Pengaruh desentralisasi terhadap kinerja manajer yang dimediasi oleh sistem akuntansi manajemen (Studi kasus pada dealer dan showroom di Kota Manad. Taufiqurrahman Azis Corresponding author: Taufiqurrahmanazis064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Winston Pontoh Sam Ratulangi University - Indonesia Claudia W. Korompis Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. ABSTRACT Good interaction between the management accounting system and decentralization will give positive results to Keywords the manager's performance due to the alignment of decentralized organization information and decision-making that can improve the management accountingcompany's performance. The purpose of this study to find out the effect of decentralization on manager manager performance performance mediated by management accounting system on dealerships and showrooms in Manado City. JEL Classification This study used an extended multiple regression analysis M40 model with an analytical path model. The results of M41 decentralization research directly affect the significance Received 23 August 2024 of managerial performance. It means that the greater the Revised 9 September 2024 degree of delegation of authority and responsibility of Accepted 12 September 2024 top management to middle and lower managers in the Published 13 September 2024 form of decision-making, the higher the managerial Decentralization has a significant effect on the management accounting system, but the management accounting system has no significant effect on the manager's performance. From these results, the management accounting system was unable to mediate the influence of decentralization on manager A2024 Taufiqurrahman Azis. Dheana Winston Pontoh. Claudia W. Korompis This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 Pendahuluan Setiap pemilik perusahaan bertujuan agar perusahaannya dapat berkembang dimana salah satu penunjangnya adalah kinerja atau kemampuan kerja yang baik. Kinerja merupakan hasil kualitas dan kuantitas yang diraih oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Setiap anggota dalam organisasi atau perusahaan memiliki motivasi yang baik untuk mencapai kinerja yang baik pula (Hasan & Randi, 2. Oleh karena itu, kinerja perusahaan perlu dievaluasi oleh seorang pimpinan guna meningkatkan kemampuan kerja karyawan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan yang lain. Hal ini sangat terkait erat dengan gaya kepemimpinan. Salah satu faktor lain yang sangat menentukan efektifitas perusahaan adalah derajat desentralisasi atau desentralisasi wewenang. Desentralisasi wewenang adalah pemberian wewenang kepada unit kerja untuk mengambil keputusan dalam hal kebijakan pengembangan, pengambilan keputusan, pengembangan inovasi, perencanaan dan pengalokasian anggaran serta penentuan harga jual suatu produk. Penerapan desentralisasi dalam berbagai kebijakan strategis diharapkan dapat meningkatkan produktivitas karena pengambilan keputusan atas masalah-masalah serta keputusan strategis dapat langsung dilakukan oleh para manajer. Meskipun desentralisasi telah diterapkan tetapi sistem akuntansi manajemen juga diperlukan untuk dikendalikan mengingat setiap perusahaan terdiri dari berbagai divisi kerja yang memiliki tugas, fungsi dan wewenangnya masing-masing. Hal ini diperlukan sehingga koordinasi antar divisi serta pekerjaan dapat berjalan dengan maksimal guna mencapai target dan profit. Sistem akuntansi manajemen adalah mekanisme kontrol organisasi yang efektif dalam menyediakan informasi yang bermanfaat guna memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi dari aktivitas yang Sistem akuntansi manajemen berperan penting dalam memprediksi dampak dari berbagai aktivitas perusahaan, termasuk penjadwalan, pengamatan, dan pengambilan keputusan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sistem yang bisa menyediakan keperluan informasi, baik informasi akuntansi ataupun informasi manajemen untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Bagi perusahaan, informasi yang baik yaitu informasi yang mempunyai karakteristik bersifat broadscope, timeliness, aggregate, dan integrated. Ketersediaan informasi sistem akuntansi manajemen yang lebih luas mungkin menimbulkan perilaku disfungsional sebagai akibat Informasi terdesenteralisasi lebih banyak dibutuhkan dibanding organisasi Hal ini terjadi karena dalam sistem tersentralisasi manajer hanya menjalankan tugas atas perintah atasannya saja. Pada sistem desentralisasi, manajer memerlukan informasi lebih Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 pembuatan keputusan. Kondisi tersebut menimbulkan perlunya keselarasan antara tingkat desentralisasi dengan tingkat ketersediaan karakteristik sistem akuntansi Senduk et al. menunjukkan bahwa desentralisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja manajer melalui penggunaan sistem akuntansi manajemen. Sebaliknya. Rante et al. menunjukkan bahwa desentralisasi berpengaruh terhadap kinerja Berdasarkan kesenjangan ini maka penelitian ini bertujuan menganalisis dampak desentralisasi terhadap kinerja manajer yang dimediasi oleh sistem akuntansi manajemen. Tinjauan Akuntansi manajemen dan desentralisasi Menurut Bairizki . , akuntansi manajemen merupakan proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi. Pada konsep ini, sistem akuntansi manajemen secara efektif menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi dari berbagai alternatif yang dapat dilakukan. Konsep dari Syamil et al. mengimplikasikan bahwa akuntansi manajemen bertujuan untuk perencanaan, pengendalian serta pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Menurut Bairizki . , desentralisasi adalah sistem yang lebih menekankan kepada pendelegasian wewenang, artinya pimpinan dan bawahan memiliki komunikasi dua arah. Oleh karena jelasnya pembagian tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang diberikan, menyebabkan pimpinan dapat lebih fokus menjalankan strategi dan melakukan fungsi manajemen yang optimal. Desentralisasi dibutuhkan oleh organisasi untuk membantu kinerja manajer tingkat atas dalam mengambil keputusan dengan memberikan hakhak kepada manajer tingkat bawah untuk mengambil keputusan Perbedaan tingkat desentralisasi dalam organisasi dapat menimbulkan perbedaan kebutuhan informasi yang diharapkan. Seberapa jauh pengambilan keputusan organisasi harus didelegasikan ke level-level dibawahnya sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerja manajer. Menurut Handayani dan Hariyati . , terdapat beberapa karakteristik informasi yang baik menurut persepsi manajemen. Broad scope, informasi dari berbagai sumber yang sifatnya luas. Manajer membutuhkan informasi yang memiliki cakupan luas dan lengkap dari aspek ekonomi dan non ekonomi seperti kemajuan teknologi, perubahan sosiologis, dan demografi. Agregasi, informasi disampaikan yang ringkas tetapi mencakup hal-hal penting. Informasi yang teragregasi akan berguna dalam Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 proses pengambilan keputusan meningkatkan efisiensi kerja Integrasi, informasi yang mencerminkan kompleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dan bagian lain. Informasi yang terintegrasi berKinerja akan mampu mengkoordinasikan pengambilan keputusan yang beraneka ragam dan penting saat manajer dihadapkan pada situasi keputusan yang akan berdampak pada bagian atau unit yang lain. Timeliness, yaitu ketepatan waktu dalam memperoleh informasi, mencerminkan kondisi terkini dan sesuai dengan kebutuhan Pengembangan hipotesis Desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen Penelitian ini mengasumsikan bahwa gaya desentralistik sebuah organisasi akan menunjang ketersediaan informasi dalam sistem akuntansi manajemen. Secara empiris. Ikhtiyarini dan Machmuddah . , dan Wijaya . menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara desentralisasi dengan sistem akuntansi manajemen. Lebih lanjut. Ikhtiyarini dan Machmuddah . menemukan bahwa sistem akuntansi manajemen dapat memediasi hubungan antara desentralisasi dengan kinerja manajer. Sebaliknya. Adnantara . juga menemukan bahwa desentralisasi tidak signifikan terhadap sistem akuntansi manajemen jika proses pengambilan keputusan tidak sepenuhnya terdesentralisasi. Berdasarkan kajian ini maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut. H1: desentralisasi signifikan terhadap sistem akuntansi manajemen Sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajer Penelitian ini mengasumsikan bahwa sistem akuntansi manajemen yang baik akan mendukung tercapainya kinerja Taqiroh et al. Hasan dan Randi . Winarti et al. , dan Asystasia dan Siregar . menemukan bahwa sistem akuntansi manajemen secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap kinerja manajer. Sebaliknya. Ardiany et al. , dan Gheofani . menemukan bahwa sistem akuntansi manajemen tidak signifikan mempengaruhi kinerja manajer. Berdasarkan kajian ini maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut. H2: sistem akuntansi manajemen signifikan terhadap kinerja manajer Desentralisasi dan kinerja manajer Penelitian ini mengasumsikan bahwa desentralisasi yang baik mampu menyebabkan tercapainya kinerja manajer yang baik. Temuan Taqiroh et al. Hasan dan Randi . , dan Gheofani . menunjukkan bahwa desentralisasi secara signifikan meningkatkan kinerja manajer. Akan tetapi. Ardiany et al. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 dan Winarti et al. menemukan bahwa desentralisasi tidak signifikan jika diasumsikan bahwa batasan kewenangan atas pengambilan keputusan telah dipahami secara menyeluruh oleh para manajer. Berdasarkan kajian ini maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut. H3: desentralisasi signifikan terhadap kinerja manajer Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa kuesioner yang akan dibagikan kepada responden. Sampel dari penelitian ini adalah 30 responden yang berperan sebagai manajer pada dealer dan showroom di kota Manado dengan waktu kerja minimal 3 tahun. Secara spesifik, deskripsi tugas dari para responden adalah sebagai Kepala Cabang. Manajer Penjualan. Manajer Administrasi Keuangan dan Umum. Manajer Umum. Supervisor Penjualan. Supervisor Administrasi Keuangan dan Umum, dan Supervisor Umum. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan skala Likert 5, yaitu: . sangat tidak setuju. tidak setuju. sangat setuju. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk pengujian hipotesis. Persamaan analisis jalur dapat diuraikan sebagai berikut. SAM = . DES A . KM = . SAM A . Berdasarkan persamaan, definisi operasional tiap variabel disajikan Desentralisasi (DES) Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada manajer. Tingkat pendelegasian menunjukkan sampai seberapa jauh manajemen yang lebih tinggi mengijinkan manajemen di bawahnya untuk membuat kebijakan secara independen. Mengacu pada Simbolon . , indikator variabel ini adalah kebijakan pengembangan produk, pertimbangan objektif dalam pengambilan keputusan, kebijakan dalam pengembangan investasi, perencanaan dalam pengalokasian anggaran, dan perencanaan harga jual. Sistem akuntansi manajemen (SAM) Sistem informasi yang menghasilkan keluaran dengan menggunakan masukan dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Mengacu pada Handayani dan Hariyati . , karakteristik variabel ini adalah cakupan luas, ketepatan waktu, pengumpulan, dan integrasi. Kinerja manajer (KM) Kuantitas atau kualitas hasil kerja individu atau sekelompok di Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 dalam organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang berpedoman pada norma, standard operasional prosedur, kriteria dan ukuran yang telah ditetapkan atau yang berlaku dalam organisasi. Mengacu pada Arikunto . , indikator variabel ini adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Tahap analisis dari penelitian ini diuraikan sebagai berikut. Deskripsi variabel atas jawaban responden. Uji validitas dengan menggunakan uji korelasi dengan memperhatikan nilai signifikansi. Jika hubungan indikator dengan total adalah signifikan pada tingkat 5% maka variabel dinyatakan Uji reliabilitas yang diukur dengan menggunakan nilai CronbachAos Alpha lebih besar atau sama dengan 0. Analisis jalur dengan menggunakan metode analisis regresi. Hasil analisis akan diinterpretasikan pada tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil dan Hasil Deskripsi variabel Tabel 1 menunjukkan bahwa DES memiliki rata-rata jawaban 26 dengan simpangan baku sebesar 0. Hasil ini mengindikasikan bahwa terdapat persepsi yang netral atas penerapan desentralisasi dalam lini organisasi. Pada variabel SAM, rata-rata jawaban adalah 3. 74 dengan simpangan baku sebesar 0. Hasil ini mengindikasikan bahwa terdapat persepsi netral atau hampir mencapai persepsi setuju atas pemanfaatan SAM dalam Pada variabel KM, rata-rata jawaban adalah 3. 76 dengan simpangan baku sebesar 0. Hasil ini mengindikasikan terdapat persepsi netral atau hampir mencapai persepsi setuju atas pencapaian kinerja manajer melalui desentralisasi dan pemanfaatan sistem akuntansi manajemen. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa DES. SAM, dan KM memiliki signifikansi di atas 5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa seluruh variabel memiliki nilai berdistribusi normal. Tabel 1. Deskripsi variabel DES Mean Standard deviation Minimum Maximum Shapiro-Wilk SAM Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 Uji validitas dan reliabilitas Tabel 2 menyajikan hasil uji validitas dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai korelasi dari DES. SAM, dan KM adalah signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa seluruh variabel yang digunakan adalah valid. Pada tahap selanjutnya, penelitian ini menerapkan uji reliabilitas yang mengacu pada nilai CronbachAos Alpha. Nilai CronbachAos Alpha seluruh variabel adalah di atas 0. 6 sehingga mengindikasikan bahwa seluruh variabel adalah reliabel. Tabel 2. Uji validitas Pernyataan DES CronbachAos Alpha Sumber: Data olahan, 2024 Korelasi SAM Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Analisis jalur Tabel 3 menyajikan hasil analisis jalur dari penelitian ini. Hasil uji menunjukkan bahwa indikator-indikator jalur (SRMR. RMSEA. CFI. TLI. RNI, dan GFI) memiliki nilai yang merujuk pada kelayakan model . ecuali Chi-Square atau N2. Hasil uji menunjukkan bahwa DES memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap SAM dan KM. Hasil uji juga menunjukkan bahwa SAM tidak berdampak signifikan terhadap KM. Berdasarkan hasil ini maka H1 dan H3 diterima kecuali H2 ditolak. Lebih lanjut, penelitian ini menguji pengaruh DES terhadap KM melalui SAM. Hasil uji dampak tidak langsung . ndirect effec. menunjukkan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 bahwa nilai signifikansi berada di atas 5%. Berdasarkan hasil ini maka DES tidak berdampak signifikan terhadap KM melalui SAM. Tabel 3. Analisis jalur Baseline Model (N. , significant at 5% Standardized Root Mean Residual (SRMR) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) Comparative Fit Index (CFI) Tucker Lewis Index (TLI) Relative Noncentrality Index (RNI) Goodness-of-Fit Index (GFI) DES SAM Indirect effect ** signifikan pada 5% SAM Gambar 1 menyajikan pengaruh DES atas SAM dan KM termasuk pengaruh DES terhadap KM melalui SAM. Gambar 1. Analisis jalur DES. SAM, dan KM Pembahasan Desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen Hasil analisis menunjukkan bahwa desentralisasi berpengaruh signifikan dengan koefisien positif. Temuan ini konsisten dengan Ikhtiyarini dan Machmuddah . , dan Wijaya . Hasil ini mengimplikasikan bahwa tingkat desentralisasi yang tinggi cenderung meningkatkan kinerja para manajer. Tingkat desentralisasi yang tinggi cenderung menyebabkan tersedianya berbagai informasi yang berasal dari berbagai kebijakan para Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 Kesimpulan Kondisi ini menyebabkan sistem akuntansi manajemen mengandung berbagai informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai umpan balik dan evaluasi. Sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajer Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem akuntansi manajemen tidak berdampak signifikan terhadap kinerja manajer yang konsisten dengan Ardiany et al. , dan Gheofani . Hasil ini mengimplikasikan bahwa sistem akuntansi manajemen belum berperan sebagai penunjang kinerja manajer. Respon pada deskripsi variabel mengindikasikan bahwa sistem akuntansi manajemen masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memiliki peran yang optimal. Desentralisasi dan kinerja manajer Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bukti bahwa desentralisasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja Hasil ini konsisten dengan Taqiroh et al. Hasan dan Randi . , dan Gheofani . Temuan ini mengimplikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pendelegasian wewenang dan tanggung jawab manajemen puncak kepada manajer menengah dan bawah cenderung meningkatkan kinerja Sesuai jawaban responden pada deskripsi variabel, desentralisasi masih memiliki respon yang netral sehingga mengindikasikan bahwa masih proses pengambilan keputusan masih memiliki keterbatasan. Desentralisasi, sistem akuntansi manajemen, dan kinerja Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem akuntansi manajemen belum berperan sebagai mediator antara desentralisasi dengan kinerja manajer. Temuan ini tidak konsisten dengan temuan dari Ikhtiyarini dan Machmuddah . yang menemukan adanya sistem akuntansi manajemen atas hubungan desentralisasi dengan kinerja manajer. Hasil dari penelitian ini mendukung hasil yang ditemukan pada pembuktian H2. Temuan dari penelitian ini mengimplikasikan bahwa praktik atau penerapan desentralisasi yang baik cenderung akan meningkatkan kinerja manajer. Temuan juga menunjukkan bahwa desentralisasi mempunyai dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sistem akuntansi manajemen. Sistem akuntansi manajemen yang didukung penerapan desentralisasi yang baik menyebabkan kandungan informasi menjadi lebih tersedia, handal, dan relevan dalam mendukung kinerja organisasi. Bukti empiris juga menunjukkan bahwa sistem akuntansi manajemen bukan menjadi faktor utama dalam menentukan kinerja manajer. Oleh sebab itu, sistem akuntansi manajemen belum berperan optimal dalam Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 memediasi hubungan desentralisasi dengan kinerja manajer. Daftar Adnantara. Pengaruh desentralisasi dan ketidakpastian lingkungan terhadap kinerja manajerial dengan karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen sebagai intervening. Juara: Jurnal Riset Akuntansi, 10. , 47-55. https://ejournal. id/index. php/juara/article/view/751 Ardiany. Rinaldo. , & Muliani. Pengaruh desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial: Studi kasus pada PT. P&P Lembah Karet Padang. Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang, 1. , 1-12. https://doi. org/10. 31933/7vw5zm36 Arikunto. Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta. Asystasia. , & Siregar. Pengaruh karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial dengan variabel moderasi ketidakpastian lingkungan dan desentralisasi pada PT. Karya Hevea Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8. , 1773-1786. https://doi. org/10. 31955/mea. Bairizki. Manajemen sumber daya manusia (Tinjauan strategis berbasis kompetens. Pustaka Aksara. Gheofani. Pengaruh desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada PT. Auxano Pekanbaru. Seminar Nasional Karya Ilmiah Multidisiplin, 1. , 217225. https://journal. id/index. php/senkim/article/view/7 Handayani. , & Hariyati. Pengaruh karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen: Broad scope, timeliness, aggregated, dan integrated terhadap kinerja manajerial UMKM (Studi pada UMKM di Desa Wedoro. Kab. Sidoarj. Akrual Jurnal Akuntansi, 5. , https://doi. org/10. 26740/jaj. Hasan. , & Randi. Analisis pengaruh desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial (Studi kasus pada PT. Charoen Pokhpand Indonesia Tbk Cabang Makassar. Jurnal Riset Akuntansi Politala, 3. , 11-16. https://doi. org/10. 34128/jra. Ikhtiyarini. , & Machmuddah. Sistem akuntansi manajemen memediasi gaya kepemimpinan dan desentralisasi terhadap kinerja manajerial. Perspektif Akuntansi, 2. , 89Ae108. https://doi. org/10. 24246/persi. Rante. Rosidi. , & Djamhuri. Sistem akuntansi manajemen, gaya kepemimpinan, dan desentralisasi sebagai Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 259- 269 determinan kinerja manajerial. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 5. , 56-66. http://dx. org/10. 18202/jamal. Senduk. Ilat. , & Tirayoh. Pengaruh desentralisasi, strategi bisnis dan pemanfaatan informasi sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada PT Bank Mandiri di Manado. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 12. , 73-82. https://doi. org/10. 32400/gc. Simbolon. Dasar-dasar administrasi dan manajemen. Rineka Cipta Syamil. Anggraeni. Martini. Hernando. Rachmawati, . Evi. , & Rusgowanto. Akuntansi manajemen: Konsep-konsep dasar akuntansi manajemen era digital. PT Sonpedia Publishing Indonesia. Taqiroh. Darmayanti. , & Dientri. Pengaruh desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial (Studi pada PT. Stars Internasional Cabang Bojonegoro dan Lamonga. Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan, 3. , 35-46. https://doi. org/10. 25139/jaap. Wijaya. Pengaruh desentralisasi dan ketidakpastian tugas terhadap kinerja manajerial dengan sistem akuntansi manajemen sebagai variabel intervening. Jurnal Akuntansi, 8. , https://doi. org/10. 30656/jak. Winarti. Probowulan. , & Martiana. Efek desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial pada PT. Perkebunan Nusantara XII Wilayah II di Kabupaten Jember. National Multidisciplinary Sciences, 1. , 674Ae https://proceeding. id/index. php/nms/article /view/220