|ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI KECAMATAN GONDOKUSUMAN KOTA YOGYAKARTA Yayang Windi Astuti 1*. Tri Maryani 2. Wafi Nur Muslihatun 3 1*23 Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Email: yayangwindia@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Target cakupan ASI eksklusif nasional adalah 80%. Cakupan ASI eksklusif di Kota Yogyakarta 66,13%. Cakupan tersebut masih rendah karena berbagai alasan salah satunya adalah ibu bekerja. Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan pada ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional analitik menggunakan desain cross Populasi pada penelitian ini semua ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Kecamatan Gondokusuman. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Jumlah sampel 47. Analisis data menggunakan uji Chi-square, dan regresi logistik. Hasil Penelitian: Didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan . value 0,038. CC 0,. , sikap . value 0,007. CC 0,. ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja . value 0,001. CC 0,. dukungan suami . value 0,019. CC 0,. dan dukungan tenaga kesehatan . value 0,011. CC 0,. dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Faktor yang paling dominan dalam pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja adalah sikap (OR 7,200. CI 95% 1,654-31,. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja, dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Kata kunci: ASI eksklusif. Ibu bekerja. Sikap RELATED FACTORS WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING ON WORKING MOTHERS IN GONDOKUSUMAN SUB-DISTRICT YOGYAKARTA CITY ABSTRACT Indonesia has targeted the national exclusive breasfeeding coverage is 80%. Indonesia's exclusive breasfeeding coverage in 2017 is 35. 7% The exclusive breasfeeding coverage of Yogyakarta is only 66. Exclusive breasfeeding coverage is still low for various reasons one of them is a working mother. Research objectives: Known factors that relate to the exclusive breastfeeding knowledge, attitudes, availability of the breastfeeding facilities during work, husband support, and healthcare personnel support in the sub-district Gondokusuman. Method: This research uses cross sectional design. The population in this research is all mothers Jurnal Teras Kesehatan - 55 |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 who have a baby aged 6-12 months. The sampling technique used is purposive Sample count of 47 samples. Data analysis using Chi-square test. Results: Data analysis results obtained that there is a significant relationship of knowledge . CC 0. , attitude . CC 0. , availability of a breastfeeding facility during work . CC 0. , husband support . CC 0. and healthcare personnel support . CC 0. with exclusive breastfeeding on working mothers. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitude, availability of the breastfeeding facility during work, husband support and healthcare personnel support with exclusive breastfeeding in the working mother. Keywords: attitude, exclusive breastfeeding, working mother PENDAHULUAN ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai berusia enam bulan, tanpa tambahan makanan lain . ecuali obat, vitamin, dan minera. Salah satu tujuan dari program Sustainable Development Goals (SDGAo. adalah mengakhiri segala bentuk malnutrisi dengan meningkatkan persentase bayi kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dari 40% menjadi 50% pada tahun 2019. Cakupan ASI eksklusif di dunia tahun 2015 hanya mencapai 40% hal tersebut lebih rendah dari target MDGAos yaitu 80%. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia pada 2017 masih sangat rendah yaitu 35,7%. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan DI Yogyakarta pada tahun 2017 cakupan ASI eksklusif di DIY mencapai 74,90% dan cakupan ASI eksklusif terendah adalah Kota Yogyakarta 66,13% data tersebut menunjukan cakupan ASI eksklusif lebih rendah dari target cakupan nasional yaitu 80% (KEMENKES RI, 2. Rendahnya cakupan ASI eksklusif dapat disebabkan oleh keadaan sosial budaya masyarakat, kurangnya pengetahuan tentang ASI, ibu bekerja dan tidak tersedianya fasilitas menyusui di tempat kerja. Sebagian besar wanita bekerja mencari nafkah di luar rumah serta harus sering meninggal anak di rumah untuk beberapa jam setiap harinya tentu mengganggu proses menyusui bagi mereka yang mempunyai bayi (World Health Organization (WHO), 2. Hal ini sesuai dengan tuntutan hidup di kota besar, di mana semakin terdapat kecenderungan peningkatan jumlah istri yang aktif bekerja di luar rumah guna membantu peningkatan pendapatan kelurga. Survei The UK National Feeding tahun 2000 tentang pemberian ASI eksklusif 4-6 bulan menemukan 39% ibu berhenti menyusui anaknya pada usia 4 bulan dengan alasan kembali bekerja (Ireland. Hamlyn. Brooker. Oleinikova, & Wands, 2. Persentase pekerja perempuan di Indonesia pada bulan Februari 2017 adalah 55,04% dari 133 juta pekerja (Statistik, 2. Persentase pekerja perempuan di DIY pada bulan Februari 2018 sebanyak 63,87% (Badan Pusat Statistik, 2. Kota Yogyakarta merupakan daerah dengan persentase pekerja perempuan tertinggi di DIY sebesar 45,31% dan pekerja perempuan di Kecamatan Gondokusuman sebanyak 10% (Dinas Kesehatan Provinsi DIY, 2. Hasil studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman I dan II terdapat 54 ibu bekerja dan hanya 30% yang memberikan ASI eksklusif, berdasarkan hasil wawancara ibu tidak memberikan ASI eksklusif karena kurang pengetahuan mengenai ASI eksklusif khususnya ASI perah, tidak tersedianya fasilitas untuk memerah ASI di tempat kerja, dan kurang dukungan dari suami. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu bentuk perilaku sehat. Perilaku menurut teori Lawrence Green ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat (Notoatmodjo, 2. Faktor predisposisi terdiri dari usia, pengetahuan, sikap, kepercayaan, pendidikan, paritas, dan status ekonomi. Faktor pendukung yaitu ketersediaan fasilitas memerah ASI di tempat bekerja, walaupun kebijakan tentang penyediaan fasilitas khusus menyusui sudah diberlakukan namun masih ada tempat bekerja yang belum menerapkan Jurnal Teras Kesehatan - 56 |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 kebijakan tersebut. Faktor penguat yaitu dukungan dari tenaga kesehatann (Ekawati. Salimo, & Murti, 2. Penelitian di Korea menunjukan bahwa para pekerja perempuan cenderung lebih memilih pekerjaan dan tidak menyusui karena sulit menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dengan menyusui, meskipun tempat kerja sudah menyediakan fasilitas yang mendukung untuk memerah ASI (Chung. Kim, & Nam, 2. Berdasarkan latar belakang dan studi pendahuluan di atas peneliti tertarik untuk meneliti AuFaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Kota YogyakartaAy. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja, karakteristik, hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja, dukugan suami dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Manfaat penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan serta menguji teori secara empiris faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Bagi Dinas Kesehatan dapat memberikan informasi tambahan untuk meningkatkan pengawasan dan pengembangan program serta kebijakan mengenai pemberian ASI ekskusif pada ibu bekerja. Bagi bidan pelaksana dan petugas kesehatan terkait dapat menjadi informasi tambahan untuk meningkat upaya strategi promosi kesehatan mengenai pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Bagi suami dan keluarga dapat menambah wawasan agar ikut berperan aktif serta memotivasi ibu bekerja untuk memberikan ASI eksklusif. Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman I dan Puskesmas Gondokusuman II pada bulan September hingga Juni 2019. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-12 di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Kriteria inklusi pada penelitian adalah ibu yang terikat pekerjaan pada suatu instansi swasta ataupun pemerintah serta bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi adalah ibu dan bayi yang tinggal berjauhan dengan suami. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 47 Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji Variabel dependen pada penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel independen adalah pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dengan cara pengisian secara mandiri oleh responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan kunjungan rumah door to door. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Penilaian variabel pengetahuan menggunakan jawaban Benar dan Salah, kemudian pengetahuan dikategorikan kurang jika jawaban benar 55%, cukup jika jawaban benar 56-74%, dan baik jika jawaban benar Ou75%. Penilaian variabel ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja menggunakan jawaban Ya dan Tidak, kemudian skor dikategorikan mendukung jika Ou mean/median dan kurang mendukung jika skor < mean/median. Khusus untuk variabel sikap, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan pada penelitian ini diukur menggunakan skala likert yang dimodifikasi. Modifikasi dilakukan untuk menghilangkan kelemahan skala likert lima tingkat dan agar mempermudah untuk menyimpulkan kecenderungan pendapat responden ke arah setuju atau tidak setuju . Pengkategorian variabel sikap, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan dibagi menjadi mendukung dan kurang mendukung. Mendukung jika skor Ou Jurnal Teras Kesehatan - 57 |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 mean/median dan kurang mendukung jika skor < mean/median. Penggunaan mean/median didasarkan pada hasil uji normalitas data, jika distribusi data normal maka menggunakan mean jika data tidak berdistribusi normal menggunakan median. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu bekerja Di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta Pada Tahun 2019 Tabel 1. Distribusi frekuensi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Tahun 2019 Pemberian ASI Tidak Eksklusif Eksklusif Jumlah Berdasarkan Tabel dapat diketahui bahwa mayoritas ibu bekerja . ,6%) di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta tidak memberikan ASI eksklusif. Dari total 28 bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, sebagian besar berhenti diberikan ASI eksklusif pada saat bayi berusia 2 bulan . ,2%). Berikut tabel usia bayi berhenti diberi ASI: Tabel 2. Distribusi frekuensi usia bayi saat berhenti di beri ASI eksklusif di Kecamatan Gondokusuman Tahun 2019 Usia 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan Jumlah Karakteristik Ibu bekerja Yang Mempunyai Bayi Usia 6-12 Bulan di Kecamatan Gondokusuman Tabel 3. Distribusi Frekuensi karakteristik ibu bekerja di Kecamatan pada tahun 2019 Variabel Jenis Pekerjan Pegawai Swasta Pegawai Pemerintah Jumlah Lama Bekerja >8jam <8jam Jumlah Tingkat Pendidikan Rendah Menengah Tinggi Jumlah Usia Tidak Reproduksi Reproduksi Jumlah Jumlah Anak 1 anak >1 anak Jumlah Jurnal Teras Kesehatan - 58 Gondokusuman Kota Yogyakarta |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 Berdasarkan Tabel 3. diketahui bahwa mayoritas ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta bekerja sebagai pegawai swasta . %). dengan durasi bekerja lebih dari 8 jam sehari . ,4%). berpendidikan menengah . ,5%). berada pada rentang usia reproduksi . ,1%). mayoritas ibu bekerja mempunyai anak lebih dari 1 anak yang lahir hidup . ,5%). Hubungan Pengetahuan. Sikap. Ketersedian Fasilitas. Dukungan Suami Dan Dukungan Tenaga Kesehatan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Tabel 4. Hasil analisis bivariat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta Tahun 2019 Pemberian ASI Eksklusif Tidak Eksklusif Eksklusif Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah Sikap Kurang Mendukung Mendukung Jumlah Fasilitas Kurang Mendukung Mendukung Jumlah Dukungan Suami Kurang Mendukung Mendukung Jumlah Dukungan Tenaga Kesehatan Kurang Mendukung Mendukung Jumlah Jumlah p-value 0,016 0,004 0,040 0,025 0,037 Dilihat dari variabel pengetahuan ditemukan bahwa mayoritas ibu bekerja yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama bekerja mempunyai pengetahuan cukup . ,6%). Pada uji hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja menggunakan uji Chi-square didapatkan P = 0,037, (P value <0,. sehingga secara statistik terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif. Hasil uji statistik menunjukan ibu bekerja tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya 76,9% mempunyai sikap kurang mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif. Hasil uji hubungan antara sikap dengan pemberian ASI eskklusif didapatkan P = 0,016 (P < 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sikap dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu Dilihat dari variabel ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja diketahui bahwa ibu bekerja yang tidak memberikan ASI eksklusif 78,6% mempunyai fasilitas memerah ASI selama bekerja yang kurang mendukung. Hasil uji Chi-square hubungan antara ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja dengan pemberian ASI eksklusif didapatkan P = 0,004 (P < 0,. sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara ketersediaan fasilitas memerah ASI selama bekerja dengan pemberian ASI eksklusif. Dilihat dari variabel dukungan suami diketahui bahwa ibu bekerja yang tidak memberikan ASI eksklusif 74,1% kurang mendapatkan dukungan dari suami. Hasil uji Chi-square hubungan antara Jurnal Teras Kesehatan - 59 |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif didapatkan P = 0,040 (P < 0,. sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa ibu bekerja yang mempunyai sikap kurang mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif berisiko 7,2 kali tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan berisiko 6,8 kali tidak memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan perhitungan probabilitas menunjukan bahwa ibu yang mempunyai sikap kurang mendukung dan kurang mendapatkan dukungan dari suami memiliki risiko 50,76% tidak memberikan ASI eksklusif. Faktor Paling Dominan Dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu bekerja Di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Variabel Tabel 12. Hasil Akhir Analisis Multivariat Sig Exp (B) Sikap ,009 Dukungan Petugas ,012 Konstanta CI 95%) 7,200 ,654-31,. 6,840 ,521-30,. -3,091 Hasil uji statistik menunjukan bahwa ibu bekerja yang mempunyai sikap kurang mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif berisiko 7,2 kali tidak memberikan ASI eksklusif, sedangkan ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan berisiko 6,8 kali tidak memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan perhitungan probabilitas menunjukan bahwa ibu yang mempunyai sikap kurang mendukung dan kurang mendapatkan dukungan dari suami memiliki risiko 50,76% tidak memberikan ASI eksklusif. Pada penelitian ini ditemukan bahwa sebagian besar . ,6%) ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta tidak memberikan ASI eksklusif, rata-rata ibu bekerja tersebut berhenti memberikan ASI eksklusif pada saat bayi berusia 2 bulan . ,7%). Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan pada ibu bekerja di Malaysia yang menunjukan bahwa hanya 74,7% ibu bekerja tidak memberikan ASI eksklusif. Penelitian lain menunjukan 94,9% ibu bekerja tidak memberikan ASI eksklusif (Tan, 2. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Klaten. Jawa Tengah bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja (Sariati. Prastyaningrum. Kurniasari, & Mustarina, 2. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian di Mesir yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Secara teori pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk seseorang melakukan sesuatu(Kandeel et al. , 2. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan tentu akan lebih baik daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan (Notoatmodjo, 2. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan antara sikap dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Kabupaten Malang bahwa ada hubungan antara sikap dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (Sariati et al. , 2. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan di Ghana bahwa terdapat hubungan antara sikap dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Sikap ibu yang positif terhadap pemberian ASI eksklusif akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memberikan ASI secara eksklusif (Dun-Dery & Laar, 2. Secara teori sikap merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku Jurnal Teras Kesehatan - 60 |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 Sikap merupakan reaksi terhadap suatu respon yang masih merupakan perilaku tertutup (Utami, 2. Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara ketersedian fasilitas dan pemberian ASI Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Klaten. Jawa Tengah bahwa ada hubungan antara ketrsediaan fasilitas menyusui di tempat kerja dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja (Ekawati et al. , 2. Penelitian di Ghana dan Mesir juga menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ruang laktasi di tempat kerja dengan pemberian ASI eksklusif (Kandeel et al. , 2. Secara teori katersediaan fasilitas merupakan faktor pemungkin untuk seseorang melakukan suatu perilaku. Ketersediaan fasilitas menyusui di tempat bekerja telah diatur dalam Permenkes Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Khusus Menyusui dan/atau Memerah ASI. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan antara dukungan suami dan pemberian ASI Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Uni Arab Emirat dan Nigeria yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja (Osibogun. Olufunlayo, & Oyibo, 2018. (Al Ketbi et , 2. Penelitian ini juga didukung penelitian di Brazil yang menyatakan bahwa dukungan suami mendorong pemberian ASI eksklusif (Boccolini, de Carvalho, & Couto de Oliveira, 2. Secara teori suami turut berperan menentukan kelancaran refleks pengeluaran ASI . et down refle. yang sangat dipengaruhi oleh emosi atau perasaan ibu. Suami dapat berperan aktif dalam pemberian ASI ekslusif dengan cara memberikan dukungan secara emosional dan bantuanbantuan praktis lainnya seperti mengganti popok atau menyendawakan bayi (Roesli, 2. Hasil uji statistik variabel dukungan petugas kesehatan didapatkan hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Klaten. Kabupaten Malang. Nigeria. Brazil, dan Mesir bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Secara teori dukungan petugas kesehatan mempunyai peranan yang penting terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif (Osibogun. Olufunlayo, & Oyibo, 2018. Dukungan petugas kesehatan dapat meliputi dukungan informasional, instrumental, penghargaan, dan emosional. Berdasarkan hasil uji multivariat dapat diketahui bahwa faktor yang dominan dalam pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja adalah variabel sikap dan dukungan tenaga kesehatan. Variabel sikap merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai OR 7,200 yang berarti bahwa ibu bekerja yang mempunyai sikap kurang mendukung terhadap pemberian ASI eksklusif berisiko 7,2 kali tidak memberikan ASI eksklusif. Ibu yang mempunyai sikap yang baik akan berpeluang lebih besar untuk memberikan ASI secara eksklusif karena ibu tersebut mempunyai keyakinan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi sehingga akan berusaha untuk memberikan ASI eksklusif. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan di Nigeria dan Uni Arab Emirate yang menunjukan bahwa sikap mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif, dimana ibu yang mempunyai sikap mendukung berpeluang 13,2 kali memberikan ASI eksklusif (Alzaheb, 2. Variabel dukungan tenaga kesehatan mempunyai nilai OR 6,840 yang berarti bahwa ibu bekerja yang kurang mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan berisiko 6,8 kali tidak memberikan ASI eksklusif. Petugas kesehatan berperan sangat penting untuk mendukung ibu tetap menyusui tidak hanya dengan memberikan obat atau menyarankan makanan tertentu, tetapi juga harus menjelaskan kepada ibu-ibu bahwa dengan rangsangan isapan bayi yang terus menerus akan memicu produksi ASI semakin banyak (Roesli, 2. Petugas kesehatan dalam hal ini meliputi seluruh petugas kesehatan yang pernah berinteraksi dengan ibu yang akan ataupun sedang dalam proses menyusui. Jurnal Teras Kesehatan - 61 |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 8 | No. 2 | [Jul. | Halaman . DOI: https://doi. org/10. 38215/zk0wdk18 KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu bekerja di Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta tidak memberikan ASI eksklusif. Faktor yang berhubungan secara signifikan meliputi pengetahuan, sikap, fasilitas tempat kerja, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Sikap ibu merupakan faktor paling dominan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang mempunyai sikap kurang mendukung berisiko 7,2 kali tidak memberikan ASI eksklusif UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada responden yang telah berpartisipasi dan mendukung penelitian selama proses pengambilan data. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang bertanggung jawab atas lokasi penelitian dan semua orang yang mendukung penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA