Maria dari Dua Perspektif: Suatu Studi Perbandingan Oktavianey G. Meman1. Mukarramah2. Varetha Lisarani3 Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak. Email: memanrein6@gmail. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Email: mukarramahgry@gmail. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Email: betzyvarethalisarani@gmail. Abstrak Pembahasan mengenai sosok Maria merupakan salah satu topik yang sering muncul dalam dialog agama baik Katolik maupun Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mendeskripsikan bagaimana perspektif calon Guru Pendidikan Agama Katolik mengenai Bunda Maria 2. Mendeskripsikan bagaimana perspektif calon Guru Pendidikan Agama Islam mengenai Siti Maryam. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara yang dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussio. Hasil dari penelitian ini adalah: . Perspektif calon guru Agama Katolik terhadap Bunda Maria yaitu berdasarkan empat dogma. Perspektif calon guru Agama Islam terhadap Maria secara rinci dijelaskan pada beberapa surah dalam Al-Quran. Persamaan perspektif calon pendidik Agama Katolik dan Islam terdapat pada keperawanan Maria saat melahirkan Yesus, juga Maria adalah wanita yang dimuliakan dan diyakini menjadi penghuni surga. Perbedaan perspektif mengenai Maria antara lain: calon Guru Agama Islam mempercayai bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, sehingga berbeda dengan umat Katolik yang percaya bahwa Maria adalah Bunda Allah. Calon guru Agama Katolik juga mempercayai bahwa Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan tubuhnya. Maria dibebaskan dari dosa asal, dan Maria tetap perawan setelah melahirkan Yesus. Kata kunci: Maria. Katolik. Islam: Perspektif Abstract Discussion of the figure of Mary is a topic that often arisen in religious dialogue, both Catholic and Islamic. The aim of this research is to: 1. Describe the perspective of prospective Catholic Religious Education Teachers regarding the Virgin Mary. Describe the perspective of prospective Islamic Religious Education Teachers regarding Siti Maryam. This research was carried out using a qualitative descriptive method. Data collection was carried out by conducting interviews followed by FGD (Focus Group Discussio. The results of this research are: . The perspective of prospective Catholic religious teachers towards the Virgin Mary is based on four dogmas. The prospective Islamic teacher's perspective on Mary is explained in detail in several surahs in the Al-Quran. The similarities between the perspectives of prospective Catholic and Islamic religious educators are in Mary's virginity when she gave birth to Jesus, also Mary is a woman who is glorified and is believed to be a resident of heaven. Differences in perspectives regarding Mary include: prospective Islamic Religious Teachers believe that God is childless and unbegotten, so this is different from Catholics who believe that Mary is the Mother of God. Prospective Catholic teachers also believe that Mary was assumed into heaven with her soul and body. Mary was freed from original sin, and Mary remained a virgin after giving birth to Jesus. Key words: Mary. Catholic. Islamic. Perspective. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara multikultural yang terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama. Negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa dan hal ini tertuang dalam UUD 1945 pasal 29 ayat I. AuNegara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa. Ay Dengan demikian, segenap warga negara Indonesia memiliki kebebasan untuk beragama sesuai dengan agama yang dipeluknya. Di Indonesia telah berkembang berbagai agama yang kemudian diakui keberadaannya yakni Islam. Katolik. Kristen Protestan. Hindu. Budha dan Konghucu. Keanekaragaman di tengah masyarakat ini seyogyanya menjadi kekayaan bagi bangsa Indonesia, bukan menjadi hal yang perlu ditakutkan atau dikhawatirkan. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa ini, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi modal dan potensi bersama untuk membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Namun di satu sisi jika tidak dikelola dengan baik dalam kehidupan bersama maka dapat menjadi penghalang dan ancaman bagi terciptanya kehidupan bangsa yang lebih baik. Realitas bangsa Indonesia yang tidak dapat dipungkiri bahwa masih muncul berbagai permasalahan sosial bernuansa identitas tertentu di dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak jarang ditemukan ketidakharmonisan sosial yang muncul akibat kelompok-kelompok dalam masyarakat tidak akomodatif terhadap perbedaan latar belakang identitas tertentu. Meskipun demikian, bangsa ini masih memiliki secercah harapan ketika pihak-pihak atau kelompok yang selama ini bertikai, menyepakati adanya rekonsiliasi demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis. Antarkelompok mulai menyadari perlu adanya pengendalian diri dan keterbukaan untuk menerima keanekaragaman yang ada. Keanekaragaman agama di Indonesia tidak saja memunculkan adanya berbagai pengikut atau pemeluk agama tetapi juga menimbulkan berbagai kebiasaan/tradisi, cara pandang serta keyakinan. Salah satu perbedaan pandangan yang terjadi atau yang muncul adalah mengenai keberadaan Maria dalam Gereja Katolik dan Islam. Maria (Arab: Marya. adalah tokoh dalam Alkitab dan Al-Quran. Maria termasuk tokoh yang dihormati dalam Kristen dan Islam. Maria adalah Ibu yang melahirkan Yesus Kristus menurut Alkitab Perjanjian Baru dan Ibu dari Nabi Isa menurut Al-Quran. Tradisi Kristen dan Islam meyakini bahwa Maria mengandung secara mukjizat, dalam keadaan perawan dan tanpa campur tangan laki-laki. Maria menjadi sosok yang istimewa, perempuan yang luar biasa karena Allah berkenan menyatakan kehendak-Nya untuk menjadikan dia sarana keselamatan. Sampai pada tataran ini tentu tidak ada perdebatan. Meskipun demikian, ketika pribadi Maria masuk dalam privatisasi pemahaman dan refleksi iman setiap pribadi atau agama, menimbulkan diskusi dan perdebatan panjang yang terus mengalir dan menimbulkan pro dan kontra. Perbedaan ini menjadi menarik untuk dibahas secara khusus, tidak untuk mencari atau menemukan kebenaran mutlak tetapi untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Maria dari perspektif masingmasing agama. Perbedaan pandangan ini juga bisa dialami atau muncul di kalangan calon guru agama baik Katolik maupun Islam. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menggali bagaimana perspektif calon guru Pendidikan Agama Katolik dan Kristen mengenai Maria. Berdasarkan paparan di atas maka disusunlah penelitian berjudul AuMaria dari Dua Perspektif: Suatu Studi PerbandinganAy. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sasaran penelitian 10 persen dari jumlah keseluruhan sampel dan populasi dengan rincian, 20 atau 10% dari 200 orang calon guru Agama Katolik dan 30 orang atau 10% dari 300 orang calon Guru Agama Islam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan FGD dengan alat pengumpulan data berupa pedoman wawancara dan angket terbuka. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perspektif Calon Guru Pendidikan Agama Katolik Mengenai Bunda Maria Maria dalam penghayatan iman umat Katolik mendapat tempat yang penting dan sentral. Berdasarkan pernyataan dari responden sebagai calon Guru Agama Katolik, pandangan umum mereka terhadap Maria adalah Maria sebagai Bunda Allah dan bunda yang menjadi panutan khusus mengenai kehidupan kekhususan dan kepercayaan serta keyakinan akan Wahyu Allah. Maria menjadi teladan umat Katolik karena ketaatan, kesetiaan dan imannya. Menurut responden sebagai calon Guru Agama Katolik. Maria juga yang melahirkan Yesus Kristus dan dapat disebut Bunda Allah. Maria merupakan seorang wanita yang Allah pilih sebagai sosok perantara Yesus menjadi manusia. Untuk menebus dunia. Bapa telah mengutus Putra-Nya untuk menjadi manusia dengan dikandung dan dilahirkan oleh Maria (Hadiwardoyo. Dalam gereja Katolik. Maria adalah seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf dari keluarga Daud (Mat. 1:18. Lukas 1:. Maria mendapat kabar dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus (Mat. 1:20. Luk. dan anak itu kelak akan diberi nama Yesus (Mat. 1:21. Luk. Calon Guru Pendidikan Agama Katolik pun meyakini meskipun Yesus memiliki dua kodrat . lahi dan manusiaw. Ia adalah satu pribadi ilahi. Karena pribadi ilahi ini lahir dari Maria maka Maria adalah benar-benar Bunda dari pribadi ilahi. Dengan kata lain. Maria adalah Bunda Allah (Chacon dan Burnham, 2. Dalam hierarki kebenaran-kebenaran mariologis, eksistensi Maria sebagai Bunda Allah merupakan dasar sangat penting bagi peranannya dalam ekonomi keselamatan. Maria telah dimuliakan oleh rahmat di atas semua malaikat dan manusia, ke satu tempat di bawah Putra-Nya, sebagai Bunda Tersuci Allah. Sudah sejak waktu-waktu paling awal Perawan Terberkati dihormati dengan gelar Theotokos, yang melahirkan Allah (Syukur, 2. Kebenaran ini telah ditegaskan serta diterima sebagai warisan iman Gereja hingga akhirnya dimaklumkan secara resmi dalam Konsili Efesus pada tahun 431 (Lesek, 2. Dengan gelar itu tidak bermaksud bahwa Maria menjadi sumber dan melahirkan ke-Allahan Kristus melainkan untuk menghormati Maria dan menekankan betapa eratnya persatuan antara kodrat Allah dan kodrat manusia dalam diri Kristus (Pidyarto, 1. Dengan memaklumkan Bunda Maria sebagai Bunda Allah. Gereja bermaksud menegaskan bahwa ia adalah Bunda dari inkarnasi Sabda, yang adalah Allah mengambil kodrat manusiawi-Nya dari Maria. Karenanya, dengan melahirkan dalam kodrat manusiawi, pribadi Yesus yang adalah pribadi Allah, memberikan suatu pernyataan yang jelas bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah (Lesek, 2. Calon guru Pendidikan Agama Katolik juga meyakini tentang Maria yang dikandung tanpa noda atau Maria yang tak berdosa. Maria dibebaskan dari dosa sepanjang hidupnya atas rahmat Allah adalah rahmat khusus yang diberikan oleh Allah. Kelahiran Yesus telah Allah persiapakan dengan sebaikbaiknya. Maria mendapatkan karunia khusus dari Allah yaitu bebas dari dosa asal. Maria bebas dari dosa berkat kasih karuna Allah dan jasa Yesus yang dikandungnya. Hal ini tentu sesusai dengan ajaran gereja Katolik yang meyakini dikandungnya Maria tanpa noda. Berkat rahmat Allah, ia dilindungi dari dosa sejak dalam kandungan (Chacon dan Burnham, 2. Demi jasa Yesus yang akan menebus bangsa manusia dari dosa. Maria sebelumnya sudah dihindarkan Allah dari noda dosa . edemptio praeservativa, penebusan yang mencega. , sedangkan semua orang lain oleh penebusan dibebaskan dari dosa . edemptio liberativa, penebusan yang membebaska. Maria pun terikat pada hukum dosa asal. Hanya saja berkat keputusan kehendak Allah yang istimewa, hukum ini tidak dapat diterapkan kepada Maria (Hampsch, 2. Selain itu, calon guru Agama Katolik pun memiliki pandangan bahwa Maria tetap perawan dan juga diangkat ke surga. Maria tetap perawan baik sebelum, saat dan sesudah melahirkan Yesus jika dipahami secara logika adalah mustahil. Setiap perempuan yang sudah pernah mengandung dan melahirkan pastilah sudah tidak perawan lagi. Namun, jika dilihat dengan menggunakan iman maka hal itu tidak mustahil. Selain itu, responden pun memili pandangan bahwa Maria diangkat ke surga adalah bentuk penggenapan janji Allah. Maria sudah sebagai Bunda Allah, tetap perawan dan bebas dari dosa asal maka ia juga harus mendapatkan penggenapan janji dari Allah yaitu memperoleh kemuliaan dari Allah. Maria diangkat ke surga sebagai bentuk tanggapan dari Allah karena telah menerima dengan segenap hati kehendak Allah yang terjadi kepadanya. Maria hidup dalam persatuan yang sama dengan Yesus maka ia juga harus sama seperti Yesus yaitu diangkat ke surga. Perspektif dari calon guru Pendidikan Agama Katolik ini tentu selaras dengan ajaran gereja Katolik. Konsili Konstantinopel II . menetapkan Maria tetap perawan sebagai dogma atau ajaran resmi Gereja (Surip, 2. Keperawanan Maria waktu mengandung Yesus, sangat jelas disaksikan oleh teks Perjanjian Baru (Mat 1:18-25. Luk 1:34-. Maria mengandung Yesus karena kuasa Roh Allah dan tanpa hubungan seks dengan laki-laki. Maria diangkat ke surga pun dikemudian hari ditetapkan menjadi Dogma tentang Maria diangkat ke surga diresmikan pada tahun 1950 oleh Paus Pius XII dengan rumusan: AuMaria. Bunda Allah dan perawan tetap yang tak ternoda, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia ini diangkat dengan jiwa dan raganya ke dalam kemuliaan surgawiAy (Groenen, 1. Pengangkatan Maria dengan jiwa dan raganya berarti Maria dengan keseluruhan eksistensi keduniaannya beralih ke dalam eksistensi surgawi (Stanislaus, 2. Perspektif Calon Guru Pendidikan Agama Katolik Mengenai Bunda Maria Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa sebagai calon guru Agama Islam memiliki pandangan umum tentang sosok Maria yang tidak berbeda dengan umat Katolik. Calon guru Agama Islam membenarkan bahwa Maria adalah ibunda dari Yesus Kristus. Maria digambarkan sebagai sosok wanita yang tangguh, walaupun mendapat cacian dari Bani Isarail (Umat Yahud. ketika melahirkan Nabi Isa. Maria juga dilihat sebagai contoh atau role model bagi wanita Muslim dengan kepribadiannya yang selalu menjaga kehormatan, mulia, tangguh, suci, soleha dan taat beribadah kepada Allah SWT. Selain terkenal dengan ketaatannya. Maria juga dipandang sebagai wanita yang terjaga dan dipelihara oleh Allah hingga namanya dijadikan nama salah satu surah dalam Al-Quran yaitu surah Maryam. Berdasarkan keterangan calon pendidik Agama Islam juga, mereka memiliki pandangan umum tentang sosok Maryam yang merupakan keponakan dari Nabi Yahya yang pernah menjauhi kampungnya untuk fokus beribadah dan sedari kecil memang dihindarkan dari perbuatan keji . oleh Allah SWT. Mengenai pernyataan bahwa Maria adalah ibunda dari Allah, calon guru Agama Islam menjawab bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam. Menurut mereka, hal itu bertentangan dengan penjelasan dalam kitab suci Al-Quran yang terdapat pada surah Al-Ikhlas ayat 3 yang menjelaskan bahwa Allah tidak dilahirkan atau melahirkan, dan dipertegas lagi dengan pernyataan dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 73 yang menjelaskan tentang keesaan Allah SWT yang merupakan tuhan dari umat Islam. Dan mereka juga menyatakan bahwa Allah bukanlah makhluk yang dalam Bahasa Arab berarti Auyang diciptakanAy. Berkaitan tentang perspektif calon guru Agama Islam mengenai perbedaan silsilah Maryam, mereka beranggapan bahwa perspektif umat Katolik dan Islam tidak jauh berbeda mengenai silsilah Maria dan tidak semestinya dijadikan alasan untuk berselisih, karena di dalam Al-Quran juga jelas, bagaimana Allah mengatur dan merencanakan kehendaknya. Calon guru Agama Islam meyakini silsilah Maria yang dijelaskan dalam Al-Quran, namun juga menghargai silsilah Maria yang diyakini oleh umat Katolik dan Kristen. Berkaitan dengan cara menanggapi perbedaan perspektif, mereka sebagai calon Guru Agama Islam menyatakan selama tidak memengaruhi keyakinan sendiri maka tidak masalah. Mereka juga mengutamakan sikap toleransi tanpa mengurangi sedikitpun keyakinan yang telah tertulis dalam Alquran dan mengenyampingkan syariat yang telah ditentukan dalam Islam. Beberapa responden juga beranggapan bahwa meyakini eksistensi maryam merupakan perwujudan dari rukun iman ke 2 yaitu percaya kepada Alquran, di mana di sana telah tertulis tentang maryam, dan rukun iman ke 3 yaitu percaya kepada Rasul, dimana diantara 25 Rasul ada nabi Isa As yang merupakan anak dari Maryam. Umat Katolik meyakini bahwa Maria akan dibebaskan dari dosa seumur hidup. Hal ini sejalan dengan keyakinan calon guru Agama Islam sebagai pemeluk agama Islam, mereka menyetujui keyakinan Berdasarkan pernyataan mereka. Maria merupakan wanita soleha dan suci yang selalu beribadah menyembah Allah, karena semasa hidupnya. Maria tinggal di Baitul Maqdis dan tidak pernah keluar, maka dari itu Maryam jauh dari dosa dan godaan setan. Berdasarkan pernyataan responden, dibebaskannya Maria dari dosa juga tidak lepas dari perannya sebagai wali Allah yang bebas dari dosa atas rahmat Allah yang maha pengampun. Umat Katolik meyakini bahwa Maria ditempatkan di Surga. Hal ini juga disetujui oleh calon pendidik Agama Islam. Karena berdasarkan pernyataan mereka, banyak ayat yang di dalam Alquran menerangkan bahwasannya Maria adalah wanita yang terjaga, sebagai orang yang mengimani Al-Quran, mereka percaya bahwa Maria ada di surga selamanya. Hal ini juga didukung dengan beberapa pernyataan dari responden yang menerangkan bahwa semasa hidupnya. Maria adalah wanita yang mengutamakan Allah dan menjaga diri, menghabiskan waktu untuk beribadah. Responden sebagai calon Guru Agama Islam juga mendukung beberapa pernyataan tersebut dengan dalil yang ada pada Alquran surah Ali-Imran yang berbunyi: AuMalaikat Jibril berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu, dan melebihkan kamu di atas segala wanita di Dunia . ang semasa denganm. Dan beberapa responden juga mendukung pernyataan tersebut dengan hadist yang menyebutkan beberapa nama wanita mulia yang masuk ke dalam surga, salah satunya adalah Maria anak dari Imran, beliau ditempatkan di surga karena kesabarannya atas rahmat Allah SWT, kemimanan dan ketakwaan yang kuat terhadap Allah, yang menjadikannya salah satu wanita yang dijanjikan surga oleh Allah. KESIMPULAN Maria dalam pandangan Katolik. Kristen dan Islam memiliki posisi yang penting. Calon Guru Pendidikan Agama Katolik dan Kristen meyakini bahwa Maria adalah Ibu yang melahirkan Yesus Kristus, sebagai Bunda Allah. Demikian pun calon Guru Agama Islam yang meyakini Maryam sebagai sebagai satu dari empat wanita yang dianggap paling agung dan merupakan Ibu dari Nabi Isa. Meskipun demikian. Maria sebagai Bunda Allah, menurut calon Guru Pendidikan Agama Islam tidak sesuai dengan ajaran Islam karena hal itu bertentangan dengan penjelasan dalam kitab suci Al-Quran yang terdapat pada surah Al-Ikhlas ayat 3 yang menjelaskan bahwa Allah tidak dilahirkan atau melahirkan. Calon Guru Agama Katolik percaya bahwa Maria tetap perawan baik sebelum, saat dan setelah melahirkan Yesus. Dalam pandangan calon guru Pendidikan Agama Katolik, mereka mempercayai bahwa Maria dibebaskan dari dosa dan kemudian diangkat ke surga. Hal itu juga diyakini oleh calon Guru Pendidikan Agama Islam bahwa Maryam merupakan wanita soleha dan suci, tinggal di Baitul Maqdis dan tidak pernah keluar sehingga Maryam dijauhkan dari dosa dan godaan setan. Selain itu, calon Guru Pendidikan Agama Islam juga meyakini bahwa Maryam ditempatkan di surga karena Maryam mengutamakan Allah dan menjaga diri, menghabiskan waktu untuk berdoa serta hadist yang menyebutkan beberapa nama wanita mulia yang masuk ke dalam surga, salah satunya adalah Maria anak dari Imran. DAFTAR PUSTAKA