberi seperti apa. Kedua yaitu melakukan review kesempatan untuk memilih dan menentukan literatur yang sesuai dengan topik atau masalah yang diangkat dalam penelitian. Meskipun setelah beranjak Ketiga yaitu pengumpulan data, beberapa dewasa mereka sebenarnya memiliki kriteria tersendiri dalam menentukan calon pasangan mengumpulkan data, termasuk partisipasi, namun karena kepatuhan, menjaga nama baik observasi, serta wawancara. Keempat yaitu keluarga dan sikap takutnya kepada orang tua interpretasi, ketika data sudah dikumpulkan akhirnya mereka pasrah dengan budaya yang maka diinterpretasi atau menafsirkan yang sudah berjalan secara turun-temurun sejak sudah didapatkan dari awal. Terakhir yaitu nenek moyang, dengan menerima pasangan laporan, laporan ini adalah hasil akhir dari yang bukan pilihannya. Masyarakat Desa semua proses pembuatan penelitian (Raco. Karangsari memandang bahwa perjodohan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Dalam pengumpulan data, peneliti Madura, khususnya penduduk yang ada di menggunakan dua data yaitu data primer Desa Karangsari. Sebagian besar masyarakat serta data sekunder. Data primer diperoleh desa Karangsari adalah keturunan imigran dari informan wawancara, observasi dan Madura. Keberadaan suku Madura di desa Sementara ini terjadi, data Karangsari dapat menjadikan wilayah desa sejumlah besar artikel dan buku yang dapat Madura, atau dapat dikatakan sebagai Pengamatan untuk penelitian ini Kampung Madura. dilakukan di tempat di Desa Karangsari Desa Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Karangsari menjadi tiga dusun, yaitu Dusun Krajan. Subyek penelitian adalah individu. Gunung Gebang dan Gumukmas. Pada benda yang dijadikan sebagai sumber awalnya masyarakat di Desa Karangsari mayoritas suku Jawa asli, namun seiring penelitian (Idrus, 2. Maka dalam hal ini, berjalannya waktu terdapat banyak sekali peneliti mengambil subyek penelitian yaitu orang-orang Madura yang berimigran dan orang-orang yang terlibat dalam tradisi bermukim di desa ini, sehingga banyak pula Abhekalan. Metode yang kedua yaitu pribumi suku Jawa yang ada di Desa Madura menggunakan alat pedoman wawancara. Karangsari. Informan sebanyak orang yang merupakan melahirkan keturunan beretnis Jawa dan remaja yang melakukan tradisi Abhekalan di Madura. tahun 2022-2023. Terdapat HASIL PENELITIAN DAN orang-orang Madura melakukan migrasi ke Malang. PEMBAHASAN Sejarah Etnis Madura di Desa Karangsari pekerjaan dan perdagangan khususnya pada Kecamatan Bantur Kabupaten Malang bidang pertanian. Faktor lain yaitu karena terjadi perubahan ekologi di pulau Madura. Kecamatan Bantur. Kabupaten Malang. Perubahan ekologis tersebut akhirnya turut Kecamatan Bantur memang terkenal dengan daerah yang banyak dihuni orang keturunan Madura. Desa Karangsari Terletak Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 masyarakat peladang dan pembuat garam Sistem Kekerabatan Suku Madura di Desa (Huub De Jonge,1. Kaangsari Kecamatan Bantur Kabupaten Motivasi untuk merantau bagi orang Malang Madura tidak hanya dari faktor ekonomi saja. Sistem akan tetapi juga terdapat faktor internal yang Madura dalam hal ini Aumotivasi diriAy juga turut Madura (Bilatera. , dalam sistem kekerabatan ini menarik garis keturunan dariayah dan ibu. mengadu nasib. Orang Madura mempunyai Dimana dalam halini seorang anak akan etos kerja yang tinggi yang telah terpatri pada terhubung dengan kedua orang tuanya dan setiap diri etnis Madura. Dalam hal etos kerja, orang Madura dikenal sangat gemar bekerja, mempunyai jiwa wirausaha yang kuat dan ulet (Ahmad, 2. Pada ayah-ibunya Madura menekankan dua aspek yaitu outgrup dan Dalam perkembangannya, hubungan ingroup, ketika mereka bergabung dan orang Jawa dan Madura di Desa Karangsari berbaur dengan masyarakat yang berbeda tidak hanya sebatas pernikahan saja, tetapi etnis, mereka akan menurunkan selfsteem juga dalam proses interaksi, berkehidupan atau bisa juga dikatakan tingkat stereotipnya sosial, ekonomi, budaya dan adat-istiadat etnis membaur. Imigrasi yang dilakukan oleh lingkungan tersebut bukan lingkungannya etnis Madura ke Desa Karangsari ini sendiri, dan akan berusaha untuk menjaga kelompoknya masing-masing (Sholichah, dikenalnya budaya dan adat istiadat Madura. Dalam aktifitasnya masyarakat etnis Dari proses inilah mulai terjadi akulturasi Madura Berbagai budaya dan adat-istiadat masalah agama, masyarakat etnis Madura Madura mulai berkembang pesat, sehingga menjadikan agama sebagai media integrasi. banyak masyarakat Jawa asli yang mengikuti Selain itu, etnis madura juga menjunjung adat dan budaya dari Madura seperti tradisi tinggi sikap menghormati dan menghargai Abhekalan. budaya lokal agar meningkatkan solidaritas (Hidayat, 2. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Masyarakat Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Madura Madura. Ciri menekankan pada kemandirian yang kuat, penyebutan yang cenderung menggunakan dalam mengatasi permasalahan sosial di bahasa Madura asli dari pada menggunakan masyarakat sehingga sistem kekerabatan bahasa Indonesia. Orang-orang Madura yang terjalin antar sesama etnis sangat kuat terkenal dengan konsep kekerabatan yang (Maisaroh, 2. Ikatan kekerabatan orang- erat, pada tatanan sosial sudah menjadi orang Madura dibentuk dalam kerukunan- rahasia umum bahwa orang-orang Madura kerukunan, yaitu baik dari keluarga dengan memiliki rasa tolong menolong yang kuat garis keturunan ayah ataupun garis keturunan serta memiliki kekompakan apalagi terkait dengan orang yang masih memiliki hubungan Namun, pada praktiknya peran dari keluarga atau tali ikatan kekerabatan hal tersebut dapat ayah lebih mendominasi dalam kehidupan kita jumpai pada konsep kekerabatannya, sehari-harinya. Penggunaan sebutan pada sebagaimana hubungan persaudaraan orang- setiap orang dari sebuah ikatan keluarga orang dari etnis Madura tergolong dalam 4 berbeda-beda dari setiap masing-masing generasi keatas . scending generation. serta generasi, seperti contoh penggunaan sebutan kebawah . esconding generation. Generasi AuMejedhiAoAo pada kakak atau adik kandung . aternal AuPenakanAy pada generasi kakak atau adik (Syamsuddin, 2. kandung selanjutnya. Dari hal tersebut. Konsep kekerabatan yang paling sistem kekerabatan orang-orang Madura menonjol pada etnis Madura adalah dalam adalah menggunakan sistem solidaritas sosial hal tatanan sosial masyarakat, hal itu dengan anggota sanak-saudara yang berasal diwujudkan dengan bentuk kekompakan, dari keturunan satu nenek moyang yang terus kerjasama, dan tolong menolong sesama etnis menerus bertahan dalam konteks kerukunan Madura terlebih jika memiliki hubungan keluarga (Syamsuddin, 2. Selain Ikatan kekerabatan pada etnis suku mempertahankan tradisi dan memelihara Madura sebenarnya sama dengan ikatan solidaritas yang antar sesama etnis dan kekerabatan etnis suku lainnya di Jawa, berbeda etnis juga menjadi aspek inti dalam hanya saja terdapat sedikit perbedaan yang sistem kekerabatan etnis Madura (Jannah, menjadi ciri khas atau keunikan dari suku Bahari dan Zakso, 2. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Pada sistem kekerabatan masyarakat pertama untuk mengenal dua orang yang etnis Madura terbagi menjadi tiga kategori sangat berbeda. Pengertian jodoh biasanya sanak keluarga yang dikenal dengan : . diungkapkan dalam Islam dengan istilah . inAos me. , yaitu tretan dalem . erabat int. AukhitbahAy. Namun, pernikahan berencana ini . tretan semmaAo . erabat deka. terakhir sering disalah artikan sebagai perkawinan yaitu . tretan jhau . erabatan jau. Diluar atau pernikahan oleh sebagian orang. 3 kategori diatas disebut oreng luar . rang Agar calon pasangan dapat hidup lua. atau bukan saudara. Namun pada berdampingan dengan damai, perjodohan kenyataannya, walaupun sesorang dikatan dimaksudkan sebagai cara bagi mereka untuk sebagai orang luar justru biasanya hubungan saling mengenal dan mendapatkan wawasan kekeluargaan jauh lebih akrab dibandingkan tentang kepribadian satu sama lain, perilaku, keluarga intinya. Contohnya dibentuk oleh dan cita-cita. kedamaian yang dipenuhi ikatan perkawinan atau kin groupendogmy dengan cinta, kepuasan, kesenangan, dan rasa (Astari. Alam, & Anitasyah, 2. kesejahteraan (Thalib, 1. Sejak zaman kuno, orang menikah melalui perjodohan. Tradisi Abhekalan Sebagai Upaya Menjaga Silaturrahmi Keluarga Abhekalan Nabi. Seperti Aisyah anak dari Abu Bakar bertunangan dan menikah dengan Rasulullah, yang pada saat itu masih dianggap anak-anak. Dimungkinkan Seorang laki-laki dalam Islam atau seorang mencocokkan bayi, anak-anak, dan orang Muslim yang hendak menikah dengan seorang wanita Muslim harus terlebih dahulu Definisi AujodohAy dalam Kamus meminta izin karena dia bisa saja dilamar Besar Bahasa Indonesia yang mengacu pada oleh orang lain. Islam melarang seorang pria Muslim untuk melamar seorang wanita yang memberikan definisi yang jelas tentang sudah bertunangan dengan pria lain dalam perjodohan (KBBI, 2. situasi ini (Yazid, 2. Indonesi. (Perjodohan. Hal itu juga terjadi sepanjang masa hidup Perjodohan Tradisi merupakan suatu kebiasaan adalah budaya praktik orang-orang tertentu turun-temurun . ari nenek moyan. yang dalam memanfaatkan waktu untuk mengatur masih dijalankan dalam masyarakat hingga Menjodohkan adalah langkah sekarang (Tim, 2. Hal yang menjadi Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 dasar dari tradisi yaitu adanya informasi yang dunnyanah reng tuah maleh lok cer klacerAy diteruskan dari generasi ke generasi baik (Sutimah, 2. secara lisan maupun tertulis agar tradisi itu Ada tidak punah (Novianti dkk, 2. Seperti Abhekalan halnya praktik perjodohan yang ada di Yang Indonesia, pada awalnya bersifat regional wasiat/perjodohan orang tua, dimana orang yaitu praktik dengan unsur lokal yang khas tua sudah mengetahui pihak ketiga yang akan sesuai dengan tradisi leluhur sebelumnya. menikahkan anaknya dan berkeinginan untuk Desa Karangsari. Abhekalan membantu menjaga hubungan mereka . a semmak praktik perjodohan. Abhekalan, juga dikenal Orang tua juga mengenal dekat sebagai pertunangan, termasuk hubungan karena mereka akrab satu sama lain atau pria dan wanita yang telah disepakati oleh masih berbagi hubungan dengan saudara Menurut definisi Abhekalan yang mereka, seperti saudara jauh, . ak akompol diakui secara umum, yaitu pacaran formal nasa. sehingga dapat menjaga silaturahmi ada beberapa hak serta kewajiban yang harus Selain itu perjodohan juga terjadi ditegakkan, serta keluarga pihak yang terlibat karena motif ekonomi . unyanah mak le tak dan masyarakat setempat telah diberitahu dan cer klace. agar kekayaannya tidak dibagi telah memberikan persetujuannya. Ketika secara luas. Abhekalan setiap pihak, anggota keluarga. Bukan dan anggota masyarakat memiliki kewajiban persahabatan, ekonomi, serta keturunan, dan hak yang harus dijunjung tinggi selama supaya memperoleh atau meningkatkan Abhekalan pada bayi baru lahir, anak-anak, prestise sosial dan untuk kemudahan sosial. Anak itu tetap akan melamar seorang wanita Seperti dengan pangkat lebih tinggi ataupun bahkan Desa ketika mereka tidak memiliki status sosial Karangsari tentang apa yang terjadi adalah yang tinggi. Mempunyai putra atau putri bagaimana keadaan Abhekalan AuAbhekalan yang belum Abhekalan memang sulit bagi mak semmak sa tretanan lakar le biasa, kebanyakan masyarakat Desa Karangsari. maleh akompol nasab, male lok u jeu jeu. Selain itu, jika seseorang sudah cukup umur Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 memperoleh label tak paju lakeh untuk perempuan, serta untuk laki-laki akan dicap keluarga besar, menjaga nama baik dua tak laju binih. Umumnya tradisi Abhekalan keluarga dan belajar menjaga hubungan ini dilakukan ketika anak sudah mulai supaya nanti ketika sudah berkeluarga bisa memasuki usia 17 tahun, mereka akan menerapkan keluarga yang harmonis. menjodohkan anak-anak secepat mungkin Ketiga menenangkan hati dan pikiran. bahkan walau mereka terlalu muda untuk Dengan adanya Abhekalan atau tunangan, hal Bahkan sebagian orang tua akan ini merupkan suatu langkah di mana telah menjodohkan anak mereka ketika si anak terjadi pengikatan antara dua belah pihak masih duduk di bangku sekolah menengah sebelum menuju pernikahan. Dengan adanya Hal tersebut sudah biasa dilakukan ikatan antara dua keluarga, dari masing oleh masyarakat Desa Karangsari. masing calon perempuan maupun laki laki akan merasa bahwa mereka sudah saling Motivasi Remaja Desa Karangsari Melakukan Tradisi Abhekalan memiliki dan meminimalisir terjadinya pihak ketiga dengan kata lain berpaling dari si calon Motivasi remaja Abhekalan terdiri Dengan dari motivasi internal dan eksternal, motivasi memilih Abhekalan maka si calon pasangan internal remaja yaitu: Pertama sebagai sarana akan belajar untuk bertanggung jawab dan menepati janji mereka atas apa yang telah Proses biasanya di lakukan ketika lebaran, saling masing-masing Selain itu terdapat motivasi eksternal keluarga, berjalan bersama, beretemu ketika remaja yaitu : Pertama, strategi menegosiasi di hari hari besar atau berlibur bersama Kultur di Desa Karangsari banyak yng namun masih dalam pengawasan keluarga. mencoba untuk membebasaskan diri dari Kedua nilai nilai dan norma dalam masyarakat Abhekalan menjadi media untuk calon termasuk nilai nilai kesusilaan yang berkaitan pengantin melatih kedewasaannya sebelum etika berhubungan antar lawan jenis sebelum benar benar melakukan rumah tangga kelak, mereka menempuh fase pernikahan. Adanya hal ini para orang tua khawatir akan jawab, belajar menjadi pemimpin, belajar pergaulan bebas yang dilakukan anaknya. mengasuh anak dari saudara, belajar untuk Salah satu cara untuk menegosiasi hal ini Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 remaja memiliki pandangan bahwa tradisi oleh perawan bahwa mereka akan tiba pada Abhekalan saat yang ditentukan. Tujuannya adalah menegosiasi nilai nilai dan norma yg melekat untuk mendapatkan reaksi ya/tidak dari pihak pada masyarakat. Kedua adalah gaya hidup di gadis itu. Desa Karangsari terdapat stigma bahwa laki Kedua, laki yang mampu mendatangkan perempuan adalah fase berikutnya, yang merupakan ke rumahnya merupakan sutau kehebatan perpanjangan dari yang pertama. Sesedikit bagi laki laki. mungkin orang yang terlibat dalam proses ini Ketiga adalah mengurangi beban karena dekat dengan ngen-ngangen. Batas ekonomi keluarga, terutama untuk keluarga waktu yang lebih awal dimaksudkan untuk yang memiliki anak perempuan. Biasanya kelurga yang memiliki anak perempuan, semakin banyak orang tau maka akan ketika si anak mulai tumbuh menjadi remaja semakin banyak pula orang yang ingin pihak keluarga mulai mencarikan anaknya, menyumbang sebagai barang bawaan untuk karena mereka beranggapan bahwa anak acara melamar pada tahap selanjutnya. perempuan yang sudah melakukan abhekalan Karena jika orang yang telah memberikan sudah menjadi tanggung jawab bhekalnya. bantuan atau sumbangan, akan merasa tidak Keempat menjaga nama baik orang tua. nyaman jika tidak diajak dalam acara lamaran Dalam tradisi orang Madura nama baik orang oleh keluarga laki-laki. tua adalah nomor satu. Setiap tindakan kita Ketiga, . , laki-laki sebisa mungkin tidak mencemari nama baik kepada keluarga perempuan. Bahkan jika orang tua. Hal ini kemudian mendorong jawaban lamaran telah diketahui pada tahap remaja desa untuk melakukan Abhekalan. awal, hal itu dianggap tidak resmi karena hanya melalui perantara saja. Pada tahap Tahapan Abhekalan Ngen-ngangen, proses lamaran ini, pihak keluarga laki-laki secara tegas meminta kepada pihak keluarga mengamati gadis itu dan mendapatkan perempuan dengan membawa cincin sebagai informasi tentangnya, adalah bagian pertama tanda untuk mengajukan lamaran, bersama dari ritual Abhekalan yang dipraktekkan oleh dengan itu berbagai kue serta makanan ringan masyarakat Desa Karangsari. Lalu perjaka dengan jumlah yang sangat banyak. dan keluarganya kemudian akan diberitahu Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Gambar 1. 0 Proses pemasangan cincin pada tunangan perempuan (Sumber: Dokumentasi pribadi penelit. Uniknya dalam tradisi Abhekalan dilakukan satu orang saja yaitu si laki-laki. Gambar 2. 0 Hantaran lamaran (Sumber: Dokumentasi pribadi penelit. Dalam tradisi lamaran biasanya Seperti pada gambar 1. 0 calon perempuan hantaran atau kue yang dibawa oleh keluarga tidak perlu memberikan dan memakaikan laki-laki sangat banyak dengan minimal cincin kepada si laki-laki, hal ini dikarenakan membawa seratus hantaran kue yang dibawa menggunakan mobil pick-up atau truk. Sehingga hanya satu cincin saja, semakin banyak hantaran yang dibawa maka masyarakat Desa Karangsari menganggap menandakan semakin tinggi pula status sosial tidak ada syarat wajib harus menggunakan dan harta dalam keluarga laki-laki. Informasi cincin sepasang. tentang acara lamaran dapat menyebar pada saat lamaran prosesi tukar cincin hanya Selain dengan cepat dan luas melalui komunikasi dilakukan pada sore atau malam hari. Namun, lisan antar mulut dalam waktu yang sangat di Desa Karangsari umumnya lebih sering Warga sekitar kemudian akan dilakukan pada malam hari tepatnya setelah menyumbangkan kue, makanan, atau uang ishyaAo dan acara tersebut berlangsung selama lebih kurang satu jam saja, dengan rangkaian kepada keluarga laki-laki. Masyarakat yang acara serah terima, pemasangan cincin dan menyumbang akan memperoleh berkat atau acara penutup yaitu dengan menikmati makanan sebagai tanda terima kasih karena jamuan makanan dari tuan rumah berupa kue- telah memyumbang. Warga desa yang kue, buah-buahan dan makanan berat seperti terlibat dalam pertunangan pria dan wanita soto dan gulai. mereka hingga pada jenjang pernikahan guna Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 menghindari hal yang tidak diinginkan manifesto atau fungsi perekat sosialnya seperti menerima lamaran orang lain ataupun dengan menjalankan perempuan atau laki-laki tersebut pergi Fungsi dengan orang asing. Jika terjadi hal yang silaturahmi . a semak Treta. , mengejar melanggar aturan Abhekalan masyarakat tujuan ekonomi . unyanah mak le tak cer akan memberi tahu besan tentang tindakan klace. , melindungi garis keturunan . ak akompol nasa. , dan fungsi laten menaikkan pertunangan gagal. Hal ini dilakukan agar status sosial/kenyamanan sosial. Selain itu kedua calon baik perempuan maupun laki- orang tua juga memastikan agar peraturan laki dapat menjaga perilaku agar tidak terjadi Abhekalan dipatuhi oleh anak, orang tua juga hal-hal memiliki kewajiban untuk berperan sebagai pertunangan (Bekal Burun. Abhekalan. penegak sosial, terutama dalam hal anak- Warga Desa Karangsari akan merasa Keluarga juga perlu bekerja sama untuk berhasil atau merasa bangga jika anak-anak menyelesaikan tahapan Abhekalan karena mereka sudah bertunangan. Sebab bukan dalam proses sebelum pernikahan tersebut hanya pacaran saja, akan tetapi sudah diikat membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan (ItaleAoe. Abhekalan dipandang sebagai Fungsi lain yang mendorong tanda penghormatan terhadap orang tua, masyarakat desa Karangsari Kecamatan terutama yang memiliki anak perempuan. Bantur Kabupaten Malang melakukan tradisi Bagi wanita, menolak lamaran pria saat Abhekalan selain yang sudah dijelaskan yaitu motif ikhtiar menemukan jodoh dari Tuhan. menerima efek tidak menguntungkan atau bernasib buruk yaitu e dahi tolah . endapat karm. , tak paju lakeh . idak ada pria yang PENUTUP Berdasarkan Orang tua perempuan pada akhirnya dibahas sebelumnya, maka dapat diambil akan menyerah dari tekanan warga desa kesimpulan bahwa Abhekalan (Pertunanga. untuk memaksa anaknya menerima lamaran laki-laki meskipun pada akhirnya nanti akan menjodohkan anak yang berbeda jenis putus . urung lok dedi. kelamin, perjodohan ini dilakukan oleh dua Berdasarkan dari uraian di atas dapat keluarga yang masih memiliki hubungan diketahui bahwa orang tua telah menjalankan Tradisi Abhekalan telah menjadi Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 fenomena dan sudah dilakukan secara turun- Abhekalan dapat terus dilestarikan hingga temurun di desa Karangsari Kecamatan anak cucu mereka kelak. Bantur Kabupaten Malang. Terdapat beberapa alasan mengapa Abhekalan muncul DAFTAR PUSTAKA