Journal Progressive of Cognitive and Ability e-SSN: 2962-1631, p-ISSN: 2961-9912 https://journals.eduped.org/index.php/jpr Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi: Uji Coba Awal Pada Mahasiswa STKIP Syekh Manshur Linda Linda1*, Ira Asyura2, Ismi Widyaningrum3, Arina Nur Indriani4 1,2,3,4 STKIP Syekh Manshur, Indonesia *Corresponding author: linda90linda@gmail.com Received: 14/04/2025 Revised: 19/05/2025 Accepted: 07/06/2025 ABSTRACT Purpose – Suatu instrument penelitian harus disusun dengan baik dan benar. Instrument kemampuan literasi numerasi tidak hanya dalam bentuk soal tes uraian atau pilihan ganda. Instrument literasi numerasi dapat dibuat dalam bentuk angket kuisioner. Oleh karena itu harus dibuat perancangan instrument literasi numerasi yang kemudian di uji coba awal untuk melihat instrument tersebut layak atau tidak. Penelitian ini bertujuan merancang instrument literasi numerasi dalam bentuk angket kuisoner, untuk melihat instrument tersebut layak atau tidak digunakan sebagai dasar penyusunan pengambilan data dalam mengukur literasi numerasi. Methodology – Penelitian ini merupakan penelitian kauntitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika tingkat 3 dan 4 dengan total yaitu 26 mahasiswa. Teknik pengambilan data menggunakan uji coba instrument literasi numerasi yaitu angket kuisioner. Teknik analisis data dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Findings – Hasil uji validitas adalah rhitung > rtabel dengan taraf signifikan sebesar 5% maka dapat diartikan bahwa 20 pernyataan tersebut yaitu valid. Selanjutnya setelah dinyatakan valid, maka harus diuji reliabilitas untuk melihat konsistensi hasil temuan. Hasil uji reliabilitas pada uji coba instrument literasi numerasi dalam bentuk angket kuisioner ini adalah nilai Cronbach Alpha (0,952) > rtabel dengan taraf signifikan sebesar 5% (0,388) maka dapat diartikan reliabel. Dengan demikian, hasil uji coba awal instrument literasi numerasi menunjukkan bahwa dari 20 pernyataan pada angket kuisioner dengan menggunakan skala likert 1-5 dapat digunakan untuk mengukur literasi numerasi. Novelty – Kebaharuan pada penelitian ini instrument dalam bentuk angket kuisioner dapat digunakan untuk melihat kemampuan literasi numerasi Significance – Penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan pada peneliti mauapun masyarakat luas. Keywords: Instrumen, Literasi, Mahasiwa, Numerasi, Perancangan, Uji coba. How to cite: Linda, L., Asyura, I., Widyaningrum, I., & Indriani, A. N. (2025). Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi: Uji Coba Awal Pada Mahasiswa STKIP Syekh Manshur. Journal of Progressive Cognitive and Ability, 04(3), pp, 104-111, doi: https://doi.org/10.56855/jpr.v4i3.1625 Thisisan open-accessarticleundertheCC BYlicense 104 | JournalProgressiveofCognitiveandAbility Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi:... 1. Pendahuluan Kemampuan literasi numerasi beberapa tahun ini sedang digaungkan dan diterapkan pada kurikulum di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kemampuan literasi numerasi krusial untuk menghadapi tantangan abad ke-21 dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Secara umum, pemahaman literasi dan numerasi di sekolah kita masih sangat dasar, yaitu kemampuan membaca, menulis dan berhitung saja. Tidaklah mengherankan jika pembelajaran literasi dan numerasi dalam sistem pendidikan kita masih bertumpu hanya pada pelajaran bahasa dan matematika (Tenny, Nisa, & Murtaplah, 2021). Literasi numerasi tidak hanya tentang kemampuan berhitung, tetapi juga tentang kemampuan memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi kuantitatif untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, literasi dan numerasi merupakan keterampilan dasar yang dibutuhkan peserta didik untuk menguasai berbagai mata pelajaran (Yerinzon, et al. 2023). Kemampuan literasi numerasi di Indonesia masih menjadi tantangan dikarenakan minat baca peserta didik rendah, kurang tersedianya bahan bacaan, lingkungan yang kurang mendukung, pendekatan pembelajaran yang kurang efektif, konsep matematika masih rendah, pembelajaran yang kurang kontekstual, keterbatasan teknologi, kualitas guru yang kurang dan lain sebagainya. Beberapa faktor yang menjadi tantangan kemampuan literasi numerasi dapat disimpulkan bahwa faktor utama dalam pendidikan terkait kemampuan literasi numerasi rendah dikarenakan proses pembelajaran yang belum memberikan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis (Sulastri, et al., 2024). Literasi pada hakikatnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2018) bermakna kemampuan menulis dan membaca. Literasi adalah kemampuan memahami dan menggunakan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah sehari-hari (Kemendikbud, 2023). Kemampuan menulis dan membaca harus disertai dengan memahami tulisan dan bacaan dengan baik. Terdapat enam dasar keterampilan literasi, yaitu literasi baca tulis, literasi sains, literasi digital, literasi numerasi, literasi finansial, literasi budaya, dan literasi kewargaan. Sedangkan numerasi merupakan kemampuan berpikir untuk menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dalam berbagai jenis konteks yang relevan dengan individu (Kemendikbud, 2022). Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk memperoleh menginterpretasikan, menggunakan, dan mengkomunikasikan berbagai macam angka dan symbol matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari lalu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb) untuk mengambil keputusan (Tenny, Nisa, & Murtaplah, 2021). Dalam kehidupan sehari-hari, literasi numerasi sangat penting. Sehingga, peserta didik harus diajarkan numerasi sejak kecil agar mereka dapat menggunakan penalaran rasional dalam setiap memecahkan masalah sehari-hari. Namun faktanya dalam menerapkan literasi numerasi di Indonesia banyak sekali tantangananya dan banyak sekali aspek cakupannya, mulai dari kurikulum, kemampuan guru, keterbatasan sumber daya, peran orang tua dan peserta didik. Peserta didik memiliki kesempatan untuk menerapkan keterampilan literasi numerasi dalam pembelajaran (Han et al., 2017). Pembelajaran yang harus diterapkan yaitu pembelajaran kontektual, meningkatkan akses terhadap bahan bacaan, dan menggunakan media pembelajaran dengan menggunakan teknologi. Jadi pada saat usia dini sampai dewasa yaitu perguruan tinggi kemampuan literasi numerasi harus dikuasai. Peserta didik disini tidak hanya pada anak usia dini namun pada tingkat perguruan tinggi pun termasuk yaitu mahasiswa. Mahasiswa yaitu peseta didik berusia 18 sampai 25 tahun yang terdaftar dan menjalani pendidikannya di perguruan tingi, institut, sekolah tinggi dan universitas (Hulukati & Djibran, 2018). Pada tingkat mahasiswa kemampuan literasi numerasi harus benar-benar dikuasai sehingga pada proses pemebelajarannya di kelas perkuliahan lebih ditekankan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kratif dan kritis yang tinggi dapat membuat seorang 105 | Journal Progressive of Cognitive and Ability Linda, L., Asyura, I., Widyaningrum, I., & Indriani, A. N. menyelesaikan masalahnya dengan menilai masalah tersebut dan cara mengatasinya (Romadhon, 2024). Sehingga ketika pada saat menyampaikan materi dalam proses pembelajaran perkuliahan harus membangu serta membuat kemampuan literasi numerasi mahasiswa menjadi terasah dengan sangat baik. Apabila mahasiswa penguasaan numerasinya lemah maka akan mengurangi daya saing tenaga kerja Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian ini menjadi penting untuk mengeksplorasi sejauh mana kemampuan literasi numerasi mahasiswa. Mahasiswa menjadi agen perubahan suatu bangsa atau negara. Mahaiswa yang memiliki kemampuan literasi numerasi dapat menaikkan mutu sumber daya manusia dan meningkatkan derajat hidup manusia. Kemampuan literasi numerasi memegang peranan yang penting dalam peningkatan mutu sumber daya manusia dalam menghadapi kemjuan zaman. Pentingnya kemampuan literasi numerasi pada peserta didik diperlukan alat ukur atau instrument yang dapat mengukur kemampuan literasi numerasi. Dari penelitian sebelumnya instrument kemampuan literasi numerasi lebih banyak menggunakan tes soal uraian. Beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan instrument tes soal uraian yaitu Ndruru & Tambunan (2024) menggunakan instrument tes untuk menentukan hubungan antara kemampuan literasi numerasi dan penalaran matematis. Pada penelitian yang dilakukan Verdian, et al. (2021) instrument yang digunakan adalah tes tertulis untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis kontekstual. Pada penelitian lainnya rata-rata menggunakan instrument tes soal uraian untuk melihat kemampuan literasi numerasi (Tamba, et al. 2023; Aisyah, et al. 2021; Yerizon, et al. 2023; Alifah, et al. 2020; Nurhidayati, et al. 2021). Adapun penelitian yang menggunakan angket namun anggket tersebut hanya fokus pada numerasi (Oktariani & Puspaningtyas, 2024; Karmeliana & Ladyawati, 2023). Selian itu penelitian menggunakan angket namun yang dilihat hanya literasinya saja (Herawati, Lamada, & Rahman, 2019). Berdasarkan peneltian sebelumnya dapat ditemukan bahwa belum adanya penelitian yang menggunakan instrument angket terkait kemampuan literasi numerasi secara utuh satu kesatuan kemampuannya yaitu kemampuan literasi numerasi. Dengan demikian, perancangan instrumen angket literasi numerasi ini menjadi langkah awal untuk menyediakan alat ukur yang valid dan reliabel dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di program studi Pendidikan Matematika STKIP Syekh Manshur. Hasil dari uji coba ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan instrumen skala luas untuk penelitian lanjutan dan penguatan kebijakan literasi numerasi nasional. Berdasarkan penjelasan tersebut maka peneliti membuat Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi: Uji Coba Awal Pada Mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Syekh Manshur. 2. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kuantitatif, dengan tujuan ingin mengetahui validitas dan reliabilitas instrument angket kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini dilakukan di STKIP Syekh Manshur tahun akademik 2024/2025. Subjek uji coba instrument penelitian ini berjumlah 26 mahasiswa tingkat atas (tingkat 3 dan 4) pendidikan matematika STKIP Syekh Manshur. Pemilihan subjek uji coba pada penelitian ini dilakukan dengan cara memilih mahasiswa tingkat atas yang sudah memiliki pengalaman, pengetahuan lebih dari adik tingkatnya, dan bukan subjek yang akan diteliti. Data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah dalam bentuk kuantitatif. Instrument yang akan di uji cobakan adalah dalam bentuk angket litersi numerasi dengan beberapa indikator dan pernyataan sesuai dengan indikator yang sudah dirumuskan (dapat di lihat pada tabel 1). Teknik pengolahan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan SPSS untuk menguji Uji validitas dan reliabilitas instrument. 106 | Journal Progressive of Cognitive and Ability Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi:... Tabel 1 - Indikator Angket Instrumen Literai Numerasi No Indikator Pernyataan Positif Saya dapat memahami dengan baik informasi yang ada dalam teks 1 Kemampuan memahami jenis teks soal matematika untuk menyelesaikan Saya dapat mengidentifikasi informasi yang diperlukan untuk masalah matematika menyelesaikan masalah matematika Saya dapat memahami dan menggunakan bahasa matematika yang terdapat dalam teks soal Saya dapat membedakan antara informasi yang diberikan dalam teks soal dan informasi yang harus dicari atau diselesaikan Saya dapat menjelaskan suatu konsep matematika dengan kata-kata 2 Kemampuan menngunakan konsep sendiri. matematika Saya dapat menggunakan konsep matematika untuk memprediksi hasil atau solusi. Saya dapat mengaitkan konsep matematika dengan konsep lain yang telah dipelajari. Saya dapat menyajikan penjelasan dengan menggunakan pola, fakta, sifat, dan hubungan matematika. Saya dapat menggunakan konsep matematika dalam pengambilan keputusan.. Saya dapat menggunakan operasi matematika dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) untuk menyelesaikan masalah. Saya dapat menarik kesimpulan dan argument dari hasil analisis data 3 Kemampuan menganalisis angka dan perhitugan matematis. Saya dapat mengkomunikasikan hasil analisis data kepada orang lain. Saya dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Saya dapat membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang ditampilkan dalam tabel/data. Saya mampu memahami poin-poin penting dari teks/audio yang saya 4 Kemampuan memahami fakta baca/simak. melalui membaca dan Saya mampu membedakan antara fakta dan opini dalam teks/audio. menyimak Saya mampu menarik kesimpulan dari teks/audio yang saya baca/simak. Saya mampu mengaitkan informasi yang saya baca/simak dengan pengetahuan yang sudah saya miliki. Kemampuan Saya mampu menuliskan kembali informasi yang didapat dengan kata5 menuliskan kembali kata sendiri dengan kata-kata sendiri Saya dapat menyampaikan tanggapan atau ide ide atau pertanyaan 6 Kemampuan berbahasa dan dengan jelas dan lancar saat berdiskusi berbicara 3. Hasil dan Diskusi Instrument penelitian pada kemampuan literasi numerasi secara umum dipakai adalah kuisioner dan tes. Pada penelitian ini alat ukur yang digunakan yaitu angket atau kuisioner. Menurut Widodo et al (2023) kuesioner atau angket merupakan intrumen penelitian yang umumnya digunakan untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang berisi pernyataan-pernyaatan yang disusun sedemikian rupa tentang variabel penelitian. Angket atau kuisioner ini perlu disusun sedemikian rupa agar dapat dijadikan instrument yang tepat untuk mendapatkan, menemukan, mendeskripsikan, mengeksplorasi, membandingkan berbagai informasi, topik, dan variabel penelitian (Budiastuti & Bandur, 2018). Berikut ini dipaparkan hasil uji coba instrument angket kuisioner kemampuan literasi numerasi dari 26 subjek yang dilakukan di STKIP Syekh Manshur Mahasiswa pendidikan matematika tingkat atas. Uji coba instrument angket kuisioner kemampuan literasi 107 | Journal Progressive of Cognitive and Ability Linda, L., Asyura, I., Widyaningrum, I., & Indriani, A. N. numerasi menggunakan skala liket 1-5. Keterangan pada setiap skala likert sebagai berikut 1 = tidak pernah, 2 = Jarang, 3 = Kadang-kadang, 4 = Sering, dan 5 = Selalu. 3.1 Uji Validitas Validitas suatu penelitian berkaitan dengan sejauh mana seorang peneliti mengukur apa yang seharusnya diukur (Budiastuti & Bandur, 2018). Uji validitas pada penelitian ini terdiri dari dua yaitu uji validitas isi dan uji validitas konstruk. Sebelum diujikan pada subjek uji coba, angket yang sudah dibuat diuji validitas isi terlebih dahulu oleh para ahli. Peneliti melakukan uji validitas isi pada 2 ahli yaitu ahli bahasa dan ahli matematika (numerasi). Setelah melakukan uji validitas isi serta memperbaiki angket kuisioner berdasarkan saran dari 2 ahli, tahap selanjutnya yaitu mengujicobakan angket kuisioner kemampuan literasi numerasi ke mahasiswa pendidikan matematika STKIP Syekh Manshur tingkat 3 dan 4 total mahasiswa keseluruhan yaitu 26 mahasiswa sebagai responden ujicoba. Setelah diuji cobakan kemudian hasil angket tersebut di uji validitas konstruk. Validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan apakah alat penelitian yang dipakai telah disusun berdasarkan kerangka (construct) teoretis yang tepat dan relevan (Budiastuti & Bandur, 2018). Rohmad dan Sarah (2021) mengartikan validitas empiris atau validitas konstruk sebagai validitas yang ditentukan berdasarkan data hasil ukur instrumen yang bersangkutan baik melalui ujicoba maupun pengukuran yang sesungguhnya. Uji validitas konstruk dapat menggunakan SPSS. Hasil uji validitas konstruk pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2 - Hasil Uji Validitas Menggunakan SPSS Pernyataan rtabel Keterangan rhitung 1 0.773 0.388 Valid 2 0.735 0.388 Valid 3 0.768 0.388 Valid 4 .0.610 0.388 Valid 5 0.814 0.388 Valid 6 0.659 0.388 Valid 7 0.585 0.388 Valid 8 0.741 0.388 Valid 9 0.546 0.388 Valid 10 0.713 0.388 Valid 11 0.801 0.388 Valid 12 0.774 0.388 Valid 13 0.731 0.388 Valid 14 0.712 0.388 Valid 15 0.779 0.388 Valid 16 0.786 0.388 Valid 17 0.794 0.388 Valid 18 0.761 0.388 Valid 19 0.725 0.388 Valid 20 0.799 0.388 Valid Apabila nilai rhitung lebih besar dari pada nilai rtabel maka pernyataan tersebut dianggap valid, dan jika nilai rhitung yang didapatkan lebih rendah dari pada nilai rtabel maka pertanyaan tersebut dianggap tidak valid dan tidak bisa digunakan. Uji validitas dinyatakan valid jika r hitung > r tabel. Berdasarkan hasil validitas pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa 20 pernyataan pada angket kuisioner kemampuan literasi numerasi dapat digunakan untuk dijadikan instrument pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi numerasi. Setelah melakukan uji validitas maka bisa dilanjutkan untuk menguji reliabilitas. Perhitungan reliabilitas hanya bisa dilakukan jika kuisioner 108 | Journal Progressive of Cognitive and Ability Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi:... tersebut sudah valid ketika dilakukan uji validitas. Dengan demikian harus menghitung validitas dahulu sebelum menghitung reliabilitas (Busschaert et al. 2015). 3.2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menjelaskan pengertian sebagai konsistensi sebuah hasil penelitian dengan menggunakan berbagai metode penelitian dalam kondisi (tempat dan waktu) yang berbeda. Secara khusus, konsep reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil score pada item-item yang terdapat pada kuesioner sehingga uji reliabilitas sesunggunya menguji ketepatan skala-skala pengukuran instrumen penelitian (Budiastuti & Bandur, 2018). Metode yang digunakan untuk mengukur reliabilitas kuesioner adalah dengan metode Cronbach’s Alpha (Taherdoost, 2018). Cronbach adalah tes yang paling umum digunakan untuk menentukan nilai reliabilitas kuesioner (Anggraini, et al. 2022). Menurut Budiastuti & Bandur (2018) Rentangan nilai koefisien alpha berkhisar antara 0 (tanpa reliabilitas) sampai dengan 1 (reliabilitas sempurna). Nilai koefisien alpha sebagai berikut: 0 = Tidak memiliki reliabilitas (no reliability); > 0.70 = Reliabilitas yang dapat diterima (Acceptable reliability); > 0.80 = Reliabilitas yang baik (good reliability); 0.90 = Reliabilitas yang sangat baik (excellent reliability); 1 = Reliabilitas sempurna (perfect reliability). Kuesioner dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari rtabel (Taherdoost, 2018). Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil reliabilitas dengan menggunakan SPSS dapat dilihat pada tabel di bahaw ini : Tabel 3 - Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .952 20 Hasil nilai Cronbach Alpha pada instrument kemampuan literasi numerasi yaitu 0,952 dari 20 pernyataan yang diujicobakan pada 26 reponden. Hasil cronbach alpha tersebut kita bandingkan dengan hasil rtabel, dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari rtabel. rtabel pada responden 26 dan taraf signifikannya 5% yaitu 0,388 maka nilai Cronbach Alpha > rtabel maka dinyatakan reliable. Nilai Cronbach Alpha yaitu 0,952 maka dapat diartikan bahawa reliabilitasnya sangat baik. 3.3 Hasil Instrumen Angket Kemampuan Literasi Numerasi Instrumen memiliki kedudukan yang penting dalam penelitian. Hal ini dikarenakan instrumen berperan dalam proses pengambilan data. Instrumen yang valid dan reliabel dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel pula sehingga membawa pada kesimpulan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya (Yusuf, 2018). Hasil dari uji validasi dinyatakan valid dan reliabilitas dinyatakan reliabel maka dapat disimpulkan bahwa instrument angket kusioner kemampuan literasi numerasi denga 20 pernyataan dapat di gunakan untuk penelitian yang berkaitan dengan kemampuan literasi numerasi. Uji validitas dan reliabilitas harus disajikan dalam metode penelitian secara ringkas dan tepat. Validitas menunjukkan kebenaran suatu hasil temuan, Sedangkan realiabilitas mengacu pada konsistensi hasil temuan. Validitas dan reliabilitas meningkatkan nilai transparansi dan mengurangi adanya peluang terhadap bias dari hasil penelitian pada penelitian kualitatif. Tanpa uji validitas dan reliabilitas, peneliti akan sulit mendeskripsikan adanya kesalahan pengukuran berdasarkan teori pada variabel yang sedang diukur (Mohajan, 2017). Ada hubungan antara validitas dan reliabilitas. Instrumen apa pun bisa reliabel meskipun hasil uji validitasnya tidak valid. Tetapi, instrumen penelitian tidak akan bisa valid jika hasil uji reliabilitasnya tidak reliabel. Dengan kata lain, jika suatu instrumen dinyatakan valid, maka hasilnya harus reliabel (Anggraini, et al. 2022). 4. Kesimpulan Instrumen kemampuan literasi numerasi dibuat dengan mengumpulkan beberapa definisi terkait literasi dan numeresai. Setelah kedua kata tersebut disimpulkan definisinya dan disatukan dengan dua kata tersebut yaitu literai numerasi maka akan menghasilkan suatu indikator untuk dijadikan suatu pernyataan dalam membuat angket. Instrument angket kuisioner kemampuan literasi numerasi pada 109 | Journal Progressive of Cognitive and Ability Linda, L., Asyura, I., Widyaningrum, I., & Indriani, A. N. penelitian ini terdiri dari 20 pernyataan. Instrument angket kemampuan literasi numerasi sebelum diberikan kepada subjek penelitian harus diujikan terlebih dahulu. Untuk menguji instrument angket harus melakukan uji validitas dan reabilitas. Uji validitas dibagi menjadi dua yaitu validitas isi dan kontruk.Validitas isi diuji pada para ahli, uji validitas konstruk dengan menggunakan uji product moment. Pengujian validitas tiap butir kuisioner pada program SPSS dengan menggunakan teknik korelasi product moment antara skor tiap butir kuisioner dengan skor total (jumlah tiap skor kuesioner). Instrumen dikatakan valid apabila nilai item pertanyaan dinyatakan valid apabila rhitung > rtabel. Pada uji validitas konstruk hasil rhitug pada setiap penyataan angket kemampuan literasi numerasi dengan jumlah 20 pernyataan semua hasilnya rhitung > rtabel dapat disimpulkan bahwa 20 pernyataan dinyatakan valid. Setelah melakukan uji validitias dilanjutkan ke uji reliabilitas. Perhitungan reliabilitas hanya bisa dilakukan jika kuisioner tersebut sudah valid ketika dilakukan uji validitas. Uji reliabilitas hasil nilai cronbach alpha yaitu 0.952, rtabel dengan jumlah responden pada uji instrument yaitu 26 orang yaitu 0.388. Maka nilai cronbach alpha > rtabel artinya instrument ngket literasi numeri ini reliabel. References Aisyah, M. N., Sutrisno, S., & Pramasdyahsari, A. S. (2021). Kemampuan Penalaran Matematis dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 7(1), 143-158. http://dx.doi.org/10.30998/jkpm.v7i1.11127 Alfiah, S., Mulyadi, & Apriyani, N. C. D. (2020). Hubungan Antara Literasi Numerasi Dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(1), 1669-1719. Anggraini, P. D. F., Aprianti, Setyawati, V. A. V., & Hartanto, A. A. (2022). Pembelajaran Statistika Menggunakan Software SPSS untuk Uji Validitas dan Reliabilitas. Jurnal basicedu 6( 4), 6491 – 6504. Budiastuti, D., & Bandur, A. (2018). Validitas dan Reliabilitas Penelitian dengan Analisis dengan NVIVO, SPSS, dan AMOS. Jakarta: Mitra Wacana Media. Busschaert, C., De Bourdeaudhuij, I., Van Holle, V., Chastin, S. F. M., Cardon, G., & De Cocker, K. (2015). Reliability and validity of three questionnaires measuring context-specific sedentary behaviour and associated correlates in adolescents, adults and older adults. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 12(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12966-015-0277-2. Han, W., Susanto, D., Dewayani, S., Pandora, P., Hanifah, N., Miftahussururi, Nento, M. N., & Akbari, Q. S. (2017). Materi Pendukung Literasi Numerasi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Herawati, Lamada, M., & Rahman, S. E. (2019). Analisis Kemampuan Literasi Siswa SMK Negeri di Kota Makassar. Makassar: Jurnal Universitas Negeri Makassar. Hulukati, W., & Djibran, R. M. (2018). Analisis Tugas Perkembangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Jurnal Bikotenik:Vol. 2, No. 01, 73-114. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2018). (Online). https://kbbi.kemdikbud.go.id/ diakses pada 27 Februari 2022. Karmeliana, S. D., & Ladyawati, E. (2023). Analysis of Senior High School Students’ Numeracy Based on Learning Style. Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika, 6(2), 166-186. Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. (2022). Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidik Kementrian Pendidikan Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Jakarta: Direktu Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kemendikbud. (2023). Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mohajan, H. K. (2017). Two Criteria for Good Measurements in Research: Validity and Reliability. Annals of Spiru Haret University, Economic Series, 17(4), 59–82. https://doi.org/10.26458/1746 Ndruru, M., & Tambunan, H. (2024). Analisis Kemampuan Literasi dan Penalaran Matematika Siswa terhadap Prestasi Siswa SMK Negeri 1 Hilimegai. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 12324-12334. Nurhidayati, P., Noor, A., N., & Nurwiatin, N. (2021). Hubungan Penguasaan Literasi Matematika 110 | Journal Progressive of Cognitive and Ability Perancangan Instrumen Kemampuan Literasi Numerasi:... dengan Kemampuan Berpikir Matematis. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III. 172-179. Oktariani, E., & Puspaningtyas, N. D. (2024). Analisis Pengetahuan Numerasi Mahasiswa Calon Guru Matematika. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(3), 2307-2318. https://doi.org/10.31004/cendekia.v8i3.3620. Pangesti, F. T. P. (2018). Menumbuhkembangkan Literasi Numerasi pada Pembelajaran Matematika dengan Soal HOTS. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 5(9), 566-575. http://idealmathedu.p4tkmatematika.orgISSN2407-8530 Rohmad & Sarah, S. (2021). Pengembangan Instrumen Angket. Yogyakarta: K-Media. Romadhon, M. (2024). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Menggunakan Metode Discovery Learning di SDN Sunter Jaya 03 Jakarta Utara. Journal Cognitive and Progressive Abilities, 3(3) 209-218. doi: https://doi.org/10.56855/jpr.v3i3.1132 Taherdoost, H. (2018). Validity and Reliability of the Research Instrument: How to Test the Validation of a Questionnaire/Survey in a Research. SSRN Electronic Journal, 5(3), 28-36. https://doi.org/10.2139/ssrn.3205040 Tamba, L. E., Gultom, P. S., & Sinaga, J. S. (2023). Analisis Kemampuan Literasi Matematis dan Penalaran Matematika Peserta Didik pada Materi Aljabar di Kelas VII SMP Negeri 13 Medan T. A 2023/2024. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research 3( 5), 7019-7031. Tenny, Nisa, A. K., & Murtaplah. (2021). Pengembangan Literasi dan Numerasi dalam Proses Belajar dan Mengajar Berbagai Mata Pelajaran. Jakarta: Direktorat SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia DIni, Dasar, dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Vebrian, R., Putra, Y. Y., Saraswati, S., & Wijaya, T. T. (2021). Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematika Kontekstual. Aksioma: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 10(4), 2602-2614. Widodo, et al. (2023). Buku Ajar Metode Penelitian. Pangkalpinang: Science Techno. Yerinzon, Arnellis, & Anna, C. (2023). Deskripsi Kemampuan Literasi Numerasi Berdasarkan Gaya Belajar Siswa: Studi Kasus di Kota Padang. Aksioma: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 12(3), 2862-2871. Yusup, Febrianawati. (2018). Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan,Vol. 7, No. 1, 17-23. 111 | Journal Progressive of Cognitive and Ability