KESKOM. : 70-76 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga pada masa Pandemi COVID-19 Management of Infectious Household Waste during the COVID-19 Pandemic Astry Axmalia1. Rendi Ariyanto Sinanto2 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan ABSTRACT ABSTRAK Handling infec ous waste is a major global concern for public health and the environment if improperly hands. Personal protec ve equipment used masks, gloves are the main contribu on to the volume of waste. The purpose of this literature study is to discuss ways of handling infec ous waste, household at the me of a pandemic COVID-19. The method used is a literature review. Literature in the form of na onal journals published from 2020 un l 2021. The collec on of literature using google scholar and h p://garuda. id/ database with the keywords "infec ous waste COVID-19", "impact COVID-19", and "infec ous waste householdAy. The search results obtained 21 ar cles according to keywords. Once Altered using exclusion and inclusion criteria obtained 8 ar cles in the review. The results of the reviews indicate the amount of medical waste during a pandemic COVID B3-19 increased, this infec ous waste is classiAed as medical waste garbage hazardous and toxic materials or B3, medical waste origina ng from households and waste from health care facili es, the public has not fully known and yet do the processing infec ous waste, household, then the lack of informa on regarding the eAec veness of the handling of infec ous waste COVID-19. It is hoped that the health facili es and the community will be able to carry out burial procedures by Permenlhk Number P. 56 / Menlhk-Setjen / 2015 concerning Procedures and Technical Requirements for Management of Toxic Hazardous Waste from Health Service Facili es and circular No. SE / MENLHK / PSLB3 / 3/2020 concerning Management of Infec ous Waste (B3 Wast. and Household Waste from Handling Corona Virus Disease (COVID-. Penanganan limbah infeksius merupakan perha an global utama bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan jika ditanganai secara dak benar. Alat pelindung diri, masker bekas, sarung tangan adalah kontribusi utama volume limbah. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membahas cara penanganan limbah infeksius rumah tangga pada masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah literatur review. Literatur berupa jurnal nasional yang diterbitkan dari tahun 2020 sampai 2021. Pengumpulan literatur menggunakan database google scholar dan h p://garuda. id/ dengan kata kunci Aulimbah infeksius COVID-19Ay. Audampak COVID-19Ay dan Aulimbah infeksius rumah tanggaAy. Hasil pencarian diperoleh 21 ar kel sesuai kata Setelah disaring menggunakan kriteria inklusi diperoleh 8 ar kel yang di review. Hasil review menunjukkan jumlah limbah B3 medis selama pandemi COVID-19 mengalami peningkatan, limbah infeksius ini yaitu limbah medis yang tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun atau B3, limbah medis yang bersumber dari rumah tangga dan limbah yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat belum sepenuhnya mengetahui sehingga belum melakukan pengolahan limbah infeksius rumah tangga, kemudian minimnya infomasi mengenai efek vitas penanganan limbah infeksius COVID-19. Diharapkan kepada faslitas pelayanan kesehatan dan masyarakat untuk dapat melaksanakan dalam melakukan tata cara penguburan sesuai Permenlhk Nomor P. 56/MenlhkSetjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan surat edaran No. SE/MENLHK/PSLB3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B. dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-. Keywords : COVID-19. B3 Waste. Household infec ous waste. Waste management. Kata Kunci :COVID-19. Limbah B3. Limbah infeksius rumah tangga. Pengelolaan limbah. Correspondence : Astry Axmalia Email : astryaxmalia24@gmail. com, 082381814668 A Received 21 Februari 2021 A Accepted 14 April 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. April 2021 PENDAHULUAN COV I D - 1 9 a d a l a h V i r u s b a r u d a n p e nya k i t ya n g disebabkannya ini dak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan. Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia (WHO, 2. Saat ini telah menyebar di 235 Dilaporkan kasus posi f virus corona di dunia telah menjangkit pada bulan Januari 2021 sekitar 99. 837 juta orang dengan kema an hampir 2. 280 juta orang dan diprediksi angka ini akan terus bertambah (WHO, 2. Indonesia virus corona ditemukan mulai menjangkit pada awal bulan Maret tahun 2020 dan pada bulan Januari 2021 ini telah 350 kasus posi f dengan kema an sebanyak 468 orang (Kementrian Kesehatan RI, 2. Pandemi COVID-19 telah mengubah dinamika mbulan sampah global sehingga perlu mendapatkan perha an khusus (Bhakta et al. , 2. Peralatan pelindung diri, masker bekas, sarung tangan adalah kontribusi utama volume limbah. Penanganan limbah infeksius merupakan perha an global yang besar terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan jika ditanganai secara dak tepat. Hal ini dapat menyebabkan penyebaran penyakit mema kan karena limbah berperan sebagai vektor corona virus deasease yang betahan hingga 7 hari dalam limbah COVID-19 seper masker (Ilyas. Ranjan & Kim, 2. Perawatan penderita COVID-19 yang dilakukan dirumah sakit atau melalui isolasi mandiri dirumah berpotensi menghasilkan limbah padat berbahaya dan beracun (B. (Prihartanto, 2. Limbah tersebut berupa barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang dak digunakan kembali yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius atau kontak dengan pasien atau petugas fasyankes terutama yang menangani pasien COVID-19 melipu masker, sarung tangan bekas, perban bekas, su bekas, plas k bekas minum dan makanan, kertas bekas makanan, alat sun k bekas, set infus bekas dan alat pelindung diri (Nurali. Limbah masker dan sarung tangan bekas pakai ini akan menghasilkan permasalahan yang baru untuk limbah rumah tangga, walaupun limbah-limbah ini dak dikategorikan sebagai limbah medis-infeksius rumahtangga tapi sebagai limbah domesik tetapi tetap memiliki potensi sebagai limbah infeksius (Amalia et al. , 2. Standar penanganan limbah medis B3 COVID-19 menggunakan pedoman yang dikeluarkan oleh WHO (Capoor. Sedangkan di Indonesia menngacu pada PermenLHK No. 56/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Kemenkumham RI, 2. dan surat edaran No. SE/MENLHK/PSLB3/3/2020 tenang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B. dan Sampah Rumah Tangga dari h p://jurnal. Penanganan Corona Virus Disease (COVID-. tertanggal 24 Maret 2020 (KLHK, 2. Pada awal April tahun 2020 WHO mengeluarkan anjuran untuk menggunakan masker bagi semua masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit. Himbauan ini dikeluarkan karena saat ini penularan virus corona dapat disebabkan oleh orang-orang yang belum bergejala . Rata-rata waktu inkubasi virus corona bisa mencapai 14 hari, yang dinamakan dengan masa prasimtoma k. Orang yang berada dalam masa prasimtoma k dapat menyebarkan virus corona ke oranglain sebelum munculnya gejala (WHO, 2. Pemerintah Indonesia mewajibkan pemakaian masker bagi Adanya anjuran dan kewajiban menggunakan masker oleh semua masyarakat, tentu akan diiku dengan sampah/limbah masker yang dihasilkan(Amalia et al. , 2. Pe m e r i n ta h m e l a l u i ke m e n te r i a n ke s e h ata n s u d a h mengeluarkan pedoman mengenai pengelolaan limbah masker dari masyarakat (Kemenkes RI, 2. Namun pada aplikasinya masyarakat masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara pengelolaan limbah masker ini dalam skala rumah tangga. Limbah infeksius ini harusnya sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah, melalui proses pemilahan terlebih dahulu dari sampah lainnya kemudian dilakukan treatment sebelum dibuang ke tempat sampah domes k (Kemenkes RI, 2. Peneli an sebelumnya mengatakan bahwa penanganan limbah dari sumber dapat dilakukan dengan mudah beberapa langkah yang dilakukan oleh masyarakat secara umum yaitu pemilahan, pewadahan dan disinfeksi serta pelabelan. Penanganan lanjutan limbah infeksius dapat dilakukan dengan limbah diangkut dan diolah sesuai prosedur limbah B3 (Amalia et , 2. Penel an Hidup et al . mengatakan bahwa Beberapa cara pengelolaan sampah/limbah infeksius dan rumah tangga yang dapat dilakukan yaitu seper daur ulang, pembakaran, pemisahan, pengomposan, dan pembusukan. Terkait dengan ru nitas kebersihan, penggunaan alat pelindung diri dilakukan pemisahan yang tepat, pengemasan dan pemisahan dari limbah yang berpotensi terkontaminasi, secara keseluruhan bergantung kepada kesadaran dan keterlibatan warga serta dukungan kota yang harus berinvestasi dalam menyampaikan informasi dan memberikan edukasi untuk limbah menular yang dihasilkan di rumah tangga (Santos et al. , 2. Limbah medis yang dihasilkan dari Fasyankes harus diberi label sebagai Aulimbah infeksius COVID-19Ay, selanjutnya limbah ini dimasukkan kedalam kantong kedalam ember limbah medis untuk penyimpanan sementara dilokasi, disinfektan klorin 0,5% harus disemprotkan ke permukaan kantong (Sangkham, 2. Terdapat beberapa peneli an sebelumnya mengemukakan tentang penanganan limbah medis infeksius dan rumah tangga pada masa pandemi COVID-19. Namun, peneli an secara literatur review yang membahas terkait dengan penanganan Astry Axmalia, et al Management of Infec ous Household Waste during the COVID-19 Pandemic Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga pada masa Pandemi COVID-19 limbah medis infeksius rumah tangga pada masa pandemi COVID-19 ini masih terbatas. Oleh karena itu peneli an ini bertujuan untuk membahas cara penanganan limbah infeksius rumah tangga pada masa pandemi COVID-19. METODE Metode yang digunakan pada studi literatur ini adalah dengan cara literature review. Urutan proses peneli an ini, yaitu: Iden Akasi pertanyaan peneli an, . Mengembangkan protokol peneli an, . Menetapkan lokasi database peneli an sebagai wilayah pencarian, . Seleksi hasil peneli an yang relevan, . Memilih hasil peneli an yang berkualitas, . Ekstraksi data dari studi individual, . Sintesis hasil, . Penyajian hasil (Perry and Hammond, 2. Pencarian ar kel dilakukan dengan menggunakan database jurnal peneli an secara online. Literatur yang digunakan dalam studi literatur ini berupa Jurnal Nasional yang diterbitkan dari tahun 2020 sampai 2021. Pengumpulan literatur dilakukan melalui database google scholar dan h p://garuda. id/ dengan menggunakan kata kunci Aupengelolaan limbah infeksius COVID-19Ay. Audampak COVID-19Ay dan Aulimbah infeksius rumah tanggaAy. Pemilihan literatur yang akan direview ditetapkan dengan menggunkan kriteria inklusi yaitu peneli an dilakukan di Indonesia, rentang waktu 20202021, dapat diakses secara menyeluruh, sesuai dengan topik studi literatur, tentang limbah infeksius COVID-19, limbah rumah tangga COVID-19 dan berbahasa Indonesia. Gambar 1: PRISMA Cowchart diagram pencarian literatur Berdasarkan ar kel yang diperoleh sesuai dengan topik maupun kriteria dari studi literatur, maka selanjutnya dilakukan review pada masing-masing ar kel (Tabel . Tabel 1. Ar kel Review HASIL Proses pemilihan literatur dilakukan dengan menggunakan PRISMA Cowchart. PRISMA dapat digunakan untuk mengurangi bias pada saat pencarian literatur, serta dapat meningkatkan kualitas pelaporan untuk publikasi. Proses seleksi literatur dari d u a d a t a b a s e ( g o o g l e s c h o l a r d a n h p://garuda. id/) ditemukan 21 ar kel yang relevan dengan kata kunci yang digunakan. Sebanyak 5 ar kel dikeluarkan karena dak relevan dengan kriteria dari penulis. Hasilnya 16 ar kel tersebut dilakukan iden Akasi secara keseluruhan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi pada isi ar kelnya, sehingga diperoleh 8 ar kel yang berkualitas baik dan akan dianalisis berdasarkan kesesuaian topik dan hasil dari se ap ar kelnya. Adapun proses pemilihan literatur digambarkan melalui PRISMA Cowchart (Gambar . j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 73 April PEMBAHASAN Hasil review terhadap ar kel terseleksi menunjukkan bahwa pada masa pandemi COVID-19 belum sepenuhnya dilakukan sesuai persyaratan terutama pada prak k penyimpanan limbah B3. Rahman. GriEths and Mamun . mengatakan bahwa limbah yang dihasilkan didalam rumah sakit Bangladesh sering dikumpulkan tanpa pemisahan oleh pembersih yang dak terla h, dak terlindungi, dan dibuang ditempat yang dak sah tanpa pemisahan atau perawatan. Masyarakat masih belum sepenuhnya mengetahui, dan belum melakukan pengolahan limbah infeksius rumah tangga, kurangnya infomasi mengenai mbulan limbah medis dan efek vitas penanganan limbah infeksius menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penanganan limbah B3 COVID-19. Putra et al . mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat dak mengetahui ar dan jenis limbah infeksius, masyarakat masih membuang semua jenis sampah secara tercampur. Minimnya informasi di masyarakat terkait pengelolaan sampah menular yang aman menjadi kendala selama pandemi COVID-19 di masyarakat (UNICEF. Kurangnya atau dak adanya tempat untuk membuang sampah, ke daktersediaan fasilitas pemusnah limbah medis. Kojima et al . mengatakan bahwa peningkatan jumlah limbah medis saat pandemi dak sebanding dengan ketersediaan fasilitas pengelolaan limbah. Limbah yang dihasilkan di rumah dengan orang tanpa gejala atau posi f COVID-19 seper masker medis, sisa makanan dan pembungkus makanan berpotensi menularkan virus corona kepada orang lain yang kontak dengan limbah tersebut. Untuk pengelolaan limbah infeksius dengan melakukan mulai dari pewadahan, pengumpulan, pengangukatan dan pengolahan sudah harus memisahkan sampah infeksius dari sampah lainnya. Melalui tahapan pengumpulkan limbah infeksius berupa limbah APD antara lain berupa masker, sarung tangan, dan baju h p://jurnal. pelindung diri dengan pengemasan tersendiri menggunakan wadah tertutup, dapat berupa plas k terikat, untuk selanjutya diangkut dan dimusnahkan di pengolahan limbah B3. Limbah infeksius yang dihasilkan rumah tangga disaat pandemi COVID-19 ini mengalami peningkatan. Pengelolaan dan penanganan limbah infeksius rumah tangga pen ng untuk diketahui dan dilakukan oleh masyarakat untuk menekan laju penyebaran virus Corona. Menurut Singh et al . Pengelolaan limbah medis selama wabah COVID-19 di Wuhan yaitu Pengembangan mode pembuangan komprehensif yang mencakup kombinasi pembuangan terpusat dan pembuangan limbah medis darurat di tempat. Proses ini mengarahkan semua kabupaten di kota untuk memanfaatkan berbagai peralatan pembuangan darurat seper peralatan insinerasi, peralatan pengolahan bergerak, tungku pembakaran rumah tangga, dan kiln industri untuk pembuangan limbah medis. Selain itu penyimpanan yang memadai dan kapasitas cadangan fasilitas pengolahan limbah medis sangat pen ng, yang dapat mencegah penumpukan limbah yang dihasilkan pada masa darurat seper COVID-19. Hal yang harus dilakukan untuk pengelolaan limbah infeksius rumah tangga adalah pemilahan antara limbah domses k dan limbah infeksius. Peneli an Hasibuan, . mengatakan bahwa beberapa cara pengelolaan sampah/limbah rumah tangga yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan perencanaan yang baik terhadap pengelolaan sampah/limbah tersebut seper daur ulang , pembakaran, pemisahan, pengomposan, dan Limbah domes k yaitu sampah rumah tangga yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, yang dak termasuk nja dan sampah spesiAk (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI, 2. Sedangkan limbah infeksius yaitu berupa limbah ssue, masker, sarung tangan, sapu tangan, kain sekali pakai dan APD lainnya (ACR, 2. Untuk limbah masker dianjurkan dilakukan disinfeksi terlebih dahulu dengan cara direndam dalam larutan disinfektan/klorin/pemu h kemudian dilakukan perubahan bentuk seper dirusak talinya atau dirobek, hal ini dilakukan untuk mencegah digunakan ulang (Kemenkes RI. Selanjutnya dilakukan pewadahan dan disinfeksi. limbah infeksius rumah tangga dapat dilakukan dengan tahapan yaitu: . Limbah dikumpulkan dalam plas k sekali pakai. Ke ka limbah telah mencapai ga perempat, harus ditutup dengan kuat, hingga udara didalamnya sedikit mungkin . Kantung 1 harus ditempatkan di kantung kedua . Kantung 2 dak boleh terlalu penuh untuk memas kan kantung tertutup rapat dan dak pecah, limbah dak perlu ditekan untuk menambah ruang tambahan. Kantung diikat kuat dengan model leher angsa. Kemudian semprotkan cairan desinfektan pada bagian luar kantung yaitu larutan desinfektan klorin 0,5% Astry Axmalia, et al Management of Infec ous Household Waste during the COVID-19 Pandemic Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga pada masa Pandemi COVID-19 . arutan pemu h rumah tangga 1%) (Asian Development Bank. Gambar 2 : Cara mengikat kantong limbah infeksius dengan model leher angsa (Asian Development Bank, 2. Cuci tangan setelah melakukan kegiatan tersebut kemudian masukkan ke dalam wadah tempat penyimpanan sementara yang tertutup, dapat berbentuk tempat sampah tunggal . ixed bi. , maupun wadah untuk sampah yang sudah terpisah (ACR. Gambar 3 : Pewadahan Tunggal . Pewadahan Terpisah . (ACR, 2. Langkah terakhir yaitu pelabelan. Limbah infeksius yang bersumber dari masyarakat berupa limbah APD antaralain berupa masker, sarung tangan, baju pelindung diri, dikemas tersendiri dengan menggunkaan wadah tertutup yang bertuliskan Aulimbah infeksiusAy . Penanganan limbah infeksius yang berasal dari fasyankes yaitu dengan cara: . melakukan penyimpanan dalam kemasan tertutup maksimal 2 hari sejak . mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan B3 menggunakan fasilitas incinerator dengan suhu pembakaran minimal 800 AC atau autoclave yang dilengkapi dengan pencacah. residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dileka simbol AuBeracunAy dan label LB3 yang selanjutnya disimpan ditempat penyimpanan sementara LB3 untuk selanjutnya diserahkan pada pengelola B3. Penanganan lanjutan limbah infeksius yang telah melalui beberapa tahapan perlakuan disumbernya dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 4: Penanganan limbah infeksius rumah tangga dengan sarana pengangkutan khusus (Amalia et al. , 2. Kantong sampah ganda berisi limbah infeksius dirumah tangga harus diangkut secepat mungkin (ACR, 2. Sarana pengangkutan khusus yang digunakan harus memiliki area muatan yang kedap, tersegel, dapat dikunci, diberi desinfeksi dan terpisah dari kabin pengemudi. Selanjutnya sampah infeksius diangkut ke pusat pengelolaan limbah B3 (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2. Dengan berbagai treatment dapat berupa Autoclave. Mechanical Biological Treathment (MBT), atau insenerator dengan suhu diatas 800AC (Asian Development Bank, 2. Pengolahan lanjutan abu dari proses insenerator harus diproses lebih lanjut karena masih mengandung bahan beracun, bisa diproses pada TPA yang diperuntukkan mengolah limbah infeksius dan B3 dan melalui proses vitriAca on (Amalia et al. , 2. Saat ini kurangnya penegakan hukum terhadap para pelanggar terhadap pembuangan limbah/sampah infeksius rumah tangga maupun fasyankes. Wijoyo . mengatakan bahwa ngginya urgensi pemerintah untuk segera menyiapkan produk hukum mengenai masalah penanganan limbah infeksius termasuk yang mengatur pengelolaan sampah infeksius di rumah Berdasarkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan . tentang pengelolaan limbah infeksius . imbah B. dan sampah rumah tangga dari penanganan corona virus disesase (COVID-. yaitu menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius yang bersumber dari masyarakat berupa limbah APD antaralain berupa masker, sarung tangan, baju pelindung diri. Serta meningkatkan kesadaran tentang tata cara penanganan sampah infeksius dan risiko kontaminasi (Jain, 2. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, masyarakat belum melakukan pengolahan limbah rumah tangga sebagai wujud pola hidup bersih dan sehat. Peneli an Sari. Afrizal dan Indraddin . mengatakan perubahan perilaku dapat terjadi karena adanya pemahaman, proses interaksi dengan lingkungan dan berkenaan dengan objek Oleh sebab itu, perlu dilakukan peneli an kembali dengan menggunakan metode peneli an yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat tantang pen ngnya pengelolaan dan penanganan limbah infeksius rumah tangga. Standard prosedur penanganan limbah medis dan rumah tangga selama pandemi COVID-19 sudah banyak dibuat oleh beberapa lembaga internasional maupun nasional. Keterbatasan dalam peneli an ini yaitu belum banyak peneli an di Indonesia yang mengkaji tentang efek vitas pengaplikasian prosedur tersebut dalam penanganan limbah di rumah sakit maupun di masyarakat selama pandemi. Sedangkan kekuatan dalam peneli an ini adalah memberikan informasi tentang cara pengelolaan atau penanganan limbah infeksius rumah tangga pada masa pandemi COVID-19. KESIMPULAN Hasil studi literatur menunjukkan bahwa jumlah limbah B3 medis selama pandemi COVID-19 mengalami peningkatan, limbah infeksius ini yaitu limbah medis yang tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun atau B3, limbah medis yang j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 75 April bersumber dari rumah tangga dan limbah yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan. masyarakat belum sepenuhnya mengetahui dan belum melakukan pengolahan limbah rumah tangga, kemudian minimnya infomasi mengenai efek vitas penanganan limbah infeksius COVID-19. Dengan situasi pandemi COVID-19 saat ini sudah seharusnya memperha kan penyebaran COVID-19 yang berasal dari sampah infeksius. Maka dari itu, pengelolaan limbah infeksius yang berasal dari rumah tangga melalui tahapan pengumpulkan limbah infeksius antara lain berupa masker, sarung tangan, dan baju pelindung diri dengan melakukan pemilahan, pewadahan dan desinfeksi, serta Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis, pengelolaan dan penanganan limbah infeksius rumah tangga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan lingkungan yang merupakan salah satu faktor pen ng dalam pengolaan sampah infeksius rumahtangga. Diharapkan kepada Fasyankes dan masyarakat untuk dapat melaksanakan dalam melakukan tata cara penguburan sesuai Permenlhk Nomor P. 56/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan surat edaran No. SE/MENLHK/PSLB3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B. dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-. DAFTAR PUSTAKA