Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Kegiatan Rutin Yasinan untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Masyarakat di Jorong Koto Nan Tuo. Barulak Azzahra Maisha. Cindy Mutiani Arisya. Syaiful Marwan Universitas Islam Negri Mahmud Yunus Batusangkar Artikel Info ABSTRAK Genesis Artikel: Latar Belakang: Interaksi sosial merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia sebagai makhluk sosial. Di tengah perubahan zaman dan modernisasi, nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat sering kali menurun akibat kesibukan individu yang semakin meningkat. Tujuan: Tujuan dari pengabdian ini adalah mengkaji peran tradisi yasinan dalam meningkatkan interaksi sosial masyarakat jorong Koto Nan Tuo. Metode: Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mencakup merencanakan, bertindak, merubah, mengetahui, dan memahami. Hasil: Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan yasinan dapat mempererat interaksi sosial masyarakat. Selain itu kegiatan yasinan menjadi wadah dalam berbagi informasi antar sesama masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan rutin yasin ini membawa dampak positif bagi masyarakat jorong Koto Nan Tuo. Dikirim, 26 November 2024 Diterima, 15 Desember 2024 Diterbitkan, 25 Desember 2024 Kata Kunci: Yasinan Tradisi Interaksi Sosial ABSTRACT Keywords: Yasinan Traditions Social Interactions Background: Social interaction is one of the basic needs for humans as social beings. In the midst of changing times and modernization, the values of togetherness in society often decline due to the increasing busyness of Objective: The purpose of this service is to examine the role of the yasinan tradition in improving the social interaction of the Jorong Koto Nan Tuo community. Method: This service uses the Participatory Action Research (PAR) approach with methods applied in the implementation of community service programs through Real Work Lectures (KKN) including planning, acting, changing, knowing, and understanding. Results: The results of this service show that yasinan activities can strengthen social interaction of the community. In addition, yasinan activities are a forum for sharing information between fellow communities. Conclusion: This yasin routine activity has a positive impact on the people of Jorong Koto Nan Tuo. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi Azzahra Maisha Pendidikan Guru Madrasah Ibtidahiyah. UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Email: azzahramsh11@gmail. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Dalam kehidupannya setiap masyarakat memiliki peranan yang penting. Sebagai masyarakat sosial sudah seharusnya kita melakukan interaksi sosial. Menurut (Wahyuni 2. Interaksi sosial merupakan hubungan yang bersifat dinamis, melibatkan relasi antara individu, antar kelompok, maupun antara individu dengan kelompok manusia. Menurut (Elisa. Achyar, dan Syarmiati 2. Interaksi sosial merupakan hubungan dua arah, di mana dalam hubungan ini, terjadi tindakan dan respons antara individu yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sedangkan menurut (Adriansyah dan Ananda 2. Interaksi sosial menjadi dasar utama dalam aktivitas sosial, di mana manusia saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam menjalani kehidupan, manusia perlu bekerja sama dengan orang lain, karena pada dasarnya, manusia tidak mampu memenuhi semua kebutuhannya seorang diri. Dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dan kelompok yang bersifat dinamis dan menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Proses interaksi sosial berlangsung dalam dua bentuk, yaitu asosiatif dan disosiatif. Proses asosiatif cenderung menuju pada penyatuan individu dengan kelompok, yang menghasilkan hubungan yang harmonis dan erat, seperti misalnya dalam kerja sama (Sulistiawati 2. Di tengah perkembangan zaman yang serba modern, nilai-nilai kebersamaan dan interaksi sosial masyarakat sering kali mengalami penurunan akibat kesibukan individu. Dengan demikian, perlu adanya tindakan untuk mempertahankan dan memperkuat interkasi sosial melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghidupkan kembali tradisi-tradisi lokal yang memiliki nilai kebersamaan, seperti kegiatan yasinan, gotong royong, atau perayaan adat. Tradisi dapat dipahami sebagai aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mempertahankan warisan budaya dari nenek moyang (Pratama 2. Tradisi-tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana interaksi sosial, tetapi juga sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai moral dan budaya kepada generasi muda. Surah Yasin adalah salah satu surah dalam al-Qur'an yang sangat disukai oleh banyak orang. Karena sering dibaca, surah ini sering kali dihafal secara spontan oleh pembacanya, tanpa ada niat khusus untuk menghafalnya (Said dan Aidit 2. Yasinan merupakan tradisi membaca surat Yasin, baik dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama dalam kelompok (Saini 2. Tradisi ini berfungsi sebagai wadah untuk berkumpulnya anggota masyarakat, sehingga setelah rangkaian yasinan dilaksanakan, informasi mengenai lingkungan setempat dapat disampaikan dengan baik (Wahyudin Tradisi yasinan dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat (Muslim. Rahmi, dan Lisma 2. Kegiatan yasinan adalah salah satu budaya yang telah tumbuh dan berkembang sejak lama di masyarakat Minangkabau, budaya adalah pola hidup masyarakat yang telah menjadi asumsi dasar yang ditemukan dan ditentukan oleh suatukelompok tertentu (Amalia Y 2. termasuk di Jorong Koto Nan Tuo. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sebagai bentuk ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan interaksi sosial antarwarga. Setiap pekan, masyarakat setempat mengadakan acara yasinan bersama yang tidak hanya bertujuan untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan, tetapi juga Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. mempererat tali persaudaraan antarwarga. Dalam konteks ini, kegiatan yasinan menjadi lebih dari rutinitas keagamaan, ia berfungsi sebagai ajang untuk memperkuat solidaritas sosial, membangun komunikasi yang harmonis, dan meningkatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan yasinan juga menjadi wadah untuk membangun empati dan kepedulian terhadap sesama. Melalui momen kebersamaan ini, masyarakat dapat saling berbagi kabar, bertukar pendapat, hingga memberikan dukungan moral bagi mereka yang membutuhkan. Misalnya, ketika ada warga yang mengalami musibah, informasi tersebut biasanya disampaikan dalam acara yasinan, sehingga warga lainnya dapat segera memberikan bantuan baik secara moral maupun material. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Pratama 2. dengan judul AuTradisi Yasinan Dan Tahlilan Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Di Masjid Nur Amanah YogyakartaAy yang menjelaskan bahwa tradisi yasinan berfungsi sebagai sarana berkumpul bagi jamaah untuk berbagi pemikiran, berdiskusi, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Nursalim. Satriah, dan Hasan 2. ) yang berjudul AuPendampingan Tradisi Yasinan Dan Tahlilan Dalam Membentuk Sikap Berbakti Kepada Orang Tua Di Musholla Miftahul Ulum SangattaAy memaparkan bahwa tradisi ini mengajarkan pentingnya nilai-nilai sosial, seperti menghormati dan menghargai jasa orang tua yang telah tiada. Selain itu, kegiatan ini berperan dalam mempererat hubungan silaturahmi antar anggota keluarga dan masyarakat sekitar, sekaligus menanamkan nilai-nilai (Arzi dkk. ) juga melakukan penelitian dengan judul AuImplementasi Proker Kkn Dalam Membangun Nilai Sosial Dan Keagamaan Desa Air PeriukanAy dalam penelitiannya, dijelaskan bahwa kegiatan yasinan memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai sosial di masyarakat. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana kebersamaan dan solidaritas yang tinggi antarwarga, sekaligus meningkatkan interaksi sosial serta rasa kepedulian. Dengan demikian, tujuan PKM ini adalah untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi yasinan di jorong Koto Nan Tuo sebagai salah satu cara efektif dalam memperkuat nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus membangun solidaritas, meningkatkan interaksi sosial, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual pada generasi muda. METODE PENGABDIAN Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mencakup merencanakan, bertindak, merubah, mengetahui, dan Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial keagamaan (Afrandi Pengabdian ini dilakukan di Nagari Barulak kecamatan Tanjung Baru jorong Koto Nan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Tuo. Tepatnya pada kelompok yasinan Azzahra 1 dan Azzahra 2. Waktu pengabdian dilakukan dari tanggal 25 Juli Ae 14 November 2024 selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jorong Koto Nan Tuo. Subyek pengabdian ini adalah anggota kelompok yasinan Azzahra 1 dan Azzahra 2. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mencakup merencanakan, bertindak, merubah, mengetahui, dan memahami. Adapun langkah dari metode ini dapat dilihat pada gambar 1. Merubah Mengetahui Bertindak Memahami Merencanakan Gambar 1. Alur PKM Berdasarkan diagram pada gambar 1, uraian tiap tahap pada kegiatan PKM yang dilakukan Merencanakan Pada tahap perencanaan ini merupakan langkah awal yang dilakukan yaitu dengan cara mengamati secara umum terhadap kondisi dan lingkungan disekitarr jorong Koto Nan Tuo, melakukan pencarian gambaran terkait kebiasan-kebiasan atau rutinitas yang biasa dilkukan masyarakat setempat sehingga dapat dilihat bahwa di Jorong Koto Nan Tuo masih kental dengan tradisi yasinan. Memahami Pada tahap memahami ini memilki tujuan yaitu memahami kegiatan dan juga masalah-masalah apa yang sering dirasakan di Jorong Koto Nan Tuo yang melibatkan semua kalangan atau komunitaskomunitas yang berada di Jorong Koto Nan Tuo. Dan terlihat bahwa pada Masyarakat Jorong Koto Nan Tuo memiliki kekompakan yang baik kantar masyarakatnya baik yang muda hingga yang tua sangatlah kompak, di jorong ini interaksi antar sesama masyarakatnya terjalin dengan sanagt baik terbukti dari setiap acara yang dilakukan di Jorong Koto Nan Tuo masyarakatnya akan saling bahu-membahu untuk menolong kelancaran acara. Merencanakan Tahhap ini adalah tahap perencanaan yang dilakukan untuk dapat memecahkan masalah yang di alami Jorong Koto Nan Tuo, dapat terlihat bahawa interaksi yang terjali diantara masyarakat dapat berjalan dengan baik adalah dengan mengadakan perkumpulan-perkumpulan yang dilakukan tiap minggunya salah satunya adalah kegiatan yasinan, kegiatan yasinan di Jorong Koto Nan Tuo diadakan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. setiap malam kamis setelah sholat magrib. Kegiatan yasinan di Jorong Koto Nan Tuo terbagi menjadi 3 kelompok yaitu Azzahra 1. Azzahra 2, dan Azzahra 3. Kegiatan yasinan dilakukan bergantian disetiap rumah anggota kelompok yasinan. Melakukan Pada tahap mealakukan ini terkait dengan program yang akan dilakukan supaya interkasi sosial masyrakat Jorong Koto Nan Tuo dapat berjalan dengan baik adalah dengan melaksankan kegiatan Tabliq Akbar yang berkolaborasi dengan seluruh anggota yasinan senagari Barulak. Membangun Pada tahap membangun ini terkait program yang telah dilaksanakan di Jorong Koto Nan Tuo yaitu Tabliq Akbar dapat semakin meningkatkan interkasi sosial antar masayrakat Jorong Koto Nan Tuo dan juga dapat menggenbangkan tradisi yang telah ada yaitu tradisi yasinan HASIL DAN ANALISIS Kegiatan yang dilakukan merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengabdian. Masyarakat Jorong Koto Nan Tuo terutama anggota kelompok yasinan Azzahra 1 dan Azzahra 2 menerima dengan baik sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Kegiatan yasinan ini dilaksanakan setiap minggunya yaitu setiap hari kamis setelah sholat magrib. Yang bertempat pada salah satu rumah warga dan bergantian setiap minggunya. Gambar 2. Observasi Berdasarkan pendahuluan yang telah dijabarkan, temuan PKM ini menunjukkan bahwa kegiatan . yasinan memiliki peran yang signfikan dalam mempererat interaksi sosial masyarakat di jorong Koto Nan Tuo. Kegiatan yasinan di jorong Koto Nan Tuo ini terdiri dari 3 kelompok, yaitu kelompok Azzahra 1. Azzahra 2 dan Azzahra 3. Namun selama masa KKN, kami hanya mengikuti kegiatan pada kelompok yasin Azzahra 1 dan Azzahra 2 secara bergantian setiap minggunya. Selama mengikuti kegiatan, kami mengamati bahwa yasinan tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai momen penting untuk mempererat hubungan antar masyarakat. Keikutsertaan dalam kelompok Azzahra 1 dan Azzahra 2 memungkinkan kami untuk melihat secara langsung bagaimana Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. interaksi sosial terbentuk, baik dalam bentuk diskusi keagamaan maupun dalam bentuk saling mendukung antar anggota. Selama kegiatan berlangsung, kami melihat kekompakkan antar anggota kelompok yasinan baik kelompok yasin Azzahra 1 maupun kelompok yasin Azzahra 2. Setiap anggota juga menunjukkan rasa pedulinya dengan saling membantu, seperti menyisihkan sedikit rezekinya untuk mendukung kegiatan bersama, baik dalam bentuk konsumsi, perlengkapan, maupun sumbangan lainnya. Rasa kebersamaan ini tercermin dalam setiap aktivitas, di mana anggota kelompok saling bahu-membahu tanpa memandang perbedaan. Kegiatan yasinan diakhiri dengan jamuan makanan oleh tuan rumah, yang semakin mempererat suasana kekeluargaan saat anggota berbagi cerita dan pengalaman. Kekompakkan masyarakat jorong Koto Nan Tuo tidak hanya sebatas kepada anggota kelompok yasin Azzahra 1 dan Azzahra 2 saja. Namun interkasi mereka juga terjalin dengan anggota kelompok yasin di jorong-jorong yang lain di nagari Barulak. Hal ini terlihat ketika acara tabligh akbar sekaligus yasin gabungan senagari Barulak yang di adakan di Masjid Baiturrahman di jorong Koto Nan Tuo. Pada acara tersebut, seluruh anggota kelompok yasin dari lima jorong, yaitu Jorong Aur. Koto Nan Tuo. Dalam Nagari. Lompatan Datar, dan Kapuak Koto Panjang Ponco, berkumpul dengan antusias. Masingmasing jorong saling berkontribusi untuk menyukseskan acara, baik melalui partisipasi aktif, dukungan logistik, maupun sumbangan lainnya. Kekompakan dan kerja sama yang ditunjukkan oleh masyarakat menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah undangan, para peserta juga mempererat silaturahmi melalui diskusi, doa bersama, dan berbagi pengalaman. Acara tabligh akbar sekaligus yasinan gabungan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan tetapi juga semakin mempererat hubungan sosial antar jorong di Nagari Barulak . Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan tabligh akbar sekaligus yasin gabungan Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Kegiatan yasinan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat jorong Koto Nan Tuo seperti terjalinya interaksi sosial yang baik antar masyarakat. Selain itu, melalui kegiatan ini tidak hanya ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengikuti kegiatan tetapi generasi muda juga turut hadir dalam memeriahkan acara. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yasinan memiliki potensi besar untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi tua hingga generasi muda. Kehadiran generasi muda dalam kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga keberlanjutan tradisi, tetapi juga menjadi sarana bagi mereka untuk belajar nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Jorong Koto Nan Tuo. Menurut Hidayatullah dalam (Hayat 2. Tradisi Yasinan dapat dianggap sebagai pengikat hubungan sosial antarwarga. Melalui keikutsertaan dalam acara Yasinan, warga yang sebelumnya belum saling mengenal menjadi lebih akrab. Kegiatan ini juga berfungsi untuk memperkuat silaturahmi di antara sesama, khususnya di antara tetangga dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yasinan memiliki peranan penting dalam mempererat hubungan sosial masyarakat jorong Koto Nan Tuo. Hasil PKM ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kustati dkk. mengatakan bahwa tradisi yasinan tidak hanya berfungsi sebagai ibadah namun juga menjadi sarana sosial untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Melalui interaksi yang saling mendukung dan mendoakan, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama, yang selaras dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam. Dengan demikian kegiatan yasinan ini harus dipertahankan keberadaanya dan terus berlanjut hingga generasi yang akan datang. Hal ini penting dilakukan supaya interasi sosial di masyarakat jorong Koto Nan Tuo tetap terjalin dengan baik dan juga kegiatan yasinan dapat memberikan pengaruh yang positif dalam pergaulan generasi muda yang akan datang. Kegiatan yasinan bukan hanya sebagai tempat berinterkasi dengan masyarakat saja melainkan juga tempat berinteraksi dengan Tuhan Yang Maha Esa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan melalui kegiatan rutin yasinan setiap minggu dapat meningkatkan interaksi sosial masyarakat jorong Koto Nan Tuo, mempererat hubungan antar warga serta menumbuhkan solidaritas yang tinggi. Selain itu, kegitanan yasinan ini juga menjadi wadah untuk saling berbagi informasi serta pengalaman yang makin mempererat hubungan dan rasa kepedulian terhadap sesama masyarakat jorong Koto Nan Tuo. Dengan adanya acara yasin gabungan, hubungan antar warga semakin terjalin erat, tidak hanya antar kelompok yasinan dalam jorong Koto Nan Tuo, tetapi juga dengan masyarakat dari jorong-jorong lainnya di nagari Barulak. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, membangun komunikasi yang lebih terbuka, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa yasinan tidak hanya sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkokoh jaringan sosial dan meningkatkan empati antarwarga. Harapannyan kegiatan ini dapat terus dilanjutkan tidak hanya di jorong Koto Nan Tuo, tetapi juga di adakan di jorong-jorong lainnya di nagari Barulak. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kami ucapkan kepada masyarakat jorong Koto Nan Tuo yang telah menerima dan membimbing kami dengan baik selama masa pengabdian. Terimakasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing lapangan, yang telah memberikan arahan dan bimbingan yang sangat berarti, serta kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. REFERENSI