Vol. No. Mei 2025, hal, 68-73 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Pendampingan Materi Makhorijul Huruf Menggunakan Buku Metode Imam SyafiAoi bagi Ibu-Ibu di Musholla Nurul Huda Dusun Randusari Agam Firmansyah. Muhammad Asyam Abdul Jabbar. Abdul Rohman Hadi. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: agamfu581@gmail. com, . jbbr28@gmail. com, . abdulrohmanhadi09@gmail. Info Artikel Kata kunci : Pendampingan Makhorijul Huruf Ilmu Tajwid Metode Imam SyafiAoi Penulis Koresponden : Agam Firmansyah E-mail : agamfu581@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggunakan buku metode imam syafiAoi bagi masyarakat Dusun Randusari. Padukuhan Watusigar. Kepanewon Ngawen. Kabupaten Gunugkidul. DIY yang dikhususkan untuk ibu-ibu RT 05 di Mushola Nurul Huda. Kegiatan pendampingan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tri dharma perguruan Metode pelaksanaan pendampingan ini dilakukan dengan tutorial penyampaian materi-materi terkait masalah ilmu tajwid yang dilanjutkan dengan praktek membaca al-qurAoan secara langsung oleh para peserta. Waktu pelaksanaan pengabdian masyarakat ini pada bulan januari 2025 yaitu pada hari senin, selasa dan jum'at setiap pekan setelah sholat maghrib sampai menjelang adzan isya. Hasil pendampingan ini menunjukkan bahwa dengan adanya pendampingan materi makhorijul huruf menggunakan buku metode imam syafiAoi menjadikan para peserta memahami bahwasanya pentingnya ilmu tajwid dalam membaca al-QurAoan sebagai salah satu syarat agar mampu membaca dengan benar. Para peserta memiliki pemahaman ilmu tajwid yang cukup baik setelah mengikuti program pendampingan yang telah terlaksana. PENDAHULUAN Dusun Randusari, teletak di Dusun Randusari. Padukuhan Watusigar. Kepanewon Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Provinsi Yogyakarta, merupakan dusun yang dipimpin oleh seorang dukuh yaitu Bapak Lujino dengan latar belakang pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang memiliki 6 RT dengan jumlah 238 Kartu Keluarga, kurang lebih di dalamnya ada 500 orang. Dusun Randusari mempunyai aset keagamaan berupa masjid Agung Randusari yang terletak di Rt 01 dan mushola Nurul Huda di RT 05 yang cukup memadai untuk kegiatan keagaamaan. Al-QurAoan merupakan pedoman hidup bagi seorang muslim. Al-QurAoan selain wajib dibaca juga perlu dipahami dan diterapkan (Ahmad Fachri Agustian dkk. , 2. Dalam membaca AlQurAoan harus dengan tartil dan memperhatikan kaidah tajwid yang telah diajarkan oleh Rasulullah AA. Kualitas bacaan Al-qurAoan juga dapat menunjukkan tingkat kepahaman dan usaha seseorang dalam menjaga kemuliaan kitab suci ini. Akan tetapi, dikehidupan realita cukup Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Agam Firmansyah. Muhammad Asyam Abdul Jabbar. Abdul Rohman Hadi banyak dijumpai seorang muslim yang belum mampu membaca Al-QurAoan dengan baik. Kesalahan yang umum terjadi, seperti pengucapan huruf . , panjang dan pendek serta hukum tajwid yang belum tepat. Hal ini karena kurangnya pembelajaran sistematis terhadap pengetahuan ilmu tahsin (Mongkito dkk. , 2. Ilmu Tajwid adalah suatu cabang pengetahuan untuk mempelajari cara-cara pembacaan AlQurAoan(Mukrimah dkk. , t. ) dan Mempelajari ilmu tajwid dari aspek teoritis adalah fardu kifayah. Sedangkan hukum menerapkan tajwid dari aspek praktik adalah fardu Aoain bagi setiap orang yang membaca Alquran. Membaca Alquran dengan tajwid hukumnya adalah fardu Aoain bagi setiap muslim(Ainun & Kosasih, 2. Mayoritas penduduk Dusun Randusari bekerja sebagai petani, yang setiap hari harus merawat tanaman mereka hingga panen. Kesibukan ini membuat mereka memiliki sedikit waktu untuk mendalami ilmu agama. Selain itu, tenaga pengajar dalam bidang Al-Qur'an dan pengetahuan Islam masih sangat terbatas. Meskipun demikian, warga tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempelajari Al-QurAoan. Hal ini terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti program tahsin Al-QurAoan yang rutin diadakan setiap hari Selasa, sekali dalam sepekan, di Mushola Nurul Huda yang terletak di RT Melihat semangat yang luar biasa ini, khususnya dari para ibu di RT 05, kami berinisiatif untuk menambah waktu pembelajaran agar kualitas membaca Al-QurAoan mereka semakin Program ini kini dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap Senin. Selasa, dan Jumat malam, setelah salat Maghrib hingga menjelang salat Isya. Di lapangan, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya:1. ) Kurangnya tenaga pengajar di Mushola Nurul Huda. ) Waktu pembelajaran yang masih terbatas. Kedua permasalahan ini menjadi dasar untuk mengadakan kegiatan pendampingan bagi warga RT 05, khususnya para ibu, dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan. Pendampingan ini berfokus pada perbaikan pelafalan huruf serta pemahaman kaidah panjang dan pendek bacaan agar mereka dapat membaca Al-QurAoan dengan lebih baik dan benar. Proses pembelajaran tahsin bagi ibu-ibu di Mushola Nurul Huda dihadiri sekitar dua belas orang ibu-ibu, peneliti memulai pembelajaran dengan menjelaskan tempat keluar huruf dari alif sampai huruf ya, kemudian melakukan praktek dengan membaca surah-surah pendek dan menjelaskan panjang pendek peserta ketika pembelajaran berlangsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan yang berfokus pada pengembangan aset yang sudah ada di komunitas. Dalam hal ini, peneliti menitikberatkan pada peningkatan kemampuan ibu-ibu dalam mengucapkan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pendampingan Materi Makhorijul Huruf Menggunakan Buku a huruf hijaiyah atau makhorijul huruf dengan benar serta memperbaiki bacaan panjang dan pendek selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran tahsin Al-QurAoan di Mushola Nurul Huda memberikan manfaat yang besar bagi warga, terutama ibu-ibu di RT 05. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, jadwal yang sebelumnya hanya satu kali dalam sepekan kini ditambah menjadi tiga kali pertemuan setiap pekan, yaitu setiap Senin. Selasa, dan Jumat. Kelas berlangsung setelah salat Maghrib hingga menjelang salat Isya, sehingga peserta memiliki lebih banyak waktu untuk memperdalam bacaan Al-QurAoan Dengan segala permasalah dan tantangan yang dihadapi, pada pendampingan materi makhorijul huruf menggunakan buku metode imam syafiAoi di Mushola Nurul Huda. Maka peneliti memilih judul AuPendampingan Materi Makhorijul Huruf Menggunakan Buku Metode Imam SyafiAoi Bagi Ibu-Ibu di Musholla Nurul Huda Dusun RandusariAy. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini bisa membantu memecahkan masalah yang ada dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran para peserta tasin Al-Quran di Mushola Nurul Huda. Dusun Randusari. Padukuhan Watusigar. Kapenawon Ngawen. Kabupaten Gunungkidul. Provinsi Yogyakarta. METODE PENGABDIAN Metode pelaksaan kegiatan baca Al-quran dengan metode tahsin dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab serta simulasi terhadap ibu-ibu di Musholla Nurul Huda Dukuh Randusari Padukuhan Watusigar Kapenawon Ngawen Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan pengabdian masyarakat di Musholla Nurul Huda Dusun Randusari Padukuhan Watusigar dilaksanakan pada bulan Januari dari tanggal 1 sampai tanggal 31 bertempat di Musholla Nurul Huda Tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Kegiatan Pelatihan Tahsin Al-Quran Bagi ibu-ibu Dukuh Randusari khususnya RT 05. Kegiatan Pelatihan Tahsin Al-Quran Bagi ibu-ibu Dukuh Randusari dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Persiapan kegiatan meliputi: Kegiatan survei tempat pengabdian masyarakat yaitu di Musholla Nurul Huda Dusun Randusari Padukuhan Watusigar Kapenawon Ngawen Kabupaten Gunungkidul. Permohonan ijin kegiatan pengabdian masyarakat kepada pengurus dan Pimpinan Musholla Nurul Huda pak Paimin. Persiapan alat dan bahan serta akomodasi Persiapan tempat untuk Kegiatan Tahsin Al-Quran bagi ibu-ibu yaitu: menggunakan Musholla Nurul Huda tersebut. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Agam Firmansyah. Muhammad Asyam Abdul Jabbar. Abdul Rohman Hadi Kegiatan Tahsin Al-Quran meliputi: Pembukaan dan perkenalan dengan ibu-ibu Musholla Nurul Huda Dukuh Randusari. Kalurahan Watusigar. Kapenawon Ngawen. Kabupaten Gunungkidul yang menjadi sasaran Kegiatan Tahsin Al-Quran, memberi pemahaman tentang tahsin Al-Quran, makhorijul huruf dan melakukan evaluasi. Sesi diskusi/tanya jawab dengan peserta tahsin ibu-ibu Musholla Nurul Huda Perkembangan setelah kegiatan tahsin Al-Quran. Absensi di akhir kegiatan tahsin Al-QurAoan Penutupan Berpamitan dengan pengurus dan Takmir Pimpinan Musholla Nurul Huda Padukuhan Randusari. Kalurahan Watusigar. Kapenawon Ngawen Pak Paimin. Berpamitan dengan peserta Tahsin Al-QurAoan ibu-ibu Musholla Nurul Huda HASIL DAN PEMBAHASAN Pada praktiknya program Tahsin dilaksanakan dengan mengajarkan materi tajwid, tartil dan makhraj yang bertujuan untuk memperbagus bacaan Al-QurAoan. Materi Tajwid berisi kaidah-kaidah atau hukum-hukum dalam membaca Al-QurAoan. Adapun Tahsin dimulai dengan mengenalkan makhorijul huruf. Makharij adalah jamak dari kata makhraj, yang artinya tempat keluarnya huruf. Dimana suara akan berhenti pada tempat tersebut, sehingga dapat dibedakan antara satu huruf dengan lainnya. Menurut buku metode As-SyafiAoi yang karang oleh Ustadz Abu YaAola Kurnaedi dan Ustadz Nizar SaAoad Jabal. Makharijul huruf secara umum terbagai menjadi 5 bagian, yaitu :. Al Jauf(Rongga mulut dan rongga tenggorokan ), . Al Halq (Tenggoroka. , . Al Lisan (Lida. , . As Syafatain . edua bibi. , . Al Khaisyum . angkal hidun. (Abu YaAola Kurnaedi. Nizar Saad Jabal, 2. Pada materi makhorijul huruf, peserta ibu ibu dilatih untuk mengucapkan huruf sesuai dengan tempat keluarnya huruf, dari mulai hruuf alif, baAo, taAo, tsa, jim, hingga huruf yaAo. Adapun proses pembelajaran materi makhorijul yaitu: . Menjelaskan 3 makhorijul huruf, . Memberi contoh bacaan. Mendengarkan pengajar contoh keluar suara huruf tersebut, . Mempraktekan pada huruf terbut secara bergiliran dengan tepat, . melakukan tanya jawab seputar materi yang telah dijelaskan. Materi selanjutnya adalah tartil dengan bertujuan untk melatih agar bacaan al qurAoan menjadi lebih sesuai dengan kaidah yang dimulai dengan surat , yaitu: pendek yang terletak di akhir Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pendampingan Materi Makhorijul Huruf Menggunakan Buku a al qurAoan. Adapun proses teknis pengajarannya, yaitu : . Membaca 1 surat, . Menjelaskan ayat per-ayat kesalahan membaca yang banyak terjadi dimasyarakat . Menirukan ayat yang telah dijelaskan, . Membaca bergiliran satu orang satu surat dengan bacaan yang benar, . mempersilakan jamaah untuk bertanya seputar materi yang telah dijelaskan. Selanjutnya ditambah materi tajwid bila diperlukan, maka peneliti menjelaskan hukum tajwid yang sering dijumpai ketika membaca surat-surat pendek. Gambar 1&2. Potret kegiatan tahsin di Musholla Nurul Huda Randusari Pada praktiknya, pelaksanaan pengabdian dalam bentuk program Tahsin dan materi makhorijul huruf ini menemukan kendala sebagai berikut:. masih ada ibu-ibu yang kesulitan mengucapkan huruf ain, ha, tsa, zha, ghain, shod, dhad, dzal. masih ada ibu ibu yang belum memperhatikan mad dan huruf bertasydid . masih ada Sebagian ibu-ibu yang membaca dengan bernafas di Tengah ayat. Namun sesungguhnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan motivasi dan pengulangan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa Tingkat kemampuan membaca al qurAoan jamaah ibu-ibu musholla nurul huda cenderung meningkat. Sehingga kemudian muncul potensi unutuk semangat belajar al qurAoan . selain itu juga muncul percaya diri dalam membaca al qurAoan sesuai hukum tajwid dan makhorijul huruf yang telah dipelajari. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Setelah pengabdian ini berlangsung selama satu bulan atau sepuluh pertemuan, peserta sudah mampu mengucapakan huruf-huruf hijaiah dengan cukup baik dan benar, peserta juga sudah bisa melafadzkan huruf-huruf seperti ain, ha, tsa, zha, ghain, shod, dhad, dzal dengan cukup baik yang mana sebelumnya para peserta merasa kesulitan dalam mengucapkan huruf-huruf tersebut. Selain dari sisi makhorijul huruf, peserta juga sudah mulai pandai dalam membedakan Panjang pendek bacaannya sesuai kaidah hukum tajwid yang ada. para peserta pemahaman ilmu tajwid yang semakin baik setelah mengikuti program pendampingan yang telah Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Agam Firmansyah. Muhammad Asyam Abdul Jabbar. Abdul Rohman Hadi terlaksana yang tentunya sesuai tujuan dan harapan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Peneliti merekomendasikan agar ada penambahan tenaga pengajar Tahsin Al-Quran di Mushola Nurul Huda supaya menambah waktu pembelajaran dan lebih mempercepat peningkatan bacaan Al-Quran para peserta. DAFTAR PUSTAKA