Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 KORELASI ANTARA MATEMATIKA DENGAN DASAR ZAT, PANAS DAN OPTIKA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA Fatimatul Munawaroh Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura fatimphysics@gmail. Abstrak Kemampuan Matematika sangat diperlukan untuk bisa memahami dan menyelesaikan persoalanpersoalan dalam Fisika. Terkait pentingnya kemampuan Matematika maka di kurikulum Program Studi Pendidikan IPA terdapat mata kuliah wajib matematika yaitu Matematika I dan II. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara nilai Matematika dengan nilai Dasar Zat. Panas dan Optika. Studi ini dilakukan dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA angkatan 2015/2016 semester 4 yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas A. B dan C. Mahasiswa terscbut sudah mengambil matakuliah Matematika I. Matematika II dan Dasar zat. Panas dan Optika. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara nilai Matematika dan nilai Dasar zat. Panas dan Optika. Indeks korelasi antara nilai Matematika I dengan nilai Dasar zat. Panas dan Optika berturut-turut sebesar 0,52. 0,34 dan 0,23 untuk kelas A. B dan C. Sedangkan indeks korelasi antara nilai Matematika II dengan nilai Dasar zat. Panas dan Optika berturut-turut sebesar 0,27. 0,34 dan 0,28 untuk kelas A. B dan C. Kata Kunci: kemampuan Matematika. Fisika. Korelasi Abstract Mathematic ability is indispensable for understanding and solving problems in Physics tasks. Based on the importance of the mathematic ability, the curriculum of Natural Science Education Program consists of mathematics courses namely Mathematics I and II. The purpose of this study is to determine the correlation of learning outcomes in Mathematics dan physics courses on the topic of Basic Substance. Heat and Optics. This study was conducted on the bachelor students of Natural Science Education Program on academic year 2015/2016 consisting of 3 classes that are class A. B and C. Students have covered the course of Mathematics I. Mathematics II and physics. Data obtained by documentation technique. The result of the analysis shows that there is a significant correlation between the learning result of Mathematics subject and the result of physics course The correlation index between Mathematics I and physics is 0. 34 and 0. 23 for class A. B and C. While the correlation index between Mathematics II and physics are 0. 34 and 0. for classes A. B and C. Keywords: Correlation. Mathematic abiliy. Physics Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 (Munawaroh, 2. Selain itu sulitnya Fisika menurut Ornek, et al . karena penyajian konten yang berbeda-beda pada waktu yang sama seperti praktikum, persamaan dan perhitungan, grafik, dan penjelasan konsep. Menurut Ornek, et al . mengklasifikasikan bahwa dalam fisika dikarenakan . motivasi dan . kurang belajar. tidak membaca buku teks. tidak melengkapi latihan soal. kurangnya latihan soal yang bervariasi. hanya mengerjakan soal-soal yang ditugaskan. tidak mengerjakan PR dirumah. kurangnya pemahaman konsep fisika dan . kurangnya kemampuan matematika yang baik. Penelitian kemampuan matematika dengan fisika telah banyak dilakukan, diantaranya oleh Hudson & McIntire . menyatakan trigonometri berkorelasi positif dengan kemampuan fisika dasar. Meltzer . juga menyatakan bahwa kemampuan matematika siswa berkorelasi positif terhadap ujian Fisika Dasar. Awodun, al . menyatakan bahwa enam kemampuan matematika berpengaruh kemampuan matematikanya bagus maka kemampuan fisikanya juga bagus. Kereh, dkk . Haryadi, dkk . dan Li, et al . menyatakan hal yang senada yaitu bahwa ada korelasi positif antara nilai matematika dengan fisika. Dari penelitian-penelitian tersebut menjadi dasar untuk meneliti tentang bagaimana korelasi nilai matematika dan fisika di program studi Pendidikan IPA. Harapannya dengan penelitian ini, akan ada perbaikan kedepan mengenai pembelajaran matematika dan fisika yang terintegrasi serta menyenangkan bagi Pendahuluan Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari fenomena alam, yang mencakup materi, gerak serta energi yang menyertainya (Kereh, dkk 2. Menurut Serway, et al . Fisika adalah ilmu pengetahuan tentang dunia fisik yang paling fundamental, mempelajari prinsip-prinsip dasar dari alam semesta. Fisika juga sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan yang lain seperti Astronomi. Geologi. Kimia dan Biologi (Awodun, et al, 2. Hampir semua aspek kehidupan berkaitan dengan Fisika, mulai dari . Matematika. Biologi, dan Kimia. Fisika juga menjadi salah satu matakuliah wajib universitas untuk mahasiswa fakultas teknik, kedokteran, dan ilmu terapan yang Sehingga Fisika juga sangatlah penting dipelajari oleh calon pendidik IPA. Dasar Zat. Panas dan Optika merupakan salah satu mata kuliah wajib Fisika di program studi Pendidikan IPA. Mata kuliah ini mengkaji tentang struktur materi, mekanika fluida, ilmu panas, termodinamika dan optika geometri. Bahasan-bahasan tersebut membutuhkan kemahiran matematika dalam memahami dan menyelesaikan semua persoalan, kemampuan proses aljabar, kemampuan trigonometri, kemampuan mengukur dan kemampuan menerjemahkan tabel dan grafik (Awodun, et. al, 2. Namun, masih banyak mahasiswa yang merasa kesulitan mempelajari Fisika, hal ini terbukti dengan keluhan mereka yang mengatakan saya tidak bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik karena tidak paham dengan maksud dari soalnya. Penyebab kesulitan mahasiswa adalah kemampuan matematika yang rendah dan kurang pahamnya konsep fisika yang Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 sebesar 74,27, rata-rata nilai Matematika II tertinggi adalah kelas B sebesar 76,49, dan rata-rata nilai Dasar Zat. Panas dan Optika tertinggi adalah kelas C sebesar 76,74. Nilai Matematika I untuk kelas B dengan rata-rata tertinggi ditunjukkan oleh Gambar 1, nilai Matematika II untuk kelas B dengan rata-rata tertinggi ditunjukkan oleh Gambar 2 dan nilai Dasar zat. Panas dan Optika dapat dilihat pada Gambar 3. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian Pendidikan IPA FIP UTM angkatan 2015/2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui dokumentasi yang diperoleh pada bagian akademik FIP Universitas Trunojoyo Madura. Data yang diperoleh terkait penelitian yaitu nama, nomor induk mahasiswa, serta nilai mata kuliah Matematika I. Matematika II dan Dasar Zat. Panas dan Optika. Data yang korelasinya menggunakan rumus korelasi Pearson dengan harga rxy pada = 0,005. Perhitungan nilai korelasi dimaksudkan untuk menguji hubungan antara nilai Matematika I dan Matematika II dengan Dasar Zat. Panas dan Optika. Nilai Matematika I Hasil Penelitian dan Pembahasan 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 43 Nomer Mahasiswa Mata Matematika membahas tentang matriks, vektor, fungsi, limit fungsi dan diferensiasi. Untuk mata kuliah Matematika II Sedangkan mata kuliah Dasar zat. Panas dan Optika membahas tentang struktur materi, mekanika fluida, panas, termodinamika dan optika Dari materi Fisika tersebut membutuhkan dasar matematika yaitu aljabar, diferensial . , integral dan Sampel yang digunakan adalah mahasiswa semester 4 yang sudah mendapatkan mata kuliah Matematika I. Matematika II dan Dasar Zat. Panas dan Optika. Nilai rata-rata Matematika I. Matematika II dan Dasar Zat. Panas dan Optika dapat dilihat pada Tabel 1. Dari tabel 1 terlihat bahwa rata-rata nilai Matematika I tertinggi adalah kelas B Gambar 1 . Grafik nilai Matematika I untuk kelas B dengan rata-rata 74,27 Nilai Matematila II 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 43 Nomer Mahasiswa Gambar 2. Grafik nilai Matematika II untuk kelas B dengan rata-rata 76,49 Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 Nilai Matematika I Nilai Dasar Zat. Panas dan Optika 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 43 Tabel 1. Rekapitulasi Rerata untuk nilai Matematika I. Matematika II dan Dasar Zat. Panas dan Optika Rata-rata Nilai Matemati ka II 72,88 76,49 75,19 y = 0,8684x 1,2433 RA = 0,1046 Gambar 3. Grafik nilai Dasar zat, panas dan Optika untuk kelas C dengan rata-rata 76,74 Rata-rata Nilai Matemati 70,23 74,27 71,91 Nomer Mahasiswa Kelas Nilai Dasar Zat. Panas dan Optika Rata-rata Nilai Dasar Zat. Panas dan Optika 62,23 59,55 76,74 kelas A Gambar 4 adalah plotting nilai Matematika I dan Dasar zat. Panas dan Optika. Sedangkan Matematika II dan Dasar zat. Panas dan Optika dapat dilihat pada gambar 5. Dari grafik pada Gambar 1 dan 2 menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara penguasaan Matematika I terhadap penguasaan Dasar zat. Panas dan Optika dan penguasaan Matematika II terhadap Dasar zat. Panas dan Optika. Indeks korelasi penguasaan pada materi tersebut dapat dilihat pada Tabel 2 dan 3. Nilai Matematika I y = 0,711x 6,5638 RA = 0,1206 Nilai Dasar Zat. Panas dan Optika . kelas B Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 Nilai Matematika II Nilai Matematika I y = 0,7889x - 1,1234 RA = 0,1142 y = 0,711x 6,5638 RA = 0,1206 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 Nilai Dasar Zat. Panas dan Optika . kelas C . kelas B Gambar 4. Plotting nilai Matematika I dan nilai Dasar Zat. Panas dan Optika . kelas A, . kelas B dan . kelas C Nilai Matematika II Nilai Matematika II Nilai Dasar zat. Panas dan Optika y = 0,6126x 30,688 RA = 0,078 y = 0,6895x 11,973 RA = 0,0725 Nilai Dasar zat. Panas dan Optika . kelas C Gambar 5. Plotting nilai Matematika II dan nilai Dasar Zat. Panas dan Optika . kelas A, . kelas B dan . kelas C Nilai Dasar zat. Panas dan Optika . kelas A Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 Tabel 2. Korelasi Nilai Matematika I dan Dasar Zat. Panas dan Optika Kelas Shrestha and Shields . Usoro, et al ( 2. dan Li, et al . Beberapa konsep Matematika yang perlu dikuasai agar bisa menguasai Dasar zat. Panas dan Optika yaitu kemampuan aljabar, menginterpretasikan tabel dan grafik. Kemampuan Matematika yang rendah akan berpengaruh terhadap penyelesaian soal-soalDasar zat. Panas dan Optika. Beberapa dilakukan oleh mahasiswa yaitu dalam proses perhitungan atau menerjemahkan Hal ini terlihat pada hasil ujian mahasiswa, masih ada yang belum menghitung pecahan dan perpangkatan . Padahal dalam materi Matematika I sudah di ajarkan. Contoh kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal Dasar zat. Panas dan Optika dapat dilihat pada Gambar 6. Selain kemampuan Matematika yang rendah, kesalahan juga sering dilakukan mahasiswa ketika mengerjakan soal adalah kurang teliti dalam menyelesaikan soal, seperti pada Gambar 7. Namun kemampuan matematika yang baik diharapkan penguasaan Fisikanya juga baik, hal ini senada dengan pernyataan Awedun, et al . , dan Hudson dan McIntire . 0,52 0,34 0,23 Tabel 3. Korelasi Nilai Matematika II dan Dasar Zat. Panas dan Optika Kelas p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 0,27 0,34 0,28 Berdasarkan Gambar 4 dan Tabel 2 Matematika I terhadap penguasaan Dasar zat. Panas dan Optika berkorelasi positif, dengan indeks korelasi tertinggi pada kelas A yaitu sebesar 0,52. Sedangkan penguasaan Matematika II terhadap penguasaan Dasar zat. Panas dan Optika juga berkorelasi positif, dengan indeks korelasi tertinggi pada kelas B sebesar 0,34. Indeks korelasi pada penelitian ini hampir sama dengan penelitian Usoro, et al . Shrestha and Shields . Indeks korelasi pada penelitian ini lebih rendah dari penelitian Kereh, dkk . yaitu sebesar 0,75 untuk kelas eksperimen dan sebesar 0,73 untuk kelas kontrol. Hal ini karena pada penelitian Kereh, dkk memberikan perlakuan pada kelas eksperimen dengan model blended Sedangkan pada penelitian ini hanya dengan teknik dokumentasi dengan kelas konvensional. Indeks korelasi pada penelitian ini juga lebih rendah dari penelitian Awodun dan OJO . yaitu sebesar 0,93. Hudson dan McIntire . sebesar 0,618. Indeks Matematika sangat berpengaruh terhadap hasil belajar Fisika (Dasar zat. Panas dan Optik. Hal ini senada dengan penelitian sebelumnya yaitu oleh Kereh, dkk . Meltzer . Hudson dan McIntire . Haryadi dan Pujiastuti . , . Jurnal Pena Sains Vol. No. April 2017 Gambar 6. Kesalahan mahasiswa dalam proses aljabar, . perhitungan p-ISSN: 2407-2311 e-ISSN: 2527-7634 I dan II berpengaruh terhadap hasil belajar Fisika yaitu Dasar zat. Panas dan Optika. Kemampuan Matematika yang diperlukan dalam mata kuliah Dasar zat. Panas dan Optik yaitu kemampuan proses aljabar, trigonometri, menerjemahkan tabel dan grafik, dan kemampuan Mahasiswa yang mempunyai kemampuan matematika baik maka diharapkan penguasaan Fisikanya juga . Daftar Pustaka